• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Pengembangan

2.5 Penelitian Terdahulu

Fajrin Mappa (2012) dengan penelitian “ Strategi Pengembangan Pantai Tamarunang Sebagai Objek Wisata Pantai di Kabupaten Jeneponto ’’. Penelitian ini menggunakan alat analisis Matriks SWOT. Penelitian ini menghasilkan alternatif strategi yaitu : (1) Atraksi Wisata, kawasan pantai ini diperuntukan untuk aktivitas wisata dengan tidak mengabaikan kelestarian lingkungannya. Kegiatan wisata atau atraksi yang ditawarkan sebagai daya tarik objek wisata di Pantai Tamamrunang yaknik bermain / olahraga, menikmati keindahan panorama alam ( sunset ), berjemur, wisata kuliner dan menikmati wisata budaya dan wisata atraksi di air seperti jet ski dan memancing.(2) Sarana fasilitas penunjang wisata, ketersediaan sarana fasilitas penunjang seperti resort, resto dan gazebo telah menjadi pemicu untuk pengembangan sarana fasilitas penunjang wisata di pantai Tamarunang. Dalam penentuan tata letak fasilitas sarana pada kawasan pantai Tamarunang, hal – hal yang mendasari peletakan bangunan antara lain adalah aspek estetika, view bangunan, arah pergerakan angin, arah datangnya sinar matahari aksesbilitas, sirkulasi, kebisingan dan garis sempadan pantai.Prasarana fasilitas penunjang wisata,

Potensi prasarana fasilitas penunjang wisata di pantai Tamarunang dengan arahan konsep pengembangan prasarana yakni pengembangan pada aksesbilitas, sirkulasi kendaraan dan pejalan kaki, lahan parkir, jaringan air bersih, telekomunikasi dan jaringan listrik.

Harbi D Girsang (2013) dengan penelitian “ Analisis Strategi Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Sipiso – piso ’’ . Penelitian ini

menggunakan alat analisis matriks SWOT. Penelitian ini menghasilkan alternatif strategi yaitu : (1) Perbaikan sarana dan prasarana serta pengelolah yang ramah dapat menciptakan peningkatan volume kunjungan wisata yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar objek wisata air terjun sipiso – piso. (2) Banyaknya objek wisata yang berada di sekitar objek wisata sipiso – piso ( Brastagi, Kabanjahe, Merek, Tongging, Silalahi ) dapat ditawarkan sebagai paket wisata yang menarik kepada masyarakat baik lokal maupun manca negara untuk meningkatkan volume kunjungan. (3) Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai serta letaknya yang strategis, membuat wisatawan nyaman sehingga meningkatkan volume kunjungan wisatawan ke objek wisata air terjun sipiso – piso.

Ian Asriandy (2016) dengan penelitian “ Strategi pengembangan Obyek Wisata Air Terjun Bissapu di Kabupaten Bantaeng ’’. Penelitian ini menggunakan alat analisis deskriptif kualitatif. Penelitian ini menghasilkan alternatif strategi yaitu : (1) terkait dengan dimensi – dimensi strategi yakni ; tujuan, kebijakan dan program yang dilakukan Dinas kebudayaan dan pariwisata kabupaten Bantaeng termasuk ke dalam strategi sebagai rencana, karena kita dapat melihat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang mencoba untuk menetapkan arah organisasi menjadi lebih baik dengan berbagai perencanaan yang disusun secara matang dan segala tujuan, kebijakan dan program yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang dikembangkan secara sadar dan sengaja. ( 2 ) Pengembangan yang dilakukan terfokus pada satu titik agar kiranya pengembangan yang dilakukan akan terlihat hasilnya. Melibatkan semua elemen –

elemen yang terkait dengan pengembangan yang akan dilakukan sehingga pengembangan tersebut dapat kita lakukan dengan membuahkan hasil yang diharapkan bersama. Mengindentifikasi secara menyeluruh terhadap obyek yang akan dikembangkan agar dapat menyusun segala perencanaan dengan sebaik– baiknya. Melakukan pelatihan–pelatihan baik pemandu wisata, pelaku wisata dan pengelolah wisata. Koordinasi yang terus dilakukan kepada pemerintah dan warga sekitar kawasan obyek wisata.

Rendi Redona (2015) dengan penelitian “ Strategi Pengembangan Produk Kawasan Wisata Gunung Tidar ’’. Penelitian menggunakan alat analisis deskriptif kuantitatif, deskriptif kualitatif, analisis IFAS–EFAS dan analisis matriks SWOT. Penelitian ini menghasilkan alternative strategi yaitu : (1) adapun daya tarik pariwisata spiritual di Kawasan Wisata Gunung Tidar terdiri sebagai berikut ; Produk Wisata Spiritual berbasis alam, mencakup area ring 1, ring 2 dan ring 3, produk Wisata spiritual berbasis spiritual. (2) kondisi lingkungan internal berupa faktor–faktor kekuatan (strength) terkait dengan pengembangan produk kawasan wisata spiritual gunung tidar yaitu meliputi kriteria tempat masih layak menjadi tujuan wisata spiritual, mayoritas wisatawan merasa sangat leluasa melakukan wisata spiritual berbasis alam dan wisata spiritual berbasis laku spiritual baik religi maupun spiritual, merupakan daya tarik wisata spiritual bagi wisatawan yang memiliki segmen motivasi agama maupun spiritual jawa, budaya maupun pencarian jati diri. (3) Strategi pertahankan dan pelihara. Grand Strategy yang sesuai pada posisi kuadran ini adalah strategi pengembangan produk dan pemasaran. Sedangkan alternatif pengembangan produk kawasan wisata Gunung

Tidar adalah sebagai berikut : Strategi SO (strength opportunity) : program pengembangan produk tambahan (Visitor Service/Hospitality) meliputi, pengembangan kegiatan untuk mempertahankan kualitas produk inti di kawasan mikro area ring 1, ring 2 Gunung Tidar, Pengadaan TouristInformation Center (TIC) melalui pembangunan museum budaya dan spiritual di Kawasan Mezzo wisata spiritual Gunung Tidar. Strategi WO (Weakness Oppoturnity) : Program pengembangan pemasaran produk Inti dan promosi produk tambahan yang meliputi opsi pemasaran kawasan wisata Gunung Tidar, Promosi Produk layanan melalui peningkatan daya tarik usaha makan dan minum. Strategi ST (Strength Threat) : Program pengembangan kawasan pariwisata spiritual berkelanjutan yang meliputi, peningkatan kualitas lingkungan mezzo dan mikro kawasan pariwisata spiritual Gunung Tidar, peningkatan kualitas kehidupan sosial masyarakat mezzo pariwisata spiritual Gunung Tidar, peningkatan nilai situs cagar budaya fisik dan non fisik mezzo dan mikro pariwisata spiritual Gunung Tidar, pengembangan ekonomi kreatif masyarakat Magersari. Strategi WT (Weakness Threat) : Program pengembangan Kelembagaan dan SDM (Destinantion Management Organization) meliputi pembentukan Local Working Group Destinasi Kawasan Mezzo wisata spiritual Gunung Tidar dan program peningkatan kualitas SDM dan Budaya.

BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang Masalah

Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi tujuan wisata dunia. Indonesia mempunyai ribuan pulau dengan sejuta keindahan pesona alam yang menakjubkan dengan taman wisata yang sangat melimpah. Berdasarkan world Economic Forum, WEF (2013), destinasi Indonesia saat ini hanya menempati peringkat ke-70 dari 140 negara didunia dan peringkat ke-4 di negara-negara ASEAN setelah Singapore, Malaysia dan Thailand. Daya saing Indonesia masih kalah dengan negara tetangga Singapore, Malaysia, dan Thailand.

Taman wisata dapat kita jumpai dari sabang sampai merauke. Indonesia terkenal dengan objek wisatanya. Ada banyak taman wisata yang dapat dijumpai mulai objek wisata alam dan objek wisata religius (buatan manusia). Objek wisata adalah segala sesuatu yang ada di daerah tertentu dan mempunyai daya tarik untuk berkunjung ke taman wisata.

Salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki objek wisara adalah sumatera utara menurut Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara, jumlah wisatawan macannegara (wisman) yang berkunjung di sumatera utara melalui 3 (tiga) pintu masuk bulan mei 2015 mencapai 19.943 kunjungan, mengalami kenaikan sebesar 14,25 persen dibanding yang datang pada bulan april 2015 yang mencapai 17.455 kunjungan. Tetapi, jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2014, jumlah wisata macannegara pada bulan mei 2015 mengalami

penurunan sebesar 10,75 persen,yaitu dari 22,345 kunjungan turun menjadi 19.943 kunjungan pada bulan mei 2015.

Sejarah taman wisata dulunya melakukan perjalanan dengan tujuan perdagangan, politik, dan kepentingan agama. Sedangkan taman wisata sekarang bertujuan melakukan perjalanan bersama keluarga, sahabat dan teman-teman untuk berlibur, berekreasi pada hari-hari besar dan berkunjung ke tempat taman wisata baru. Data menunjukan jumlah pengunjung wisata negara dan mancanegara pada oktober 2015 mencapai 16.430 kunjungan atau turun 6,83 % dari September 2015, jika dibandingkan dengan oktober 2014, jumlah itu mengalami penurunan 30,45 % menurut Kepala BPS Wien Kusdiatmono. Penurunan ini terjadi akibat erupsi gunung sinabung dan asap kebakaran lahan yang melanda beberapa provinsi di sumatera.

Kata wisata di kehidupan kita sudah tidak asing lagi rasanya, apalagi pada zaman sekarang ini. Semakin mudah untuk kita dapat berpergian ke mana-mana dengan adanya transportasi laut, darat, dan udara. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti dari wisata yaitu berpergian yang dilakukan bersama–sama atau banyak orang, yang pada akhirnya akan mendapatkan hal–hal baru, entah itu dari tempat wisata yang pada saat itu mereka kunjungi atau bisa dikatakan dengan bertamasya.

Saat ini bisnis Taman Wisata sering ditemui dimana–mana, bahkan hampir di seluruh wilayah Indonesia memiliki taman wisata di daerah masing–masing. Ini dikarenakan jumlah populasi masyarakat Indonesia yang berkisar 200 juta

menjadi tumpuan untuk menghasilkan keuntungan bagi pemilik taman wisata. Hal ini menjadi faktor utama hadirnya taman wisata.

Taman Wisata menjadi salah satu tempat berpergian yang dilakukan bersama-sama atau banyak orang pada saat akhir pekan atau pun disaat hari libur yang bertujuan untuk mendapatkan suasana baru. Banyak orang menghabiskan waktu liburan dengan pergi ke taman wisata, ada juga yang hanya ingin mencari sensasi baru ke taman wisata baru dibuka, ada juga yang datang ke taman wisata hanya ingin berfoto-foto dengan objek wisata bersama teman–teman.

Dengan hadirnya taman wisata, ada banyak orang berkumpul bersama-sama keluarga menghabiskan waktu liburannya dengan rekreasi, mengenal satwa, melihat indahnya pemandangan alam sekitar bahkan tak jarang taman wisata menyediakan aneka permainan yang dapat menambah wawasan anak–anak, menambah kreativitas anak dan tempat bersantai untuk keluarga. Selain itu taman wisata juga menjadi fenomena setiap datangnya hari – hari besar yang mengakibatkan besarnya peningkatan jumlah pengunjung dari hari biasanya. Ini menjadi pusat perhatian pihak taman wisata untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pengunjung yang datang memenuhi taman wisata, tentu saja dengan penambahan objek taman wisata yang unik dan menarik menambah nilai kepuasan pengunjung akan taman wisata. Selain itu, fasilitas keamanan dan kenyaman taman wisata yang menjadi faktor penting di dalam kepuasan pengunjung yang datang. Fasilitas taman wisata yang lengkap menjadi sasaran utama pengunjung. Beberapa taman wisata yang dulunya menjadi tempat favorit pengunjung sekarang menjadi taman wisata yang sepi pengunjung yang merasa

tidak puas dengan objek-objek yang ada di taman wisata, serta kenyamanan dan keamanan yang membuat para pengunjung tidak berminat untuk kembali ke taman wisata tersebut.

Taman wisata memiliki 2 jenis yaitu darat dan air. Objek darat seperti taman satwa binatang, gedung-gedung bersejarah yang unik, patung-patung unik dan menarik, lapangan luas, serta tempat-tempat bersantai. Adapun objek wisata air seperti waterpark, waterboom, kolam renang, kolam pancing, kolam perahu dan lain-lain.

Taman wisata Mora Indah salah satu taman rekreasi yang terletak dijalan Medan Tj Morawa Km 11, medan. Taman wisata mora indah faria dilengkapi dengan berbagai flora dan fauna, ada juga yang menyediakan play ground yang luas. Taman wisata Mora Indah Faria menyediakan macam permainan air yang menarik seperti Water Park, juga menydiakan berbagai satwa seperti burung, monyet, beruang dan lain-lain.

Berikut disajikan jumlah wisatawan yang berkunjung ke taman rekreasi Mora Indah Faria dalam lima tahun terakhir.

Tabel 1.1

Jumlah Pengunjung ke Taman Wisata Mora Indah Faria Tahun 2011-2015

Sumber : Taman Rekreasi Mora Indah Faria (2016)

Berdasarkan data di atas terlihat bahwa wisatawan yang berkunjung ke taman rekreasi Mora Indah Faria selama 5 tahun terakhir terjadi penurunan pengunjung setiap tahunnya. Angka tertinggi berada pada tahun 2011 dan 2012 namun jika dilihat ditahun berikutnya mengalami penurunan yang signifikan hingga tahun 2015. Keadaan ini harusnya mengalami kenaikan jumlah pengunjung dimana teknologi dan juga tren saat ini semakin luas.

Beberapa pesaing terkuat taman mora indah faria diantaranya, hairos waterpark, Suzuya waterpark, mickey holiday, bima utomo waterpark, bumi asri waterpark, draco waterpark, siantar waterpark dan lain-lain. Para pesaing ini memiliki keunggulan fasilitas setiap objek yang disediakan sehingga pengunjung merasa puas akan wahana ataupun objek yang ada.

Jika dilihat dari pengunjungnya, taman rekreasi Mora Indah Faria adalah objek wisata yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai wisata daerah.

No Tahun Jumlah Pengunjung

1 2011 1237

2 2012 1087

3 2013 855

4 2014 711

Pengembangan produk ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan jumlah pengunjung objek wisata ini.

Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk menganalisis strategi pengembangan produk yang dilakukan oleh Taman Wisata Mora Indah Faria dengan judul “ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK PADA TAMAN WISATA MORA INDAH FARIA”

Dokumen terkait