Menurut Trisnantoro (2006) proses penetapan tarif di rumah sakit dapat berbeda tergantung misi dan tujuan masing-masing rumah sakit. Pada rumah sakit dengan menggunakan pendekatan perusahaan penetapan tarif dapat dilakukan dengan teknik-teknik sebagai berikut:
1. Full cost pricing. Informasi serta analisis biaya mutlak diperlukan. Berdasarkan unit cost maka asumsinya tidak ada pesaing atau demand sangat tinggi.
2. Contract dan cost plus. Tarif ditetapkan berdasarkan kontrak, misalnya kontrak dengan perusahaan asuransi atau konsumen yang tergabung dalam suatu organisasi.
Tarif kontrak dapat memakasa rumah sakit menyesuaikan tarifnya sesuai kontrak yang ditawarkan asuransi, sehingga untuk dapat bersaing, rumah sakit harus mempertimbangkan masalah efisiensi.
3. Target rate of return pricing. Penetapan tarif berdasarkan target yang merupakan modifikasi dari metode full cost.
Teknik ini berbasis pada unit cost dengan mempertimbangkan faktor demand dan pesaing.
4. Acceptance pricing. Teknik ini diterapkan apabila pada suatu pasar terdapat satu rumah sakitdianggap sebagai panutan harga, maka rumah sakit lain akan mengikuti pola pentarifan yang digunakan oleh rumah sakit tersebut.
Implementasi penggunaan tarif INA CBG’s BPJS Kesehatan di Indonesia diberlakukan tanggal 1 Januari 2014. Beberapa penelitian dan jurnal yang digunakan sebagai referensi oleh peneliti adalah :
Tabel 2
Penelitian Sebelumnya
No Peneliti Judul Tahun Kesimpulan
1. Dhea Riadhianny Suci
2013 Terjadi perbedaan antara biaya riil yang
lebih besar
dibandingkan tarif INA CBG’s.
2. Hanly Christian Walintukan,
2017 Dampak perbedaan tarif yang ditetapkan oleh rumah sakit dan INA-CBG’s baik rawat jalan maupun rawat inap
stroke iskemik rawat inap, terdapat pengaruh signifikan (p < 0,05).
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
A. Sejarah RSU. Imelda Pekerja Indonesia Medan.
Awal berdirinya Rumah Sakit Imelda dimulai dari klinik bersalin yang terletak di Jl. Bilal No. 48 Medan dan didirikan oleh yayasan Imelda. Pada tahun 1982 seiring bartambahnya pasien bersalin dan berobat umum, memperluas lahan dan pindah lokasi di Jl. Bilal No. 24 Medan serta mendapatkan izin sementara RSU Imelda. Pada tahun 1997 perpanjang izin penyelenggaraan rumah sakit, berdasarkan keputusan Mentri Kesehatan RI No. Ym. 02. 04.
2. 2. 864 pada tanggal 04 Maret 2003.
Pada tahun 2004 RSU Imelda berubah nama menjadi RSU IPI Medan yang artinya Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan tempatnya pada tanggal 24 Mei 2004. Pada tahun 2008 RSU IPI menerima Sertifikat Akreditasi penuh Tingkat Dasar dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada Tanggal 06 Februari 2004. Pada tahun 2009 keluarlah Keputusan Mentri Kesehatan Republik Indonesia No. 882/ MENKES/ SK/ IX/
2009 tentang penetapan RSU IPI Rumah Sakit Kelas “B”. Pada tahun izin tetap RSU IPI saat ini adalah dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia No. 07. 06/ III/ 522/ 08, Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan, Rumah Sakit IPI menyediankan fasilitas pelayanan kesehatan meliputi rawat jalan, rawat inapa, gawat darurat dan beberapa unit penunjang.
RSU. IPI Medan merupakan rumah sakit swasta tipe B dengan kapasitas 310 tempat tidur (TT), rata-rata jumlah pasien
rawat inap masuk 42/hari, rata-rata jumlah pasien rawat jalan 150-200 pasien/hari, pasien rawat inap jaminan berkisar antara 1.000 sampai 1.200 pasien/bulan dan dengan jumlah pemanfaatan tempat tidur (BOR) tahun 2016 sebesar 66%, dan pada tahun 2018 jumlah pemanfaatan tempat tidur (BOR) sebesar 50%. RSU. IPI Medan telah melaksanakan sistem INA-CBG’S’s dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk pasien Jamkesmas atau KJS.
B. Visi dan Misi
Visi RSU. Imelda Pekerja Indonesia “Menjadi rumah sakit rujukan dengan pelayanan berkualitas sesuai standart nasional”.
Misi RSU. Imelda Pekerja Indonesia
1. Memberikan pelayanan sesuai standar nasional
2. Memberikan pelayanan mengutamakan mutu dan keselamatan pasien
3. Menumbuhkan budaya kesehatan
C. Fasilitas Pelayanan di RSU. Imelda Pekerja Indonesia 1. Unit Gawat Darurat (dokter jaga 24 jam)
2. Klinik Umum/ Klinik Rawat Jalan 3. Kamar perawat intensif (ICU) 4. Hemodialisa
5. Ruang perinatologi 6. Ruang kemotraphy
7. Instalasi rehabilitasi medik (fisioterapi)
8. Unit pelayanan jantung (keteterisasi, Ring (Stent)) 9. Unit luka bakar
10. Unit perawatan luka 11. Radiologi
12. X-ray
13. CT Scan 16 Slices 14. Ultrasonography
15. EKG (Elektro Cardiography/rekam jantung) 16. Eeg (Elektro Enchepaligraphy/rekam otak) 17. Laboratorium klinik 24 jam
18. Treadmill
19. Endoscopy : (gastroscopy, Colonoscopy, ligasi varices)
D. Pelayanan Poliklinik Spesialis di RSU. Imelda Pekerja Indonesia
1. Spesialis Penyakit Dalam 2. Spesialis Mata
3. Spesialis Anak
4. Spesialis Kulit dan Kelamin 5. Spesialis bedah umum 6. Spesialis Orthopedi 7. Spesialis Urologi 8. Spesialis Saraf 9. Spesialis Paru 10. Spesialis THT 11. Spesialis Gigi
12. Spesialis Bedah Mulut
13. Spesialis Jantung Pembuluh Darah 14. Spesialis Bedah Plastik
15. Spesialis Bedah Anak 16. Spesialis Bedah Syaraf 17. Spesialis Kejiwaan
18. Spesialis Rehabilitas Medik
19. Spesialis Kebidanan dan Kandungan
HASIL ANALISA KUALITATIF
Distribusi frekuensi pasien sectio caesare menurut umur di di RSU. Imelda Pekerja Indonesia pada bulan Maret 2019 sampai dengan April tahun 2019 , dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel. 2
Karakteristik Pasien Sectio Caesare berdasarkan usia pada bulan Maret –April
tahun 2019 di RSU. Imelda Pekerja Indonesia
Umur F %
16 Tahun 1 1
19 Tahun 12 8
20 Tahun 15 10
21 Tahun 12 8
23 Tahun 17 11
24 Tahun 13 7
25 Tahun 13 9
26 Tahun 15 10
27 Tahun 14 6
28 Tahun 8 4
29 Tahun 9 3
30 Tahun 2 4
31 Tahun 3 2
32 Tahun 3 2
33 Tahun 2 5
34 Tahun 3 2
35 Tahun 3 2
36 Tahun 1 3
37 Tahun 2 2
38 Tahun 1 1
Total 149 100
Sumber. Bagian Administrasi RSU. Imelda Pekerja Indonesia
Berdasarkan tabel di atasmenunjukkan bahwa data pasien sectio caesare berdasarkan karakteris umur pada bulan Maret tahun 2019 dan April tahun 2019 di RSU. Imelda Pekerja Indonesia, mayoritas pasien umur 23 tahun sebanyak 17 orang dan minoritas 16 tahun sebanyak 1 orang.
Tabel. 3
Distribusi Pasien Sectio Caesare berdasarkan cara pulang pada bulan maret –April tahun 2019 di RSU. Imelda Pekerja Indonesia
Kategori Cara Pulang N %
Atas Persetujuan Dokter 144 91
Dirujuk 3 4
Atas Permintaan Sendiri 1 2
Meninggal 1 3
Total 149 100
Sumber. Bagian Administrasi RSU. Imelda Pekerja Indonesia
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari karakteristik cara pulang pasien tindakan sectio caesare di RSU. Imelda Pekerja Indonesia, mayoritas pulang atas persetujuan dokter (sembuh) sebanyak 130 orang (91%), dirujuk sebanyak 6 orang (4%), meninggal sebanyak 4 orang (3%) dan minoritas pulang Atas permintaan sendiri sebanyak 3 orang (2%).
Tabel. 5
BiayaRiilBerdasarkanJumlahBiayaRiilTertinggi Dan TerendahPadaSetiapKategori.
Kategori Kasus Sectio Caesare dari Tingkat Keparahan
Biaya Rill Rumah Sakit Jumlah Kasus Tingkat Keparahan Tertinggi Terendah
Kategori Ringan Cepalo Pelvic
Disproportion (CPD) Rp. 8.425.230 Rp. 6.308.100 47 Kategori Sedang Letak
Lintang Rp. 11.473.130 Rp.7.776.330 28
Kategori Berat
Pre-eklamsia Rp. 12.336.930 Rp.9.491.130 74
Total Kasus Tindakan Sectio Caesare 149 Sumber. Bagian administrasi (Aplikasi SIMRS) di RSU. Imelda
Pekerja Indonesia
Dari tabel diatas dapat diliha jumlah hasil biaya riil tertinggi adalah Pre-eklamsia sebesar Rp. 12.336.930 dan biaya riil terendah adalah kategori ringan Cepalo Pelvic Disproportion (CPD) sebesar Rp. 6.308.100.
TARIF RILL TINDAKAN SECTIO CAESARE DI RSU. IMELDA PEKERJA INDONESIA.
Berdasarkan hasil penelitian data kunjungan jumlah pasien section caesare di RSU Imelda Pekerja Indonesia pada bulan Maret dan April tahun 2019 sebanyak 149 pasien. Tarif rill tindakan section caesare di RSU. Imelda Pekerja Indonesia meliputi ; Honor Dokter Operator Operasi Sectio Caesare, Honor Dokter anastesi operasi section caesare, Jasa asisten anastesi, CTG, Sewa Ok tindakan SC, Sterilisasi, Visit dokter spesialis SPOG, Konsultasi dokter Umum, Pemasangan Kateter urine, Pemasangan Infu (IGD), Revisi/ Ganti Verban kecil dan sedang, Laboratorium, Administrasi ruangan kelas, gelang pink, sewa kamar kelas, obat, Alkes, dan biaya lainnya. Tarif Rill Rumah Sakit Untuk Tindakan Sectio Caesarea Berdasarkan Kelas Perawatan antara lain:
Tabel. 4TarifRill Rumah Sakit UntukTindakanSectio Caesareaper rincian/per kegiatan Di RSU. Imelda Pekerja
Indonesia Tahun 2019
Caesare
Sumber. Bagian administrasi (Aplikasi SIMRS) di RSU. Imelda Pekerja Indonesia
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat jumlah tarif rill tindakan sectio caesare dengan kategori kelas perawatan , pada kelas 1sebanyak Rp. 10.272.200, pada kelas 2 sebanyak Rp.8.574.300, pada kelas 3 sebanyak 6.308.100.berdasarkan jumlah tarif INA-CBG’s tindakan sectio caesare dengan kategori kelas rawatan , pada kelas 1 sebanyak Rp. 8.465.700, pada kelas 2 sebanyak Rp. 7.065.200, pada kelas 3 sebanyak Rp. 5.406.900.
Hemo
Tabel. 5
Biaya Riil Berdasarkan Jumlah Biaya Riil Tertinggi Dan Terendah Pada Setiap Kategori.
Kategori Kasus Sectio Caesare dari Tingkat
Keparahan
Biaya Rill Rumah Sakit Jumlah Kasus Tingkat Keparahan Tertinggi Terendah
KategoriRinganCepaloPelvic
Disproportion(CPD) Rp. 8.425.230 Rp.6.308.100 47 KategoriSedang Letak
Lintang Rp. 11.473.130 Rp.7.776.330 28
KategoriBerat Pre-eklamsia Rp. 12.336.930 Rp.9.491.130 74 Total Kasus Tindakan Sectio Caesare 149
Sumber. Bagian administrasi (Aplikasi SIMRS) di RSU. Imelda Pekerja Indonesia
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat jumlah hasil biaya riil tertinggi adalah Pre-eklamsia sebesar Rp. 12.336.930 dan biaya riil terendah adalah kategori ringan Cepalo Pelvic Disproportion (CPD) sebesar Rp. 6.308.100.
TARIF INA CBG’S 5.2
Tarif INA-CBG yang menggunakan software INA CBG’s 5.2 untukkasuspersalinantindakansection caesareadi RSU Imelda Pekerja Indonesia dibagimenjadi 3 (tiga) kategori, yaitu prosedur section caesarea ringan, prosedur section caesareasedang, dan prosedur section caesarea berat.
Tabel. 6
TarifINA-CBG’s UntukTindakanSectio Caesarea Berdasarkan Tingkat Keparahan Dan KelasPerawatan.
Kode
Rp.5.406.900 Rp.7.065.200 Rp.
8.465.700
082.0
Delivery by elective caesarean section
(disebabkanLetakLintang)
Rp.6.295.600 Rp.7.965.900 Rp.
9.055.300 O82.1
Delivery by emergency section (disebabkanPre-eklamsia)
Rp.8.470.100 Rp.9.053.100 Rp.
10.958.240
Sumber. Bagian administrasi BPJS di RSU. Imelda Pekerja Indonesia
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat jumlah tarif INA-CBG’s tindakan sectio caesare dengan diagnosa Delivery by elective caesarean section (disebabkanCPD atau Cepalo Pelvic
Disproportion), dan kode tingkat keparahan O-6-10-Ikategori ringan sebanyak Rp.5.406.900, kategori sedang sebanyak Rp.7.065.200, kategori berat sebanyakRp. 8.465.700.Pada diagnosa Delivery by elective caesarean section (disebabkan Letak Lintang) dan kode tingkat keparahanO-6-10-IIkategori ringan sebanyak Rp.Rp.6.295.600, kategori sedang sebanyak Rp.7.965.900, kategori berat sebanyak Rp. 9.055.300, Pada kategori diagnosa Delivery by emergency section (disebabkanPre-eklamsia)dan kode tingkat keparahanO-6-10-IIIkategori ringan sebanyak Rp.8.470.100, kategori sedang sebanyak Rp.9.053.100, kategori berat sebanyak Rp. 10.958.240.
Tabel. 7
Biayayang melebihi dan biaya yang kurang dari tarif RiilRumahSakitDenganTarifINA-CBG’s 5.2UntukTindakanSectio
Caesarea
Kategori JumlahPasien % Nilai (Rp)
Biayariil yang
melebihitarifINA-CBG’s 105 70 170.685.200
Biayariil yang
kurangdaritarifINA-CBG’S’s 44 30 28.975.882
Total 149 100 199.661.028
Sumber. Bagian administrasi (Aplikasi SIMRS) di RSU. Imelda Pekerja Indonesia
Berdasarkan table diatas dapat dilihat bahwa dari 149 pasien tindakan sectio caesare pada bulan maret tahun 2019 sampai dengan bulan april tahun 2019 terdapat 105 berkas pasien (73%) biayariil yang melebihi tarif INA-CBG’s dan 44(27%) biaya riil yang kurang dari tariff INA-CBG’s. Total dari biayar iil yang melebihi tariff CBG’s dan biaya riil yang kurang dari tariff INA-CBG’s adalah sebesar Rp. 199.661.028.
Tabel 8
Selisih Tarif Rill Rumah Sakit Dengan Tarif INA-CBG’s Tindakan Sectio Caesare Berdasarkan Tingkat Keparahan Dan Kelas
Perawatan
Kategori Kasus Sectio Caesare dari Tingkat Keparahan Delivery by elective Total Selisih Rp. 1.806.500 Rp. 1.664.100 Rp. 1.378.690 Biaya Rill RS 2 Rp. 7.065.200 Rp. 9.055.900 Rp. 10.864.100
Sumber : Bagian Administrasi BPJS di RSU. Imelda Pekerja Indonesia Medan
Berdasarkan tabeldiatas dapatdilihatbahwa total selisih daritarif riilRS dengan tarif INA-CBG’s pada Kategori kelas perawatan dan Tingkat Keparahandari Kasus Sectio Caesare di RSU. Imelda Pekerja Indonesia, untuk kelas 1 pada kasusDelivery by elective caesarean section (disebabkanCPD atauCepalo Pelvic Disproportion) total selisih sebanyak Rp. 1.806.500, pada kasusDelivery by elective caesarean section (disebabkan Letak Lintang) total selisih sebanyak Rp. 1.664.100, pada kasus Delivery by emergency section (disebabkan Pre-eklamsia) total selisih sebanyak Rp. 1.378.690.Totalselisih daritarif riilRS dengan tarif INA-CBG’s pada Kategori kelas perawatan dan Tingkat Keparahandari Kasus Sectio Caesare di RSU. Imelda Pekerja Indonesia, untuk kelas 2 Pada kasusDelivery by elective caesarean section (disebabkan CPD atauCepalo Pelvic Disproportion) total selisih sebanyak Rp. 1.209.300, Pada kasusDelivery by elective caesarean section (disebabkan Letak Lintang) total selisih sebanyak Rp. 1.090.000, Pada kasus
Delivery by emergency section (disebabkan Pre-eklamsia) total selisih sebanyakRp. 1.811.000. Total selisih daritarif riilRS dengan tarif INA-CBG’s pada Kategori kelas perawatan dan Tingkat Keparahan dari Kasus Sectio Caesare di RSU. Imelda Pekerja Indonesia, untuk kelas 3 Pada kasusDelivery by elective caesarean section (disebabkan CPD atau Cepalo Pelvic Disproportion) total selisih sebanyak Rp. 901.200, Pada kasusDelivery by elective caesarean section (disebabkan Letak Lintang) total selisih sebanyak Rp. 768.745, Pada kasus Delivery by emergency section (disebabkan Pre-eklamsia) total selisih sebanyak Rp. 564.900.
Tabel 9
Perbedaan biaya rumah sakit dan tarif INA-CBG’s pada tindakan sectio caesare rawat inap di RSU. Imelda Pekerja Indonesia
Tarif Total Biaya (Rp)
Selisih (Rp)
Rata-rata (Rp) Rill Rumah sakit 1.210.233.377
282.002.637 8.122.371
INA-CBG’s 928.230.740 6.229.736
Sumber. Bagian administrasi (Aplikasi SIMRS) di RSU. Imelda Pekerja Indonesia
Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui total tarif rumah sakit yang dikeluarkan untuk pelayanan kepada pasien BPJS dengan 149 kasus tindakan sectio caesaredi RSU. Imelda Pekerja Indonesia. Besar selisih tarif rumah sakit dengan tarif INA-CBG’s sebesar Rp. 282.002.637. Selisihbernilai negatif karena total biaya pelayanan yang dikeluarkan rumah sakit untuk tindakan sectio caesare lebih besar dibandingkan dengan total biaya INA-CBG’s yang dibayarkan BPJS Kesehatan. Hasil ini menyatakan bahwa kedua populasi mempunyai rata-rata yang berbeda. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara tarif rumah sakit dan tarif INA-CBG’sdiRSU. Imelda Pekerja Indonesia.
PENETEPAN TARIF RILL RSU. IMELDA PEKERJA INDONESIA
Hasil penelitian diperoleh informasi RSU. Imelda Pekerja Indonesia, bahwa tarif riil rumah sakit dihitung dari satuan harga, per rincian jenis pelayanan setelah melakukan tindakan, untuk standar tarif rumah sakit sudah ditentukan dalam peraturan kebijakan Direktur RSU Imelda Pekerja Indonesia dan diketahui oleh pemilik yayasan. Pembiayaan yang ada di RSU Imelda Pekerja Indonesia menggunakan sistem pembayaran FFS (Fee For Service) dengan bantuan biling sistem untuk menghitung semua besaran biaya dan jumlah biaya yang harus dibayar oleh pasien atau pihak pembayar yang ditetapkan setelah pelayanan diberikan.
Perawatan rawat inap di RSU Imelda Pekerja Indonesia, pasien yang melakukan tindakan sectio caesarea akan mendapatkan pelayanan pemeriksaan penunjang berupa USG, dan pemeriksaan laboratorium. Sedangkan pelayanan pengobatan menggunakan obat generik. Prosedur dalam perawatan dan pengobatan pasien telah menerapkan Clinical Pathway sebagai sarana untuk menangani tiap pasien agar tidak terjadi keragaman tindakan untuk satu jenis diagnosa. Clinical pathway juga dapat mengontrol kapan pasien harus pulang, sehingga Length Of Stay atau lama rawat dari pasien dapat terkontrol.
Rincian tarif rill tindakan SectioCaesare di RSU. Imelda Pekerja Indonesa antara lain : Honor Dokter Operator Operasi Sectio Caesare pada Unit Cost kelas I sebesar Rp. 3.000.000, pada kelas II sebesar Rp. 2.200.000, pada kelas III sebesar Rp. 1.
200.000. Honor Dokter anastesi operasi section caesare Unit Costkelas I sebesar Rp. 1.000.000, pada kelas II sebesar Rp.
700.000, pada kelas III sebesar Rp. 500.000. Jasa asisten anastesi Unit Cost kelas I sebesar Rp.500.000, pada kelas II sebesar Rp.
400.000, pada kelas III sebesar Rp. 300.000. CTGUnit Cost kelas I sebesar Rp. 100.000, pada kelas II sebesar Rp. 100.000, pada kelas III sebesar Rp. 100.000. Sewa Ok tindakan SC Unit Cost kelas I sebesar Rp. 1.200.000, pada kelas II sebesar Rp. 1.000.000, pada kelas III sebesar Rp. 800.000, Konsultasi Visit dokter Sp.SPOG Unit Cost kelas I sebesarRp.160.000, pada kelas II sebesar Rp. 130.000, pada kelas III sebesar Rp. 100.000, Konsultasi dokter Umum Unit Cost kelas I sebesarRp.120.000, pada kelas II sebesar Rp. 100.000, pada kelas III sebesar Rp.
80.000, Pemasangan Kateter urine Unit Cost kelas I sebesarRp.Rp. 150.000, pada kelas II sebesar Rp. 150.000, pada kelas III sebesar Rp.150.000, Pemasangan Infu (IGD) Unit Cost kelas I sebesar Rp. 150.000, pada kelas II sebesar Rp. 150.000, pada kelas III sebesar Rp.150.000, Revisi/ Ganti Verban kecil dan sedang Unit Cost kelas I sebesarRp. 250.000, pada kelas II sebesar Rp.250.000, pada kelas III sebesar Rp. 250.000, Laboratorium Darah rutin Unit Cost kelas I sebesarRp. 70.000, pada kelas II sebesar Rp. 70.000, pada kelas III sebesar Rp. 70.000, Hemoglobin Unit Cost kelas I sebesar Rp. 250.000, pada kelas II sebesar Rp.250.000, pada kelas III sebesar Rp. 250.000, HbsAg Rapid Unit Cost kelas I sebesar Rp. 70.000, pada kelas II sebesar Rp. 70.000, pada kelas III sebesar Rp. 70.000, Gratis pemeriksaan HIV (Methode Rapid tes), Administrasi Unit Cost kelas I sebesar Rp.200.000, pada kelas II sebesar Rp.160.000, pada kelas III sebesar Rp.80.000, Gelang Pink Unit Cost kelas I sebesar Rp.10.000, pada kelas II sebesar Rp.10.000, pada kelas III sebesar Rp.10.000, Sewa Kamar Unit Cost kelas I sebesar Rp.600. 000, pada kelas II sebesar Rp.400.000, pada kelas III sebesar Rp.250.000, ObatUnit Cost kelas I sebesarRp.635. 000, pada kelas II sebesar Rp. 547.800, pada kelas III sebesar Rp. 530.700, ALKes
Unit Cost pada kelas I sebesar Rp.633.000, pada kelas II sebesar Rp.434.500, pada kelas III sebesar Rp. 351.400, BMHP Unit Cost kelas I sebesar Rp. 144.000, pada kelas II sebesar Rp.142.000, pada kelas III sebesar Rp. 106.000, Total Tarif Rill RS pada tindakana sectio caesare adalah pada kelas I sebesarRp.
11.032.200, pada kelas II sebesar Rp. 8.594.300, pada kelas III sebesar Rp. 6.318.100,dan sedangkan pada Tarif INA-CBG’s tindakana sectio caesare adalah pada kategori tingkat keparahan ringan(I) sebesar Rp. 8.465.700, pada sedang (II) sebesar Rp.
7.065.200, pada Berat (III) sebesar Rp. 5.406.900,
Hal ini sesuai PERMENKES No. 85 Tahun 2015, Tarif rumah sakit yang dikelola oleh swasta ditetapkan oleh kepala rumah sakit atau direktur rumah sakit atas persetujuan pemilik rumah sakit, sehingga setiap pemeriksaan dan tindakan akan dikenakan biaya sesuai dengan tarif yang ada di rumah sakit.
Tarif ditentukan setelah pelayanan dilakukan.
Hasil penelitian berdasarkan data pasien masuk dan keluar pasien tindakan sectio caesare di RSU. Imelda Pekerja Indonesia pada bulan Maret samapai dengan April tahun 2019 sebanyak 149 pasien dengan total biaya rill yang dikeluarkan sebanyak Rp. 1.210.233.377.
Berdasarkan data diagnosa pasien tindakan sectio caesare menunjukkan bahwa diagnosa paling banyak pasien yang mengalami Pre-eklamsiayaitu sebanyak 74 pasien (50%), sedangkan diagnosa yang sedikit dialami pasien Letak Lintang sebanyak 28 (19%), pasien.
Pelayananperawatan rawat inap di RSU Imelda Pekerja Indonesia, pasien yang melakukan tindakan sectio caesarea akan mendapatkan pelayanan pemeriksaan penunjang berupa USG, pemeriksaan laboratorium, tindakan anastesi, tindakan operasi sesaria. Sedangkan pelayanan pengobatan menggunakan obat generik. Prosedur dalam perawatan dan pengobatan pasien telah menerapkan Clinical Pathway sebagai sarana untuk menangani tiap pasien agar tidak terjadi
keragaman tindakan untuk satu jenis diagnosa. Clinical pathway juga dapat mengontrol kapan pasien harus pulang, sehingga Length Of Stay atau lama rawat dari pasien dapat terkontrol.
TARIF INA-CBG’S RSU. IMELDA PEKERJA INDONESIA
Berdasarkan hasil penelitian di RSU Imelda Pekerja Indonesia, klaim BPJS yang menggunakan software INA CBG’s 5.2 untuk kasus persalinan tindakan section caesarea dibagi menjadi 3 (tiga) kategori yaitu Prosedur Operasi Pembedahan Caesar (Sectio Caesarea) Ringan dengan kode O-6-10-I, Prosedur Operasi Pembedahan Caesar (Sectio Caesarea) Sedang dengan kode O-6-10-II serta Prosedur Operasi Pembedahan Casesar (Sectio Caesarea) Berat dengan kode O-6-10-III. Sedangkan kode tindakan untuk sectio caesarea adalah 74.99 (Other caesarean section of unspecified type).
Hal ini sesuai PERMENKES No 76 Tahun 2016 tentang Pedoman Indonesian Case Base Groups (INA-CBG) Dalam Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional, klaim tarif pada INA CBG’s menggunakan alat bantu berupa software INA CBG’s 5.2 yang telah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan, sehingga keluaran tarifnya sudah sesuai dengan database yang telah ditetapkan. Selain itu tarif pelayanan ini juga disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit pasien selama dirawat di ruang perawatan rumah sakit umum dan khusus.
Tarif paket INA-CBG’s pada pembayaran klaim BPJS pasien tindakan Sectio Caesare di RSU Imelda Pekerja Indonesia, berdasarkan daftar regionalisasi. RSU Imelda Pekerja Indonesia terletak pada regional 3 yakni Propinsi Sumatera Utara.
Penghitungan tarif INA-CBG’s berdasarkan paket yaitu
penggabungan kode diagnosis dan kode prosedur pada tindakan dalam sebuah kode INA-CBG’s yang standar tarifnya sudah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia.
Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 27 tahun 2014 tentang regionalisasi dalam tarif INA-CBG’s. Regionalisasi untuk mengakomodir perbedaan biaya distribusi obat dan alat kesehatan di indonesia.
Dasar penentuan regionalisasi digunakan Indeks harga konsumen (IHK) dari badan Pusat Statistik (BPS), Pembagian regionalisasi dikelompokkan menjadi 5 regional. Kesepakatan pembagian regional dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI).
Tarif INA-CBG’s tindakan sectio caesare dengan kategori diagnosa Delivery by elective caesarean section (disebabkanCPD atauCepalo Pelvic Disproportion), dan kode tingkat keparahan O-6-10-I pada kelas 3 sebanyak Rp.5.406.900, kelas 2 sebanyak Rp.7.065.200, kelas 1 sebanyak Rp. 8.465.700, kategori diagnosa Delivery by elective caesarean section (disebabkanLetakLintang) dan dan kode tingkat keparahanO-6-10-II pada kelas 3 sebanyakRp.Rp.6.295.600, kelas 2 sebanyak Rp.7.965.900, kelas 1 sebanyak Rp. 9.055.300, pada kategori diagnosaDelivery by emergencysection (disebabkanPre-eklamsia) dan dan kode tingkat keparahanO-6-10-III pada kelas 3 sebanyak Rp.8.470.100, pada kelas 2 sebanyak Rp.9.053.100, pada kelas 1 sebanyak Rp.
10.958.240.
Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui total tarif rumah sakit yang dikeluarkan untuk pelayanan kepada pasien BPJS tindakan sectio caesare di RSU. Imelda Pekerja Indonesia pada bulan Maret samapai dengan April tahun 2019 sebanyak 149 pasien dengan total biaya INA-CBG’s sebanyak Rp. 928.230.740.
SELISIH TARIF RIIL
Hasil penelitian yang telah dilakukan di RSU. Imelda Pekerja Indonesia mengenai perbedaan tarif rill rumah sakit dengan tarif INA-CBG’s, untuk tarif rill dihitung per rincian jenis pelayanan, dalam hal ini strandar tarifnya sudah ditentukan oleh kebijakan direktur rumah sakit tentang tarif jasa layanan di RSU.
Imelda Pekerja Indonesia medan. Dimana besar tarif layanan kesehatan diperhitungkan atas dasar rill (real unit cost) di RSU.
Imelda Pekerja Indonesia dengan memperhatikan kemampuan sosial, ekonomi masyarakat dan tarif rumah sakit swasta lainnya yang sama klasifikasi “B”, serta kebijakan pemerintah dan pemerintah Sumatera Utara. Tarif pelayanan kesehatan pada RSU.
Imelda Pekerja Indonesia meliputi komponen jasa saran, jasa pelayanan medis dan jasa pelayanan non medis sesuai kebutuhan masing-masing pelayanan. Untuk komponen dan besar tarif rawat
Imelda Pekerja Indonesia meliputi komponen jasa saran, jasa pelayanan medis dan jasa pelayanan non medis sesuai kebutuhan masing-masing pelayanan. Untuk komponen dan besar tarif rawat