BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.5 Penelitian Terdahulu
1. Mhd. Doni Hadinata, 2012 “Analisis Penempatan Pegawai Pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Indragiri Hilir” Hasil penelitian: pelaksanaan penempatan pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Indragiri Hilir diukur dengan 5 Indikator yaitu, Pendidikan/Prestasi akademis yang ada, kedua pengalaman, ketiga kesehatan fisik dan mental, keempat status perkawinan, dan yang kelima usia pegawai. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan penempatan pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Indragiri Hilir telah terlaksana dengan Baik. Karena sesuai dengan faktor yang dipertimbangkan dalam penempatan pegawai.
2. Samratulangi, 2013 “ Analisis Kebutuhan Pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah Kota Makassar”. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kebutuhan pegawai pada BKD kota Makassar telah terpenuhi. Hal ini berdasarkan dari analisis jabatan dan analisis beban kerja, dimana tingkat kesesuaian kompetensi terhadap jabatan aparatur sudah sesuai dengan syarat-syarat yang ada pada analisis jabatan, selain itu beban kerja dan jumlah pegawai sudah cukup seimbang, untuk sementara tidak perlu ada penambahan pegawai. Dalam penelitian ini, persamaan dengan penelitian
terdahulu yaitu untuk mengetahui kesesuaian penempatan pegawai dengan jabatan yang dipangkuhnya, dan yang membedakan penelitian ini dengan penelitian terdahulu yaitu indikator yang digunakan dalam penelitian.
Penelitian yang kedua yang dilakukan oleh Samratulagi yang berjudul
“Analisis Kebutuhan Pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah Kota Makassar” hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kesesuaian kompetensi terhadap jabatan aparatur sudah sesuai dengan syarat-syarat yang ada pada analisis jabatan, selain itu beban kerja dan jumlah pegawai sudah cukup seimbang, untuk sementara tidak perlu ada penambahan pegawai. Perbedaan dengan penelitian yang dilakukan penulis yaitu, penelitian penulis berfokus pada tingkat kesesuaian penempatan kerja pada suatu jabatan dengan kompetensi yang dimiliki pegawai.
2.6 Definisi Konsep
Definisi konsep merupakan petunjuk bagaimana suatu variable diukur dan juga untuk menciptakan kesatuan bahasa, makna serta persepsi dan pengertian dalam mengelola dan menganalisa data sebagai berikut :
1. Implementasi Kebijakan merupakan suatu proses melaksanakan keputusan kebijakan dasar, yang dalam hal ini terkait dengan pengimplementasian yang dapat dilihat berjalan baik jika tujuan dan sasarannya tepat.
2. Sistem merit adalah kebijakan dan manajemen ASN berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar tanpa membedakan faktor politik, ras, agama, asal usul, jenis kelamin, dan kondisi kecacatan.
3. Penempatan adalah menempatkan seorang pada pekerjaan yang sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan dalam organisasi guna mengerjakan suatu pekerjaan atau yang cocok dengan bagian-bagian yang ada dalam organisasi tersebut.
2.7 Hipotesis Penelitian
Hipotesis penelitian disusun berdasarkan teori yang sesuai dengan tujuan penelitian untuk mengarahkan penulis dalam rangka membahas permasalahan yang diteliti.
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian, belum jawaban empirik (dalam Sugiyono, 2016: 70).
Adapun penulis merumuskan hipotesis penelitian dalam penelitian ini, yaitu Implementasi Sistem Merit Dalam Penempatan Kerja Di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Toba Samosir, yang berfokus kepada sistem merit berdasarkan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara. Yang meliputi, standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, komunikasi antar organisasi, karakteristik agen pelaksana, kondisi sosial, politik dan ekonomi, serta disposisi atau sikap para pelaksana yang mendukung keberhasilan dalam proses pelaksanaan Implementasi Sistem Merit Dalam Penempatan Kerja Di Dinas Pemberdayan Masyarakat Desa, Perempuan, dan Perlindungan Anak.
BAB III
METODE PENELITIAN 3.1 Bentuk Penelitian
Dalam penelitian ini metode yang digunakan penulis adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis data kualitatif. Yakni menjelaskan fenomena secara mendalam melalui pengumpulan data dari kejadian yang diteliti sehingga memudahkan penulis untuk mengetahui dan memahami bagaimana merit system dalam penempatan kerja di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Toba Samosir. Penelitian ini muncul karena adanya perubahan paradigma sehingga dapat dipandang sebagai sesuatu yang holistik/utuh, kompleks, dinamis, dan penuh makna. Penelitian deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan antara variabel satu dengan variabel yang lain (Sugiyono, 2006: 11).
Berdasarkan penjelasan diatas maka penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang bagaimana implementasi sistem merit dalam penempatan kerja di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Toba Samosir. Maka dari itu penulis berusaha menganalisis dan menggambarkan situasi pada objek tersebut sehingga dapat diperoleh kesimpulan yang jelas mengenai penelitian ini yang menggunakan teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn dengan enam indikator yaitu standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, komunikasi antar organisasi, karakteristik agen pelaksana, kondisi sosial, politik dan ekonomi, serta disposisi.
3.2 Lokasi Penelitian
Untuk memperoleh data sebagai bahan dalam menjawab permasalahan yang telah dikemukakan maka penelitian ini dilakukan pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Toba Samosir yang beralamat di jalan Siliwangi Kecamatan Balige Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Peneliti memilih lokasi tersebut dikarenakan beberapa unsur yang menjadi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Toba Samosir sebagai objek, bagaimana penerapan sistem merit dalam penempatan kerja dilingkungan tersebut sudah digunakan, sehingga peneliti bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam pemecahan rumusan masalah dengan menggunakan teori yang sudah ditentukan oleh peneliti. Alasan mengapa penelitian ini dilakukan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan, dan Perlindungan Anak, karena ingin mengetahui lebih jelas tentang penerapan sistem merit sesuai Undang-Undang manajemen Aparatur Sipil Negara yang berlaku dan sepengetahuan peneliti belum terdapat penelitian mengenai implementasi sistem merit dalam penempatan kerja di Dinas PMDP-PA.
3.3 Informan Penelitian
Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian. Kegunaan informan bagi peneliti ialah agar dalam waktu yang relatif singkat banyak informasi yang terjaring, jadi sebagai sampling internal, karena informan dimanfaatkan untuk berbicara, bertukar pikiran, atau membandingkan suatu kejadian yang ditemukan dari subjek lainnya Bogdegn dan Biklen (dalam moleong, 2005: 132).
3.3.1 Matriks Informan Penelitian
No Informan Informasi yang dibutuhkan Jumlah
1. Kepala Dinas pekerjaan atau jabatan secara sukses efektif, efisien produk dan berkualitas. pekerjaan atau jabatan secara sukses efektif, efisien produk dan berkualitas.
2
3. Kepala Bidang Pemberdayaan
Masyarakat Desa
Untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem merit dalam penempatan kerja sudah digunakan/diterapkan
dilingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, sebagai bentuk dalam melaksanakan suatu pekerjaan atau jabatan secara sukses efektif, efisien produk dan berkualitas.
1
4. Kepala Bidang Ketahanan Masyarakat Desa Dan Adat
Untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem merit dalam penempatan kerja sudah digunakan/diterapkan
dilingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, sebagai bentuk dalam melaksanakan suatu pekerjaan atau jabatan secara sukses efektif, efisien produk dan berkualitas.
1
5. Kepala Bidang Pemerintahan Desa
Untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem merit dalam penempatan kerja sudah digunakan/diterapkan
dilingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, sebagai bentuk dalam melaksanakan suatu pekerjaan atau jabatan secara sukses efektif, efisien produk dan berkualitas.
1
6 Staf Untuk mengetahui bagaimana
penerapan sistem merit dalam penempatan kerja sudah digunakan/diterapkan
dilingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, sebagai bentuk dalam melaksanakan suatu pekerjaan atau jabatan secara sukses efektif, efisien produk dan berkualitas.
8
7 Kabid Mutasi dan
Pengembangan Aparatur
Untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem merit dalam
1
Badan Kepegawaian Daerah pekerjaan atau jabatan secara sukses efektif, efisien produk dan berkualitas.
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitan ini, yaitu sebagai berikut:
1. Wawancara, yakni pengumpulan data yang ditandai dengan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi atau ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam satu topik tertentu Esterberg (dalam Sugiyono, 2012: 316). Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telepon (Sugiyono, 2006: 157). Adapun wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara tidak terstruktur.
2. Observasi yakni pengamatan secara langsung di lokasi penelitian guna memperoleh keterangan data yang lebih akurat mengenai hal-hal yang diteliti. Kegiatan terhadap objek penelitian ini untuk memperoleh keterangan data yang lebih akurat mengenai hal-hal yang diteliti di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Kabupaten Toba Samosir.
3. Studi dokumen, yakni pengumpulan data dan telaah pustaka dimana dokumen-dokumen yang dianggap menunjang dan relevan dengan permasalahan yang akan diteliti baik berupa literatur, laporan, jurnal, maupun karya tulis ilmiah. Peneliti mengambil bentuk dokumentasi berupa uraian tugas pegawai, brosur, halaman web, dokumen, dan foto.
3.5 Teknik Analisis Data
Analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Proses analisis data dilakukan terus menerus dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu:
dari wawancara, pengamatan yang sudah dituliskan dalam catatan lapangan, dokumen, dan sebagainya sampai dengan penarikan kesimpulan.
Dalam melakukan analisis data, ada langkah-langkah yang dilakukan menurut Miles dan Huberman (dalam Moleong, 2013: 178) yaitu :
1. Reduksi data (data reduction) yakni catatan-catatan di lapangan selama meneliti. Tujuan diadakan transkrip data untuk memilih informasi mana yang dianggap sesuai dengan masalah dan tidak sesuai dengan masalah yang menjadi pusat penelitian di lapangan.
2. Penyajian data yakni informasi dalam bentu teks naratif, grafik jaringan, tabel, dan bagan struktural yang bertujuan mempertajam pemahaman penelitian terhadap informasi yang dipilih kemudian disajikan dengan tabel ataupun uraian penjelasan.
3. Pada tahap akhir adalah penarikan kesimpulan atau verifikasi, yang mencari arti pola-pola penjelasan, konfigurasi yang mungkin, alur sebab akibat atau proposisi. Penarikan kesimpulan dilakukan secara cermat dengan menggunakan verifikasi berupa tinjauan ulang pada catatan-catatan sehingga data-data dapat diuji validnya.
3.6 Teknik Keabsahan Data
Agar data dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya digunakan pemeriksaan data melalui triangulasi data. Beberapa macam triangulasi data sendiri menurut Denzim ( dalam Moleong 2005 :330) yaitu:
1. Triangulasi Penyidikan
Triangulasi ini dengan jalan memanfaatkan peneliti atau pengamat lainnya untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data dengan membandingkan hasil pekerjaan seorang analisis dengan analisis lainnya.
2. Triangulasi Sumber Data
Triangulasi ini membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui sumber yang berbeda dalam metode kualitatif.
3. Triangulasi Metode
Triangulasi dilakukan untuk melakukan pengecekan pengumpulan data, apakah informasi yang didapat melalui metode interview sama dengan metode observasi, atau apakah hasil observasi sesuai dengan informasi yang didapat ketika di interview. Sama halnya dengan teknik ini dilakukan untuk menguji kreadibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.
4. Triangulasi Teori
Triangulasi ini berdasarkan anggapan bahwa fakta tertentu tidak dapat diperiksa derajat kepercayaan dengan satu atau lebih teori tetapi hal itu dapat dilakukan, dalam hal ini dinamakan penjelasan banding. Triangulasi teori akan melakukan perbandingan hasil data yang diperoleh dengan teori yang ada. Oleh sebab itu untuk membahas suatu permasalahan, peneliti perlu memiliki lebih dari satu teori yang perspektif untuk bisa dilakukan perbandingan.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Teknik triangulasi data dilakukan dengan membandingkan data yang diperoleh melalui wawancara antara pemberi informasi yang satu dengan yang lain. Data dapat dikatakan absah apabila terdapat konsistensi dan kesesuaian antara informasi yang diberikan oleh informan satu dengan yang lainnya maka dengan melalui teori implementasi teknik ini dilakukan untuk menguji kreadibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Teknik triangulasi metode digunakan dengan cara membandingkan data yang diperoleh dari hasil wawancara terhadap informan dengan hasil pengamatan peneliti terkait bagaimana komunikasi antara atasan kepada bawahan sehingga mengacu pada penerapan sistem, apakah penempatan sumber daya sudah memadai terstruktur, disposisi karakteristik dalam menjalankan proses implementor dalam menjalankan kebijakan, struktur birokrasi yang tidak kondusif.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
Profil Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Toba Samosir yang beralamat di jalan Siliwangi, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.
Peneliti memilih lokasi tersebut dikarenakan beberapa unsur yang menjadi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Toba Samosir sebagai objek, bagaimana penerapan sistem merit dalam penempatan kerja dilingkungan tersebut.
Gambar 4.1 Dinas PMDP-PA Kabupaten Toba Samosir
4.1.2 Visi dan Misi Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Toba Samosir 1. Visi
“Mewujudkan Masyarakat Desa Yang Damai, Maju dan Mandiri di Kabupaten Toba Samosir”.
2. Misi
a. Meningkatkan kemampuan Pemerintah Desa pada segala aspek Penyelenggaran Pemerintahan.
b. Meningkatkan kemampuan masyarakat desa untuk menggali dan memanfaatkan potensi sumber daya yang ada.
c. Menumbuhkembangkan semangat gotong royong masyarakat.
d. Meningkatkan kemampuan lembaga kemasyarakatan
e. Meningkatkan peran perempuan di berbagai aspek pembangunan f. Meningkatkan kualitas perlindungan anak
4.1.3 Tujuan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Toba Samosir
Tujuan jangka panjang pembangunan pada pemerintah desa yang hendak dicapai oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Toba Samosir adalah terwujudnya masyarakat desa yang damai, maju dan mandiri serta meningkatkan kemampuan pemerintah desa, masyarakat desa untuk menggali dan memanfaatkan potensi sumber daya yang ada.
4.1.4 Susunan Organisasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Toba Samosir Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak
Kabupaten Toba Samosir pada Peraturan Bupati Toba Samosir No 72 Tahun
2016 memiliki struktur organisasi sebagaimana dimaksud pada pasal (3) terdiri dari:
1. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak terdiri dari :
a. Kepala Dinas
b. Sekretariat, terdiri dari:
Sub. Bagian Umum dan Kepegawaian
Sub. Bagian Perencanaan dan Keuangan
c. Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa, terdiri dari:
Seksi Usaha Ekonomi Masyarakat;
Seksi Sumber Daya Alam dan Pengembangan Teknologi Tepat
Guna.
d. Bidang Ketahanan Masyarakat Desa dan Adat, terdiri dari:
Seksi Kelembagaan Masyarakat Desa dan Adat;
Seksi Pengembangan SDM.
e. Bidang Pemerintahan Desa, terdiri dari:
Seksi Pembinaan Aparatur Desa;
Seksi Pembinaan Administrasi, Keuangan dan Aset Desa.
f. Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, terdiri dari:
Seksi Pemberdayaan Perempuan dan PKK;
Seksi Perlindungan Anak.
2. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak dalam melaksanakan Tugas pokok dan Fungsi
a. Dinas PMDP dan PA dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada pasal 2, ayat (3)` menyelenggarakan fungsi :
Pelaksanaan kebijakan di bidang penyelenggaraan administrasi PMDP dan PA;
Penyusunan data dan informasi mengenai pemberdayaan fisik, sosial, dan ekonomi masyarakat ekonomi lemah;
Penyusunan data dan informasi mengenai kelembagaan, tata
kelola, program kerja, pelaksanaan kegiatan, pelaporan dan pertanggungjawaban penyelenggaraan administrasi pemerintahan desa;
Penyusunan rencana kebutuhan pembinaan dan pengawasan
kelembagaan, tata kelola, program kerja, pelaksanaan kegiatan, pelaporan dan pertanggungjawaban penyelenggaraan administrasi pemerintahan desa;
Penyusunan rencana kebutuhan pemberdayaan fisik, sosial, dan ekonomi masyarakat ekonomi lemah;
Penyusunan Bahan Rancangan Peraturan Perundang-undangan dibidang PMDP Dan PA;
Pengelolaan Prasarana Dan Sarana PMDP Dan PA;
Pengembangan Dan Pendayagunaan Tenaga Kepelatihan PMDP Dan PA;
Pelaksanaan Tugas Pembantuan Dan Dekonsentrasi Urusan PMDP Dan PA;
Pelaksanaan Fasilitasi Dan Pendampingan Pengelolaan Keuangan Desa;
Pelaksanaan Fasilitasi Dan Pendampingan Kerjasama Antar Desa;
Perumusan Kebijakan Teknis Di Bidang Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak;
Pemberian Dukungan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Di Bidang Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak;
Pembinaaan Dan Pelaksanaan Tugas Di Bidang Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak;
Pengelolaan kepegawaian dinas PMDP dan PA;
Pengelolaan keuangan dinas PMDP dan PA;
Pengelolaan ketatausahaan dinas PMDP dan PA;
Pengelolaan perlengkapan dinas PMDP dan PA;
Pengelolaan kerumahtanggaan dinas PMDP dan PA;
Pengelolaan dokumentasi dan arsip dinas PMDP dan PA;
Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh bupati terkait dengan tugas dan Fungsinya;
Pelaporan dan pertanggungjawaban tugas dan fungsi dinas PMDP
dan PA.
1. Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Dinas PMDP dan PA
Berdasarkan Peraturan Bupati Toba Samosir No. 72 Tahun 2016 pasal 4 tentang tugas pokok membantu Bupati dalam melaksanakan tugas pada Dinas PMDP dan PA melalui Sekretaris
Daerah dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Kepala Dinas PMDP dan PA adalah :
a. Kepala Dinas PMDP dan PA mempunyai urusan tugas:
Memimpin dan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas PMDP dan PA;
Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dan fungsi Sekretariat, Bidang, dan Kelompok jabatan fungsi;
Mengembangkan dan melaksanakan koordinasi, kerjasama dan
kemitraan dengan SKPD/UKPD, instansi pemerintah, swasta atau pihak ketiga lainnya dalam rangka memperlancar pelaksanaan tugas dan fungsi dinas PMDP dan PA;
Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Bupati;
Melaporkan, mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan
fungsi dinas PMDP dan PA kepada bupati melalui sekretaris daerah.
b. Fungsi Kepala Dinas PMDP dan PA, yakni :
Penyiapan perumusan kebijakan pada Dinas PMDP dan PA
Penyiapan pelaksanaan kebijakan pada Dinas PMDP dan PA;
Penyiapan penyusunan norma pada Dinas PMDP dan PA;
Penyiapan pemberian bimbingan teknis pada Dinas PMDP dan PA;
Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pada Dinas PMDP dan PA;
Pelaksanaan urusan administrasi pada Dinas PMDP dan PA;
2. Tugas Pokok dan Fungsi Sekretariat
Dalam melaksanakan tugas, Sekretariat memiliki tugas pokok dan fungsi sesuai peraturan bupati toba samosir No 72 Tahun 2016 pasal 5 tentang tugas pokok dan fungsi, yaitu :
a. Tugas Pokok
Penyusunan bahan Renstra, RKA dan DPA Dinas PMDP dan pasesuai lingkup tugasnya;
Pengkoordinasian penyusunan Renstra, RKA dan DPA Dinas PMDP dan PA;
Pelaksanaan DPA Dinas PMDP dan pasesuai dengan lingkup tugasnya;
Pengkoordinasian penyusunan kebijakan, rencana strategis,
program, kegiatan, dan anggaran serta tugas pembantuan di bidang pemberdayaan masyarakat, desa, pemberdayaan perempuan dan anak;
Pengelolaan kepegawaian Dinas PMDP dan PA;
Pengkoordinasian dan pelaksanaan kerjasama di bidang
pemberdayaan masyarakat, desa, pemberdayaan perempuan dan anak;
Pelaksanaan dokumen pelaksanaan anggaran Dinas PMDP dan pasesuai dengan lingkup tugasnya;
Pengkoordinasian penyusunan laporan keuangan di pemberdayaan masyarakat, desa, pemberdayaan perempuan dan anak;
Penyelenggaraan urusan ketatausahaan rumah tangga, bahan
rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pemberdayaan masyarakat, desa, pemberdayaan perempuan dan anak, serta hubungan masyarakat;
Pengelolaan keuangan Dinas PMDP dan PA;
Pengkoordinasian pelaksanaan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan;
Pengelolaan perlengkapan, prasarana dan sarana Dinas PMDP dan PA;
Pengkoordinasian penyusunan laporan asset Dinas PMDP dan PA;
Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala Dinas PMDP dan PA; dan
Pelaporan dan pertanggungjawaban tugas Dinas PMDP dan PA.
b. Fungsi Sekretaris
Sekretariat merupakan unit kerja dinas PMDP dan PA sebagai
unsur staf dalam pelaksanaan administrasi dinas yang dipimpin oleh Sekretaris yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas;
Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administrasi serta koordinasi pelaksanaan tugas dan fungsi dinas PMDP dan PA;
3. Tugas Pokok dan Fungsi Subbagian Umum dan Kepegawaian Dalam melaksanakan tugas, Subbagian Umum dan Kepegawaian memiliki tugas pokok dan fungsi sesuai Peraturan Bupati Toba Samosir No 72 Tahun 2016 pasal 6, yaitu :
a. Tugas Pokok
Menyusun bahan renstra, renja, RKA dan DPA dinas PMDP dan PA sesuai lingkup tugasnya;
Melaksanakan DPA dinas PMDP dan PA sesuai lingkup tugasnya;
Melaksanakan penerimaan, pencatatan, pembukuan, pendistribusian, pengendalian dan pengarsipan surat masuk dinas PMDP dan PA;
Melaksanakan penerimaan, taklik, proses penandatanganan,
penomoran, pencatatan, pembukuan, distribusi, pengiriman dan pengarsipan surat keluar dinas PMDP dan PA;
Melaksanakan pemeliharaan keindahan, kebersihan, ketertiban,
keteraturan, keamanan dan kenyamanan kantor dinas PMDP dan PA;
Melaksanakan tugas kehumasan dan keprotokolan dinas PMDP dan PA;
Menghimpun bahan, menyusun dan mengajukan kebutuhan perlengkapan dan peralatan kantor/kerja dinas PMDP dan PA;
Memproses penyediaan perlengkapan dan peralatan kantor/kerja dinas PMDP dan PA;
Melaksanakan penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pencatatan, pembukuan dan pelaporan perlengkapan dan peralatan kantor/kerja dinas PMDP dan PA;
Memproses penghapusan perlengkapan dan peralatan kantor/kerja dinas PMDP dan PA;
Menghimpun bahan, menyusun dan mengajukan kebutuhan ASN dinas PMDP dan PA;
Melaksanakan pengelolaan dokumen ASN baru dinas PMDP dan PA;
Melaksanakan orientasi ASN baru dinas PMDP dan PA;
Memproses pendayagunaan ASN dinas PMDP dan PA;
Mengurus pengembangan karir ASN dinas PMDP dan PA;
Mengurus kesejahteraan ASN dinas PMDP dan PA;
Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris;
Pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi
Pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi