BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.3 Penelitian yang Relevan
Dalam penelitian ini peneliti memperoleh referensi dari penelitian-penelitian yang terkait dan sudah pernah diteliti para peneliti sastra maupun peneliti dan pembelajar
ilmu sastra yang berkaitan dalam penelitian yang akan diteliti oleh penulis. Tinjauan pustaka berfungsi untuk mengetahui keaslian karya ilmiah karena pada dasarnya suatu penelitian berasal dari acuan yang mendasarinya untuk menghindari kesamaan penelitian ini dengan penelitian lainnya. Adapun penelitian-penelitian yang Relevan terhadap penelitian ini tentunya memberikan kontribusi terhadap penelitian yang akan dilakukan baik kontribusi secara teoritis data, maupun metodologi. Penelitian relevan tersebut sebagai berikut :
Eva Sutanti Sinaga (2010) dalam penelitian skripsinya yang berjudul An Analysis Based On Theme And Motif Hemingway’s Novel The Old Man And The Sea.
Membahas tentang tema dan motif novel The Old Man and The Sea yang ditulis oleh penulis yang bernama Ernest M Hemingway. Permasalahan dalam pembahasan dalam novel tersebut yaitu mengekspresikan tema dan motif perjuangan seorang lekaki tua melawan alam untuk membuktikan keberadaan dirinya dalam masyarakat. Dalam menganalisa tema dan motif novel tersebut penulis menggunakan metode sastra bandingan yang mengambil bagian dalam kajian tematik yang berfokus pada tema /motif dan metode pendekatan intrinsik, dalam hal ini dapat dilihat didalam karya sastra itu sendiri, seperti plot, karakter serta latar. Data yang berfungsi untuk memenuhi fakta diperoleh dengan penelitian untuk memenuhi fakta diperoleh dengan penelitian di perpustakaan. Segala referensi yang mendukung dan memberi informasi mengenai analisa ini di kumpulkan dan diseleksi, termasuk di dalamnya biografi sang penulis.
Penelitian ini memberikan kontribusi pada penelitian yang penulis lakukan dalam hal yang berkaitan dengan tema, karena pada penelitian yang dilakukan oleh penulis membandingkan kedua tema cerita pada kedua novel yang berbeda dengan menggunakan pendekatan sastra bandingan.
Astrid Maysarah (2010) dalam penelitian skripsinya yang berjudul Analisis Tema Pada Novel عع عععع عع ععععع /Quţrātun Min Ad-Dumū‘i/ Karya Shamirah mendeskripsikan tentang tema utama yang terdapat pada Novel موعلا د م ن قطرا ت n
Ad-Dumū‘i/, dan tingkatan tema yang terdapat di dalam Novel لا دموع م ن قطرا ت /Quţrātun Min Ad-Dumū‘i/ karya Shamirah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan studi kepustakaan (library research). Penelitian yang menganalisis salah satu unsur intrinsik pada karya sastra yaitu tema mempunyai relevansi pada penelitian yang dilakukan oleh penulis.
Theofanie Lewina Tarigan (2016) dalam penelitian skripsinya yang berjudul Analisis Unsur Emosi Tokoh Utama dalam Novel Sorgum Merah (hong gao liang jiazu) karya Mo Yan menganalisis unsur emosi tokoh utama dan stimulus-respon unsur emosi tokoh utama. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini mempunyai kaitan hubungan pada objek penelitian yang dilakukan oleh penulis, dan juga memiliki kesamaan dalam hal objek kajian, yaitu salah satu novelnya Honggao Liang Jiazu. Penelitian ini memberi kontribusi dalam hal data penelitian untuk penelitian yang dilakukan oleh penulis.
Zhao (赵翀2010) dalam penelitian yang berjudul Kajian Sastra Bandingan Novel Sorgum Merah karya Mo Yan dengan novel Beras karya Su Tong (莫言《红高粱家族》与苏童《米》的比较研究) membahas tentang novel Honggao Liang Jiazu《红高粱》Karya Mò Yán (莫言) yang membandingkan dengan novel Su Tong 《米》. Penelitian ini meneliti tentang makna simbolis pada kedua novel Hong
Gaoliang Jiazu dan Su Tong. Penelitian ini memliki persamaan dalam objek penelitian tetapi berbeda dalam bidang kajian yang diteliti. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan metode sastra bandingan yang memiliki kesamaan dengan penelitian yang penulis lakukan.
Li Zonggang (李宗刚2014) dalam penelitian yang berjudul Red Sorghum—Analisis Sejarah Klasik 《莫言小说《红高粱》经典化的历史探析》membahas tentang analisis sejarah pada novel yang menjadi peranan penting dalam penulisan karya sastra, penelitian ini
memberi kontribusi dalam hal sejarah yang ada pada novel Hong Gaoliang Jiazu yang diteliti oleh penulis.
Riko Andika Pohan (2012) dalam tesis nya yang berjudul Analisis Komparatif Unsur Kepahlawanan Cerita Rakyat Aji Saka dan Momotaro menganalis kedua cerita rakyat dari Negara yang berbeda dengan menggunakan pendekatan sastra bandingan atau pun yang disebut dengan analisis komparatif. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif-kualitatif yang berbentuk kata-kata bukan dengan angka. Penelitian ini memiliki relevansi dalam metode penelitian yang digunakan pada penulis dalam penelitiannya, selain itu penelitian ini memberikan kostribusi dalam hal pendekatan kajian sastra bandingan atau analisis komparatif yang juga digunakan penulis dalam penelitian yang dilakukan.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Dalam sebuah penelitian sangat dibutuhkan metode untuk sistematika pelaksanaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Menurut Endaswara (2008 : 5), ciri penting penelitian kualitatif dalam sastra adalah:
“(1) peneliti merupakan instrument kunci yang akan membaca secara cermat sebuah karya sastra, (2) penelitian dilakukan secara deskriptif, artinya terurai dalam bentuk kata-kata atau gambar jika diperlukan, bukan berbentuk angka, (3) lebih mengutamakan proses dibandingkan hasil, karena karya sastra merupakan fenomena yang banyak mengundang penafsiran, (4) analisis secara induktif, dan (5) makna merupakan andalan utama.”
3.2 Pendekatan penelitian
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan sastra bandingan dan pendekatan unsur intrinsik sastra yang memfokuskan pada kajian bidang tema pada kedua karya sastra yang akan diteliti.
3.3 Data dan Sumber Data
3.3.1 Data
Data adalah kumpulan informasi yang didapat oleh penulis, sedangkan sumber data adalah darimana data tersebut berasal. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data dalam bentuk teks yang terdiri dari kata-kata, kalimat, dialog dan kutipan yang diperoleh dari buku, artikel, dan data pustaka deskriptif yang berupa uraian cerita
dalam novel Hong Gaoliang Jiazu Karya Mò Yán dan Putri Melayu Karya Amiruddin Noor”.
3.3.2 Sumber data
Adapun sumber data pada sebuah penelitian terdiri atas 2 bagian, yaitu:
a. Sumber data primer
Sumber data primer adalah sumber data yang paling utama pada sebuah penelitian, adapun sumber data primer pada penelitian ini adalah dua novel yang berjudul Hong Gaoliang Jiazu Karya Mò Yán yang diterbitkan oleh 上海文艺 (Shànghǎi wényì) dan Putri Melayu Karya Amiruddin Noor yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka.
Adapun kedua novel tersebut akan dipaparkan secara terperinci:
1. Novel Hong Gaoliang Jiazu Karya Mò Yán :
Judul : Hong Gaoliang Jiazu《红高粱》
Pengarang : Mò Yán (莫言)
Penerbit : 上海文艺 (Shànghǎi wényì)
Cetakan : Tahun 2012
Tebal : 351 halaman terdiri dari 5 bab dan 48 sub bab
ISBN : 978-7-5063-6667-
2. Novel Putri Melayu Karya Amiruddin Noor:
Judul : Putri Melayu
Pengarang : Amiruddin Noor
Penerbit : Bentang Pustaka
Cetakan : Pertama, tahun 2009
Tebal : 426 halaman
ISBN : 978-979-1227-48-3
b. Sumber data sekunder
Sumber data sekunder adalah sumber data yang mendukung pada penelitian yang dilakukan, sumber data yang dilakukan penulis untuk mendukung penelitian ini berupa buku pendukung, artikel, skripsi, tesis dan dokumen tertulis berupa sejarah dan data yang diperoleh dari internet yang berguna bagi pengerjaan penelitian ini.
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Dalam suatu penelitian tentu diperlukan teknik dalam pengumpulan data, teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan cara dengan pendekatan pustaka (library searching), yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data berupa teks tertulis dari buku-buku yang berkaitan dengan objek yang akan diteliti. Teknik studi pustaka adalah penelitian atau penyelidikan terhadap semua buku, karangan, dan tulisan mengenai suatu bidang ilmu, topik, gejala kejadian (Moeliono, 1990 : 713).
Teknik pengumpulan data tentu harus sesuai berdasarkan dengan objek yang diteliti. Dalam hal ini penulis melakukan teknik pengumpulan data pada teks yang terdapat didalam novel
Hong Gaoliang Jiazu
Karya Mò Yán dan novel Putri Melayu Karya Amiruddin Noor. Pengumpulan data pada teks kedua novel berkaitan pada kajian sastra bandingan yang memfokuskan pada bidang tema.Langkah-langkah yang akan dilakukan pada teknik pengumpulan data adalah :
1. Membaca novel
Hong Gaoliang Jiazu
Karya Mò Yán dari awal cerita sampai akhir cerita dengan cermat dan berulang-ulang.2. Membaca novel Putri Melayu Karya Amiruddin Noor dari awal cerita sampai pada akhir cerita dengan cermat dan berulang-ulang.
3. Menentukan tema cerita kedua novel
Hong Gaoliang Jiazu
karya Mo Yan dan Putri Melayu karya Amiruddin Noor.4. Memilih teks yang berhubungan dengan kajian bidang tema yang terdapat di dalam kedua novel dengan cara memberi tanda pemarkah merah dan menggaris bawahi teks.
5. Mengelompokkan/mengkategorikan data yang berkaitan dengan bidang kajian tema pada teks yang telah diberi tanda.
6. Pada saat yang bersamaan dilakukan reduksi data, yaitu dengan cara mengabaikan data-data yang kurang relevan dengan objek penelitian.
3.5 Teknik Analisis Data
Menurut Moleong (2005 : 248), teknik analisis data adalah proses mengatur urutan data dan menggolongkannya ke dalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian menggunakan analisis sastra bandingan, yaitu model analisis dengan membandingkan antara karya sastra satu dengan yang lainnya dengan menganalisis persamaan dan perbedaan tema cerita pada kedua karya sastra tersebut. Analisis data dalam penelitian ini juga menggunakan pendekatan intrinsik yang merupakan bagian dari pendekatan sastra bandingan yakni pendekatan tema dengan menganalisis apa saja ide pokok atau gagasan utama dalam kedua karya sastra tersebut. Adapun tahapan yang diterapkan di dalam teknik analisis data ini adalah sebagai berikut:
1. Menganalisis tema yang terdapat pada novel Hong Gaoliang Jiazu Karya Mò Yán dan novel Putri Melayu Karya Amiruddin Noor.
2. Membandingkan tema pada novel Hong Gaoliang Jiazu Karya Mò Yán dan novel Putri Melayu Karya Amiruddin Noor.
3. Menghubungkan tema kedua novel Hong Gaoliang Jiazu karya Mo Yan dan Putri Melayu karya Amiruddin Noor dengan konteks yaitu sejarah terjadinya peperangan.
4. Menyimpulkan hasil analisis penelitian
BAB IV
PEMBAHASAN
Pada bab ini akan diuraikan tentang hasil dan pembahasan dari analisis Perbandingan Tema Pada Novel
Hong Gaoliang Jiazu
Karya Mò Yán dan Putri Melayu Karya Amiruddin Noor yang merupakan jawaban terhadap permasalahan yang telah dikemukakan dalam Bab Pendahuluan. Dengan menggunakan pendekatan sastra bandingan yang menganalisis salah satu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik yang hanya sebagai pendukung dalam penelitian ini. Dari data yang dikumpulkan, penulis menganalisis tema yang terdapat pada kedua novel dan menganalisis persamaan dan perbedaan pada kedua novel.Berdasarkan dua masalah penelitian yang dirumuskan, yaitu (1) tema pada novel
Hong Gaoliang Jiazu
Karya Mò Yán dan Putri Melayu Karya Amiruddin Noor dan (2) perbedaan latar belakang kedua novelHong Gaoliang Jiazu
Karya Mò Yán dan Putri Melayu Karya Amiruddin Noor dalam membentuk tema cerita kedua novel, maka dapat ditemukan oleh penulis yaitu tema pada novelHong Gaoliang Jiazu
Karya Mò Yán dan Putri Melayu Karya Amiruddin Noor adalah peperangan dan romantika percintaan.Persamaan yang terdapat pada kedua novel adalah tema, sedangkan perbedaan yang terdapat pada kedua novel adalah sejarah yang melatar belakangi peperangan yang terjadi, alur dan lokasi yang terdapat pada kedua novel.
4.1 Pembahasan
4.1.1 Tema yang terdapat pada novel Hong Gaoliang Jiazu Karya Mò Yán dan Putri Melayu Karya Amiruddin Noor
Menurut Nurgiyantoro (2000 : 70), tema merupakan dasar cerita atau gagasan umum dari sebuah novel menjelaskan bahwa tema dapat juga disebut ide utama atau tujuan utama. Berdasarkan cerita atau ide utama, pengarang akan mengembangkan cerita.
Oleh karena itu, dalam suatu novel akan terdapat satu tema pokok dan sub-subtema.
Pembaca harus mampu menentukan tema pokok dari suatu novel. Tema pokok adalah tema yang dapat memenuhi atau mencakup isi dari keseluruhan cerita. Tema pokok yang merupakan makna keseluruhan cerita tidak tersembunyi, namun terhalangi dengan cerita-cerita yang mendukung tema tersebut. Oleh karena itu pembaca harus dapat mengidentifikasi dari setiap cerita dan mampu memisahkan antara tema pokok dan sub-subtema atau tema tambahan.
Dalam novel Hong Gaoliang Jiazu Karya Mò Yán dan Putri Melayu Karya Amiruddin Noor, terdapat 2 (dua) tema yang sangat mendominasi, yaitu peperangan dan romantika percintaan. Kedua novel ini menceritakan sejarah kejadian peperangan yang saat itu memang terjadi di wilayah Cina dan Indonesia. Pada novel Hong Gaoliang Jiazu Karya Mò Yán yang bercerita tentang peperangan yang melanda Cina pada tahun era 1920-1930an menceritakan kisah pilu rakyat Cina yang berusaha mengusir Jepang yang menjajah Cina. Tidak hanya perang melawan Jepang, namun Cina juga memerangi bangsanya sendiri. Pada novel Hong Gaoliang Jiazu Karya Mò Yán juga menceritakan romantika percintaan yang terjadi ditengah maraknya peperangan.
Dalam novel Putri Melayu Karya Amiruddin Noor juga menceritakan kisah revolusi kemerdekaan yang terjadi pada kaum bangsawan yang dianggap sebagai feodal.
Kaum bangsawan yang pada saat itu dibantai oleh kaum revolusioner kiri. Kejadian yang melanda Indonesia daerah Sumatera Utara ini terjadi pasca proklamasi 1945, pada novel Putri Melayu Karya Amiruddin Noor yang juga menceritakan kisah romantika percintaan.
4.1.2 Persamaan tema pada kedua novel Hong Gaoliang Jiazu Karya Mò Yán dan Putri Melayu Karya Amiruddin Noor
Persamaan tema dapat ditentukan dari cerita novel
Hong Gaoliang Jiazu
karya Mò Yán dan Putri Melayu karya Amiruddin Noor berdasarkan isi cerita dan ide pokok yang ada di dalam kedua novel, berikut ini adalah persamaan tema pada novelHong Gaoliang Jiazu
Karya Mò Yán dan Putri Melayu Karya Amiruddin Noor :1. Peperangan
1.1 Novel
Hong Gaoliang Jiazu
karya Mò Yán :Tema peperangan yang sangat terlihat jelas dalam beberapa penggalan cerita dan kutipan pada novel
Hong Gaoliang Jiazu
karya Mo Yan. Adapun beberapa penggalan cerita dan kutipan yang menggambarkan situasi peperangan pada novel HGJ adalah :1. Perjuangan
奶奶按着左轮手枪,问:“打不打?”
余司令气哄哄地说:“你甭求他,他不打,老子打!”
冷支队说:“打。” (红高粱家族, 2012 : 025)
Dengan tangan masih memegang pistolnya, Nenek bertanya kepadanya.
“Apa kau akan berperang?”
“Jangan memohon!” geram Komandan Yu.
“Aku akan berperang, bahkan jika dia tidak mau.”
“Aku akan berperang,” ujar Pimpinan Detasemen Leng.
(Sorgum Merah, 2014 : 43)
Dari kutipan tersebut Nenek yang berperan sebagai Dai fenglian bertanya kepada Yu Zhan’ao yang berperan sebagai Kakek ketika Pimpinan Detasemen Leng mengajak Yu Zhan’ao bekerja sama untuk berjuang memerangi tentara Jepang. Setelah bertanya kepada Kakek, nenek memberi kepercayaan kepada Kakek untuk membawa Douguan (anak mereka) dalam rencana peperangan.
2. Penyerangan
“就听到前面一阵吼:同志们——冲啊——上啊——打倒日本帝国主义—
—“ (红高粱家族, 2014 : 216)
“Rekan”—“Serang”—“Maju”—“Hancurlah penjajah Jepang”. Teriakan peperangan itu diikuti dengan suara trompet, kemudian rentetan dor-dor-dor yang sepertinya berasal dari senapan mesin. (Sorgum Merah, 2014 : 354)
Keterangan yang terdapat pada kutipan novel tersebut menceritakan bagaimana penyerangan oleh kelompok yang dipimpin Yu Zhan’ao dalam menghadapi pasukan
“Truk” gumamnya ragu-ragu. Tidak adak yang mengacuhkannya.
“Truk Jepang!” Dia bergegas berdiri, dilanda kepanikan, dan menatap truk yang melaju ke arahnya seperti meteor, meninggalkan jejak gelap panjang dan didahului oleh sorotan cahaya berderak yang mengayun terang.
“Truknya datang!” Kata-katanya bagaikan pedang yang memenggal orang-orang dengan satu tebasan. Keheningan menyapu ladang sorgum.
“Anak-anak,” Teriak Komandan Yu ceria, “Mereka akhirnya sampai juga.
Ayo bersiap. Jangan menembak sampai aku memberikan perintah.”
(Sorgum Merah, 2014 : 95)
Kutipan tersebut menggambarkan suasana ketika truk Jepang datang untuk menyerang pasukan, Ayah (berperan sebagai Douguan) mengamati truk Jepang yang datang mendekat. Pada saat itu pasukan Komandan Yu Zhan’ao yang telah melakukan persiapan di ladang sorgum. Yu Zhan’ao yang berperan sebagai komandan perang memberikan arahan kepada pasukan nya untuk memberikan aba-aba serangan.
3. Pengkhianatan
“同志们!冲上去,抢夺武器!”八路在人群里大喊。 “ (红高粱家族, 2014 : 252)
“Serang, Anak-anak, ambil senjata mereka!” teriak seseorang dari tengah kerumunan orang. (Sorgum Merah, 2014:404)
Pada kutipan di atas, menjelaskan bahwa peperangan yang terjadi bukan hanya terjadi antara pihak Jepang dan Cina, namun antara bangsa Cina pun terjadi pengkhianatan demi keselamatan masing-masing kelompok dengan menyerang kelompok lain untuk menguasai persenjataan yang akan digunakan untuk melawan Jepang yang pada saat itu hampir menguasai Cina. Kakek yang memimpin tentara Kelompok Besi pada saat itu dikhianati dan dikepung oleh resimen Jiao-Gao yang bermaksud untuk merampas persenjataan yang dimiliki oleh pasukan Kelompok Besi yang menyebabkan banyaknya tentara serta senjata yang dimiliki Kelompok Besi musnah.
4. Pelecehan Seksual
“ Buka celanamu! Buka celanamu!” ujarnya berbahasa Cina seakan-akan lidahnya kelu.
Pada saat itu Nenek kedua mulai runtuh dibawah sihir musang itu kembali; dia melihat tentara Jepang yang berdiri di atas dipannya sebagai lelaki lembut berpendidikan dan bayangan musang bermulut hitam berikutnya. Dia terguncang oleh isakan keras yang terputus-putus. Ujung bayonet itu hampir tenggelam di dalam mulut Bibi kecil. Rasa khawatir atas anak perempuannya dan perasaan tidak memedulikan keselamatannya sendiri segera mengembalikan kesadarannya. Dia dengan cepat melepaskan celananya, celana dalamnya, dan kemejanya, kemudian berbaring dan berkata tegas,
“Ayo, ayo, lakukan! Tapi jangan sentuh anakku! Jangan kau sentuh anakku!”
Tentara Jepang di atas dipan menarik bayonetnya dan menurunkan lengannya yang lelah. Nenek kedua berbaring, tubuhnya yang telanjang berwarna sorgum kering yang harum. (Sorgum Merah, 2014 : 486)
“Aku kadang-kadang bertanya-tanya apakah Nenek Kedua dapat menghindari perkosaan itu jika hanya satu tentara jepang saja yang menghadapi tubuh telanjangnya yang menggairahkan hari itu. Aku meragukannya karena sosok monster berbentuk manusia, bebas untuk bersikap seperti monyet, bahkan mungkin akan lebih menggila, melepaskan seragamnya yang rapi dan menungganginya seperti binatang liar.” (Sorgum Merah, 2014 : 487)
Dari kedua kutipan di atas, menceritakan tentang nasib buruk Gairah, Istri Kedua Yu Zhan’ao dan Xiangguan, putri kecilnya dari Gairah. Pasukan tentara Jepang datang untuk menjarah desa Celah Air Garam, tempat tinggal Gairah dan anak perempuannya. Pada saat itu Yu Zhan’ao sedang menghabiskan waktu sepuluh harinya bersama Dai Fenglian. Pasukan Jepang dengan ganasnya merampas harta dan memperkosa perempuan-perempuan di desa Celah Air Garam. Salah satu korban nya adalah Gairah. Kutipan pertama menceritakan bagaimana Gairah melindungi anaknya dan rela berkorban agar anaknya selamat dari tangan kotor pasukan Jepang. Dia rela memberikan tubuhnya tatkala itu dia sedang hamil 3 bulan demi anak perempuannya.
Pada kutipan kedua menceritakan cerita perkosaan yang melanda Gairah, atau pun disebut sebagai Nenek Kedua.
献身时的庄严姿态,四仰八叉地仰在炕上……小姑姑香官趴在炕前泥地上
,小脸浸泡在血泥里,张着大口,好象在做着无声的吶喊。(红高粱家族 , 2014 : 322)
“Tidak menyadari mayat yang bergelimpangan, manusia dan binatang, Kakek langsung berjalan menuju rumah Nenek Kedua dan masuk ke dalam halaman, hatinya melesak saat melihat gerbang yang hancur dan mencium bau darah.
Harapannya hilang saat melihat pintu kamar nyaris putus dari engselnya.
(Sorgum Merah, 2014 : 497)
“Tetap merunduk sampai konvoi Jepang berada di atas jembatan dan pasukan Pimpinan Detasemen Leng memotong jalannya dari belakang. Jangan menembak sebelum aku memberikan perintah; lalu bantai bajingan Jepang itu dan biarkan mereka menjadi makanan belut dan ketam” (Sorgum Merah, 2014 : 38)
Kutipan diatas menjelaskan bagaimana saat Komandan Yu Zhan’ao sebagai pimpinan pasukan Kabupaten Gaomi Timur Laut memberikan perintah kepada anggotanya untuk menyerang pasukan Jepang. Strategi yang telah mereka rencanakan dengan bersembunyi di dalam ladang sorgum untuk melakukan penyergapan. Meriam yang telah dipersiapkan diatas tanggul serta trompet yang akan ditiup oleh Liu Pentrompet saat tembakan dilepaskan akan membuat pasukan Jepang sangat ketakutan.
1.2 Putri Melayu karya Amiruddin Noor :
Peperangan yang diceritakan saat terjadinya Revolusi Sosial pada tahun 1940-an yang melanda daerah Sumatera Timur pada novel Putri Melayu karya Amiruddin Noor menjadi tema ataupun gagasan utama, di gambarkan secara lengkap melalui cerita yang
di paparkan oleh pengarangnya yaitu Amiruddin Noor, berikut ini beberapa penjelasan gambaran dan kutipan cerita yang terdapat dalam novel Putri Melayu karya Amiruddin Noor :
1. Perjuangan
“Aku ingin membangun negara ini menjadi surga untuk anak-cucu kita. Anak-cucumu dan anak-cucuku,” Ginting tersenyum lebar seakan semua itu sudah terjadi esok hari. “Kau sudah membayangkan tentang masa depan kita yang cemerlang. Mungkin untuk itulah kita dilahirkan dan menjadi pemuda masa kini. Beban di pundak kita sangat berat, dan merupakan pertanggungjawaban sejarah. Bila aku memikirkan tentang tanggung jawab sejarah itu, terasa benar
“Aku ingin membangun negara ini menjadi surga untuk anak-cucu kita. Anak-cucumu dan anak-cucuku,” Ginting tersenyum lebar seakan semua itu sudah terjadi esok hari. “Kau sudah membayangkan tentang masa depan kita yang cemerlang. Mungkin untuk itulah kita dilahirkan dan menjadi pemuda masa kini. Beban di pundak kita sangat berat, dan merupakan pertanggungjawaban sejarah. Bila aku memikirkan tentang tanggung jawab sejarah itu, terasa benar