TINJAUAN PUSTAKA A Manajemen Sumber Daya Manusia
D. Penempatan Karyawan
1. Definisi Penempatan Karyawan
Menurut Rivai (2010: 158) Penempatan (placement) adalah mengalokasikan para karyawan pada posisi kerja tertentu, hal ini khusus terjadi pada karyawan baru. Kepada karyawan lama yang telah menduduki jabatan atau pekerjaan fungsi penempatan karyawan adalah untuk mempertahankan pada posisi atau memindahkan pada posisi yang lain.
37 Menurut Rivai penempatan terdiri dari dua cara: 1) Karyawan baru dari luar perusahaan dan 2) penugasan di tempat yang baru bagi karyawan lama yang disebut inplacement atau penempatan internal.
Menurut Schuler dan Jackson (dalam Yastima el Isma, 2012 :71) penempatan karyawan berkaitan dengan pencocokan seseorang dengan jabatan yang dipegangnya berdasarkan pada kebutuhan jabatan dan pengetahuan, ketrampilan, kemampuan dan kepribadian karyawan tersebut .
Menurut Mathis (2010: 262) penempatan (palcment) adalah proses menempatkan dan mencocokan seseorang keposisi pekerjaan yang tepat. Karena kesesuaian penempatan kerja untuk karyawan akan memengaruhi jumlah dan kualitas kerja karyawan.
Menurut Bangun (2012: 159) Penempatan (placement) berkaitan dengan penyesuaian kemampuan dan bakat-bakat seseorang dengan pekerjaan yangakan dikerjakannya. Kesalahan dalam menempatkan karyawan pada pekerjaan berakibat pada kurangnya semangat kerja yang berdampak pada rendahnya prestasi kerja, dan tingginya tingkat turnover dan absensi karyawan.
Menurut Suwatno (2003:138) penempatan pegawai adalah untuk menempatkan pegawai sebagai unsur pelakasana pekerjaan pada posisi yang sesuai dengan kemampuan, kecakapan dan keahliaanya”
Dari pendapat diatas dapat ditarik kesimpulannya bahwa penemapatan kerja karyawan adalah sebuah kegiatan untuk menempatkan tenaga kerja
38 atau karyawan ke pada posisi yang tepat untuk karyawan baru dan mempertahankan posisi atau jabatan untuk karyawan lama yang ada dalam suatu perusahaan. Penempatan kerja karyawan juga merupakan penyesuaian bakat yanga ada dalam diri karyawan dengan pekerjaannya. Jadi, penempatan karyawan yang tepat merupakan salah satu kunci untuk menciptakan kinerja yang maksimal dari setiap karyawan selain moral kerja, kreativitas, dan prakarsarnya juga akan berkembang.
2. Sistem Penempatan
Sistem Penempatan tenaga kerja menurut Schuler dan jackson dalam (Nurlaela, 2013:6) dapat didefinisikan sebagai rangkaian komponen ketenaga kerjaan, khususnya dalam menempatkan tenaga kerja yang tepat dalam posisi yang tepat. Tepat tidaknya seseorang bergantung pada kesesuaian pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan seseorang dan tuntutan job, juga kecocokan antara kepribadian, minat, kesukaan serta kesempatan dan budaya yang terkait dengan perusahaan secara keseluruhan. Pekerjaan yang lama mungkin baru saja ditinggalkan oleh karyawan yang pensiun atau mengundurkan diri, pindah kebagian lain, diturnkan pangkatnya atau dikeluarkan. Calon yang sesuai mungkin saja diperolah dari dalam ataupun dari luar perusahaan.
Keputusan akhir penempatan adalah menerima karyawan baru atau menarik karyawan dari bagian lain didalam perusahaan, atau juga tidak menrima karyawan baru tetapi mencari sendiri diluar dan melakukan rekrutmen lebih banyak lagi .
39 3. Dimensi dan Indikator Penempatan karyawan
a. Dimensi Penempatan Karyawan
Adapun kriteria-kriteria yang harus dipenuhi dalam penempatan karyawan, menurut Bernadin dan Russel dalam Kurniawan dalam jurnal ‘’Economic and Bussines’’ (2013: 9) antara lain adalah sebagai berikut: 1) Pengetahuan
Pengetahuan adalah suatu kesatuan informasi terorganisir yang biasanya terdiri dari sebuah fakta atau prosedur yang diterapkan secara langsung terhadap kinerja. Pengetahuan yang dimiliki oleh pegawai diharapkan dapat membantu dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab pekerjaannya, oleh karena itu pegawai dituntu untuk memiliki pengetahuan yang sesuai dengan pekerjaannya.
2) Ketrampilan
Ketrampilan yakni kemampuan penguasaan teknis operasional mengenai bidang tertenu, yang bersifat kekaryaan. Ketrampilan diperoleh melalui proses belajar dan berlatih (Hasibuan, dalam Nurlela 2013:9).
3) Kemampuan
Kemampuan menunjukkan kesanggupan, kecakapan seseorang untuk melkasanakn pkerjaan yang dibebankan kepadanya. Kemampuan sangat penting karena bertujuan untuk mengukur prestasi kerja pegawi, maksudnya dapat mengukur sejauh mana pegawai bisa sukses dalam melakukan tugas dalam pekerjaannya.
40 b. Indikator Penempatan Karyawan
Menurut Siswanto (2012), Penempatan adalah suatu proses pemberian tugas dan pekerjaan kepada tenaga kerja yang lulus seleksi untuk dilaksanakan sesuai ruang lingkup yang telah ditetapkan, serta mampu mempertanggung jawabkan segala resiko-resikonya. Ada beberapa indikator untuk mengukur Penempatan karyawan menurut Siswanto, Suwatno dan Priansa (2011) dalam Nasir Aziz dan Mukhlis (2013: 70) adalah sebagai berikut:
1) Prestasi akademis
Prestasi akademis yang telah dicapai oleh karyawan selama mengikuti jenjang pendidikan, sebelumnya harus mendapatkan pertimbangan dalam menempatkan di mana pegawai yang bersangkutan harus melaksanakan tugas dan pekerjaan serta mengemban wewenang dan tanggung jawab. Pegawai yang memiliki prestasi akademik yang tinggi harus ditempatkan pada tugas dan pekerjaan yang diperkirakan dia mampu mengembannya. 2) Pengetahuan
Pengetahuan atau knowledge merupakan campuran dari pengalaman, nilai, informasi kontektual, pandangan pakar dan intuisi mendasar yang memberikan suatu lingkungan dan kerangka untuk mengevaluasi dan menyatukan pengalaman baru dengan informasi. Pengetahuan seseorang dapat diperoleh melalui pendidikan formal, informal, membaca buku, dan lain-lain.
41 3) Ketrampilan
Ketrampilan berasal dari kata trampil yang artinya cakap, mampu, dan cekatan dalam menyelesaikan tugas pekerjaan. Dengan meningkatkan ketrampilan karyawan maka diharapkan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan rencana sebelumnya, sebab karyawan yang mengusasi ketrampilan tertentu dalam bekerja diharapkan tidak perlu pengawasan karena hambatan dalam menyelesaikan pekerjaan dapat teratasi. Menurut Robbins dalam Staria Nuri Sandi (2011) ketrampilan dibagi 3, yaitu: 1) Ketrampilan
berhubungan, 2) Ketrampilan Konseptual ,3) ketrampilan teknis.
4) Pengalaman
Pengalaman Kerja adalah ukuran tentang lama waktu atau masa kerja yang telah ditempuh seseorang dapat memahami tugas – tugas suatu pekerjaan dengan penegatahuan dan ketrampilan yang dikuasi dan dimiliki seseorang dan telah melaksanakan pekerjaan dengan baik. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pengalaman kerja adalah sebagai berikut: a) Pengalaman Kerja, b) Sikap Karyawan, c) Latar Belakang Pribadi, d) Kondisi Fisik dan Mental, e) Minat dan Bakat Karyawan.
4. Faktor-faktor Dalam Penempatan Tenaga Kerja
Manajer tenaga kerja profesional harus bisa melihat karakteristik dan kualifikasi yang dimiliki para tenaga kerja yang akan ditempatkan dalam suatu tugas atau pekerjaan tertentu. Oleh karena itu, menurut
42 Bambang Wahyudi dalam Wahyuni (2012: 24) sebelum menempatkan tenaga kerja ditempat mereka harus bkerja, perlu dipertimbangkan beberapa faktor lain:
a. Keahlian, adalah kesanggupan dan kecakapan seseorang untuk melaksanakan tugas dalam pekerjaannya.
b. Ketrampilan, adalah kemampuan dan penguasaan teknis operasional mengenai bidang tertentu, yang bersifat kekaryawanan. c. Kualifikasi, keahlian yang diperlukan untuk menduduki suatu
jabatan tertentu.
5. Tujuan Penempatan Karyawan
Setiap pekerjaan yang dilaksanakan pada dasarnya mempunyai tujuan. Tujuan berfungsi untuk mengarahkan perilaku, begitu juga dengan penempatan karyawan, manajer sumber daya manusia, menempatkan seorang karyawan atau calon karyawan dengan tujuan antara lain agar karyawan bersangkutan lebih berdaya guna dalam melaksanakan pekerjaan yang di bebankan, serta untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan sebagai dasar kelancaran tugas (Suwatno,2011).