BAB III METODE PENELITIAN
3.9. Penentuan besar sampel
Dalam penentuan jumlah sampel penelitian dihitung menurut rumus Gay.
Menurut Gay jumlah sampel untuk penelitian eksperimental minimal 15 sampel.
Sehingga rumus perhitungan sampel untuk penelitian eksperimen sederhana yaitu:
Keterangan t: banyaknya kelompok perlakuan r: jumlah replikasi
Dalam penelitian ini terdapat 5 kelompok perlakuan (uji flavanoid, alkaloid, triterpenoid, steroid, saponin dan tanin). Sehingga berdasarkan rumus Gay didapatkan jumlah sampel dari setiap kelompok perlakuan sebagai berikut.
(t-1)(r-1) ≥ 15 (5-1)(r-1) ≥ 15 4 (r-1) ≥ 15 4r –4 ≥ 15
(t-1)(r-1) ≥15
4r ≥ 15 + 4 r ≥ 19
4
r ≥ = 4,75≈ 5
Berdasarkan nilai diatas jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini untuk tiap pengujian sebanyak 5 kelompok senyawa kimia dalam skrining fitokimia ekstrak metanol kulit pisang susu merah adalah 5 replikasi. Jadi 5 x 5 = 25 jumlah sampel.
3.9 Penyajian Data
analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dari hasil skrining fitokimia ekstrak metanol kulit pisang susu merah (Musa acuminata L. red dacca) dibuat dalam bentuk tabel kemudian dideskripsikan hasilnya.
40 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Identifikasi Komponen Kimia Ekstrak Metanol Kulit Pisang Susu Merah (Musa acuminata L. red dacca)
No Jenis Uji Pereaksi 1 Alkaloid Dragendrof Terbentuk
endapan jingga
Penapisan fitokimia dilakukan apabila ekstrak dari tumbuhan yang kita peroleh belum diketahui kandungan kimianya. Penapisan fitokimia ditunjukan untuk mengetahui kandungan senyawa atau golongan senyawa dalam suatu tanaman atau ekstrak tanaman. Langkah pertama dalam melakukan penapisan fitokimia adalah pembuatan ekstrak kemudiaan dilakukan penelitian golongan kandungan dengan cara reaksi warna, reaksi endapan atau dengan cara
kromatografi lapis tipis. Pada proses ekstraksi digunakan pelarut yang dapat melarutkan semua zat yang ada dalam tumbuhan tersebut, etanol atau metanol 80
%.(Ningsih et.al.,2016: 9).
Skrining fitokimia dari simplisia tanaman antara lain untuk menguji senyawa flavonoid, terpenoid/ triterpenoid, alkaloid, steroid, saponin, tannin (Gultom &
Siagian, 2019: 9)
Dalam pemeriksaan kandungan kimia yang dilakukan replikasi 5 kali untuk setiap uji senyawa pada ekstrak kulit pisang susu merah (Musa acuminata L. red dacca) didapatkan hasil positif mengandung senyawa tanin, terpenoid dan flavanoid. Sedangkan untuk uji alkaloid, saponin dan steroid hasilnya negatif.
Alkaloid diuji dengan menggunakan pereaksi Dragendrof. Dimana pereaksi Dragendrof nitrogen digunakan untuk membentuk ikatan kovalen koordinat dengan K+ yang merupakan ion logam (Muthmainna, 2017 :4-5).
Gambar 4.1 Reaksi alkaloid dengan pereaksi Dragendrof (Muthmainnah, 2017).
42
Dari hasil penelitian pada ekstrak metanol kulit pisang susu merah (Musa acuminata L. red dacca) menunjukan hasil negatif karena tidak terdapat endapan jingga ketika ditetesi dengan pereaksi Dragendrof.
Pengujian tanin dilakukan dengan melakukan penambahan FeCl3 1% yang bereaksi dengan salah satu gugus hidroksil yang ada pada tanin. Fungsi FeCl3
adalah menghidrolisis golongan tanin sehingga akan menghasilkan perubahan warna kehitaman dan tanin terkondensasi yang menghasilkan warna hijau kehitaman (Muthmainna, 2017: 5).
Gambar 4.2 Reaksi uji tanin dengan FeCl3 (Muthmainnah, 2017)
Pada hasil penelitian ekstrak metanol kulit pisang susu merah (Musa acuminata L. red dacca) ketika diuji dengan larutan FeCl3 1% terdapat warna hijau kehitaman sehingga dapat disimpulkan positif adanya tanin.
Saponin merupakan senyawa yang mempunyai gugus hidrofilik dan hidrofob.
Timbulnya buih yang mantap pada uji saponin menunjukan positif mengandung saponin. Pada saat dikocok gugus hidrofil akan berikatan dengan air sedangkan gugus hidrofob akan berikatan dengan udara sehingga membentuk buih.
Kemudian dilakukan penambahan HCl 2N yang bertujuan untuk menambah
kepolaran sehingga gugus hidrofil akan berikatan lebih stabil dan buih yang terbentuk menjadi stabil (Muthmainna, 2017: 5).
Gambar 4.3 Reaksi hidrolisis saponin dengan air (Muthmainnah, 2017) Dari hasil penelitian ekstrak metanol kulit pisang susu merah munculnya buih pada percobaan tabung pertama setinggi 0,2 cm, tabung kedua 0,5 cm, tabung ketiga 0,5 cm dan tabung keempat 0,4 cm dan tabung kelima 0,5 cm selang waktu 10 menit ditetesi dengan HCl 2N buihnya buihnya hilang sehingga dapat disimpulkan kulit pisang susu merah tidak mengandung saponin.
Flavanoid merupakan senyawa yang mengandung dua cincin aromatik dengan gugus hidroksil lebih dari satu. Senyawa fenol dengan gugus hidroksil semakin banyak memiliki tingkat kelarutan dalam air semakin besar atau bersifat polar, sehingga dapat terekstrak dalam pelarut-pelarut polar (Muthmainna, 2017:
4).
44
Gambar 4.4 Reaksi flavanoid dengan HCl + logam Mg (Muthmainnah, 2017) Pengujian flavanoid ditambahkan 2-4 tetes HCl pekat dan 2-3 potongan logam Mg. Tujuan penambahan logam Mg dan HCl adalah untuk mereduksi inti benzopiron yang terdapat dalam struktur flavanoid sehingga terbentuk garam flavilum berwarna kuning tua menjadi orange. Hasil uji ekstrak metanol kulit pisang susu merah menunjukan positif flavanoid (munculnya warna orange ketika dimasukan Mg dan ditetesi HCl 2N) (Muthmainna, 2017: 5)
Analisis terpenoid dan steroid didasarkan pada kemampuan senyawa terpenoid dan steroid membentuk warna oleh H2SO4 pekat dalam pelarut asam klorida. Hasil positif diberikan pada sampel yang membentuk merah jingga untuk analisis terpenoid dan biru untuk analisis steroid (Muthmainna, 2017: 5). Hasil dari penggujian senyawa terpenoid dan senyawa steroid pada ekstrak metanol kulit pisang susu merah terdapat adanya senyawa terpenoid ditandai adanya warna merah (positif terpenoid).
45 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
Skrining fitokimia menunjukan bahwa ekstrak metanol kulit pisang susu merah (Musa acuminata L. red dacca) positif mengandung senyawa kimia terpenoid, flavanoid dan tanin. Namun tidak mengandung alkaloid, saponin dan steroid.
5.2 SARAN
1. Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar dilakukan uji fitokimia pada kulit pisang susu merah atau analisis kandungan senyawa kimia secara kromatografi lapis tipis pada kulit pisang susu merah.
2. Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar dilakukan uji alkaloid menggunakan pereaksi mayer, wagner.
3. Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar dilakukan uji aktifitas setiap senyawa yang terkandung didalam ekstrak metanol kulit pisang susu merah (Musa acuminata L. red dacca).
46
DAFTAR PUSTAKA
BPOM, (2014). Peraturan Kepalah Badan Pengawasan Obat Dan Makanan Replublik Indonesia Nomor 12 Tahun 2014 Tentang Persyratan Mutu Obat Tradisional, Bpom: Jakarta
Depkes RI,(2000). Parameter standar umum ekstrak tumbuhan obat, Depertemen Kesehatan Repulik Indonesia, jakarta.
Depkes RI, (1985). Cara pembuatan simplisia, Depertemen Kesehatan Repulik Indonesia: jakarta.
Dwivany,M.F. & Nurramah,A. (2017). Pentingnya Data Pisang Indonesia: Bunga Rampi Forum Peneliti mudah indonesia (forMIND) (hal. 2). Bandung:
ITB Bandung.
Endarini,L.H. (2016). Farmakognisi Dan Fitokimia. Modul Bahan Ajar Cetak Farmasi.Cet, 1-Jakarta-Selatan: Pusdinakes.
Gultom, R.P.J & Siagian, H.S. (2016). Potensial Farmakologis Tanaman Gynura:
Analisis fitokimia & Bioaktifitasnya: cet, 1 Deepublish- Yoyakarta:
IKAPI Deepublish.
Harbone,J.B. (1987), Metode Fitokimia. ed, 2. ITB Bandung.
Herawati., Nurida., & sumarto. (2012). Cara Produksi Simplisia Yang Baik, seafast center: Bogor
Jami’ah,S.R., Ifaya,M. Pusmarani,J., Nurhikma,E.(2018). Uji Aktivitas Senyawa Antioksidan Dari Ekstrak Metanol Kulit Pisang Raja (Musa Paradisiaca Sapientum) Dengan Metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil). Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, Vol 4.No.1 Juni 2018.
Julianto, T.S. 2019. Fitokimia.Tinjauan Metabolit Sekunder Dan Skrining Fitokimia: Cet, 1- Yogyakarta :Universitas Islam Indonesia
Kementeriaan Kesehatan Republik Indonesia, (1976). Farmakope Indonesia.
Edisi III. Jakarta: Kemenkes RI.
Kristianti, A.N., Aminah., Tanjung, M & Kurniadi, B. (2008). Buku Ajar Fitokimia. cet,1- surabaya : FMIPA Universitas Airlangga.
Kurnianingsi,R., Astuti, S.P., Ghazali., (2018). Karakterisasi Morfologi Tanaman Pisang Daerah Lombok. Jurnal BiologiTropis. Lombok: Mataram FMIPA Universitas Mataram.
Leba, M.A.U. 2017. Buku Ajar. Ekstraksi dan real kromatografi: ed 1, cet,1-yogyakarta: deeplublish.
Lisnawati, N., Prayoga, T. (2020). Ekstrak buah belimbing wuluh(averrhoa blimbi L). cet,1 surabaya : KDT plublishing
.
Lumowa,S.V.T & Bardin,S. (2018). Uji Fitokimia Kulit Pisang Kepok (Musa Paradisiacal.) Bahan Alam Sebagai Peptisida Nabati Berpotensi Menekan Serangan Serangga Hama Tanaman Umur Pendek. Jurnal Sains Dan Kesehatan. 2018. Vol 1. No. 9.
Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuaan dan Teknologi, (2000). Pisang. Budidaya Pertaniaan. Jakarta: manegristek Moektiwardoyo,M., Susilawati,Y., Musfiroh,I., Sumiwi, S.A., Lewita,J.,
Abdassah, M. (2018). Jawer Kotok, Plectranthus Scutellarioides, Dari Etnofarmasi Menjadi Sediaan Fitofarmasi: cet,1- yogyakarta : IKAPI deepublish.
Muthmainna, B. (2017) Uji Skrining Fitokimia Senyawa Metanol Sekunder Dari Ekstrak Etanol Buah Dalima (Punica Granatum L.) Dengan Metode Uji Warna. Media Farmasi Vol. XIII. No.2.November 2017: Program Studi D3 Farmasi STIKES Nani Hassanuddin Makassar.
Musturoh, I & Anggita, N. 2018. Metodologi Penelitian Kesehatan RI. Jarakarta Ningsih,I.Y., Puspitasari,E., Triatmoko, B & Dianasari,D. (2016). Buku penjunjuk
fitokimia: ed 4, Bagian Biologi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas JEMBER 2016.
Nugroho,A.(2017). Buku Ajar Teknologi Bahan Alam. Banjarbaru: Lampung Mengkurt University Press.
Nurdin, I & Hartati, S. (2015). Metode penelitian sosial. Surabaya: PMSC- Surabaya.
Nurhasanah, E.(2017) Biodivesitas plasma (Musa SPP): Berdasarkan Jumlah Kromosom Dan Tipe Genom Di Kota Banjar Lampung. Skripsi Tidak Diterbitkan. Lampung: FMIPA Universitas Banjar Lampung.
Pane, R.E. (2013). Uji Aktifitas Senyawa Antioksidan Dari Ekstrak Metanol Kulit Pisang Raja (Musa Paradisiaca Sapientum). Jurnal Valensi Vol. 3 No.2, November 2013.
Saputri A.P., Augustina.I., Fatmaria (2020: 3).Uji Aktifitas Antioksidan Ekstrak Air Kulit Pisang Kepok (Musa Acuminata X Musa Balbisiana (ABB CV) DENGAN METODE ABTS (2,2 Azinobis (3- Etilbenzoitaziolin) (6-
48
Sulfonat) Pada Berbagai Tingkat Kematangan: Jurnal Kedokeran Vol.
8 No.1, April 2020 : Palangka Raya Indonesia
Sugiyono. (2016). Statistik untuk penelitian. Cet,27. Bandung: Alfabeta, Bandung.
Syamsuni,H.A. (2020). Ilmu resep. Jakarta: penerbit buku kedokteran: EGC Steenis, G.G.G J. (2003). Flora. Jakarta: cet, 9: PT Pradynya Paramita jalan
bunga 8-8 A Jakarta 12140.
Voigt.R., 1984, Buku Pelajaran Teknologi Sediaan Farmasi, diterjemahkan oleh.
Soendani, N. S dan Mahtilda, B. N., 202-207, 220-225, Gadjah Mada.
Warditiani,N.K.,Astar,I.N.W.G.,Astuti,W.(2020). Skrining Fitokimia Ekstrak Metanol Rimpang Bangle (Zingiber purpureum Roxb). Jurusan Farmasi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana:
Bali.
Wibowo,D.P.,Ismayadi,P.,Wati,D.K. (2020). Tanaman Obat. Desa Air Salimang, Kecamatan, Bengkulu: Deepblish, Indonesia.
Zulharmita, Errika,D,., Rival,H.,(2010).Penentuaan Pengaruh Jenis Pelarut Ekstraksi Terhadapperolehan Kadarb Senyawa Fenolat Dan Daya Antioksidan Dari Herba Meniran L.). Jurnal Farmasi Higea Volume 2 Nomor 1, Juli Tahun 2010.
LAMPIRAN I Perhitungan Bahan
1. Perhitungan HCl 2N
Rumus : V1.N1 = V2.N2
Keterangan : V1 = Banyaknya larutan murni yang diambil
N1 = Kosentrasi larutan yang akan diencerkan
V2 = Banyaknya larutan yang akan dibuat dengan pengenceran
N2 = Kosentrasi larutan yang akan dibuat.
Diketahui : V1=....?
N1= 12,06 V2= 100 ml N2= 2N Perhitungan :
V1.N1 = V2.N2
V1. 12,06 = 100 ml. 2 V1. = 200𝑚𝑙
12,06 𝑚𝑙
= 16, 6 ml
2. Perhitungan FeCL3 1 % b/v = 100 ml FeCl3 1 %. 100 ml = 100 𝑚𝑙
100 𝑚𝑙 X 1 gram
= 1 gram
50
▪ Diangin-anginkan didalam suhu kamar
▪ Sampel dihaluskn
▪ Sampel ditimbang 300 gram
▪ Metanol 1,5 liter
▪ Sesekali 1 aduk
▪ Disaring
▪ Filtratnya diuapkan
▪ Diuapkan hingga mendapatkan ekstrak kental
2. pembuatan larutan uji HCl 2N dan FeCl 3 1%
Kulit pisang susu merah
Maserasi
▪ masukan kedalam labu ukur 100 ml
▪ tambahkan aquades hingga batas ukur
▪ Timbang FeCl3 1 gram
▪ di larutkan dengan aquades
▪ masukan kedalam labu ukur 100 ml
3. uji skrining fitokimia
0,5 mg ekstrak pisang susu merah
Pereaksi dragendrof
Muncul endapan jingga (+) alkaloid
0,5 mg ekstrak pisang susu merah
Ditambahkan Mg 2-3 potong ditetesi HCl 2 pekat
Muncul warna orange (+) flavanoid
0,5 mg ekstrak pisang susu merah
Ditetesi FeCl3 1% 3-4 tetes
hijau biru (hijau-hitam) (+)taninkatekol, biruhitam
(+)tanin pirogalol
0,5 mg ekstrak pisang susu merah
10 ml air panas +HCl 2N
Buih 1-10 cm, biuh tidak hilang (+) saponin
0,5 mg ekstrak pisang susu merah
Uji Alkaloid Uji flavanoid Uji tanin Uji saponin Terpenoid & steroid
Uji Skrining Fitokimia Ekstrak Metanol Kulit Pisang Susu Merah (Musa acuminta L. red dacca)
52
LAMPIRAN III
1. Pengolahan Ekstrak Metanol Kulit Pisang Susu Merah (Musa acuminata L. red dacca)
1. Sampel kulit pisang susu merah 2. Perajangan
3. Penimbangan Sampel 4. Maserasi Dengan Pelarut Metanol
5. Hasil Penyaringan Sampel 6. Ekstrak Kental
2. Hasil Skrining Fitokimia Ekstrak Metanol Kulit Pisang Susu Merah (Musa acuminata L. red dacca)
1. Uji terpenoid dan steroid (I,II,III,IV dan V)
2. Uji flavanoid (I,II,III,IV dan V)
3. Uji saponin (I,II,III,IV dan V)
54
4. Uji tanin (I,II,III,IV dan V)
5. Uji alkaloid dragendrof (I,II,III,IV dan V)
YAYASAN ABRAHAM
AKADEMI FARMASI SANTO FRANSISKUS XAVERIUS TERAKREDITASI LAM-PTKes
PROGRAM STUDI D3 FARMASI Ijin Operasional : kemendikbud no 510/E/0/2014
Lampiran 1. Rincian Penggunaan/Peminjaman Alat-alat Gelas Kimia
No Tgl/bl/th Nama Alat Merk Jum Kondisi Ket
56
YAYASAN ABRAHAM
AKADEMI FARMASI SANTO FRANSISKUS XAVEIUS TERAKREDITASI LAM-PTKes
PROGRAM STUDI D3 FARMASI Ijin Operasional : kemendikbud no 510/E/0/2014
Lampiran 2. Rincian Penggunaan Bahan Kimia
No Tgl/bl/th Nama Bahan Jumlah (mL/g/mg) Harga keterangan
1 Aquadest
2 FeCl3
3 Mg
4 H2 so4
5 Asam asetat
5 Asam asetat
anhidrat
6 Pereaksi
dragendrof
7 Etil asetal
8 Hcl pekat
9 Metanol