• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penentuan Distribusi Kerusakan Komponen Mesin

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

5.1. Pengumpulan Data

5.2.2. Penentuan Distribusi Kerusakan Komponen Mesin

Dalam melakukan penentuan distribusi kerusakan komponen mesin, maka dapat digunakan metode Least Square Curve

Fitting yaitu berdasarkan nilai index of fit (correlation coefficient) yang paling besar. Perhitungan ini digunakan untuk mendapatkan

distribusi kerusakan yang paling sesuai dengan pola distribusinya yaitu apakah mengikuti distribusi normal, lognormal, eksponensial, atau weibull.

Contoh perhitungan untuk masing-masing distribusi pada waktu antar kerusakan dinamo adalah sebagai berikut.

1. Distribusi Normal

Contoh perhitungan waktu antar kerusakan distribusi normal pada komponen dinamo dapat dilihat pada langkah-langkah berikut: a. Membuat ranking pada waktu antar kerusakan (Ti) dari data ke 1 sampai dengan data ke 10

b. Menghitung nilai F(Ti)

Rumus : F(Ti) = (i-0,3)/(N+0,4) Dimana : i = Data ke

N = Jumlah data

Maka F(Ti) = (i-0,3)/(N+0,4) = (1-0,3)/(10+0,4) = 0,0673

c. Menghitung nilai Yi Rumus : Yi = (Z)

Untuk menghitung Yi didapat dari Tabel Standarized Normal Probabilities, dimana Z = F(Ti) Misalnya adalah pada data ke 1 (Ti = 3744)

Yi = (0,0673) Yi = -1,5000 d. Menghitung nilai Ti e. Menghitung nilai Yi

2

f. Menghitung nilai Ti.Yi

2

Perhitungan waktu antar kerusakan distribusi normal dari data ke 1 sampai dengan data ke 10 dapat dilihat pada Tabel 5.12. Tabel 5.12. Waktu Antar Kerusakan Distribusi Normal

No Ti F(Ti) Yi Ti2 Yi2 Ti.Yi 1 3744 0,0673 -1,5000 14017536 2,2500 -5616,0000 2 3840 0,1635 -0,9800 14745600 0,9604 -3763,2000 3 3912 0,2596 -0,6500 15303744 0,4225 -2542,8000 4 4416 0,3558 -0,3700 19501056 0,1369 -1633,9200 5 4464 0,4519 -0,1200 19927296 0,0144 -535,6800 6 4872 0,5481 0,1200 23736384 0,0144 584,6400 7 4896 0,6442 0,3700 23970816 0,1369 1811,5200 8 4968 0,7404 0,6500 24681024 0,4225 3229,2000 9 5328 0,8365 0,9800 28387584 0,9604 5221,4400 10 5688 0,9327 1,5000 32353344 2,2500 8532,0000 Total 46128 0,0000 216624384 7,5684 5287,2000

Setelah didapat hasil perhitungan waktu antar kerusakan distribusi normal dari data ke 1 sampai dengan data ke 10, dilakukan perhitungan Index of Fit dimana langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

a. Menghitung nilai Sxy Sxy =

= 10.(5287,2000)-(46128)(0) = 52872,0000 b. Menghitung nilai Sxx Sxx = = 10 (216624384) – (46128) = 38451456 2

c. Menghitung nilai Syy Syy =

= 10 (7,5684) – (0) = 75,6840

2

d. Menghitung nilai Index of Fit (r)

Index of Fit (r) =

= 0,9801 2. Distribusi Lognormal

Contoh perhitungan waktu antar kerusakan distribusi lognormal pada komponen dinamo dapat dilihat pada langkah-langkah berikut:

a. Membuat ranking pada waktu antar kerusakan (ti) dari data ke 1 sampai dengan data ke 10 b. Menghitung nilai F(Ti)

Misalnya adalah pada data ke 1. Pada data ke 1, waktu antar kerusakan (ti) adalah 3744 Maka F(Ti) = (i-0,3)/(N+0,4)

= (1-0,3)/(10+0,4) = 0,0673

c. Menghitung nilai Ti Rumus : Ti = Ln (ti)

Misalnya adalah pada data ke 1 (ti = 3744) Ti = Ln (3744)

Ti = 8,2279

Rumus : Yi = (Z)

Misalnya adalah pada data ke 1 (ti = 3744) Yi = (0,0673)

Yi = -1,5000 e. Menghitung nilai Ti f. Menghitung nilai Yi

2

g. Menghitung nilai Ti.Yi

2

Tabel 5.13. Waktu Antar Kerusakan Distribusi Lognormal

N ti F(Ti) Ti = LN (ti) Yi Ti2 Yi2 Ti.Yi

1 3744 0,0673 8,2279 -1,5000 67,6985 2,2500 -12,3419 2 3840 0,1635 8,2532 -0,9800 68,1158 0,9604 -8,0882 3 3912 0,2596 8,2718 -0,6500 68,4227 0,4225 -5,3767 4 4416 0,3558 8,3930 -0,3700 70,4423 0,1369 -3,1054 5 4464 0,4519 8,4038 -0,1200 70,6239 0,0144 -1,0085 6 4872 0,5481 8,4913 0,1200 72,1015 0,0144 1,0190 7 4896 0,6442 8,4962 0,3700 72,1850 0,1369 3,1436 8 4968 0,7404 8,5108 0,6500 72,4333 0,4225 5,5320 9 5328 0,8365 8,5807 0,9800 73,6289 0,9604 8,4091 10 5688 0,9327 8,6461 1,5000 74,7553 2,2500 12,9692 Total 84,2748 0,0000 710,4071 7,5684 1,1523

Setelah didapat hasil perhitungan waktu antar kerusakan distribusi lognormal dari data ke 1 sampai dengan data ke 10, dilakukan perhitungan Index of Fit dimana langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

a. Menghitung nilai Sxy Sxy = = 10.(1,1523) – (84,2748) (0) = 11,5226 b. Menghitung nilai Sxx Sxx = = 10 (710,4071) – (84,2748) = 1,8319 2

c. Menghitung nilai Syy

Syy =

d. Menghitung nilai Index of Fit (r)

Index of Fit (r) =

= 0,9786

3. Distribusi Eksponensial

Contoh perhitungan waktu antar kerusakan distribusi eksponensial pada komponen dinamo dapat dilihat pada langkah-langkah berikut:

a. Membuat ranking pada waktu antar kerusakan (Ti) dari data ke 1 sampai dengan data ke 10 b. Menghitung nilai F(Ti)

Rumus : F(Ti) = (i-0,3)/(N+0,4)

Misalnya adalah pada data ke 1. Pada data ke 1, waktu antar kerusakan (Ti) adalah 3744 Maka F(Ti) = (i-0,3)/(N+0,4)

= (1-0,3)/(10+0,4) = 0,0673

c. Menghitung nilai Yi

Rumus : Yi = Ln [1 – F(Ti)]

Misalnya adalah pada data ke 1 (Ti = 3744) Yi = Ln [1 – 0,0673]

Yi = -0,0697 d. Menghitung nilai Ti e. Menghitung nilai Yi

2

f. Menghitung nilai Ti.Yi

2

Perhitungan waktu antar kerusakan distribusi eksponensial dari data ke 1 sampai dengan data ke 10 dapat dilihat pada Tabel 5.14. Tabel 5.14. Waktu Antar Kerusakan Distribusi Eksponensial

N Ti F(Ti) Yi = LN[1-F(Ti)] Ti2 Yi2 Ti.Yi 1 3744 0,0673 -0,0697 14017536 0,0049 -260,8816

3 3912 0,2596 -0,3006 15303744 0,0904 -1175,8904 4 4416 0,3558 -0,4397 19501056 0,1933 -1941,7076 5 4464 0,4519 -0,6013 19927296 0,3616 -2684,3801 6 4872 0,5481 -0,7942 23736384 0,6308 -3869,5533 7 4896 0,6442 -1,0335 23970816 1,0681 -5059,8837 8 4968 0,7404 -1,3486 24681024 1,8186 -6699,6164 9 5328 0,8365 -1,8112 28387584 3,2804 -9649,9540 10 5688 0,9327 -2,6985 32353344 7,2818 -15348,9585 Total 46128 -9,2757 216624384 14,7617 -47376,1996

Setelah didapat hasil perhitungan waktu antar kerusakan distribusi eksponensial dari data ke 1 sampai dengan data ke 10, dilakukan perhitungan Index of Fit dimana langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

a. Menghitung nilai Sxy Sxy =

= 10.(-47376,1996) – (46128) (-9,2757) = 45891,8283

Sxx = = 10 (216624384) – (46128) = 38451456

2

c. Menghitung nilai Syy Syy =

= 10 (14,7617) – (-9,2757) = 61,5777

2

d. Menghitung nilai Index of Fit (r)

Index of Fit (r) =

= 0,9431

4. Distribusi Weibull

Contoh perhitungan waktu antar kerusakan distribusi weibull pada komponen dinamo dapat dilihat pada langkah-langkah berikut: a. Membuat ranking pada waktu antar kerusakan (ti) dari data ke 1 sampai dengan data ke 10

b. Menghitung nilai Ti Rumus : Ti = Ln (ti)

Misalnya adalah pada data ke 1 (ti = 3744) Ti = Ln (3744)

Ti = 8,2279

c. Menghitung nilai F(Ti)

Misalnya adalah pada data ke 1. Pada data ke 1, waktu antar kerusakan (ti) adalah 3744 Maka F(Ti) = (i-0,3)/(N+0,4)

= (1-0,3)/(10+0,4) = 0,0673

d. Menghitung nilai Yi

Rumus : Yi = Ln{-Ln[1 – F(Ti)]}

Misalnya adalah pada data ke 1 (ti = 3744) Yi = Ln{-Ln[1 – 0,0673]}

Yi = -2,6638 e. Menghitung nilai Ti f. Menghitung nilai Yi

2

g. Menghitung nilai Ti.Yi

2

Perhitungan waktu antar kerusakan distribusi weibull dari data ke 1 sampai dengan data ke 10 dapat dilihat pada Tabel 5.15. Tabel 5.15. Waktu Antar Kerusakan Distribusi Weibull

N ti Ti = LN(ti) F(Ti) Yi = LN{-LN[1-F(Ti)]} Ti 2 Yi2 Ti.Yi 1 3744 8,2279 0,0673 -2,6638 67,6985 7,0961 -21,9179 2 3840 8,2532 0,1635 -1,7233 68,1158 2,9696 -14,2225 3 3912 8,2718 0,2596 -1,2020 68,4227 1,4449 -9,9429 4 4416 8,3930 0,3558 -0,8217 70,4423 0,6751 -6,8962 5 4464 8,4038 0,4519 -0,5086 70,6239 0,2587 -4,2741 6 4872 8,4913 0,5481 -0,2304 72,1015 0,0531 -1,9561 7 4896 8,4962 0,6442 0,0329 72,1850 0,0011 0,2797 8 4968 8,5108 0,7404 0,2990 72,4333 0,0894 2,5450

9 5328 8,5807 0,8365 0,5940 73,6289 0,3528 5,0968 10 5688 8,6461 0,9327 0,9927 74,7553 0,9854 8,5829

Total 84,2748 -5,2311 710,4071 13,9262 -42,7053

Setelah didapat hasil perhitungan waktu antar kerusakan distribusi weibull dari data ke 1 sampai dengan data ke 10, dilakukan perhitungan Index of Fit dimana langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

a. Menghitung nilai Sxy Sxy = = 10.(-42,7053) – (84,2748) (-5,2311) = 13,7995 b. Menghitung nilai Sxx Sxx = = 10 (710,4071) – (84,2748) = 1,8319 2

Syy =

= 10 (13,9262) – (-5,2311) = 111,8970

2

d. Menghitung nilai Index of Fit (r)

Index of Fit (r) =

= 0,9638

Berdasarkan hasil perhitungan di atas dapat dilihat bahwa: 1. Index of Fit untuk distribusi normal = 0,9801

2. Index of Fit untuk distribusi lognormal = 0,9786

3. Index of Fit untuk distribusi eksponensial = 0,9431

4. Index of Fit untuk distribusi weibull = 0,9638

Untuk pola distribusi komponen mesin extruder dan mesin mixer selanjutnya, dapat dihitung sama seperti cara di atas. Hasil rekapitulasi nilai Index of Fit (Correlation Coefficient) untuk masing-masing distribusi setiap komponen mesin extruder dan mesin

mixer dapat dilihat pada Tabel 5.16.

Tabel 5.16. Rekapitulasi Index of Fit untuk Masing-Masing Distribusi Komponen Mesin No Mesin Komponen Normal Lognormal Eksponensial Weibull Terpilih

1 Mesin

Extruder

Dinamo 0,9801 0,9786 0,9431 0,9638 Normal

Pulley 0,9518 0,9237 0,8481 0,9615 Weibull

V-Belt 0,8992 0,9169 0,9730 0,8519 Eksponensial Tali Poly 0,9552 0,9125 0,8565 0,9550 Normal

Gearbox 0,9114 0,8514 0,7344 0,9234 Weibull

Screw Press 0,9227 0,9667 0,9731 0,9227 Eksponensial

Bearing 0,9806 0,9684 0,9224 0,9793 Normal

Poros 0,9750 0,9587 0,8864 0,9781 Weibull

Bushing 0,9759 0,9755 0,9396 0,9518 Normal

2 Mesin Mixer Pulley 0,9762 0,9872 0,9608 0,9763 Lognormal Dinamo 0,9678 0,9624 0,9210 0,9523 Normal

V-Belt 0,9698 0,9690 0,9060 0,9705 Weibull

Gearbox 0,9646 0,9591 0,9090 0,9497 Normal

Tali Poly 0,9790 0,9900 0,9674 0,9712 Lognormal Poros 0,9885 0,9810 0,9315 0,9913 Weibull

Bearing 0,9680 0,9384 0,9446 0,9536 Normal

Pisau

Pengaduk 0,9710 0,9611 0,8674 0,9812 Weibull

Dokumen terkait