• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penentuan Isu-isu Strategis

Dalam dokumen RENCANA STRATEGIS (Halaman 69-75)

Isu strategis adalah permasalahan yang belum dapat diselesaikan pada periode sebelumnya (2010-2015) dan harus diselesaikan pada pelaksanaan pembangunan pada periode selanjutnya (2016-2021). Isu strategis juga mencakup potensi masalah yang akan dihadapi dan akan berdampak dalam jangka panjang. Isu strategis adalah kondisi atau hal yang harus diperhatikan atau dikedepankan dalam perencanaan pembangunan karena dampaknya yang signifikan bagi entitas (daerah/masyarakat) dimasa datang. Suatu kondisi/kejadian yang menjadi isu strategis adalah keadaan yang apabila tidak diantisipasi, akan menimbulkan kerugian yang lebih besar atau sebaliknya, dalam hal tidak dimanfaatkan, akan menghilangkan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Isu-isu strategis yang dihadapi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung adalah : Bidang pendidikan di Kota Bandar Lampung mengalami permasalahan sebagai berikut:

1. Jumlah satuan pendidikan PAUD dan Pendidikan Dasar yang terakreditasi masih rendah/sedikit. Berdasarkan data tahun 2016 jumlah PAUD yang berakreditasi hanya sekitar 39,03 % dari jumlah PAUD yang ada,sedangkan pendidikan dasar yang berakreditasi tahun 2016 sebesar 19,49 %

2. Penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau masyarakat belum terwujud sepenuhnya.

3. Kualitas tenaga pendidik yang belum merata pada setiap sekolah, sehingga diperlukan upaya pemerataan kualitas guru.

4. Rendahnya penguasaan dan pemanfaatan IT dalam pembelajaran

5. Biaya pendidikan sekolah menengah pertama dan tinggi masih membebani orang tua peserta didik, khususnya masyarakat tidak mampu.

72

6. Sarana dan prasarana gedung tempat pendidikan belum memenuhi standar pelayanan mutu. Keterbatasan dan harga lahan di Bandar Lampung juga menuntut pengembangan pembangunan kearah vertikal dengan utilitas yang modern.

7. Kebutuhan akan adanya pendidikan karakter dan budi pekerti bagi peserta didik.

Permasalahan bidang kebudayaan di Kota Bandar Lampung antara lain:

1. Belum optimalnya pelestarian nilai-nilai luhur budaya, adat dan tradisi, seni, bahasa dan sastra daerah.

2. Belum optimalnya pengelolaan budaya sebagai aset yang sangat berharga dalam membangun jati diri dan mewarnai segenap sektor kehidupan dan menyaring masuknya budaya-budaya asing yang kurang sesuai dengan tatanan, tuntunan dan tontonan budaya lokal.

3. Belum optimalnya pengelolaan budaya untuk meningkatkan daya tarik wisata dari luar daerah dan dunia internasional.

Tabel. 3.2 Tabel Permasalahan

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah

1 2 3 4

1 Angka rata- rata lama sekolah belum mencapai 12 tahun

- Kurangnya

ketercukupan sarana dan prasarana pendidikan disatuan

pendidikan dalam

mendukung sukses wajar 12 Tahun dalam hal ini masih banyak satuan pendidikan yang

kekurangan ruang kelas belajar,;

-Peran pelaku

pembangunan pendidikan yang belum optimal;

- Masih ada anak

usia sekolah yang

tidak sekolah

karena biaya dan sarana prasarana pendidikan

73

-Pelaksanakan wajib belajar 12 tahun yang berkualitas belum maksimal

2 Jumlah satuan pendidikan PAUD dan

Pendidikan Dasar yang terakreditasi masih rendah/sedikit -Kurangnya peningkatkan kualitas dan keterjangkauan Sarana dan Prasarana

Pendidikan Non formal dan Informal serta masih -Kurangnya

peningkatkan kualitas dan

keterjangkauan sarana dan prasarana

pendidikan sekolah dasar

-Kualitas yang rendah seta kurangnya Sarana prasarana PAUD dan Pendidikan Dasar

3 Angka Partisipasi Kasar PAUD masih perlu ditingkatkan

-Belum semua penduduk memperoleh layanan akses PAUD yang berkualtas ; -Kurangnya peningkatkan kualitas dan keterjangkauan Sarana dan Prasarana

Pendidikan Anak Usia Dini

Masih banyak anak usia Paud yang tidak ikut

pendidikan Anak usia dini

4 Penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau

masyarakat belum terwujud sepenuhnya -Kurangnya peningkatkan kualitas dan keterjangkauan sarana dan prasarana pendidikan

masih ada anak usia PAUD dan Pendidikan Dasar yang tidak bisa mengikuti pendidikan 5 Kualitas tenaga pendidik yang belum

merata pada setiap sekolah, sehingga diperlukan upaya pemerataan kualitas guru

-Masih kurangnya peningkatkan kualitas serta pemerataan pendidik dan tenaga kependidikan

Belum semua

tenaga kependidikan berijazah S1 dan

74

penyebaran nya

yang tidak merata

6 Rendahnya penguasaan dan

pemanfaatan IT dalam pembelajaran

Kurangnya tenaga

pendidik dan

kependidikan yang

mempunyai standar kompetensi pendidik dan kependidikan;

- Kurangnya

profesionalisme tenaga

pendidik dan

kependidikan dalam proses kegiatan belajar

mengajar di satuan pendidikan. serta -Belum optimalnya pemerataan tenaga pendidik dan kependidikan di masing-masing satuan pendidikan, sehingga

masih banyak satuan

pendidikan baik SD

maupun SMP yang

belum memenuhi

kebutuhan

tenaga pendidik dan

kependidikan. Belum semua tenaga kependidikan berijazah S1 dan penyebaran nya

yang tidak merata

7 Biaya pendidikan sekolah menengah pertama dan tinggi masih membebani orang tua peserta didik, khususnya masyarakat tidak mampu.

-Masih terlalu mahal

biaya pendidikan

menengah pertama dan tinggi bagi keluarga tidak mampu

masih ada anak yang putus sekolah atau tidak sekolah

karena tidak

adanya biaya 8 Sarana dan prasarana gedung tempat

pendidikan belum memenuhi standar pelayanan mutu. Keterbatasan dan harga lahan di Bandar Lampung juga

-Masih rendahnya

kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan karena disebabkan lahan yang terbatas serta Masih

Keterbatasannya

dana Pemerintah

75 menuntut pengembangan

pembangunan kearah vertikal dengan utilitas yang modern

banyak sarana dan prasarana di satuan pendidikan dalam kondisi

rusak dan kekurangan

ruang kelas belajar

9 Kebutuhan akan adanya pendidikan karakter dan budi pekerti bagi peserta didik

-Menurunnya kesadaran

peserta didik akan

pentingnya pembiasaan

norma-norma agama,

nilai-nilai budaya, dan nilai-nilai kemasyarakatan yang mengakibatkan rendahnya nilai-nilai sosial-kultur serta; - Perkembangan IT yang tidak terbendung dan sulit untuk difilter

berdampak pada perilaku anank didik yang tidak sesuai dengan budaya bangsa.

Banyak anak usia

sekolah dapat mengakses perkembangan teknologi dimana tidak bisa menyaring yang sesuai dengan budaya bangsa

10 Belum optimalnya pelestarian nilai-nilai luhur budaya, adat dan tradisi, seni, bahasa dan sastra daerah.

-Kurangnya ketersediaan kualitas sumber daya

manusia kebudayaan yang tersertifikasi (permuseuman dan pelestarian cagar budaya); -Kurangnya kualitas

informasi dan basis data

kebudayaan, Peran

pelaku budaya belum

signifikan dalam melestarikan budaya Kurangnya sosialisasi akan pelestarian nilai – nilai budaya luhur,adat tradisi,seni bahasa dan sastra daerah

11 Belum optimalnya pengelolaan

budaya sebagai aset yang sangat berharga dalam membangun jati diri

dan mewarnai segenap sektor

-Gejala memudarnya

karakter siswa dan jati diri siswa;

-Minimnya apresiasi seni

Kurangnya

sosialisasi akan pelestarian nilai –

76 kehidupan dan menyaring masuknya budaya-budaya asing yang kurang sesuai dengan tatanan, tuntunan dan tontonan budaya lokal.

dan kreatifitas karya budaya

luhur,adat

tradisi,seni bahasa dan sastra daerah

12 Belum optimalnya pengelolaan

budaya untuk meningkatkan daya tarik wisata dari luar daerah dan dunia internasional.

-Pelestarian warisan

budaya belum efektif;

-Belum optimalnya

promosi,diplomasi dan pertukaran budaya; -Pengembangan sumber daya kebudayaan belum maksimal Kurangnya sosialisasi akan pelestarian nilai – nilai budaya luhur,adat tradisi,seni bahasa dan sastra daerah

77

BAB IV

TUJUAN DAN SASARAN

Dalam dokumen RENCANA STRATEGIS (Halaman 69-75)

Dokumen terkait