Isu strategis adalah permasalahan yang belum dapat diselesaikan pada periode sebelumnya (2010-2015) dan harus diselesaikan pada pelaksanaan pembangunan pada periode selanjutnya (2016-2021). Isu strategis juga mencakup potensi masalah yang akan dihadapi dan akan berdampak dalam jangka panjang. Isu strategis adalah kondisi atau hal yang harus diperhatikan atau dikedepankan dalam perencanaan pembangunan karena dampaknya yang signifikan bagi entitas (daerah/masyarakat) dimasa datang. Suatu kondisi/kejadian yang menjadi isu strategis adalah keadaan yang apabila tidak diantisipasi, akan menimbulkan kerugian yang lebih besar atau sebaliknya, dalam hal tidak dimanfaatkan, akan menghilangkan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Isu-isu strategis yang dihadapi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung adalah : Bidang pendidikan di Kota Bandar Lampung mengalami permasalahan sebagai berikut:
1. Jumlah satuan pendidikan PAUD dan Pendidikan Dasar yang terakreditasi masih rendah/sedikit. Berdasarkan data tahun 2016 jumlah PAUD yang berakreditasi hanya sekitar 39,03 % dari jumlah PAUD yang ada,sedangkan pendidikan dasar yang berakreditasi tahun 2016 sebesar 19,49 %
2. Penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau masyarakat belum terwujud sepenuhnya.
3. Kualitas tenaga pendidik yang belum merata pada setiap sekolah, sehingga diperlukan upaya pemerataan kualitas guru.
4. Rendahnya penguasaan dan pemanfaatan IT dalam pembelajaran
5. Biaya pendidikan sekolah menengah pertama dan tinggi masih membebani orang tua peserta didik, khususnya masyarakat tidak mampu.
72
6. Sarana dan prasarana gedung tempat pendidikan belum memenuhi standar pelayanan mutu. Keterbatasan dan harga lahan di Bandar Lampung juga menuntut pengembangan pembangunan kearah vertikal dengan utilitas yang modern.
7. Kebutuhan akan adanya pendidikan karakter dan budi pekerti bagi peserta didik.
Permasalahan bidang kebudayaan di Kota Bandar Lampung antara lain:
1. Belum optimalnya pelestarian nilai-nilai luhur budaya, adat dan tradisi, seni, bahasa dan sastra daerah.
2. Belum optimalnya pengelolaan budaya sebagai aset yang sangat berharga dalam membangun jati diri dan mewarnai segenap sektor kehidupan dan menyaring masuknya budaya-budaya asing yang kurang sesuai dengan tatanan, tuntunan dan tontonan budaya lokal.
3. Belum optimalnya pengelolaan budaya untuk meningkatkan daya tarik wisata dari luar daerah dan dunia internasional.
Tabel. 3.2 Tabel Permasalahan
No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah
1 2 3 4
1 Angka rata- rata lama sekolah belum mencapai 12 tahun
- Kurangnya
ketercukupan sarana dan prasarana pendidikan disatuan
pendidikan dalam
mendukung sukses wajar 12 Tahun dalam hal ini masih banyak satuan pendidikan yang
kekurangan ruang kelas belajar,;
-Peran pelaku
pembangunan pendidikan yang belum optimal;
- Masih ada anak
usia sekolah yang
tidak sekolah
karena biaya dan sarana prasarana pendidikan
73
-Pelaksanakan wajib belajar 12 tahun yang berkualitas belum maksimal
2 Jumlah satuan pendidikan PAUD dan
Pendidikan Dasar yang terakreditasi masih rendah/sedikit -Kurangnya peningkatkan kualitas dan keterjangkauan Sarana dan Prasarana
Pendidikan Non formal dan Informal serta masih -Kurangnya
peningkatkan kualitas dan
keterjangkauan sarana dan prasarana
pendidikan sekolah dasar
-Kualitas yang rendah seta kurangnya Sarana prasarana PAUD dan Pendidikan Dasar
3 Angka Partisipasi Kasar PAUD masih perlu ditingkatkan
-Belum semua penduduk memperoleh layanan akses PAUD yang berkualtas ; -Kurangnya peningkatkan kualitas dan keterjangkauan Sarana dan Prasarana
Pendidikan Anak Usia Dini
Masih banyak anak usia Paud yang tidak ikut
pendidikan Anak usia dini
4 Penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau
masyarakat belum terwujud sepenuhnya -Kurangnya peningkatkan kualitas dan keterjangkauan sarana dan prasarana pendidikan
masih ada anak usia PAUD dan Pendidikan Dasar yang tidak bisa mengikuti pendidikan 5 Kualitas tenaga pendidik yang belum
merata pada setiap sekolah, sehingga diperlukan upaya pemerataan kualitas guru
-Masih kurangnya peningkatkan kualitas serta pemerataan pendidik dan tenaga kependidikan
Belum semua
tenaga kependidikan berijazah S1 dan
74
penyebaran nya
yang tidak merata
6 Rendahnya penguasaan dan
pemanfaatan IT dalam pembelajaran
Kurangnya tenaga
pendidik dan
kependidikan yang
mempunyai standar kompetensi pendidik dan kependidikan;
- Kurangnya
profesionalisme tenaga
pendidik dan
kependidikan dalam proses kegiatan belajar
mengajar di satuan pendidikan. serta -Belum optimalnya pemerataan tenaga pendidik dan kependidikan di masing-masing satuan pendidikan, sehingga
masih banyak satuan
pendidikan baik SD
maupun SMP yang
belum memenuhi
kebutuhan
tenaga pendidik dan
kependidikan. Belum semua tenaga kependidikan berijazah S1 dan penyebaran nya
yang tidak merata
7 Biaya pendidikan sekolah menengah pertama dan tinggi masih membebani orang tua peserta didik, khususnya masyarakat tidak mampu.
-Masih terlalu mahal
biaya pendidikan
menengah pertama dan tinggi bagi keluarga tidak mampu
masih ada anak yang putus sekolah atau tidak sekolah
karena tidak
adanya biaya 8 Sarana dan prasarana gedung tempat
pendidikan belum memenuhi standar pelayanan mutu. Keterbatasan dan harga lahan di Bandar Lampung juga
-Masih rendahnya
kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan karena disebabkan lahan yang terbatas serta Masih
Keterbatasannya
dana Pemerintah
75 menuntut pengembangan
pembangunan kearah vertikal dengan utilitas yang modern
banyak sarana dan prasarana di satuan pendidikan dalam kondisi
rusak dan kekurangan
ruang kelas belajar
9 Kebutuhan akan adanya pendidikan karakter dan budi pekerti bagi peserta didik
-Menurunnya kesadaran
peserta didik akan
pentingnya pembiasaan
norma-norma agama,
nilai-nilai budaya, dan nilai-nilai kemasyarakatan yang mengakibatkan rendahnya nilai-nilai sosial-kultur serta; - Perkembangan IT yang tidak terbendung dan sulit untuk difilter
berdampak pada perilaku anank didik yang tidak sesuai dengan budaya bangsa.
Banyak anak usia
sekolah dapat mengakses perkembangan teknologi dimana tidak bisa menyaring yang sesuai dengan budaya bangsa
10 Belum optimalnya pelestarian nilai-nilai luhur budaya, adat dan tradisi, seni, bahasa dan sastra daerah.
-Kurangnya ketersediaan kualitas sumber daya
manusia kebudayaan yang tersertifikasi (permuseuman dan pelestarian cagar budaya); -Kurangnya kualitas
informasi dan basis data
kebudayaan, Peran
pelaku budaya belum
signifikan dalam melestarikan budaya Kurangnya sosialisasi akan pelestarian nilai – nilai budaya luhur,adat tradisi,seni bahasa dan sastra daerah
11 Belum optimalnya pengelolaan
budaya sebagai aset yang sangat berharga dalam membangun jati diri
dan mewarnai segenap sektor
-Gejala memudarnya
karakter siswa dan jati diri siswa;
-Minimnya apresiasi seni
Kurangnya
sosialisasi akan pelestarian nilai –
76 kehidupan dan menyaring masuknya budaya-budaya asing yang kurang sesuai dengan tatanan, tuntunan dan tontonan budaya lokal.
dan kreatifitas karya budaya
luhur,adat
tradisi,seni bahasa dan sastra daerah
12 Belum optimalnya pengelolaan
budaya untuk meningkatkan daya tarik wisata dari luar daerah dan dunia internasional.
-Pelestarian warisan
budaya belum efektif;
-Belum optimalnya
promosi,diplomasi dan pertukaran budaya; -Pengembangan sumber daya kebudayaan belum maksimal Kurangnya sosialisasi akan pelestarian nilai – nilai budaya luhur,adat tradisi,seni bahasa dan sastra daerah
77
BAB IV
TUJUAN DAN SASARAN