• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III HASIL STUDI EHRA

3.8. Indeks Risiko Sanitasi (IRS)

Resiko sanitasi adalah terjadinya penurunan kualitas hidup, kesehatan, bangunan dan atau lingkungan akibat rendahnya akses terhadap layanan sektor sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat. Area berisiko berdasarkan hasil studi EHRA adalah kegiatan penilaian dan pemetaan tingkat resiko berdasarkan : kondisi sumber air, pencemaran karena air limbah domestik, pengelolaan persampahan di tingkat rumah tangga, kondisi drainase dan perilaku hidup bersih sehat (aspek perilaku cuci tangan pakai sabun, higiene jamban, penangan air minum, dan buang air besar sembarangan). Manfaat penghitungan Indeks Resiko Sanitasi (IRS) adalah sebagai salah satu komponen dalam menentukan area beresiko sanitasi.

Gambar 3.21 Grafik Indeks Risiko Sanitasi (IRS)

Assessment (EHRA

Berdasarkan grafik hasil Studi EHRA diatas, terlihat bahwa yang menjadi resiko sanitasi pada Strata 0 adalah Perilaku hidup bersih sehat (86%) dan Air limbah domestik (56%) serta Sumber air (35%). Untuk strata 1 yang menjadi resiko sanitasi adalah persampahan (93%) dan Perilaku hidup bersih sehat (57%) serta Air limbah domestik (57%). Untuk strata 2 yang menjadi resiko sanitasi adalah persampahan (90%) dan Perilaku hidup bersih sehat (64%) serta Air limbah domestik (58%).

Untuk strata 3 yang menjadi resiko sanitasi adalah Perilaku hidup bersih sehat (60%) dan Sumber air (50%) serta Genangan air (48%) . Untuk strata 4 yang menjadi resiko sanitasi adalah Perilaku hidup bersih sehat (68%) dan Air limbah domestik (61%) serta Sumber air (45%).

Berdasarkan hasil analisa studi EHRA didapatkan indeks resiko sanitasi, sumber air terlindungi yang berada di rumah tangga beresiko tercemar sebesar 48,3%, sedangkan untuk penggunaan sumber air tidak terlindungi sangat tinggi sebesar 73,3%. Di sisi lain tidak terjadi kelangkaan air di Kabupaten Tapanuli Tengah dimana angka kelangkaan air hanya sebesar 30%.

Mengenai pengelolaan air limbah domestik sebesar 91,7% terdapat tangki septic suspek aman dan pencemaran lingkungan karena pembuangan isi tangki septik sebanyak 100%, sedangkan pencemaran karena SPAL sebesar 75%. Dalam pengelolaan persampahan sebesar 95% tidak ada pengelolaan sampah dan frekuensi pengangkutan sampah dan ketepatan waktu pengangkutan sampah sebesar 0% tidak memadai dan tidak tepat waktu. Dari hasil survey didapatkan pengolahan sampah setempat sebesar 76,7% tidak diolah. Genangan air terjadi di beberapa titik di Kabupaten Tapanuli Tengah sebesar 36,7% rumah tangga menyatakan di lingkungannya terdapat genangan air.

Dalam pelaksanaan PHBS, sebagian besar rumah tangga tidak melaksankan CTPS di 5 waktu penting yakni sebesar 91,7%. Di samping itu, terdapat 76,7% masih melaksanakan praktek BABS. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 3.8. Indeks Risiko Sanitasi Berdasarkan Hasil Studi EHRA

Variabel Jawaban Strata

0 1 2 3 4

1. SUMBER AIR

1.1 Sumber air terlindungi Tidak 10,0 44,7 50,8 48,0 48,3

1.2 Penggunaan sumber air tidak terlindungi. Ya 30,0 34,1 24,2 50,0 73,3

1.3 Kelangkaan air Ya 50,0 39,4 28,3 50,0 30,0

2. AIR LIMBAH DOMESTIK

2.1 Tangki septik suspek aman Tidak 20,0 15,3 22,5 29,3 8,3

Assessment (EHRA

2.2 Pencemaran karena pembuangan isi

tangki septik Ya 100,0 100,0 100,0 52,4 100,0

2.3 Pencemaran karena SPAL Ya 46,7 56,5 50,8 60,7 75,0

3. PERSAMPAHAN

3.1 Pengelolaan sampah Tidak 76,7 97,1 95,8 94,0 95,0

3.2 Frekuensi pengangkutan sampah Tidak memadai ,0 100,0 100,0 ,0 ,0

3.3 Ketepatan waktu pengangkutan sampah Tidak tepat

waktu ,0 100,0 100,0 ,0 ,0

3.4 Pengolahan sampah setempat Tidak diolah 33,3 73,5 63,3 75,3 76,7

4. GENANGAN AIR

4.1 Adanya genangan air Ya 26,7 30,0 40,8 48,0 36,7

5. PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT

5.1 CTPS di lima waktu penting Tidak 100,0 85,9 84,2 86,7 91,7

5.2.a. Apakah lantai dan dinding jamban

bebas dari tinja? Tidak 66,7 51,8 65,8 56,0 66,7

5.2.b. Apakah jamban bebas dari kecoa dan

lalat? Tidak 73,3 54,1 61,7 54,0 61,7

5.2.c. Keberfungsian penggelontor. Tidak 66,7 63,5 68,3 55,3 73,3

5.2.d. Apakah terlihat ada sabun di dalam

atau di dekat jamban? Tidak 86,7 47,1 54,2 58,7 60,0

5.3 Pencemaran pada wadah penyimpanan

dan penanganan air Ya, tercemar 86,7 20,6 27,5 25,3 36,7

5.4 Perilaku BABS Ya, BABS 83,3 67,6 83,3 73,3 76,7

BAB IV P E N U T U P

Studi Penilaian Risiko Kesehatan Lingkungan (EHRA) adalah sebuah survey partisipatif di tingkat Kabupaten/Kota untuk memahami kondisi fasilitas sanitasi dan higinitas serta perilaku-perilaku masyarakat pada skala rumah tangga. Kegiatan studi EHRA ini melibatkan berbagai pihak, baik Pokja Sanitasi Kabupaten/Kota, dinas – dinas terkait sampai dengan pengumpulan yang dilakukan oleh Enumerator dengan dibantu oleh supervisor. Ditinjau dari aspek promosi, keterlibatan para petugas kesehatan maupun para Bidan desa/kader ini sangat menguntungkan EHRA itu sendiri karena para petugas kesehatan dan khususnya Bidan desa/kader ini dapat sebagai sarana sosialisasi ke masyarakat mengenai EHRA. Disamping itu adalah sebagai pembelajaran bagaimana mengumpulan data dari rumah ke rumah serta mengetahui bagaimana pengelolaan sampah rumah tangga , jamban keluarga , sumber – sumber air serta pilihan sarana CPTS.

Assessment (EHRA

Sanitasi adalah suatu upaya yang dlakukan manusia terhadap faktor-faktor lingkungan agar tidak berpotensi membahayakan manusia itu sendiri. Tanggung jawab kegiatan sanitasi tidak bisa secara individualistis tapi merupakan tanggungjawab bersama karena potensi yang ditimbulkan dari satu faktor lingkungan tidak hanya membahayakan lingkungan tersebut namun bisa mengancam keseluruhan penduduk di wilayah tersebut. Studi EHRA menghasilkan data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari sumbernya. Data yang merupakan gambaran riil kondisi sanitasi ini dapat digunakan sebagai bahan advokasi untuk pengembangan program sanitasi di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Studi EHRA merupakan suatu rangkaian kegiatan Program Percepatan Sanitasi Permukiman (PPSP). Data yang dikumpulkan dari studi EHRA akan digunakan Pokja Kabupaten Tapanuli Tengah sebagai salah satu bahan untuk menyusun Buku Putih, penetapan area beresiko dan Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK).

Mengingat demikian besarnya guna dan manfaat yang didapat dari kegiatan Studi EHRA ini, dengan kondisi sanitasi yang bisa saja berubah dari waktu ke waktu sebaiknya melakukan pengulangan studi EHRA dalam kurun waktu tertentu dengan cakupan yang lebih luas dan diluar wilayah yang sudah di survey misalnya setiap 3 tahun. Biayanya pun seminimum mungkin tanpa harus mengorbankan kualitas informasi yang diperoleh. Pengulangan studi EHRA beberapa tahun kemudian dapat merupakan bagian dari kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev). Dengan demikian studi EHRA yang baru dilakukan pada Tahun 2014 ini dapat dijadikan baseline/data dasar bagi studi EHRA selanjutnya.

Hambatan dan kendala dalam pelaksanaan studi EHRA di Kabupaten Tapanuli Tengah ini adalah dana yang tersedia terbatas. Dengan dana yang terbatas ini hanya mengambil sebagian dari desa/kelurahan yang ada di wilayah Kabupaten, sehingga dalam menetapkan desa/kelurahan sebagai Area Studi EHRA hanya dengan jumlah 30% desa/kelurahan.

Ada beberapa rekomendasi/saran yang bisa dijadikan pembelajaran agar pelaksanaan EHRA periode selanjutnya dapat lebih baik antara lain :

 Cakupan wilayah studi diperluas agar bisa lebih mendapatkan data yang lebih akurat.

 Menyusun rencana secara efektif dan efisien khususnya dalam hal anggaran kegiatan studi EHRA di tingkat Kabupaten, sehingga pada pelaksanaannya tidak terhambat hanya karena anggaran yang tertunda.

 Supervisor serta Enemurator harus memahami tata cara pelaksanaan survey, pemahaman kuesioner , tehnik wawancara dan pengamatan serta cara mengisi jawaban dengan benar, agar pengisian tidak terdapat kesalahan sehingga tidak berimbas pada hasil akhir studi EHRA.

Assessment (EHRA

 Memaksimalkan peran kader Posyandu di wilayah sebagai petugas Enumerator agar masyarakat lebih bisa memahami kondisi lingkungannya sehingga mempunyai kepedulian dan komitmen terhadap kondisi kesehatan lingkungannya.

Belajar dari pelaksanaan studi EHRA yang pertama ini, masih banyak terdapat keterbatasan yang dimilikinya baik dana, waktu, maupun tenaga, maka di masa yang akan datang kiranya perlu dipikirkan secara matang sistem perencanaan penganggaran agar pelaksanaan studi EHRA berikutnya dapat berjalan dengan lancar sesuai harapan bersama.

LAMPIRAN – LAMPIRAN

Tabel 1. Indeks Risiko Sanitasi.

Variabel Jawaban Strata

0 1 2 3 4

1. SUMBER AIR

1.1 Sumber air terlindungi Tidak 10,0 44,7 50,8 48,0 48,3

1.2 Penggunaan sumber air tidak terlindungi. Ya 30,0 34,1 24,2 50,0 73,3

1.3 Kelangkaan air Ya 50,0 39,4 28,3 50,0 30,0

2. AIR LIMBAH DOMESTIK

2.1 Tangki septik suspek aman Tidak 20,0 15,3 22,5 29,3 8,3

2.2 Pencemaran karena pembuangan isi

tangki septik Ya 100,0 100,0 100,0 52,4 100,0

2.3 Pencemaran karena SPAL Ya 46,7 56,5 50,8 60,7 75,0

3. PERSAMPAHAN

3.1 Pengelolaan sampah Tidak 76,7 97,1 95,8 94,0 95,0

3.2 Frekuensi pengangkutan sampah Tidak memadai ,0 100,0 100,0 ,0 ,0

Assessment (EHRA

3.3 Ketepatan waktu pengangkutan sampah Tidak tepat

waktu ,0 100,0 100,0 ,0 ,0

3.4 Pengolahan sampah setempat Tidak diolah 33,3 73,5 63,3 75,3 76,7 4. GENANGAN AIR

4.1 Adanya genangan air Ya 26,7 30,0 40,8 48,0 36,7

5. PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT

5.1 CTPS di lima waktu penting Tidak 100,0 85,9 84,2 86,7 91,7

5.2.a. Apakah lantai dan dinding jamban

bebas dari tinja? Tidak 66,7 51,8 65,8 56,0 66,7

5.2.b. Apakah jamban bebas dari kecoa dan

lalat? Tidak 73,3 54,1 61,7 54,0 61,7

5.2.c. Keberfungsian penggelontor. Tidak 66,7 63,5 68,3 55,3 73,3

5.2.d. Apakah terlihat ada sabun di dalam

atau di dekat jamban? Tidak 86,7 47,1 54,2 58,7 60,0

5.3 Pencemaran pada wadah penyimpanan

dan penanganan air Ya, tercemar 86,7 20,6 27,5 25,3 36,7

5.4 Perilaku BABS Ya, BABS 83,3 67,6 83,3 73,3 76,7

Assessment (EHRA

Tabel 2. Kalkulasi Indeks Risiko Sanitasi.

Variabel Bobot Strata 0 Strata 1 Strata 2 Strata 3 Strata 4

1. SUMBER AIR 35 39 33 50 45

1.1 Sumber air tercemar 25% 3 11 13 12 12

1.2 Penggunaan sumber air tidak

terlindungi. 25% 8 9 6 13 18

1.3 Kelangkaan air 50% 25 20 14 25 15

2. AIR LIMBAH DOMESTIK. 56 57 58 47 61

2.1 Tangki septik suspek aman 33% 7 5 8 10 3

2.2 Pencemaran karena pembuangan isi

tangki septik 33% 33 33 33 17 33

2.3 Pencemaran karena SPAL 33% 16 19 17 20 25

3. PERSAMPAHAN. 28 93 90 42 43

3.1 Pengelolaan sampah 25% 19 24 24 24 24

3.2 Frekuensi pengangkutan sampah 25% - 25 25 -

-3.3 Ketepatan waktu pengangkutan

sampah 25% - 25 25 -

-3.4 Pengolahan setempat 25% 8 18 16 19 19

4. GENANGAN AIR. 27 30 41 48 37

4.1 Adanya genangan air 100% 27 30 41 48 37

5. PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT. 86 57 64 60 68

5.1 CTPS di lima waktu penting 25% 25 21 21 22 23

5.2.a. Apakah lantai dan dinding jamban

bebas dari tinja? 6% 4 3 4 4 4

5.2.b. Apakah jamban bebas dari kecoa

dan lalat? 6% 5 3 4 3 4

5.2.c. Keberfungsian penggelontor. 6% 4 4 4 3 5

5.2.d. Apakah terlihat ada sabun di dalam

atau di dekat jamban? 6% 5 3 3 4 4

5.3 Pencemaran pada wadah

penyimpanan dan penanganan air 25% 22 5 7 6 9

5.4 Perilaku BABS 25% 21 17 21 18 19

Assessment (EHRA

Tabel 3. Kumulatif Indeks Risiko Sanitasi.

Variabel Srata 0 Srata 1 Srata 2 Srata 3 Srata 4

1. SUMBER AIR 35 39 33 50 45

2. AIR LIMBAH DOMESTIK. 56 57 58 47 61

3. PERSAMPAHAN. 28 93 90 42 43

4. GENANGAN AIR. 27 30 41 48 37

5. PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT. 86 57 64 60 68

231 276 286 248 254

Tabel 4. Katagori Daerah Berisiko Sanitasi.

Batas Nilai Risiko Keterangan

Total Indeks Risiko Max 286

Total Indeks Risiko Min 231

Interval 14

Katagori Area Berisiko Batas Bawah Batas Atas

Kurang Berisiko 231 244

Berisiko Sedang 245 259

Risiko Tinggi 260 274

Risiko Sangat Tinggi 275 289

Assessment (EHRA

Tabel 5. Hasil Skoring Studi EHRA berdasarkan Indeks Risiko.

S T R A T A NILAI IRS SKOR EHRA

Assessment (EHRA

MUARA ORE

STRATA 4 254 2

ANGGOLI SARUDIK PASAR SORKAM MUARA BOLAK SIRAMI RAMIAN PARDOMUAN

Assessment (EHRA

Tabel 6. Nilai IRS Input Instrumen BPS.

Nama Desa/Kelurahan

SITONONG BANGUN 27 28 86 56 35

TEBING TINGGI 27 28 86 56 35

GABUNGAN HASANG 27 28 86 56 35

STRATA 1

SIHAPORAS 30 93 57 57 39

SITARDAS 30 93 57 57 39

KEBUN PISANG 30 93 57 57 39

SIGIRING GIRING 30 93 57 57 39

TAPIAN NAULI I 30 93 57 57 39

BAIR 30 93 57 57 39

MARDAME 30 93 57 57 39

UNTE MUNGKUR IV 30 93 57 57 39

PARGARUTAN 30 93 57 57 39

PARDAMEAN 30 93 57 57 39

RIANIATE 30 93 57 57 39

SIPEA PEA 30 93 57 57 39

KAMPUNG MUDIK 30 93 57 57 39

HUTA TOMBAK 30 93 57 57 39

BONDAR SIHUDON II 30 93 57 57 39

PANANGGAHAN 30 93 57 57 39

BINJOHARA 30 93 57 57 39

STRATA 2

JAGO-JAGO 41 90 64 58 33

SIBULUAN INDAH 41 90 64 58 33

SIPAN 41 90 64 58 33

TAPIAN NAULI II 41 90 64 58 33

NAULI 41 90 64 58 33

UNTE MUNGKUR III 41 90 64 58 33

RAWA MAKMUR 41 90 64 58 33

PASARIBU TOBING 41 90 64 58 33

SIPAKPAHI 41 90 64 58 33

PASAR BATU GERIGIS 41 90 64 58 33

SITIRIS-TIRIS 41 90 64 58 33

TUMBA JAE 41 90 64 58 33

STRATA 3

LUMUT 48 42 60 47 50

PANDAN 48 42 60 47 50

SIPANGE 48 42 60 47 50

KOLANG NAULI 48 42 60 47 50

TELUK ROBAN 48 42 60 47 50

BINASI 48 42 60 47 50

SUGA-SUGA HUTAGODANG 48 42 60 47 50

KAMPUNG SOLOK 48 42 60 47 50

AEK DAKKA 48 42 60 47 50

SOSOR GONTING 48 42 60 47 50

SIGOLANG 48 42 60 47 50

PARIK SINOMBA 48 42 60 47 50

Assessment (EHRA

TUMBA 48 42 60 47 50

BAJAMAS 48 42 60 47 50

MUARA ORE 48 42 60 47 50

STARATA 4

ANGGOLI 37 43 68 61 45

SARUDIK 37 43 68 61 45

PASAR SORKAM 37 43 68 61 45

MUARA BOLAK 37 43 68 61 45

SIRAMI RAMIAN 37 43 68 61 45

PARDOMUAN 37 43 68 61 45

Assessment (EHRA

Assessment (EHRA FOTO DOKUMENTASI

Pelatihan Studi EHRA Provinsi Sumatera Uara Tanggal 19 - 22 Mei 2014 di Hotel Asean Internasional – Medan

Pemaparan Materi Studi EHRA Oleh Narasumber

Assessment (EHRA

Lokalatih bagi Pokja Sanitasi dan Entri Data Menggunakan Software Studi EHRA Tanggal 10 Juni 2014 di Kantor Bappeda Kabupaten Tapanuli Tengah

Penyampaian Materi Oleh City Fasilitator Kabupaten Tapanuli Tengah

Assessment (EHRA

Pelatihan Koordinator, Supervisor, Enumerator Studi EHRA

Tanggal 25 Juni 2014 di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kab. Tapanuli Tengah

Penyampaian Materi Oleh City Fasilitator Kabupaten Tapanuli Tengah

Assessment (EHRA

Wawancara Enumerator dengan Responden Studi EHRA Desa Kebun Pisang – Kecamatan Badiri

Wawancara Enumerator dengan Responden Studi EHRA Desa Pargarutan – Kecamatan Sorkam

Assessment (EHRA

Wawancara Enumerator dengan Responden Studi EHRA Desa Mardame – Kecamatan Sitahuis

Wawancara Enumerator dengan Responden Studi EHRA Desa Kolang Nauli - Kecamatan Kolang

Assessment (EHRA

Pelaksanaan Entri Data Studi EHRA

Tanggal 14 Juli 2014 di Kantor Bappeda Kabupaten Tapanuli Tengah

Tim Entri Data Studi EHRA Kabupaten Tapanuli Tengah

Assessment (EHRA

Pelaksanaan Analisa Data Studi EHRA di Kantor Bappeda Kabupaten Tapanuli Tengah

Dokumen terkait