• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

1.3. Waktu Pelaksanaan Studi EHRA

Jadwal pelaksanaan Studi EHRA Kabupaten Tapanuli Tengah dilaksanakan mulai akhir bulan Mei 2014 sampai bulan September 2014.

Jadwal Pelaksanaan Studi EHRA 2014 Kabupaten Tapanuli Tengah

No Kegiatan Periode

Mei Juni Juli Agustus September

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. Pelaksanaan Studi EHRA

1.1 Persiapan Studi EHRA Rapat persiapan untuk :

a. Membangun kesepahaman tentang studi EHRA

b. Membentuk Tim Pelaksana studi EHRA c. Menyiapkan anggaran studi EHRA 1.2 Penentuan area studi

a. Penentuan Stratifikasi Desa/Kelurahan wilayah studi EHRA

a. Pemilihan supervisor, enumerator dan petugas entri data

b. Pelatihan Studi EHRA praktik wawancara bagi enumerator dan pelatihan entri data 1.4 Pelaksanaan studi EHRA

1.5 Pengolahan, Analisis Data dan penulisan laporan a. Entri Data

b. Analisis Data c. Penulisan Laporan

Assessment (EHRA BAB II METODOLOGI DAN LANGKAH STUDI EHRA

Studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA) atau studi Penilaian Risiko Kesehatan Lingkungan merupakan salah satu dari beberapa studi primer yang harus dilakukan oleh Kelompok Kerja (Pokja) Sanitasi Kabupaten/Kota untuk menyusun Buku Putih Sanitasi dan Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK). Studi EHRA ini memberi data ilmiah dan faktual tentang ketersediaan layanan sanitasi di tingkat rumah tangga dalam skala kabupaten/kota. Sub sektor sanitasi yang menjadi obyek studi meliputi limbah cair domestik, limbah padat/sampah dan drainase lingkungan, serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) termasuk praktek Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).

Studi EHRA menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menerapkan 2 (dua) teknik pengumpulan data, yakni : 1) wawancara (interview) dan 2) pengamatan (observation).

Pewawancara dan pelaku pengamatan dalam EHRA adalah Enumerator yang dipilih secara kolaboratif oleh Pokja Sanitasi dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah . Sementara Sanitarian bertugas menjadi Supervisor selama pelaksanaan survey. Sebelum turun ke lapangan, para sanitarian dan enumerator mengikuti pelatihan enumerator selama 1 ( satu ) hari. Dalam pelatihan supervisor dan enumerator, materi yang dilatihkan adalah cara pengumpulan data yang merupakan salah satu bagian penting dari rangkaian kegiatan studi untuk memperoleh data yang akurat dan valid, antara lain mencakup dasar-dasar wawancara dan pengamatan, pemahaman tentang instrumen EHRA, latar belakang konseptual dan praktis tentang indikator-indikator, uji coba lapangan, dan diskusi perbaikan instrumen.

Sampel adalah bagian dari populasi, dimana anggota sampel adalah anggota yang dipilih dari populasi. Oleh karena itu pengambilan sampel dilakukan di daerah populasi yang telah ditetapkan sebagai Target Area Studi. Unit sampling utama (Primary Sampling) adalah RT (Rukun Tetangga). Unit sampling ini dipilih secara proporsional dan random berdasarkan total RT di semua RW dalam setiap desa/kelurahan yang telah ditentukan menjadi area survey. RT (Rukun Tetangga) Area Studi maupun responden atau sampel Studi EHRA diharapkan bisa merepresentasikan/mewakili sifat dari populasi yang diwakilinya. Yang menjadi responden adalah Ibu atau anak perempuan yang sudah menikah, dan berumur antara 18 s/d 60 tahun.

Secara penuh pengumpulan data pada studi EHRA dilakukan oleh Enumerator yang bertanggungjawab untuk tiap desa/kelurahan area studi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pengamatan langsung. Wawancara bertujuan mengumpulkan informasi dengan cara bertanya secara langsung kepada responden menggunakan kuesioner terstruktur yang

Assessment (EHRA

dilengkapi dengan buku pedoman pengisian kuesioner. Wawancara merupakan suatu proses interaksi dan komunikasi yang hasilnya ditentukan oleh berbagai faktor, yaitu : pewawancara/Enumerator, responden, materi pertanyaan (kuesioner/daftar pertanyaan) dan situasi pada saat wawancara. Agar hasil wawancara mempunyai mutu yang baik, pewawancara harus menyampaikan pertanyaan kepada responden dengan baik dan jelas. Kalau perlu pewawancara harus menggali lebih lanjut jawaban responden yang belum jelas (probing) sehingga responden mau menjawab dengan jujur. Pewawancara hanya boleh secara berulang-ulang membacakan pertanyaan yang persis sama dan tidak boleh sedikitpun diubah oleh pewawancara. Wawancara dan pengamatan oleh Enumerator diselesaikan dalam waktu sekitar 30 - 45 menit.

Pekerjaan entri data dikoordinir oleh Pokja Sanitasi Kabupaten Tapanuli Tengah. Sebelum melakukan entri data, tim data entri terlebih dahulu mengikuti pelatihan singkat data entry EHRA yang difasilitasi oleh Tim Fasilitator yang telah terlatih dari PIU Advokasi dan Pemberdayaan.

Selama pelatihan itu, tim data entri dikenalkan pada struktur kuesioner dan perangkat lunak yang digunakan serta langkah langkah untuk uji konsistensi yakni program EPI Info dan SPSS.

Untuk quality control, tim spot check mendatangi 5% rumah yang telah disurvei. Tim spot check secara individual melakukan wawancara singkat dengan kuesioner yang telah disediakan dan kemudian menyimpulkan apakah wawancara benar-benar terjadi dengan standar yang ditentukan. Quality control juga dilakukan di tahap data entri. Hasil entri dire-check kembali oleh tim Pokja Sanitasi. Sejumlah 5% entri kuesioner diperiksa kembali.

Kegiatan Studi EHRA memerlukan keterlibatan berbagai pihak dan tidak hanya bisa dilaksanakan oleh Pokja Kabupaten/Kota semata. Agar efektif, Pokja Sanitasi Kabupaten/Kota diharapkan bisa mengorganisir pelaksanaan secara menyeluruh. Adapun susunan Tim EHRA sebagai berikut :

1. Penanggungjawab : Pokja Sanitasi Kabupaten TapanuliTengah.

2. Koordinator Studi : Kadis Kesehatan Kabupaten TapanuliTengah.

3. Anggota : BAPPEDA, Dinas PU, Bapedalda, Komunikasi dan lnformatika, Dinas Perhubungan.

4. Koordinator Kecarnatan : Kepala Puskemas – Kabupaten Tapanuli Tengah.

5. Supervisor : Sanitarian Puskesmas se- Kabupaten Tapanuli Tengah.

6. Tim Entry Data : Dinas Kesehatan, Bappeda dan Dinas PU.

7. Tim Analisis Data : Dinas Kesehatan dan Bappeda.

8. Enumerator : Bidan desa/kelurahan.

Assessment (EHRA

2.1. Penentuan Kebijakan Sampel Pokja Sanitasi Kabupaten Tapanuli Tengah.

Pokja Sanitasi Kabupaten/Kota dalam menentukan kebijakan sampelnya berpengaruh langsung pada penentuan jumlah desa/kelurahan area studi maupun penentuan jumlah respondennya. Dalam menentukan kebijakan, Pokja Kabupaten/Kota biasanya menggunakan pertimbangan-pertimbangan utama antara lain :

a. Kemampuan Anggaran Pokja Sanitasi Kabupaten/Kota.

b. Ketersediaan Sumber Daya Manusia pelaksana Studi EHRA

c. Desa/Kelurahan Prioritas sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten/Kota.

Berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut diatas, Pokja Sanitasi Kabupaten/Kota menentukan kebijakan sampelnya berupa ketentuan desa/kelurahan Area Studi atau ketentuan jumlah responden dalam studi EHRA sebagai berikut :

a. Seluruh Desa/Kelurahan diambil sebagai Area Studi EHRA, atau

b. Persentase Desa/Kelurahan (% jumlah desa/kelurahan) atau Desa/Kelurahan Prioritas/Tertentu diambil sebagai Area Studi EHRA, atau

c. Jumlah Responden tertentu diambil sebagai Sampel Studi EHRA.

Berdasarkan kaidah statistik, untuk menentukan ukuran sampel minimum dalam skala kabupaten/kota dilakukan dengan menggunakan “Rumus Slovin”. Rumus ini digunakan untuk mengetahui estimasi dari proporsi populasi dengan menggunakan proporsi sampel. Hal ini sesuai dengan asumsi yang digunakan dalam studi EHRA, dimana hasil Studi EHRA dari sampel desa/kelurahan sebagai area studi yang berupa nilai proporsi akan bisa memberikan peta area berisiko dalam skala kabupaten/kota. Bentuk “Rumus Slovin” sebagai berikut :

Dimana :

 n adalah jumlah sampel

 N adalah jumlah populasi

 d adalah persentase toleransi ketidak telitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir 5% (d =0,05)  Asumsi tingkat kepercayaan 95%, karena menggunakan α = 0,05, sehingga diperoleh nilai Z=1,96 yang kemudian dibulatkan menjadi Z=2.

Penentuan kebijakan sampel dalam Studi EHRA untuk Kabupaten Tapanuli Tengah adalah dengan mengambil sebagian dari desa/kelurahan yang ada di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah sebagai Area Studi EHRA, hal ini dikarenakan jumlah desa/kelurahan cukup banyak dan dana yang tersedia terbatas. Penetapan desa/kelurahan dipilih sesuai dengan salah satu

Assessment (EHRA

kondisi/kebijakan sampling yakni dengan menetapkan desa/kelurahan dengan jumlah tertentu atau dengan kriteria tertentu sebagai Area Studi EHRA, yaitu : 30 % dari seluruh desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Tapanuli Tegah sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah. Dengan jumlah populasi rumah tangga yang ada di Kabupaten Tapanuli Tegah sebanyak 69.357 KK maka jumlah sampel minimum yang harus dipenuhi adalah sebanyak 382. Namun demikian untuk keperluan keterwakilan desa/ kelurahan berdasarkan hasil stratifikasi, Pokja Sanitasi Kabupaten Tapanuli Tengah metetapkan jumlah Desa/ kelurahan yang akan dijadikan target area survey sebanyak 53 desa/kelurahan sehingga jumlah sampel yang harus diambil sebanyak 530 responden.

2.2. Penentuan Strata Desa/Kelurahan.

Metoda penentuan area survey dilakukan secara geografi dan demografi melalui proses yang dinamakan Stratifikasi. Metode ini digunakan karena desa/kelurahan area studi dalam populasi mempunyai karakteristik geografi dan demografi yang sangat variatif (heterogen), agar keanekaragaman karakteristik tersebut bermakna bagi analisa studinya dan agar tidak terambil hanya dari kelompok tertentu saja maka kepada desa/kelurahan area studi harus dilakukan stratifikasi terlebih dulu sebelum diambil sampelnya secara random (Stratified Random Sampling). Stratifikasi desa/kelurahan dalam studi EHRA dimaksudkan untuk mengklasifikasikan desa/kelurahan sesuai dengan strata/tingkatan risiko kesehatan lingkungan dari faktor geografi dan demografi.

Stratifikasi desa/kelurahan di Kabupaten/Kota akan menghasilkan Strata/Tingkatan Risiko Kesehatan Lingkungan dari desa/kelurahan. Desa/kelurahan yang terdapat pada Strata tertentu dianggap memiliki tingkat risiko kesehatan lingkungan yang sama. Dengan demikian, desa/kelurahan yang menjadi Area Studi pada suatu strata akan mewakili desa/kelurahan lainnya yang bukan merupakan Area Studi pada strata yang sama.

Penetapan strata dapat memberikan indikasi awal strata/tingkatan risiko kesehatan lingkungan desa/kelurahan sehingga bisa dipakai sebagai sarana advokasi kepada para pemangku kepentingan di kecamatan agar lebih memperhatikan desa/kelurahan yang mempunyai strata risiko kesehatan lingkungan yang tinggi. Oleh karena itu Kabupaten/Kota yang tidak harus melakukan stratifikasi ( karena sudah menentukan seluruh desa/kelurahannya sebagai area studi ), bisa melakukan stratifikasi desa/kelurahannya karena hasilnya akan digunakan sebagai sarana advokasi.

Penetapan Strata dilakukan berdasarkan 4 (empat) kriteria utama yang sudah ditetapkan oleh Program PPSP dan wajib digunakan oleh semua Pokja Sanitasi Kabupaten/Kota dalam melakukan Studi EHRA. Kriteria utama penetapan Strata tersebut adalah sebagai berikut :

Assessment (EHRA

a. Kepadatan penduduk yaitu jumlah penduduk per luas wilayah tertentu. Pada umumnya kota-kota telah mempunyai data kepadatan penduduk sampai dengan kecamatan dan kelurahan. Sementara untuk kabupaten, umumnya hanya mempunyai data kepadatan penduduk sampai kecamatan meskipun ada pula beberapa kabupaten yang mempunyai data kepadatan penduduk sampai desa.

Di banyak kabupaten, tingkat kepadatan penduduk tidak merata. Ada beberapa kecamatan atau desa/ kelurahan yang memiliki kepadatan penduduk relatif tinggi dan lainnya masih sangat rendah karena sebagian besar lahannya masih berupa perkebunan atau hutan lindung. Oleh karena itu, Studi EHRA di kabupaten yang kepadatan penduduknya tidak merata akan diutamakan di kecamatan dan desa dengan kepadatan penduduk lebih dari 25 jiwa per Ha.

b. Angka kemiskinan dengan indikator yang datanya mudah diperoleh tapi cukup representatif menunjukkan kondisi sosial ekonomi setiap desa/kelurahan. Sebagai contoh ukuran angka kemiskinan bisa dihitung berdasar-kan proporsi jumlah Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera 1 dengan formula sebagai berikut :

(Σ Pra-KS + Σ KS1)

Angka Kemiskinan = --- X 100%

Σ KK

Persentase angka kemiskinan disesuaikan dengan data angka kemiskinan masing-masing Kabupaten/Kota atau yang disepakati oleh Pokja.

c. Daerah/wilayah yang dialiri sungai//saluran drainase/ saluran irigasi yang berpotensi digunakan atau telah digunakan sebagai sarana MCK dan pembuangan sampah oleh masyarakat setempat.

d. Daerah terkena banjir dan dinilai mengangggu ketentraman masyarakat dengan parameter ketinggian air, luas daerah banjir/genangan, dan lamanya surut yang bisa ditentukan oleh Pokja atau mengacu kepada SPM PU dengan ketinggian genangan lebih dari 30 cm dan lamanya genangan lebih dari 2 jam.

Stratifikasi atau penentuan strata desa/kelurahan, dilakukan oleh Pokja Sanitasi Kabupaten Tapanuli Tengah bersama petugas Kecamatan dengan menggunakan empat kriteria utama penentuan strata diatas. Stratifikasi desa/kelurahan dilakukan terhadap seluruh desa/kelurahan yang ada di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah. Berdasarkan kriteria di atas, stratifikasi desa/kelurahan di Kabupaten Tapanuli Tengah dapat dilihat pada Tabel 2.1 dan Tabel 2.1 berikut ini :

Assessment (EHRA

Tabel 2.1. Stratifikasi ( Penetapan Strata ) Desa/Kelurahan Area Studi EHRA.

NO. KECAMATAN DESA/KELURAHAN

2. SIRANDORUNG Sampang Maruhur + + + - 3

Siordang + + + - 3

Assessment (EHRA

7. PASARIBU TOBING Suga Suga Hutagodang + + + - 3

Suka Maju - + + + 3

Assessment (EHRA

Assessment (EHRA

Aek Gambir - + - - 1

Masundung - + - - 1

Sialogo - + - - 1

19. SIBABANGUN Mombang Boru - + + + 3

Anggoli + + + + 4

Sibabangun + + + + 4

Simanosor + + + + 4

Muara Sibuntuon - + + + 3

Sibio-bio - + + + 3

Hutagurgur - + + + 3

20. SUKABANGUN Tebing Tinggi - - - - 0

Pulo Pakkat II - - + + 2

Sihapas - - - - 0

Pulo Pakkat - - + - 1

Janji Maria - - + - 1

Sihadatuon - - - - 0

Assessment (EHRA

Tabel 2.2. Rekapitulasi Stratifikasi ( Penetapan Strata ) Desa/Kelurahan.

Strata 0 Strata 1 Strata 2 Strata 3 Strata 4

Desa/Kelurahan Desa/Kelurahan Desa/Kelurahan Desa/Kelurahan Desa/Kelurahan

Gabungan Hasang Manduamas Lama Pagaran Nauli Tumba Pasar Onan Manduamas

Pearaja Binjohara Saragih Sampang Maruhur Pardomuan

Pargaringan Sarma Nauli Tumba Jae Siordang Ladang Tengah

Sitonong Bangun Lae Monang Simpang III Lae Bingke Bajamas Lobu Tua

Toga Basir Bondar Sihudon II Sijungkang Masnauli Sirami Ramian

Pinang Baru Rina Bolak Sitiris Tiris Sigodung Pasar Terandam

Tebing Tinggi Sawah Lamo Bukit Patupangan Muara Ore Siantar CA

Sihapas Pananggahan Sigambo Gambo Uratan Muara Bolak

Sihadatuon Hutaginjang Pasar Batu Gerigis Bondar Sihudon I Sibintang

Siharbangan Bungo Tanjung Sosor Gonting Unte Boang

Kampung Mudik Aek Nadua Pangaribuan Pasar Sorkam

Siantar Dolok Pasaribu Tobing Sogar Sorkam Kanan

Baringin Makmur Sigolang Sorkam kiri

Huta Tombak Simargarap Purba Tua Sarudik

Sidaling Sipakpahi Sihorbo Pondok Batu

Maduma Pahieme Parik Sinomba Pasir Bidang

Sipea Pea Pahieme II Kedai Gedang Anggoli

Aek Raso Unte Mungkur III Padang Masiang Sibabangun

Sidikalang Sipakpahi Aek Lobu Kampung Solok Simanosor

Pargarutan Hudopo Nauli Kinali Naipospos Barat

Tarutung Bolak Rawa Makmur Ujung Batu Bonalumban

Gonting Mahe Makarti Nauli Aek Dakka Sibuluan Nalambok

Pardamean Mela Dolok Barambang

Pelita Tapian Nauli II Sosor Gadong

Fajar Mela I Suga Suga Hutagodang

Rianiate Mela II Suka Maju

Dolok Pantis Nauli Pasaribu Tobing Jae

Assessment (EHRA

Simarpinggan Aek Bontar Binasi

Unte Mungkur IV Tapian Naui/ Saurma Botot

Unte Mungkur II Sipan Sorkam

Unte Mungkur I Hajoran Teluk Roban

Tapian Nauli I Aek Tolang Satahi Nauli

Aloban Sibuluan Indah Hurlang Muara Nauli

Tapian Nauli IV Sibuluan Raya Kolang Nauli

Bair Kalangan Pasar Onan Hurlang

Bonan Dolok Jago Jago Tapian Nauli III

Rampa Hutabalang Sipange

Mardame Gunung Kelambu Hutanabolon

Naga Timbul Lubuk Ampolu Tukka

Simaninggir Pinang Sori Pandan

Sigiring Giring Pulo Pakkat II Lubuk Tukko

Sait. Kalangan II Sibuluan Nauli

Assessment (EHRA

2.3. Penentuan Jumlah Desa/Kelurahan Target Area Studi.

Penentuan Jumlah desa/kelurahan Target Area Studi hanya dilakukan oleh Kabupaten/Kota yang menetapkan sebagian desa/kelurahannya sebagai Target Area Studi. Proses pemilihan desa/kelurahan sebagai target area studi, pada dasarnya dilakukan dengan teknik random atau acak dimana semua desa/kelurahan mempunyai peluang yang sama untuk dijadikan desa/kelurahan Target Area Studi EHRA. Penentuan Jumlah desa/kelurahan Target Area Studi untuk Kabupaten Tapanuli Tengah yang menentukan persentase tertentu jumlah desa/kelurahan yang diambil sebagai Target Area Studi EHRA.

Setelah diketahui Strata atau komposisi strata desa/kelurahan se Kabupaten Tapanuli Tengah seperti pada Tabel 2.2. Rekapitulasi Stratifikasi (Penetapan Strata) desa/kelurahan ), Pokja Sanitasi Kabupaten Tapanuli Tengah menentukan persentase 30% desa/kelurahan yang akan dijadikan Target Area Studi EHRA, selanjutnya Pokja Sanitasi Kabupaten Tapanuli Tengah menyusun proporsi desa/kelurahan sesuai dengan komposisi strata desa/kelurahannya seperti Tabel 2.3. berikut ini :

Tabel 2.3. Penentuan Jumlah Desa/Kelurahan sebagai Area Studi EHRA ( berdasar proporsi tertentu dari jumlah desa/kelurahan yang ada )

No. Strata Jumlah Desa/Kelurahan Desa/Kelurahan yang diambil sebagai tempat area studi (30%) dilakukan pemilihan desa/kelurahan target area studi secara random sampai tercapai jumlah sesuai perhitungan jumlah desa/kelurahan target area studi disetiap stratanya. Untuk menentukan nama desa/kelurahan Target Area Studi Tapanuli Tengah adalah sebagai berikut :

1. Strata 4 ( 6 desa/kelurahan dari 22 desa/kelurahan strata 4 ).

a. Mengurutkan nama desa/kelurahan strata 4 se kabupaten/kota.

b. Menentukan Angka Interval (AI). Dalam menentukan AI, perlu diketahui jumlah total desa/kelurahan strata 4 dan jumlah desa/kelurahan strata 4 yang akan diambil. Maka angka

Assessment (EHRA

interval (AI) = jumlah total desa/kelurahan strata 4 dibagi jumlah desa/kelurahan strata 4 yang diambil. AI = 22/6 = 3,33, dengan pembulatan maka diperoleh AI = 3.

c. Menentukan desa/kelurahan strata 4 pertama yang akan diambil. Angka random (desa/kelurahan strata 4 ke-1) yang diperoleh adalah 2, maka desa/kelurahan strata 4 dengan nomor urut 2 terpilih sebagai desa/kelurahan strata 4 ke-1 sebagai lokasi area studi.

d. Memilih desa/kelurahan strata 4 berikutnya adalah 2 + 3 = 5. Maka desa/kelurahan strata 4 dengan nomor urut 5 terpilih sebagai desa/kelurahan strata 4 ke-2 sebagai lokasi area studi, demikian seterusnya sampai diperoleh sebanyak 6 desa/kelurahan strata 4 lokasi area studi.

2. Strata 3 ( 15 desa/kelurahan dari 49 desa/kelurahan strata 3 ).

a. Mengurutkan nama desa/kelurahan strata 3 se kabupaten/kota.

b. Menentukan Angka Interval (AI). Angka interval (AI) = jumlah total desa/kelurahan strata 3 dibagi jumlah desa/kelurahan strata 3 yang diambil. AI = 49/15 = 3,33, dengan pembulatan maka diperoleh AI = 3.

c. Menentukan desa/kelurahan strata 3 pertama yang akan diambil. Angka random (desa/kelurahan strata 3 ke-1) yang diperoleh adalah 1, maka desa/kelurahan strata 3 dengan nomor urut 1 terpilih sebagai desa/kelurahan strata 3 ke-1 sebagai lokasi area studi.

d. Memilih desa/kelurahan strata 3 berikutnya adalah 1 + 3 = 4. Maka desa/kelurahan strata 3 dengan nomor urut 4 terpilih sebagai desa/kelurahan strata 3 ke-2 sebagai lokasi area studi, demikian seterusnya sampai diperoleh sebanyak 15 desa/kelurahan strata 3 lokasi area studi.

3. Strata 2 ( 12 desa/kelurahan dari 41 desa/kelurahan strata 2 ).

a. Mengurutkan nama desa/kelurahan strata 2 se kabupaten/kota.

b. Menentukan Angka Interval (AI). Angka interval (AI) = jumlah total desa/kelurahan strata 2 dibagi jumlah desa/kelurahan strata 2 yang diambil. AI = 41/12 = 3,33, dengan pembulatan maka diperoleh AI = 3.

c. Menentukan desa/kelurahan strata 2 pertama yang akan diambil, Angka random (desa/kelurahan strata 2 ke-1) yang diperoleh adalah 3, maka desa/kelurahan strata 2 dengan nomor urut 3 terpilih sebagai desa/kelurahan strata 2 ke-1 sebagai lokasi area studi.

d. Memilih desa/kelurahan strata 2 berikutnya adalah 3 + 3 = 9. Maka desa/kelurahan strata 2 dengan nomor urut 6 terpilih sebagai desa/kelurahan strata 2 ke-2 sebagai lokasi area studi, demikian seterusnya sampai diperoleh sebanyak 12 desa/kelurahan strata 2 lokasi area studi.

4. Strata 1 ( 17 desa/kelurahan dari 56 desa/kelurahan strata 1 ).

a. Mengurutkan nama desa/kelurahan strata 1 se kabupaten/kota.

Assessment (EHRA

b. Menentukan Angka Interval (AI). Angka interval (AI) = jumlah total desa/kelurahan strata 1 dibagi jumlah desa/kelurahan strata 1 yang diambil. AI = 56/17 = 3,33, dengan pembulatan maka diperoleh AI = 3.

c. Menentukan desa/kelurahan strata 1 pertama yang akan diambil, Angka random (desa/kelurahan strata 1 ke-1) yang diperoleh adalah 2, maka desa/kelurahan strata 1 dengan nomor urut 2 terpilih sebagai desa/kelurahan strata 1 ke-1 sebagai lokasi area studi.

d. Memilih desa/kelurahan strata 1 berikutnya adalah 2 + 3 = 5. Maka desa/kelurahan strata 1 dengan nomor urut 5 terpilih sebagai desa/kelurahan strata 1 ke-2 sebagai lokasi area studi, demikian seterusnya sampai diperoleh sebanyak 17 desa/kelurahan strata 1 lokasi area studi.

5. Strata 0 ( 3 desa/kelurahan dari 9 desa/kelurahan strata 0 ).

a. Mengurutkan nama desa/kelurahan strata 0 se kabupaten/kota.

b. Menentukan Angka Interval (AI). Angka interval (AI) = jumlah total desa/kelurahan strata 0 dibagi jumlah desa/kelurahan strata 0 yang diambil. AI = 9/3 = 3,33, dengan pembulatan maka diperoleh AI = 3.

c. Menentukan desa/kelurahan strata 0 pertama yang akan diambil, Angka random (desa/kelurahan strata 0 ke-1) yang diperoleh adalah 1, maka desa/kelurahan strata0 dengan nomor urut 1 terpilih sebagai desa/kelurahan strata 0 ke-1 sebagai lokasi area studi.

d. Memilih desa/kelurahan strata 0 berikutnya adalah 1 + 3 = 4. Maka desa/kelurahan strata 0 dengan nomor urut 4 terpilih sebagai desa/kelurahan strata 0 ke-2 sebagai lokasi area studi, demikian seterusnya sampai diperoleh sebanyak 3 desa/kelurahan strata 0 lokasi area studi.

Untuk lebih jelasnya hasil pemilihan dan penentuan serta rekapitulasi desa/kelurahan Target Area Studi Kabupaten Tapanuli Tengah dapat dilihat pada Tabel 2.4. dan Tabel 2.5 di bawah ini :

Tabel 2.4. Pemilihan Desa/Kelurahan sebagai lokasi studi.

Desa/Kelurahan Strata 4 sebagai lokasi studi.

Kecamatan Desa/Kelurahan No. Urut

ANDAM DEWI Sirami Ramian 5 Desa/Kelurahan Ke-2

BARUS Pasar Terandam 6

SOSOR GADONG Siantar CA 7

SOSOR GADONG Muara Bolak 8 Desa/Kelurahan Ke-3

SOSOR GADONG Sibintang 9

SOSOR GADONG Unte Boang 10

SORKAM BARAT Pasar Sorkam 11 Desa/Kelurahan Ke-4

SORKAM BARAT Sorkam Kanan 12

Assessment (EHRA

Desa/Kelurahan Strata 3 sebagai lokasi studi.

Kecamatan Desa/Kelurahan No. Urut

SIRANDORUNG Muara Ore 7 Desa/Kelurahan Ke-3

ANDAM DEWI Uratan 8

ANDAM DEWI Bondar Sihudon I 9

ANDAM DEWI Sosor Gonting 10 Desa/Kelurahan Ke-4

ANDAM DEWI Pangaribuan 11

ANDAM DEWI Sogar 12

ANDAM DEWI Sigolang 13 Desa/Kelurahan Ke-5

BARUS UTARA Purba Tua 14

BARUS UTARA Sihorbo 15

BARUS UTARA Parik Sinomba 16 Desa/Kelurahan Ke-6

BARUS Kedai Gedang 17

BARUS Padang Masiang 18

BARUS Kampung Solok 19 Desa/Kelurahan Ke-7

BARUS Kinali 20

BARUS Ujung Batu 21

BARUS Aek Dakka 22 Desa/Kelurahan Ke-8

SOSOR GADONG Barambang 23

SOSOR GADONG Sosor Gadong 24

PASARIBU TOBING Suga Suga Hutagodang 25 Desa/Kelurahan Ke-9

PASARIBU TOBING Suka Maju 26

SORKAM BARAT Pasaribu Tobing Jae 27

SORKAM BARAT Binasi 28 Desa/Kelurahan Ke-10

SORKAM Botot 29

SORKAM Sorkam 30

SORKAM Teluk Roban 31 Desa/Kelurahan Ke-11

KOLANG Satahi Nauli 32

KOLANG Hurlang Muara Nauli 33

KOLANG Kolang Nauli 34 Desa/Kelurahan Ke-12

KOLANG Pasar Onan Hurlang 35

TAPIAN NAULI Tapian Nauli III 36

TUKKA Sipange 37 Desa/Kelurahan Ke-13

TUKKA Hutanabolon 38

TUKKA Tukka 39

PANDAN Pandan 40 Desa/Kelurahan Ke-14

Assessment (EHRA

Desa/Kelurahan Strata 2 sebagai lokasi studi.

Kecamatan Desa/Kelurahan No. Urut

Desa/Kelurahan Desa/Kelurahan Strata 2 Terpilih

MANDUAMAS Pagaran Nauli 1

MANDUAMAS Saragih 2

MANDUAMAS Tumba Jae 3 Desa/Kelurahan Ke-1

SIRANDORUNG Simpang III Lae Bingke 4

ANDAM DEWI Sijungkang 5

ANDAM DEWI Sitiris Tiris 6 Desa/Kelurahan Ke-2

BARUS Bukit Patupangan 7

BARUS Sigambo Gambo 8

BARUS Pasar Batu Gerigis 9 Desa/Kelurahan Ke-3

BARUS Bungo Tanjung 10

PASARIBU TOBING Aek Nadua 11

PASARIBU TOBING Aek Nadua 11

Dokumen terkait