• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

5.6 Formulasi Strategi Pengembangan Pemanfaatan Pekarangan Suburban

5.6.3 Penentuan Strategi Pengembangan Pemanfaatan Pekarangan

Tahap selanjutnya adalah evaluasi strategi pengembangan pemanfaatan pekarangan suburban. Evaluasi strategi faktor internal dan eksternal dilakukan denan membuat table matriks evaluasi faktor strategis internal dan faktor strategis eksternal. Adapun langkah yang dilakukan dalam mengevaluasi faktor internal dan eksternal adalah membuat pembobotan, scoring, dan mencari skor yang terbobot (bobot x skor). Besar bobotnya diperoleh melalui perbandingan kombinasi berpasangan. Sedangkan besar skor ditentukan oleh peneliti berdasarkan parameter yang telah ditetapkan, berdasarkan data yang diperoleh melalui hasil wawancara.

Pada tahap penentuan skoring, skor diberikan kepada faktor internal untuk menentukan mana faktor yang menunjukkan kekuatan dan kelemahan. Setelah itu dilakukan perhitungan hasil skor dengan melakukan perkalian bobot dan skor. Perkalian bobot dan skor faktor strategi internal pengembangan pemanfaatan pekarangan suburban di Desa Suka Makmur, Kedai Durian, dan Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang disajikan pada Tabel 5.7.

Tabel 5.8. Matriks Evaluasi Faktor Strategis Internal (IFAS)

No. Uraian Bobot Skor Bobot x

Skor KEKUATAN

1 Diperlukannya penyediaan tanaman buah dan

atau sayur tahunan 0.119 3.12 0.371

2 Diperlukannya penyediaan tanaman obat

keluarga (toga) 0.103 2.47 0.254

3 Kebutuhan tanaman peneduh/ hutan mini 0.180 3.64 0.291

4 Tingginya kenyamanan alam 0.088 3 0.264

5 Penguasaan teknik budidaya yang cukup baik 0.079 2.76 0.218 6 Adanya nostalgia perumahan yang tinggi 0.096 2.47 0.237

KELEMAHAN

1 Luas lahan pekarangan sempit 0.099 1.06 0.105

2 Kurang diperlukannya penyediaan lahan

hewan peliharaan/ternak 0.071 1 0.071

3 Gaya hidup yang cukup praktis 0.111 1.18 0.131

Total 1 20.7 1.942

Sumber: Lampiran 9 dan 19

Pada tahap penentuan skoring, skor diberikan kepada faktor eksternal untuk menentukan mana faktor yang menunjukkan peluang dan ancaman. Setelah itu dilakukan perhitungan hasil skor dengan melakukan perkalian bobot dan skor. Perkalian bobot dan skor faktor strategi eksternal pengembangan pemanfaatan pekarangan suburban di Desa Suka Makmur, Kedai Durian, dan Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang disajikan pada Tabel 5.9

Tabel 5.9. Matriks Evaluasi Faktor Strategis Internal (IFAS)

No. Uraian Bobot Skor Bobot x

Skor PELUANG

1 Adanya kelompok pemberdaya keluarga atau perkumpulan tetangga (Paguyuban)

0.165 2,82 0.465 2 Sarana dan infrastruktur yang

mendukung

0.177 4 0.708

3 Akses pasar sangat mudah 0.123 4 0.492

4 Kegiatan sosial dan hiburan yang dibutuhkan oleh masyarakat

0.176 3,64 0.640

ANCAMAN

1 Kondisi tanah dan klimatologis tidak mendukung untuk tanaman pangan dan tanaman hortikultura

0.150 1,29 0.193

2 Tidak adanya Lembaga Pendukung Penggerak Pemanfaatan Pekarangan (Program Pemerintah di Bidang Pekarangan)

0.168 1 0.168

Total 1 9 2.666

Tabel 5.10 Gabungan Matiks Evaluasi Faktor Strategis Internal dan Eksternal Pengembangan Pemanfaatan Pekarangan Suburban

Faktor Faktor Strategis Bobot Skor Bobot x

Skor FAKTOR STRATEGIS INTERNAL

KEKUATAN

1 Diperlukannya penyediaan tanaman

buah dan atau sayur tahunan 0.119 3.12 0.371

2 Diperlukannya penyediaan tanaman

obat keluarga (toga) 0.103 2.47 0.254

3 Kebutuhan tanaman peneduh/ hutan

mini 0.180 3.64 0.291

4 Tingginya kenyamanan alam 0.088 3 0.264

5 Penguasaan teknik budidaya yang

cukup baik 0.079 2.76 0.218

6 Adanya nostalgia perumahan yang

tinggi 0.096 2.47 0.237

Total Skor Kekuatan 0.665 17.46 1.635

KELEMAHAN

1 Luas lahan pekarangan sempit 0.099 1.06 0.105

2 Kurang diperlukannya penyediaan

lahan hewan peliharaan/ternak 0.071 1 0.071

3 Gaya hidup yang cukup praktis 0.111 1.18 0.131

Total Skor Kelemahan 0.281 3.24 0.307

Selisih (Kekuatan-Kelemahan) 1.328

FAKTOR STRATEGIS EKSTERNAL PELUANG

1 Adanya kelompok pemberdaya

keluarga atau perkumpulan tetangga (Paguyuban)

0.165 2,82 0.465

2 Sarana dan infrastruktur yang mendukung

0.177 4 0.708

3 Akses pasar sangat mudah 0.123 4 0.492

4 Kegiatan sosial dan hiburan yang dibutuhkan oleh masyarakat

0.176 3,64 0.640

Total Skor Peluang 0.641 8 2.305

ANCAMAN

1 Kondisi tanah dan klimatologis tidak mendukung untuk tanaman pangan dan tanaman hortikultura

0.150 1,29 0.193

2 Tidak adanya Lembaga Pendukung Penggerak Pemanfaatan Pekarangan (Program Pemerintah di Bidang Pekarangan)

0.168 1 0.168

Total Skor Ancaman 0.318 2.29 0.361

Selisih (Peluang-Ancaman) 1.944

Dari Tabel 510. Menunjukkan bahwa selisih faktor strategis internal (kekuatan- kelemahan) sebesar 1,328 , ini artinya pengaruh kekuatan lebih besar terhadap pengaruh kelemahan pada pengembangan pemanfaatan pekarangan suburban di Desa Suka Makmur, Kedai Durian, dan Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang. Hal ini berarti faktor-faktor kekuatan internal berupa diperlukannya penyediaan tanaman buah dan atau sayur tahunan, diperlukannya penyediaan tanaman obat keluarga (toga), kebutuhan tanaman peneduh/ hutan mini, tingginya kenyamanan alam, penguasaan teknik budidaya yang cukup baik, dan Adanya nostalgia perumahan yang tinggi mampu menyeimbangkan dengan faktor kelemahan yang dimiliki. Hal ini merupakan salah satu indikasi bahwa perkembangan pemanfaatan pekarangan suburban di Desa Suka Makmur, Kedai Durian, dan Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut lagi.

Selisih faktor eksternal (peluang-ancaman) sebesar 1,944, ini artinya pengaruh peluang lebih besar dibandingkan dengan pengaruh ancaman pada pengembangan pemanfaatan pekarangan di Desa Suka Makmur, Kedai Durian, dan Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang. Hal ini berarti faktor-faktor peluang eksternal yang berupa adanya kelompok pemberdaya keluarga atau perkumpulan tetangga (Paguyuban), sarana dan infrastruktur yang mendukung, Akses pasar sangat mudah, Kegiatan sosial dan hiburan yang dibutuhkan oleh masyarakat mampu meminimalkan faktor ancaman eksternal yang menghambat pengembangan pemanfaatan pekarangan suburban.

Setelah itu, mencari posisi strategi pengembangan pemanfaatan pekarangan suburban di Desa Suka Makmur, Kedai Durian, dan Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang dengan menggunakan matriks posisi. Posisi strategi pengembangan ditunjukkan oleh koordinat (x,y). Nilai x diperoleh dari selisih faktor internal (kekuatan-kelemahan) dan nilai y diperoleh dari selisih faktor eksternal (peluang-ancaman). Berdasarkan Tabel 5.10 diperoleh nilai x > 0 yaitu 1,328 dan nilai y > 0 yaitu 1,944. Posisi titik koordinat dan y dapat dilihat pada diagram cartesius pada Gambar 7.

Gambar 7. Matriks Posisi Pengembangan Pemanfaatan Pekarangan Suburban

Matriks posisi strategi pengembangan pemanfaatan pekarangan suburban pada Gambar X menunjukkan nilai x > 0 yaitu 1,328 dan nilai y > 0 yaitu 1,944. Hal ini berarti posisi strategi pengembangan pemanfaatan pekarangan suburban terletak pada kuadran I. Umar (2008) menyatakan kuadran I merupakan kuadran yang dibatasi oleh sumbu X dan sumbu Y yang keduanya bertanda positif dan alternatif strategi yang dianjurkan adalah strategi agresif (aggressive strategic). Kuadran ini

FAKTOR EKSTERNAL F A K T O R I N T E R N A L Kuadran III Strategi Turn-around Kuadran IV Strategi Defensif Kuadran II Strategi Diversifikasi Kuadran I Strategi Agresif Y (+) X (+) X (-) Y (-) (1,328; 1,944)

mempunyai posisi yang paling menguntungkan dimana kekuatan dan peluang dalam kondisi baik sehingga dengan kekuatan yang dimiliki masyarakat pemanfaat pekarangan dimungkinkan untuk memanfaatkan peluang yang ada dan mengembangkan usahanya.

Pemanfaatan pekarangan suburban berada di kuadran I artinya pemanfaatan pekarangan suburban memiliki faktor-faktor kekuatan dalam kondisi baik namun masyarakat belum memanfaatkan peluang yang ada pemanfaatan pekarangan suburban belum berkembang. Untuk itu diperlukan strategi agresif yaitu melakukan pembenahan pemberdayaan dan meningkatkan pertumbuhan secara maksimal dengan memanfaatkan peluang dan kekuatan yang ada (strength- opportunity strategy).

Dokumen terkait