• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

8. Penentuan Titik Koordinat Kuadran

Berdasarkan hasil permohonan dan rating IFE dan EFE, dapat diketahui sebagai berikut :

a. Skor Total Kekuatan (Strenghts) = 3,3

b. Skor Total Kelemahan (Weakness) = 1,98 c. Skor Total Peluang (Opportunities) = 4,15 d. Skor Total Ancaman (Threat) = 2,89

Berdasarkan data di atas, maka dapat dihitung titik koordinatnya sebagi berikut :

1) Koordinat Analisis Internal

= (skor total kekuatan – skor total kelemahan)

= 3,3 – 1,98

= 1,32

2) Koordinat Analisis Eksternal

= (skor total peluang – skor total ancaman)

= 4,15 – 2,89

= 1,26

3) Penentuan Posisi Kuadran

Gambar 4.2

Posisi Kuadran

(1,26 , 1,32) PELUANG

X

III. Mendukung strategi Turn Around

I. Mendukung strategi Agresif

KELEMAHAN Y KEKUATAN

IV. Mendukung strategi II. Mendukung strategi

diversifikasi

ANCAMAN

Tabel 4.6 Alternatif Strategi

IFE Kekuatan (Srenght) Kelemahan (Weakness)

Berdasarkan dari perhitungan IFE dan EFE, dapat diperoleh nilai tertinggi Alternatif Strategi yaitu memanfaatkan kekuatan untuk merebut peluang (SO). Dalam hal ini BMT Agam Madani Nagari Pakan Sinayan harus melakukan strategi berdasarkan kekuatan dan peluang yang ada atau disebut dengan strategi SO, strategi tersebut adalah :

1. Sebagai Pemegang Dana Hibah Nagari Pakan Sinayan dan PEMDA

Dana yang ada di Nagari Pakan Sinayan atau dana yang dapat di hibahkan ke BMT Agam Madani Nagari Pakan Sinayan,

maka BMT Agam Madani Nagari Pakan Sinayan berkesempatan medapatkan amanah untuk memegang dan mengelola dana hibah tersebut yang bertujuan untuk dimanfaatkan oleh masyarakat yang ingin membuka usaha atau yang sedang menjalankan usahanya.

2. Produk Pembiayan Ba’i Bitsaman Ajil (BBA) Paling Diminati

Pada BMT Agam Madani Nagari Pakan Sinayan memiliki kekuatan dalam produk Ba’i Bitsaman Ajil (BBA) yang mana produk ini lebih diminati dari 3 akad yang tersedia di BMT Agam Madani Nagari Pakan Sinayan. Produk yng tersedia yaitu Murabahah, Ba’i Bitsaman Ajil (BBA), dan Qardhul Hasan Maksud nya disini Ba’i Bitsaman Ajil (BBA) lebih diminati yaitu produk yang sering digunakan oleh nasabah ataupun calon nasabah sebagai bentuk pembiayaan dalam menjalankan suatu usahanya.

3. Mampu Bersaing Dengan Competitor Lainnya

Pesaing dapat menghambat berjalannya sebuah perusahaan, maka BMT Agam Madani Nagari Pakan Sinayan telah menetapka sistem Syariah dan harus bisa meningkatkan dalam hal pelayanan ataupun pembiayaan. Adapun pesaing yang menerapkan sistem Syariah akan tetapi BMT Agam Madani Nagari Pakan Sinayan haris bisa dan mampu dijadikan sebagai

acuan dalam melakukan pembiyaan kepada masyarakat khususnnya nasabah atau calon nasabah yang berada dilingkungan Nagari Pakan Sinayan.

4. Salah satu lembaga keuangan syaraiah di Nagari Pakan Sinayan BMT Agam Madani Nagari Pakan Sinayan merupakan salah satu lembaga Keuangan Syariah yang berada di Nagari Pakan Sinayan, yang mana sulit ditemukan lembaga keuangna yang menggunakan sistem Syariah. Maka BMT Agam Madani Nagari Pakan Sinayan memiliki peluang untuk berkembang di daerah Nagari Pakan Sinayan.

5. Memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS)

Dengan Adanya Dewan Pengawas Syariah (DPS) BMT Agam Madani Nagari Pakan Sinayan lebih di percaya oleh masyarakat sebagiamana di amanahkan dalam pemegang dana hibah Nagari Pakan Sinayan. Masyarakat tidak perlu khawatir dalam melakukan pembiayaan di BMT Agam Madani Nagari Pakan Sinayan karena semua kegiatan kinerja karyawan itu di awasi oleh tim Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang telah memiliki pengalaman. Diharapkan dengan adanya Dewan Pengawas Syariah (DPS) calon nasabah dan nasabah akan lebih dipercaya terhadap BMT Agam Madani Nagari Pakan Sinayan dibandingkan dengan lembaga Keuangan lainnya.

Selain itu, BMT Agam Madani Nagari Pakan Sinayan juga dapat menggunakan Analisis 5C + 1S yaitu, Charater Capital, Condition Of Economy, Collateral Capacity, dan Syariah. Dimana BMT Agam Madani Nagari Pakan Sinayan akan menganalisis calon nasabah dan tentunya tidak hanya menggunakan analisis SWOT melainkan bisa juga menyeimbangkan dengan menggunakan analisis SWOT dan 5C + 1S. Penerapan 5C + 1S tersebut adalah sebagai berikut:

a. Character

Karakter merupakan sifat yang dimiliki calon nasabah, prinsip ini menjadi hal yang paling utama dan paling penting yang harus diperhatikan oleh pihak lembaga keuangan. Maka kedepannya akan mempengaruhi proses pembiayaan yang telah dijalankan.

Pihak lembaga keuangan dalam menganalisis karakter calon nasabah yaitu dengan melakukan wawancara pada saat calon nasabah dan pihak lembaga keuangan untuk pertama kali bertemu. Selanjutnya pihak lembaga keuangan menayakan usaha yang dimiliki calon nasabah atau untuk apa pembiayaan tersebut di ajukan dan dari situlah seorang analisis lembaga keuangan akan mengetahui bagaimana karakter calon nasabah yang akan mengajukan pembiayaan.

b. Capital

Capital merupakan modal atau kekayaan yang dimiliki calon nasabah, menurut analisa BMT Agam Madani Nagari Pakan Sinayan. Capital ini sangat penting untuk dilakukan karena jika dilakukan, maka pihak lembaga keuangan akan tahu dan bisa menganalisa kemampuan pembayaran angsuran pembiayaan calon nasabah. Capital ini sangat bisa meminimalisir pembiayaan bermasalah karena jika asset yang dimiliki calon nasabah banyak, maka kemampuan bayar nasabah juga akan besar.

c. Condition Of Economy

Condition Of Economy yaitu keadaan ekonomi dari calon nasabah. Kondisi nasabah sangat penting untuk dianalisa dan dapat dilihat dari lokasi calon nasabah, tanggungan dari calon nasabah dan apakah nasabah memiliki riwayat hutang sebelumnya. Jika dianalisis dengan teliti dan hati-hati, maka Condition Of Economy akan sangat berpengaruh dalam kelayakan pengajuan pembiayaan yang dilakukan oleh calon nasbah.

d. Collateral

Yaitu jaminan yang dimiliki oleh calon penerima pembiayaan, dimana penilaian ini bertujuan untuk lebih meyakinkan bahwa jika suatu resiko kegagalan pembayaran

tercapai terjadi, maka jaminan dapat dipakai sebagai pengganti dari kewajibannya.

e. Capacity

Yaitu dalam penilaian secara subyektif tentang kemampuan penerima pembiayaan untuk melakukan pembayaran.

Kemampuan tersebut diukur dengan catatan prestasi penerima pembiayaan yang sebelumnya yang mana didukung dengan melakukan survey atas sarana usahanya seperti took, karyawan, alat-alat, pabrik serta metode kegiatan.

f. Syariah

Penilaian ini dilakukan untuk menegaskan bahwa usaha yang akan dimodali benar-benar usaha yang tidak melanggar prinsip-prinsip syariah yang sesuai dengan fatwa DSN

“Pengelola tidak boleh menyalahi hukum syariah islam dan tindakannya.

Dokumen terkait