H. Analisis Data
3. Penerapan data sesuai dengan pendekatan penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ekperimen, dimana penelitian ini mencari suatu perbandingan atau perbedaan dari dua variabel bebas. Maka penelitian ini menggunakan uji statistik komparasi, yaitu Uji t dua variabel bebas yang digunakan untuk memprediksi perbandingan
40
atau perbedaan antara dua variable bebas. Langkah-langkah Uji statistik dilakukan terhadap skor hasil post tes kelas ekperimen dan kelas kontrol .
a. Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif bertujuan untuk mengetahui gambaran umum dari masing-masing variabel. Kegiatan yang dilakukan pada proses analisis deskriptif ini adalah mengolah data dari setiap variabel dengan bantuan program komputer yaitu Microsoft Excel 2007 dan SPSS 16.0. Microsoft Excel 2007 digunakan untuk proses pengolahan data sehingga diketahui gambaran umum setiap variabel berdasarkan kategori tertentu. Adapun SPSS 16.0 digunakan untuk mengetahui data deskriptif setiap variabel sehingga peneliti lebih mudah pada proses uji hipotesis.
Untuk interval kategori yang digunakan pada proses pengolahan data
menggunakan Microsoft Excel 2007 adalah interval kategori menurut Rakhmat
dan Solehudin (2006, hlm 65) dengan ketentuan sebagai berikut: Tabel 3.12
Interval Kategori
No. Interval Kategori
1. X ≥<=ideal + 1,5 Sideal Sangat Tinggi 2. <=ideal + 0,5 Sideal ≤ X <<=ideal + 1,5 Sideal Tinggi
3. <=ideal - 0,5 Sideal ≤ X <<=ideal + 0,5 Sideal Sedang 4. <=ideal - 1,5 Sideal ≤ X <<=ideal - 0,5 Sideal Rendah
5. X <<=ideal - 1,5 Sideal Sangat Rendah
Penjelasan:
<=ideal = Xideal
Sideal = <=ideal
b. Uji Normalitas Data
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data hasil postes pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal atau tidak. Apabila kelompok data tidak berdistribusi normal maka uji perbedaan rata-rata menggunakan statistik nonparametrik (uji Man-Whitney U), sedangkan apabila uji normalitas berdistribusi normal maka menggunakan statistik parametrik yaitu dilakukannya uji Independen Sample T Test. Pada penelitian ini, uji normalitas
data dilakukan dengan bantuan komputer program SPSS 16.0. Hipotesis untuk uji normalitasnya sebagai berikut:
H? : Data berdistribusi normal
H@ : Data tidak berdistribusi normal
Uji statistik yang digunakan adalah uji Kolmogorov-Smirnov dengan mengambil taraf signifikansi ( A ) sebesar 0,05. Kriteria pengujiannya adalah jika nilai signifikansi > 0,05 maka H? diterima, namun jika signifikansi < 0,05 maka
H? ditolak.
c. Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh memiliki varian yang homogen atau tidak. Varian dalam hal ini adalah data hasil belajar siswa yang mendapatkan Pembelajaran Berbasis Masalah dengan pembelajaran bukan berbasis masalah. Adapun cara perhitungannya adalah
dengan menggunakan program SPSS 16.0. Hipotesis untuk uji homogenitas
sebagai berikut:
H? : Kelompok data skor postes antara kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki varian yang sama.
H@ : Kelompok data skor postes antara kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki varian yang berbeda.
Uji statistik yang akan digunakan adalah uji Levene Statistic dengan mengambil taraf signifikansi ( A ) sebesar 0,05. Kriteria pengujiannya adalah jika nilai signifikansi > 0,05 maka H? diterima, namun jika signifikansi < 0,05 maka
H? ditolak. Jika sebaran data tidak normal, uji homogenitas ini tidak dipakai untuk uji perbedaan rata-rata independen.
d. Uji Beda rata-rata
Rata-rata hasil postes kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diuji untuk mengetahui apakah kemampuan koneksi matematis siswa dari kedua kelompok memiliki kemampuan yang sama atau tidak. Hipotesis uji perbedaan rata-rata postes sebagai berikut:
H@ : Kemampuan koneksi matematis siswa yang belajar dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah lebih baik dibandingkan dengan
42
kemampuan koneksi matematis siswa yang belajar dengan model pembelajaran bukan berbasis masalah.
H? : Kemampuan koneksi matematis siswa yang belajar dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah tidak lebih baik dibandingkan dengan kemampuan koneksi matematis siswa yang belajar model pembelajaran bukan berbasis masalah.
H@ : DE > DF
H? : DE ≤DF
Apabila kelompok data tidak berdistribusi normal maka uji perbedaan rata-rata menggunakan uji Man-Whitney U, sedangkan apabila uji normalitas berdistribusi normal maka dilakukan uji Independen Sample T Test.
Kriteria pengambilan keputusan untuk uji postes adalah dengan taraf signifikansi A = 5% adalah H? diterima jika nilai signifikansi (sig) > 0,05 dan H?
ditolak jika nilai signifikansi (sig) < 0,05. Selain uji signifikansi juga dapat dilakukan uji t dengan kriteria apabila tIJKLMN> tK@OPQ maka H? ditolak.
80 A. SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan data penelitian mengenai penggunaan model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan koneksi matematis siswa sekolah dasar pada materi perbandingan dan skala maka, kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini sebagai berikut :
1. Proses pembelajaran berbasis masalah untuk mengembangkan kemampuan koneksi matematis khususnya pada materi perbandingan dan skala dimulai dengan mengorientasikan siswa pada situasi masalah. Masalah yang diberikan haruslah yang otentik dan merupakan masalah yang tidak lengkap, kemudian guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar kooperatif, agar pengembangan keterampilan kolaborasi antar siswa dalam kegiatan penyelidikan dapat tercapai dengan baik. Penyelidikan dapat dilakukan secara individu, kelompok maupun dalam kelompok kecil. Kegiatan yang dilakukan adalah mengumpulkan data yang diperlukan dan ekperimen (secara fisik atau secara mental), berhipotesis, menjelaskan hipotesa, memberikan pemecahan dan mengembangkan atau menyajikan artefak kemudian menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
2. Hasil penelitian menunjukan persentase rata-rata hasil postes kemampuan koneksi matematis siswa kelas eksperimen lebih besar dari persentase rata-rata hasil postes kemampuan koneksi matematis siswa kelas kontrol. Adapun persentase hasil penelitian berdasarkan aspek kemampuan koneksi matematis
siswa dalam memahami hubungan antar konsep dalam matematika (K1) kelas
eskperimen lebih besar dari kelas kontrol. Sedangkan persentase kemampuan koneksi matematis siswa dalam memahami hubungan matematika dengan
disiplin ilmu lain dan kehidupan sehari-hari (K2) kelas eksperimen lebih besar
81
3. Dari hasil uji hipotesis penelitian menggunakan uji Mann-Whitney terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan koneksi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah dengan yang tidak mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah. Artinya, kemampuan koneksi matematis siswa yang belajar dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah lebih baik dibandingkan dengan kemampuan koneksi matematis siswa yang belajar dengan model pembelajaran bukan berbasis masalah.
B. Saran
Terdapat beberapa saran peneliti terkait hasil penelitian pada skripsi ini, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Guru yang hendak menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran matematika di kelas diharapkan dapat menyajikan masalah-masalah yang autentik dan sesuai dengan masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari, karena berdasarkan pengamatan penulis selama proses pembelajaran berlangsung, siswa lebih antusias jika masalah yang disajikan dapat melibatkan siswa dan merupakan kegiatan yang ada dalam kehidupan sehari-harinya.
2. Model pembelajaran berbasis masalah sebaiknya lebih sering digunakan dalam proses pembelajaran matematika terutama untuk melatih siswa untuk menyelesaikan berbagai masalah, dengan begitu rasa percaya dirinya dapat tumbuh dengan baik. Karena berdasarkan pengamatan penulis, ketika siswa dapat menyelesaikan masalah yang begitu rumit nampak rasa kepuasan pada dirinya yang dapat meningkatkan rasa percaya dirinya.
3. Dengan adanya beberapa keterbatasan dalam melaksanakan penelitian ini, maka disarankan ada penelitian lanjut, meneliti tentang pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah pada pokok bahasan lain atau mengukur aspek/ kemampuan yang lain.
82