• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI PENUTUP

C. Saran

Terdapat dua saran yang di berikan oleh peneliti, antara lain: 1. Pihak yang Memanfaatkan Penelitian

a. Pihak Keuskupan Agung Semarang perlu melengkapi pos akun yang terdapat dalam Microsoft Access Paroki salah satunya terkait stippendium Romo. Saran yang diberikan terkait stippendium Romo dapat dimasukan kedalam akun pos keperluan Gereja lain-lain.

b. Pihak Paroki Kalasan, Paroki Nandan dan Paroki Minomartani perlu menentukan standar khusus bagi pengguna Microsoft Access Paroki berupa pengguna memahami mengenai laporan keuangan dan dapat mengoperasikan komputer.

c. Pihak Keuskupan Agung Semarang perlu memperkuat dorongan dalam penggunaan Micrososft Access Paroki berupa pendampingan terhadap Paroki yang mengalami kesulitan dan Paroki yang belum menggunakan

Microsoft Access Paroki dalam membuat laporan keuangan dan pelaporan keuangan.

2. Penelitian Selanjutnya

Apabila peneliti selanjutnya akan melakukan penelitian dengan topik atau judul yang sama, bisa menggunakan teori pengadopsian Sistem Informasi yang berbeda sehingga informasi yang disajikan lebih lengkap.

Daftar Pustaka

Astuti, Aknestasia Dian. 2019. “Penerapan Software Akuntansi Berbasis Microsoft Access di Kevikepan Yogyakarta”. Skripsi tidak dipublikasikan. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Buku Profil Paroki Marganingsih Kalasan

Buku Supervisi 2019 Paroki Alfonsus De Liguori Nandan

Buku Supervisi 2019 Paroki Santo Petrus dan Paulus Minomartani

Cordery, Carolyn J. 2011. “A Solution Looking for A Problem: Factors associated with the non-adoption of XBRL”. Emerald Insight. Vol 23. No 1 pp 69-88.

Efrita, Maria Lelysia. 2018. “Evaluasi Sistem Akuntansi Penerimaan Kas Pada Orgnanisasi Nirlaba”. Skripsi tidak dipublikasikan. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Gangwar, Hemlata, Hema Date dan A.D. Raoot. 2014. “Review on IT adoption: insights form recent technologies”. Journal of Enterprise Information Management. Vol. 27 Iss 4 pp. 488-502.

Ghony, M.Djunaidi dan Fauzan Almanshur. 2014. Metode Penelitian Kualitatif. Ar-Ruz Media, Yogyakarta

Gunarso, Gabriella Felistyani. 2019. “Respon Pengguna Terhadap Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Microsoft Access Pada Gereja-gereja di Kevikepan Yogyakarta”. Skripsi tidak dipublikasikan. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Gunawan, Imam. 2013. Metode Penelitian Kualitatif Teori dan Praktik. Bumi Aksara, Malang.

Huberman, A. Michael dan Matthew B. Miles. 1992. Analisis Data Kualitatif. Salemba empat, Jakarta.

Isbani, Toad. 2018. Program Pengolah Angka (Microsoft Excel). http://education.microsoft.com/Story/Lesson?token=456yn. Diakses tanggal 3 Maret 2019.

Ladjamudin, bin Al-Bahra. 2005. Analisis dan Desain Informasi. Edisi Pertama. Graha Ilmu, Yogyakarta.

Mahsun, Mohamad, Firma Sulistiyowati dan Heribertus Andre P. 2011. Akuntansi sektor publik. edisi ketiga.BPFE, Yogyakarta.

Prastowo, Andi. 2014. Memahami Metode-Metode Penelitian. Ar-Ruz Media, Yogyakarta.

Romney,B.Mardhall. 2015. Accounting Information System. Salemba Empat, Jakarta.

Sekaran, Uma dan Roger Bougie. 2017. Metode Penelitian untuk Bisnis. edisi6,buku1. Salemba Empat, Jakarta.

Sekaran, Uma dan Roger Bougie. 2017. Metode Penelitian untuk Bisnis. edisi6,buku2. Salemba Empat, Jakarta.

Siahaan, Lermin. 2018. “Evaluasi Sistem Akuntansi Penerimaan Kas”. Skripsi tidak dipublikasikan. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Simatupang, Bonifasius Aprilianto. 2019. “Penerapan Sistem Informasi Pada Orgnaisasi Religius di Yogyakarta”. Skripsi tidak dipublikasikan. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Soemarso S.R. 2002. Akuntansi suatu Pengantar. Salemba Empat, Jakarta.

Soratemplates. 2016. Pedoman Pelaksanaan Dewan Paroki Alfonsus de Liguori Nandan. https://www.parokinandan.org/p/ppdp.html. Diakses tanggal 9 maret 2019.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta, Bandung.

Tim Akuntansi Keuskupan Agung Semarang. 2018. Petunjuk Pelaksanaan Akuntansi Paroki.Kanisius, Yogyakarta.

Tim Akuntansi Keuskupan Agung Semarang. 2018. Sistem Informasi Akuntansi Paroki: Microsoft Access. Materi Dipresentasikan pada Pelatihan Pendampingan SIA Paroki. 14 Desember. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Triono, Sunu Puguh Hayu dan Aditya Yudanegara. 2019. “Analisis Teknologi, Organisasional dan Lingkungan Terhadap Adopsi Teknologi Informasi dan Komunikasi Pada UMKM di Kota Bandung”. Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen. Vol.9. No.1. pp 2-14.

Venkatesh et al,. 2003. “User Acceptance Of Information Technology: Toward A Unified View”. MIS Quarterly. Vol. 27. No.3. pp 425-478.

Witantri, Ayuk. 2015. Pengertian dan Fungsi Microsoft Access. http://blog.unnes.ac.id/ayukwitantri/2016/02/12/pengertian-fungsi-dan-manfaat-microsoft-access/. Diakses tanggal 3 Maret 2019.

Lampiran 1

Daftar Pertanyaan Konteks Teknologi Terhadap Penerapan Sistem Informasi Akuntansi

 Keuntungan Relatif

1. Apa saja manfaat yang didapat dalam menetapkan SIA?

2. Apakah biaya penerapan sistem sebanding dengan manfaat yang diperoleh? 3. Apakah sistem saat ini sudah selaras dengan dengan tujuan Paroki?

 Kompatibilitas

1. Apakah SIA yang diterapkan saat ini selalu konsisten dalam penggunaannya? Sebutkan contohnya!

2. Bagaimana dengan konsistensi terkait dengan penerapan SIA yang sesuai dengan standar yang ada (PPAP KAS)?

3. Apa saja wujud dari keselarasan penerapan SIA dengan tujuan organisasi?  Kompleksitas

1. Apakah pengguna mengalami kerumitan dalam menggunakan SIA yang baru?

2. Apa saja bentuk kerumitan yang dialami dalam menerapkan SIA yang baru? 3. Apa saja langkah-langkah yang dilakukan untuk menerapkan SIA tersebut?  Kemampuan Ujicoba

1. Apakah Gereja ini pernah melakukan ujicoba terhadap SIA yang baru? 2. Setelah melakukan ujicoba Bagaimana hasil dari ujicoba terhadap SIA yang

3. Menurut anda, bagaimana perbandingan antara pengguna sistem informasi yang lama dan sistem informasi baru (Ms.Access) yang disarankan?

Daftar Pertanyaan Konteks Organisasional Dalam Penerapan Sistem Informasi Akuntansi

 Dukungan dari Romo Paroki

1. Apakah romo paroki mengusulkan adanya perubahan terhadap SIA di gereja?

2. Bagaimana peran aktif Romo Paroki dalam penetuan SIA yang digunakan oleh Gereja?

3. Menurut Romo Paroki, SIA seperti apa yang diharapkan oleh Gereja?  Pihak yang Dipercayai (Organization Champion)

1. Siapa saja pihak-pihak yang menentukan penerapan SIA? 2. Apa saja yang menjadi pertimbangan dalam penerapan SIA? 3. Menurut anda, SIA seperti apa yang diharapkan oleh Gereja?  Ukuran Organisasi dan Sumber Daya

1. Ada berapa stasi yang dimiliki oleh paroki ini? 2. Ada berapa perkiraan jumlah umat di paroki ini?

3. Dengan ukuran paroki, apakah paroki ini sudah siap untuk menerapkan SIA yang baru?

4. Apa saja sumber daya yang dimiliki paroki saat ini?

5. Adakah standar khusus yang diterapkan oleh Gereja bagi pengguna SIA? Apa saja standar khusus tersebut?

Daftar Pertanyaan Konteks Lingkungan Terhadap Penerapan Sistem Informasi Akuntansi

 Daftar Pertanyaan terkait Kompetisi

1. Bagaimana penerapan SIA (Ms. Access) di Gereja Kevikepan Yogyakarta? Apakah sudah memadahi?

2. Menurut anda, apakah penting sebuah Gereja untuk menerapkapan SIA yang terkomputerisasi seperti (Ms. Access)?

3. Apakah Gereja berniat untuk menggunakan SIA (Ms. Access) baru agar lebih unggul dari Gereja lainnya?

4. Menurut anda, apakah setiap Gereja di Kevikepan Yogyakarta perlu untuk menggunakan Ms.Access dalam kegiatan keuangan? Jika tidak diwajibkan apakah Gereja tetap pada SIA yang lama atau mengubah dengan menggunakan SIA yang baru?

5. Misalnya, sistem itu tidak wajib digunakan, menurut anda apakah Gereja itu perlu untuk menerapkan Ms. Access?

6. Jika ada Gereja yang menerapkan SIA yang berbeda dari yang dianjurkan dan ternyata lebih baik, apakah gereja ini mau menerapkan SIA tersebut?  Daftar Pertanyaan Partner/Mitra Kerja

1. Bagaimana dorongan Keuskupan Agung Semarang terhadap penerapan SIA yang baru (Ms.Access)?

2. Apa saja fasilitas yang diberikan Keuskupan Agung Semarang dalam mendukung penerapan SIA yang baru (Ms.Access)?

 Regulator

1. Saat ini, pemerintah sedang mendorong setiap bidang organisasi untuk membuat dan menyusun laporan keuangan secara transparan, wajar, dan akuntabel seperti contoh pada desa yaitu adanya SISKEUDES. Apakah Gereja ini mendapat dorongan dari pemerintah terkait hal tersebut? Apa saja bentuk dorongannya?

2. Apa saja fasilitas yang diberikan oleh pemerintah untuk mendorong kelancaran dalam menerapkan SIA di Gereja untuk menghasilkan laporan keuangan yang transparan, wajar, dan akuntabel?

3. Apakah ada tekanan dari pemerintah untuk menerapkan SIA tertentu di sektor organisasi religius seperti Gereja?

 Ketersediaan Dukungan

1. Dengan SIA yang digunakan saat ini, informasi apa saja yang disajikan? 2. Apakah anda pernah mengalami keluhan selama menggunakan SIA yang

lama?

3. Apakah informasi yang disajikan sudah memadahi dan mencukupi? Mengapa?

Lampiran 2

Lampiran 3

Dokumen terkait