• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PEMBAHASAN

B. Penerapan Manajemen Risiko Pada PT Pegadaian (Persero)

a. Manfaat Manajemen Risiko

Mananjemen risiko merupakan proses terstruktur dan sistematis dalam mengidentifikasi, mengukur, memetakan, mengembangkan alternatif penanganan risiko, memonitor dan mengendalikan penanganan risiko.

Manfaat manajemen risiko yang diberikan dikategorikan lima yaitu:

1. Manajemen risiko mungkin dapat mencegah perusahaan dari risiko kegagalan.

21

2. Manajemen risiko secara langsung menunjang laba.

3. Manajemen risiko dapat meningkatkan laba.

4. Adanya ketenangan pikiran bagi manajer yang disebabkan oleh perlindungan terhadap risiko murni merupakan harta non material bagi perusahaan.

5. Manajemen risiko melindungi perusahaan dari risiko murni, dan karena kreditur pemasok dan pelanggan lebih menyukai perusahaan yang dilindungi.

Manfaat manajemen risiko dalam perusahaan sangat jelas terkandung di dalamnya sasaran yang akan dicapai manajemen risiko antara lain sebagai berikut ini 1. Survival

1. Kedamaian

2. Melanjutkan pertumbuhan perusahaan 3. Menstabilkan pendapatan perusahaan b. Manajemen Risiko yang Efektif

Manjemen risiko yang efektif membantu suatu organisasi untuk dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:

a. Strategi risiko dan control secara komperhensif berdasarkan pertimbangan yang terkait pada:

1. Toleransi terhadap risiko, yaitu kejelasan tentang berapa besar risiko yang bersedia ditanggung dan risiko apa yang dihindari.

2. Filosofi terhadap risiko, yaitu menentukan cara pandang atau sikap dan tindakan terhadap risiko.

3. Akuntabilitas risiko, yaitu kemampuan dalam penanganan risiko.

c. Tujuan dan sasaran Manajemen Risiko

Tujuan manajemen risiko yang hendak dicapai adalah mencegah kegagalan perusahaan, mengurangi pengeluaran, menaikkan keuntungan perusahaan, menekan biaya produksi dan lain sebagainya.

Sasaran manajemen risiko adalah sebagai berikut:

1. Untuk kelangsungan hidup perusahaan (survival).

2. Ketenangan dalam berpikir.

3. Memperkecil biaya (least cost).

4. Menstabilisasi pendapatan perusahaan.

5. Memperkecil atau meniadakan dalam berproduksi.

6. Mengembangkan pertumbuhan perusahaan.

7. Mempunyai tanggung jawab sosial terhadap karyawan.

Adapun penerapan manajemen risiko pada PT Pegadaian (Persero) Cabang Medan Sunggal:

1. Perusahaan harus melakukan identifikasi dan analisis terhadap beberapa faktor yang dapat meningkatkan rugi laba perusahaan, seperti:

a. Aktivitas perusahaan.

b. Kebijakan dan prosedur yang merekat.

2. Perusahaan memastikan efektivitas penerapan manajemen risiko.

3. Pengaturan tentang tanggung jawab.

4. Pengawasan pada semua sistem.

5. Ketepatan waktu.

6. Cukup laporan sistem data.

23

7. Cukupnya pengawasan komisaris.

8. Sistem informasi yang tepat.

9. Komitmen perusahaan untuk mencapai tujuan.

10. Pengawasan dalam menjalankan standar operasi.

Meskipun demikian, manajemen risiko dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, membantu mengurangi kejutan-kejutan, dan meningkatkan kesempatan untuk mencapai sukses.

Kedudukan manajemen risiko

Agar risiko tidak menghalangi kegiatan perusahaan, maka seharusnya di manajemeni dengan sebaik-baiknya. Disatu pihak mereka mengeluh kekurangan nasabah, dipihak lain mereka cenderung menolak calon-calon nasabah. Perusahaan asuransi enggan menerima penutupan perlindungan risiko perusahaan, karena ternyata kebanyakan perusahaan tidak memanajemeni risiko harta yang hendak di asuransikan itu. Walaupun sesuatu perusahaan telah mengasuransikan risikonya, namun tidak berarti perusahaan itu sudah terlindung sepenuhnya. Perusahaan asuransi hanya menanggung sebagian risiko yang ada. Malah sebagian besar dari risiko perusahaan, harus dihadapi sendiri dan tidak bisa dipindahkan kepada perusahaan asuransi. Program manajemen risiko pertama-tama bertugas mengidentifikasikan risiko-risiko yang dihadapi, sesudah itu mengukur atau menetukan besarnya risiko itu dan kemudian barulah dapat dicarikan jalan untuk menghadapi atau menangani risiko itu. Ini berarti orang harus menyusun strategi untuk memperkecil ataupun mengendalikannya.

Manajemen risiko berkaitan erat dengan fungsi perusahaan lainnya (yaitu dengan fungsi: akunting, keuangan, marketing, produksi, personalia, engineering dan maintenance), karena bagian-bagian itu ada yang menciptakan risiko dan ada yang menjalankan sebagian fungsi manajemen risiko:

1. Hubungan dengan bagian akuntansi

Bagian akunting yang menjalankan kegiatan manajemen risiko yang terpenting, yaitu:

a. Mengurangi kesempatan pegawai melakukan penggelapan, dengan jalan melakukan internal kontrol dan internal audit.

b. Melalui rekening aset bagian akunting mengidentifikasikan dan mengukur kerugian terhadap harta.

c. Melalui penilaian rekening seperti rekening piutang, Bagian Akunting mengukur risiko piutang dan mengalokasikan cadangan dana kerugian piutang.

2. Hubungan dengan fungsi keuangan

Risiko keuangan (financial risk) adalah sejauh mana perusahaan bergantung pada pembiayaan eksternal (termasuk pasar modal dan bank) untuk mendukung operasi yang sedang berlangsung. Risiko keuangan tercermin dalam faktor-faktor seperti leverage neraca, transaksi neraca keseimbangan (off-balance sheet), kewajiban kontrak, jatuh tempo pembayaran utang, likuiditas, dan hal lainnya yang mengurangi fleksibilitas keuangan. Perusahaan yang mengandalkan pada pihak eksternal untuk pembiayaan berisiko lebih besar daripada yang menggunakan dana sendiri yang dihasilkan secara internal.

25

Tujuan utama manajemen resiko keuangan adalah untuk meminimalkan potensi kerugian yang timbul dari perubahan tak terduga dalam harga mata uang, kredit, komoditas dan equitas (modal). Resiko tingkat harga yang dihadapi ini dikenal sebagai resiko pasar. Resiko pasar terdapat dalam berbagai bentuk. Meskipun fokus terhadap volatilitas harga atau tingkat, akuntan manajemen perlu mempertimbangkan resiko lainnya seperti:

1. Resiko liquiditas (tunai) timbul karena tidak semua produk manajemen resiko keuangan dapat diperdagangkan secara bebas.

2. Diskontinuitas pasar mengacu pada resiko bahwa pasar tidak selalu menimbulkan perubahan harga secara bertahap.

3. Resiko kredit merupakan kemungkinan bahwa pihak lawan dalam kontrak manajemen resiko tidak dapat memenuhi kewajibannya.

4. Resiko regulasi adalah risiko yang timbul karena pihak otoritas publik melarang penggunaan suatu produk keuangan untuk tujuan tertentu.

5. Resiko pajak merupakan resiko bahwa transaksi lindung nilai tertentu tidak dapat memperoleh perlakuan pajak yang diinginkan.

6. Resiko akuntansi adalah peluang bahwa suatu transaksi lindung nilai tidak dapat dicatat sebagai bagian dari transaksi yang hendak dilindungi nilai.

3. Hubungan dengan marketing

Kegiatan marketing dapat menciptakan risiko, terutama risiko tanggung-jawab.

Misalnya perusahaan bisa dituntut oleh pihak luar berkenaan dengan penggunaan yang tidak memenuhi syarat. Risiko pada saat pemasaran adalah kejadian buruk yang berpotensi terjadi dan diketahui berapa peluang kejadian tersebut akan benar-benar

terjadi dan sebesar apa dampaknya kalau kejadian tersebut benar-benar terjadi pada semua kegiatan usaha yang bertalian dengan arus penyerahan barang dan jasa-jasa dari produsen ke konsumen dalam kegiatan pemasaran, dikenal konsep 4P yaitu:

Product, Price, Placement, and Promotion.

4. Hubungan dengan bagian produksi

Kegiatan produksi juga banyak menciptakan risiko. Dalam mendisain dan membuat produk atau memberikan servis, pekerja seringkali di-ekspose pada kecelakaan kerja. Demikian pula produk atau servis yang dijualnya mungkin bisa menciptakan kerusakan atau kecelakaan badan bagi pemakainya, oleh karena itu perusahaan harus selalu sedia menghadapi “tuntutan hukum“ dari pihak ketiga.

Karena itu bagian produksi haruslah mengidentifikasikan dan mengevaluasi bahaya-bahaya yang terkait dengan produk dan servis, dan dengan proses.

5. Hubungan dengan aset dan pemeliharaannya

Bagian ini bertanggung jawab untuk melaksanakan fungsi perawatan gedung, pabrik dan peralatan, yang semuanya sangat vital untuk mencegah, mengurangi frekuensi dan keparahan kerugian. Mesin dan semua peralatan merupakan bagian penting untuk memperlancar bagian proses produksi.

6. Hubungan dengan bagian personalia

Bagian personalia mempunyai banyak tanggung jawab di bidang risiko. Contoh yang paling jelas adalah perancangan, instalasi, dan administrasi program-program kesejahteraan pegawai. Walaupun ada beberapa perusahaan manajer risiko yang bertanggung jawab penuh untuk program-program kesejahteraan itu, tetapi

27

kebanyakan perusahaan memberi wewenang penuh atau sebagian pada bagian personalia.

Karena bagian personalia bertanggung jawab untuk seleksi dan latihan personil, maka bagian personalia yang bertanggung jawab dalam mengawasi jabatan yang mengandung risiko, misalnya kecelakaan dan penyakit.

d. Penanggulangan Risiko

Pada pokoknya ada dua pendekatan/cara yang digunakannoleh seorang Manajer Risiko dalam menanggulangi risiko yang dihadapi oleh perusahaan, yaitu :

1. Penanggulangan Risiko (Risk Control) 2. Pembiayaan Risiko (Risk Financing)

Dalam pendekatan dengan penanganan risiko ada beberapa alat/metode yang dapat digunakan, antara lain:

1. Menghindari 2. Mengendalikan 3. Memisahkan

4. Melakukan kombinasi atau pooling 5. Memindahakan

C. Peranan Manajer dalam Perusahaan

Dokumen terkait