BAB III PENERAPAN PAJAK BAGI PELAKU UMKM
C. Penerapan pajak bagi pelaku UMKM yang memiliki
Pemerintah telah menerbitkan kebijakan baru dibidang perpajakan.
Kebijakan tersebut adalah PP No 23. Tahun 2018 tentang pajak penghasilan atas penghasilan dari usaha yang diterima atau diperoleh waijb pajak yang memiliki peredaran bruto tertentu. Peraturan ini berlaku sejak 1 juli 2018 menggantikan peraturan yang lama. Salah satu perubahan penting tersebut adalah pengenaan tarif PPh final dari 1% menjadi 0,5% .
Bapak Bonar Sitompul menyatakan bahwa.
“Setelah diundangkannya PP No. 23 Tahun 2018 petugas pajak melakukan sosialisasi dan edukasi kepada Wajib Pajak UMKM untuk menambah jumlah Wajib Pajak baru dan menambah pemahaman mereka terkait
kewajiban bayar pajak terhadap pelaku usaha disektor UMKM yang memenuhi kriteria sebagai Wajib Pajak sesuai aturan yang terbaru”124
Dari hasil wawancara diatas penulis menyimpulkan bahwa setelah berlakunya PP No. 23 Tahun 2018 petugas pajak melakukan sosialisasi dan edukasi untuk menambahWajib Pajak baru dan menambah pemahaman mengenai kewajiban pajak.
Kemudian Bapak Bonar sitompul menyatakan bahwa.
“ setelah diundangkannya PP No. 23 Tahun 2018 sudah terlihat adanya peningkatan terhadap Wajib Pajak UMKM dikarenakan pengurangan tarif yang berlaku saat ini sebesar 0,5%. Diharapkan kesadaran Wajib Pajak setelah adanya PP No.23 Tahun 2018 ini, dapat meningkatkan Wajib Pajak baru disektor UMKM”125
Dari hasil wawancara diatas penulis menyimpulkan bahwa peningkatan Wajib Pajak disektor UMKM mengalami peningkatan dan diharapkan agar kesadaran diri masyarakat dalam melakukan kewajibannya sebagai Wajib Pajak.
124 Bonar Sitompul,wawancara, (7 November2019).
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan mengenai tinjauan yuridis penerapan pajak berdasarkan PP No. 23 Tahun 2018 tentang pajak penghasilan dari usaha yang diperoleh wajib pajak yang memiliki peredaran bruto tertentu terhadap pelaku UMKM Medan Timur, maka dapat disimpulkan beberapa hal yang penting yakni sebgai berikut:
1. Persyaratan pengenaan pajak penghasilan (PPh) terhadap UMKM merupakan syarat yang telah ada dibuat oleh pemerintah didalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan dari usaha yang diperoleh atau diterima wajib pajak yang memiliki peredaran bruto tertentu hal ini UMKM yang memiliki peredaran bruto (omzet) tidak melebihi Rp4,8 miliar dalam satu tahun pajak antara lain usaha dagang, industri jasa seperti toko/kios/los kelontong, pakaian, elektronik, bengkel, penjahit, warung atau rumah makan, salon, dan usaha lainnya. Penggunaan tarif final 0,5% memiliki batas waktu antara lain:
a. bagi wajib pajak orang pribadi selama 7 tahun
b. wajib pajak badan berbentuk koperasi, persekutuan komanditer atau firma selama 4 tahun
c. wajib pajak badan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) selama 3 tahun.
2. Penerapan Pajak bagi pelaku UMKM terkait Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018 tentang pajak penghasilan dari usaha yang diperoleh atau diterima wajib pajak yang memiliki peredaran bruto tertentu untuk menambah pendapatan negara dalam sektor pajak. Penurunan tarif dari 1% menjadi 0,5 % diyakini mengurangi beban pajak sehingga pelaku usaha bisa meningkatkan kemampuan ekonomi mereka untuk mengembangkan usahanya masing-masing. Tarif yang rendah juga diharapkan dapat membuat masyarakat semakin terdorong terjun kedunia usaha. Selain itu, tarif yang rendah juga bisa mendorong pelaku usaha untuk patuh terhadap kewajiban perpajakannya.
3. Kurangnya pemahaman ataupun ketidakpatuhanWajib pajak UMKM di Kota Medan menjadi hambatan dan kendala yang dihadapi petugas pajak, setelah diundangkannya PP Nomor 23 Tahun 2018 tentang pajak penghasilan dari usaha yang diperoleh atau diterima oleh wajib pajak yang memiliki peredaran bruto tertentu diharapakan menumbuhkan pelaku usaha baru dan taat dalam membayar pajak usaha mereka. Oleh karena itu petugas pajak di Medan Timur selalu melakukan sosialisasi, edukasi, dan konsultasi kepada Wajib Pajak untuk menambah pemahaman mereka tentang kewajiban perpajakan dan juga memberikan bantuan kepada Wajib Pajak guna menambah kepatuhan mereka.
B. Saran
Beberapa saran yang dapat diberikan terkait tinjauan penerapan pajak bagi pelaku UMKM di kota Medan antara lain:
1. Agar petugas pajak khususnya daerah Medan Timur tetap melakukan sosialasi dan edukasi tehadap wajib pajak terkait PP No. 23 Tahun 2018. Sosialisai dan edukasi diharapkan dilakukan secara rutin guna meningkatkan kepatuhan dalam pembayaran pajak. Konsultasi yang diberikan petugas pajak juga perlu dilakukan setiap Wajib Pajak melakukan pembayaran pajak dalam. Dalam hal ini petugas pajak juga melakukan pengawasan terhadap setiap Wajib Pajak yang hendak melakukan konsultasi.
2. Agar para petugas pajak memberitahukan mengenai mobile billing/wa billing kepada setiap Wajib Pajak baru. Disaat ingin melakukan pembayaran pajak, maka hal ini sangat membantu Wajib Pajak baru dalam melakukan pembayaran pajak karena dibantu melalui mobile billing/wa billing tersebut.
DAFTAR PUSTAKA A. Buku
Abduh,Thamrin.Strategi Internasionalisasi UMKM.Makassar:CV Sah Media.2017.
Abdulkadir,Muhammad.Hukum dan Penelitian Hukum.Bandung:PT. Citra Aditya.2004.
Bambang ,Waluyo.Penelitian Hukum Dalam Praktek.Jakarta:Sinar Grafika.2002.
Boediono,B. Perpajakan Indonesia .Jakarta:Diadit Media.2000.
Budiarto,Rachmawan,dkk.Antara konseptual dan Pengalaman Praktis.Yogyakarta:Gadjah Mada university press.2015.
Budi,Chandra.Urus Pajak itu Sangat Mudah.Jakarta:Percetakan PT Gramedia.2013.
Djuanda,Gustian &Lubis,Irwansyah.Pelaporan Pajak Penghasilan Edisi Revisi.Jakarta:PT RajaGrafindo.2001.
Farouq,M.. Hukum Pajak di Indonesia.Jakarta:Kencana.2018.
Fitriati,Rachma. Menguak daya saing UMKM industri kreatif. Jakarta:Yayasan Pustaka obor Indonesia. 2015.
Hadi,Ariesto,Sutopo.Terampil Mengolah Data Kualitatif Dengan NVIV.Jakarta:Media Grup. 2010.
Hutagaol,John. Perpajakan.Jakarta: Stie Perbanas .2007.
Hyas,Wiaran,Waluyo B. Perpajakan Indonesia.Jakarta:PT Salemba Emban Patria. 2017.
Kardiman.Ekonomi Dunia Keseharian Kita. Jakarta: Percetakan Yudhistira. 2006.
Mardiasmo. Perpajakan Edisi terbaru. Yogyakarta:C.V ANDI OFFSET.2016.
Marzuki,Muhammad,Peter. Penelitian hukum.Jakarta:Kencana Prenada Group.2005
Muljono,Djoko.Panduan brevet Pajak. Yogyakarta:CV Andi Offset. 2010.
Nugroho,Muhammad,Awal, Satrio & Teguh,Bambang. Hakdan Kewajiban dalam Ketentuan Umum Perpajakan (KUP) di Indonesia.Jakarta:Penerbit Salemba Empat.2008.
Pandiangan,Liberti.Cara menghindari 37 Larangan Perpajakan. Jakarta: PT Elex Media Komputindo KOMPAS GRAMEDIA.2008.
Rosdiana, Haula.Perpajakan Teori dan Aplikasi. Jakarta:PT RajaGrafindo.2005.
Rusjdi,Muhammad.PPh Pajak Penghasilan.Jakarta: Penerbit PT Indeks.2007.
Sadi,Muhammad.Pengantar Ilmu Hukum.Jakarta:Kencana.2007.
Saidi,Djafar,Muhammad.Perlindungan Hukum wajib pajak dalam Penyelesaian Sengketa Pajak. Jakarta: PT RajaGrafindo.2007.
Simanjuntak,Hamonangan,Timbul&Mukhlis,Imam. Dimensi Ekonomi Perpajakan Dalam Pembangunan Ekonomi. Jakarta:Penerbit Raih Asa Sukses.2012.
Soekanto,Soerjono.Pengantar Penelitian Hukum.Jakarta:UI-Press.2014.
Soemitro,Rochmat, H..Pajak Penghasilan.Bandung:PT Eresco.1984.
Suryana,Achmad. Pengembangan kewirasuaan untuk Pemberdayaan UMKM daerah.Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.2018
Widjaja,Amin,Tunggal. Pelaksanaan Pajak Penghasilan Perorangan. Jakarrta:PT Rineka Cipta.1995.
B. Peraturan perundang-undangan
Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil, dan Menengah Republik Indonesia Nomor 07/PER/M.KUKM/VI/2017 Tentang Pelaksanaan Konfirmasi Status Wajib Pajak Bagi Pelayanan Publik Di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.
Peraturan Pemerintah No 17 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
Peraturan Pemerintah No 23 Tahun 2018 Tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan Dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.
Undang-Undang No 16 Tahun 2009 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.
Undang-Undang No 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Undang-Undang No 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan.
C. Jurnal
Dayu aismawanto, “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan WajibPpajak dalam Membayar Pajak UMKM” Vol 11 No. 02-Januari 2018.
N Safrina, “Kajian dampak Penerapan PPh Final 0,5% terhadap UMKM dalam Rangka Pencapaian Target Penerimaan Pajak” Vol. 15 No. 1-Juli 2018, hlm 36-37. pajak tahun 2018,diakses pada 11 Oktober 2019.
Sari Rafika,”Kebijakan Insentif pajak bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah”
Vol 10 No 12-Juni 2018.
D. Website
http://bagusrizkyy31.blogspot.com/2016/05/peran-ukm-dalam-perekonomian-indonesia.html /,(Diakses pada tanggal -7 Desember 2019 pukul 23.25).
http://www.google.com/amp/pengurangan-yang-diperbolehkan-pph-badan/amp/,(Diakses pada tanggal 06 Desember 2019 pukul 23.23).
http://www.google.com/amp/s/stapiindonesia.wordpress.com/2015/02/12/pengerti an-peredaran-bruto-menurut-pajak/amp/(Diakses pada 3 Oktober 2019, pukul 20.23).
http://klikpajak.id/blog/pajak-bisnis/jenis-pajak-penghasilan-badan-usaha-atau-perusahaan/(diakses pada 21 November 2019, pukul 20.26).
http://kilikpajak.id/blog/bayar-pajak/usaha-yang-tidak-dikenakan-pajak, (Diakses pada 9 Oktober 2019,pukul 00.30).
http://.Koran-Jakarta.com/aturan-pajak-penghasilan-umkm/,(Diakses pada tanggal 01 November 2019, pukul 18.31).
http/:maxmanroe.com/vid.bisnis/pengertian-pdb.html,(Diakses pada 7 Oktober 2019, pukul 20.00).
http://www.Pajak.go.id./Sinergi-Kanwil-DJP-Sumut-I-dan-IKPI-Sumut-sosialisasikan-PP-No.-23-Tahun-2018,(Diakses pada 1Oktober 2019,pukul 19.24).
http;//pendidikan.co.id/umkm-pengertian-ciri-kriteria-klasifikasi-jenis kelebihan/,(Diakses pada tanggal 2 Oktober 2019 pukul 15.00).
http://wibowopajak.com/02/pengertian-peredaran-bruto-wajib-pajak-badan.html?m=1,(Diakses pada tanggal 08 Desember 2019 pukul 08.03).