BAB III : PENGATURAN PRINSIP GOOD CORPORATE
A. Penerapan Prinsip Good Corporate Governance pada BUMN
Perkebunan Nusantara III Medan
PT Perkebunan Nusantara III disingkat PTPN III (Persero), merupakan salah satu dari 14 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perkebunan yang bergerak dalam bidang usaha perkebunan, pengolahan dan pemasaran hasil perkebunan. Kegiatan usaha Perseroan mencakup usaha budidaya dan pengolahan tanaman kelapa sawit dan karet. Produk utama Perseroan adalah Minyak Sawit (CPO) dan Inti Sawit (Kernel) dan produk hilir karet. PT. Perkebunan Nusantara III (Persero), disingkat PTPN III dibentuk berdasarkan PP No.8 Tahun 1996, Tanggal 14 Pebruari 1996 dalam rangka restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dibidang perkebunan. PTPN III merupakan penggabungan kebun-kebun diwilayah Sumetera Utara dari eks PTP III, PTP IV dan PTP V. Setiap perusahaan memiliki visi dan misi dari keberadaannya. Demikian halnya dengan PT. Perkebunan Nusantara III ini juga memiliki visi dan misi serta tujuan perusahaan seperti perusahaan-perusahaan lainnya.92
Visi perusahaan :
Menjadi perusahaan agribisnis kelas dunia dengan kinerja prima dan melaksanakan tata kelola bisnis terbaik.
Misi perusahaan :
- Mengembangkan industri hilir berbasis perkebunan secara berkesinambungan.
- Menghasilkan produk berkualitas untuk pelanggan
- Memberlakukan karyawan sebagai aset strategis dan mengembangkannya secara optimal.
- Menjadi perusahaan terpilih yang memberikan imbal hasil
terbaik bagi para investor.
- Menjadikan perusahaan yang paling menarik untuk bermitra
bisnis.
- Memotivasi karyawan untuk berpartisipasi aktif dalam
mengembangkan komunitas
- Melaksanakan seluruh aktifitas perusahaan yang bewawasan
lingkungan Tujuan Perusahaan :
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah melakukan usaha dibidang agrobisnis dan agroindustri, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya Perusahaan untuk menghasilkan barang dan/ atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, perusahaan melaksanakan kegiatan utama sebagai berikut :
a) Pengusahaan budidaya tanaman meliputi pembukaan dan pengolahan lahan, pembibitan, penanaman dan pemeliharaan dan pemungutan hasil tanaman serta melakukan kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan pengusahaan budidaya tanaman tersebut.
66
b) Produksi meliputi pengolahan hasil tanaman sendiri maupun dari pihak lain menjadi barang setengah jadi dan atau barang jadi serta produk turunannya.
c) Perdagangan meliputi penyelenggaraan kegiatan pemasaran berbagai macam hasil produksi serta melakukan kegiatan perdagangan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan usaha Perusahan.
d) Pengembangan usaha bidang perkebunan, agrowisata, agrobisnis dan agroindustri.
e) Lain-lain dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki perusahaan.
Dengan adanya visi dan misi serta tujuan dari perusahaan tersebut merupakan pernyataan tertulis tentang tujuan-tujuan kegiatan usaha yang akan dilakukannya. Tentunya kegiatan terencana dan terprogram ini dapat tercapai dengan keberadaan sistem tatakelola perusahaan yang baik. Disamping itu perlu terbentuk kerjasama tim yang baik dengan berbagai pihak, terutama dari seluruh karyawan dan top manajemen.
Sistem tatakelola organisasi perusahaan yang baik ini menuntut dibangunnya dan dijalankannya prinsip-prinsip tata kelola perusahaan (GCG) dalam proses manajerial perusahaan. Dengan mengenal prinsip-prinsip yang berlaku secara universal ini diharapkan perusahaan dapat hidup secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi para stakeholdernya.
PT. Perkebunan Nusantara III Medan menciptakan suatu sistem GCG (Good Corporate Governance) yaitu, peraturan tertulis yang merupakan pedoman bagi seluruh unit usaha untuk menjalankan kegiatan operasional usaha termasuk di dalamnya adalah bagaimana membagi tugas dan tanggung jawab serta
mendelegasikan wewenang dari pada pemegang saham, komisaris dan direksi serta karyawan.
Dampak penerapan Good Corporate Governance di PT. Perkebunan Nusantara III berupa menerapkan fasilitas dan tunjangan yang memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kinerja lebih besar sehingga keuntungan dari perusahaan ikut menjadi lebih tinggi kerena peran utama juga terletak pada kinerja karyawan yang berkualitas. Penerapan ini sangat berpengaruh kepada gaji karyawan karena dengan adanya kenaikan gaji karyawan peningkatan pendapatan karyawan semakin lama semakin meningkat dari tahun-ketahun.
Dalam kaitannya dengan Good Corporate Governance (GCG), direksi dipandang sebagai kunci utama keberhasilan penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance. Tugas dan tanggung jawab direksi sebagai suatu organ perseroan untuk menerapkan prinsip Good Corporate Governance, direksi tidak secara sendiri-sendiri bertanggung jawab kepada perseroan. Menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, direksi merupakan suatu organ yang di dalamnya terdiri satu atau lebih anggota yang dikenal dengan sebutan direktur. Pada prinsipnya hanya ada satu orang direktur, akan tetapi dalam hal-hal tertentu sebuah Perseroan Terbatas haruslah mempunyai paling sedikit 2 (dua) orang direktur, yaitu dalam hal, sebagai berikut :93
1. Perseroan yang bidang usahanya mengerahkan dana masyarakat 2. Perseroan yang menerbitkan surat pengakuan hutang
3. Perseroan berbentuk Perseroan Terbuka.
68
Struktur Organisasi merupakan susunan yang terdiri dari fungsi-fungsi dan hubungan-hubungan yang menyatakan seluruh kegiatan untuk mencapai suatu sasaran. Secara fisik struktur organisasi dapat dinyatakan dalam bentuk gambaran grafik (bagan) yang memperlihatkan hubungan antara unit-unit organisasi dan garis-garis wewenang yang ada. Penggambaran organisasi dalam suatu bagan merupakan suatu hasil keputusan yang telah tercapai struktur organisasi yang bersangkutan. ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan badan organisasi yaitu :
1. Dapat memperlihatkan karakteristik utama dari perusahaan yang bersangkutan. 2. Dapat memperlihatkan gambaran perkerjaan dan hubungan-hubungan yang ada
didalam perusahaan.
3. Dapat digunakan untuk merumuskan rencana kerja yang ideal sebagai pedoman untuk mengetahui siapa bawahan dan siapa atasan.
Didalam perusahaan pada umumnya mengadakan klasifikasi jabatan, sehingga setiap jabatan mempunyai nomor kode klasifikasi menurut pentingnya kedudukan dalam organisasi. Pada struktur organisasi ada tiga bagian kelompok, antara lain : 1. Lapisan Puncak, lapisan ini disediakan untuk pemegang pimpinan tertinggi
atau Presiden Direktur dengan tugas menghembangkan organisai, mengembangkan sistem organisasi, dan mengembangkan sistem manajemen. 2. Lapisan Menengah, Lapisan ini disediakan untuk semua pimpinan puncak,
dengan tugas mengembangkan organisasi, mengembangkan sistem organisasi, dan mengembangkan sistem manajemen secara terbatas.
3. Lapisan Bawah, lapisan initerdiri dari para pekerja pelaksana perintah yang diterapkan oleh atasannya.94
Oleh sebab itu, melalui struktur organisasi ini diharapkan dapat tercapai suatu koordinasi yang efektif diantaranya unit-unit maupun bagian didalam organisasi/perusahaan. Dengan demikian struktur organisasi yang digunakan harus sesuai dengan kondisi dan kebutuhan perusahaan agar pendayagunaan sumber daya yang ada dapat dioptimalkan. Susunan Direksi dalam PT. Perkebunan III Medan sebagai berikut :
Direktur Utama : Bagas Angkasa
Direktur Produksi : Balaman Tarigan
Direktur Sumber Daya Manusia/Umum : Rachmat Prawirakusumah Direktur Perencanan dan Pengembangan : Nurhidayat
Direktur Keuangan : Erwan Pelawi
Struktur dewan direksi dalam PT. Perkebunan Nusantara III Medan dibagi kedalam 5 (lima) bagian dan memiliki fungsi dan tugas masing-masing, yaitu :95 1. Direktur Utama
Berfungsi untuk mengambil keputusan dan penanggung jawab utama atas jalannya Pelaksanaan Operasional Perusahaan Secara teratur, terarah dan terpadu. Tugas dan Wewenang Direktur Utama :
94 http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23168/4/Chapter%20II.pdf, diakses pada tanggal 17 Januari, pukul 21.26 WIB
95 http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23168/4/Chapter%20II.pdf, diakses pada tanggal 17 Januari 2014, pukul 21.26 WIB
70
a. Melaksanakan kebiasaan perusahaan, sesuai dengan yang diatur didalam anggaran perusahaan, serta ketentuan yang digariskan oleh Rapat Umum Pemegang Saham, Mentri Pertanian selaku kuasa Pemegang Saham dan Dewan Komisaris.
b. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas para anggota Direksi dan mengawasi secara umum.
c. Bersama-sama dengan anggota Direksi lainnya mewakili prusahaan didalam dan diluar pengadilan.
d. Bertanggung jawab kepada Rapat Umum Pemegang Saham melalui Dewan Komisaris.
e. Menetapkan langkah-langkah pokok dalam melaksanakan kebijakan pemerintah.
2. Direktur Produksi
Berfungsi dalam mengelola bidang tanaman, Produksi, teknik, Pengolahan dan lainnya yang berkaitan dengan fungsi tersebut diatas.
Tugas dan wewenang Direktur Produksi :
a. Menyusun perencanaan dibidang pekerjaan yang tercantum dalam kebijaksanaan Direksi.
b. Melaksanakan peraturan-peraturan dan pengendalian dari unit-unit usaha dan sarana pendukungnya mencakup tanaman.
c. Melaksanakan pemberian dan pengawasan terhadap kegiatan yang tercantum pada kebijaksanaan Direksi.
d. Melaksanakan rencana rehabilitasi dan investasi dibidang tanaman maupun sarana pendukung produksi lainnya dari unit-unit usaha yang telah ada. Direktur Produksi bertanggung jawab kepada Direktur Utama dan kepada Rapat Umum Pemegang Saham melalui Dewan Komisaris.
3. Direktur Keuangan
Direktur Keuangan khusus mengelola bagian keuangan perusahaan. Tugas dan wewenang Direktur Keuangan :
a. Menyusun perencanaan dibidang keuangan.
b. Menetapkan Administrasi ketentuan-ketentuan dibidang keuangan.
c. Mengelola Administrasi keuangan secara umum pada bidang keuangan dan perkantoran serta segala sesuatunya yang berkaitan dengan itu.
d. Melaksanakan pengendalian pengawasan terhadap bidang-bidangnya.
e. Direktur keuangan bertanggung jawab kepada Direktur Utama dan Rapat Umum Pemegang Saham melalui Dewan Komisaris.
4. Direktur Sumber Daya Manusia
Berfungsi dalam mengelola bidang ketenagakerjaan dan umum serta pembinaan usaha kecil dan Koperasi.
Tugas dan wewenang Direktur Sumber Daya Manusia :
a. Menyusun perencanaan dibidang ketenagakerjaan dan masalah umum serta kesejahteraan karyawan.
b. Menetapkan ketentuan-ketentuan pelaksanaan dibidang yang dikelolanya. c. Mengelola sumber daya manusia yang ada secara umum.
72
d. Melaksanakan pengendalian dan pengawasan terhadap bidang-bidang yang dikelolanya.
Direktur Sumber Daya Manusia bertanggung jawab kepada Direktur Utama dan kepada Rapat Umum Pemegang Saham.
5. Direktur Pemasaran
Berfungsi dalam mengelola bidang pemasaran perusahaan yang mencakup pengadaan dan penjualan barang
Tugas dan wewenang Direktur Pemasaran : a. Menyusun perencanaan dibidang Pemasaran.
b. Menetapkan ketentuan-ketentuan dibidang pemasaran.
c. Melaksanakan pengendalian dan pengawasan terhadap bidang tersebut diatas. Direktur Pemasaran bertanggung jawab terhadap Direktur Utama dan Rapat Umum Pemegang Saham melalui Dewan Komisaris.
Tanggung jawab direksi PT. Perkebunan Nusantara III Medan sehubungan dengan prinsip-prinsip Good Corporate Governance yakni prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, kewajaran (fairness), dan kemandirian yang diuraikan sebagai berikut :
a. Tanggung jawab direksi dalam hal yang berhubungan dengan prinsip transparansi
Dalam prinsip transparansi direksi dituntut untuk memberikan informasi yang memadai, akurat, dan tepat waktu kepada stakeholders. Direksi harus meningkatkan kualitas, kuantitas dan frekuensi dari pelaporan keuangan. Pengurangan dari kegiatan curang seperti manipulasi laporan (creative
accounting), pengakuan pajak yang salah dan penerapan dari prinsip-prinsip pelaporan yang cacat, kesemuanya adaLah masalah krusial untuk menyakinkan bahwa pengelolaan perusahaan dapat dipertahankan.96
b. Tanggung jawab direksi dalam hal yang berhubungan dengan prinsip akuntabilitas
Akuntabilitas yaitu kejelasan fungsi, hak, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban organ perusahaan guna terlaksananya pengelolaan kegiatan usaha perusahaan secara efektif. Dalam prinsip akuntabilitas dewan direksi bertanggung jawab atas keberhasilan pengelolaan perusahaan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh pemegang saham.
c. Tanggung jawab direksi dalam hal prinsip responsibilitas
Dalam prinsip responsibilitas tanggung jawab direksi dapat dilihat di dalam Pasal 14 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang isinya “direksi bertanggung jawab atas semua perbuatan hukum yang dilakukan perseroan selama perseroan belum berstatus badan hukum menjadi tanggung jawab direksi, pendiri, dan dewan komisaris”. Dan dapat juga dilihat dalam Pasal 97 yang menyatakan “direksi wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab mengemban tugas dan kewajibannya untuk kepentingan dan tujuan perseroan dan mempunyai kewenangan mewakili perseroan”.
d. Tanggung jawab direksi dalam hal yang berhubungan dengan prinsip kewajaran
96 Adrian Sutedi, op.cit., hlm. 11
74
Seluruh pemangku kepentingan harus memiliki kesempatan untuk mendapatkan perlakuan yang adil dari perusahaan. Pemberlakuan prinsip ini di perusahaan akan melarang praktek-praktek tercela yang dilakukan oleh orang dalam yang merugikan pihak lain. Dalam prinsip kewajaran setiap anggota direksi harus melakukan keterbukaan jika menemukan transaksi-transaksi yang mengandung benturan kepentingan.
e. Tanggung jawab direksi dalam hal yang berhubungan dengan prinsip kemandirian
Prinsip ini menuntut para pengelola perusahaan agar dapat bertindak secara mandiri sesuai peran dan fungsi yang dimilikinya tanpa ada tekanan-tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan sistem operasional perusahaan yang berlaku. Tersirat dengan prinsip ini bahwa pengelola perusahaan harus tetap memberikan pengakuan terhadap hak-hak stakeholders yang ditentukan dalam undang-undang maupun peraturan perusahaan.
Penerapan prinsip Good Corporate Governance dalam perusahaan terutama yang dilakukan oleh Dewan Direksi PT. Perkebunan Nusantara III Medan jika dilihat mulai dari tahun 2004 sampai tahun 2012 memperoleh predikat baik, bahkan pada tahun 2011 penerapan prinsip tersebut memperoleh predikat yang sangat baik.