• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan Program aPu & PPT

Dalam dokumen AR Bank Ina 2016 LK low ok (Halaman 193-195)

Sesuai Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Perseroan berkomitmen penuh menerapkan anti TPPU, dimana dalam penerapannya, Bank berpedoman pada Peraturan Bank Indonesia No. 14/27/PBI/2012 tanggal 28 Desember 2012 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Bagi Bank Umum

192 PT BANK INA PERDANA Tbk

Laporan Tahunan 2016

tanggal 14 Juni 2013 Perihal Pedoman Standar Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme bagi Bank Umum. Pada tanggal 27 Juni 2013, Bank telah menerbitkan Kebijakan Penerapan Program Anti Pencucian Uang Dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU & PPT yang terbaru yang telah disesuaikan dengan ketentuan dari PBI tersebut di atas.

Dalam melakukan hubungan usaha dengan pengguna jasa (Nasabah atau Walk in Customer) maka Bank melakukan Proses Customer Due Diligence (CDD) dan Proses Enhanced Due Dilligence (EDD). Melalui Proses CDD, Bank mengetahui kesesuaian profil nasabah atau Walk in Customer dan profil transaksi yang dilakukannya. Proses CDD bukan semata-mata proses pembacaan dan pencocokan data dokumen tetapi merupakan proses pengenalan Nasabah atau Walk in Customer secara lebih mendalam berdasarkan informasi yang tersurat dalam dokumen maupun yang tersirat yang hanya akan didapat dari proses analisa dan penggalian secara mendalam, dengan demikian kemungkinan terjadinya tindak pencucian uang dan/ atau pendanaan terorisme dari transaksi atau aktivitas nasabah Bank dapat diketahui dan dimonitor. Bagi Calon Nasabah yang masuk dalam kriteria High Risk, harus terlebih dahulu melalui proses Enhanced Due Dilligence (EDD) sebelum menjalin hubungan usaha dengan Bank. Untuk itu Kantor Cabang akan menyampaikan pengajuan persetujuan penerimaan Nasabah High Risk/PEP kepada Direktur Kepatuhan, untuk itu Proses EDD dilakukan oleh unit kerja ACM dan selanjutnya hasil proses tersebut diajukan kepada Direktur Kepatuhan.

Bank juga menggunakan Aplikasi guna membantu memantau nasabah, transaksi maupun data-data lain yang berkaitan dengan APU & PPT serta dapat menyajikan Profil Risiko Nasabah Bank dengan lebih informatif dan teradministrasi lebih baik. Bank senantiasa melakukan Proses Pengkinian Data. Setiap bulan Kantor Pemilik Customer Identification File (CIF) melakukan upaya pengkinian terhadap data Nasabah serta profilnya. Pengkinian data berpedoman pada Rencana Pengkinian Data yang dibuat oleh Kantor Pemilik CIF berdasarkan CIF aktif. Dalam periode laporan ini Bank secara berkala melakukan pemeriksaan untuk mencari Nasabah yang diduga memiliki Customer Identification File (CIF) Ganda. Bilamana ditemukan ada nasabah yang diduga memililiki CIF Ganda, maka unit kerja Account Customer Monitoring (ACM) menginformasikannya kepada Kantor Cabang untuk memastikan apakah nasabah- nasabah yang memiliki kemiripan data-data tersebut adalah orang yang sama. Untuk Nasabah yang benar nyata memiliki

2013 Regarding the Standard Guidelines for Application of Anti- Money Laundering and Prevention of Terrorism Financing for Commercial Bank. On June 27, 2013, Bank Ina has issued Policy Implementation of Anti-Money Laundering and Combating the Financing of Terrorism (Latest APU & PPT that has been adjusted to the provisions of the above mentioned regulation.

In a business relationship with the customers (the Customer or the walk in Customer), Bank Ina doing Process Customer Due Diligence (CDD) and Process Enhanced Due Diligence (EDD). Through the CDD process, the Bank determine the suitability customer profile or walk in Customer and transaction profile does, CDD process is not simply a process of reading and data matching documents but it is the process of introduction of the Customer or the walk in Customer in greater depth based on the information written in the documents or implied that only will be gained from the process of analysis and excavation in depth, thus the possibility of a follow money laundering and/or terrorist financing of the transaction of the activity of the Bank’s customers can be identified and monitored. For Prospective Customers who qualifies as high risk, must first go through the process Enhanced Due Diligence (EDD) before establishing a business relationship with the Bank. For that, Branch would convey approval submission Customer acceptance High Risk/PEP to the Director of Compliance, for the EDD process carried out by the unit ACM and furhter results of the process is submitted to the Director of Compliance.

Bank also use Application to help monitoring the customer, transaction as well as other data related to APU & PPT and to present Bank’s Customer Risk Profile in an informative and well administered manner.

The Bank constantly Updating Process Data every month to the Office of Own customer Indentification File (CIF) efforts as well as updating the Client’s data profile. Plan based on the data update Updating of Data created by the Offive of the CIF by refer to active CIF owners.

In this annual periodic report the Bank conduct assessment to identify Customer having Double Customer Identification File (CIF). If such customer is found, the Account Customer Monitoring (ACM) unit will inform to the Branch to ensure whether customers having similar data is the same person. If the Customer is found to have Double CIF the Branch conduct CIF merger and then unrelated account will be deleted.

tentangProgram APU & PPT kepada karyawan baru maupun refreshment bagi karyawan yang sudah pernah mengikuti pelatihanProgram APU & PPT, dilakukan evaluasi melalui soal- soal tertulis. Metode pelatihan dengan cara tatap muka secara interaktif dengan topik pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan peserta dengan narasumber dari internal Bank. Unit kerja Human Resources Development (HRD) berkoordinasi dengan unit kerja Account and Customer Monitoring (ACM) dalam penyelenggaraan pelaksanaan pelatihan dengan menyiapkan undangan, tempat, sarana pelatihan dan akomodasi untuk peserta pelatihan atau hal-hal lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pelatihan.

Untuk Pelatihan APU PPT yang bersifat khusus, maka Unit Kerja HRD akan menerbitkan memo pemberitahuan kepada unit kerja ACM. Karyawan yang akan mengikuti pelatihan mendatangi Unit Kerja ACM dan menerima pelatihan langsung baik berupa penjabaran materi Program APU PPT maupun secara langsung melihat pekerjaan yang dilakukan unit kerja ACM yang berhubungan dengan APU PPT.

Dalam dokumen AR Bank Ina 2016 LK low ok (Halaman 193-195)

Dokumen terkait