• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Analisis Data

4.2.4 Penerbit yang menerbitkan buku Islam

Hasil penelitian menunjukkan penerbit buku Islam dimana buku-bukunya didaftarkan pada BNI 2000-2005 berjumlah 266 penerbit. Pada daftar penerbit, tersebutlah penerbit dengan buku-buku Islam yang diterbitkannya paling banyak, yaitu Pustaka Al Kautsar-Jakarta berjumlah 67 buku sebanyak 8,09%. Selanjutnya, Pustaka Azzam-Jakarta dan Raja Grafindo Persada-Jakarta

masing-masing sebanyak 4,11% (34 buku). Penerbit Remaja Rosdakarya-Bandung (29 buku) sebanyak 3,5%. Penerbit Gema Insani Press-Jakarta yang bukunya terdaftar pada BNI 2000-2005 berjumlah 28 buku sebanyak 3,41%. Pustaka Pelajar-Yogyakarta berjumlah 21 buku sebanyak 2,54%. Gramedia Pustaka Utama-Jakarta 19 buku yaitu sebanyak 2,29%. Mizan-Bandung (18 buku) sebanyak 2,17%, Tiara Wacana-Yogyakarta (17 buku) sebanyak 2,05%. Serta, Pustaka Tarbiatuna-Jakarta (14 buku) sebanyak 1,69%. Maka di luar penerbit yang disebutkan berjumlah 547 penerbit yang merupakan 66,06% dari total keseluruhan penerbit pada penelitian ini.

Hasil di atas sangatlah menarik bila mengetahui profil dari beberapa penerbit tersebut seperti Pustaka Al Kautsar, Pustaka Azzam, RajaGrafindo Persada, Remaja Rosdakarya.

Pustaka Al-Kautsar adalah penerbit buku Islami yang sudah 18 tahun (sekitar tahun 1990) menerbitkan buku-buku bertemakan Islam. Dengan mengusung motto sebagai Penerbit Buku Islam Utama, Pustaka Al-Kautsar berdiri untuk semua umat Islam dan independen. Tidak milik suatu kelompok/golongan/aliran tertentu, dan tidak berafiliasi ke organisasi mana pun. Sedangkan tema buku-buku yang diterbitkan sangat beragam. Tema-tema tersebut adalah akidah, tafsir, hadits, akhlak, sejarah Islam, sirah Nabi, biografi sahabat dan para ulama, kisah-kisah Islami, pendidikan, ekonomi Islam, politik, kewanitaan dan keluarga, tips pengembangan diri, manajemen, maupun buku-buku pemikiran kontemporer. Kini sudah lebih dari 500 judul buku-buku berhasil diluncurkan.

Pustaka Azzam adalah penerbit buku yang mendedikasikan dirinya untuk penyebaran buku Islam Ahlus sunnah wal jama'ah. Berdiri sejak tahun 1997 dengan jumlah personel yang masih sangat sedikit. Lambat laun seiring dengan meningkatnya daya baca masyarakat khususnya umat Islam, Pustaka Azzam semakin berkembang dan memantapkan langkahnya menerbitkan buku-buku Turats Islam, yaitu buku-buku Islam yang disusun oleh ulama-ulama besar dari zaman ke zaman yang merupakan pegangan utama umat Islam di seluruh dunia. Tercatat telah diterbitkan beberapa terjemah tafsir, buku-buku hadits dan syarahnya, buku-buku Fiqih dari berbagai madzhab, buku-buku muamalah dan

ekonomi Islam, buku sejarah, dan tak lupa juga buku-buku Islam bermutu lainnya yang berkenaan dengan keluarga, akhlaq, muamalah, dan lain sebagainya.

PT RajaGrafindo Persada merupakan sentra manajemen untuk empat unit kegiatan penerbitan (divisi) yang bergerak pada bidang-bidang khusus dalam ranah studi yang sarat informasi Divisi pertama, Rajawali Press adalah unit kegiatan induk (1980) yang berkiprah menerbitkan buku-buku teks perguruan tinggi ilmu-ilmu sosial dan agama. Srigunting yang lahir kemudian (1995) mengambil lahan buku-buku agama praktis tanpa meninggalkan kedalaman isi yang dikemas dalam format saku sehingga mudah dibawa kemana saja dan dapat dibaca dengan enak. Buku-buku agama praktis tanpa meninggalkan kedalaman isi yang dikemas dalam format saku sehingga penerbit ini bisa banyak menerbitkan buku Islam untuk selanjutnya.

Remaja Rosdakarya bermula hanya berstatus sebagai penerbit buku pelajaran dan bacaan Bahasa Indonesia SD yang dicetakkan kepada perusahaan lain. Dalam upaya Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), tahun 1970, CV Remaja Karya mengembangkan usahanya dengan mendirikan unit percetakan sehingga memantapkan keberadaan CV Remaja Karya dalam dunia penerbitan dan percetakan di Indonesia. Termasuk di antaranya adalah menerbitkan buku-buku bertema keislaman.

Dari hasil penelitian dan profil penerbit dapat disimpulkan bahwa penerbit-penerbit komersial yang menerbitkan buku Islam di Indonesia ada dua jenis yaitu penerbit yang secara khusus menerbitkan buku Islam dan penerbit buku

menerbitkan buku Islam seperti Pustaka Al Kautsar, Pustaka Azzam, Gema Insani Press, Mizan dan Pustaka Tarbiatuna. Sementara itu, penerbit buku umum yang seringkali menerbitkan buku Islam yaitu Gramedia Pustaka Utama, Raja Grafindo Persada, dan Remaja Rosdakarya.

Pustaka Al Kautsar cukup banyak jumlah bukunya yang terbit dan terdaftar dalam BNI salah satunya karena buku-bukunya banyak yang best seller, terutama karya-karya Yusuf Al-Qaradhawi, seperti Bagaimana Berinteraksi dengan Alquran, Bagaimana Berinteraksi dengan Peninggalan Ulama Salaf dan Perserikatan Daulah dalam Perspektif Alquran.20

Menurut paparan Sulaiman Budiman (Direktur TB. Gramedia Matraman), Agama dan ketenangan batin merupakan salah satu tema yang membuat suatu buku menjadi best seller.21 Berdasarkan riset yang dilakukan oleh TB Gramedia, buku-buku Islam saat ini pasarnya masih bagus melihat kecenderungan masyarakat yang resah dan butuh suatu hal yang menenangkan dan itu didapat dari religi. Seperti contohnya buku yang masih dan paling best seller adalah Laa Tahzan karya DR. Aidh al Qarni.

Selain itu, Pustaka Al Kautsar mampu memenuhi banyak kebutuhan hampir seluruh subjek kebutuhan pasar buku-buku Islam. Begitu pula pada penerbit buku Islam lainnya yang memiliki omzet tinggi karena buku-bukunya berkualitas dan bestseller, adanya manajemen penerbitan yang baik, perhatian terhadap pemasaran, serta biasanya beberapa penerbit tertentu memiliki pangsa pasar yang sudah mengenal baik penerbit tersebut. Penerbitan buku Islam saat ini

20

“Mengintip Buku-buku Best Seller”. Republika. Minggu, 27 Juni 2004 21

bukan hanya monopoli penerbit Islam, tapi juga penerbit umum seperti Gramedia, Ikhtiar Baru-van Hoeve, Rajawali, Grafitipres, Pustaka Sinar Harapan, ikut pula menerbitkan buku-buku yang berkaitan dengan disiplin-disiplin keislaman.22 Bahkan, Kanisius, yang terang merupakan penerbit Katolik, pada penelitian ini menerbitkan buku Dzikir Al Ma’tsurat yang disusun oleh Hasan Al Banna. Tak hanya itu, Kanisius juga menerbitkan buku-buku mengenai wacana Islam serta ragam busana Muslim. Hal ini dikarenakan adanya keterbukaan publik, pasar yang menjanjikan jelas merupakan tantangan menggiurkan dan penerbit umum dapat memanfaatkan peluang pasar buku Islam. Dengan demikian, adanya fakta seperti itu dapat dijadikan sebagai dorongan motivasi bagi para penerbit yang khusus menerbitkan buku Islam agar dapat meningkatkan kualitas buku-buku yang diterbitkan.

Dokumen terkait