• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERIMA TITIPAN

Dalam dokumen OTORITAS JASA KEUANGAN (Halaman 29-57)

Pasal 36

Halaman

.�9

( 1) Penerima Ti ti pan kekayaan DAPENBI ditetapkan oleh Pendiri dengan surat penunjukan.

(2) Dalam pengelolaan titipan kekayaan DAPENBI sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pengurus membuat perjanjian dengan Penerima Titipan.

(3) Isi perjanjian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai dana pensiun yang paling sedikit memuat:

a. tugas, wewenang, dan tanggung jawab Penerima Ti ti pan;

b. biaya penitipan dibebankan kepada DAPENBI; dan c. pernyataan Penerima Titipan untuk memberikan

informasi dan menyediakan buku, catatan, dan dokumen terkait dengan kekayaan DAPENBI yang dititipkan untuk pemeriksaan oleh Otoritas Jasa Keuangan, akuntan publik yang ditunjuk oleh Otoritas Jasa Keuangan, Dewan Pengawas, atau auditor yang ditunjuk Dewan Pengawas.

(4) Pengurus harus melaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan atas perubahan:

a. Penerima Titipan yang ditunjuk sebagaimana dimaksud pada ayat (1); dan/atau

b. perjanjian penitipan kekayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2),

paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sebelum berlakunya perubahan.

DEWAN GUBERNUR BANK INDONESIA

Al 11)1 nr.; {�,!A\ - )1)1 < -M1>n1

BAB IX

TAHUN BUKU DAN BIAYA

Bagian Kesatu Tahun Buku

Pasal37

Halaman .�7

Tahun buku DAPENBI dimulai pada tanggal 1 Januari dan ditutup pada tanggal 31 Desember tahun berjalan.

Bagian Kedua Biaya DAPENBI

Pasal 38

(1) Segala biaya atau pengeluaran yang berkaitan dengan penyelenggaraan serta pengelolaan administrasi dan kekayaan DAPENBI menjadi beban DAPENBI.

(2) Biaya yang dibebankan kepada DAPENBI sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) meliputi:

a. biaya investasi yang terdiri atas:

1. biaya transaksi yang meliputi:

a) biaya pengalihan investasi; dan b) biaya pengelolaan investasi;

2. biaya pemeliharaan tanah dan bangunan;

3. biaya penyusutan b.::i.ngunan;

4. biaya manajer investasi;

5. biaya investasi lain yang meliputi:

a) biaya penitipan;

b) biaya selisih kurs; dan

c) biaya penghapusan investasi; dan 6. biaya asuransi bangunan;

b. biaya operasional yang terdiri atas:

1. gaji atau honorarium pegawa1 DAPENBI, Pengurus, dan Dewan Pengawas yang meliputi:

a) gaji dan emolumen;

b) honorarium;

c) biaya lembur;

DEWAN GUBERNUR BANK INDONESIA

Al 1n1 nr. t�'1A\ _ ?fl1 :i -M,,n,

tunjangan hari raya;

bonus;

bantuan biaya perjalanan cuti;

Halaman .�$

biaya penggantian pelepasan hak cuti;

biaya penghargaan masa pengabdian;

uang pesangon;

k) 1) m)

uang penggantian hak yang seharusnya diterima;

uang penghargaan masa kerja;

biaya premi asuransi; dan

biaya iuran pensiun pegawai DAPENBI;

2. biaya kantor yang meliputi:

a) biaya alat tulis, alat kantor, dan barang cetakan;

b) biaya hubungan telekomunikasi untuk Pengurus dan pegawai tertentu yang ditetapkan oleh Pengurus;

c) biaya listrik, air, dan gas;

d) biaya ekspedisi;

e) biaya meterai;

f) biaya rapat dan perjamuan;dan g) biaya penelitian dan pengembangan;

3. biaya pemeliharaan yang meliputi:

a) biaya pemeliharaan gedung dan inventaris;

dan

b) biaya perbaikan gedung dan inventaris;

4. biaya penyusutan yang meliputi:

a) biaya penyusutan bangunan kantor;

b) biaya penyusutan inventaris kantor; dan c) biaya penyusutan aktiva operasional;

5. biaya jasa pihak ketiga yang meliputi:

a) biaya bank;

b) biaya akuntan publik;

c) biaya aktuaris;

d) biaya konsultan;

e) biaya notaris;

f) biaya penilai independen;

DEWAN GUBERNUR BANK INDONESIA

Bl 101 DG IF48) - 2013 -MeDC

Halaman ... 29 h) g)

biaya pengacara;

biaya pengamanan;

i) biaya sewa; dan

j) biaya langganan media massa dan informasi;

6. biaya operasional lain yang meliputi:

a) biaya kendaraan dinas;

b) biaya bahan bakar;

c) biaya hubungan kemasyarakatan;

d) biaya pengangkutan;

e) biaya perpustakaan;

f) biaya penerimaan pegawai DAPENBI;

g) biaya serah terima jabatan;

h) biaya pendidikan dan pelatihan;

i) biaya premi asuransi;

j) biaya kesehatan pegawai DAPENBI;

k) biaya perjalanan dinas;

1) biaya pembelian pakaian lengkap Pengurus dan pakaian kerja pegawai dasar DAPENBI;

m) biaya rekreasi Pengurus dan pegawa1 DAPENBI;

n) biaya kesejahteraan pegawai DAPENBI;

o) biaya representasi Pengurus;

p) biaya keanggotaan organ1sas1 Dana Pensiun;

q) biaya informasi kepada Pegawai, Pensiunan, dan Pihak yang Berhak;

r) biaya sosialisasi Peserta dan pembinaan Pensiunan;

s) biaya yang ditetapkan oleh pengadilan;

t) biaya sanksi administrasi bagi Dana Pensiun;

u) biaya pungutan oleh Otoritas Jasa Keuangan;

v) biaya pembubaran dan likuidasi Dana Pensiun; dan

w) uang transportasi; dan

DEWAN GUBERNUR BANK INDONESIA

RI 101 DG IF48) - 2013 -MeDC

c. pajak yang terdiri atas:

1. pajak penghasilan badan;

2. pajak bumi dan bangunan;

3. pajak penghasilan pribadi;

4. pajak atas selisih kurs;

5. pajak pertambahan nilai; dan 6. pajak atas Manfaat Pensiun.

BABX KEPESERTAAN

Bagian Kesatu Syarat Kepesertaan

Pasal 39

Halaman .�Q

(1) Setiap Pegawai yang telah terdaftar pada DAPENBI sampai dengan disahkannya Peraturan DAPENBI ini oleh Otoritas Jasa Keuangan berhak menjadi Peserta sejak tanggal pengangkatan menjadi Pegawai.

(2) Kepesertaan pada DAPENBI dimulai sejak Pegawai terdaftar sebagai Peserta dan berakhir pada saat:

a. meninggal dunia;

b. berhenti bekerja dan telah mengalihkan haknya ke Dana Pensiun lain; atau

c. berhenti bekerja pada usia pensiun dan mengambil hak atas Manfaat Pensiunnya secara sekaligus.

(3) Peserta tidak dapat mengundurkan diri atau menuntut hak dari DAPENBI apabila yang bersangkutan masih memenuhi syarat kepesertaan sesuai Peraturan DAPENBI dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai dana pensiun.

(4) Pegawai yang menghendaki dan memenuhi persyaratan untuk menjadi Peserta DAPENBI wajib mendaftarkan diri sebagai Peserta dan menyatakan kesediaan untuk membayar iuran kepada DAPENBI yang berasal dari pemotongan gaji Pegawai yang bersangkutan.

DEWAN GUBERNUR BANK INDONESIA

Halaman }J

Bagian Kedua

Hak dan Kewajiban Peserta dan Pihak yang Berhak

Pasal 40

( 1) Pegawai yang memiliki masa kepesertaan pada DAPENBI paling singkat 3 (tiga) tahun berhak atas Manfaat Pensiun sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan DAPENBI.

(2) Peserta dan Pihak yang Berhak harus memenuhi kewajiban serta menaati peraturan sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan DAPENBI.

(3) Pegawai yang menjadi Peserta wajib membayar 1uran Peserta setiap bulan.

(4) Peserta dapat menyampaikan pendapat dan saran mengenai perkembangan portofolio investasi dan hasilnya kepada Pendiri, Dewan Pengawas, dan/atau Pengurus.

Bagian Ketiga

Tata Cara Pendaftaran Kepesertaan

Pasal 41

( 1) Pendiri wajib mendaftarkan Pegawai yang memenuhi syarat kepesertaan sebagaimana dimaksud dalam P9-sal 39 ayat (1) dan ayat (4), dengan mengisi formulir yang disediakan oleh DAPENBI.

(2) Pendiri wajib melaporkan kepada DAPENBI apabila terjadi penambahan atau pengurangan Pegawai yang menjadi Peserta, dengan mengisi formulir yang disediakan oleh DAPENBI.

(3) DAPENBI menerbitkan kartu sebagai tanda kepesertaan dalam DAPENBI dan menyampaikan kepada Peserta.

(4) Kartu sebagaimana dimaksud pada ayat (3) berlaku sampai dengan berakhirnya masa kepesertaan dalam DAPENBI.

(5) Bentuk formulir sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), serta bentuk kartu sebagaimana dimaksud pada ayat (3), ditetapkan oleh Pengurus.

DEWAN GUBERNUR BANK INDONESIA

Bagian Keempat

· 32

Halaman ...

Penunjukan dan Penggantian Pihak yang Berhak

Pasal42

Pegawai yang telah terdaftar pada DAPENBI wajib menyampaikan daftar susunan keluarga yang dilakukan secara bersamaan dengan pendaftaran kepesertaan, dengan mengisi formulir yang disediakan oleh DAPENBI.

Pasal43

( 1) Dalam hal Pegawai telah menikah, susunan keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 terdiri atas istri atau suami dan Anak.

(2) Dalam hal Pegawai yang menjadi Peserta tidak mempunyai istri atau suami, dan Anak, yang berhak atas Manfaat Pensiun, Pegawai dapat menunjuk pihak lain sebagai Pihak yang Ditunjuk untuk menerima Manfaat Pensiun.

(3 ) Penunjukan Pihak yang Ditunjuk sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dinyatakan batal dan tidak berlaku apabila Pegawai atau Mantan Pegawai yang bersangkutan menikah dan/ atau mempunyai Anak dan didaftarkan pada DAPENBI.

(4 ) Apabila terdapat perubahan Pihak yang Ditunjuk sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berlaku ketentuan sebagai berikut:

a. bagi Pegawai harus memberitahukan kepada Pendiri, b. bagi Mantan Pegawai yang bersangkutan harus

memberitahukan kepada DAPENBI,

paling lambat 30 {tiga puluh) hari setelah terjadinya perubahan.

Pasal 44

{ 1) Dalam hal istri, suami, a tau Anak se bagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat ( 1) atau Pihak yang Ditunjuk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat (2) yang telah terdaftar pada DAPENBI meninggal dunia, yang

DEWAN GUBERNUR BANK INDONESIA

RI 101 f)('; IF4Rl - ::>nn -Ml'DC

Halaman }�

bersangkutan hapus dari daftar susunan keluarga Peserta dan Pihak yang Ditunjuk.

(2) Dalam hal hubungan perkawinan Peserta dengan istri atau suami yang telah terdaftar pada DAPENBI menjadi putus, istri atau suami dimaksud hapus dari daftar susunan keluarga Peserta se bagai Pihak yang Berhak atas Manfaat Pensiun sejak putusan perceraian telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Pasal45

( 1) Pegawai yang menjadi Peserta wajib melaporkan kepada Pendiri setiap terjadi perubahan susunan keluarga, pernikahan, perceraian, rujuk, kelahiran, kematian, alamat tern pat tinggal, dan/ atau perubahan lain yang dianggap perlu, dengan mengisi formulir yang disediakan oleh DAPENBI.

(2) Pensiunan dan Pihak yang Berhak wajib melakukan Registrasi Ulang sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh DAPENBI.

(3) Pensiunan, Mantan Pegawai, dan Pihak yang Berhak wajib melaporkan kepada DAPENBI setiap terjadi perubahan susunan keluarga, pernikahan, perceraian, kematian, alamat tempat tinggal, dan/ atau perubahan lain yang dianggap perlu, dengan mengisi formulir yang disediakan oleh DAPENBI.

Pasal 46

(1) DAPENBI wajib mencatat pendaftaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 dan segala perubahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45.

(2) Akibat yang timbul karena kelalaian Peserta dan Pihak yang Berhak, atau apabila terdapat ketidakbenaran dalam memberikan keterangan yang diperlukan, merupakan tanggung jawab yang bersangkutan.

DEWAN GUBERNUR BANK INDONESIA

RI 101 I)(; 1�4R\ - J01 '.l -Mpl)("

Bagian Kelima Penetapan Tanggal Lahir

Pasal 47

Halaman ... 34

(1) Tanggal lahir atau usia Pegawai yang menjadi Peserta untuk menetapkan hak atas Manfaat Pensiun, ditentukan atas dasar tanggal lahir yang disebutkan dalam surat pengangkatan se bagai Pegawai berdasarkan bukti yang sah.

(2) Tanggal lahir a tau usia Janda atau Duda dan/ a tau Anak ditentukan atas dasar tanggal lahir yang terdaftar pada DAPENBI berdasarkan bukti yang sah.

Bagian Keenam Usia Pensiun

Pasal 48

(1) Usia Pensiun Normal ditetapkan 56 (lima puluh enam) tahun.

(2) U sia pensiun dipercepat ditetapkan paling singkat 46 (empat puluh enam) tahun sampai dengan sebelum mencapai 56 (lima puluh enam) tahun.

(3) Dalam hal Pegawai masih tetap bekerja pada Pendiri setelah mencapai Usia Pensiun Normal maka Batas Usia Maksimum Pensiun adalah 62 (enam puluh dua) tahun.

(4) Pegawai yang dapat mencapai Batas Usia Maksimum Pensiun sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dalam ketentuan Pendiri yang mengatur mengenai batas usia pensiun.

(5) Usia sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) dihitung dalam satuan tahun dan bulan dengan ketentuan kurang dari 1 (satu) bulan dibulatkan menjadi 1 (satu) bulan penuh.

DEWAN GUBERNUR BANK INDONESIA

RI 1()1 I")(; le4R). ?On -MPl"l!

Bagian Ketujuh Masa Kerja

Pasal 49

Halaman ... 35

Masa Kerja yang digunakan dalam perhitungan Manfaat Pensiun yaitu:

a. Masa Kerja Efektif;

b. masa kerja pada Dana Pensiun lain yang dananya dipindahkan kepada DAPENBI; dan

c. masa bakti veteran yang disetujui oleh Pendiri untuk diperhitungkan sebagai Masa Kerja.

Pasal 50

(1) Masa Kerja Efektif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf a bagi:

a. penerima Manfaat Pensiun Cacat; dan

b. Pegawai yang menjadi Peserta meninggal dunia sebelum Usia Pensiun Normal,

dihitung sampai dengan yang bersangkutan mencapa1 Usia Pensiun Normal.

(2) Masa Kerja Efektif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf a bagi Mantan Pegawai yang meninggal dunia dihitung sejak yang bersangkutan menjadi Peserta sampai dengan berhenti bekerja.

Pasal 51

(1) Dalam hal Pegawai yang menjadi Peserta dan sebelumnya menjadi peserta pada Dana Pensiun pemberi kerja lain mengalihkan dananya kepada DAPENBI serta dana yang dialihkan tersebut melebihi kecukupan dana berdasarkan Peraturan DAPENBI, masa kerja pada Dana Pensiun lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf b diperhitungkan lebih lama dari Masa Kerja sebenarnya.

(2) Dalam hal Pegawai yang menjadi Peserta dan sebelumnya menjadi peserta pada Dana Pensiun pemberi kerja lain mengalihkan dananya kepada DAPENBI serta dana yang dialihkan tersebut kurang dari kecukupan dana

DEWAN GUBERNUR BANK INDONESIA

Al rn1 nr; l�.dA\ - )()1 'l -MPn,

Halaman��

berdasarkan Peraturan DAPENBI, masa kerja pada Dana Pensiun lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf b diperhitungkan sesuai dengan dana yang dialihkan.

(3) Pegawai yang menjadi Peserta dan sebelumnya tidak menjadi peserta pada Dana Pensiun pemberi kerja lain, perhitungan Masa Kerja yang bersangkutan dimulai sejak menjadi Peserta pada DAPENBI.

Pasal52

(1) Pegawai yang menjadi Peserta yang berhenti bekerja dari Pendiri dan dipekerjakan kembali oleh Pendiri dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari, masa selama tidak bekerja tersebut diperhitungkan sebagai Masa Kerja.

(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku apabila Pegawai yang bersangkutan telah menenma pembayaran Manfaat Pensiun a tau mengalihkan hak atas Pensiun Ditunda ke Dana Pensiun lain menurut Peraturan DAPENBI, kecuali apabila hak yang telah dibayarkan atau dialihkan tersebut dikembalikan kepada DAPENBI dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari.

Pasal 53

(1) Masa Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 ditetapkan paling lama 32 (tiga puluh dua) tahun.

(2) Masa Kerja sebagai dasar · untuk menghitung Manfaat Pensiun ditetapkan dalam satuan tahun dan bulan dengan ketentuan apabila kurang dari 1 (satu) bulan dibulatkan menjadi 1 (satu) bulan penuh.

DEWAN GUBERNUR BANK INDONESIA

RI 1()1 nr:; 1�4R\ - 701 '.l -Mpr)("

BAB XI I URAN

Bagian Kesatu Besar Iuran

Pasal 54

Halaman .'-?.

7.

(1) Iuran dibebankan kepada Pendiri dan Pegawai yang menjadi Peserta.

(2) Iuran Pegawai yang menjadi Peserta ditetapkan sebesar 7% (tujuh persen) dari Penghasilan Dasar Pensiun.

(3) Besarnya iuran Pendiri ditetapkan berdasarkan perhitungan aktuaria, yang terdiri atas iuran normal dan/ atau iuran tambahan.

Bagian Kedua Pembayaran Iuran

Pasal 55

( 1) Pendiri wajib melaporkan kepada DAPENBI apabila terdapat perubahan Penghasilan Dasar Pensiun Pegawai yang menjadi Peserta.

(2) luran Pendiri dan iuran Pegawai yang menjadi Peserta harus dibayarkan dengan angsuran sebanyak 1 (satu) kali setiap bulan.

(3) Pembayaran iuran dimulai sejak Pegawai terdaftar sebagai Peserta dan berakhir pada saat Pegawai yang bersangkutan pens1un, berhenti bekerja, Cacat, atau meninggal dunia.

(4) Pendiri wajib menyetor seluruh iuran Pendiri dan iuran Pegawai yang menjadi Peserta kepada DAPENBI paling lambat setiap tanggal 15 bulan berikutnya.

( 1)

Pasal 56

Iuran Pendiri dan iuran Pegawai yang menjadi Peserta yang belum disetor setelah melewati 2,5 (dua koma lima) bulan sejak tanggal jatuh tempo, dinyatakan sebagai:

DEWAN GUBERNUR BANK INDONESIA

RI 1n1 nr.; 11'.IIR\ -Jnn -MPn,

a.

b.

Halaman 38

hutang Pendiri yang dapat segera ditagih dan tetap dikenakan bunga; dan

piutang DAPENBI yang memiliki hak utama dalam pelaksanaan eksekusi putusan pengadilan, apabila Pendiri dilikuidasi.

(2) Bunga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a yaitu sebesar bunga tertinggi dari bunga deposito berjangka 1 (satu) tahun yang berlaku di bank umum milik Pemerintah, yang dihitung sejak hari pertama dari bulan pembayaran iuran tersebut jatuh tempo dan dibebankan kepada Pendiri.

(3) Pembayaran bunga sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan secara sekaligus dengan penyetoran iuran bulan berikutnya.

Pasal 57

(1) Pembayaran iuran dapat ditangguhkan setelah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan, yang pengaturannya mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai dana pensiun.

(2) Pendiri bertanggung jawab atas segala 1uran yang terhutang sampai saat sebelum terjadinya penangguhan iuran.

BAB XII

MANFAAT PENSIUN Bagian Kesatu Manfaat Pensiun Pegawai

Pasal 58

Pegawai yang menjadi Peserta berhak atas Manfaat Pensiun Normal, Manfaat Pensiun Dipercepat, Manfaat Pensiun Cacat, atau Pensiun Ditunda.

DEWAN GUBERNUR BANK INDONESIA

Al 1 (11 nr:: l�AA\ - ?(11 < -�Aon,

Halaman

�9.

Pasal 59

(1) Pegawai yang menjadi Peserta yang pensiun pada saat mencapai Usia Pensiun Normal atau setelahnya, berhak atas Manfaat Pensiun Normal.

(2) Pegawai yang menjadi Peserta yang pens1un pada saat mencapai usia pensiun dipercepat, berhak memperoleh pembayaran atas Manfaat Pensiun setelah mencapai:

a. usia pensiun dipercepat; atau b. Usia Pensiun Normal.

(3) Pegawai yang menjadi Peserta dan berhenti bekerja karena mengalami Cacat, berhak atas Manfaat Pensiun Cacat.

(4) Pegawai yang menjadi Peserta dan berhenti bekerja setelah memiliki masa kepesertaan paling singkat 3 (tiga) tahun serta belum mencapai usia pensiun dipercepat, berhak atas Pensiun Ditunda.

(5) Berdasarkan pilihan Pegawai yang bersangkutan, Pensiun Ditunda sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat:

a. tetap berada di DAPENBI;

b. dialihkan ke Dana Pensiun pemberi kerja lain; atau c. dialihkan ke Dana Pensiun lembaga keuangan,

dalam hal Pegawai yang bersangkutan masih hidup dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah yang bersangkutan berhenti bekerja.

(6) Pensiun Ditunda dapat dibayarkan setelah Pegawai yang menjadi Peserta mencapai usia pensiun dipercepat atau setelahnya sesuai pilihan Pegawai yang bersangkutan.

Pasal 60

Dalam hal Mantan Pegawai meninggal dunia sebelum dimulainya pembayaran Manfaat Pensiun, berlaku ketentuan yang mengatur mengenai hak yang timbul terkait Dana Pensiun apabila Pegawai meninggal dunia dengan memperhatikan Masa Kerja Efektif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (2).

Pasal 61

Pegawai yang menjadi Peserta dan berhenti bekerja sebelum mencapai usia pensiun dipercepat serta memiliki masa

DEWAN GUBERNUR BANK INDONESIA

RI 1()1 nr; leJ.R\ - ,n, '! -MPf)(

Halaman 4.Q

kepesertaan kurang dari 3 (tiga) tahun, berhak atas akumulasi iuran Pegawai yang bersangkutan ditambah dengan bunga tertinggi dari bunga deposito berjangka 1 (satu) tahun yang berlaku pada bank umum milik Pemerintah selama periode kepesertaannya.

Bagian Kedua

Manfaat Pensiun bagi Janda atau Duda, Anak, dan Pihak yang Ditunjuk

Pasal 62

(1) Dalam hal Peserta meninggal dunia, Manfaat Pensiun dibayarkan kepada Janda atau Duda.

(2) Dalam hal Peserta meninggal dunia dan tidak mempunyai Janda atau Duda, atau Janda atau Duda meninggal dunia atau menikah kembali, Manfaat Pensiun dibayarkan kepada Anak sampai dengan Anak mencapai usia paling tinggi 25 (dua puluh lima) tahun.

(3) Dalam hal Pegawai yang menjadi Peserta atau Mantan Pegawai meninggal dunia dan tidak mempunyai Janda a tau Duda dan/ a tau Anak, hak Pegawai a tau Man tan Pegawai yang bersangkutan atas Manfaat Pensiun dibayarkan secara sekaligus kepada Pihak yang Ditunjuk yang terdaftar terakhir pada DAPENBI.

Bagian Ketiga

Besar Manfaat Pensiun Peserta

Pasal63

(1) Besar Manfaat Pensiun Normal yang dibayarkan untuk setiap bulan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat ( 1), dihitung dengan menggunakan rumus Manfaat Pensiun Normal:

2,5% x Masa Kerja x Penghasilan Dasar Pensiun

DEWAN GUBERNUR BANK INDONESIA

Al 11)1 nr. /�AA\ - ')1)1 '.l -�Aon,

(2)

Halaman

.':U

Besar Manfaat Pensiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat (2) yang dibayarkan untuk setiap bulan diatur sebagai berikut:

a. dalam hal pembayarannya dilakukan setelah mencapai usia pensiun dipercepat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat (2) huruf a, dihitung dengan menggunakan rumus Manfaat Pensiun Dipercepat:

Faktor Pengurang x 2,5% x Masa Kerja x Penghasilan Dasar Pensiun

b. dalam hal pembayarannya dilakukan setelah mencapai Usia Pensiun Normal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat (2) huruf b maka dihitung dengan menggunakan rumus Manfaat Pensiun Normal se bagaimana dimaksud pada ayat ( 1).

(3) Masa Kerja dan Penghasilan Dasar Pensiun untuk menghitung Manfaat Pensiun sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dihitung sampai dengan Pegawai berhenti bekerja.

(4) Besar Manfaat Pensiun Cacat yang dibayarkan untuk setiap bulan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat (3) dihitung dengan menggunakan rumus:

2,5% x Masa Kerja x Penghasilan Dasar Pensiun

(5) Besarnya Manfaat Pensiun yang dibayarkan untuk Pensiun Ditunda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat (4) diatur sebagai berikut:

a. dalam hal Pensiun Ditunda dialihkan ke Dana Pensiun pemberi kerja lain atau ke Dana Pensiun lembaga keuangan, dihitung dengan menggunakan rum us:

Nilai Sekarang x 2,5% x Masa Kerja x Penghasilan Dasar Pensiun

b. dalam hal Manfaat Pensiun tetap dibayarkan setiap bulan oleh DAPENBI dan pembayarannya dilakukan pada usia pensiun dipercepat, dihitung dengan

DEWAN GUBERNUR BANK INDONESIA

01 1 f11 nr: 1�110\ - ,n1 '.l -�Aonr

Halaman 4.�

menggunakan rumus Manfaat Pensiun Dipercepat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a; dan c. dalam hal Manfaat Pensiun tetap dibayarkan setiap

bulan oleh DAPENBI dan pembayarannya dilakukan setelah mencapai Usia Pensiun Normal, dihitung dengan menggunakan rumus Manfaat Pensiun Normal se bagaimana dimaksud pada ayat ( 1).

(6) Masa Kerja dan Penghasilan Dasar Pensiun untuk menghitung Pensiun Ditunda sebagaimana dimaksud pada ayat (5), dihitung sampai dengan Mantan Pegawai berhenti bekerja.

(7) Besar Manfaat Pensiun sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat (4), dan ayat (5) ditetapkan paling tinggi 80% (delapan puluh persen) dari Penghasilan Dasar Pensiun.

Bagian Keempat

Besar Manfaat Pensiun bagi Janda atau Duda, Anak, dan Pihak yang Ditunjuk

Pasal 64

(1) Besar Manfaat Pensiun bagi Janda atau Duda yang dibayarkan untuk setiap bulan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 ayat (1) diatur sebagai berikut:

a. dalam hal Pegawai yang menjadi Peserta meninggal dunia, Janda atau Duda berhak atas Manfaat Pensiun yang dihitung dengan menggunakan rumus:

1. untuk 12 (dua belas) bulan pertama sebesar:

100% x 2,5% x Masa Kerja x Penghasilan Dasar Pensiun

dan

2. untuk bulan ke-13 (tiga belas) dan seterusnya, sebesar:

80% x 2,5% x Masa Kerja x Penghasilan Dasar Pensiun

DEWAN GUBERNUR BANK INDONESIA

Bl 101 DG IF48) - 2013 -MeDC

b.

43

Halaman ...

dalam hal Pensiunan meninggal dunia, Manfaat Pensiun yang dibayarkan kepada Janda atau Duda yaitu sebagai berikut:

1. untuk 12 (dua belas) bulan pertama, sebesar 100% ( seratus persen) dari Manfaat Pensiun yang diterima oleh Pensiunan; dan

2. untuk bulan ke-13 (tiga belas) dan seterusnya, sebesar 80% (delapan puluh persen) dari Manfaat Pensiun yang diterima oleh Pensiunan;

c. Penghasilan Dasar Pensiun dengan rum us sebagaimana dimaksud dalam huruf a berdasarkan Penghasilan Dasar Pensiun pada saat Pegawai yang menjadi Peserta meninggal dunia;

d. dalam hal Mantan Pegawai meninggal dunia, Janda atau Duda berhak atas Manfaat Pensiun yang dihitung dengan rumus:

1. untuk 12 (dua belas) bulan pertama sebesar:

100% x Faktor Pengurang x 2 ,5% x Masa Kerja x Penghasilan Dasar Pensiun dan

2. untuk bulan ke 13 (tiga belas) dan seterusnya sebesar:

80% x Faktor Pengurang x 2,5% x Masa Kerja x Penghasilan Dasar Pensiun

e. Penghasilan Dasar Pensiun untuk menghitung Pensiun Ditunda sebagaimana dimaksud dalam huruf d, dihitung sampai dengan Mantan Pegawai berhenti bekerja.

(2) Besar Manfaat Pensiun bagi Anak yang dibayarkan untuk setiap bulan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 ayat (2) sama dengan besar Manfaat Pensiun bagi Janda atau Duda.

(3) Dalam hal suami dan istri yang keduanya menjadi Peserta memiliki Anak maka Anak tersebut berhak atas Manfaat Pensiun bagi Anak yang berasal dari Manfaat Pensiun suami selaku ayahnya dan Manfaat Pensiun istri selaku

ibunya. U

DEWAN GUBERNUR Halaman

4.4

BANK INDONESIA

RI rn1 I)(; 1�4R\ - )nn -Mpl)("

(4) Besar hak Pegawai yang menjadi Peserta dan Mantan Pegawai atas Manfaat Pensiun yang dibayarkan secara sekaligus kepada Pihak Yang Ditunjuk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 ayat (3), dihitung dengan menggunakan rumus:

Nilai sekarang x 2,5% x Masa Kerja x Penghasilan

Nilai sekarang x 2,5% x Masa Kerja x Penghasilan

Dalam dokumen OTORITAS JASA KEUANGAN (Halaman 29-57)

Dokumen terkait