• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerimaan Perpajakan…

Dalam dokumen KAJIAN FISKAL REGIONAL (Halaman 54-59)

BAB III PERKEMBANGAN DAN ANALISIS PELAKSANAAN APBN TINGKAT REGIONAL…

3.2. PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT TINGKAT

3.2.1. Penerimaan Perpajakan…

Secara agregat, realisasi miliar yang dibagi menjadi persen dan Pajak Perdagangan Kontributor utama Pajak D disusul PPN sebesar 34,5

Migas, Pajak lainnya dan Cukai.

KAJIAN FISKAL REGIONAL TAHUN Kementerian Pertahanan naik sebesar 28,36 miliar dengan kenaikan pada Belanja Pegawai dan Belanja Barang.

an pada tahun 2019 mencapai Rp5.211,3 miliar penerimaan pajak sebesar Rp4.879,7 miliar dan PNBP sebesar

Capaian penerimaan pajak sampai akhir tahun 2019 tercatat mencapai 90,6 persen dari target. Meskipun penerimaan pajak tahun 2019 secara nominal menurun sebesar Rp69,80 miliar jika dibandingkan tahun 2018, namun dari sisi capaian terhadap target, penerimaan pajak tahun 2019 mengalami peningkatan sebesar 5,8 persen. K

PPh sebesar 52,0 persen atau sebesar Rp2,54 triliun.

sampai akhir tahun 2019 turun 2,3 persen terhadap realisasi PNBP tahun 2018, dengan penurunan terjadi pada PNBP dari BLU Rumah Sakit Bhayangkara

Dari sisi belanja, kinerja penyerapan tahun 2019 mencapai 96

rendah dibanding tahun 2018. Penurunan tingkat penyerapan ini terjadi pada belanja Transfer ke Daerah dan Dana Desa sedangkan pada belanja Pemerintah Pusat tingkat penyerapan naik 1,99 persen. Namun demikian, secara nominal penyerapan belanja Transfer ke Daerah dan Dana Desa maupun be Pemerintah Pusat meningkat, dengan peningkatan sebesar Rp772,5 miliar atau 3,4 persen dibanding tahun 2018, dengan realisasi belanja Transfer ke Daerah dan Dana

01,2 miliar atau 96,8 persen dari pagu, sedangkan usat sebesar Rp6.226,9 miliar atau 95,4 persen dari pagu

Apabila dibandingkan dengan capaian secara nasional, penerimaan pajak rovinsi Kalimantan Tengah hanya menyumbang 0,32 persen dan PNBP hanya berkontribusi 0,08 persen. Sedangkan penyerapan belanja di provinsi Kalimantan Tengah hanya 1,03 persen dari realisasi belanja negara secara nasional (data secara nasional sesuai realisasi APBN tahun 2019 yang dirilis Kantor Pusat DJPb pada website djpb.kemenkeu.go.id per 30 Januari 2020).

ENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT TINGKAT REGIONAL

3.2.1. Penerimaan Perpajakan

Secara agregat, realisasi penerimaan pajak tahun 2019 sebesar Rp4. miliar yang dibagi menjadi Pajak Dalam Negeri sebesar Rp4,781,3 miliar

erdagangan Internasional sebesar Rp98,4 miliar atau 2,02 persen. Dalam Negeri bersumber dari PPh Non Migas 5

5 persen, PBB sebesar 11,4 persen dan sisanya dari PPh dan Cukai. Penyumbang Pajak Perdaganga

KAJIAN FISKAL REGIONAL TAHUN 2019

gan kenaikan pada Belanja

miliar, berasal dari dan PNBP sebesar Rp331,6 miliar. mencapai 90,6 persen dari target. Meskipun penerimaan pajak tahun 2019 secara nominal menurun sebesar Rp69,80 miliar jika dibandingkan tahun 2018, namun dari sisi capaian terhadap target, 5,8 persen. Kontribusi persen atau sebesar Rp2,54 triliun. Capaian PNBP sampai akhir tahun 2019 turun 2,3 persen terhadap realisasi PNBP tahun 2018, dengan penurunan terjadi pada PNBP dari BLU Rumah Sakit Bhayangkara

6,4 persen, yang Penurunan tingkat penyerapan ini terjadi pada belanja Transfer ke Daerah dan Dana Desa sedangkan pada belanja . Namun demikian, secara nominal penyerapan belanja Transfer ke Daerah dan Dana Desa maupun belanja Pemerintah Pusat meningkat, dengan peningkatan sebesar Rp772,5 miliar atau 3,4 Transfer ke Daerah dan Dana dari pagu, sedangkan belanja

dari pagu.

Apabila dibandingkan dengan capaian secara nasional, penerimaan pajak persen dan PNBP hanya rovinsi Kalimantan Tengah hanya 1,03 persen dari realisasi belanja negara secara nasional (data secara nasional sesuai realisasi APBN tahun 2019 yang dirilis Kantor Pusat DJPb pada

REGIONAL

sebesar Rp4.879,7 miliar atau 97,98 atau 2,02 persen. bersumber dari PPh Non Migas 53,1 persen, persen dan sisanya dari PPh erdagangan Internasional

KAJIAN FISKAL REGIONAL TAHUN terbesar adalah Bea Keluar seperti tergambar pada grafik I

Komposisi Penerimaan Pajak Pemerintah Pusat TA 201

Sumber : OM SPAN Kemenkeu

Penerimaan Pajak Dalam Negeri tahun 2019 mengalami penurunan sebesar 1,4 persen dari tahun sebelumnya, dengan perkembangan masing

sesuai grafik III.2.

Penerimaan PPh Non Migas relatif stagnan, hanya turun 0,05% yang dipengaruhi oleh penurunan pada PPh Pasal 22 Impor 92,9 persen, PPh Pasal 25/29 Badan 20,6 persen, dan PPh Non Migas Lainnya 32 persen. Namun PPh Pasal 21 PPh Pasal 23, PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi dan PPh Final mengalami pertumbuhan masing dan 8,3 persen. Adapun penerimaan 21 menyumbang Rp915,9

miliar dan PPh Final sebesar Rp4 98.4

50 1,050 2,050 3,050

Pajak Perdagangan Internasional 2,02 %

Pajak Dalam Negeri 97,98 %

KAJIAN FISKAL REGIONAL TAHUN 2019

Bea Keluar 89,8 persen dan dari Bea Masuk sebesar 1 rafik III.1.

Grafik III.1

Komposisi Penerimaan Pajak Pemerintah Pusat TA 2019 (dalam miliar

Sumber : OM SPAN Kemenkeu

Penerimaan Pajak Dalam Negeri tahun 2019 mengalami penurunan sebesar 1,4 persen dari tahun sebelumnya, dengan perkembangan masing-masing jenis pajak

PPh Non relatif stagnan, hanya turun 0,05% yang dipengaruhi oleh urunan pada PPh Pasal PPh 6 dan PPh Non Migas Lainnya 32 persen. 21, PPh 25/29 Orang Final

Grafik III.2

Realisasi Penerimaan Pajak Dalam Negeri 2019 (dalam miliar rupiah)

Sumber : OMSPAN Kemenkeu

mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 9,9 persen, 15,2 persen

dan 8,3 persen. Adapun penerimaan terbesar dalam PPh Non Migas adalah PPh pasal 9 miliar, diikuti PPh Pasal 25/29 Badan sebesar Rp miliar dan PPh Final sebesar Rp455,2 miliar. Selanjutnya, penerimaan PBB tumbuh

4,781.4 4,050 5,050 Pajak Perdagangan Internasional 2,02 % 10.0 - 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0 Bea Masuk 3.7 2,537.7 545.3 1,648.3 0 500 1,000 1,500 2,000 2,500 3,000 PPh Mig as PPh Non Mig as PBB PPN

asuk sebesar 10,2 persen,

9 (dalam miliar rupiah)

Penerimaan Pajak Dalam Negeri tahun 2019 mengalami penurunan sebesar masing jenis pajak

Dalam Negeri TA 2018 -

,2 persen, 16,8 persen terbesar dalam PPh Non Migas adalah PPh pasal asal 25/29 Badan sebesar Rp629,0 enerimaan PBB tumbuh 88.4 Bea Keluar 1,648.3 0.3 46.1 PPN Cukai Paja k Lai nnya

mencapai 36,14 persen, dengan realisasi penerimaan tahun 2019 untuk Perkebunan mencapai Rp2

dibanding tahun 2018, disusul

persen dengan realisasi sebesar Rp195,1 miliar atau 35,79 persen dan Kehutanan meningkat 6,33 persen dengan realisasi sebesar Rp59,4 m

persen. Penerimaan Cukai mengalami pertumbuhan lebih dari 2.500 persen menjadi sebesar Rp306,6 juta, hampir seluruhnya (97,7 persen) berasal dari denda administrasi cukai. Penerimaan

11,44 persen dibanding tahun 2018

PPN Impor turun 69,25 persen menjadi Rp570,9 juta, sedangkan PPN Dalam Negeri turun Rp209,8 miliar atau 11,32 persen menjadi sebesar Rp1.644,3 miliar

Berdasarkan data penerimaan pajak per kabupaten/kota dari Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Kalselteng, realisasi penerimaan pajak di

adalah sebesar Rp4.303,6 miliar. Kontribusi penerimaan pajak tahun 2019 di Kalimantan Tengah yang tertinggi berasal dari

sebesar Rp1,04 triliun yang mencapai 24,08 persen dari total penerimaan pajak seluruh kabupaten/kota, menurun 14,1 persen dibanding tahun 2018. Di susul Kota Palangkaraya yang menyumbang 23,5

Tengah atau sebesar Rp1,01 triliun. Realisasi penerimaan pajak per Pemda di Kalimantan Tengah tergambar dalam

Realisasi Penerimaan Pajak Dalam Negeri

Sumber : Kanwil DJP Kalselteng

KAJIAN FISKAL REGIONAL TAHUN , dengan realisasi penerimaan tahun 2019 untuk Rp290,7 miliar atau 53,32 persen tumbuh sebesar 20,96 persen dibanding tahun 2018, disusul PBB Pertambangan Mineral dan Batubara

dengan realisasi sebesar Rp195,1 miliar atau 35,79 persen dan 33 persen dengan realisasi sebesar Rp59,4 m

Penerimaan Cukai mengalami pertumbuhan lebih dari 2.500 persen menjadi sebesar Rp306,6 juta, hampir seluruhnya (97,7 persen) berasal dari denda administrasi cukai. Penerimaan PPN pada tahun 2019 mengalami penurunan

dibanding tahun 2018. Penurunan PPN terjadi pada semua jenis PPN, PPN Impor turun 69,25 persen menjadi Rp570,9 juta, sedangkan PPN Dalam Negeri turun Rp209,8 miliar atau 11,32 persen menjadi sebesar Rp1.644,3 miliar

Berdasarkan data penerimaan pajak per kabupaten/kota dari Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Kalselteng, realisasi penerimaan pajak di provinsi Kalimantan Tengah adalah sebesar Rp4.303,6 miliar. Kontribusi penerimaan pajak tahun 2019 di

engah yang tertinggi berasal dari Kab.Kotawaringin Barat

sebesar Rp1,04 triliun yang mencapai 24,08 persen dari total penerimaan pajak seluruh kabupaten/kota, menurun 14,1 persen dibanding tahun 2018. Di susul Kota Palangkaraya yang menyumbang 23,50 persen penerimaan pajak di Kalimantan Tengah atau sebesar Rp1,01 triliun. Realisasi penerimaan pajak per Pemda di Kalimantan Tengah tergambar dalam grafik III.3.

Grafik III.3

Realisasi Penerimaan Pajak Dalam Negeri per Pemda (dalam milar

KAJIAN FISKAL REGIONAL TAHUN 2019

, dengan realisasi penerimaan tahun 2019 untuk PBB 2 persen tumbuh sebesar 20,96 persen dan Batubara tumbuh 87,07 dengan realisasi sebesar Rp195,1 miliar atau 35,79 persen dan PBB 33 persen dengan realisasi sebesar Rp59,4 miliar atau 10,89 Penerimaan Cukai mengalami pertumbuhan lebih dari 2.500 persen menjadi sebesar Rp306,6 juta, hampir seluruhnya (97,7 persen) berasal dari denda penurunan sebesar terjadi pada semua jenis PPN, PPN Impor turun 69,25 persen menjadi Rp570,9 juta, sedangkan PPN Dalam Negeri turun Rp209,8 miliar atau 11,32 persen menjadi sebesar Rp1.644,3 miliar.

Berdasarkan data penerimaan pajak per kabupaten/kota dari Kanwil Direktorat rovinsi Kalimantan Tengah adalah sebesar Rp4.303,6 miliar. Kontribusi penerimaan pajak tahun 2019 di provinsi Kab.Kotawaringin Barat (Kobar) sebesar Rp1,04 triliun yang mencapai 24,08 persen dari total penerimaan pajak seluruh kabupaten/kota, menurun 14,1 persen dibanding tahun 2018. Di susul Kota 0 persen penerimaan pajak di Kalimantan Tengah atau sebesar Rp1,01 triliun. Realisasi penerimaan pajak per Pemda di

KAJIAN FISKAL REGIONAL TAHUN Penerimaan pajak di Kobar

PPh Pasal 25/29 Badan, sedangkan untuk K sebagian besar diperoleh dari PPN

Pemda dengan kontribusi pajak terendah adalah Kab. hanya berkontribusi 1,07 persen

Pisau menurun sebesar Rp31,09 miliar atau 40,3 persen dari tahun sebelumnya. Berbeda dengan tahun 2018 di

bendahara dana desa dan bendahara SOPD agar mentaati ketentuan perpajakan dalam pembayaran dan pelaporan

Pada tahun 2019 ini penurunan penerimaan pajak di Kab. menjadikannya sebagai p

provinsi Kalimantan Tengah. Perkembangan pajak

2019 relatif stagnan dibanding tahun sebelumnya. Sejak tahun 2015 sa tahun 2018 ekspor dan impor

Sedangkan pada tahun 2019, ekspor masih meningkat, namun terjadi penurunan impor. Hal tersebut berpengaruh pada perkembangan pajak perdagangan internasional di provinsi Kalimantan Tengah sebagaimana

Grafik I

Realisasi Penerimaan Pajak Perdagangan TA 2015 – 201

Sumber : OMSPAN Kemenkeu

sebagian besar bersumber dari ekspor bahan bakar mineral (batubara), lemak dan minyak nabati (CPO kelapa

kontribusi 10,16 persen atau 48,72 persen dari tahun 201 Kalimantan Tengah. Adapun impor komoditas untuk komponen mesin

KAJIAN FISKAL REGIONAL TAHUN 2019

Penerimaan pajak di Kobar sebagian besar bersumber dari PPN Dalam Negeri , sedangkan untuk Kota Palangkaraya penerimaan pajhak diperoleh dari PPN Dalam Negeri dan PPh Pasal 21.

Pemda dengan kontribusi pajak terendah adalah Kab. Pulang Pisau yang hanya berkontribusi 1,07 persen atau Rp46 miliar. Penerimaan pajak di kab. Pulang Pisau menurun sebesar Rp31,09 miliar atau 40,3 persen dari tahun sebelumnya. Berbeda dengan tahun 2018 dimana Kab. Pulang Pisau melalui pendampingan kepada bendahara dana desa dan bendahara SOPD agar mentaati ketentuan perpajakan dalam pembayaran dan pelaporan telah dapat meningkatkan penerimaan pajaknya.

ada tahun 2019 ini penurunan penerimaan pajak di Kab.

pemda dengan penurunan penerimaan pajak terbesar di rovinsi Kalimantan Tengah.

ajak Perdagangan Internasional di Kalimantan Tengah 2019 relatif stagnan dibanding tahun sebelumnya. Sejak tahun 2015 sa

tahun 2018 ekspor dan impor provinsi Kalimantan Tengah terus meningkat. Sedangkan pada tahun 2019, ekspor masih meningkat, namun terjadi penurunan impor. Hal tersebut berpengaruh pada perkembangan pajak perdagangan internasional

imantan Tengah sebagaimana grafik.III.4.

Grafik III.4

Realisasi Penerimaan Pajak Perdagangan Internasional 2019 (dalam miliar rupiah)

Pendapatan Bea Keluar mengalami peningkatan 11,76 persen atau senilai Rp88,4 miliar

berkontribusi sebesar 89,84 persen dari total penerimaan sebesar Rp98,4 miliar. Pendapatan Bea Keluar

sebagian besar bersumber dari ekspor bahan bakar mineral (batubara), lemak dan kelapa sawit). Sedangkan penerimaan bea masuk memberi persen atau senilai Rp10 miliar. Bea masuk mengalami pe

persen dari tahun 2018 seiring dengan menurunnya impor di Provinsi Adapun impor provinsi Kalimantan Tengah terutama

untuk komponen mesin mekanik.

Dalam Negeri dan penerimaan pajhak

Pulang Pisau yang Penerimaan pajak di kab. Pulang Pisau menurun sebesar Rp31,09 miliar atau 40,3 persen dari tahun sebelumnya. pendampingan kepada bendahara dana desa dan bendahara SOPD agar mentaati ketentuan perpajakan ningkatkan penerimaan pajaknya. Pulang Pisau emda dengan penurunan penerimaan pajak terbesar di

nternasional di Kalimantan Tengah tahun 2019 relatif stagnan dibanding tahun sebelumnya. Sejak tahun 2015 sampai dengan rovinsi Kalimantan Tengah terus meningkat. Sedangkan pada tahun 2019, ekspor masih meningkat, namun terjadi penurunan impor. Hal tersebut berpengaruh pada perkembangan pajak perdagangan internasional

Pendapatan Bea Keluar mengalami peningkatan 11,76 persen atau senilai Rp88,4 miliar dan berkontribusi sebesar 89,84 persen dari total penerimaan sebesar Rp98,4 miliar. Pendapatan Bea Keluar

sebagian besar bersumber dari ekspor bahan bakar mineral (batubara), lemak dan masuk memberi miliar. Bea masuk mengalami penurunan 8 seiring dengan menurunnya impor di Provinsi terutama berupa impor

Salah satu parameter untuk mengukur kinerja perpajakan diukur dengan

ratio. Tax ratio dihitung berdasarkan jumlah penerimaan pajak dibagi dengan PDRB.

Rata-rata tax ratio provinsi Kalimantan Tengah d

PDRB provinsi Kalimantan Tengah sejak tahun 2015 selalu mengalami

Hal tersebut menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan dari semua kegiatan perekonomian di Kalimantan Tengah selalu meningkat

terhadap membaiknya tingkat pertumbuhan ekonomi. Secara ideal, semakin tinggi tingkat pertumbuhan ekonomi suatu daerah seharusnya merupakan potensi penerimaan bagi daerah tersebut. Apabila dihubungkan dengan

ekonomi seharusnya berkorelasi positif terhadap peningkatan kinerja perpajakan.

Sesuai grafik III.5, tax

ratio wilayah Kalimantan

Tengah mengalami penurunan sejak 2015. Pada tahun 2015 tax

ratio 4,4 persen, terus

menurun terakhir pada tahun 2019 tax ratio Kalimantan Tengah di angka 3,2 persen. Dalam masa lima tahun

tax ratio mengalami penurunan 1,2 persen. Dengan kondisi tersebut, a

potensi perpajakan dalam perekonomian masyarakat yang belum tersentuh pajak

melaporkan kewajiban perpajakan melalui Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) Sebagaimana uraian di atas,

Rp4.879,7 merupakan pencatatan realisasi pendapatan pajak berdasarkan pendapatan pajak yang diterima di wilayah setempat sesuai pencatatan Ditjen Perbendaharaan selaku Kuasa BUN. Sedangka

fiskus, realisasi pajak berdasarkan kode NPWP dalam lingkup KPP di Provinsi Kalimantan Tengah mencapai Rp4.303,6 miliar. Hal tersebut menggambarkan adanya potensi-potensi ekonomi di

menghasilkan pendapatan namun belum dapat berkontribusi pada penerimaan di Kalimantan Tengah. Terdapat lebih dari Rp576,1 miliar potensi penerimaan pajak yang seharusnya dapat tercatat sebagai penerimaan

KAJIAN FISKAL REGIONAL TAHUN Salah satu parameter untuk mengukur kinerja perpajakan diukur dengan

dihitung berdasarkan jumlah penerimaan pajak dibagi dengan PDRB. rovinsi Kalimantan Tengah dalam lima tahun terakhir 3,

imantan Tengah sejak tahun 2015 selalu mengalami

Hal tersebut menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan dari semua kegiatan perekonomian di Kalimantan Tengah selalu meningkat sehingga berpengaruh terhadap membaiknya tingkat pertumbuhan ekonomi. Secara ideal, semakin tinggi tingkat pertumbuhan ekonomi suatu daerah seharusnya merupakan potensi penerimaan bagi daerah tersebut. Apabila dihubungkan dengan tax ratio

omi seharusnya berkorelasi positif terhadap peningkatan kinerja perpajakan.

Grafik III.5

Perkembangan Tax Ratio Kalimantan Tengah

Sumber : OMSPAN Kemenkeu

mengalami penurunan 1,2 persen. Dengan kondisi tersebut, artinya masih ada potensi perpajakan dalam perekonomian masyarakat di provinsi Kalimantan Tengah yang belum tersentuh pajak, termasuk juga terkait ketaatan para wajib pajak untuk melaporkan kewajiban perpajakan melalui Surat Pemberitahuan Pajak (SPT)

aimana uraian di atas, realisasi penerimaan pajak tahun 201

merupakan pencatatan realisasi pendapatan pajak berdasarkan pendapatan pajak yang diterima di wilayah setempat sesuai pencatatan Ditjen Perbendaharaan selaku Kuasa BUN. Sedangkan sesuai catatan Ditjen Pajak selaku fiskus, realisasi pajak berdasarkan kode NPWP dalam lingkup KPP di Provinsi Kalimantan Tengah mencapai Rp4.303,6 miliar. Hal tersebut menggambarkan adanya

potensi ekonomi di provinsi Kalimantan Tengah yang telah

menghasilkan pendapatan namun belum dapat berkontribusi pada penerimaan di Kalimantan Tengah. Terdapat lebih dari Rp576,1 miliar potensi penerimaan pajak yang seharusnya dapat tercatat sebagai penerimaan provinsi Kalimantan Tengah, sehingga

KAJIAN FISKAL REGIONAL TAHUN 2019

Salah satu parameter untuk mengukur kinerja perpajakan diukur dengan tax dihitung berdasarkan jumlah penerimaan pajak dibagi dengan PDRB. alam lima tahun terakhir 3,7 persen. imantan Tengah sejak tahun 2015 selalu mengalami peningkatan. Hal tersebut menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan dari semua sehingga berpengaruh terhadap membaiknya tingkat pertumbuhan ekonomi. Secara ideal, semakin tinggi tingkat pertumbuhan ekonomi suatu daerah seharusnya merupakan potensi

tax ratio pertumbuhan

omi seharusnya berkorelasi positif terhadap peningkatan kinerja perpajakan.

Kalimantan Tengah

rtinya masih ada rovinsi Kalimantan Tengah ketaatan para wajib pajak untuk melaporkan kewajiban perpajakan melalui Surat Pemberitahuan Pajak (SPT).

pajak tahun 2019 sebesar merupakan pencatatan realisasi pendapatan pajak berdasarkan pendapatan pajak yang diterima di wilayah setempat sesuai pencatatan Ditjen n sesuai catatan Ditjen Pajak selaku fiskus, realisasi pajak berdasarkan kode NPWP dalam lingkup KPP di Provinsi Kalimantan Tengah mencapai Rp4.303,6 miliar. Hal tersebut menggambarkan adanya rovinsi Kalimantan Tengah yang telah dapat menghasilkan pendapatan namun belum dapat berkontribusi pada penerimaan di Kalimantan Tengah. Terdapat lebih dari Rp576,1 miliar potensi penerimaan pajak yang rovinsi Kalimantan Tengah, sehingga

KAJIAN FISKAL REGIONAL TAHUN

dapat menambah bagi hasil pajak di

pajak tersebut tentunya dapat direalisasikan, salah satunya melalui sinergi antara instansi DJP bersama p

kebijakan khusus terhadap w

Dalam dokumen KAJIAN FISKAL REGIONAL (Halaman 54-59)