• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

6. Penerimaan Retribusi Terminal

Salah satu Pendapatan Asli Daerah Kota Makassar adalah bersumber dari pajak dan retribusi yang dikelola oleh PD. Terminal Makassar Metro yang diharapkan secara efektif dapat berperan secara maksimal dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kota Makassar dengan pemanfaatan pengelolaan terminal (Terminal Regional Daya dan Mallengkeri). Yang memiliki potensi yang cukup besar untuk meningkatkan daerah berupa pajak dan retribusi sesuai dengan Perda Kota Makassar No. 2 Tahun 1991, Sk Mandagri No. 82 Tahun 1990, maupun SK Walikota Makassar No. 8638 Tahun 1994, SK Walikota Makassar (Kadispenda) No. 974/822/XII/F/2000.

Adapun perkembangan realisasi pendapatan (pajak dan retribusi) PD.

Terminal Makassar Metro selama 5 Tahun terakhir, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 5. Target dan Realisasi Penerimaan PD. Terminal Makassar Metro Tahun 2010-2014

Sumber: Perusahaan Daerah Terminal Makassar Metro di Kota Makassar

Tahun 2010

Tahun 2012

Penerimaan =

x 100 %

= . . .

. . .

x 100 %

= 74,11 %

Tahun 2013

Penerimaan =

x 100 %

= . . .

. . .

x 100 %

= 83,43 %

Tahun 2014

Penerimaan =

x 100 %

= . . .

. . .

x 100 %

= 82,63 %

Selanjutnya Hasil Analisis data di atas dapat dijabarkan dengan persentase asumsi bahwa jika hasil yang dicapai adalah sebagai berikut:

76 % - 100 % = Sangat Efektif 51 % - 75 % = Efektif

26 % - 50 % = Cukup Efektif 0 % - 25 % = Tidak Efektif

Dari tabel 5.di atas, berdasarkan dari hasil analisis bahwa pada Tahun 2010, penerimaan yang dicapai dari Pengelolaan Terminal Makassar Metro sebesar 90,89 % atau Rp. 3.370.701.829 dari target yang telah ditentukan sebesar Rp.

3.708.726.400. Untuk Tahun 2011 penerimaan yang dicapai oleh Terminal Makassar Metro sebesar 90,58 % atau Rp. 3.336.173.146 dari target yang telah ditentukan sebesar Rp. 3.716.432.900. Untuk Tahun 2012 penerimaan yang dicapai oleh Terminal Makassar Metro sebesar 74,11 % atau Rp. 3.074.159.125 dari target yang telah ditentukan yakni sebesar Rp. 4.147.984.000. Untuk Tahun 2013 penerimaan yang dicapai Terminal Makassar Metro yakni sebesar 83,43 % atau Rp. 3.859.692.278 dari target yang telah ditentukan yakni sebesar Rp.

4.626.285.124. Sedangkan pada Tahun 2014 penerimaan yang dicapai oleh Terminal Makassar Metro yakni sebesar 82,63 % atau Rp. 4.429.950.954 dari target yang telah ditentukan sebelumnya yakni sebesar Rp. 5.360.998.460. Dari data tersebut menunjukkan bahwa penerimaan yang diterima oleh PD. Terminal Makassar Metro berfluktuasi.

Maka setelah dilihat hasil analisis di atas, maka dapat dikatakan bahwa Pengelolaan Terminal dalam rangka Meningkatkan Retribusi Pendapatan Pada PD. Terminal Makassar Metro tergolong efektif, hal ini dapat dilihat berdasarkan interval/ rentang pengkategorian yang telah ditetapkan sebelumnya dan hasil yang dicapai selama lima tahun terakhir (2010 – 2014) berada pada interval 51 % - 75

% (Efektif).

Tabel 6. Realisasi Jumlah Penerimaan Tarif Jasa/ Angkutan Tahun November Rp. 240.399.163 Rp. 406.510.800 Rp. 326.095.000 Desember Rp. 255.421.188 Rp. 453.535.575 Rp. 355.019.999 Jumlah Rp. 3.074.159.125 Rp. 3.859.692.278 Rp. 4.429.950.954

Sumber: Perusahaan Daerah Terminal Makassar Metro Kota Makassar

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa realisasi pendapatan retribusi pada bulan januari 2012 sebesar Rp. 276.108.652, bulan februari sebesar Rp.

243.978.462, bulan maret sebesar Rp. 255.169.484, bulan april sebesar Rp.

240.037.259, bulan mei sebesar Rp. 263.970.721, bulan Juni sebesar Rp.266.104.999, bulan Juli sebesar Rp. 274.810.358, bulan Agustus sebesar Rp.262.388.591, bulan September sebesar Rp. 249.159.116, bulan Oktober sebesar Rp. 246.611.132, bulan November sebesar Rp.240.399.163, sedangkan

pada bulan Desember sebesar Rp. 255.421.188.Dengan jumlah sebesar Rp.

3.074.159.125.

Realisasi pendapatan retribusi pada bulan Januari 2013 sebesar Rp.

223.625.588, bulan Februari sebesar Rp. 211.962.014, bulan Maret sebesar Rp.236.994.353 , bulan April sebesar Rp. 226.736.732, bulan Mei sebesar Rp.

222.301.605 , bulan Juni sebesar Rp. 267.585.100 , bulan Juli sebesar Rp.

321.596.146, bulan Agustus sebesar Rp. 418.460.465, bulan September sebesar Rp. 413.342.416, bulan Oktober sebesar Rp. 457.041.484, bulan November sebesar Rp. 406.510.800, sedangkan pada bulan Desember sebesar Rp.

453.535.575. Dengan jumlah sebesar Rp. 3.859.692.278.

Realisasi pendapatan retribusi pada bulan Januari 2014 sebesar Rp.

407.492.334, bulan Februari sebesar Rp. 289.920.471, bulan Maret sebesar Rp.

381.054.620, bulan April sebesar Rp. 351.314.304, bulan Mei sebesar Rp.

350.771.177, bulan Juni sebesar Rp. 394.323.621, bulan Juli sebesar Rp.

387.654.484, bulan Agustus sebesar Rp. 405.630.058, bulan September sebesar Rp. 392.918.336, bulan Oktober sebesar Rp. 387.756.550, bulan November sebesar Rp. 326.095.000, sedangkan pada bulan Desember sebesar Rp.

355.019.999. Dengan jumlah sebesar Rp. 4.429.950.954, dari data tersebut menunjukkan bahwa penerimaan yang diterima oleh PD. Terminal Makassar Metro berfluktuasi.

Dalam pengoperasiannya Terminal Unit Tamalate/Mallengkeri terdapat beberapa masalah yang dihadapi. Dari keseluruhan masalah tersebut akhirnya menjadi saling berkaitan dan tidak memiliki ujung pangkal. Dari pemantauan di

lapangan, masalah terbesar yang dihadapi oleh Terminal Unit Tamalate/Mallengkeri adalah keenggangan sebagian besar mobil penumpang (panther) untuk menaikkan dan menurunkan penumpang didalam terminal yang akhirnya menimbulkan terminal bayangan serta masih beroperasinya angkutan liar yang berupa mobil penumpang (panther) berplat hitam.

Bagi pengemudi mobil angkutan lebih memilih menaikkan dan menurunkan penumpang di terminal bayangan Jalan Sultan Alauddin dan Jalan Mallengkeri, bahkan para pengemudi mobil penumpang biasa langsung menjemput atau mengantar penumpang langsung di kediaman penumpang walaupun brhadapan dengan resiko tertangkap petugas dan diberikan tilang. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan kepada pengemudi lebih memilih untuk kucing-kucingan dengan petugas dan resiko membayar denda tilang yang besar dari pada harus masuk terminal untuk menaik-turunkan penumpang di dalamnya.

Ada beberapa alasan yang sering digunakan pengemudi dan penumpang untuk tidak masuk ke dalam terminal, antara lain tentang masih banyaknya calo angkutan umum yang beroperasi di dalam terminal, fleksibilitas dan efektivitas apabila naik angkutan di terminal bayangan karena dirasakan bagi pengemudi dan penumpang lebih cepat dan bebas dari berbagai macam biaya tambahan.

Disisi lain adanya perseteruan antara calo yang beroperasi di dalam terminal dengan calo yang beroperasi di luar terminal mengakibatkan para pengemudi terutama mobil penumpang yang tidak masuk binaan calo di dalam terminal akan kesulitan untuk mendapatkan penumpang di dalam terminal sehingga akhirnya mereka tetap mengambil penumpang di terminal bayangan.

Melihat masalah yang terjadi di Terminal Unit Tamalate/ Mallengkeri tentu akan menimbulkan keprihatinan banyak pihak. Berkaitan dengan masalah tersebut sebenarnya Walikota Makassar sudah pernah mengeluarkan Surat Keputusan Wali Kota Makassar Nomor 54 Tahun 2010 tentang Larangan Mobil Menaikan dan Menurunkan Penumpang Selain di Terminal yang diikuti dengan pembentukan Tim Terpadu Penegakan Hukum yang beranggotakan PD. Terminal Makassar Metro (Terminal Unit Tamalate/ Mallengkeri), Dishub Kota Makassar, Satlantas Polrestabes Makassar. Tim ini bertujuan untuk melakukan penindakan (penilangan) terhadap mobil angkutan penumpang yang tidak masuk terminal dan masih menaikkan serta menurunkan penumpang di luar terminal.Tim Terpadu pada awalnya seperti menyelesaikan masalah. Hal ini terlihat dengan banyaknya jumlah AKDP yang diberikan surat tilang. Para pengemudi mulai menaik-turunkan penumpang dalam terminal dan jumlah mobil penumpang yang mengambil penumpang di sepanjang terminal bayangan juga mulai berkurang.

Secara tidak langsung hal tersebutlah yang menyebabkan Pendapatan Terminal Makassar Metro mengalami penurunan, hal tersebut dikarenakan banyaknya Kendaraan Angkutan yang tidak masuk ke Terminal untuk menaik dan menurunkan penumpangnya, mereka para Sopir lebih memilih untuk menaik dan menurunkan penumpangnya di Luar Area Terminal (Terminal Liar/ Bayangan).

Berdasarkan observasi yang telah Peneliti lakukan terdapat sekurang-kurangnya 25 kendaraan angkutan yang beroperasi di terminal liar setiap harinya, baik itu mobil penumpang yang berplat kuning maupun plat hitam (gantung), khususnya di Jl. Sultan Alauddin (depan Apotik Kimia Farma Addaraen).

B. Upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Melalui Penerimaan

Dokumen terkait