BAB II PERENCANAAN KINERJA
2.4. Penetapan Kinerja BAPPEDA
Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel serta berorientasi pada hasil maka perlu disusunlah suatu penetapan kinerja pada suatu pemerintahan. Sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, kami sajikan Penetapan Kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jombang sesuai dengan Lampiran IV
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 27
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
3.1. PENGUKURAN PENCAPAIAN SASARAN
Sasaran kinerja adalah tingkat target kinerja yang dinyatakan sebagai tujuan nyata yang terukur, di mana capaian aktual dapat dibandingkan, termasuk tujuan yang dinyatakan sebagai standar kuantitatif, nilai, atau tingkat. Capaian kinerja sasaran diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerja sasaran strategis, cara penyimpulan hasil pengukuran pencapaian sasaran dilakukan dengan membuat capaian rata-rata atas capaian indikator kinerja sasaran.
Pengukuran pencapaian sasaran dapat dilihat dalam tabel berikut ini TABEL 3.1
PENGUKURAN PENCAPAIAN SASARAN TAHUN 2014
No Sasaran Indikator Sasaran
Target 1 Perencanaan yang
tepat waktu dan tepat sasaran
4 Tersedianya dokumen perencanaan tata
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 28
No Sasaran Indikator Sasaran
Target
6 Optimalisasi penelitian dan pengembangan
(a) Pelayanan administrasi perkantoran dan kinerja
(d) Tertib administrasi dan ketepatan pelaporan
80 % 80 % 100 %
Dari 7 (tujuh) sasaran dengan indikator kinerja sebanyak 10 (Sepuluh), pencapaian kinerja sasaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah pada tahun 2014 adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan yang tepat waktu dan tepat sasaran
No Indikator Sasaran
Capaian 1. Prosentase dokumen
perencanaan daerah sesuai dengan ketentuan
100% 100% 100% 100% 100%
Dimaksudkan agar perencanaan daerah tepat waktu dan tepat sasaran dengan target kinerja sasaran sebesar 100%. Pada akhir tahun 2013 sasaran ini tercapai 100%. Realisasi sasaran pada tahun 2014 tercapai 100% dari
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 29
target yang direncanakan jadi pencapaian sasaran pada saat ini mencapai 100%. Realisasi kinerja tersebut sudah memenuhi target RPJMD sebesar 100%, oleh karena itu kinerja sasaran ini hingga empat tahun kedepan harus dipertahankan. Adapun faktor pendorong dan penghambat pemenuhan target sebagai berikut:
Faktor pendorong tercapainya sasaran ini adalah:
a. Adanya komitmen dari segenap karyawan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jombang dalam upaya melakukan koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan sinergitas perencanaan daerah;
b. Tanggungjawab setiap karyawan selalu update peraturan sehingga perencanaan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Terdapat faktor penghambat sasaran yaitu kurangnya kesadaran SKPD terkait dalam ketepatan waktu pengumpulan laporan sehingga membutuhkan lebih banyak waktu untuk melakukan integrasi, sinkronisasi dan sinergitas perencanaan daerah.
Strategi untuk mewujudkan indikator pada tahun 2015 dengan menumbuhkan dan memelihara komitmen jalinan koodinasi terhadap SKPD rentang kendali serta meningkatkan kualitas SDM demi terwujudnya penyusunan perencanaan daerah yang tepat waktu dan tepat sasaran.
Dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan dilaksanakan dengan pendekatan politik, teknokratik, partisipatif dan topdown-bottom up. Implementasi pendekatan tersebut dipertemukan dalam forum musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) yang melibatkan peran serta masyarakat dan stakeholder pembangunan. Upaya untuk meningkatkan akuntabilitas proses perencanaan pembangunan ditindaklanjuti dalam:
Kebijakan Pagu Indikatif Desa (PID) yang ditujukan untuk memperkuat proses musrenbang desa, percepatan pembangunan desa dan konsistensinya dengan penganggaran. Kebijakan PID juga ditujukan untuk mendukung visi Bupati/Wakil Bupati Jombang terkait alokasi 500 juta per desa. Dalam alokasi 500 juta per desa, salah satu bentuk implementasinya adalah melalui alokasi pagu indikatif desa (PID) sebesar 200 juta per desa.
Rencana kegiatan yang akan diangarkan melalui PID dibahas dalam musrenbang desa dan diproses melalui musrenbang kecamatan, forum SKPD dan musrenbang kabupaten untuk memastikan kesesuaiannya
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 30
dengan program dan kegiatan daerah. Kebijakan PID ditetapkan dalam Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2014;
Pendokumentasian usulan perencanaan pembangunan dalam sistem informasi perencanaan pembangunan daerah (SIPPD) dengan tujuan bahwa aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam tahapan musrenbang terkelola dengan baik;
Sejalan dengan penerapan perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja, langkah perkuatan pemantauan dan evaluasi kinerja pelaksaaan rencana pembangunan menjadi sangat penting. Langkah pemantauan dan evaluasi kinerja diwujudkan melalui pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan yang didokumentasikan setiap tahun dalam Laporan Kinerja Pemerintah Daerah dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati.
Selain itu, capaian atas upaya yang telah dilaksanakan pada tahun 2014, yaitu:
Tersusunnya Masterplan Pembangunan Ekonomi Daerah yang digunakan sebagai pedoman dan arahan untuk mengidentifikasi dan memetakan secara spasial lahan-lahan pertanian pangan yang ada di Kabupaten Jombang dalam menentukan lokasi lahan pertanian pangan berkelanjutan serta uji publik berkaitan dengan penyepakatan dan pembuatan komitmen rencana aksi yang terkait dengan outcome yang dicapai yaitu penetapan lahan pertanian pangan berkelanjutan di Kabupaten Jombang;
Tersusunnya Indikator Ekonomi Daerah yang mengidentifikasi struktur perekonomian daerah dengan sektor basis maupun sektor pendukung yang dapat ditingkatkan dan dikembangkan dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam kajian tersebut juga menghasilkan rumusan rencana strategis dan kebijakan yang dapat mendorong tumbuhnya sektor basis disamping memberdayakan potensi sektor pendukung dalam hal ini sektor non basis serta tetap mempertimbangkan tingkat disparitas wilayah dan dampak kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan;
Terlaksananya Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Ekonomi terkait dengan program maupun kegiatan pembangunan ekonomi yang akan, sedang, maupun yang sudah dilakukan oleh SKPD (berkaitan dengan kegiatan yang dibiayai APBD Kabupaten, APBD Propinsi maupun APBN (termasuk Dekonsentrasi maupun Tugas Pembantuan), serta koordinasi Program Pengembangan Kawasan Agrpolitan SKPP I Kabupaten Jombang tahun ke empat;
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 31
Terlaksananya Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan, khususnya progress Pengembangan Kawasan Agropolitan dan rencana aksi Ketahanan Pangan Daerah. Progress pengembangan kawasan agropolitan di Kabupaten Jombang, sesuai dengan 7 (tujuh) indikator dari Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Jombang memiliki index 62,7 termasuk kedalam kategori cukup terjadi peningkatan index pada tahun 2014 menjadi 70,5 dan termasuk dalam kategori baik. Adapun 7 (tujuh) indikator yang menjadi tolok ukur, perhitungan index pengembangan kawasan agropolitan adalah : 1) Investasi dibidang pertanian, 2) Infrastruktur sosial dan ekonomi bidang pertanian, 3) Nilai NTP, 4) Lapangan Kerja, 5) Tumbuh dan berkembangnya kegiatan produksi, penyuluhan dan pemasaran komoditas unggulan 6) pengelolaan lahan berkelanjutan 7) Kelembagaan dan kualitas SDM, stakeholders Kawasan Agropolitan yang kreatif, inovatif berjiwa wirausaha dan professional;
Tersusunnya Study Kelayakan Sarana dan Prasarana Ekonomi Wilayah yang meliputi rencana pembangunan Subterminal Agribis (STA) Mojoagung dan perencanaan Revitalisasi Pasar Citra.
Hasil-hasil pelaksanaan program pembangunan sosial dan budaya yang mendukung tercapainya sasaran pertama pada tahun 2014, antara lain:
Terselenggaranya Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Sosial dan Budaya untuk mendukung sinkronisasi dan keselarasan program-program pembangunan di lingkup sosial budaya, baik antar tingkatan pemerintahan maupun antar waktu;
Fasilitasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dengan capaian terfasilitasinya kegiatan koordinasi, sinkronisasi dan monitoring penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Jombang dengan produk yang dihasilkan berupa laporan pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan tahun 2014 serta hasil koordinasi dan sinkronisasi program penanggulangan kemiskinan;
Tersusunnya Rencana Aksi Daerah Pemberantasan Korupsi. Kegiatan Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pemberantasan Korupsi sebagai pijakan dalam upaya mewujudkan Pemerintah Daerah yang bersih dan bebas dari praktek korupsi dengan mencapai peningkatan nilai Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia. Output yang dihasilkan berupa laporan 7 (tujuh) RAD-PKK dengan berpedoman pada SE Mendagri Nomor:356/2648/SJ tanggal 12 Desember 2013 tentang Penyusunan Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (PPK) Pemerintah Daerah
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 32
Tahun 2013 secara tepat waktu. Capaian kegiatan ini belum maksimal dikarenakan penyelenggaraan sosialisasi dengan narasumber dari KPK dan Kementerian Hukum dan HAM tidak terlaksana;
Tersusunnya Grand Design Peningkatan Fungsi dan Peran Kecamatan sebagai SKPD. Melalui dokumen grand design tersebut diharapkan tahapan dalam mengoptimalkan peran kecamatan sebagai SKPD, selain sebagai pemangku wilayah kecamatan, pada tahun mendatang bisa ditingkatkan;
Pendampingan Program PNPM Perkotaan. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Daerah terhadap program Pemerintah Pusat, dimana setiap daerah yang menerima program PNPM wajib menyediakan biaya operasional bagi pelaksanaan PNPM di daerahnya. Untuk realisasi output dari kegiatan ini adalah terfasilitasinya kegiatan siklus PNPM Mandiri Perkotaan yang terdiri 7 kecamatan di 113 desa serta pendampingan PLPBK di 2 desa;
Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Penanggulangan Kemiskinan. SIM ini disusun untuk mendokumentasikan database rumah tangga miskin yang ada di Kabupaten Jombang secara detail, mulai dari data anggota keluarga, lokasi, serta kondisinya. Secara lebih lanjut, SIM Penanggulangan Kemiskinan digunakan sebagai pengelolaan dan updating data kemiskinan;
Tersusunnya Rencana Induk Pariwisata Daerah, yaitu dokumen Studi Kelayakan Pengelolaan Tirta Wisata dengan memastikan terhadap aspek hukum, teknis, pelayanan, dan komersial yang diperlukan dalam pengelolaan Kawasan Pariwisata Jombang;
Tersusunnya Profil Gender dan Profil Anak yang berisi kajian dan pemetaan status capaian PUG dan Pemenuhan Hak Anak (PUHA) dalam kebijakan dan program Pemkab Jombang di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, politik, hukum dan sosial budaya di tahun 2014.
Outcome dari pelaksanaan program perencanaan pembangunan prasarana wilayah dan sumber daya alam yang menunjang tercapainya sasaran tersebut adalah:
Terselenggaranya Koordinasi Perencanaan Bidang Fisik dan Prasarana.
Telah dilaksanakan rapat-rapat kordinasi dalam rangka menyelesaikan permasalahan terkait sarana dan prasarana daerah serta untuk mendukung sinkronisasi dan keterpaduan perencanaan prasarana antar tingkatan pemerintahan;
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 33
Terlaksananya Koordinasi Perencanaan Sanitasi Permukiman dan Air Minum dalam rangka sinkronisasi dan koordinasi pencapaian target MDG’s dalam rangka pemenuhan proporsi rumah tangga dengan akses berkelanjutan terhadap air minum yang layak dan sanitasi dasar. Produk yang dihasilkan adalah Laporan Pelaksanaan Penandatanganan kerjasama Pemerintah Kabupaten Jombang dengan IUWASH (Indonesia Urban Water, Sanitation, and Hygine);
Tersusunnya Rencana Pembangunan Investasi Jangka Menengah Tahun 2015-2019 yang digunakan sebagai pedoman perencanaan infrastruktur permukiman untuk jangka menengah;
Fasilitasi Peningkatan Pengelolaan Sistem Irigasi Partisipatif. Kabupaten Jombang merupakan salah satu kabupaten pelaksana Water Irrigation Support Management Programe (WISMP) yang diselenggarakan secara lintas Kementerian oleh Pemerintah Pusat. Kegiatan WISMP diarahkan pada penguatan kelembagaan pengelola sumberdaya air irigasi untuk dapat mengelola daerah irigasinya secara partisipatif. Untuk mendukung program WISMP pemerintah Kabupaten Jombang mengalokasikan kewajiban dana sharing sesuai MoU untuk mengoptimalkan pengelolaan irigasi di wilayah daerah irigasi yang telah ditetapkan;
Tersusunnya Sistem Informasi Jaringan Jalan yang berisi perkembangan data jaringan jalan di Kabupaten Jombang, khususnya jalan kabupaten dan jalan poros desa. Dengan sistem ini diharapkan informasi kondisi terkini dari ruas-ruas jalan dapat dikelola secara berkelanjutan dan memberikan kemudahan memperoleh informasi bagi segenap stakeholder pembangunan yang membutuhkan;
Tersusunnya Sistem Informasi Jaringan Irigasi yang berisi data-data inventarisasi jaringan irigasi di Kabupaten Jombang. Melalui sistem ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi jaringan irigasi di Kabupaten Jombang yang relevan, up to date, akurat dan lebih lengkap;
Tersusunnya Rencana Induk Sistem Distribusi Air Minum yang merupakan dokumen yang berisi pemetaan jaringan air minum yang dilayani oleh PDAM maupun HIPPAM. Hasil pemetaan serta kajian tersebut merekomendasikan arahan dalam rencana pengembangan distribusi air minum;
Tersusunnya Kebijakan Strategi Daerah Dalam Sistem Pengelolaan Air Minum Kabupaten Jombang untuk jangka waktu 20 tahun. Dokumen
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 34
tersebut sebagai pedoman dalam penyusunan Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Minum.
Adapun outcome dari program perencanaan strategis dan pelaporan capaian kinerja serta keuangan SKPD yang digunakan untuk mengukur pencapaian sasaran ini adalah sebagai berikut :
Penyusunan Rencana Strategis SKPD
Secara umum lingkup kegiatan Penyusunan Rencana Strategis SKPD adalah semua permasalahan di bidang Perencanaan Strategis SKPD.
Penyusunan Rencana Kerja SKPD
Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan konsistensi penyusunan perencanaan rencana kerja SKPD dengan tersedianya dokumen Rencana Kerja Bappeda Penyusunan
Laporan Capaian Kinerja SKPD
Secara umum lingkup kegiatan koordinasi dalam pemecahan masalah-masalah daerah adalah semua permasalah-masalahan di bidang infrastruktur yang belum terakomodasi oleh kegiatan lain, dengan indikator output yang berupa terlaksananya tindak lanjut penyelesaian masalah-masalah perencanaan pembangunan infrastruktur tercapai 100%.
Penyusunan Laporan Keuangan SKPD
Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan akuntabilitas laporan keuangan SKPD dengan tersedianya dokumen laporan keuangan semester, prognosis dan laporan akhir tahun Bappeda.
2. Dukungan dan kerjasama dunia usaha/stakeholder dalam pembangunan daerah
No Indikator Sasaran
Capaian Akhir
2013
2014
Target RPJMD Target Realisasi %
Realisasi 1. Prosentase program
CSR/PKBL
perusahaan yang sinergi dengan program pemerintah daerah
80% 80% 80% 100% 90%
Capaian akhir sasaran dukungan dan kerjasama dunia usaha/stakeholder dalam pembangunan daerah pada tahun 2013 sebesar 80%. Pada Tahun 2014 target kinerja sebesar 80% dan realisasi 80%
sehingga prosentase realisasi capaian sasaran senilai 100%. Realisasi kinerja tersebut melebihi target RPJMD sebesar 90%, oleh karena itu kinerja sasaran
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 35
ini hingga empat tahun kedepan harus dipertahankan. Kinerja sasaran ini dapat mengefisiensikan sumber daya sebesar 18,38%, hal ini nampak dari realisasi sasaran 100% dibandingkan dengan Realisasi anggaran sebesar 81,62%.
Faktor Pendorong sasaran dukungan dan kerjasama dunia usaha/stakeholder dalam pembangunan daerah yaitu:
a. Adanya alokasi CSR-PKBL di Perusahaan wilayah Kabupaten Jombang;
b. Kebutuhan Pemerintah Kabupaten Jombang dalam pemenuhan sasaran dukungan dan kerjasama dunia usaha/stakeholder dalam pembangunan daerah.
Faktor Penghambat yang dihadapi dalam pencapaian sasaran ini yaitu kurang optimalnya koordinasi, sinkronisasi dan sinergitas antara pemerintah daerah dengan dunia usaha. Strategi untuk mewujudkan indikator tahun 2015 dengan menginisiasi pembentukan Forum CSR-PKBL Perusahaan di wilayah Kabupaten Jombang. Dalam rangka melaksanakan sinkronisasi penyelenggaraan tugas-tugas dan fungsi pemerintah yang mendorong percepatan pembangunan dan penguatan ekonomi regional, maka diselenggarakan harmonisasi dan fasilitasi kerjasama antar tingkatan pemerintahan, antar daerah dan antara pemerintah daerah dengan dunia usaha. Dengan adanya kerjasama tersebut diharapkan membuka sumber pendanaan alternatif dalam pembangunan Kabupaten Jombang serta terwujudnya perluasan sasaran pembangunan dalam berbagai bidang. Guna tertib administrasi dan kelancaran pelaksanaan pembangunan yang pendanaannya bekerjasama dengan dunia usaha maka perlu adanya koordinasi, sinkronisasi dan integrasi program pembangunan. Untuk itu telah ditetapkan adanya sekretariat tetap Tim Koordinasi Perencanaan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan / Corporate Social Responsibility (CSR) dan Program Kemitraan Bina Lingkungan - Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (PKBL-TJSL) Kabupaten Jombang dengan SK Kepala BAPPEDA.
Untuk operasional Sekretariat Tetap Tim Koordinasi pada tahun 2014 telah dialokasikan anggaran sebesar Rp. 40.550.000,- dan telah terealisasi sebesar Rp. 32.298.615,- (81,62%) dengan keluaran antara lain :
Terlaksananya koordinasi pelaksanaan CSR/PKBL-TJSL yaitu koordinasi antara Dunia Usaha yang akan melaksanakan CSR/PKBL-TJSL dengan cara memfasilitasi mulai perencanaan, pelaksanaan hingga monitoring evaluasi.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 36
Terlaksananya pertemuan Gathering dalam rangka sinkronisasi program dan sasaran pemerintah daerah yang bisa didanai dari CSR/PKBL-TJSL untuk tahun depan (tahun rencana) selain itu juga untuk evaluasi pelaksanaan CSR/PKBL-TJSL tahun berjalan.
3. Optimalisasi pengendalian pemanfaatan ruang
No Indikator Sasaran
Capaian Akhir
2013
2014
Target RPJMD Targ
et Realisasi % Realisasi 1. Prosentase
rekomendasi pemanfaatan ruang
80% 80% 80% 100% 100%
Capaian akhir sasaran optimalisasi pengendalian pemanfaatan ruang pada tahun 2013 sebesar 80%. Untuk tahun 2014 target kinerja sasaran sebesar 80% dan realisasi 80% sehingga prosentase realisasi capaian sasaran senilai 100%. Realisasi kinerja tersebut memenuhi target RPJMD sebesar 100%, oleh karena itu kinerja sasaran ini hingga empat tahun kedepan harus dipertahankan. Kinerja sasaran ini dapat mengefisiensikan sumber daya sebesar 4,73%, hal ini nampak dari realisasi sasaran 100%
dibandingkan dengan Realisasi anggaran sebesar 95,27%.
Faktor Pendorong dari sasaran ini adalah:
a. Kinerja Tim BKPRD (Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah) yang optimal dalam menyelesaikan penyusunan draf rekomendasi pemanfaatan ruang;
b. Pengawasan dari BKPRD Propinsi secara simultan yang dilakukan secara berkala 2 kali dalam satu tahun.
Strategi untuk mewujudkan indikator sasaranoptimalisasi pengendalian pemanfaatan ruang pada tahun 2015 dengan cara optimalisasi Tim Pokja Perencanaan dan Pokaja Pengendalian Pemanfaatan ruang. Permasalahan di Daerah seringkali berhubungan dengan lintas dinas/Instansi. Guna memperoleh solusi terhadap permasalahan yang muncul di Kabupaten Jombang diperlukan sarana mediasi yang berupa rapat-rapat koordinasi lintas bidang dan instansi. Sehubungan dengan permasalahan di Bidang infrastruktur diperlukan pembahasan yang Intens dan simultan sehingga dapat dirumuskan solusi terhadap permasalahan yang terjadi.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 37
4. Tersedianya dokumen perencanaan tata ruang sebagai bahan rujukan kebijakan pemanfaatan penggunaan lahan
No Indikator Sasaran
Capaian Akhir
2013
2014
Target RPJMD Targe
t Realisasi % Realisasi 1. Ketersediaan
pedoman perencaan tata ruang
57,1% 57,1% 57,1% 100% 85,7%
Capaian akhir sasaran ini pada tahun 2013 sebesar 57,1%. Pada tahun 2014 dengan target kinerja sasaran sebesar 57,1% dan realisasi 57,1%
sehingga prosentase realisasi capaian sasaran senilai 100%. Realisasi kinerja tersebut melebihi target RPJMD sebesar 85,7%, oleh karena itu kinerja sasaran ini hingga empat tahun kedepan harus dipertahankan. Kinerja sasaran ini dapat mengefisiensikan sumber daya sebesar 2,56%, hal ini nampak dari realisasi sasaran 100% dibandingkan dengan Realisasi anggaran sebesar 97,44%.
Faktor Pendorong dari sasaran ini yaitu dengan adanya PP 15 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan tata ruang mengamanatkan bahwa rencana rinci tata ruang wajib ditetapkan diundangkannya RTRW Kabupaten. Ada pula faktor Penghambat yang ditemui yaitu:
1. Keterbatasan alokasi anggaran untuk penyesuaian rancangan Perda dokumen rencana rinci yang merupakan tindak lanjut dari Perda RT/RW;
2. Belum tersedianya peta resolusi tinggi sebagai salah satu prasyarat pendukung persetujuan substansi RDTR.
Strategi untuk mewujudkan indikator tahun 2015 yaitu:
1. Penyediaan dan analisis data spasial untuk RDTR BWP Jombang dan RDTR BWP Diwek yang memenuhi kaidah perpetaan sesuai dengan yang ditetapkan oleh Badan Informasi Geospasial;
2. Pengajuan Permohonan Substansi atas Bappeda RDTR BWP Jombang dan RDTR BWP Diwek kepada Gubernur Jawa Timur sebagai dasar untuk legalisasi Raperda yang dimaksud.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 38
5. Optimalisasi penyediaan data / informasi dan statistik pendukung perencanaan pembangunan daerah
No Indikator Sasaran
Capaian Akhir
2013
2014
Target RPJMD Target Realisasi %
Realisasi 1. Ketersediaan data
makro dan
sektoral pendukung perencanaan pembangunan daerah
90% 90% 85,7% 95% 100%
Target kinerja sasaran ini 90% dengan realisasi 85,7% sehingga mencapai tingkat sasaran sebesar 95%. Dibandingkan dengan target RPJMD sebesar 100%, realisasi kinerja sasaran ini belum memenuhi target RPJMD oleh karena itu hingga dalam empat tahun ke depan kinerja program dalam mencapai sasaran ini perlu ditingkatkan.
Faktor pendorong dari sasaran ini yaitu dengan adanya amanat dari Permendagri 54 tahun 2010 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah yang menyatakan akan pentingnya data dalam perencanaan pembangunan serta kebutuhan akan data/informasi dibutuhkan oleh masyarakat luas.
Faktor Penghambat yang dihadapi dalam pencapaian sasaran ini yaitu:
1. Adanya kendala teknis dalam proses kerjasama dengan BPS;
2. Kesulitan dalam perolehan data dari SKPD ataupun instansi vertikal karena manajemen datanya kurang baik atau bahkan tidak ada kegiatan yang menghasilkan data yang dibutuhkan.
Strategi untuk mewujudkan indikator tahun 2015 dengan meningkatkan koordinasi dengan pihak BPS serta SKPD terkait serta memberikan sosialisasi kepada semua pihak mengenai pentingnya manajemen data. Proses perencanaan memerlukan kapasitas data/informasi yang baik. Oleh karena itu, ketersediaan data/informasi yang handal merupakan salah satu kunci keberhasilan perencanaan. Anggaran yang dialokasikan untuk program ini adalah sebesar Rp. 507.602.500,00 dan dapat terealisasi sebesar Rp.
495.873.000,00 atau 97,69%. Kinerja sasaran ini disefisien sebesar 2,69%, hal ini nampak dari perbandingan realisasi kinerja sasaran sebesar 95%
dengan realisasi anggaran sebesar 97,69%.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 39
Guna memenuhi kebutuhan data/informasi dan statistik tersebut, telah dilaksanakan pengumpulan, updating, dan analisis data informasi bagi kebutuhan perencanaan pembangunan serta dalam rangka evaluasi capaian target kinerja program dan kegiatan. Permintaan data/informasi yang beragam, akurat, dan tepat waktu terus meningkat sejalan dengan meningkatnya kebutuhan informasi statistik untuk perencanaan. Pengelolaan data/informasi dan statistik tidak hanya diperuntukkan bagi instansi pemerintah di tingkat pusat maupun daerah, tetapi juga dari kalangan akademisi, lembaga penelitian, dan dunia usaha. Untuk itu, keberlanjutan pengelolaan data/informasi merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan pemerintah kabupaten di masa mendatang serta pengembangan keragaman data dan akurasinya guna melayani kebutuhan informasi publik bagi masyarakat.
6. Optimalisasi penelitian dan pengembangan pendukung kebijakan perencanaan pembangunan daerah
No Indikator Sasaran
Capaian Akhir
2013
2014
Target RPJMD Target Realisasi %
Realisasi 1. Ketersediaan hasil
penelitian dan pengembangan pendukung pembangunan daerah
80% 80% 80% 100% 90%
Sasaran optimalisasi penelitian dan pengembangan pendukung kebijakan perencanaan pembangunan daerah akhir tahun 2013 mencapai 80%. Di tahun 2014 target kinerja sasaran ini 80% dengan realisasi 80%
sehingga mencapai tingkat sasaran sebesar 100%. Dibandingkan dengan
sehingga mencapai tingkat sasaran sebesar 100%. Dibandingkan dengan