LAKIP
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH ( BAPPEDA)
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
IKHTISAR EKSEKUTIF ... ii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Dasar Hukum ... 1
1.3. Maksud dan Tujuan ... 3
1.4. Tugas Pokok dan Fungsi ... 3
1.5. Struktur Organisasi……….. 11
1.6. Lingkungan Stratejik yang Berpengaruh……….. 11
BAB II PERENCANAAN KINERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH ... 14
2.1. Visi dan Misi ... 14
2.2. Tujuan dan Sasaran ... 15
2.3. Perencanaan Kinerja ... 21
2.4. Penetapan Kinerja BAPPEDA ... 26
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 27
3.1. Pengukuran Capaian Sasaran ... 27
3.2. Pengukuran Kinerja Kegiatan ... 42
3.3. Analisis Pencapaian Keuangan………. 59
BAB IV PENUTUP ... 65 LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
TABEL 1.1 Tingkat Pendidikan Pegawai BAPPEDA 2014……….. . 12
TABEL 1.2 Golongan Pegawai BAPPEDA 2014……….. 13
TABEL 2.1 Misi, Tujuan , Sasaran dan Kebijakan……… 18
TABEL 2.2 Program dan Kegiatan... 21
TABEL 3.1 Pengukuran Capaian Sasaran 2014………. 27
TABEL 3.2 Program/ Kegiatan BAPPEDA 2014………. 60
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN Rencana Strategis Tahun 2014-2018 LAMPIRAN II Perjanjian Kinerja Tahun 2014 BAPPEDA LAMPIRAN III Rencana Kinerja Tahunan
LAMPIRAN IV Penetapan Kinerja
LAMPIRAN V Pengukuran Kinerja Kegiatan LAMPIRAN VI Pengukuran Kinerja BAPPEDA
LAMPIRAN VII Indikator Kinerja Utama (IKU) Renstra BAPPEDA
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas perkenannya sehingga Bappeda Kabupaten Jombang dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Kabupaten Jombang Tahun 2014, sesuai amanat dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, serta Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Secara substantif, LAKIP Bappeda Kabupaten Jombang merupakan wahana bagi pelaporan kinerja dalam rangka meningkatkan akuntabilitas dan pencapaian kinerja.
Melalui LAKIP, Bappeda melaporkan kinerjanya yang diukur dari pencapaian kinerja misi, sasaran, program dan kegiatan yang dilakukan pada tahun 2014, sebagaimana tertuang dalam pengukuran pencapaian kinerja.
Laporan ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kinerja Bappeda dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya pada tahun 2014.
Namun demikian kami menyadari masih terdapat kelemahan yang perlu terus ditingkatkan dalam upaya mengimplementasikan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Semoga laporan Akuntabilitas ini bermanfaat dan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan masukan guna peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan prima terhadap masyarakat, khususnya di Bappeda Kabupaten Jombang
Jombang 31 Januari 2015 KEPALA BAPPEDA KABUPATEN JOMBANG
TTD
Drs. EKSAN GUNAJATI, M.Si
Pembina Tk.I
NIP. 196211091985011003
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 ii
IKHTISAR EKSEKUTIF
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jombang dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi, senantiasa berusaha untuk meningkatkan kinerjanya secara profesional dan proporsional. Salah satu upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kinerjanya tersebut adalah dengan disusunnya Rencana Strategis ( Renstra ) Tahun 2014-2018. Berdasarkan renstra yang telah tersusun tersebut diharapkan telah tergambar rencana kinerja yang ingin dicapai dalam jangka menengah.
Penyelenggaraan pemerintahan di tahun 2014 adalah bagian dari penggalan perjalanan Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Berdasarkan sasaran di dalam renstra yang ingin dicapai pada tahun 2014, disusun Rencana Kinerja Tahunan (RKT). RKT yang telah disusun akan dijabarkan terkait ke dalam rencana kerja (renja). Untuk operasionalisasi rencana kerja, maka Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jombang menyusun rencana kerja dan anggaran yang tertuang dalam APBD tahun 2014.
LAKIP disusun sebagai bahan evaluasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Oleh karena itu, informasi yang disajikan bukan hanya berisi tentang keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai, tetapi juga harus memuat kekurangan-kekurangan yang masih dijumpai sehingga dapat dirumuskan solusi perbaikan dimasa mendatang. Keberhasilan dan kekurangan tersebut terumuskan dalam pengukuran pencapaian sasaran yang telah ditetapkan. Hasil identifikasi kekurangan serta keberhasilan tersebut diharapkan dapat memberikan masukan bagi perbaikan penyelenggaraan pemerintah.
Berdasarkan evaluasi terhadap capaian LAKIP tahun 2014 masih dijumpai beberapa kekurangan yang masih mendapatkan perhatian lebih lanjut. Untuk itu diperlukan adanya kebijakan pemerintah yang terintegrasi antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten dalam mencarikan solusi permasalahan tersebut.
Diharapkan pada masa yang akan datang tidak ada lagi kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat maupun provinsi dan kabupaten yang dapat mempengaruhi munculnya permasalahan di daerah.
Pada akhirnya, semoga laporan ini dapat menjadi sebagai bahan evaluasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Jombang pada umumnya dan Bappeda Kabupaten Jombang pada khususnya. Segala prestasi yang berhasil diraih tidak menyebabkan munculnya rasa bangga yang berlebihan, sehingga melupakan tujuan awal untuk selalu berusaha memberikan pelayanan
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 iii yang terbaik kepada masyarakat. Sebaliknya segala kekurangan yang masih dijumpai tidak menyebabkan lemahnya motivasi, tetapi justru harus menjadi cambuk untuk bekerja lebih baik lagi di masa yang akan datang.
Jombang 31 Januari 2015
KEPALA BAPPEDA
KABUPATEN JOMBANG
TTD
Drs. EKSAN GUNAJATI, M.Si Pembina Tk.I
NIP. 196211091985011003
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 1
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dalam rangka penyelenggaraan good governance, diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas dan terukur sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawabserta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Untuk mewujudkan hal tersebut, setiap instansi pemerintah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan negara diwajibkan untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya serta kewenangan pengelolaan sumber daya dengan didasarkan pada suatu perencanaan strategis yang ditetapkan oleh masing-masing instansi. Pertanggungjawaban dimaksud berupa laporan yang disampaikan kepada atasan masing-masing, lembaga-lembaga pengawasan, dan penilai akuntabilitas. Laporan tersebut menggambarkan kinerja instansi pemerintah yang bersangkutan melalui Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).
Berdasarkan Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, bahwa Pemerintah Daerah maupun Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah diwajibkan untuk menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) untuk memberikan pertanggungjawaban mengenai kinerja satuan kerja perangkat daerah serta Pemerintah Daerahnya sesuai dengan program dan kegiatan yang dilaksanakan pada setiap tahunnya. Bappeda Kabupaten Jombang menyusun media pertanggungjawaban kinerja yang dituangkan dalam bentuk LAKIP Bappeda Kabupaten Jombang Tahun 2014 yang diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kinerja Bappeda Kabupaten Jombang bagi Bupati, serta pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder).
1.2. Dasar Hukum
a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
b. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 2
c. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
d. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
e. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
f. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663);
g. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
h. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Uang Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4738);
i. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);
j. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
k. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014;
l. Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan;
m. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah untuk kedua kalinya dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011;
n. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 3
o. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
p. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 38 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Provinsi Jawa Timur Tahun 2009- 2014;
q. Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Pokok- Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah;
r. Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 7 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Jombang Tahun 2005-2025;
s. Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 21 Tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jombang Tahun 2009-2029;
t. Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 10 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jombang Tahun 2014-2018.
1.3. Maksud dan Tujuan
Maksud penyusunan LAKIP BAPPEDA Kabupaten Jombang Tahun 2014 adalah sebagai pelaporan atas pelaksanaan dokumen rencana daerah sesuai dengan ketentuan terkait laporan penyelenggaraan pemerintahan.
Tujuan Penyusunan LAKIP BAPPEDA Kabupaten Jombang Tahun 2014 adalah untuk mempertanggungjawabkan pencapaian hasil pelaksanaan misi BAPPEDA dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan melalui alat pertanggungjawaban secara periodik.
1.4. Tugas Pokok dan Fungsi
Sesuai dengan Peraturan Bupati Jombang Nomor 3 Tahun 2009 tentang Tugas Pokok dan Fungsi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jombang, bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jombang berkedudukan sebagai unsur perencana penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Jombang yang dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Tugas pokok Badan Perencanaan Pembangunan Daerah adalah melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang perencanaan pembangunan, penelitian, pengembangan dan statistik daerah.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 4
Dalam melaksanakan tugas tersebut Badan Perencanaan Pembangunan Daerah mempunyai fungsi sebagai berikut :
1). Perumusan kebijakan teknis perencanaan;
2). Pengkoordinasian penyusunan perencanaan pembangunan daerah;
3). Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan daerah;
4). Pelaksanaan pengkajian, penelitian dan pengembangan pembangunan daerah;
5). Penyelenggaraan urusan statistik daerah;
6). Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati.
Selanjutnya tugas pokok pada BAPPEDA Kabupaten Jombang diuraikan kedalam masing-masing sub unit kerja, yaitu:
1. Kepala Badan
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang mempunyai tugas pokok dan fungsi memimpin, merumuskan, mengatur,membina, mengendalikan, mengkoordinasikan dan mempertanggung jawabkan kebijakan teknis penyusunan danpelaksanaan kebijakan daerah di bidang perencanaan pembangunan dan statistik.
2. Sekretariat
Sekretariat yang dipimpin oleh Sekretaris mempunyai tugas pokok untuk melaksanakan sebagaian tugas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah meliputi umum, kepegawaian, keuangan, perlengkapan, penyusunan program dan pelaporan. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud , sekretariat mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Pelaksana koordinasi pengumpulan data dan informasi dalam rangka Penyusunan Kebijakan Teknis dan Operasional Badan;
b. Pelaksana Koordinasi pelaksanaan tugas-tugas Organisasi Badan;
c. Pengumpulan data dan informasi dalam rangka penyusunan Program Kerja, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan kegiatan Badan;
d. Pengendalian administrasi kepegawaian, pelaksanaan, pembinaan, peningkatan disiplin dan pengembangan karier serta upaya peningkatan kesejahteraan pegawai;
e. Penyiapan bahan dalam rangka penyusunan anggran, pelaksanaan penata usahaan keuangan dan penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan;
f. Pelaksanaan urusan administrasi umum, rumah tangga/ keprotokolan dan perlengkapan, ketatalaksanaan (surat menyurat) dan kearsipan
g. Penyusunan Standar Pelayanan Minimal lingkup Unit Kerja;
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 5
h. Penyiapan data dan informasi kepustakaan, pelaksanaan hubungan masyarakat dan inventarisasi asset;
i. Pelaksanaan koordinasi kegiatan dengan instansi tekait,perangkat daerah dan pihak ketiga;
j. Pelaksanaan sistem pengawasan melekat;
k. Penyusunan dan pelaksanaan sistem informasi lingkup Badan;
l. Pelaksanaan kebersihan, keindahan dan keamanan.
m. Pelaksanaan penanganan pengaduan masyarakat.
Sekretaris membawahi:
Kepala Sub Bagian Umum, mempunyai tugas: Menyiapkan data dan informasi guna penyusunan kebijakan teknis dan operasional;
a. Melaksanakan administrasi kepegawaian, melaksanakan pembinaan, peningkatan disiplin dan pengembangan karier serta upaya peningkatan kesejahteraan pegawai;
b. Melaksanakan urusan administrasi umum, rumah tangga/ keprotokan, perjalanan dinas dan perlengkapan, ketatalaksanaan (surat menyurat) dan kearsipan;
c. Menyusun Standar Pelayanan Minimal Badan;
d. Menyusun rencana dan melaksanakan keindahan, kebersihan, dan keamanan kantor;
e. Melaksanakan kegiatan pengawasan melekat dalam lingkup badan;
f. Menyusun rencana kebutuhan barang, mengatur dan mengelola barang- barang inventaris kantor;
g. Melaksanakan kegiatan kehumasan dan kepustakaan Badan;
h. Menangani pengaduan masyarakat terkait dengan pelaksanaan tugas;
i. Membantu sekretaris dalam melaksanakan koordinasi terkait dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi dan tata laksana aparatur;
Kepala Sub Bagian Keuangan, mempunyai tugas sebagai berikut:
a. Melaksanakan penatausahaan keuangan, meliputi pengelolaan anggaran, penyusunan neraca, pelaksanaan akuntansi/ pembukuan, pertanggung jawaban dan verifikasi serta penyusunan perhitungan anggaran;
b. Melaksanakan pengurusan biaya perjalanan dinas, perpindahan pegawai dan ganti rugi, gaji pegawai dan pembayaran hak-hak keuangan lainnya;
c. Menyusun, melaksanakan dan mempertanggung jawabkan anggaran Badan;
d. Melaksanakan upaya peningkatan kesejahteraan pegawai.
Kepala Sub Bagian Penyusunan Program dan Pelaporan, mempunyai tugas sebagai berikut:
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 6
a. Menghimpun, mengolah, mengkaji dan meneliti data dalam rangka penyusunan rencana program dan anggaran;
b. Melaksanakan kegiatan perencanaan dan penyusunan dokumen pembangunan bidang Perencanaan Pembangunan Daerah;
c. Melaksanakan koordinasi perencanaan program, kegiatan dan anggaran bidang Perencanaan Pembangunan Daerah;
d. Melaksanakan koordinasi dengan unit terkait dalam rangka analisis dan penilaian pelaksanaan program dan anggaran;
e. Melaksanakan kebijakan pembinaan,pengawasan, pengendalian, monitoring, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang Perencanaan Pembangunan Daerah;
f. Mengkoordinir dan evaluasi pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang Perencanaan Pembangunan Daerah;
g. Melaksanakan pembuatan umpan balik hasil penyusunan dan penetapan anggaran guna perencanaan program dan anggaran untuk tahun berikutnya;
h. Mengelola, mengembangkan data dan Sistem Informasi lingkup SKPD;
i. Melaksanakan supervisi, pelaporan, evaluasi dan monitoring pelaksanaan tugas.
3. Bidang Sosial Budaya
Bidang Sosial Budaya dipimpin oleh Kepala Bidang Sosial Budaya untuk melaksanakan sebagian tugas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah di bidang perumusan kebijakan teknis perencanaan, pengkoordinasian penyusunan perencanaan pembangunan, pembinaan dan pelaksanaan tugas perencanaan pembangunan daerah di bidang sosial budaya. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Bidang Sosial Budaya mempunyai fungsi:
a. Perumusan kebijakan teknis perencanaan di bidang sosial budaya;
b. Pengkoordinasian penyusunan perencanaan pembangunan;
c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas perencanaan pembangunan daerah di bidang sosial budaya;
d. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah di bidang sosial budaya.
Kepala Bidang Sosial Budaya membawahi:
1. Kepala Sub. Bidang Kesejahteraan Rakyat,mempunyai tugas:
a. Merumuskan kebijakan teknis perencanaan bidang kesehatan, kependudukan dan catatan sipil, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, keluarga berencana dan keluarga sejahtera, sosial,
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 7
ketenaga kerjaan dan ketransmigrasian, kebudayaan dan pariwisata, pemberdayaan masyarakat dan desa
b. Mengkoordinasikan penyusunan perencanaan pembangunan bidang kesehatan, kependudukan dan catatan sipil, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, keluarga berencana dan keluarga sejahtera, sosial, ketenagakerjaan dan ketransmigrasian, kebudayaan dan pariwisata, pemberdayaan masyarakat dan desa;
c. Melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan daerah di bidang kesehatan, kependudukan dan catatan sipil, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, keluarga berencana dan keluarga sejahtera, sosial ketenagakerjaan dan ketransmigrasian, kebudayaan dan pariwisata, pemberdayaan masyarakat dan desa;
d. Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah bidang kesehatan, kependudukan dan catatan sipil, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, keluarga berencana dan keluarga sejahtera, sosial, ketenagakerjaan dan ketransmigrasian, kebudayaan dan pariwisata, pemberdayaan masyarakat dan desa.
2. Kepala Sub Bidang Pendidikan Mental Spiritual dan Pemerintahan, mempunyai tugas:
a. Merumuskan kebijakan teknis perencanaan di bidang pendidikan, kepemudaan dan olah raga, kesatuan bangsa dan politik dalam negeri, otonomi daerah, penyerahan urusan, pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian dan persandian, kearsipan dan perpustakaan;
b. Mengkoordinasikan penyusunan perencanaan pembangunan di bidang pendidikan, kepemudaan dan olah raga, kesatuan bangsa dan politik dalam negeri, otonomi daerah, penyerahan urusan, pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian dan persandian, kearsipan dan perpustakaan;
c. Melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan daerah di bidang pendidikan, kepemudaan dan olah raga, kesatuan bangsa dan politik dalam negeri, otonomi daerah, penyerahan urusan, pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian dan persandian, kearsipan dan perpustakaan;
d. Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah di bidang pendidikan, kepemudaan dan olah raga, kesatuan
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 8
bangsa dan politik dalam negeri, otonomi daerah, penyerahan urusan, pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian dan persandian, kearsipan dan perpustakaan;
4. Bidang Ekonomi
Bidang Ekonomi dipimpin oleh Kepala Bidang Ekonomi untuk melaksanakan sebagian tugas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dibidang perumusan kebijakan teknis perencanaan, pengkoordinasian penyusunan perencanaan pembangunan: pembinaan dan pelaksanaan tugas peencanaan pembangunan daerah diibidang ekonomi. Dalam melaksanakan tugas pokok, bidang ekonomi mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Perumusan kebijakan teknis perencanaan di bidang ekonomi;
b. Pengkoordinasian penyusunan perencanaan pembangunan di bidang ekonomi;
c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan daerah di bidang ekonomi;
d. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah di bidang ekonomi.
Kepala Bidang Ekonomi, membawahi:
1. Kepala Sub. Bidang Pengembangan Ekonomi Wilayah, mempunyai tugas:
a. Merumuskan kebijakan teknis perencanaan bidang kehutanan, peternakan, perikanan, pertanian dan pariwisata;
b. Mengkoordinasikan penyusunan perencanaan pembangunan bidang kehutanan, peternakan, perikanan, pertanian, dan pariwisata;
c. Melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang kehutanan, peternakan, perikanan, pertanian dan pariwisata;
d. Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah di bidang kehutanan, peternakan, perikanan, pertanian dan pariwisata.
2. Kepala Sub. Bidang Pengembangan Dunia Usaha, mempunyai tugas:
a. Merumuskan kebijakan teknis perencanaan di bidang koperasi dan usaha kecil menengah, penanaman modal, perdagangan, perindustrian, ketenagakerjaan dan ketransmigrasian, kerjasama antar daerah dan fasilitasi kerjasama dengan dunia usaha dan industri;
b. Mengkoordinasikan penyusunan perencanaan pembangunan di bidang koperasi dan usaha kecil menengah, penanaman modal, perdagangan, perindustrian, ketenagakerjaan dan ketransmigrasian, kerjasama antar daerah dan fasilitasi kerjasama dengan dunia usaha dan industry;
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 9
c. Melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang koperasi dan usaha kecil menengah, penanaman modal, perdagangan, perindustrian, ketenagakerjaan, dan ketransmigrasian, kerjasama antar daerah dan fasilitasi kerjasama dengan dunia usaha dan industri;
d. Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah di bidang koperasi dan usaha kecil menengah, penanaman modal, perdagangan, perindustrian, ketenagakerjaan dan ketransmigrasian, kerjasama antar daerah dan fasilitasi kerjasama dengan dunia usaha dan industri;
5. Bidang Fisik Prasarana
Bidang fisik prasarana dipimpin oleh kepala bidang fisik prasarana untuk melaksanakan sebagaian tugas Badab perencanaan Pembangunan Daerah di bidang perumusan kebijakan teknis perencanaan, pengkoordinasian penyusunan perencanaan pembangunan, pembinaan dan pelaksanaan tugas perencanaan pembangunan daerah di bidang fisik prasarana. Untuk melaksanakan tugas pokok, bidang fisik prasarana mempunyai fungsi:
a. Perumusan kebijakan teknis perencanaan di bidang fisik prasarana;
b. Pengkoodinasian penyusunan perencanaan pembangunan di bidang fisik prasarana:
c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan daerah di bidang fisik prasaana;
d. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah di bidang fisik prasarana.
Kepala Bidang Fisik Prasarana, membawahi:
1. Kepala Sub. Bidang Perencanaan Umum Sarana dan Prasarana Wilayah, yang mempunyai tugas:
a. Merumuskan kebijakan teknis perencanaan bidang komunikasi dan informatika, pekerjaan umum, perhubungan dan perumahan;
b. Mengkoordinasikan penyusunan perencanaan pembangunan bidang komunikasi dan informatika, pekerjaan umum, perhubungan dan perumahan;
c. Melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang komunikasi dan informatika, pekerjaan umum, perhubungan dan perumahan;
d. Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah bidang komunikasi dan informatika, pekerjaan umum, perhubungan dan perumahan.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 10
Kepala Sub. Bidang Perencanaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, mempunyai tugas: Merumuskan kebijakan teknis perencanaan bidang energi, dan sumber daya mineral, lingkungan hidup dan pertanahan;
a. Mengkoordinasikan penyusunan perencanaan pembangunan bidang energi dan sumber daya mineral, lingkungan hidup dan pertanahan:
b. Melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang energi dan sumber daya mineral, lingkungan hidup dan pertanahan;
c. Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah di bidang energi dan sumber daya mineral, lingkungan hidup dan pertanahan.
6. Bidang Penelitian, Pengembangan dan Statistik
Bidang penelitian, pengembangan dan statistik yang memimpin adalah Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Statistik untuk melaksanakan sebagian tugas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah di bidang pengkajian, penelitian dan pengembangan pembangunan daerah serta penyelenggaraan urusan statistik daerah. Untuk melaksanakan tugas pokok Bidang Penelitian, Pengembangan dan Statistik mempunyai fungsi:
a. Perumusan kebijakan, pelaksanaan dan kerjasama di bidang penelitian, pengembangan serta distribusi hasil penelitian dan pengembangan;
b. Pengumpulan, pengolahan dan penyajian data dan informasi pembangunan daerah;
c. Penyelenggaraan kerjasama pengembangan statistik umum, dasar, dan sektoral.
Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan dan Statistik, membawahi:
1. Kepala Sub. Bidang Penelittian dan Pengembangan, mempunyai tugas sebagai berikut:
a. Merumuskan kebijakan teknis bidang penelitian dan pengembangan sesuai dengan rencana strategis yang telah ditetapkan Pemerintah Daerah;
b. Menyusun program kebijakan operasional penelitian dan pengembangan;
c. Melaksanakan penelitian dan pengembangan Bidang Pemerintahan, Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Bidang Kemasyarakatan dan Bidang Pengembangan Teknologi dan Informasi;
d. Melaksanakan pengembangan hasil penelitian dan pengembangan dalam rangka pelaksanaan penelitian dan pengembangan;
e. Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait dan pihak ketiga dalam rangka pelaksanaan penelitian dan pengembangan;
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 11
f. Melaksanakan sosialisasi hasil-hasil penelitian dan pengembangan kawasan stakeholder yang terkait.
2. Kepala Sub. Bidang Statistik, mempunyai tugas:
a. Melakukan pengumpulan dan pengolahan data-data statistik untuk keperluan perencanaan
b. Melaksanakan pengelolaan data dan informasi pembangunan daerah;
c. Menyelenggarakan kerjasama antar lembaga untuk mengembangkan statistik umum, dasar dan sektoral.
7. Kelompok Jabatan Fungsional
Pengaturan tugas pokok dan fungsi kelompok jabatan fungsional diatur lebih lanjut.
1.5. Struktur Organisasi
Struktur Organisasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah terdiri dari:
Keuanga n
Sub Bagian P enyusunan Program dan Pelaporan
BIDANG SOSIAL BUDAYA
BIDANG FISIK PRASARANA BIDANG
EKONOMI
Sub Bidang Perencanaan Umum SDA &
Lingkungan Hidup Sub Bidang Penge mbangan
Dunia Usaha Sub Bidang
Pendidikan, Mental Spiritual, dan Pemerintahan Sub Bidang
Statistik
SEKRETARIAT K E P A L A
Sub Bagian
KELOMPOK JABATAN
FUNGSIONAL Umum
Sub Bagian
Sub Bidang Perencanaan Umum Sarana dan
Prasarana Wilayah Sub Bidang
Kesejahteraan Rakyat
Sub Bidang Penge mbangan Ekonomi Wilayah BIDANG
PENELITIAN, PENGEMBANGAN, DAN STATISTIK
Sub Bidang Penelitian dan Pengembangan
1.6. Lingkungan Stratejik Yang Berpengaruh
a. Sarana Pendukung Organisasi
Keberadaan sarana pendukung akan berpengaruh terhadap laju gerak suatu organisasi. Mutu tingkat sumberdaya manusia yang dimiliki, yang didukung dengan adanya sarana yang memadai akan sangat berpengaruh pada kinerja dari organisasi. Demikian pula sebaliknya, sebaik apapun sarana
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 12
pendukung yang ada tanpa didukung oleh personil dengan kapabilitas yang memadai akan menambah deretan barang inventaris organisasi yang tidak efektif.
Untuk membantu tugas pokok dan fungsi yang harus diemban, sarana kerja yang terdapat di Bappeda Kabupaten Jombang sudah sangat baik.
Artinya bahwa sarana yang ada sudah mampu mendukung beban kerja yang ada, walaupun belum secara optimal.
b. Metode Organisasi
Untuk mencapai tujuan dari organisasi (dalam hal ini Badan Perencanaan Pembangunan Daerah sebagai institusi yang bertanggungjawab terhadap perencanaan pembangunan di daerah), maka pelaksanaan koordinasi (baik tingkat internal maupun eksternal) terus diupayakan. Penyebab kesalahan yang terjadi dalam pelaksanaan pembangunan yang terkait dengan perencanaan, sebagian besar disebabkan karena lemahnya tingkat koordinasi. Untuk itu koordinasi harus selalu dilaksanakan dalam rangka mendapatkan suatu keputusan atau kebijakan yang tepat dan konsisten dengan melaksanakan pertemuan-pertemuan koordinasi, baik dalam sektor-sektor tertentu maupun lintas sektor. Guna meminimalisir kekurangan serta kendala yang terjadi, maka diperlukan adanya standar metode kerja. Pada Tahun 2014 telah disusun standar operasional prosedur (SOP) BAppeda. Standar tersebut menginformasikan terkait langkah, pelaksanaan dan prosedur pelaksanaan administrasi kegiatan yang dilaksanakan di Bappeda.
c. Sumberdaya Manusia
Sumberdaya manusia merupakan unsur dinamisator yang terpenting dalam suatu organisasi. Kemampuan sumberdaya ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain tingkat pendidikan. Sebagai gambaran tingkat pendidikan sumber daya manusia pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah adalah sebagai berikut :
TABEL 1.1
TINGKAT PENDIDIKAN PEGAWAI BAPPEDA TAHUN 2014
NO TINGKAT PENDIDIKAN JUMLAH
(ORANG) 1.
2.
3.
Pasca Sarjana Sarjana (S1)
Sekolah Menengah Umum atau yang sederajat
12 27 5
Jumlah 44
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 13
Berdasar tabel tingkat pendidikan pegawai terlihat bahwa tingkat pendidikan personil Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jombang yang terbanyak berpendidikan Sarjana (S1), yang rata-rata memegang jabatan struktural eselon IV. Jabatan struktural eselon IV pada suatu instansi merupakan supervisor atau baris pelaksana dari suatu kebijaksanaan. Oleh sebab itu, dibutuhkan adanya tingkat pemahaman terhadap suatu perintah atau bentuk pendelegasian dan juga penguasaan teknis, baik pada tingkat konsep maupun aplikasi di lapangan. Sedangkan tingkat golongan personel bappeda tersaji sebagai berikut ;
TABEL1.2
GOLONGAN PEGAWAI BAPPEDA TAHUN 2014
NO URAIAN JUMLAH
(ORANG) 1.
2.
3.
4.
5.
Golongan IV Golongan III Golongan II Golongan I
Tenaga Kontrak Daerah
7 33
3 - 1
Jumlah 44
Berdasar tabel tingkat golongan dapat dipahami, bahwa tingkat golongan dari personil Bappeda yang terbanyak adalah golongan III, sebanyak 33 orang atau 75% dari seluruh staf Bappeda.
Meskipun tingkat pendidikan dan golongan cukup secara umum untuk menangani kegiatan perencanaan pembangunan di Kabupaten Jombang, namun masih diperlukan adanya tambahan tenaga pelaksana teknis perencanaan, khususnya yang memiliki kemampuan teknis dalam perencanaan pembangunan daerah.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 14
BAB II
PERENCANAAN KINERJA
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
2.1. VISI DAN MISI
a. Visi Bappeda Kabupaten Jombang
Visi merupakan pandangan jauh kedepan, kemana dan bagaimana suatu organisasi harus dibawa dan berkarya agar tetap konsisten dan dapat eksis, aspiratif, inovatif dan produktif. Visi tersebut menentukan arah dan tujuan perencanaan Kabupaten Jombang sekaligus menggambarkan kondisi yang ingin dicapai dan menjadi komitmen seluruh pihak yang berkepentingan (stakeholders) dengan perencanaan tersebut.
Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita-cita bangsa dalam bernegara. Oleh karena itu, diperlukan penyelenggaraan pemerintahan yang berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.
Visi BAPPEDA dirumuskan dengan memperhatikan visi Bupati Jombang yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2014–2018 yaitu:
“Jombang Sejahtera untuk Semua”.
Berdasarkan pada visi di atas serta memperhatikan tugas pokok dan fungsi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dalam menjawab tantangan lingkungan strategis yang akan dihadapi sebagai suatu institusi perencana daerah, maka menetapkan visi Bappeda Kabupaten Jombang untuk periode tahun 2014- 2018 adalah:
“TERWUJUDNYA PERENCANAAN PEMBANGUNAN YANG SINERGIS, PARTISIPATIF, INOVATIF, DAN BERKUALITAS MENUJU JOMBANG
SEJAHTERA”
Penjelasan Makna
Rumusan visi tersebut dapat dimengerti melalui makna yang terkandung pada konsep-konsep sebagai berikut :
1. Perencanaan Pembangunan yang Partisipatif maksudnya adalah bahwa proses perencanaan pembangunan harus mampu mengakomodir secara
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 15
objektif berbagai kebutuhan dan aspirasi masyarakat agar dapat menghasilkan kesepakatan bersama dan diterima semua pihak. Oleh sebab itu dalam setiap proses perencanaan pembangunan memerlukan keterlibatan masyarakat. Partisipasi aktif tersebut secara langsung maupun tidak langsung akan memberikan dampak positif terhadap perencanaan pembangunan.
2. Perencanaan Pembangunan yang Sinergis maksudnya proses perencanaan pembangunan yang lebih mengoptimalkan integrasi dan sinkronisasi keragaman sumber daya sesuai dengan porsi masing-masing.
3. Perencanaan Pembangunan Daerah yang Inovatif dimaksudkan bahwa proses perencanaan pembangunan yang menekankan hadirnya prosedur/model, gagasan, praktek/cara yang baru untuk diterapkan sebagai sarana perbaikan/pengembangan sistem, guna menghadapi tantangan perubahan di masa datang, sehingga mampu mewujudkan perencanaan yang lebih baik dan produktif.
4. Perencanaan Pembangunan Daerah yang Berkualitas adalah apabila perencanaan yang disusun memenuhi kriteria antara lain dapat diimplementasikan dan mencapai target yang telah ditetapkan, disusun berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku, serta mendukung perencanaan pembangunan nasional.
5. Sejahtera untuk Semua merupakan muara dari seluruh makna pernyataan nilai misi yang telah dijelaskan karena perencanaan adalah alat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat guna menjadi masyarakat yang lebih sejahtera.
b. Misi Bappeda Kabupaten Jombang
Sedangkan upaya untuk mewujudkan visi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah tersebut, maka dirumuskan misi sebagai berikut:
1. Memantapkan penyelenggaraan sistem perencanaan pembangunan daerah 2. Mewujudkan perencanaan pembangunan berkelanjutan
3. Menyusun penelitian dan pengembangan perencanaan pembangunan berbasis data inovasi dan dinamika kebutuhan masyarakat
4. Mengembangkan kapasitas kelembagaan perencanaan pembangunan daerah
2.2. TUJUAN DAN SASARAN
a. Tujuan Bappeda Kabupaten Jombang
Tujuan adalah pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi, melaksanakan misi, memecahkan masalah dan menangani
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 16
isu strategis daerah yang dihadapi. Tujuan jangka menengah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jombang adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan fungsi manajemen kelembagaan perencanaan pembangunan;
2. Mewujudkan perencanaan pembangunan daerah berdasarkan rencana tata ruang, unsur kelestarian lingkungana dan daya dukung sumber daya alam;
3. Mendukung perencanaan pembangunan daerah yang berkualitas berbasis data dan kajian ilmiah;
4. Memberikan dukungan kelembagaan yang profesional dalam mewujudkan kinerja yang prima.
b. Sasaran Bappeda Kabupaten Jombang
Sasaran adalah hasil yang diharapkan dari suatu tujuan yang diformulasikan secara terukur, spesifik, mudah dicapai, rasional, untuk dapat dilaksanakan dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Perumusan sasaran memperhatikan indikator kinerja sesuai tugas dan fungsi Bappeda serta profil pelayanan yang terkait dengan indikator kinerja. Untuk lima tahun mendatang, Bappeda menetapkan sasaran sebagai berikut:
1. Perencanaan yang tepat waktu dan tepat sasaran;
2. Dukungan dan kerjasama dunia usaha/stakeholder dalam pembangunan daerah;
3. Optimalisasi pengendalian pemanfaatan ruang;
4. Tersedianya dokumen perencanaan tata ruang sebagai bahan rujukan kebijakan pemanfaatan penggunaan lahan;
5. Optimalisasi penyediaan data /informasi dan statistik pendukung perencanaan pembangunan daerah;
6. Optimalisasi penelitian dan pengembangan pendukung kebijakan perencanaan pembangunan daerah;
7. Menyediakan dukungan administrasi perkantoran yang memadai.
c. Indikator dan Target Sasaran Bappeda Kabupaten Jombang
1. Prosentase dokumen perencanaan daerah sesuai dengan ketentuan dengan target 100%;
2. Prosentase program CSR/PKBL perusahaan yang sinergi dengan program pemerintah daerah dengan target 80%;
3. Prosentase rekomendasi pemanfaatan ruang dengan target 80%;
4. Ketersediaan pedoman perencaan tata ruang dengan target 57,1%;
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 17
5. Ketersediaan data makro dan sektoral pendukung perencanaan pembangunan daerah dengan target 90%;
6. Ketersediaan hasil penelitian dan pengembangan pendukung pembangunan daerah dengan target 80%;
7. (a) Pelayanan administrasi perkantoran dan kinerja aparatur (b) Kinerja sarana dan prasarana SKPD
(c) Kedisiplinan dan tanggung jawab aparatur (d) Tertib administrasi dan ketepatan pelaporan Dengan target 80%.
Rumusan misi, tujuan,sasaran sampai dengan kebijakan tersaji dalam tabel berikut:
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang
Tahun 2014 18
TABEL 2.1
MISI, TUJUAN,SASARAN, DAN KEBIJAKAN
NO
MISI
Rumusan Tujuan & Sasaran
Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Target
Sasaran Kebijakan
1 Memantapkan penyelenggaraan sistem perencanaan pembangunan daerah
Meningkatkan fungsi manajemen kelembagaan perencanaan pembangunan
Perencanaan yang tepat waktu dan tepat sasaran
% dokumen perencanaan daerah sesuai dengan ketentuan
100% Melaksanakan koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan sinergitas perencanaan daerah
Perencanaan Pengendalian dan evaluasi pelaksanaan program SKPD
Dukungan dan
kerjasama dunia usaha/
stakeholder dalam pembangunan daerah
% program CSR/PKBL perusahaan yang sinergi dengan program
pemerintah daerah
80% Mengoptimalkan
peran/fungsi sekretariat tetap koordinasi CSR PKBL
2 Mewujudkan perencanaan pembangunan berkelanjutan
Mewujudkan perencanaan pembangunan daerah
berdasarkan rencana tata ruang, unsur kelestarian lingkungan dan daya dukung sumber daya alam
Optimalisasi pengendalian pemanfaatan ruang
% rekomendasi pemanfaatan ruang
80% Mengoptimalkan fungsi
BKPRD dalam
penyelenggaraan
pengendalian pemanfaatan ruang
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang
Tahun 2014 19
NO
MISI
Rumusan Tujuan & Sasaran
Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Target
Sasaran Kebijakan
Tersedianya dokumen
perencanaan tata ruang sebagai bahan rujukan kebijakan pemanfaatan penggunaan lahan
Ketersediaan pedoman perencaan tata ruang
57,1% Penyusunan materi teknis dan penetapan regulasi penataan ruang
3 Menyusun penelitian dan pengembangan perencanaan
pembangunan
berbasis data, inovasi dan dinamika
kebutuhan masyarakat
Mendukung perencanaan pembangunan daerah yang berkualitas
berbasis data dan kajian ilmiah
Optimalisasi penyediaan data / informasi dan statistik pendukung perencanaan
pembangunan daerah
Ketersediaan data makro dan sektoral pendukung perencanaan
pembangunan daerah
90% Mengoptimalkan
pengumpulan, pengolahan dan analisis data makro dan sektoral pendukung perencanaan
Optimalisasi penelitian
dan pengembangan pendukung kebijakan perencanaan
pembangunan daerah
Ketersediaan hasil penelitian dan pengembangan pendukung
pembangunan daerah
80% Pelayanan administrasi perkantoran sesuai standar operasional dan prosedur
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang
Tahun 2014 20
NO
MISI
Rumusan Tujuan & Sasaran
Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Target
Sasaran Kebijakan
4 Mengembangkan kapasitas
kelembagaan perencanaan
pembangunan daerah
Memberikan dukungan
kelembagaan yang profesional dalam mewujudkan kinerja yang prima
Menyediakan dukungan administrasi
perkantoran yang memadai
(a) Pelayanan
administrasi perkantoran dan kinerja aparatur (b) Kinerja sarana dan prasarana SKPD (c) Kedisiplinan dan tanggung jawab aparatur (d) Tertib administrasi dan ketepatan pelaporan
80% Pelayanan administrasi perkantoran sesuai standar operasional dan prosedur
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 21 2.3. PERENCANAAN KINERJA TAHUN 2014
Perencanaan kinerja merupakan proses penyusunan rencana kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam rencana strategis melalui berbagai kegiatan tahunan. Didalam rencana kinerja ditetapkan rencana capaian kinerja tahunan untuk seluruh indikator kinerja yang ada pada tingkat sasaran dan kegiatan.penyusunan rencana kinerja dilakukan seiring dengan agenda penyusunan dan kebijakan anggaran. Adanya ikhtisar perjanjian kinerja pada lampiran II
Untuk tahun kerja 2014 Bappeda Kabupaten Jombang melaksanakan 15 Program dan 58 kegiatan, yaitu terdiri dari:
TABEL 2.2
PROGRAM DAN KEGIATAN
PROGRAM/ KEGIATAN ANGGARAN (Rp.)
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
674.810.500,-
a. Penyediaan Pelayanan Administrasi Perkantoran
674.810.500,-
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
162.440.000,-
a. Pengadaan sarana dan prasarana gedung kantor
87.300.000,-
b. Pemeliharaan
rutin/berkala/sedang/berat sarana dan prasarana gedung kantor
31.100.000,-
c. Pemeliharaan
rutin/berkala/sedang/berat kendaraan dinas/kendaraan operasional
44.040.000,-
3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur
7.200.000,-
a. Pengadaan pakaian dinas dan pakaian khusus lainnya
7.200.000,-
4. Program perencanaan Strategis dan Pelaporan Capaian Kinerja serta Keuangan SKPD
39.000.000,-
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 22
PROGRAM/ KEGIATAN ANGGARAN (Rp.) a. Penyusunan rencana strategis SKPD 10.000.000,- b. Penyusunan rencana kerja SKPD 10.000.000,- c. Penyusunan laporan capaian kinerja
SKPD
9.000.000,-
d. Penyusunan laporan keuangan SKPD 10.000.000,- 5. Program Pengembangan Data/
Informasi/ Statistik Daerah
507.602.500,-
a. Penyusunan dan Pengumpulan Data dan Statistik Daerah
70.966.400,-
b. Penyusunan dan Pengumpulan Data PDRB
48.811.100,-
c. Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
145.425.000,-
d. Penyusunan Nilai Tukar Petani (NTP) 92.400.000,- e. Penyusunan Data Inflasi Daerah
6. f. Penyusunan Profil Daerah 150.000.000,-
Program Kerjasama Pembangunan 40.550.000,- a. Fasilitasi Kerjasama Dengan Dunia
Usaha/Lembaga
40.550.000,-
7. Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang
75.000.000,-
a. Fasilitasi/koordinasi pemanfaatan ruang
75.000.000,-
8. Program Perencanaan Tata Ruang 750.000.000,- a. Penyusunan/Evaluasi RDTR
Kecamatan Kudu
125.000.000,-
b. Penyusunan/Evaluasi RDTR Kecamatan Ngoro
125.000.000,-
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 23
PROGRAM/ KEGIATAN ANGGARAN (Rp.) c. Penyusunan/Evaluasi RDTR
Kecamatan Sumobito
125.000.000,-
d. Penyusunan Peraturan Zonasi RDTR Perkotaan Jombang
200.000.000,-
e. Penyusunan Draft Raperda RDTR BWP Diwek
75.000.000,-
f. Evaluasi Pengkajian Kebijakan Penataan Ruang
100.000.000,-
9. Program peningkatan kapasitas kelembagaan perencanaan pembangunan daerah
307.100.000,-
a. Penyusunan Naskah Akademis Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah
307.100.000,-
10. Program perencanaan pembangunan daerah
934.951.500,-
a. Penyusunan Rancangan RKPD 312.515.200,- b. Koordinasi Penyusunan Laporan
Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ)
185.000.000,-
c. Penyusunan KUA dan PPAS 146.650.000,-
d. Pemeliharaaan SIPPD 86.886.000,-
e. Penyusunan Rancangan RPJMD 203.900.300,- 11. Program perencanaan pembangunan
ekonomi
965.900.000,-
a. Penyusunan masterplan pembangunan ekonomi daerah
216.850.000,-
b. Penyusunan indikator ekonomi daerah 208.850.000,- c. Koordinasi Perencanaan
Pembangunan Bidang Ekonomi
150.000.000,-
d. Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan 75.000.000,- e. Penyusunan Study Kelayakan Sarana
Dan Prasarana Ekonomi Wilayah
315.200.000,-
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 24
PROGRAM/ KEGIATAN ANGGARAN (Rp.) 12 Program perencanaan sosial dan
budaya
1.155.000.000,-
a. Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Sosial Dan Budaya
150.000.000,-
b. Fasilitasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan
150.000.000,-
c. Penyusunan rencana aksi daerah pemberantasan korupsi
70.000.000,-
d. Penyusunan grand design peningkatan fungsi dan peran
kecamatan sebagai SKPD tahun 2014- 2018Program Perencanaan
Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh
100.000.000,-
e. Pendampingan Program PNPM Perkotaan
425.000.000,-
f. Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Penanggulangan Kemiskinan
150.000.000,-
g. Penyusunan rencana induk pariwisata daerah
60.000.000,-
h. Penyusunan profil gender dan profil anak
50.000.000,-
13 Program Penelitian dan Pengembangan
792.101.200,-
a. Koordinasi Penelitian dan Pengembangan
178.401.200,-
b. Evaluasi Efektivitas Kebijakan Pembangunan Daerah
50.000.000,-
c. Kajian Ekonomi Produktif Desa 350.000.000 - d. Penyusunan Ikon Jombang 50.000.000,- e. Penataan Kawasan Cagar Budaya 163.700.000,-
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 25
PROGRAM/ KEGIATAN ANGGARAN (Rp.) 14 Program Perencanaan Prasarana
Sarana Wilayah dan Sumber Daya Alam
898.760.000,-
a. Koordinasi Perencanaan Bidang Fisik dan Prasarana
150.000.000,-
b. Koordinasi Perencanaan sanitasi permukiman dan air minum
75.000.000,-
c. Penyusunan Rencana Pembangunan Investasi Jangka Menengah
50.000.000,-
d. Fasilitasi Peningkatan Pengelolaan Sistem Irigasi Partisipatif
200.730.000,-
e. Fasilitasi Peningkatan Pengelolaan Sistem Irigasi Partisipatif (Pendampingan Program WISMP)
48.030.000,-
f. Penyusunan Sistem Informasi Jaringan Jalan
100.000.000,-
g. Penyusunan Sistem Informasi Jaringan Irigasi
100.000.000,-
h. Penyusunan Rencana Induk Sistem Distribusi Air Minum
125.000.000,-
i. Kebijakan strategi daerah
pengembangan sistem penyediaan air minum
50.000.000,-
15. Program Pengendalian Evaluasi Kinerja Program
277.456.000,-
a. Monitoring, Evaluasi Dan Pelaporan 127.456.000,-
b. SIPPD MONEV 150.000.000,-
JUMLAH 7.587.871.700,-
Keseluruhan Program dan Kegiatan Tersebut, dialokasikan anggaran sebesar Rp. 7.587.871.700,-. Anggaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah terdiri dari Belanja Langsung sebesar Rp. 7.587.871.700,- dan Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 2.614.784.032,- Rencana Kinerja Tahunan Badan Perencanaan
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 26
Pembangunan Daerah Tahun 2014 untuk mendukung sasaran yang telah ditetapkan sesuai dengan lampiran III.
2.4. PENETAPAN KINERJA BAPPEDA JOMBANG TAHUN 2014
Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel serta berorientasi pada hasil maka perlu disusunlah suatu penetapan kinerja pada suatu pemerintahan. Sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, kami sajikan Penetapan Kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jombang sesuai dengan Lampiran IV
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 27
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
3.1. PENGUKURAN PENCAPAIAN SASARAN
Sasaran kinerja adalah tingkat target kinerja yang dinyatakan sebagai tujuan nyata yang terukur, di mana capaian aktual dapat dibandingkan, termasuk tujuan yang dinyatakan sebagai standar kuantitatif, nilai, atau tingkat. Capaian kinerja sasaran diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerja sasaran strategis, cara penyimpulan hasil pengukuran pencapaian sasaran dilakukan dengan membuat capaian rata-rata atas capaian indikator kinerja sasaran.
Pengukuran pencapaian sasaran dapat dilihat dalam tabel berikut ini TABEL 3.1
PENGUKURAN PENCAPAIAN SASARAN TAHUN 2014
No Sasaran Indikator Sasaran
Target Kinerja Sasaran
Realisasi
Presentase Pencapaian Rencana
Tingkat Capaian Tahun 2014 1 Perencanaan yang
tepat waktu dan tepat sasaran
% dokumen perencanaan daerah sesuai dengan ketentuan
100 % 100 % 100 %
2 Dukungan dan kerjasama dunia usaha/ stakeholder dalam pembangunan daerah
% program CSR/PKBL perusahaan yang sinergi dengan program
pemerintah daerah
80 % 80 % 100 %
3 Optimalisasi pengendalian pemanfaatan ruang
% rekomendasi pemanfaatan ruang
80 % 80 % 100 %
4 Tersedianya dokumen perencanaan tata ruang sebagai bahan rujukan kebijakan pemanfaatan penggunaan lahan
Ketersediaan pedoman perencaan tata ruang
57.1 % 57.1 % 100 %
5 Optimalisasi penyediaan data / informasi dan statistik
Ketersediaan data makro dan sektoral pendukung perencanaan
90 % 85,7 % 95 %
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jombang Tahun 2014 28
No Sasaran Indikator Sasaran
Target Kinerja Sasaran
Realisasi
Presentase Pencapaian Rencana
Tingkat Capaian Tahun 2014 pendukung
perencanaan
pembangunan daerah
pembangunan daerah
6 Optimalisasi penelitian dan pengembangan pendukung kebijakan perencanaan
pembangunan daerah
Ketersediaan hasil penelitian dan
pengembangan pendukung pembangunan daerah
80 % 80 % 100 %
7 Menyediakan
dukungan administrasi perkantoran yang memadai
(a) Pelayanan administrasi perkantoran dan kinerja aparatur
(b) Kinerja sarana dan prasarana SKPD (c) Kedisiplinan dan
tanggung jawab aparatur
(d) Tertib administrasi dan ketepatan pelaporan
80 % 80 % 100 %
Dari 7 (tujuh) sasaran dengan indikator kinerja sebanyak 10 (Sepuluh), pencapaian kinerja sasaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah pada tahun 2014 adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan yang tepat waktu dan tepat sasaran
No Indikator Sasaran
Capaian Akhir
2013
2014
Target RPJMD Target Realisasi (%)
Realisasi 1. Prosentase dokumen
perencanaan daerah sesuai dengan ketentuan
100% 100% 100% 100% 100%
Dimaksudkan agar perencanaan daerah tepat waktu dan tepat sasaran dengan target kinerja sasaran sebesar 100%. Pada akhir tahun 2013 sasaran ini tercapai 100%. Realisasi sasaran pada tahun 2014 tercapai 100% dari