• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penetapan Logo IAIN a. Periode 1966-1982

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN (Halaman 35-44)

Logo IAIN dibentuk dan dirumuskan jauh sebelum persiapan atau sebelum IAIN di resmikan. Logo IAIN di desain dan di rumuskan oleh orang pandai kemudian di diskusi secara bersama melalui mufakat atau musyawarah secara bersama yang pada saat itu terdiri dari para pemuka, ulama, ninik mamak, tokoh agama, pengusaha dan LSM (Lembaga Sosial Masyarakat) yang merupakan dari yayasan itu sendiri. Setelah di musyawarahkan secara bersama oleh para pemuka agama, ulama maupun yayasan kemudian di sepakati dan di tetapkan di Padang menjadi logo IAIN Imam Bonjol Padang . Setelah di sepakati kemudian

42 Datu Parpatih Nan Tuo, Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah,: Pedoman

di amalkan secara bersama tanpa adanya kontroversi. Logo IAIN ini atas ide bersama baik itu dari kalangan para pemuka agama, tokoh ulama, maupun atas ide para petinggi, pimpinan IAIN itu sendiri yang dibentuk

dan dirumuskan tanpa adanya sayembara pada waktu itu.43

Proses penetapan logo di desain oleh orang pandai kemudian di diskusikan dan di musyawarahkan oleh pejabat dan petinggi-petinggi IAIN kemudian di saksikan oleh oleh pihak IAIN pada waktu itu seperti adanya pengusaha, LSM (Lembaga Sosial Masyarakat) yang di diskusikan oleh berbagai pihak (Stik Holder) logo IAIN terkait dengan nama al-jamiah (perguruan tinggi). Harapannya pada waktu itu karena IAIN merupakan satu lembaga perguruan tinggi yang diharapkan melahirkan ulama maka di simbolkan dengan unsur-unsur yang terdapat dalam simbol seperti adanya simbol rumah adat yang terdapat di dalamnya unsur adat, simbol Ka‟bah, dan simbol kubah masjid yang terdapat unsur agama, yang melambangkan “Adat basandi syara, syara basandi kitabullah’’.44

Logo IAIN dirumuskan dan dibentuk melalui diskusi dan mufakat secara bersama oleh para pemuka, ulama, tokoh agama, dan LSM yang merupakan yayasan itu sendiri. Setelah di musyawarahkan secara bersama kemudian di sepakati secara bersama dan di tetapkan untuk menjadi logo IAIN Imam Bonjol yang berdiri di Padang untuk di

43 Drs. Yulizal Yunus, Mantan Ketua Humas dan Dosen Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Padang, Wawancara langsung, Padang, 28 Agustus 2017

amalkan secara bersama-sama. Logo IAIN Imam Bonjol memiliki ciri khas tersendiri yang terdapat pada logo seperti simbol atap rumah adat yang terdapat di dalamnya yang melambangkan daerah Minangkabau dalam artian menunjukkan tempat berdirinya IAIN Imam Bonjol di

Sumatera Barat.45

Menurut bapak Raicul Amar, logo IAIN Imam Bonjol dibentuk dan dirumuskan oleh pimpinan, petinggi, serta panitia IAIN pada saat itu, namun untuk SK pengesahan logo pertama IAIN tidak ada dan tidak diketahui nomor dan tahun berapa di sahkan, karena para pelaku sejarah sudah meninggal dunia. Sedangkan untuk logo IAIN yang kedua juga tidak diketahui no dan tahun berapa disahkan karena arsip-arsip yang berhubungan dengan logo baik itu berupa SK maupun arsip yang lainnya tidak di temukan disebabkan karena Gempa yang terjadi di Padang pada

tanggal 30 September 2009.46

Logo IAIN memiliki filosofi pejuang agama di Minangkabau pada masa itu. Logo IAIN yang berdiri di Padang ialah atas ide IAIN itu sendiri yang kemudian di tetapkan di Padang sebelum IAIN ini

diresmikan pada tahun 1966.47

Penetapan logo IAIN di sepakati oleh panitia senat dan para pemimpin IAIN Imam Bonjol melalui musyawarah yang di adakan

45 Drs.H. Syafrinal, Dosen Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Padang, Wawancara

langsung, Padang 28 Agustus 2017

46 Raicul Amar, Mantan Kepegawaian IAIN Imam Bonjol Padang, Wawancara

Langsung, Padang, 9 Juli 2017.

secara bersama, setelah di musyawarahkan kemudian di tetapkan oleh pimpinan Al-Jami‟ah. Namun untuk SK mengenai pengesahan logo tidak di ketahui kapan di sahkan karena pelaku-pelaku sejarah mengenai hal

ini sudah meninggal dunia.48

Sedangkan menurut bapak Azwir Ma‟ruf membenarkan bahwasanya penetapan logo IAIN Imam Bonjol di sepakati melalui musyawarah secara bersama. Yang terlibat pada saat itu adalah panitia senat dan petinggi IAIN yang terdahulu. Namun Penetapan dan pengesahan logo IAIN tidak diketahui kapan di sepakati begitupun dengan SK penetapan nya tidak ditemukan berhubung pelaku sejarah yang mengetahui mengenai logo IAIN sudah banyak yang meninggal dunia begitupun dengan arsip-arsip IAIN tidak ditemukan lagi di

karenakan Gempa 30 September 2009.49

Logo IAIN di tetapkan di sepakati secara bersama-sama tanpa adanya kontroversi pada saat itu sehingga logo IAIN resmi digunakan pada IAIN Imam Bonjol Padang yang berdiri di Padang tahun 1966. Logo IAIN Imam Bonjol di sahkan dan disepakati melalui senat dan panitia peresmian IAIN Imam Bonjol Padang, setelah di sepakati kemudian di amalkan secara bersama begitu juga dengan lagu dan nyanyi juga disepakati dan disahkan oleh senat. Dalam logo IAIN terkandung berbagai macam nilai yang terdapat pada simbol logo IAIN Imam Bonjol

48 Dr. Ahmad Zaini, Alumni pertama mahasiswa IAIN Imam Bonjol Padang),

Wawancara langsung, Padang, 15 Juli 2017.

Padang di antaranya dua buah bulu angsa yang melambangkan ke Ilmuan, konfigurasi kubah dan rumah adat melambangkan ke Islam-an

dan ciri khas daerah Sumatera Barat, penyatuan adat dan agama.50

b. Periode 1982-2017

Logo IAIN mengalami perubahan pada tahun 1982 namun untuk prinsip-prinsip yang terdapat pada logo tidak berubah yang berubah hanya bentuk desain teknis yang menyangkut perkembangan teknologi. Logo ini mengalami perubahan karena logo IAIN memiliki simbol yang sama dengan partai politik Islam yang ada di Indonesia yaitu partai P3 yang merupakan partai politik Islam yang mempengaruhi pada waktu itu yang di dominasi oleh NU, namun untuk perubahan logo di tetapkan melalui diskusi dan musyawarah secara bersama tanpa adanya sayembara. Namun SK logo berdasarkan SK Menag sekaligus perangkat dan atribut IAIN Imam Bonjol itu sendiri. Logo IAIN memiliki ciri tersendiri yang membedakan dengan logo perguruan tinggi yang ada di Sumatera Barat seperti UNP, UNAN dan perguruan tinggi lainnya yang ada di ranah Minangkabau. IAIN yang membedakannya dengan perguruan tinggi lainnya terlihat dari Islam. Logo IAIN yang ada di Indonesia memiliki logo yang sama namun perbedaannya terlihat pada simbol yang terdapat pada logo masing-masing IAIN di antaranya IAIN Imam Bonjol memiliki

50 Prof Amir Syarifuddin, Mantan Rektor IAIN Imam Bonjol Padang Periode 1982-1992 (dua periode) , Wawancara langsung, Padang, 8 Juli 2017.

simbol atap rumah adat yang melambangkan ciri khas daerah

Minangkabau Sumatera Barat.51

Logo IAIN mengalami perubahan pada tahun 1982. Perubahan Logo IAIN yang berdiri di Padang mempunyai SK. Logo IAIN mengalami perubahan logo sekitar pada tahun 1982. Logo IAIN yang pada dasarnya berbentuk ka‟bah diganti dengan kitab Al-Quran di sebabkan karena pada masa itu memiliki kesamaan simbol dengan partai politik Islam yang ada di Indonesia. Dalam tahapan pemilihan umum partai politik yang ada di Indonesia, ada salah satu partai politik Islam yang menggunakan simbol Ka‟bah pada masa itu. Padahal IAIN sejak dilahirkan dan diresmikan pada tahun 1966 telah memakai simbol ka‟bah ini. Pada awalnya IAIN lebih duluan memakai simbol ka‟bah daripada partai politik Islam yang ada di Indonesia. Lambang ka‟bah yang sudah di munculkan pada masing masing IAIN tersebut di tukar atau diganti dengan simbol Al-Quran untuk memisahkan IAIN dari lambang partai politik Islam yang ada di Indonesia pada masa itu. Karena IAIN bukan bagian dari partai politik Islam yang ada di Indonesia.

Perubahan logo IAIN Imam Bonjol pada masa itu terjadi kira-kira pada tahun 1982, dimana perubahan dan penetapan logo tersebut melalui SK. Pada saat perubahan simbol ka‟bah menjadi simbol kitab Al-Qur‟an

51 Drs. Yulizal Yunus, Mantan Ketua Humas dan Dosen Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Padang, Wawancara langsung, Padang, 28 Agustus 2017

ditukar tanpa adanya sayembara, perubahan tersebut di ganti oleh tim

panitianya pada masa itu.52

Simbol Ka‟bah yang terdapat pada logo menunjukan arah kiblat umat Islam. Untuk penetapan logo ini ditetapkan melalui adanya kesepakatan bersama pada masa itu sehingga penetapan logo tersebut resmi di gunakan untuk logo IAIN Imam Bonjol yang resmi berdiri di Padang tahun 1966. Tulisan Arab Jami‟ah, Islamiyah dan Al-Hukumiyah yang terdapat pada logo IAIN memiliki tafsiran kata per-kata yaitu Al-Jami‟ah yang artinya perguruan tinggi, Al-Islamiyah artinya Islam sedangkan Al-Hukumiyah artinya negeri, jadi Perguruan Tinggi Islam Negeri. Sebelum IAIN diresmikan logo IAIN sudah dirumuskan dan dibentuk pada waktu itu. Setiap IAIN yang berdiri di Indonesia memiliki logo yang sama, hanya saja yang membedakannya ialah simbol kekhususan daerah seperti logo IAIN Imam Bonjol yang terdapat simbol atap rumah gadang yang menunjukan daerah Minangkabau Sumatera Barat.

Filosofi simbol yang terkandung dalam logo IAIN adalah sebagai berikut:

a. Tulisan Imam Bonjol yang terdapat di dalam logo berfilosofikan tentang pejuang agama di Minangkabau pada masa itu yang bernama

52 Raicul Amar, Mantan Kepegawaian IAIN Imam Bonjol Padang, Wawancara

Imam Bonjol yang merupakan seorang tokoh pahlawan dan pejuang agama.

b. Dua buah bulu angsa yang berisikan tentang keilmuan.

c. Kitab Al-Qur‟an yang merupakan kitab seluruh umat Islam yang menjelaskan tentang ke Islaman.

d. Rumah Adat Minang kabau yang melambangkan bentuk rumah gadang yang terdapat di Minangkabau.

Logo IAIN di bentuk beriringan saat peresmian IAIN pada tahun 1966, logo IAIN mengalami perubahan pada tahun 1982, yang awalnya berbentuk simbol ka‟bah simbol yang awalnya berbentuk simbol ka‟bah memiliki tulisan kaligrafi yang bertulisan jamiah, Islamiyah Al-Hukumiyah yang menonjolkan nuansa keagamaan, kemudian diganti dengan simbol kitab Al-Qur‟an.

Logo IAIN Imam Bonjol mengalami perubahan pada tahun 1982 yang awalnya melambangkan ka‟bah di ubah menjadi lambang kitab Al-Qur‟an. Karena pada saat itu lambang IAIN memiliki kesamaan lambang dengan simbol partai politik Islam yang ada di Indonesia yaitu partai PPP . untuk menghindari adanya kesamaan simbol dengan partai politik Islam waktu itu maka di tukarlah simbol ka‟bah menjadi simbol kitab suci Al-Quran yang melambangkan dasar ilmu Islam karena IAIN bukanlah bagian dari partai politik tersebut. Perubahan logo pada tahun 1982 karena berdasarkan anjuran pemerintah Menteri Agama melalui surat edaran yang di keluarkan oleh pemerintah waktu itu. Perubahan logo terjadi pada tahun

1982 ketika dalam pimpinan Sanusi Latif sebagai Rektor IAIN Imam

Bonjol Padang.53

Perubahan logo pada tahun 1982 berdasarkan SK, perubahan logo yang melalui panitia rapat senat. Simbol IAIN berubah di sebabkan unsur politis dimana pada saat itu PPP yang merupakan partai politik Islam yang simbolnya memiliki simbol yang sama dengan IAIN, sehingga takutnya nanti dengan hal ini orang akan memahami dan beranggapan bahwa IAIN bagian dari partai politik. Untuk menghindari hal ini di lakukanlah perubahan logo IAIN pada tahun 1982 yang dasarnya ka‟bah di ganti dengan simbol kitab Al-Quran. Karena IAIN tidak ingin menjadi bahagian dari partai politik tersebut. Awalnya logo IAIN memiliki kesamaan dengan logo IAIN yang ada di seluruh Indonesia, hanya saja perbedaan dapat dilihat dari simbol khusus yang terdapat dalam logo yang menunjukkan ciri khas masing-masing logo seperti logo IAIN Imam Bonjol yang terdapat lambang atap rumah adat di dalamnya yang menunjukkan ciri khas daerah Minangkabau sumatera barat sekaligus menunjukkan sepintas lalu bahwa IAIN Imam Bonjol adalah IAIN yang berdiri di Padang.

Kesepakatan logo ini di sepakati di Padang.54

Penggunaan logo digunakan sesuai dengan makna simbol yang tersirat dan yang terdapat di dalamnya karena lambang itu mencerminkan lambang kesejahteraan yang terdapat di dalam setiap logo. Maksudnya di

53

Drs.H. Syafrinal, Dosen Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Padang, Wawancara

langsung, Padang 28 Agustus 2017

54 Drs. Syamsuar Syam, M.Ag, Mantan Ketua Humas IAIN Imam Bonjol Padang Pada tahun 1996-2002, Wawancara langsung, Padang, 15 Juli 2017.

sini kita menginginkan dengan melalui setiap simbol yang terdapat di dalamnya dapat di pahami bahwa IAIN mensejahterakan kehidupan dunia akhirat, lahir bathin, dan spiritual, tidak hanya akhirat saja tetapi begitupun juga dengan dunia. Perubahan simbol dibentuk secara kolektif atas Ide petinggi IAIN pada waktu itu yang dirancang kemudian di musyawarahkan secara bersama melalui rapat senat. Dimana rektor memberikan wewenang kepada suatu panitia untuk merancang simbol kemudian di musyawarahkan melalui rapat senat setelah itu kemudian di

sahkan oleh Rektor.55

55 Prof.Dr.H, Fachri Syamsuddin, Guru besar IAIN IB Padang, Wawancara langsung, Padang, 19 Juli 2017.

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN (Halaman 35-44)

Dokumen terkait