BAB III RANCANGAN AKTUALISASI
3.1 Penetapan Pemecahan Isu
a. Unit Kerja
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur b. Jabatan
Widyaiswara Ahli Pertama c. Pekerjaan dan Uraian Tugas
Berdasarkan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) yang terdapat pada
e-master Badan kepaegawaian Daerah Jawa Timur, tugas utama
jabatan widyaiswara adalah:
1. Membuat karya tulis/karya ilmiah dalam bidang spesialisasi keahliannya dan lingkup kediklatan dalam bentuk buku proceeding instansi
2. Membuat karya tulis/karya ilmiah dalam bidang spesialisasi keahliannya dan lingkup kediklatan dalam bentuk buku proceeding nasional
3. Menemukan inovasi yang dipatenkan sesuai bidang spesialisasi dan telah masuk dalam daftar paten
4. Menyusun buku pedoman/ketentuan pelaksanaan/ketentuan teknis di bidang kediklatan
20 5. Membuat karya tulis/karya ilmiah dalam bidang spesialisasi
keahliannya dan lingkup kediklatan dalam bentuk buku proceeding internasional
6. Membuat karya tulis/karya ilmiah dalam bidang spesialisasi keahliannya dan lingkup kediklatan dalam bentuk majalah ilmiah 7. Membuat karya tulis/karya ilmiah dalam bidang spesialisasi
keahliannya dan lingkup kediklatan dalam bentuk non buku yang dimuat dalam jurnal ilmiah nasional tidak terakreditasi
8. Membuat karya tulis/karya ilmiah dalam bidang spesialisasi keahliannya dan lingkup kediklatan dalam bentuk non buku yang dimuat dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi
9. Membuat karya tulis/karya ilmiah dalam bidang spesialisasi keahliannya dan lingkup kediklatan dalam bentuk non buku yang dimuat dalam jurnal ilmiah internasional
10. Menyusun soal/materi ujian diklat untuk komprehensif test 11. Menyusun soal/materi ujian diklat untuk Kasus
12. Melaksanakan tatap muka diklat (PNS) dalam Jenjang Pertama 13. Melaksanakan tatap muka diklat (Non ASN)
14. Melaksanakan pembimbingan
15. Melaksanakan pendampingan OL/PKL/benchmarking
16. Melaksanakan pendampingan Penulisan Kertas Kerja/Proyek perubahan (maksimal 5 KK/PP)
17. Memeriksa hasil ujian diklat untuk Pre test - Post test 18. Memeriksa hasil ujian diklat untuk Komprehensif test 19. Memeriksa hasil ujian diklat untuk Kasus
20. Melakukan coaching pada proses penyelenggaraan
21. Terlibat dalam mengevaluasi penyelenggaraan diklat di instansinya 22. Terlibat dalam pengevaluasian kinerja Widyaiswara
23. Terlibat dalam pelaksanaan Analisis Kebutuhan Diklat (AKD) 24. Terlibat dalam penyusunan Kurikulum Diklat
21 26. Membuat karya tulis/karya ilmiah dalam bidang spesialisasi
keahliannya dan lingkup kediklatan dalam bentuk buku dengan ISBN diterbitkan secara nasional.
27. Menyusun bahan diklat dalam bentuk GBPP/RBPMD dan SAP/RP. 28. Menyusun soal/materi ujian diklat untuk Pre test - Post test.
29. Mengikuti Pendidikan formal/sekolah dan memperoleh ijazah Magister (S2).
30. Mengikuti PendiMengikuti Pendidikan formal/sekolah dan memperoleh ijazah Doktor (S3).
31. Mengikuti Diklat fungsional/teknis yang mendukung tugas widyaiswara dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP)/sertifikat (minimal 10 JP).
32. Menyusun bahan diklat dalam bentuk bahan ajar. 33. Menyusun bahan diklat dalam bentuk bahan tayang. 34. Menyusun bahan diklat dalam bentuk bahan peraga.
3.1.1 Identifikasi Isu
Berdasarkan pengalaman melaksanakan kegiatan pelayanan selama 6 (enam) bulan, Penulis berhasil mengidentifikasi beberapa isu yang terjadi di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia antara lain:
1. Metode pengajaran yang kurang menarik
2. Belum optimalnya fungsi monitoring dan evaluasi 3. Menu makanan yang kurang variatif
4. Belum tersedianya media untuk menyalurkan saran dan keluhan 5. Fasilitas kebugaran yang kurang memadai / sarana dan prasarana
yang kurang memadai.
3.1.2 Analisis Model AKPL
Dari beberapa isu diatas, langkah selanjutnya adalah mempertimbangkan isu mana yang akan menjadi prioritas utama yang
22 dapat dicari solussi berdasarkan peran dan wewenang jabatan di instansi. Selanjutnya menganalisis isu tersebut menggunakan metode A (Aktual), K (Kekhalayakan), P (Problematik), L (Kelayakan) untuk mengetahui isu mana yang dominan.
Tabel 1 Angka Penilaian AKPL
Aktual
1 Pernah benar-benar terjadi 2 Benar-benar sering terjadi
3 Benar-benar terjadi dan bukan menjadi pembicaraan
4 Benar-benar terjadi terkadang menjadi bahan pembicaran
5 Benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan
Kekhalayakan
1 Tidak menyangkut hajat hidup orang banyak 2 Sedikit menyangkut hajat hidup orang banyak 3 Cukup menyangkut hajat hidup orang banyak 4 Menyangkut hajat hidup orang banyak
5 Sangat menyangkut hajat hidup orang banyak
Problematik
1 Masalah sederhana
2 Masalah kurang kompleks
3 Masalah cukup kompleks namun tidak perlu segera dicarikan solusi
4 Masalah kompleks
5 Masalah sangat kompleks sehingga perlu dicarikan segera solusinya
Kalayakan
1 Masuk akal 2 Realistis
3 Cukup masuk akal dan realistis 4 Masuk akal dan realistis
23 5 Masuk akal, realistis, dan relevan untuk
dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya
Tabel 2 Penilaian dengan Menggunakan AKPL
NO ISU A K P L TOTAL
1. Metode pengajaran yang
kurang menarik 3 2 1 4 10
2. Belum optimalnya fungsi
monitoring dan evaluasi 5 4 3 1 13
3. Menu makanan yang kurang
variative 1 3 5 2 11
4. Belum tersedianya media untuk menyalurkan saran dan keluhan
4 5 2 3 14
5. Sarana dan prasarana serta fasilitas kebugaran yang kurang memadai yang kurang memadai
2 1 4 5 12
3.1.3 Analisis Teknik USG
Berdasarkan penetapan isu dengan menggunakan teknik AKPL, dapat dikerucutkan menjadi tiga isu yang kemudian akan dipertimbangkan kembali untuk dijadikan isu prioritas. Kemudian tiga isu tersebut kembali diidentifikasi dengan menggunakan teknik U (Urgency), S (Seriousness), dan G (Growth).
24 Tabel 3 Angka Penilaian USG
Urgency 1 Tidak penting 2 Kurang penting 3 Cukup penting 4 Penting
5 Sangat penting
Seriousness 1 Akibat yang ditimbulkan tidak serius 2 Akibat yang ditimbulkan kurang serius 3 Akibat yang ditimbulkan cukup serius 4 Akibat yang ditimbulkan serius
5 Akibat yang ditimbulkan sangat serius Growth 1 Tidak berkembang
2 Kurang berkembang 3 Cukup berkembang 4 Berkembang
5 Sangat berkembang
Tabel 4 Penilaian USG
NO ISU U S G TOTAL
1. Belum tersedianya media untuk
25 2.
Belum optimalnya fungsi monitoring
dan evaluasi 3 4 2 9
3.
Sarana dan prasarana serta fasilitas kebugaran yang kurang memadai
1 2 4 7
3.1.4 Penetapan Isu
Berdasarkan isu yang di uji dengan menggunakan metode AKPL dan USG, maka dapat diperoleh isu prioritas yang harus ditangani terlebih dahulu yaitu “Belum tersedianya media untuk menyalurkan saran dan keluhan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi
Jawa Timur”. Pemilihan isu tersebut dilakukan dengan analisis dampak
jika hal keluhan tidak ditangani maka akan berakibat akan berdampak buruk jika salah mengelola keluhan, dampak buruk Daniel Tanamal (2015): pada hal-hal berikut:
1. Lost trust from customer, kehilangan kepercayaan terhadap institusi 2. Negative campaign, peserta akan menceritakan kekecewaannya
kepada peserta lain.
3. Lost opportunity to recruit new customer, institusi akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan peserta didik baru.
4. High cost and huge effort, biaya untuk mengatasi peserta yang kecewa akibat penanganan yang tidak tepat bias berlipat ganda. Disaat yang sama upaya untuk memperbaiki hubungan yang telah rusak juga membutuhkan kerja ekstra dan waktu yang cukup lama.
5. Confirm the current negative perception, kegagalan mengatasi keberatan, semakin membenarkan persepsi peserta didik terhadap keluhannya mengenai jasa yang diterima.
6. Damaging reputation and image, yang paling serius adalah citra
institusi akan tergerus habis, berdampak pada hancurnya company
26 7. Lost revenue and lost profit, hasil akhirnya institusi kehilangan pendapatan atau penghasilan akibat banyak peserta yang beralih ke isntitusi lainnya.
Dari isu yang diambil apabila tidak segera ditangani, masalah tersebut akan berdampak di tingkatan kelas yang lebih tinggi.