BAB III Perkara Penetapan Pengadilan Agama Semarang
2. Penetapan-penetapan Pengadilan Agama Semarang
Seperti yang telah disebutkan dalam table mengenai perkara wali adhol di Pengadilan Agama Semarang dalam kurun waktu satu tahun (2010) terdapat 13 perkara, namun Penulis menentukan besarnya jumlah data untuk mewakili data dari jumlah keseluruhan..
49
No Nomor Perkara No Nomor Perkara
1 0004/Pdt.P/2010/PA.Sm 8 0078/Pdt.P/2010/PA.Sm 2 0019/Pdt.P/2010/PA.Sm 9 0089/Pdt.P/2010/PA.Sm 3 0022/Pdt.P/2010/PA.Sm 10 0091/Pdt.P/2010/PA.Sm 4 0031/Pdt.P/2010/PA.Sm 11 0095/Pdt.P/2010/PA.Sm 5 0068/Pdt.P/2010/PA.Sm 12 0102/Pdt.P/2010/PA.Sm 6 0071/Pdt.P/2010/PA.Sm 13 0121/Pdt.P/2010/PA.Sm 7 0072/Pdt.P/2010/PA.Sm
Data diambil dari Pengadilan Agama Semarang
a. Salinan PENETAPAN Nomor: 0031/Pdt.P/2010/P.Sm
Pengadilan Agama Semarang yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu pada tingkat pertama telah menjatuhkan penetapan sebagai berikut dalam perkara Permohonan Penetapan Wali Adhol yang diajukan Agustina Binti Haryodo umur 31 tahun, agama Islam, pekerjaan swasta bertempat tinggal di Kelurahan Pendrikan Kidul, Kecamatan Semarang Tengah kota Semarang disebut PEMOHON.
Bahwa Pemohon mengajukan surat permohonan Wali Adhol dimana telah mengemukakan hal-hal sebagai berikut Pemohon adalah anak kandung dari pasangan suami istri Karti dan Haryodo dalam tempo sesingkat-singkatnya melangsungkan pernikahan dengan calon suami Pemohon bernama Bejo Bin
50
Kaslan hubungan Pemohon dengan calon suami Pemohon sudah sedemikian eratnya dan sulit di pisahkan orang tua pemohon/keluarga Pemohon dan orang tua/keluarga calon suami telah sama-sama mengetahui hubungan cinta kasih antara Pemohon dengan calon suami Pemohon bahkan calon suami Pemohon telah memingang Pemohon 3 kali, namun ayah/kakak Pemohon tetap menolak dengan alasan tidak suka dengan sikap calon suaminya, Pemohon juga telah berusaha membujuk ayah Pemohon agar mau menikahan Pemohon dengan calon suami tersebut, namun ayah Pemohon tetap tidak mau, Pemohon berpendapat penolakan tersebut tidak berdasarkan hukum dan tidak berorientasi pada kebahagian dan atau kesejahtraan pemohon sebagai anak atau adik.
Adapun dari pertimbangan Majelis Hakim telah berusaha dengan sungguh-sungguh menasehati Pemohon namun tidak berhasil berdasarkan keterangan para saksi didepan persidangan, Majelis Hakim telah menemukan fakta-fakta yang pada pokoknya sebagai berikut:
1) Bahwa, Pemohon adalah anak sah dari pasangan suami istri Karti (meninggal dunia) dengan Haryodo yang menikah pada tahun 1963. 2) Bahwa, Pemohon berstatus janda dan telah dilamar oleh seorang
perjaka yang bernama bejo bin Kaslan.
3) Bahwa, Pemohon tidak berada dalam lamaran atau pinangan lelaki lain selain Bejo bin Kaslan.
51
4) Bahwa, calon suami Pemohon telah mempunyai pekerjaan dan pengahsilan tetap setiap bukannya sebesar kurang lebih Rp. 2.000.0000,-(duajuta rupiah).
5) Bahwa, Pemohon dengan calon suaminya tidak ada hubungan keluarga, semenda, maupun sesusuan yang menurut hukum tidak ada larangan untuk menikah
Majelis Hakim juga menilai bahwa Penolakan Wali Pemohon (kakak kandung Pemohon) yang bernama Janu bin Kurdi untuk menjadi wali nikah dalam perkawinan Pemohon dengan calon suami Pemohon bernama Bejo bin Kaslan adalah tidak beralasan dan tidak berdasarkan hukum maka Majelis Hakim menyatakan Janu bin Kurdi (kakak kandung Pemohon) sebagai wali yang adhol karena berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas maka permohonan Pemohon cukup beralasan dan terbukti menurut hukum sehinggan permohonan Pemohon patut dikabulkan Menetapkan adholnya kakak Pemohon.
b. Salinan PENETAPAN Nomor: 0068/Pdt.P/2010/PA. Sm
Pengadilan Agama Semarang yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu dalam tingkat pertama telah menjatuhkan penetapan sebagai berikut dalam perkara Wali Adhol yang diajukan oleh Karsih binti Ngaedi umur 32 tahun, agama Islam, Status Janda Pendidikan SMA Pekerjaan swasta
52
bertempat tinggal Kelurahan Pring Surat Kecamatan Semaramg Kota Semarang disebut sebagai PEMOHON.
Bahwa Pemohon mengajukan surat permohonan Wali Adhol dimana telah mengemukakan hal-hal sebagai berikut, Pemohon adalah anak kandung dari pasangan suami istri Oki dan Ngaedi, dalam tempo sesingkat-singkatnya melangsungkan pernikahan dengan calon suami Pemohon bernama Upin Bin Kardun, hubungan Pemohon dengan calon suami Pemohon sudah sedemikian eratnya dan sulit di pisahkan orang tua pemohon/keluarga Pemohon dan orang tua/keluarga calon suami telah sama-sama mengetahui hubungan cinta kasih antara Pemohon dengan calon suami Pemohon bahkan calon suami Pemohon telah memingang Pemohon 2 kali, namun ayah/kakak Pemohon tetap menolak dengan alasan selisih umur 20 Tahun, Pemohon juga telah berusaha membujuk ayah Pemohon agar mau menikahan Pemohon dengan calon suami tersebut, namun ayah Pemohon tetap tidak mau, Pemohon berpendapat penolakan tersebut tidak berdasarkan hukum dan tidak berorientasi pada kebahagian dan atau kesejahtraan pemohon sebagai anak.
Adapun dari pertimbangan Majelis Hakim bahwa oleh karena Pemohon telah berusia 32 tahun, maka untuk melangsungkan perkawinan tidak diperlukan izin dari kedua orang tuanya sebagaimana yang diatur dalam pasal 6 ayat (2) Undang-Undang Nonor 1 tahun 1974 tentang perkawinan, sesuai keterangan Pemohon dan calon suami Pemohon yang dikuatkan dengan saksi-saksi serta bukti P-5dan P-6, maka telah terbukti bahwa saat ini Pemohon
53
masih bersetatus janda dan calon suami Pemohon bersetatus duda mati dan antara keduanya tidak terdapat halangan untuk melaksanakan pernikahan sebagaimana yang diatur dalam pasal 8 Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 juncto pasal 39 sampai dengan pasal 44 Kompilasi Hukum Islam, bahwa sesuai dengan bukti P-1 yang berupa Surat Penolakan Pernikahan dari Kantor Urusan agama Kecamatan Banyumanik Kota Semarang, maka telah ternyata bahwa Pemohon dan calon suaminya telah mendaftar rencana pernikahan mereka di Kantor Urusan Agama dimaksut, akan tetapi ditolak alasan wali adhol, berdasarkan bukti P-2 yang dikuatkan dengan keterangan wali Pemohon, maka dapat dinyatakan bahwa Ngaedi bin Tawes sebagai wali adhol (enggan)untuk menikahkan Pemohon dengan calon suaminya. oleh karena Ngaedi bin Tawes sebagai orang yang berhak untuk bertidak sebagai wali nikah telah dinyatakan sbagai wali adhol (engga), maka sesuai dengan peraturan menteri agam nomor 2 tahun 1987 pasal 2 ayat 1,2 dan 3 juncto pasal 23 ayat(2) kompilasi hukum islam, pernikahan pemohon dengan calon suaminya dapat dilangsungkan dengan wali hakim, bahwa sejalan dengan prinsip yang terkandung di dalam Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan, yang intinya adalah didalam setiap pelaksanaan perkawinan dikehendaki adanya partisipasi dari masing-masing keluarga calon mempelai, dan juga demi menjamin terciptanya cita-cita luhur di dalam perkawinan, maka sebelum akad nikah dilangsungkan hendaknya wali hakim meminta sekali lagi kepada wali nasabnya untuk menikahkan calon mempelai
54
wanita dengan calon suaminya 9 (Peraturan Aenteri agama Nomor 2 tahun 1987 pasal 6), dengan ini Majels Hakim mengabulkan dan menetapkan wali Pemohon bernama Ngaedi bin Tawes adalah adhol serta pernikahan Pemohon Karsih binti Ngaedi dengan Upin Bin Kardun dapat dilaksanakan dengan wali hakim.
c. Salinan PENETAPAN Nomor: 0078/Pdt.P/2010/PA. Sm
Pengadilan Agama Semarang yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu dalam tingkat pertama telah menjatuhkan penetapan sebagai berikut dalam perkara wali adhol yang diajukan oleh Sulis binti Bagong umur 42 tahun, agama Islam, pekerjaan ibu rumah tangga, tempat tinggal Kelurahan Panggung Lor Kecamatan Semarang Utara sebagai PEMOHON.
Bahwa Pemohon mengajukan surat permohonan Wali Adhol dimana telah mengemukakan hal-hal sebagai berikut, Pemohon adalah anak kandung dari pasangan suami istri Ratna dan Bagong dalam tempo sesingkat-singkatnya melangsungkan pernikahan dengan calon suami Pemohon bernama Apit Bin Karna, hubungan Pemohon dengan calon suami Pemohon sudah sedemikian eratnya dan sulit di pisahkan orang tua pemohon/keluarga Pemohon dan orang tua/keluarga calon suami telah sama-sama mengetahui hubungan cinta kasih antara Pemohon dengan calon suami Pemohon bahkan calon suami Pemohon telah memingang Pemohon namun ayah Pemohon tetap menolak dengan alasan tidak suka dengan sikap calon suami Pemohon, Pemohon juga telah berusaha membujuk ayah Pemohon agar mau menikahan Pemohon dengan
55
calon suami tersebut, namun ayah Pemohon tetap tidak mau, Pemohon berpendapat penolakan tersebut tidak berdasarkan hukum dan tidak berorientasi pada kebahagian dan atau kesejahtraan pemohon sebagai anak.
Adapun dari pertimbangan Majelis Hakim maksud dan tujuan permohonan Pemohon, bahwa Majelis Hakim telah menasihati kepada Pemohon agar dapat menyelesaikan masalah ini dengan walinya secara damai namun tidak berhasil, bahwa berdasarkan bukti (P-3) berupa surat penolakan permohonan dari KUA Kecamatan Semarang Utara yakni penikahan Pemohon dengan calon suaminya Apit Bin Karna dengan alasan wali nikah tidak mau menikahkan maka permohonan Pemohon mempunyai alasan hukum untuk mengajukan masalah ini, bahwa dengan berdasarkan keterangan para saksi dibawah sumpah dapat ditemukan fakta bahwa Pemohon telah dilamar oleh calon suaminya Apit Bin Karna dan lamaran tersebut ditolak atau wali Pemohon tidak mau menikahkan (adhol) dengan alasan wali tidak suka dengan sikap calon suami Pemohon, bahwa berdasarkan keterangan para saksi dan dihubungkan dengan bukti P .1 dan P .2 bahwa Pemohon dan calon suaminya masing-masing telah berusia 42 tahun dan 45 tahun (dewasa), dan keduanya tidak ada hubungan nasab, semenda maupun sesusuan sehingga harus dinyatakan bahwa Pemohon dan calon suami Pemohon tidak ada halangan utuk menikah sebagai mana pasal 8 Undang- undang No. 1 tahun 1974, bahwa berdasarkan fakta-fakta tersebut diatas antara lain Pemohon dengan calon suaminya tidak ada halangan untuk menikah dan calon
56
suaminya telah bekerja dan mempunyai penghasilan yang cukup, maka Majelis Hakim berpendapat bahwa penolakan wali untuk menikahkan Pemohon dengan Apit Bin Karna tidak beralasan dan harus dinyatakan bahwa wali Pemohon atas nama Bagong bin Nusu sebagai wali adhol, serta berdasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas dan permohonan Pemohon cukup beralasan sesuai peraturan Menteri agama No. 2 Tahun 1987 pasal 2, maka permohonan Pemohon tersebut dapat dikabulkan, maka pernikahan Pemohon dengan Apit bin Karna dapat dilaksanakan dengan wali hakim sesuai dengan2 (1) Peraturan Menteri Agama No. 2Tahun 1987, dan Menetapkan wali Pemohon bernama Bagong bin Nusu adalah adhol.
d. Salinan PENETAPAN Nomor: 0071/Pdt.P/2010/PA. Sm
Pengadilan Agama Semarang yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu dalam tingkat pertama telah menjatuhkan penetapan sebagai berikut dalam perkara wali adhol yang diajukan oleh Romansa binti Junaidi umur 21 tahun, agama Islam, pekerjaan swasta bertempat tinggal Kelurahan Gajahmungkur Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang disebut sebagai PEMOHON.
Bahwa Pemohon mengajukan surat permohonan Wali Adhol dimana telah mengemukakan hal-hal sebagai berikut, Pemohon adalah anak kandung dari pasangan suami istri Titik dan Junaidi dalam tempo sesingkat-singkatnya melangsungkan pernikahan dengan calon suami Pemohon bernama Rohani bin Kandar hubungan Pemohon dengan calon suami Pemohon sudah
57
sedemikian eratnya dan sulit di pisahkan telah berlangsung selama 6 bulan, orang tua pemohon/keluarga Pemohon dan orang tua/keluarga calon suami telah sama-sama mengetahui hubungan cinta kasih antara Pemohon dengan calon suami Pemohon bahkan calon suami Pemohon telah meminang Pemohon 1 kali namun ayah Pemohon tetap menolak dengan alasan tidak jelas, Pemohon juga telah berusaha membujuk ayah Pemohon agar mau menikahan Pemohon dengan calon suami tersebut, namun ayah Pemohon tetap tidak mau, Pemohon berpendapat penolakan tersebut tidak berdasarkan hukum dan tidak berorientasi pada kebahagian dan atau kesejahtraan pemohon sebagai anaknya
Adapun pertimbangan Majelis Hakim. maksud dan tujuan permohonan Pemohon, bahwa Majelis Hakim telah menasihati kepada Pemohon agar dapat menyelesaikan masalah ini dengan walinya secara damai namun tidak berhasil, bahwa berdasarkan bukti P.1 berupa surat penolakan permohonan dari KUA Kecamatan Gajahmungkur yakni penikahan Pemohon dengan calon suaminya Rohani bin Kandar dengan alasan wali nikah tidak mau menikahkan maka permohonan Pemohon mempunyai alasan hukum untuk mengajukan masalah ini, berdasarkan keterangan para saksi diatas sumpah dan dikaitkan dengan bukti P.1 tersebut diatas maka dapat ditemukan fakta bahwa Pemohon telah dilamar calon suaminya Rohani bin Kandardan lamaran tersebut ditolak atau wali Pemohon tidak mau menikahkannya (adhol), bahwa berdasarkan keterangan para saksi dan dihubungkan dengan bukti P .4 dan P .5 bahwa
58
Pemohon dan calon suaminya masing-masing telah berusia 21 tahun dan 46 tahun (dewasa), dan keduanya tidak ada hubungan nasab, semenda maupun sesusuan sehingga harus dinyatakan bahwa Pemohon dan calon suami Pemohon tidak ada halangan utuk menikah sebagai mana pasal 8 Undang- undang No. 1 tahun 1974, bahwa berdasarkan fakta-fakta tersebut diatas antara lain Pemohon dengan calon suaminya tidak ada halangan untuk menikah dan calon suaminya telah bekerja dan mempunyai penghasilan yang cukup, maka Majelis Hakim berpendapat bahwa penolakan wali untuk menikahkan Pemohon Rohani bin Kandar dengan tidak beralasan dan harus dinyatakan bahwa wali Pemohon atas nama Arga bin Dana sebagai wali adhol, serta berdasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas dan permohonan Pemohon cukup beralasan sesuai peraturan Menteri agama No. 2 Tahun 1987 pasal 2, maka permohonan Pemohon tersebut dapat dikabulkan, maka pernikahan Pemohon dengan Apit Bin Karna dapat dilaksanakan dengan wali hakim sesuai dengan2 (1) Peraturan Menteri Agama No. 2Tahun 1987, menetapkan ayahnya sebagai wali adhol.
e. Salinan PENETAPAN Nomor: 0072/Pdt.P/2010/PA. Sm
Pengadilan Agama Semarang yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu dalam tingkat pertama telah menjatuhkan penetapan sebagai berikut dalam perkara wali adhol yang diajukan oleh Citra binti Sodiq umur 24 tahun, agama Islam, pekerjaan swasta bertempat tinggal Kelurahan Kembang Arum Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang disebut sebagai PEMOHON.
59
Bahwa Pemohon mengajukan surat permohonan Wali Adhol dimana telah mengemukakan hal-hal sebagai berikut, Pemohon adalah anak kandung dari pasangan suami istri Lasmini dan Sodiq dalam tempo sesingkat-singkatnya melangsungkan pernikahan dengan calon suami Pemohon bernama Robot bin Kliwon hubungan Pemohon dengan calon suami Pemohon sudah sedemikian eratnya dan sulit di pisahkantelah berlangsung selama 1 Tahun, orang tua pemohon/keluarga Pemohon dan orang tua/keluarga calon suami telah sama-sama mengetahui hubungan cinta kasih antara Pemohon dengan calon suami Pemohon bahkan calon suami Pemohon telah memingang Pemohon 2 kali namun ayah Pemohon tetap menolak dengan alasan beda agama, dan karena orang tuanya bermaksut menjodohkan dengan orang lain, Pemohon juga telah berusaha membujuk ayah Pemohon agar mau menikahan Pemohon dengan calon suami tersebut, namun ayah Pemohon tetap tidak mau, Pemohon berpendapat penolakan tersebut tidak berdasarkan hukum dan tidak berorientasi pada kebahagian dan atau kesejahtraan pemohon sebagai anaknya
Adapun pertimbangan Majelis Hakim. maksud dan tujuan permohonan Pemohon, bahwa Majelis Hakim telah menasihati kepada Pemohon agar dapat menyelesaikan masalah ini dengan walinya secara damai namun tidak berhasil berdasarkan keterangan para saksi didepan persidangan, Majelis Hakim telah menemukan fakta-fakta yang pada pokoknya sebagai berikut:
a. Bahwa, Pemohon adalah anak sah dari pasangan suami istri Lasmoni dengan Sodiq.
60
b. Bahwa, Pemohon berstatus gadis dan telah dilamar oleh calon suamnyayang bernama Robot bin Kliwon namun ditolak oleh orang tua Pemohon.
c. Bahwa, orang tua Pemohon Sodiq bin Nono tidak mau menjadi wali nikah Pemohon dengan calon suaminya karena berbeda agama,
d. Bahwa, Pemohon tidak berada dalam lamaran atau pinangan lelaki lain selain Robot bin Kliwon
e. Bahwa, Calon suami Pemohon telah mempunyai pekerjaan dan pengahsilan tetap setiap bukannya sebesar kurang lebih Rp. 700.0000,-(tuju ratus rupiah).
f. Bahwa, Pemohon dengan calon suaminya tidak ada hubungan keluarga, semenda, maupun sesusuan yang menurut hukum tidak ada larangan untuk menikah,
Bahwa calon suami Pemohon adalah seorang laki-laki yang berkelakuan baik dan tidak melakukan perbuatan yang dilarang agamadan berdasarkan fakta-fakta tersebut diatas, dihubungkan surat permohonan dari KUA Semarang Barat, Majelis Hakim berpendapat bahwa Pemohon dan Robot bin Kliwon adalah bersungguh-sungguh akan melangsungkan pernikahandan ternyata tidak terdapat halangan keduanya untuk menikah, bahwa penolakan wali ayah Pemohon yang bernama Sodiq bin Nono untuk menjadi wali nikah dalam pernikahan Pemohon dengan calon suami Pemohon bernama Robot bin
61
Kliwon adalah beralasan dan dibenarkan menurut hukum, karena wali Pemohon beragama Khatolik sedang Pemohon beragama Islam, maka majelis Hakim berpendapat bahwa Sodiq bin Nono ayah kandung Pemohon tidak memenuhi syarat menjadi walim nikah dari Pemohon dengan calon suaminya, oleh karena wali Pemohon tidak memenuhi syarat menjadi wali nikah dari Pemohon dengan calon suaminyakarena beragama Khatolik, maka Majelis Hakim perlu menetapkan bahwa untuk bertindak sebagai wali dalam pernikahan Pemohon dengan calon suaminya adalah wali hakim sesua pasal 20 KHI, berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas maka permohonan Pemohon cukup beralasan dan terbukti menurut hukum sehingga permohonan Pemohon patut untuk dikabulkan, oleh karena permohonan Pemohon dikabulkan dan pernikahanya di KUA Kecamatan Semarang Barat, maka Majelis Hakim menunjuk Kepala KUA sebagai Pemohon. Menetapkan ayahnya sebagai wali adhol.
Dari hasil wawancara dengan salah satu hakim di Pengadilan Agama Semarang bahwasanya perkara yang masuk tentang perkara wali adhol di tahun 2010 adalah alasan wali enggan menikahkan anaknya semuaanya sama penolakan wali untuk menikahkan adalah tidak sesuai dengan keterangan ataupun secara syariat Islam hanya mendasarkan egonya tidak melihat dari unsur-unsur yang dimana bisa di jadikkan acuan Hakim untuk mempelajari lebih dalam lagi, karena semua alasan wali nikah semuanya tidak beralasan menurut hukum Islam yang berlaku.
62
Dan juga hakim Pengadilan Agama Semarang pertimbangan Majelis Hakim memutuskan adalah dengan mempertimbangkan Peraturan Menteri agama No. 2 Tahun 1987 pasal 2 ayat 1,2 dan 3 juncto pasal 23 ayat 2 Kompilasi Hukum Islam, serta mempertimbangkan kemaslahatan dan kemadhorotan. Adapun isi penetapan diatas mewakil dari 13 perkara karena hampir semuanya sama tidak sesuai syari‟at.