Jumlah pengembangan produk diferensiasi merupakan tolak ukur dari pencapaian pengembangan inovasi produk
diferensiasi. Target yang ditetapkan PT Unitex pada tahun 2005 adalah sebesar 10 persen. Penetapan target ini didasarkan pada kebijakan perusahaan dalam meningkatkan nilai produk yang dihasilkan pada tahun 2004, dengan penggunaan teknologi Nano dan pencelupan untuk benang flourisensi yaitu sebesar 4 persen dari pesanan oleh pelanggan yang dapat terpenuhi.
Ukuran hasil pada sasaran strategik efisiensi dan efektifitas produksi adalah margin laba operasi dan waste. Target yang ditetapkan PT Unitex pada tahun 2005 untuk margin laba operasi adalah kenaikan sebesar 10 persen, sedangkan untuk waste adalah sebesar 2 persen. Pertimbangan perusahaan dalam menetapkan target ini adalah perusahaan dapat mengurangi kerugian pada tahun 2005 dengan mengurangi biaya produksi.
Ukuran hasil pencapaian sasaran strategik meningkatnya proses layanan pada konsumen adalah service error rate. Perusahaan menetapkan target 0 persen pada service error rate, dengan pertimbangan bahwa pelayanan yang dilakukan pada konsumen sesuai dengan pesanan dan keinginan dari konsumen. Kondisi ini terkait dengan kewajiban perusahaan untuk memenuhi harapan dan kepuasan konsumen. Kesalahan terhadap order atau pesanan konsumen yang menunjukkan nilai nol, artinya kesesuaian antara pesanan konsumen dengan pemenuhan pesanan tersebut, sehingga proses layanan pada konsumen optimum.
4. Penetapan Target Pada Perspektif Proses Bisnis Internal
Keberhasilan sasaran strategik peningkatan dan kapabilitas karyawan PT Unitex, ditunjukkan dengan ukuran karyawan yang mengikuti pendidikan dan pelatihan. PT Unitex menetapkan target karyawan yang mengikuti pendidikan dan pelatihan sebesar 80 persen dari total karyawan. PT Unitex dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan membutuhkan sumber daya manusia yang berkompeten dan berkualitas. Untuk itu
perusahaan dalam menetapkan target melihat bahwa setiap tahun perusahaan selalu mengadakan pelatihan baik di dalam lingkungan perusahaan maupun di luar perusahaan sesuai dengan kebutuhan karyawan.
Ukuran hasil pencapaian sasaran strategik meningkatkan komitmen karyawan adalah indeks kepuasan dan motivasi karyawan, dan turnover rate. Target yang ditetapkan perusahaan dalam motivasi karyawan adalah karyawan merasa puas sebesar 90 persen. Hal ini didasarkan pada variabel yang menunjukkan kepuasan dan motivasi terhadap karyawan oleh perusahaan telah terpenuhi, seperti kompensasi, fasilitas, lingkungan kerja, dan spesifikasi pekerjaan. Target untuk turnover rate pada tahun 2005 diharapkan menurun 10 persen dari tahun sebelumnya. Kondisi ini didasarkan tingginya turnover rate pada tahun 2003 sebesar 32,15 persen, dan tahun 2004 sebesar 15,98 persen.
Penetapan target yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan didasarkan pada data terdahulu, kebijakan perusahaan dan disesuaikan dengan kondisi perusahaan. Penetapan target yang tinggi bagi perusahaan dapat mendorong kinerja perusahaan untuk dapat mencapai target tersebut. Target ditetapkan dengan merasionalisasikan sumber daya yang dimiliki dan menyelaraskan strategi perusahaan. Target yang ditetapkan PT Unitex sesuai dengan ukuran dan sasaran strategik dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6. Sasaran, ukuran strategik dan target PT Unitex, Tbk dalam pespektif BSC
Ukuran Strategik Sasaran Srategik
Lag Indicators Lead Indicators Target Pespektif Keuangan (F)
Pertumbuhan profitabilitas Berkurangnya biaya Pertumbuhan penjualan
- ROI
- COGS per sales - Tingkat pertumbuhan penjualan (%) - Margin laba bersih - Perputaran total aktiva 80 % 90 % 20 % Perspektif Pelanggan (C) Meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pelanggan Quality Relationship dengan konsumen - Market share - Customer retention - Customer acqusition 1 % - Tingkat keluhan pelanggan 100 % - Depth of relationship
Perspektif Proses Bisnis Internal (I)
Pengembangan inovasi produk diferensiasi Efisiensi dan efektifitas
produksi
Meningkatkan proses layanan pada konsumen
- Waktu pemenuhan pesanan produk baru - Jumlah pengembangan produk diferensiasi (%) - Margin laba operasi - Waste (%) 10 % 10 % 2 % - Efisiensi mesin perhari - Service error rate - Ketepatan
waktu pengiriman
0 %
Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran
Peningkatan kualitas dan kapabilitas karyawan Meningkatkan komitmen karyawan - Karyawan yang mengikuti pendidikan dan pelatihan - Indeks kepuasan dan motivasi karyawan - Turnover rate - Analisis kebutuhan pendidikan dan latihan 80 % 90 % - survei kepuasan dan motivasi karyawan 10 % 4.5.3. Perumusan Inisiatif Strategik
Inisiatif strategik merupakan suatu pernyataan kualitatif yang berupa program strategik untuk mewujudkan sasaran strategik. Inisiatif strategik yang dirumuskan dalam BSC dan ditetapkan perusahaan, harus mempunyai dampak positif bagi perusahaan. Sehingga keterkaitan antara program yang menjadi pedoman dapat sesuai dengan pencapaian sasaran strategik, ukuran strategik, serta terwujudnya visi dan misi perusahaan.
Penentuan inisiatif strategik PT Unitex, menghasilkan action
program pada masing-masing sasaran strategik dalam perspektif
metode AHP. Pengembangan hierarki penentuan prioritas inisiatif strategik berdasarkan pada rancangan BSC. Susunan tingkat hierarki penentuan inisiatif strategik BSC dapat dilihat dalam Lampiran 4.
Susunan hierarki pada level pertama merupakan tujuan utama yang akan dicapai melalui proses hierarki. Tujuan utama dari struktur hierarki adalah penentuan prioritas inisiatif strategik. Berdasarkan hasil pengolahan terhadap hierarki level pertama diperoleh bobot dan prioritas kriteria-kriteria yang berpengaruh terhadap pengambilan keputusan inisiatif strategik.
Level kedua dari stuktur hierarki adalah kriteria. Kriteria merupakan elemen yang terkait dengan tujuan hierarki. Elemen dari kriteria terdiri dari empat perspektif BSC, yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pertumbuhan dan pembelajaran. Tujuan menghitung besarnya bobot keempat perspektif BSC adalah untuk mengetahui seberapa besar posisi dan peranan perspektif tersebut terhadap pencapaian tujuan yang diinginkan, yaitu penentuan prioritas inisiatif strategik. Bobot dan prioritas elemen kriteria ditunjukkan pada Tabel 7.
Tabel 7. Bobot dan prioritas elemen kriteria
Elemen Kriteria Inisiatif Strategi Bobot Prioritas
Perspektif Keuangan ( F ) 0,466 1
Perspektif Pelanggan (C ) 0,361 2
Perspektif Proses Bisnis Internal ( I ) 0,097 3 Pespektif Pertumbuhan dan Pembelajaran (G) 0,076 4
Tabel di atas menunjukkan bahwa kriteria perspektif keuangan merupakan kriteria yang paling berpengaruh dengan bobot 0,466. Pengambil keputusan menganggap bahwa perspektif keuangan lebih berperan dari pada perspektif lainnya, perspektif selanjutnya yang lebih utama adalah perspektif pelanggan, kemudian diikuti dengan perspektif proses bisnis internal dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran.
Keseimbangan dalam konsep BSC, mempunyai arti bahwa setiap perspektif memiliki peranan dan posisi yang sama pentingnya dibandingkan perspektif lainnya. Satu perspektif tidak akan terwujud apabila tidak didukung oleh perspektif lainnya. Pada kondisi ini PT Unitex, menganggap perspektif keuangan merupakan prioritas utama dalam mewujudkan tujuan perusahaan, didukung oleh perspektif lainnya yaitu perspektif pelanggan, proses bisnis internal serta pertumbuhan dan pembelajaran.
Level ketiga dalam struktur hierarki adalah alternatif. Alternatif tersusun oleh beberapa inisiatif dalam BSC sebagai action program yang akan dilakukan oleh PT Unitex. Uraian prioritas utama dalam inisiatif strategi adalah sebagai berikut ;
1. Perspektif Keuangan
Inisiatif strategik dalam perspektif keuangan terdiri dari peningkatan penggunaan aset (F1), mengurangi biaya produksi (F2), dan meningkatkan penjualan (F3). Hasil bobot dan prioritas dari inisiatif strategik perspektif keuangan dapat dilihat pada Tabel 8.
Tabel 8. Bobot dan prioritas inisiatif strategik perspektif
keuangan
Alternatif Inisiatif Strategi Bobot Prioritas Perspektif Keuangan
Peningkatan penggunaan aset (F1) 0,103 3 Mengurangi biaya produksi (F2) 0,139 2 Meningkatkan penjualan (F3) 0,223 1
Tabel di atas menunjukkan bahwa inisiatif strategik meningkatkan penjualan merupakan prioritas utama dalam mewujudkan sasaran strategis perspektif keuangan, diikuti dengan mengurangi biaya produksi dan peningkatan penggunaan aset.
Inisiatif strategik dapat meningkatkan penjualan dalam rangka mencapai sasaran strategik pertumbuhan penjualan.
Sebagai langkah perwujudan inisiatif strategik tersebut, PT Unitex meningkatkan nilai tambah produk yang akan dipasarkan ke pasar Amerika dan Eropa. Hal ini terkait dengan peluang diberlakukannya pembatasan kuota terhadap produk China dipasar Amerika dan Eropa. Adapun nilai tambah produk lebih ditekankan pada inovasi jenis tekstil baru dan mengurangi perbandingan jenis tekstil pada umumnya. Dalam menghadapi persaingan yang tajam di pasar domestik, PT Unitex membuat rencana program pengembangan dan promosi, untuk membangun brand image dari produk perusahaan.
Penetapan pengurangan biaya produksi, berkaitan dengan peningkatan sejumlah biaya dalam proses produksi, seperti bahan baku kapas dan polyester. Jumlah biaya bahan baku meningkat dari Rp 32,6 milyar pada tahun 2004, menjadi Rp 35,2 milyar pada tahun 2005. Hal tersebut ikut mendorong perusahaan untuk melakukan pengurangan biaya proses melalui penggantian tenaga generator ke Perusahaan Listrik Negara (PLN), seiring dengan kenaikan bahan bakar. Selain itu PT Unitex juga mengoptimalkan proses produksi untuk memperkecil produk grade C serta pengurangan biaya tenaga kerja. Penurunan biaya tenaga kerja pada tahun 2005 adalah sebesar Rp 0,58 milyar. Kondisi ini tidak membuat perusahaan ikut mengurangi kualitas produk. Pengurangan biaya produksi yang dilakukan PT Unitex yaitu pada biaya yang tidak terkait langsung dengan kualitas produk. Hal ini lebih kepada keefektifan dan keefisienan dalam penggunan biaya.
Peranan inisiatif strategik peningkatan penggunaan aset, ikut mendukung pencapaian inisiatif strategik yang lain guna mewujudkan sasaran strategik yang telah dirumuskan. Penggunaan mesin yang optimal, akan memaksimalkan
proses produksi dengan tetap menjaga mesin yang digunakan. penggunaan aset yang optimal juga dapat mengurangi biaya proses, yang kemudian biaya tersebut akan dibebankan pada beban pokok penjualan.
2. Perspektif Pelanggan
Dalam mewujudkan sasaran strategik meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pelanggan, inisiatif yang dipilih adalah peningkatan kualitas produk (C1). Sedangkan untuk mencapai quality relationship dengan konsumen, perusahaan memilih inisiatif strategik membangun kemitraan dengan pelanggan (C2).
Inisiatif strategik peningkatan kualitas produk, mempunyai bobot tertinggi dalam struktur hierarki inisiatif strategik, yaitu sebesar 0,312. Kondisi ini menunjukkan prioritas paling utama dalam inisiatif strategik yaitu melalui peningkatan kualitas produk. Menurut para pengambil keputusan PT Unitex, inisiatif strategik peningkatan kualitas produk, adalah yang paling berperan dalam mewujudkan sasaran strategik.
Sertifikasi manajemen mutu ISO 9001 yang diperoleh pada tahun 2003, menunjukkan konsistensi PT Unitex terhadap mutu produk yang dihasilkan sehingga sesuai dengan standar internasional. Hal ini mendorong perusahaan untuk terus memperbaiki manajemen mutu untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi, sesuai dengan harapan konsumen.
Hubungan perusahaan dengan pelanggan, akan menciptakan value yang mendukung pencapaian sasaran strategik quality relationship dengan konsumen. Menurut para pengambil keputusan pada PT Unitex, diperoleh bobot sebesar 0,05 pada inisiatif strategik membangun mitra dengan pelanggan. Bagian pemasaran pada PT Unitex berhubungan
langsung dengan konsumen. Kemitraan dengan pelanggan ditunjukkan melalui komunikasi dengan pelanggan. Komunikasi yang terjalin secara efektif antara konsumen dengan pihak perusahaan mendorong terciptanya hubungan yang baik. Kesesuaian pesanan (order) dengan pemenuhan pesanan oleh pihak perusahaan kepada konsumen didukung melalui komunikasi yang terjalin antara bagian pemasaran dengan konsumen, mulai dari proses pesanan, negosiasi, hingga sampai pemenuhan pesanan. Adanya keluhan pelanggan terhadap ketidaksesuaian pesanan, akan diterima oleh bagian pemasaran yang bekerjasama dengan bagian
internal quality. Kondisi ini akan segera ditangani melalui
prosedur penangan keluhan pelanggan dan pemenuhan kepuasan pelanggan.