IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2. Perancangan Balanced Scorecard RSPJ
4.2.4 Penetapan target
Target merupakan suatu perencanaan kegiatan yang ingin dicapai guna mencapai tujuan dan sasaran yang diharapkan. Target bersifat dapat diukur, diterapkan dan dicapai. Rumah sakit Pelabuhan Jakarta memiliki target kinerja yang menjadi patokan selama satu tahun, untuk menggambarkan kinerja rumah sakit secara kesuluruhan. Pencapaian visi dan misi rumah sakit dapat dilakukan melalui adanya perbaikan kinerja yang dilakukan secara berkelanjutan melalui penetapan target.
Penetapan target rumah sakit Pelabuhan Jakarta ditetapkan oleh PT Rumah Sakit Pelabuhan sebagai kantor pusat. Penetapan target disesuaikan dengan luas usaha rumah sakit dan wilayah. Target ditetapkan berdasarkan kinerja rumah sakit pada periode sebelumnya dan kondisi internal rumah sakit. Target yang telah ditetapkan oleh pihak PT Rumah Sakit Pelabuhan disesuaikan dengan keempat perspektif pada Balanced Scorecard.
1. Perspektif Keuangan
Efisiensi rasio biaya operasional rumah sakit, sebagai target pertama pada perspektif keuangan memiliki target 92,16%. Penurunan biaya operasional sebagai ukuran hasilnya diharapakan mengalami penurunan dibandingkan pada tahun sebelumnya, sehingga tingkat efisiensi dari rumah sakit Pelabuhan Jakarta bertambah. Peningkatan tingkat kolektibilitas piutang, ditargetkan mencapai 81,96 hari. Sasaran strategis kedua ini diharapkan dapat mengalami kenaikan pada tahun 2009, melalui pembayaran piutang yang lebih cepat oleh para debitur, terutama para pelanggan dinas.
Sasaran strategis ketiga pada perspektif keuangan ialah pertumbuhan pendapatan usaha. Peningkatan pendapatan bersih Rumah sakit Pelabuhan Jakarta diharapkan meningkat dengan target 11,37%. Peningkatan pendapatan melalui produksi jasa pelayanan medik serta keperawatan dan penunjang medik, diharapkan meningkat dibandingkan kinerja pada tahun 2008 dan 2007. Ukuran hasil dari sasaran pertumbuhan laba yakni, peningkatan laba rumah sakit Pelabuhan Jakarta ditargetkan mengalami
kenaikan 36,72%. Target tersebut didapatkan berdasarkan pencapaian laba tahun sebelumnya dengan melihat pertumbuhan pendapatan usaha.
2. Perspektif Pelanggan
Sasaran strategis pada perspektif pelanggan ialah peningkatan kepuasan pelanggan dan peningkatan pertumbuhan kunjungan pasien. Peningkatan kepuasan pelanggan memiliki tolak ukur indeks kepuasan pasien rawat jalan dan rawat inap. Rumah sakit menetapkan target kepuasan pasien dengan skor 4 (skala Likert). Rumah sakit menetapkan skor yang cukup tinggi, guna memenuhi kepuasan pasien melalui pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit. Melalui adanya pelayanan yang baik, secara otomatis akan meningkatkan loyalitas pelanggan, juga dapat menjadi indikator mutu pelayanan yang baik. Peningkatan pertumbuhan kunjungan pasien merupakan sasaran strategis perspektif pelanggan kedua. Ukuran hasil dari pertumbuhan kunjungan pasien ialah meningkatnya jumlah pasien dinas dan umum. Target yang ditetapkan oleh pihak rumah sakit ialah kenaikan jumlah kunjungan sebesar 5,22 %, dibandingkan tahun sebelumnya.
3. Perspektif Proses Bisnis Internal
Sasaran strategis pada perspektif proses bisnis internal adalah peningkatan mutu pelayanan dan peningkatan kinerja operasional. waktu tunggu pelayanan obat non racikan serta racikan, angka infeksi luka operasi, angka keterlambatan layanan pertama pada IGD dan angka waktu tunggu sebelum operasi efektif merupakan ukuran hasil dari peningkatan mutu pelayanan. Standar yang digunakan oleh pihak rumah sakit Pelabuhan Jakarta, dihitung berdasarkan target dan realisasi tahun sebelumnya, sehingga target yang digunakan pada tahun 2009 disesuaikan dengan target pada tahun 2008. Rumah sakit menetapkan target tingkat pencapaian waktu tunggu pelayanan obat non racikan (30 menit) sebesar 80%, sedangkan untuk waktu tunggu pelayanan obat racikan (60 menit) sebesar 80%. Tingkat keakuratan waktu tunggu yang diterapkan oleh rumah sakit diharapkan dapat mencapai 80%, sehingga pasien tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk mendapatkan obat, standar ini juga dilakukan berdasarkan standar dari Departemen Kesehatan. Ukuran hasil angka
infeksi luka operasi yang ditargetkan rumah sakit sebesar 100% yakni dibawah angka 2. Ukuran tersebut sama dengan ukuran hasil angka keterlambatan layanan pertama pada IGD (lebih dari 15 jam) dan juga angka waktu tunggu sebelum operasi elektif (maksimal 24 jam) yakni sebesar 100%.
Peningkatan kinerja operasional memiliki ukuran hasil berupa Bed Occupancy Ratio (BOR), Average Length of Stay, Turn Over Internal (TOI), Bed Turn Over (BTO). Bed Occupancy Ratio (BOR) atau pemakaian tempat tidur dipergunakan untuk melihat jumlah tempat tidur di rumah sakit yang digunakan pasien dalam suatu masa..Target yang ditetapkan oleh pihak rumah sakit Pelabuhan Jakarta sebesar 63,32%. Ukuran hasil kedua ialah Average Length of Stay yakni lamanya pasien rawat inap menetap. Target yang ditetapkan pada ukuran hasil ini ialah 6 hari. Turn Over Internal (TOI) adalah waktu rata-rata suatu tempat tidur kosong atau waktu antara satu tempat tidur ditinggalkan oleh pasien sampai ditempati lagi oleh pasien lain. Ukuran hasil ketiga ini ditargetkan oleh pihak rumah sakit sebesar 3 hari. Ukuran hasil terakhir yakni Bed Turn Over (BTO) atau berapa kali satu tempat tidur ditempati pasien dalam satu tahun. Target yang ditetapkan oleh pihak rumah sakit sebesar 51 hari.
4. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan
Peningkatan kepuasan dan motivasi merupakan salah satu sasaran strategis pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Ukuran pendorong dari sasaran ini ialah survei kepuasan kerja dan motivasi karyawan. Target rumah sakit pada kedua indeks ialah 4,00. Rumah sakit Pelabuhan Jakarta, mengharapkan tingkat kepuasan kerja dan motivasi karyawan yang dimiliki berada pada kategori puas. Nilai indeks yang tinggi, dapat mempengaruhi kinerja karyawan, sehingga dapat bekerja lebih baik yang berimplikasi terhadap pencapaian visi dan misi dari rumah sakit.
Peningkatan pencapaian pelatihan kerja menjadi sasaran strategis kedua dengan ukuran hasil tingkat partisipasi karyawan dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan. Rumah sakit menargetkan tingkat partisipasi karyawan pada kegiatan pendidikan dan pelatihan sebesar 70%. Tingkat pelatihan kerja
yang tinggi dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia yang dimiliki rumah sakit, sehingga dapat meningkatkan dan menambah kinerja dari rumah sakit.
Tabel 7 . Target pencapaian sasaran strategis
No Sasaran Strategis Ukuran Strategis Ukuran Hasil (Lag Indicator) Ukuran Pendorong (Lead Indicator) Target Pencapaian Perspektif Keuangan 1. Efisiensi Rasio Operasional Penurunan biaya operasional
Efektifitas dan efisiensi proses Operasi 91,35% 2 . Peningkatan kolektibilitas piutang Peningkatan tingkat kolektibilitas piutang
Pembayaran yang cepat oleh debitur 81,96 Hari 3. Pertumbuhan pendapatan usaha Peningkatan pendapatan usaha RSPJ
Pertumbuhan Dana yang diterima Rumah sakit dibanding dengan tahun sebelumnya
11,37%
4. Pertumbuhan laba
Peningkatan laba RSPJ Peningkatan pendapatan 36,72%
Perspektif Pelanggan
5. Peningkatan kepuasan pelanggan
Indeks kepuasan pasien rawat jalan dan rawat inap
Survei kepuasan pelanggan 4
(skor 1-5) 6. Peningkatan pertumbuhan kunjungan pasien Peningkatan jumlah pasein
Peningkatan pasien baru 5%
Perspektif Proses Bisnis Internal
7. Peningkatan mutu pelayanan
waktu tunggu pelayanan obat non racikan (30 menit)
Kecepatan tenaga medis dalam pelayanan
80%
waktu tunggu pelayanan obat racikan (60 menit)
Kecepatan tenaga medis dalam pelayanan
80% Angka infeksi luka
operasi
Kemahiran dan ketelitian tenaga medis dan paramedis
100% Angka keterlambatan
layanan pertama pada IGD (lebih dari 15 menit)
Kecepatan dan ketepatan tenaga medis dan paramedis
100%
Angka waktu tunggu sebelum operasi elektif (maksimal 24 jam)
Kecepatan dan ketepatan tenaga medis dan paramedis
100%
8. Peningkatan kinerja operasional
Bed occupancy ratio Jumlah pemakaian tempat
tidur yang tersedia
63,32%
Average length of stay Lama pasien tinggal 6 hari
Turn over internal (TOI) Waktu tempat tidur kosong
sampai ditempati pasien
4 hari
Bed turn over (BTO) Jumlah pemakaian satu
tempat tidur dalam satu tahun
51 hari
Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran
9. Peningkatan kepuasan dan motivasi karyawan Indeks Kepuasan karyawan
Indeks Motivasi karyawan
Survei kepuasan kerja karyawan
Survei motivasi kerja karyawan 4 (skor 1-5) 10. Peningkatan pencapaian pelatihan kerja Tingkat partisipasi karyawan dalam diklat
Jumlah diklat yang dilakukan rumah sakit