BAB III. METODE PENELITIAN
G. Pengabsahan Data
Salah satu cara paling penting dan mudah dalam uji keabsahan hasil penelitian ini adalah dengan melakukan triangulasi. Menurut Sugiyono, (2012:127), teknik pengumpulan data triangulasi diartikan sebagai teknik pengumulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpula data dan sumber data yang telah ada.
Menurut Sugiyono ada 3 macam triangulasi, yaitu : 1. Triangulasi sumber
Triangulasi sumber berarti membandingkan dengan cara mengecek derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui sumber yang berbeda. Misalnya membandingkan hasil pengamatan dengan wawancara, membandingkan antara apa yang dikatakan umum dengan yang dikatakan secara pribadi, membandingkan hasil wawancara dengan dokumen yang ada.
2. Triangulasi teknik
Triangulasi teknik untuk menguji kreabilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Misalnya data dapat diperoleh dengan wawancara, lalu dicek dengan observasi,dokumentasi atau kuisioner.
3. Triangulasi waktu
Waktu juga sering mempengaruhi kreabilitas data. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar, belum banyak masalah, akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel. Triangulasi dapat juga dilakukan dengan cara mengecek hasil penelitian, dari tim peneliti lain yang diberi tugas melakukan pengumpulan data.
BAB IV PEMBAHASAN A. Deskripsi Lokasi Penelitian
1. Riwayat Singkat RSUD Mansenrempulu Kabupaten Enrekang
Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang dengan luas bangunan 7.888 M² dan memiliki Kapasitas 180 tempat Tidur. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan maka pada tahun 2006, Kelas RSU Massenrempulu meningkat dari Kelas D menjadi Kelas C. Tahun 2008 Rumah Sakit Umum Daerah Massenrempulu ( RSUM) adalah Rumah Sakit milik Rumah sakit Umum Daerah Massenrempulu mendapat pengakuan dari Departemen Kesehatan RI sebagai Rumah Sakit yang telah memenuhi standar pelayanan rumah sakit yang meliputi : Administrasi Manajemen, Pelayanan Medis, Pelayanan Gawat Darurat, Pelayanan Keperawatan dan Pelayanan Rekam Medik dengan status Terakreditasi penuh tingkat pelayanan dasar.
Sebagai sarana pelayanan publik di bidang kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah Massenrempulu memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Enrekang. Peran strategis ini diperoleh karena Rumah Sakit dituntut menjalankan multi fungsi pelayanan kesehatan yaitu sebagai pusat rujukan pelayanan medik, Pelayanan non medik, Pelayanan penunjang medik, Pelayanan rehabilitasi medik dan pengembangan ilmu pengetahuan bidang kesehatan. Peran multi fungsi tersebut menjadi tantangan bagi pembaharu di bidang kesehatan mengingat timbulnya perubahan –
perubahan epidemiologi penyakit, perubahan struktur demografis, perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi, perubahan struktur sosio-ekonomi masyarakat, pelayanan yang lebih bermutu, ramah,dan sanggup memenuhi kebutuhan mereka yang menuntut perubahan pola pelayanan kesehatan di Kabupaten Enrekang.
”Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat Melalui Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Yang Berkualitas”
2. Falsafah Dan Tujuan
a. Visi dan Misi Rumah Sakit Umum Daerah Mansenrempulu Kabupaten Enrekang
Adapun visi Rumah Sakit Umum Daerah Mansenrempulu Kabupaten Enrekang, yaitu :
”Kualitas Pelayanan Lebih Baik dari RS Kelas C Terkemuka di
Sulawesi –Selatan Tahun 2015”
Sedangkan Misi Rumah Sakit Umum Massenrempulu ditetapkan sebagai berikut
1. Menyelenggarakan pemerataan pelayanan kesehatan yang murah, aman, berkualitas dan terjangkau.
2. Meningkatkan Kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia rumah sakit yang berdaya saing kuat, profesional dan religius.
3. Meningkatkan Kualitas Sarana dan Prasarana RS untuk kepentingan publik.
Motto : Kesembuhan Anda Adalah Kebahagiaan Kami
Falsafah : Hidup Sehat, Terawat, Penuh Manfaat Nilai ( Janji Layanan )
Tata nilai yang menjadi dasar dalam memberikan pelayanan tertuang dalam JANJI LAYANAN RSU MASSENREMPULU :
M = Mutu dan kualitas layanan diutamakan demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
A = Arif, inovatif, kreatif dan bertanggungjawab dalam mengemban tugas S = Sopan dan Santun berperilaku tanpa membedakan status sosial P = Profesionalisme berdasarkan kompetensi, jabatan dan keahlian U = Ulet dan disiplin dalam melaksanakan tugas pelayanan
L = Loyal dalam pengabdian kepada negara, bangsa dan masyarakat b. Tujuan Dan Sasaran
Untuk mendukung agenda pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJM Kabupaten Enrekang, maka Rumah Sakit Umum Daerah Massenrempulu menetapkan tujuan sebagai berikut :
”Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat Melalui Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Yang Berkualitas”
c. Strategi
Strategi mengacu pada agenda program yang akan disiapkan untuk menangani sasaran dan target.yang telah dirumuskan yaitu :
1. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang murah dan berkualitas 2. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pelayanan kesehatan 3. Meningkatkan promosi kesehatan.
4. Menerapkan manajemen sumber daya kesehatan dan pengelolaan Rumah Sakit yang professional
5. Mengembangkan sumber daya manusia RS melalui pendidikan keahlian dan pengembangan skil bagi dokter dan paramedis.
6. Meningkatkan cakupan layanan kesehatan pada semua unit pelayanan d. Kebijakan
Kebijakan mengacu pada agenda pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD sebagai acuan dalam pemetaan program dan kegiatan di RS Massenrempulu yaitu :
1. Peningkatan kualitas pengelolaan kesehatan
2. Peningkatan kualitas sarana dan prasarana kesehatan
3. Peningkatan kinerja kelembagaan pemerintahan daerah yang transparan dan akuntabel
4. Penataan manajemen sumber daya kesehatan dan pengelolaan Rumah sakit yang professional
5. Peningkatan produktifitas dan kinerja aparatur pemerintah daerah B. Tugas dan Fungsi Rumah Sakit Umum Daerah Mansenrempulu
Kabupaten Enrekang
1. Tugas Pokok Dan Fungsi Rumah Sakit Umum Daerah Mansenrempulu
Tugas Pokok Rumah Sakit Umum Massenrempulu adalah memberikan pelayanan kesehatan tingkat rujukan yang paripurna, bermutu, terpadu, serta terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Fungsi Rumah Sakit Umum Daerah Massenrempulu adalah :
1. Pelaksanaan Pelayanan Medik
2. Pelaksanaan Pelayanan Penunjang Medik 3. Pelaksanaan Rehabilitasi Medik
4. Pelaksanaan Asuhan Keperawatan 5. Pelaksanaan Sistem Rujukan
6. Pelaksanaan Administrasi Keuangan
7. Tempat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Bidang Kesehatan
2. Tugas Pokok Dan Fungsi Jabatan Struktural RSUD Mansenrempulu
Adapun Uraian Tugas Pokok dan Fungsi Jabatan Struktural RSUD Massenrempulu akan diuraikan sebagai berikut :
1. Direktur
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Massenrempulu mempunyai Tugas Pokok :Membantu Bupati dalam pengelolaan Rumah Sakit Umum Daerah dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di
Kabupaten Enrekang.
Dalam menyelenggarakan tugas, Direktur RSUD Massenrempulu mempunyai fungsi sebagai berikut ;
a. Perumusan kebijakan RSUD Massenrempulu b. Penyusunan Rencana Strategik Rumah Sakit Umum c. Penyelenggaraan pelayanan umum dibidang kesehatan
d. Pembinaan, Pengkoordinasian, pengendalian, pengawasan,
program dan kegiatan Rumah Sakit Umum Daerah Massenrempulu.
2) Bagian Tata Usaha
A. Kepala Bagian Tata Usaha
Kepala Bagian Tata Usaha mempunyai Tugas Pokok:Memberikan pelayanan teknis dan administrasi kepada semua unsur dilingkungan kantor Rumah Sakit Umum Daerah Massenrempulu Kabupaten Enrekang.
Dalam menyelenggarakan tugas, Kepala Bagian Tata Usaha mempunyai fungsi sebagai berikut :
1.Penyusunan kebijakan bidang teknis administrasi perencanaan, adminstrasi umum dan kepegawaian serta adminstrasi keuangan dan asset Rumah Sakit Umum Massenrempulu;
2. Pembinaan, pengkoordinasian , pengendalian, pengawasan Program dan kegiatan bagian tata usaha;
3. Peneyelnggaran evaluasi program dan kegiatan Bagian Tata Usaha
C. Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas merencanakan, operasionalisasi, memberi tugas, memberi petunjuk, menyelia, mengatur, mengevaluasi, dan melaporkan kegiatan administrasi umum dan kepegawaian.
Dalam menyelengarajkan tugas Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai Fungsi :
1. Pelaksanaan kebijakan teknis Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;
2. Pelaksanaan program dan kegiatan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian ;
3.Pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian, pengawasan, dan evaluasi program dan kegiatan Umum dan Kepegawaian.
D. Kepala Sub Bagian Keuangan dan Asset
Kepala Sub Bagian Keuangan dan Asset mempunyai tugas : Merencanakan operasionalisasi, memberi petunjuk, memberi tugas, menyelia, mengatur, mengevaluasi, dan melaporkan urusan keuangan, kegiatan kebendaharawan dalam rangka pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD dan Asset RSUD)
Dalam menyelenggarakan tugas, Kepala Sub Bagian Asset dan Keuangan mempunyai fungsi :
1. Pelaksanaan kebijakan teknis Sub Bagian Keuangan dan Asset;
2. Pelaksanaan program dan kegiatan Sub Bagian ; Keuangan dan Aset
3. Pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian, pengawasan dan evaluasi program dan kegiatan Sub Bagian Keuangan dan Asset;
E. Kepala Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan Kepala Sub bagian Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas merencanakan operasionalisasi kerja, memberi tugas, memberi petunjuk, menyelia, mengatur, mengevaluasi dan melaporkan tugas dibidang perencanaan, evaluasi dan pelaporan.
Dalam menyelenggarakan tugas, kepala sub bagian perencanaan, evaluasi dan pelaporan mempunyai tugas :
1. Pelaksanaan kebijakan teknis sub bagian perencanaan, evaluasi dan pelaporan mempunyai tugas;
2. Pelaksanaan program dan kegiatan sub bagian perencanaan, evaluasi dan pelaporan mempunyai tugas;
3. Pembinaan, pengkoordinasikan, pengendalian, pengawasan, evaluasi dan pelaporan program dan kegiatan sub bagian perencanaan, evaluasi dan pelaporan ;
3) Bidang Pelayanan
a. Kepala Bidang Pelayanan
Kepala Bidang Pelayanan, mempunyai Tugas Pokok : Merencanakan operasionalisasi, memberi tugas, memberi petunjuk, menyelia,
mengatur, mengevaluasi dan melaporkan penyelenggaraan tugas bidang pelayanan.
Dalam menyelenggarakan tugas, kepala bidang pelayanan mempunyai fungsi :
1. Penyelenggaraan program dan kegiatan pelayanan medik;
2. Penyelenggaraan program dan kegiatan pelayanan keperawatan;
3. Penyelenggaraan dan pengadaan perlengkapan medik dan non medik.
b. Kepala Seksi Pelayanan Medik
Kepala Seksi Pelayanan Medik, mempunyai Tugas Pokok : menyiapkan perumusan dan fasilitasi medis di RSU Massenrempulu.
Dalam menyelenggarakan tugas Kepala Seksi Pelayanan Medik mempunyai tugas :
1. Penyusunan program dan kegiatan seksi Pelayanan Medik ; 2. Pelaksanaan program dan kegiatan seksi Pelayanan Medik;
3. Pembinaan, pengendaliaan, pengawasan program dan kegiatan seksi Pelayanan Medik.
c. Kepala Seksi Pelayanan Keperawatan
Kepala Seksi Pelayanan Keperawatan , mempunyai Tugas Pokok : menyiapkan perumusan dan fasilitasi Pelayanan Keperawatan di RSUD Massenrempulu.
Dalam menyelenggarakan tugas Kepala Seksi Pelayanan Keperawatan mempunyai tugas :
1. Penyusunan program dan kegiatan seksi Pelayanan Keperawatan;
2. Pelaksanaan program dan kegiatan seksi Pelayanan Keperawatan;
3. Pembinaan, Pengkoordinasian, pengendaliaan, pengawasan program dan kegiatan seksi Pelayanan Keperawatan.
d. Kepala Seksi Perlengkapan Medik dan Non Medik Kepala Seksi Perlengkapan Medik dan Non Medik, mempunyai Tugas Pokok :menyiapkan perumusan dan fasilitasi Perlengkapan Medik dan Non Medik di RSUD Massenrempulu.
Dalam menyelenggarakan tugas Kepala Seksi Perlengkapan Medik dan Non Medik mempunyai tugas :
1. Penyusunan program dan kegiatan seksi Perlengkapan Medik dan Non Medik;
2. Pelaksanaan program dan kegiatan seksi Perlengkapan Medik dan Non Medik;
3. Pembinaan, Pengkoordinasian, pengendaliaan, pengawasan program dan kegiatan seksi Perlengkapan Medik dan Non Medik.
4. Bidang Penunjang a. Kepala Bidang Penunjang
Kepala Bidang Penunjang, mempunyai Tugas Pokok : Merencanakan operasionalisasi, memberi tugas, memberi petunjuk, menyelia, mengatur, mengevaluasi dan melaporkan penyelenggaraan tugas bidang penunjang.
Dalam menyelenggarakan tugas Kepala Bidang Penunjang mempunyai tugas:
1. Penyelenggaraan program dan kegiatan logistik dan diagnostik;
2. Penyelenggaraan program dan kegiatan pelayanan sarana dan Prasarana;
3. Penyelenggaraan program dan kegiatan pengendalian instalasi.
4. Penyusunan program dan kegiatan seksi Logistik dan Diagnostik ; 5. Pelaksanaan program dan kegiatan seksi Logistik dan Diagnostik;
6. Pembinaan, Pengkoordinasian, pengendaliaan, pengawasan program dan kegiatan seksi Logistik dan Diagnostik..
7. Penyusunan program dan kegiatan seksi Sarana dan Prasarana;
8. Pelaksanaan program dan kegiatan seksi Sarana dan Prasarana;
9. Pembinaan, Pengkoordinasian, pengendaliaan, pengawasan program dan kegiatan seksi Sarana dan Prasarana.
10. Pelaksanaan program dan kegiatan seksi Pengendalian Instalasi;
11. Pembinaan, Pengkoordinasian, pengendaliaan, pengawasan program dan kegiatan seksi Pengendalian Instalasi
b. Kepala Seksi Logistik dan Diagnostik
Kepala Seksi Logistik dan Diagnostik , mempunyai Tugas Pokok : menyiapkan perumusan dan fasilitasi Perlengkapan Logistik dan Diagnostik di RSUD Massenrempulu.
Dalam menyelenggarakan tugas Kepala Seksi Logistik dan Diagnostik mempunyai tugas :
Penyusunan program dan kegiatan seksi Logistik dan Diagnostik ; 1. Pelaksanaan program dan kegiatan seksi Logistik dan Diagnostik;
2. Pembinaan, Pengkoordinasian, pengendaliaan, pengawasan program dan kegiatan seksi Logistik dan Diagnostik..
c. Kepala Seksi sarana dan Prasarana
Kepala seksi Sarana dan Prasarana, mempunyai Tugas Pokok : menyiapkan perumusan dan fasilitasiPerlengkapan sarana dan Prasarana di RSUD Massenrempulu.
Dalam menyelenggarakan tugas Kepala Seksi Sarana dan Prasarana mempunyai tugas :
1. Penyusunan program dan kegiatan seksi Sarana dan Prasarana;
2. Pelaksanaan program dan kegiatan seksi Sarana dan Prasarana;
3. Pembinaan, Pengkoordinasian, pengendaliaan, pengawasan program dan kegiatan seksi Sarana dan Prasarana.
d. Kepala Seksi Pengendalian Instalasi
Kepala seksi Pengendalian Instalasi, mempunyai Tugas Pokok : Mempersiapkan, memperbaiki, dan memelihara sarana dan prasarana Instalasi RSU Massenrempulu Enrekang.
Dalam menyelenggarakan tugas Kepala Seksi Pengendalian Instalasi 1. elaksanaan program dan kegiatan seksi Pengendalian Instalasi;
2. Pembinaan, Pengkoordinasian, pengendaliaan, pengawasan program dan kegiatan seksi Pengendalian Instalasi
3.3. 3. jenis Pelayanan
1Instalasi Gawat Darurat ( Pelayanan 24 Jam ) yang terdiri dari - Gawat Darurat Bedah
- Gawat Darurat Non Bedah
2Pelayanan Persalinan yang ditangani oleh bidan dan dokter ahli 3Pelayanan Rawat Jalan yang Terdiri dari :
- Poliklinik Umum
- Poliklinik Penyakit Dalam
- Poliklinik Obstetri dan Ginekologi ( Kandungan ) - Poliklinik Penyakit Bedah
- Poliklinik Penyakit Kulit dan Kelamin - Poliklinik Penyakit Mata
- Poliklinik Telinga Hidung dan Tenggorokan ( THT ) 4Pelayanan Rawat Inap 154 Tempat Tidur yang terdiri dari :
Perawatan Interna Utara ( VIP, Kelas I,II,III ) Perawatan Interna Selatan ( VIP, Kelas I,II,III ) Perawatan Bedah ( VIP, Kelas I,II,III )
Perawatan Anak ( VIP, Kelas I,II,III ) Perawatan Nifas ( VIP, Kelas I,II,III ) ICU ( Intensif Care Unit )
5Pelayanan Kamar Operasi yang terdiri dari Kamar Operasi Bedah
Kamar Operasi Obgin ( Kandungan ) Kamar Operasi Mata
Kamar Operasi THT
6Unit Transfusi Darah Rumah Sakit ( Pelayanan 24 Jam ) - Rekruitmen Donor
- Pelayanan Kebutuhan Transfusi Darah 7Pelayanan Farmasi yang terdiri dari
- Apotik Askes - Apotik Pelengkap
8Fisiotherapy ( Rehabilitasi Medik
4. Tata Cara Pelayanan Kesehatan Di RSUD Mansenrempulu 1PASIEN JAMKESMAS
- Membawa kartu kepesertaan jamkesmas - Membawa surat rujukan dari puskesmas - Mendaftar melalui loket pendaftaran
- Khusus untuk kasus gawat darurat bisa langsung ke IGD ( Instalasi Gawat Darurat ) membawa atau tanpa surat rujukan
- Kelas Perawatan = Kelas III 2PASIEN JAMKESDA
- Membawa kartu kepesertaan Jamkesda atau KTP/ Kartu Keluarga yang masih berlaku
- Membawa surat rujukan dari puskesmas - Mendaftar melalui loket pendaftaran
- Khusus untuk kasus gawat darurat bisa langsung ke IGD ( Instalasi Gawat Darurat ) membawa atau tanpa surat rujukan
- Kelas Perawatan = Kelas III
3PASIEN ASKES
- Membawa surat rujukan dari puskesmas - Mendaftar melalui loket pendaftaran
- Khusus untuk kasus gawat darurat bisa langsung ke IGD ( Instalasi Gawat Darurat ) membawa atau tanpa surat rujukan
- Kelas Perawatan = Gol I dan II = Kelas II - Kelas Perawatan = Gol III dan IV = Kelas I 4PASIEN UMUM
- Mendaftar melalui loket pendaftaran
- Khusus untuk kasus gawat darurat bisa langsung ke IGD ( Instalasi Gawat Darurat ) membawa atau tanpa surat rujukan
- Kelas Perawatan = sesuai kemampuan 5. Jenis Pelayanan Yang Gratis
- Pelayanan Gawat Darurat
- Pelayanan Rawat Jalan di semua Poliklinik - Pelayanan Rawat Inap Kelas III
- Pelayanan obat kecuali obat diluar DPHO ( Non Generik ) - Pelayanan Operasi sesuai Paket yang tertera di Juknis - Pelayanan Laboratorium
- Pelayanan Radiologi - Pelayanan Fisioterapi
- Pelayanan Persalinan / Nifas Kelas III
C. Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Maladministrasi Di Rumah Sakit Umum Daerah Mansenrempulu Kabupaten Enrekang
Berbagai factor yang menyebabkan lahirnya patologi atau penyakit administrasi atau maladministrasi yang sering kita temui dan di keluhkan oleh masyarakat dalam pelayanan administrasi khususnya. Dalam pelayanan penyelenggaraan administrasi baik dari instansi pemerintahan maupun rumah sakit mengkategorikan maladministrasi itu timbul dari lima hal yaitu:
Pertama maladministrasi itu timbul karena persepsi dan gaya manejerial
para birokrat, Kedua maladministrasi yang disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan para petugas pelaksana birokrasi, Ketiga maladministrasi yang timbul karena tindakan para birokrat yang melanggar norma hukum dan peraturan undang-undang, Keempat maladministrasi yang dan yang Kelima maladministrasi yang merupakan akibat dari situasi internal pada suatu instansi.
A. Keperilakuan
Dinegara manapun, para anggota birokrasi disebut sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Dengan predikat demikian mereka diharapkan dan dituntut menampilkan perilaku yang sesuai dengan peranannya selaku abdi negara. Keseluruhan perilaku para anggota birokrasi tercermin pada pelayanan kepada seluruh masyarakat. Perilaku merupakan sifat bawaan manusia dalam melakukan aktifitasnya.
Terkhusus pada pelayanan perilaku ini seringkali diperbincangkan dari kalangan birokrat karena perilaku dipandang penting dalam pelaksanaan
pelayanan. Namun perilaku birokrat sebagai pemberi pelayanan terkadang tidak sesuai dengan prosedur pelayanan, sehingga masyarakat sebegai penerima pelayanan terkadang tidak merasa puas atas pelayanan yang diberikan.
1 .Ketidaksiplinan
Salah satu faktor penyebab lahirnya patologi atau maladministrasi di Rumah Sakit Umum Daerah Mansenrempulu adalah perilaku pegawai, ini terlihat sebagian dari pegawai yang sering tidak tepat waktu dalam memberikan pelayanan di Rumah Sakit umum Daerah Mansenrempulu, hal tersebut di kemukakan oleh P.L bahwa:
“Adapun penyimpangan yang terjadi di rumah sakit ini, itu karena pegawai di rumah sakit ini tidak ada yang namanya sistem pergantian sehingga pegawai terbiasa akan kelalaian tehadap pekerjaannya dan tidak produktif, dan ketika sudah istirahat lama baru kembali melayani pasien”. (wawancara tanggal 17 mei 2015)
Berdasarkan pendapat di atas, menggambarkan bahwa penyebab lahirnya maladministrasi di Rumah Sakit Umum Daerah Mansenrempulu tidak lepas dari perilaku pegawai yang sering terlambat dalam melayani pasien, sehingga banyak pasien yang mengeluh karena terlambat dilayani.
Senada hal tersebut di atas salah satu keluarga pasien yang berinisial A.S yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Mansenrempulu menuturkan bahwa:
“Jika berbicara masalah kedisiplinan pegawai disini dalam melayani pasien menurut saya tidak memuaskan karena ketika saya ingin mengurus rujukan, susah sekali ditemukan pegawainya nah tidak ditau yang mana karena lain-lain yang layaniki”.
(wawancara tanggal 17 mei 2015)
Berdasarkan pernyataan di atas , penulis dapat menggambarkan bahwa kedisiplinan pegawai masih sangat rendah ini ditandai dengan ketidak puasannya pasien atau masyarakat terhadap pelayanan pegawai rumah sakit yang tidak produktif dan lalai akan tugasnya dan tidak jelasnya orang yang memberikan pelayanan.
Hal yang sama dikemukakan oleh oleh P.S selaku bagian dari loket rumah sakit mengatakan bahwa:
“Sebagian temen-teman pegawai disini ketika melakukan pelayanan seringkali teledor ini dikarenakan pegawai disini baru bergerak jika disuruh, ini terjadi karena saling mengharap sehingga sering lalai akan tugas-tugasnya kecuali dalam penerimaan surat atau yang membuat surat baik itu surat rujukan dan lain-lain, karena kalau masalah surat ada ji yang tangani khusus, tapi jika masalah pelayanan siapa yang ada itu yang melayani sehingga biasa terjadi keteledoran dan kinerja pegawai bisa dikatakan tidak produkif ”.
Hal yang sama yang diungkapkan oleh pegawai rumah sakit yang berinisial I.S sebagaimana pernyataan tersebut diungkapkan dalam hasil wawancara penulis bahwa:
“ Kedisiplinan disini memang susah di terapkan oleh pegawai, ini di sebabkan karena cara pelayanannya tidak beraturan,cara pelayanan tidak produktif karena siapa yang duluan sampai di rumah sakit itu yang melayani sehingga pegawai di rumah sakit ini saling mengharapkan karena tidak jelasnya kedudukan dalam memberikan pelayanan, masalah seperti ini sering terjadi di bagian loket sampai-sampai pernah terjadi adu mulut antara pegawai dan keluarga pasien”(wawancara tanggal 16 mei 2015)
Menyikapi dari pernyataan di atas penulis dapat menganalisis bahwa ketidak disiplinan pegawai rumah sakit memang sangat rendah sebagai bukti yaitu keterlambatan pegawai dalam memberikan pelayanan,
susahnya pegawai yang memberikan pelayanan di dapat, dan tidak jelasnya kedudukan pegawai dalam memberikan pelayanan. Ini di karenakan tidak adanya kesadaran dari pegawai dalam memberikan pelayanan. Keempat hasil wawancara tersebut terkait dengan pendapat siagian (1994:102) menyatakan bahwa mematuhi disiplin organisasi, merupakan salah satu persyaratan yang mutlak ditaati semua aparatur atau pegawai. Dengan itu pegawai harus menyadari tugas dalam memberikan pelayanan sesuai yang telah ditetapkan dalam rumah sakit. Kepatuhan kepada disiplin organisasi menyangkut berbagai segi seperti ketaatan kepada peraturan perundang-undangan, kehadiran tepat waktu di tempat tugas, kepatuhan kepada atasan, bekerja berdasarkan kultur organisasi yang disepakati bersama, menjunjung tinggi etos kerja.
2.Diskriminasi
Diskriminasi pegawai atau aparatur adalah abdi Negara dan abdi seluruh masyarakat. Makna peranan demikian antara lain ialah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, para pegawai harus bersikap adil, tidak di benarkan bertindak diskriminatif dalam pelayanan Di Rumah Sakit Umum Daerah Mansenrempulu. Jika terjadi perlakuan diskriminatif, dasarnya dapat beraneka ragam, misalnya pertimbangan primordialisme yaitu seperti kesukuan dan kedaerahan atau ras, satu almamater, status social pihak yang dilayani, dan berbagai pertimbangan subjektif lainnya.
Seperti yang di kemukakan oleh salah satu informan yang berinisial I.F menyatakan bahwa:
“Ada perlakuan khusus dari sebagian pegawai, karena seperti yang saya alami kemari-kemarin saya sudah lama menunggu di loket pendaftaran tetapi yang baru-baru datang langsung dilayani karena satu kampungnya, ini sungguh tidak adil bagi saya”.
(wawancara tanggal 24 mei 2015)
Berdasarkan penuturan salah satu keluarga pasien Rumah Sakit Umum Daerah Mansenrempulu diatas penulis menguraikan bahwa ada perlakuan khusus atau diskriminasi dari sebagian pegawai Di Rumah Sakit Umum Daerah Mansenrempulu yang merupakan salah satu bagian dari patologi atau maladministrasi Di Rumah Sakit Umum Daerah Mansenrempulu . Disini terlihat jelas bahwa sebagian pegawai memang melihat dari kedekatannya saja.
Senada hal tersebut salah satu keluarga pasien di rumah sakit mansenrempulu yang berinisial P.I juga mengungkapkan hal serupa.
Sebagaimana hasil wawancara penulis dengan beliau yang mengatakan bahwa;
“Pegawai disini tidak adil dalam memberikan pelayanan karena biasa kalau ada antrian misalnya ambil resep biasa ada pegawai kalau lihat pejabat-pejabat seperti kepala camat, ini dilayani baik dan biasa juga di kasi duluan nah kita yang orang biasa diam saja mauki bicara nah pak camat”.(Wawancara tanggal 1 juni 2015)
Sehubungan dengan hal tersebut salah satu pegawai rumah sakit yang berinisial H.H mengatakan bahwa:
“Sebagian pegawai disini dalam memberikan pelayanan yang lebih di utamakan yaitu keluarga,teman, jabatan seperti yang terjadi
“Sebagian pegawai disini dalam memberikan pelayanan yang lebih di utamakan yaitu keluarga,teman, jabatan seperti yang terjadi