TATA USAHA
3 Kepemimpinan dan Management Keperawatan 150
3.7 Pengadaan Bahan Pustaka
Tugas suatu perpustakaan perguruan tinggi adalah menyampaikan dan menyebarluaskan informasi kepada pengguna Agar tugas ini dapat dilaksanakan dengan baik maka oleh pihak perpustakaan haruslah didukung dengan tersedianya koleksi atau bahan pustaka yang lengkap dan tepat serta sesuai dengan pemakainya. Dengan demikian perpustakaan harus dilaksanakan pengadaan bahan pustaka.
Pengadaan bahan pustaka merupakan awal yang menentukan adanya suatu perpustakaan. Pengadaan koleksi perpustakaan biasanya dengan berbagai cara. Pada perpustakaan STIKes Santa Elisabeth, pengadaan koleksi yang ditempuh adalah melalui :
3.7.1 Pembelian
Pengadaan Buku melalui Pembelian dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu membeli langsung ke toko buku, dan penerbit maupun agen baik di dalam negeri atau luar negeri. Cara pembelian yang dipilih sangat bergantung pada berbagai hal, misalnya
Asmaria Br Perangin-Angin : Pengembangan Koleksi Bahan Pustaka Di Perpustakaan Stikes Santa Elisabeth Medan, 2009.
ketersediaan dan kesesuaian judul-judul subjek yang diperlukan, besarnya dana pembelian serta persyaratan yang menyertainya dan lain-lain. Dalam hal ini perpustakaan swasta, persyaratan pembelian dan penyediaan dana umumnya lebih lancar dibandingkan pada perpustakaan pemerintah.
Untuk negara berkembang seperti Indonesia, banyak dijumpai persoalan dalam hal pengadaan buku. Misalnya dalam hal pengadaan buku dari luar negeri mempunyai prosedur yang berbelit-belit, baik dalam pembayaran maupun pengiriman bukunya. Karena itu pustakawan yang menangani pengadaan buku ini harus memiliki pengetahuan yang luas mengenai bibliografi, bahasa, manajemen, penerbitan dan perdagangan buku.
Pengadaan bahan pustaka melalui pembelian adalah salah cara terbaik, apabila pihak perpustakaan mempunyai dana yang memadai. Melalui pembelian, terdapat kebebasan dalam menentukan pemilihan pustaka yang dikehendaki. Sebelum pembelian dilakukan, terlebih dahulu diadakan penelitian secara cermat, yaitu dengan memperhatikan dan meneliti kembali bahan pustaka yang ada di perpustakaan.
Pengadaan bahan pustaka dengan cara membeli lebih baik dari pada menerima bahan pustaka dari hadiah karena melalui pembelian pihak perpustakaan dapat langsung menentuka langsung bahan pustaka apa saja yang dibutuhkan, sedangkan hadiah umumnya tidak sasuai dengan kebutuhan pengguna.
Dalam menetukan bahan pustaka yang dipilih tanggung jawab berada pada pustakawan, karena pustakawan yang dianggap lebih banyak mengetahui tentang prinsip-prinsip pembelian bahan pustaka dan sumber informasi yang dibutuhkan oleh pengguna. Pemnelian bahan pustaka yang dilakukan oleh Perpustakaan STIKes Santa Elisabeth Medan adalah dua kali dalam setahun. Pembelian bahan pustaka di perpustakaan STIKes Santa Elisabeth Medan yaitu :
Langsung membeli bahan pustaka ketoko buku/penerbi
Melihat silabus mata kuliah
3.7.2 Sumbangan/hadiah
Selain melalui pembelian, proses pengadaan bahan [ustaka dapat dilaksanakan dengan cara menerima sumbangan /hadiah. Sumbangan/hadiah sering diterima tanpa diminta khususnya diperoleh dari mahasiswa yang sudah tamat yang diwajibkan paling sedikit
Asmaria Br Perangin-Angin : Pengembangan Koleksi Bahan Pustaka Di Perpustakaan Stikes Santa Elisabeth Medan, 2009.
menyumbangkan buku sebanyak 1 buah, dimana buku tersebut akan dijadikan sebagai bahan pustaka di perpustakaan STIKes Santa Elisabeth tersebut.
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penerimaan sumbangan/hadiah yaitu : 1) Bahan pustaka harus sesuai dengan pengguna yang dilayani
2) Tidak ada syarat yang mengikat
3) Bahan pustaka tersebut belum dimilki oleh perpustakaan 4) Bahan pustaka dalam keadaan tidak rusak
3.7.3 Tukar-Menukar
Dalam kegiatan ini kita sudah melihat bagaimana potensi pertukaran bahan pustaka,
dalam mengembangkan koleksi suatu perpustakaan. Kegiatan pertukaran mempunyai potensi yang cukup besar, mengingat dana pengadaan yang terbatas, dan adanya terbitan yang tidak dapat dibeli di toko buku, serta pertukaran merupakan kegiatan yang dapat mengembangkan kerja sama yang baik antarperpustakaan. Selain itu dengan melakukan pertukaran akan memberi kesempatan perpustakaan mengeluarkan bahan-bahan duplikat yang tidak dibutuhkan.
Sebelum melakukan kesepakatan tukar-menukar bahan pustaka dengan perpustakaan lain, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, yaitu apakah bahan pustaka yang ditawarkan oleh perpustakaan lain subjeknya sesuai dengan subjek yang dicakup oleh perpustakaan kita, serta perlu disiapkannya bahan pustaka yang akan digunakan sebagai penukarnya, karena pada umumnya perbandingan publikasi adalah 1:1 dengan tidak memandang berat, tebal/tipis publikasi, harga maupun bahasa.
Bahan penukar yang perlu disiapkan dapat berasal dari bahan duplikat yang berlebih, atau merupakan terbitan sendiri. Selain dari itu perlu diidentifikasi lebih dahulu, perpustakaan atau lembaga mana saja yang dapat melakukan kerja sama dalam pertukaran bahan pustaka.
Tukar-menukar adalah salah satu kegiatan bahan pustaka yang dilakukan antara perpustakaan. Pertukaran ini dilakukan karena perpustakaan mempunyai koleksi yang jumlah eksemplarnya berlebihan atau koleksi yang dimilki tedak sesuai dengan fungsi dan tujuan perpustakaan. Buku yang akan ditukarkan ini dapat ditawarkan kepada perpustakaan yang mau kerjasama. Kerjasama tukar-menukar ini dilaksanakan atas saling membutuhkan dan juga membina hubungan baik antara perpustakaan yang bersangkutan. Melalui kerja sama
Asmaria Br Perangin-Angin : Pengembangan Koleksi Bahan Pustaka Di Perpustakaan Stikes Santa Elisabeth Medan, 2009.
antar perpustakaan dalam kegiatan tukar-menukar diharapkan saling mengisi kekurangan mesing-masing baik berupa bahan pustaka atau sumber informasi.
Perpustakaan STIKes Santa Elisabeth Medan dalam pengadaan bahan pustaka melalui tukar-menukar belum dapat dilaksanakan, karena perpustakaan tersebut belum mengadakan hubungan kerjasama dengan perpustakaan lain dalam hal tukar-menukar bahan pustaka. Ini disebabkan karena koleksi yang ada diperpustakaan tersebut cocok untuk pengguna yang ada diperpustakaan STIKes Santa Elisabeth.
3.7.4 Penerbitan Sendiri
Penerbitan sendiri merupakan salah kegiatan dalam usaha pengadaan bahan pustaka.
Penerbitan sendiri adalah penerbitan yang dilakukan oleh suatu lembaga yang bersangkutan unit-unit lingkungannya. Perpustakaan STIKes Santa Elisabeth sudah melakukan penerbitan sendiri yaitu dari dosen STIKes Santa Elisabeth dalam pengadaan bahan pustaka untuk perpustakaan tersebut.
Asmaria Br Perangin-Angin : Pengembangan Koleksi Bahan Pustaka Di Perpustakaan Stikes Santa Elisabeth Medan, 2009. BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN