BAB IV PEMBAHASAN
4.4 Pengembangan Koleksi
4.4.4 Pengadaan Bahan pustaka
Pengadaan koleksi merupakan proses mencari dan mengadakan semua jenis materi perpustakaan setelah materi-materi tersebut diseleksi dan disetujui untuk dijadikan sebagai bahan koleksi perpustakaan. Pengadaan koleksi dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti pembelian, tukar-menukar, hadiah dan sumbangan.
Pembelian merupakan cara utama yang dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karo dalam pengadaan koleksi di perpustakaan.
Anggaran yang digunakan dalam proses pembelian diperoleh dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Kabupaten, dan pengadaannya dilakukan satu kali setahun.
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karo merupakan salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di lingkungan pemerintah Kabupaten Karo, maka pembelian bahan pustaka akan terikat dengan ketentuan yang terdapat di dalam Keputusan Pemerintah tentang Pengadaan Barang dan jasa yang berlaku. Pengadaan bahan pustaka diadakan setahun sekali. Hal ini karena Anggaran pengadaan bahan pustaka bersumber dari APBD Kabupaten Karo yang hanya dicairkan setahun sekali. Untuk tahun 2016 Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karo mengalokasikan dana sebesar Rp.155.350.500,00 Untuk belanja modal pengadaan buku. Jumlah anggaran yang tersedia anggaran yang diterima oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karo tahun 2016 yaitu sebesar Rp 2.153.857.528. Jumlah anggaran untuk pengadaaan buku tiap tahunnya tidaklah sama. Ini dikarenakan anggaran APBD Kabupaten Karo yang diberikan kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karo juga tidak sama tiap tahunnya.
Dalam proses pengadaannya perpustakaan melakukan pembelian bahan pustaka melalui rekanan. Perpustakaan menentukan jumlah eksemplar yang akan dibeli oleh pihak rekanan. Hal ini sesuai dengan kutipan yang didapatkan dari informan, sebagai berikut:
I1: “Kalau disini, koleki perpustakaan didapat dari pembelian dan sumbangan dari BPAD Sumatera Utara, pembelian dilakukan melalui rekanan yang mengajukan penawaran dan pengadaan dilakukan setahun sekali.”
I2: “Proses pengadaan pada setahun sekali. Untuk tahun 2016 Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karo mengalokasikan dana sebesar Rp.155.350.500,00 Untuk belanja modal pengadaan buku. Jumlah anggaran yang tersedia anggaran yang diterima oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karo tahun 2016 yaitu sebesar Rp 2.153.857.528. Jumlah anggaran untuk pengadaaan buku tiap tahunnya tidaklah sama. Ini dikarenakan anggaran APBD Kabupaten Karo yang diberikan kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karo juga tidak sama tiap tahunnya. dilaksanakan dengan cara penunjukan langsung yang dilaksanakan oleh pejabat pengadaan barang yang telah memiliki sertifikasi barang dan jasa, dan buku-buku dipesan melalui rekanan yang telah mengajukan penawaran, dalam menentukan jumlah eksemplar ditentukan oleh pihak Kantor perpustakaan berdasarkan anggaran yang telah tersedia. Jumlah ekselemplarnya selalu beragam karena berbasis pada kebutuhan pengguna serta jumlah anggran yang dianggarkan, paling banyak mengadakan 7 eksemplar ada juga yang 10 eksemplar per 1 (satu) judul.
I3: “Pengadaannya melalui rekanan, mereka nanti ada memberikan katalog buku, nanti pihak kita yang memilih buku.”
Dari hasil wawancara diketahui bahwa koleksi . Pembelian bahan pustaka dilakukan dengan penunjukan rekanan oleh pihak perpustakaan. Pengadaan bahan pustaka dilakukan setahun sekali. Dalam hal kegiatan pembelian bahan pustaka, perpustakaan menunjuk rekanan untuk membeli bahan pustaka yang akan diadakan.bersumber dari pembelian dan sumbangan dari BPAD Provinsi Sumatera utara. Pembelian bahan pustaka dilakukan dengan penunjukan rekanan oleh pihak perpustakaan. Pengadaan bahan pustaka dilakukan setahun sekali. Dalam hal kegiatan pembelian bahan pustaka, perpustakaan menunjuk rekanan untuk membeli bahan pustaka yang akan diadakan.
4.4.5 Penyiangan Koleksi Perpustakaan
Penyiangan juga termasuk dalam proses pengembangan koleksi.
Penyiangan merupakan proses mengeluarkan koleksi dari jajaran koleksi (rak) perpustakaan dan menilainya kembali apakah masih sesuai dengan kebutuhan pengguna perpustakaan. Berikut adalah hasil wawancara pada informan mengenai
penyiangan koleksi perpustakaan:
I1: ”Penyiangan, kalau disini ada pengalihan koleksi ke perpustakaan kecamatan dan desa”.
I2: ”Penyiangan? Ya, Perpustakaan melakukan proses penyiangan. Jadi buku yang telah lama, atau kurang bermanfaat atau telah rusak kita adakan penarikan untuk diganti dengan buku-buku yang baru.”
I3: ”Kalau proses penyiangan seperti itu, kita penyianganya dialihkan ke perpustakaan kecamatan dengan cara pinjam pakai yang nantinya antara perpustakaan kecamatan satu dengan yang lainnya akan saling tukar menukar, kemudian dari koleksi yang diberikan kepada perpustakaan kecamatan tadi bisa juga dialihkan ke perpustakaan desa.
Berdasarkan hasil wawancara dengan informan, dijelaskan bahwa Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karo sudah melakukan kegiatan penyiangan. Proses penyiangan dilakukan oleh staf bagian Akuisisi dan Pengelolaan Kepustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karo.
Dalam melakukan proses penyiangan diperlukan juga kriteria-kriteria tertentu yang akan menentukan suatu koleksi itu perlu dilakukan penyianagn atau tidak.
Kriteria tersebut adalah koleksi yang sudah cukup lama, yang jarang digunakan ataupu koleksi yang sudah rusak.
Walaupun dikatakan bahwa Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karo telah melakukan penyiangan, setelah penulis melakukan observasi ke ruangan koleksi, ternyata masih ada koleksi yang jumlah eksemplarnya banyak tetapi pemanfaatannya sangat kurang.
Dari informasi yang didapatkan dari pengguna, kemudian penulis melakukan konfirmasi langsung kepada pihak perpustakaan, dapat diketahui bahwa pada saat melakukaan kegiatan penyiangan, tidak terlalu memperhatikan kriteria koleksi yang bagaimana yang harus dilakukan penyiangan. Hal ini juga bisa diakibatkan karena perpustakaan masih belum menggunakan katalog online sehingga dalam mencari record koleksi yang tersedia diruang koleksi kurang efektif.
4.4.6 Evaluasi Koleksi Perpustakaan
Perpustakaan perlu melakukan evaluasi koleksi secara periodik untuk memastikan bahwa koleksi yang dimiliki sudah memenuhi kebutuhan informasi penggunanya dan mengetahui pemanfaatan koleksi yang disediakan oleh perpustakaan.
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karo juga melakukan evaluasi koleksi yaitu dengan memperhatikan saran dari pengguna tentang buku-buku yang dibutuhkan untuk diadakan oleh perpustakaan dan tidak dilihat dari buku-buku yang sering digunakan atau dipinjam oleh pengguna. Hal ini sesuai dengan kutipan dari informan Risnawati Br Tarigan, SE, M.M (I3)
“Evaluasi, dilakukan dengan melihat dan mencari tahu buku-buku yang disarankan oleh mereka (pengguna), saran itu dibuat pada bagian pelayanan sirkulasi, kemudian pada saat pengadaan nanti ditanyakan pada bagian pelayanan sirkulasi tentang apa saja buku-buku yang disarankan oleh pengguna yang sudah ditulis kemarin.”
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karo selama ini membuat laporan peminjaman koleksinya. Namun, hasil laporan tersebut tidak bisa disamakan dengan evaluasi koleksi. Hal ini karena laporan tersebut tidak dikaji lebih mendalam untuk melihat kebutuhan pemakai serta kekuatan dan kelemahan dari koleksi yang dimiliki. Walaupun tidak bisa disebut evaluasi koleksi yang sebenarnya, laporan ini menunjukkan bahwa Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karo telah melakukan evaluasi yang berfokus pada pengguna secara sederhana. Cara ini digunakan dengan memperhatikan statistik sirkulasi sehingga akan diketahui koleksi yang sering digunakan oleh pengguna dan seberapa banyak peminjaman bahan pustaka tersebut.
Tabel 4.3 Rangkuman Hasil Penelitian
No Kategori Hasil Penelitian
1 Kebutuhan Informasi Pengguna Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pengguna kabupaten Karo adalah mayoritas dari
Perpustakaan kalangan pelajar, sehingga informasi yang yang sering dicari atau dibutuhkan oleh pengguna buku-buku pelajaran. Namun mengingat bahwa jenis perpustakaan tersebut adalah perpustkaan umum, maka koleksi yang disediakan tidaklah hanya mengacu pada kebutuhan kalangan pelajar.
2 Analisis Pengguna Dalam menganalisis Kependudukan Kabupaten Perpustakaan Karo yang akan menjadi pengguna
perpustakaan, maka Perpustakaan melakukan kerjasama dengan instansi terkait yaitu BPS (Biro Pusat Statistik) sehingga perpustakaan dapat mengenali kependudukan dari segi matapencarian, pendidikan.
3 Kriteria Pemilihan Kriteria yang diperhatikan perpustakan Kabupaten Bahan Pustaka Karo dalam memilih bahan pustaka adalah
buku-buku diperhatikan dari segi isi, judul, penerbit dan bahasa.
4 Selektor (orang yang Pihak yang melakukan seleksi bahan pustaka di Dinas Melakukan
Seleksi bahan pustaka
Kearsipan dan Perpustakaan Karo adalah Kepala Dinas,Kasi Pelayanan, Kepala Seksi Akuisisi dan Pengelolaan Kepustakaan Perpustakaan, Arsip
dan Dokumentasi dan Kasubbag Tata Usaha
5 Alat Bantu Seleksi Alat bantu yang digunakan untuk seleksi bahan Bahan Pustaka pustaka pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan
Kabupaten Karo adalah katalog penerbit, pengguna juga menggunakan saran dari pengguna sebagai referensi untuk pemilihan bahan pustaka
NO Kategori Hasil penelitian
6 Proses Pengadaan Koleksi buku yang ada pada Dinas Kearsipan dan Bahan Pustaka Perpustakaan Kabupaten Karo
bersumber dari pembelian dan sumbangan dari BPAD Provinsi Sumatera Utara. Proses pembelian dilakukan melalui Penghunjukan rekanan yang mengajukan penawaran dan pengadaan dilakukan setahun sekali.
Jumlah eksemplar buku yang dibeli oleh Perpustakaan Umum Kabupaten Karo setiap tahunnya
berbeda.
7 Penyiangan Koleksi Proses penyiangan yang dilakukan Dinas Perpustakaan Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karo
adalah dengan cara pengalihan
koleksi ke perpustakaan kecamatan dan desa.
8 Evaluasi Koleksi Kegiatan evaluasi pada Perpustakaan Umum Kabupaten Perpustakaan Karo adalah dengan memperhatikan saran dari
pengguna tentang koleksi yang mereka cari,
perpustakaan mengkaji koleksi yang sering dibutuhkan pengguna adalah dari saran tersebut.
9 Anggaran Sumber anggaran pada Kantor Perpustakaan Perpustakaan Kabupaten Karo adalalah dari APBD
(Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) dan bantuan- bantuan dari pihak lain yang sifatnya tidak mengikat.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Setelah penulis menjabarkan analisis dan pembahasan sesuai dengan pembahasan pelitian, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Pengguna Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karo mayoritas dari kalangan pelajar. Dalam menganalisis pengguna perpustakaan, maka Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karo melakukan kerjasama dengan dinas terkait yaitu BPS (Biro Pusat Statistik) dan memperhatikan siapa pengguna aktif diperpustakaan.
2. Proses pembuatan kebijakan seleksi di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karo mempertimbangkan kriteria-kriteria mengenai koleksi yang akan dilayankan kepada pengguna. Kriteria tersebut mengacu pada kebutuhan iformasi yang dicari ataupun dibutuhkan oleh pengguna perpustakaan.
3. Dalam seleksi bahan pustaka Pihak yang melakukan seleksi bahan pustaka di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Karo adalah Kepala Dinas, Kasi Pelayanan, Kasi Plt.Kepala Seksi Akuisisi dan Pengelolaan Kepustakaan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi dan Kasubbag Tata Usaha.
4. Pengadaan koleksi buku yang ada pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karo bersumber dari pembelian dan sumbangan dari BPAD Provinsi Sumatera Utara. Proses pembelian dilakukan melalui Penghunjukan rekanan yang mengajukan penawaran dan pengadaan
dilakukan setahun sekali. Jumlah eksemplar buku yang dibeli oleh Perpustakaan Umum Kabupaten Karo setiap tahunnya berbeda.
5. Penyiangan dilakukan dengan cara pengalihan bahan pustaka pada kantor perpustakaan kecamatan dan desa dengan cara pinjam pakai. Namun dalam melakukan penyiangan koleksi tidak terlalu memperhatikan kriteria koleksi yang bagaimana yang perlu dilakukan penyiangan atau tidak
6. Evaluasi koleksi perpustakaan hanya dikaji dari segi saran yang diberikan oleh pengguna perpustakaan, laporan peminjaman yang ada pada layanan sirkulasi tidak dikaji secara mendalam untuk mengetahui koleksi yang mana yang diminati atau diperlukan pengguna perpustakaan.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang diuraikan, maka penulis memberikan saran sebagai berikut:
1. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karo perlu melakukan banyak kerjasama dengan instansi lain selain BPS (Badan Pusat Statistik), seperti kerjasama dengan tokoh-tokoh masyarakat dan agama, dengan dinas pendidikan, dinas pariwisata, kesehatan dan lain-lain.untuk menambah informasi yang diperlukan untuk menganalisis pengguna perpustakaan sehingga perpustakaan dapat mengetahui jenis kebutuhan penggunanya.
2. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karo perlu menggunakan katalog online, sehingga perpustakaan dapat mengetahui tentang koleksi yang tersedia di perpustakaan, dan pengguna juga dapat lebih mudah dalam mencari koleksi yang mereka butuhkan.
3. Pada proses kegiatan pengadaan dengan cara pembelian yang dilakukan oleh rekanan perlu dilakukan koordinasi tentang buku apa yang telah dimiliki dan tidak dimiliki oleh perpustakaan dan disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
4. Dalam proses penyiangan dan evaluasi koleksi perlu dikaji kriteria koleksi yang akan dilakukan penyiangan, serta evaluasi koleksi perlu memperhatikan buku yang banyak digunakan dan dipinjam oleh pengguna, sehingga perlu membuat grafik peminjaman buku yang ada pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karo.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:
Rineka Cipta.
Darmono. 2001. Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah. Jakarta:
Grasindo.
Departemen pendidikan Nasional RI. 2004. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Perguruan Tinggi. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Depdiknas.
Disher, Wayne. 2007. Crash course in collection development. Westport:
Libraries Unlimited.
Evans, G. Edward. 2000. Developing Library and Information Center Colections.
Fourth Edition. Colorado: Library Unlimited.
Evans, G. Edward dan Margaret Zarnosky Saponaro. 2005. Developing Library and Information Center Colections (5th Ed).Westport: Libraries Unlimited.
Hartono. 2000. Pengenalan Komputer: Dasar Ilmu Komputer, Pemrograman, Sistem Informasi dan intelegensi Buatan. Yogyakarta: Andi.
Hasugian, Jonner. 2009. Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Medan:
USU Press.
Hermawan, Rachman dan Zulfikar Zen. 2006. Etika Kepustakawanan: Suatu Pendekatan Terhadap Profesi dan Kode Etik Pustakawan Indonesia.
Jakarta: Sagung Seto.
IFLA (International Federation Library Association). 2001. Guidelines for a Collection Development Policy Using the Conspectus Model.
http://www.ifla.org/files/acquisition-collection-development/
publications/gcdp-en.pdf (diakses tanggal 20/11/2013)
Ishak. 2006. Kebutuhan Informasi Mahasiswa Progam Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) FK-UI dalam Memenuhi Tugas Journal Reading. Jurnal Studi Perpustakaan dan Informasi, Vol.2, No.2, Desember 2006.
Jhonson, Peggy. 2009. Fundamentals of Collection Development and Management. 2nd ed. Chicago: America Library Association.
Margono. 2004. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Moleong, Lexy. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya
---. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Remaja Rosdakarya.
Perpustakaan Nasional RI. 2000. Pedoman Umum Penyelenggaraan Perpustakaan Umum. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI.
http://www.pnri.go.id/List/list%20Pedoman/Attachmens/24/Pedoman%20 Umum%20Penyelenggaraan%20Perpustakaan%20Umum.pdf (diakses tanggal 07/11/2013)
Putubuku. 2008. Informasi:di butuhkan, diperlukan, diinginkan.
http://www.iperpin.wordpress.com/2008/10/11/informasi-dibutuhkan- iinginkan-diperlukan/ (diakses tanggal 27/11/2013)
Perpustakaan Nasional RI. 2002. Pedoman Teknis Pengembangan Koleksi Layanan. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI.
Qalyubi, Shihabuddin et.al. 2003. Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Yogyakarta: JIP IAIN SKJ.
Saepudin, Encang. 2009. Kebijakan Seleksi Guna Mendukung Kegiatan Pengembangankoleksi.http://encangsaepudin.wordpress.com/2009/04/24/
kebijakan-seleksi-guna-mendukung-kegiatan-pengembangan-koleksi/
(diakses tanggal 07/02/2014).
Siregar, A Ridwan. 2011. Perencanaan Lokasi Perpustakaan Umum Spasial di Wilayah Perkotaan. Medan: USU Press.
Siregar, Belling. 1997. Pembinaan koleksi. Medan: Badan Pelatihan Tenaga Teknis Perpustakaan Proyek Pembinaan Perpustakaan Sumatera Utara T.A. 1997/1998
Sjahrial-Pamuntjak. 2000. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan. Jakarta:
Djambatan.
Standar Nasional Indonesia 7495. 2009. Perpustakaan Umum kabupaten/Kota.
Jakarta: Kanisius.
Sugiyono. 2006. Metodologi Penelitian Bisnis. Cet 9. Bandung: Alfabeta
---. 2009. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Cet 7. Bandung: Alfabeta.
Sulistyo-Basuki. 1993. Pengantar ilmu perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum.
Sutarno, NS. 2003. Manajemen Perpustakaan: Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta:
Sagung
Sutarno, NS. 2006. Perpustakaan dan Masyarakat. Jakarta: Sagung Seto.
Suwanto, Sri Ati. 2000. Temu kembali informasi dari sudut pandang pendekatan berorientasi pemakai. Kajian Sastra No.3, Th. XXIV / 2000: 382 – 391.
Wilkinson, Francesc and C. Linda K. lewis. 2003. The Complete Guide to Acquisition Management. Westport: Libraries unlimited.
Wilson, T.D. 1981. On user studies and information needs. Journal of Librarianship,37(1),3-15
http://informationr.net/tdw/publ/papers/1981infoneeds.html(diakses tanggal 07/02/2014)
Yusuf, pawit M. 1995. Pedoman Praktis Mencari Informasi. Bandung: Remaja Rosda Karya
Lampiraan 1 : Pedoman Wawacara
Informan I : kepala Dinas kearsipan dan Perpustakaan kabupaten karo Kode : I1
Pertanyaan :
NO PERTANYAAN WAWANCARA
1 Apakah ada Pedoman secara tertulis yang diberlakukan dalam proses
pengembangan koleksi di Dinas kearsipan dan Perpustakaan kabupaten karo ? 2 Apakah perpustakaan ini ada menggunaka panduan dalam melakukan
pengembangan koleksinya gak buk? Seperti buku panduan dari Perpusnas?
3 Apa saja kegiatan yang dilakukan pegawai yang ada di Dinas kearsipan dan Perpustakaan kabupaten karo dalam proses pengembangan koleksi ?
4 Siapakah yang terlibat dalam melakukan kegiatan seleksi bahan pustaka ? 5 Siapa yang mengambil keputusan terakhir dalam pemilihan koleksi bahan
pustaka?
6 Bagaimana kebijakan Ibu terhadap kegiatan pengembangan koleksi di Dinas kearsipan dan Perpustakaan kabupaten karo ?
7 Hal apa yang Ibu lakukan dalam proses menambah koleksi bahan pustaa yang ada di Dinas kearsipan dan Perpustakaan kabupaten karo?
Lampiraan 2 : Pedoman Wawacara
Informan 2 : Staf Bagian Pengembangan Koleksi Kode : I2
Pertanyaan :
NO PERTANYAAN WAWANCARA
1 Bagaimana cara Perpustakaan melakukan analisis pengguna ?
2 Bagaimana proses yang dilakukan dalam kegiatan seleksi bahan pustaka ? 3 Alat bantu apa sajakah yang digunakan dalam kegiatan seleksi bahan
pustaka ?
4 Apakah perpustakaan pernah melakukan penyiangan koleksi bahan pustaka, jika pernah bagaimana proses penyiangan koleksi bahan pustaka?
5 Buku apa saja yang perlu disiangi?
6 Bagaimana proses terkait dengan evaluasi pengembangan koleksi ?
7 Kendala apa sajakah yang sering dihadapi Perpustakaan dalam melakukan kegiatan Pengembangan koleksi ?
Lampiraan 3 : Pedoman Wawacara
Informan 3 : Staf Bagian Pengadaan Koleksi Kode : I3
Pertanyaan :
NO PERTANYAAN WAWANCARA
1 Metode apa sajakah yang dipakai dalam proses pengadaan koleksi ? 2 Apakah kegiatan pengadaan koleksi dilakukan secara berkala atau sesuai
dengan kebutuhan ? Mengapa ?
3 Proses pengadaan buku dipesan melalui siapa ? perpustakaan yang membeli langsung atau dipesaan melalui rekanan?
4 Kriteria apa sajakah yang diperhatikan dalam memilih bahan pustaka? seperti bahasanya, judulnya, penerbitnya apakah itu dipertimbangkan ?
5 Bagaimana proses kegiatan pengadaan bahan pustaka di perpustakaan?
6 Berapa eksemplar yang diadakan untuk setiap judul buku ? dan berapa judul buku yang diadakan setiap tahunnya ?
Lampiraan 4 : Transkrip Wawacara 1
TRANSKRIP WAWANCARA
Wawancara ini dilakukan pada tanggal , 20 November 2019 di ruangan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karo . Berikut adalah hasil wawancara penulis disimbolkan dengan B dan Informan pertama disimbolkan dengan I1,
B : Siang pak I1 : Siang.
B : Maaf sebelumnya kalau saya mengganggu pak.
I1 : Ohh, enggak kok
B : ini pak saya lagi menyusun skripsi, dan penelitian di perpustakaan ini I1 : Ohh, gitu.
B : Ini pak saya mau menanyakan tentang pengembangan koleksi
perpustakaan disi, di perpustakaan ini Apakah ada Pedoman secara tertulis yang diberlakukan dalam proses pengembangan koleksi di Dinas kearsipan dan Perpustakaan kabupaten karo ?
I1 : Kalau secara tertulis tidak ada
B : Kemudian apakah perpustakaan ini ada menggunaka panduan dalam melakukan pengembangan koleksinya gak pak? Seperti buku panduan dari Perpusnas
I1 : Belum digunanakan buku panduan dari perpusnas, karena buku pedoman perpustakaan yang diberikan kepada perpustakaan ini.
B : Apa saja kegiatan yang dilakukan pegawai yang ada di Dinas kearsipan dan Perpustakaan kabupaten karo dalam proses pengembangan koleksi pak?
I1 : Kalau disini pegawai perpustakaan memperhatikan koleksi apa saja yang paling sering digunakan dan dibutuhkan oleh pengguna sehingga dapat mengadakan bahan pustaka sesuai dengan kebutuhan pengguna di kabupaten karo
B : Itu dilihat dari segi mananya diketahui pak, apakah pengguna dilihat dari segi matapencarian, pekerjaan, pendidikan
I1 : iyaa... iyaaa (menganggukkan kepala)
B : Apakah dalam pembentukan tim seleksi bahan pustaka ada dibuat gak pak, siapa saja yang melakukan seleksi koleksi disini?
I1 : iyah, kalau disini itu.. tim seleksi dikantor perpustakaan ada kepala kantor, kasi pelayanan, kasi bagian pengembangan, kemudian kasubbag tata usaha.
B : Bagaimana kebijakan Bapak terhadap kegiatan pengembangan koleksi di Dinas kearsipan dan Perpustakaan kabupaten karo
I1 : kebijakan saya dalam kegiatan pengembangan koleksi disini adalah tetap memantau pegawai perpustakaan agar selalu memperhatikan apa saja yang menjadi kebutuhan pengguna sehingga proses pengembangan koleksi dapat sesuai dengan kebutuhan pengguna karena masih banyak koleksi yang tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna.
B : Hal apa yang Bapak lakukan dalam proses menambah koleksi bahan pustaa yang ada di Dinas kearsipan dan Perpustakaan kabupaten karo ?
I1 : yang saya lakukan adalah pembelian bahan pustaka itu dilakukan melalui rekanan yang mengajukan penawaran dan pengadaan dilakukan setahun sekali B :ooohh, setahun sekali dibuat yah pak
I1 : iya
B : Kemudian siapa yang menetukan jumlah judul atau eksemplar buku yang diadakan atau yang akan dibeli pak?
I1 : Itu yang menentukan dari perpustakaan kita (kembali menulis) B : Apakah pengadaan buku ada ketentuan jumlah eksemplarnya? setiap
tahunnya sama gak ketentuan jumlah eksemplar yang dibeli?
I1 : Setiap tahun jumlah eksemplar dan judulnya tidak sama. Itu sesuai dengan anggaran yang ditetapkan
B : Baik pak, terimakasih buat waktunya ya buk. Selamat siang pak I1 : iya sama-sama
Lampiraan 5 : Transkrip Wawancara 2
Wawancara ini dilakukan pada tanggal 18 November 2019 di Ruangan Pengembangan koleksi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karo . Berikut ini adalah hasil wawancara penulis disimbolkan dengan B dan Informan disimbolkan dengan I2:
B : Selamat pagi Buk?
I2 : iya pagi, ada apa Samuel?
B : Lagi sibuk ya Pak?
I2 : Gak terlalu, apa itu ?
B : Ini buk saya sedang menyusun skripsi, jadi saya penelitian perpustakaan ini buk, penelitian saya tentang pengembangan koleksi perpustakaan disini.
I2 : iya, iya, terus?
B : Saya mau wawancara sama Ibuk I2 : Mau apa kamu wawancarai? Direkam?
B : Iya direkam buk, mau nanya tentang pengembangan koleksi kita disini buk
I2 : oohh
B : iyah buk, yang saya mau tanyakan Bagaimana cara Perpustakaan melakukan analisis pengguna ?
I2 : Kalau disini perpustakaan melakukan kerjasama dengan instansi terkait misalnya BPS jadi kita tahu kependudukan di kabupaten karo.
B : Itu dilihat dari segi mananya diketahui buk, apakah pengguna dilihat dari segi matapencarian, pekerjaan, pendidikan
I2 : Iya
B : Ohh gitu yah buk, kemudian buk, format yang dibuat dalam memilih bahan pustaka bagaimana buk? Apa saja kriteria buku-buku yang dipilih untuk koleksi perpustakaan buk?
I2 : Buku-buku itu diperhatikan dari segi, isinya, judulnya, penerbitnya juga.
I2 : Buku-buku itu diperhatikan dari segi, isinya, judulnya, penerbitnya juga.