V. HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Kegiatan Pengusahaan
5.1.1 Pengadaan bibit
Baserah Central Nursery (BCN) memiliki luas total areal seluas 16 Ha
dengan luas areal persemaian 12 Ha. Baserah Central Nursery (BCN) mengembangkan jenis tanaman Acacia mangium sebagai tanaman utama. Produksi kotor per tahun (gross production) 77.384.285 batang bibit. Baserah
Central Nursery (BCN) memiliki areal pembibitan terluas dengan tingkat
produksi terbesar di HTI PT RAPP. Hal ini disebabkan karena fungsi BCN sebagai pemasok bibit Acacia mangium bagi Sektor lain yang menggunakan
Acacia mangium sebagai jenis tanaman utamanya. Kebutuhan bibit untuk Sektor
Baserah 1466 batang bibit/Ha.
Bibit yang dikembangkan di BCN menggunakan cara vegetatif stek pucuk (cutting) dan jarang sekali menggunakan cara generatif (seedling). Hal ini disebabkan bibit yang dihasilkan dengan cara vegetatif lebih baik dibanding dengan cara generatif. Bibit vegetatif (cutting) yang dihasilkan memiliki sifat yang sama dengan sifat tanaman induknya. Bibit vegetatif (cutting) berasal dari tanaman induk (mother plant) unggulan yang telah diteliti di Depertemen Penelitian dan Pengembangan PT RAPP. Tunas merupakan bagian dari tanaman induk (mother plant) yang dikembangkan dalam proses pembibitan dengan cara vegetatif stek pucuk (cutting). Baserah Central Nursery (BCN) memiliki 4 (empat) Departemen, yaitu: Rumah tanaman induk (Mother plant house),Rumah produksi (production house), Areal perakaran (rooting area), dan areal terbuka (open area).
Kegiatan yang terdapat di rumah tanaman induk (Mother plant house) adalah pengairan dan pemupukan secara bersamaan (Drip Fertigation System). Kegiatan lainnya adalah pemotongan pucuk untuk menghasilkan tunas. Batang yang telah mencapai tinggi 10-15 cm akan dikirim ke rumah produksi (production
ini. Media tanam yang digunakan di rumah tanaman induk (Mother plant house) adalah campuran pasir (80%) dan cocopeat (20%). Pupuk yang utama digunakan di area ini adalah osmocote. Pada area ini, sering terdapat hama seperti: whitefly (menyerang pucuk), Helopeltis (menghisap pucuk), dan juga terdapat ulat grayak (spodoptera) serta tungau.
Kegiatan yang terdapat di rumah produksi meliputi sterilisasi media, pemasukan tunas ke dalam tabung, dan pemupukan dimana pupuk langsung dicampur dengan media. Sterilisasi tray dan tabung dengan cara diuapkan (steam). Berbeda dengan yang di rumah tanaman induk, media yang dipakai di rumah produksi seluruhnya (100%) adalah cocopeat. Pupuk yang dipakai di rumah produksi adalah Osmocote, Agroblen, dan Kaliphos. Kemudian bibit akan dipindahkan ke areal perakaran dengan tujuan agar tanaman dapat berakar dan dapat berkembang dengan baik.
Kegiatan yang dilakukan terdapat di areal perakaran adalah sterilisasi agripal, pengkabutan (misting), membuang tunas yang gagal atau mati, penyiraman tanaman, dan pengambilan dan pemberantasan gulma. Setelah dari Areal perakaran (rooting area) bibit akan dipindah ke areal terbuka. Kegiatan yang dilakukan di areal terbuka adalah kegiatan penjarangan (spacing), pemupukan, penyiraman bibit berdasarkan kebutuhan, sensus dan pembuangan tanaman (culling), dan seleksi tanaman yang memenuhi standar yang ditetapkan. Bibit-bibit yang telah memenuhi persyaratan akan dikirimkan ke areal penanaman. Tabel prestasi kerja untuk seluruh kegiatan pengadaan bibit secara
cutting dapat dilihat pada Tabel 6.
Dari Tabel 6, dapat dilihat target produksi sebesar 77.384.285 batang bibit memerlukan prestasi kerja rata-rata sebesar 96.564 HOK/Tahun. Sehingga untuk memenuhi permintaan bibit dari Depatemen Penanaman Sektor Baserah sebesar 1466 bibit/Ha, diperlukan prestasi kerja rata-rata sebesar 1,83 HOK/Ha.
Tabel 6 Prestasi Kerja Kegiatan Pengadaan Bibit Secara Cutting
Kegiatan HTI Kebutuhan
(HOK)/Tahun
Rumah tanaman induk (Mother plant house)
Pemanenan tanaman induk 6.552,00
Perbaikan pemotongan dan penyiangan 3.432,00
Pemindahan material dari Rumah tanaman induk ke
Rumah produksi 312,00
Pemindahan material dari Rumah tanaman induk ke
trolley 1.560,00
Penyulaman (Blanking) 1.872,00
Pengontrolan terhadap hama dan penyakit 1.248,00
Subtotal 14.976,00
Rumah produksi (Production house)
Pembersihan tabung dan tray 936,00
Pencucian tabung dan tray 1.248,00
Operator mesin produksi 312,00
Persiapan media dan pengisian tabung 1.560,00
Persiapan stek pucuk 12.792,00
Penanaman stek pucuk 6.552,00
Menghitung produksi dan pemberian label 936,00
Penerimaan tabung dan trays dari Departemen
penanaman 624,00
Subtotal 24.960,00
Pengangkutan dan pemuatan
Pemindahan trays ke areal perakaran (rooting area) 312,00
Pemuatan tray sebelum dipindahkan ke areal perakaran 1.248,00
Pengaturan penempatan tray di areal perakaran 2.184,00
Subtotal 3.744,00
Areal perakaran (Rooting area)
Sterilisasi setelah tanaman dikeluarkan ke areal terbuka 624,00 Pemindahan tray ke dalam trolley
Pengontrolan terhadap hama dan penyakit
1.560,00 9.366.940,00
Penyiangan 6.246.940,00
Areal terbuka (Open area)
Operator boom untuk irigasi dan pemupukan 1.560,00
Penyiraman manual 936,00
Penyusunan tray ke dalam rak 3.120,00
Sumber: Data primer (diolah) 5.1.2 Penanaman
Target luas areal yang akan ditanam pada tahun 2009 di Sektor Baserah
adalah 1.570 Ha. Penanaman tahun 2009 merupakan bekas tebangan tahun 2008 dan sisa areal yang belum ditanam tahun 2008. Sebelum dilakukannya kegiatan penanaman oleh Departemen Penanaman (Plantation Department), Departemen Perencanaan terlebih dahulu melakukan penilaian terhadap kinerja Departemen Pemanenen. Penilaian ini disebut juga HQA (Harvesting Quality Assessment) yakni untuk menentukan layak atau tidaknya suatu areal ditanam. Syarat kelulusan HQA tercapai apabila areal sudah bersih, tidak ada kayu, titik tanam (planting
point) tidak hilang.
Tahapan kegiatan penanaman meliputi persiapan lahan (Survey boundary), tanam, pemupukan, dan penyulaman. Tahapan kegiatan pemeliharaan yakni pemberantasan hama (weeding) dan singling (pemotongan cabang yang bersaing dengan batang utama). Pemberantasan hama dilakukan hingga weeding round 5 atau sampai weeding round 6.
Kegiatan persiapan lahan (Survey boundary ) dilakukan 2 minggu sebelum penanaman, kegiatannya meliputi pemberantasan gulma dan penilaian kelayakan lahan untuk ditanaman. Pemberantasan gulma dilakukan dengan penyemprotan
Kegiatan HTI Kebutuhan
(HOK)/Tahun
Mengembalikan trays yang kosong ke Rumah produksi 624,00
Pemindahan tray dari areal perakaran (rooting area) ke
areal terbuka (open area) 312,00
Penyisihan (Culling) dan seleksi (grading) saat umur 8
minggu 3.432,00
Penyisihan bibit tahap akhir (Final Culling and grading) 3.432,00
Memuat tray ke despatch house 1.560,00
Pemindahkan tray ke despatch house 312,00
Penyeleksian, quality control, dan memuatnya ke dalam
kotak 20.280,00
Memuat box ke dalam kendaraan 3.744,00
Pengontrolan terhadap hama dan penyakit selama di
Open area 1.872,00
Penyemprotan (Weeding) 2.496,00
Subtotal 52.884,00
pada gulma (Pre plant spraying). Kegiatan penanaman dan pemupukan merupakan kegiatan yang dilakukan sekaligus.
Kegiatan penyulaman ( Blanking) dilakukan setelah umur bibit setelah ditanam 1 bulan dan setelah dilakukannya weeding rotation I. Kegiatan penyulaman bertujuan untuk menyiangi tanaman yang mati dan menggantinya dengan bibit yang baru. Prestasi kerja dalam kegiatan penanaman dapat dilihat pada Tabel 7.
Tabel 7 Prestasi Kerja Kegiatan Penanaman
Sumber: Data primer (diolah)
Sistem penanaman menggunakan 15 orang, dimana pembagiannya 10 orang membuat lubang dan memberi pupuk, 2 orang operator sling, 2 orang untuk menanam dan 1 orang untuk distribusi bibit dan pupuk. Dalam kegiatan penanaman dibantu dengan pembuatan ajir (base line) dan menggunakan sling. Peralatan lain yang digunakan adalah dodos untuk membuat lubang tanam. Jarak tanam yang paling sering dipakai adalah 3m x 2,5m dan kedalaman lubang tanam adalah 30 cm x 30 cm. Tali ajir digunakan untuk mempermudah pengaturan penanaman sehingga bibit yang ditanam tetap lurus dan teratur. Kegiatan penanaman bibit dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk.
Prestasi kerja untuk kegiatan Survey boundary sebesar 0,75; prestasi kerja untuk kegiatan pre plant spraying sebesar 1,00; prestasi kerja untuk kegiatan penanaman bibit sebesar 9,00; prestasi kerja untuk operator sling sebesar 2,00;
Kegiatan Besar Prestasi Kerja
(HOK/Ha)
Total HOK Penanaman 16,75
Persiapan lahan (Survey boundary) 0,75
Penyemprotan (Pre plant spraying) 1,00
Penanaman bibit 9,00
Operator sling 2,00
Pembuatan lubang tanam 2,00
Pemupukan
MOP 0,50
PSP 0,50
Prestasi kerja untuk pemupukan baik MOP dan PSP masing-masing sebesar 0,50 , dan Prestasi kerja untuk kegiatan blanking sebesar 1,00. Total prestasi kerja untuk kegiatan penanaman adalah 16,75 HOK/Ha.
5.1.3 Pemeliharaan
Kegiatan pemeliharaan meliputi kegiatan penyemprotan bahan kimia (weeding rotation) untuk membunuh gulma yang ada pada areal tanaman serta pencabutan tanaman-tanaman pengganggu yang bersaing dengan tanaman utama.
Weeding chemical untuk eucalyptus dilakukan mulai dari round 1-7 sedangkan
akasia dilakukan mulai weeding chemical 1-5. Selain itu, pada tanaman eucalyptus pemberian pupuk pada saat umur 4 bulan. Sedangkan untuk akasia
Weeding rotation I dilakukan 1 bulan setelah tanam. Setelah itu dilakukan
penyulaman (blanking). Weeding chemical round 2 dilakukan 5 bulan setelah tanam, setelah dilakukan weeding chemical round 2 dilakukannya kegiatan
poisoning. Sebulan setelah dilakukan weeding chemical round 2 dilakukan
kegiatan singling (pemotongan cabang yang bukan batang utama). Kegiatan ini dilakukan ketika tinggi tanaman mencapai 1,5-2,5 meter. Pemotongan cabang ini dilakukan agar tidak terjadi persaingan antara batang utama dan cabang. Weeding
chemical round 3 dilakukan 8 bulan setelah tanam, weeding chemical round 4
dilakukan 11 bulan setelah tanam, dan weeding chemical round 5 dilakukan 15 bulan setelah tanam.
Pada saat tanaman berumur 6 (enam) bulan dan setahun, Departemen Perencanaan (planning) melaksanakan PQA (Plantation Quality Assessment). PQA yang dilakukan pada saat tanaman berumur 6 bulan meliputi kegiatan yang menghitung jumlah tanaman yang bertahan hidup dan pengukuran tinggi tanaman. PQA II dilakukan 1 tahun setelah penanaman. Kegiatan yang dilakukan adalah penjumlahan tanaman yang bertahan hidup, pengukuran diameter dan tinggi pohon. Tabel prestasi kerja untuk kegiatan pemeliharaan tanaman dapat dilihat pada Tabel 8.
Tabel 8 Prestasi Kerja Kegiatan Pemeliharaan Tanaman
Sumber: Data primer (diolah) 5.1.4 Perlindungan Hutan
Kegiatan perlindungan hutan di PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Sektor Baserah difokuskan pada pencegahan kebakaran dan pengendalian terhadap hama penyakit. Kegiatan pengendalian kebakaran dilakukan dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta melakukan patroli. Patroli lebih sering dilakukan pada daerah perbatasan antara lahan warga dengan lahan HTI Sektor Baserah. Jumlah petugas fire protection hanya 9 orang, tetapi pada saat terjadi kebakaran maka seluruh karyawan dikerahkan untuk memadamkan api. Selain pengawasan terhadap kebakaran hutan dan hama penyakit, perlindungan hutan juga meliputi penjagaan kawasan lindung.
Total prestasi kerja untuk pelindungan hutan untuk pengendalian kebakaran hutan dan hama penyakit adalah 1,00 HOK/Ha dan untuk perlindungan untuk kawasan lindung adalah 0,10 HOK/Ha. Jadi total prestasi kerja untuk perlindungan hutan adalah 1,10 HOK/ha.