BAB II BAB II
PENGALAMAN KERJA PRAKTIK PENGALAMAN KERJA PRAKTIK
2.1
2.1 Gambaran Umum BPJS KesehatanGambaran Umum BPJS Kesehatan
2.1.1 Sejarah Singkat Berdirinya BPJS Kesehatan 2.1.1 Sejarah Singkat Berdirinya BPJS Kesehatan
Asuransi kesehatan adalah sebuah jenis produk
Asuransi kesehatan adalah sebuah jenis produk asuransiasuransi yang secara yang secara khusus menjamin biaya
khusus menjamin biaya kesehatankesehatan atau perawatan para anggota asuransi tersebut atau perawatan para anggota asuransi tersebut jika
jika mereka mereka jatuh jatuh sakit sakit atau atau mengalami mengalami kecelakaan. kecelakaan. Secara Secara garis garis besar besar ada ada duadua jenis
jenis perawatan perawatan yang yang ditawarkan ditawarkan perusahaan-perusahaan perusahaan-perusahaan asuransi, asuransi, yaitu yaitu rawatrawat inap (
inap (in-patient treatment)in-patient treatment) dan rawat jalan ( dan rawat jalan (out-patient treatment out-patient treatment ).).
Produk asuransi kesehatan diselenggarakan baik oleh perusahaan asuransi Produk asuransi kesehatan diselenggarakan baik oleh perusahaan asuransi sosial, perusahaan asuransi jiwa, maupun juga perusahaan asuransi umum. Di sosial, perusahaan asuransi jiwa, maupun juga perusahaan asuransi umum. Di Indonesia
Indonesia,, PT Askes IndonesiaPT Askes Indonesia merupakan salah satu perusahaan asuransi sosial merupakan salah satu perusahaan asuransi sosial yang menyelenggarakan asuransi kesehatan kepada para anggotanya yang yang menyelenggarakan asuransi kesehatan kepada para anggotanya yang utamanya merupakan para pegawai negeri
utamanya merupakan para pegawai negeri baik sipil maupun non-sipil. Anak-anakbaik sipil maupun non-sipil. Anak-anak mereka juga dijamin sampai dengan usia 21 tahun. Para pensiunan beserta istri mereka juga dijamin sampai dengan usia 21 tahun. Para pensiunan beserta istri ataupun suami juga dijamin seumur hidup.
ataupun suami juga dijamin seumur hidup.
PT Askes (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang PT Askes (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang ditugaskan khusus oleh pemerintah untuk menyelenggarakan jaminan ditugaskan khusus oleh pemerintah untuk menyelenggarakan jaminan pemeliharaan
pemeliharaan kesehatan kesehatan bagi bagi Pegawai Pegawai Negeri Negeri Sipil, Sipil, Penerima Penerima Pensiun Pensiun PNS PNS dandan TNI/POLRI, Veteran, Perintis Kemerdekaan beserta keluarganya dan Badan TNI/POLRI, Veteran, Perintis Kemerdekaan beserta keluarganya dan Badan Usaha lainnya. Sejarah singkat penyelenggaraan program Asuransi Kesehatan Usaha lainnya. Sejarah singkat penyelenggaraan program Asuransi Kesehatan sebagai berikut :
a.
a. Tahun Tahun 19681968
Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan yang secara jelas mengatur Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan yang secara jelas mengatur pemeliharaan
pemeliharaan kesehatan kesehatan bagi bagi Pegawai Pegawai Negeri Negeri dan dan Penerima Penerima Pensiun Pensiun (PNS (PNS dandan ABRI) beserta anggota keluarganya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 230 ABRI) beserta anggota keluarganya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 230 Tahun 1968. Menteri Kesehatan membentuk Badan Khusus di lingkungan Tahun 1968. Menteri Kesehatan membentuk Badan Khusus di lingkungan Departemen Kesehatan RI yaitu Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Departemen Kesehatan RI yaitu Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan (BPDPK), dimana oleh Menteri Kesehatan RI pada waktu itu (Prof. Dr. Kesehatan (BPDPK), dimana oleh Menteri Kesehatan RI pada waktu itu (Prof. Dr. G.A. Siwabessy) dinyatakan sebagai cikal-bakal Asuransi Kesehatan Nasional. G.A. Siwabessy) dinyatakan sebagai cikal-bakal Asuransi Kesehatan Nasional. b.
b. Tahun 1984Tahun 1984
Untuk lebih meningkatkan program jaminan pemeliharaan kesehatan bagi Untuk lebih meningkatkan program jaminan pemeliharaan kesehatan bagi peserta
peserta dan dan agar agar dapat dapat dikelola dikelola secara secara profesional, profesional, Pemerintah Pemerintah menerbitkanmenerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1984 tentang Pemeliharaan Kesehatan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1984 tentang Pemeliharaan Kesehatan bagi
bagi Pegawai Pegawai Negeri Negeri Sipil, Sipil, Penerima Penerima Pensiun Pensiun (PNS, (PNS, ABRI ABRI dan dan Pejabat Pejabat Negara)Negara) beserta
beserta anggota anggota keluarganya. keluarganya. Dengan Dengan Peraturan Peraturan Pemerintah Pemerintah Nomor Nomor 23 23 TahunTahun 1984, status badan penyelenggara diubah menjadi Perusahaan Umum Husada 1984, status badan penyelenggara diubah menjadi Perusahaan Umum Husada Bhakti.
Bhakti. c.
c. Tahun Tahun 19911991
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1991, kepesertaan Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1991, kepesertaan program
program jaminan jaminan pemeliharaan pemeliharaan kesehatan kesehatan yang yang dikelola dikelola Perum Perum Husada Husada BhaktiBhakti ditambah dengan Veteran dan Perintis Kemerdekaan beserta anggota keluarganya. ditambah dengan Veteran dan Perintis Kemerdekaan beserta anggota keluarganya. Disamping itu, perusahaan diijinkan memperluas jangkauan kepesertaannya ke Disamping itu, perusahaan diijinkan memperluas jangkauan kepesertaannya ke badan usaha dan badan lainnya sebagai peserta sukarela.
d. Tahun d. Tahun 19921992
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1992 status Perum Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1992 status Perum diubah menjadi Perusahaan Perseroan (PT Persero) dengan pertimbangan diubah menjadi Perusahaan Perseroan (PT Persero) dengan pertimbangan fleksibilitas pengelolaan keuangan, kontribusi kepada Pemerintah dapat fleksibilitas pengelolaan keuangan, kontribusi kepada Pemerintah dapat dinegosiasi untuk kepentingan pelayanan kepada peserta dan manajemen lebih dinegosiasi untuk kepentingan pelayanan kepada peserta dan manajemen lebih mandiri.
mandiri. e.
e. Tahun Tahun 20052005
PT. Askes (Persero) diberi tugas oleh Pemerintah melalui Departemen PT. Askes (Persero) diberi tugas oleh Pemerintah melalui Departemen Kesehatan RI, sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor Kesehatan RI, sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1241/MENKES/SK/XI/2004 dan Nomor 56/MENKES/SK/I/2005, sebagai 1241/MENKES/SK/XI/2004 dan Nomor 56/MENKES/SK/I/2005, sebagai Penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin Penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin (PJKMM/ASKESKIN). (PJKMM/ASKESKIN). Dasar penyelenggaraan: Dasar penyelenggaraan: a) a) UUD 1945.UUD 1945. b)
b) UU No. 23/1992 tentang Kesehatan.UU No. 23/1992 tentang Kesehatan. c)
c) UU No.40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).UU No.40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). d)
d) Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1241/MENKES/SK/XI/2004 danKeputusan Menteri Kesehatan Nomor 1241/MENKES/SK/XI/2004 dan Nomor 56/MENKES/SK/I/20
Nomor 56/MENKES/SK/I/2005.05. Prinsip penyelenggaraan Mengacu pada: Prinsip penyelenggaraan Mengacu pada:
a)
a) Diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia dengan azas gotongDiselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia dengan azas gotong royong sehingga terjadi subsidi silang.
royong sehingga terjadi subsidi silang. b)
c)
c) Pelayanan kesehatan dengan prinsip managed care dilaksanakan secaraPelayanan kesehatan dengan prinsip managed care dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.
terstruktur dan berjenjang. d)
d) Program diselenggarakan dengan prinsip nirlaba.Program diselenggarakan dengan prinsip nirlaba. e)
e) Menjamin adanya protabilitas dan ekuitas dalam pelayanan kepadaMenjamin adanya protabilitas dan ekuitas dalam pelayanan kepada peserta.
peserta. f)
f) Adanya Adanya akuntabilitas akuntabilitas dan dan transparansi transparansi yang yang terjamin terjamin dengandengan mengutamakan prinsip kehati-hatian, efisiensi dan efektifitas.
mengutamakan prinsip kehati-hatian, efisiensi dan efektifitas.
f.
f. Tahun Tahun 20142014
Mulai tanggal 1 Januari 2014, PT Askes
Mulai tanggal 1 Januari 2014, PT Askes Indonesia (Persero) berubah namaIndonesia (Persero) berubah nama menjadi
menjadi BPJS KesehatanBPJS Kesehatan sesuai dengan Undang-Undang No. 24 tahun 2011 sesuai dengan Undang-Undang No. 24 tahun 2011 tentang BPJS.
tentang BPJS.
2.1.2
2.1.2 Landasan Hukum Landasan Hukum TerbentukTerbentuknya nya BPJS BPJS KesehatanKesehatan
Dasar hukum transformasi Askes menjadi BPJS Kesehatan ialah: Dasar hukum transformasi Askes menjadi BPJS Kesehatan ialah: 1.
1. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan SosialUndang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.
Nasional. 2.
2. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan PenyelenggaraUndang-undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.
Jaminan Sosial.
Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, menjelaskan bahwa Sistem Jaminan Sosial Nasional adalah suatu Sosial Nasional, menjelaskan bahwa Sistem Jaminan Sosial Nasional adalah suatu tata cara penyelenggaraan program jaminan sosial oleh beberapa badan tata cara penyelenggaraan program jaminan sosial oleh beberapa badan penyelenggaraan jaminan sosial
penyelenggaraan jaminan sosial. Sistem . Sistem Jaminan Sosial Jaminan Sosial Nasional diselenggarakanNasional diselenggarakan berdasarkan asas kemanusiaan, asas manfaat, dan asas keadilan sosial bagi seluruh berdasarkan asas kemanusiaan, asas manfaat, dan asas keadilan sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia. Sistem Jaminan Sosial Nasional bertujuan untuk memberikan rakyat Indonesia. Sistem Jaminan Sosial Nasional bertujuan untuk memberikan jaminan terpenuhinya dasar hidup yang layak bagi
jaminan terpenuhinya dasar hidup yang layak bagi setiap peserta dan/atau setiap peserta dan/atau anggotaanggota keluarganya.
keluarganya.
Sistem Jaminan Sosial Nasional diselenggarakan berdasarkan pada prinsip: Sistem Jaminan Sosial Nasional diselenggarakan berdasarkan pada prinsip:
a.
a. Kegotong-royonganKegotong-royongan
Gotong-royong sesungguhnya sudah menjadi salah satu prinsip dalam Gotong-royong sesungguhnya sudah menjadi salah satu prinsip dalam hidup bermasyarakat dan juga merupakan salah satu akar dalam hidup bermasyarakat dan juga merupakan salah satu akar dalam kebudayaan kita. Dalam SJSN, prinsip gotong royong berarti peserta yang kebudayaan kita. Dalam SJSN, prinsip gotong royong berarti peserta yang mampu membantu peserta yang kurang mampu, peserta yang sehat mampu membantu peserta yang kurang mampu, peserta yang sehat membantu yang sakit atau yang berisiko tinggi, dan peserta yang sehat membantu yang sakit atau yang berisiko tinggi, dan peserta yang sehat membantu yang sakit. Hal ini terwujud karena kepesertaan SJSN bersifat membantu yang sakit. Hal ini terwujud karena kepesertaan SJSN bersifat wajib untuk seluruh penduduk, tanpa pandang bulu. Dengan demikian, wajib untuk seluruh penduduk, tanpa pandang bulu. Dengan demikian, melalui prinsip gotong royong jaminan sosial dapat menumbuhkan melalui prinsip gotong royong jaminan sosial dapat menumbuhkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. b.
b. Nirlaba Nirlaba
Pengelolaan dana amanat oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Pengelolaan dana amanat oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) adalah nirlaba bukan untuk mencari laba (
(BPJS) adalah nirlaba bukan untuk mencari laba ( for for profit profit oriented oriented ).). Sebaliknya, tujuan utama adalah untuk memenuhi sebesar-besarnya Sebaliknya, tujuan utama adalah untuk memenuhi sebesar-besarnya kepentingan peserta. Dana yang dikumpulkan dari masyarakat adalah dana kepentingan peserta. Dana yang dikumpulkan dari masyarakat adalah dana amanat, sehingga hasil pengembangannya, akan di manfaatkan amanat, sehingga hasil pengembangannya, akan di manfaatkan sebesar- besarnya untuk kepentingan peserta.
c.
c. Prinsip Keterbukaan, Kehati-hatian dan AkuntabilitasPrinsip Keterbukaan, Kehati-hatian dan Akuntabilitas
Prinsip prinsip manajemen ini mendasari seluruh kegiatan pengelolaan Prinsip prinsip manajemen ini mendasari seluruh kegiatan pengelolaan dana yang berasal dari iuran peserta
dana yang berasal dari iuran peserta dan hasil pengembangannya.dan hasil pengembangannya. d.
d. PortabilitasPortabilitas
Prinsip portabilitas jaminan sosial dimaksudkan untuk memberikan Prinsip portabilitas jaminan sosial dimaksudkan untuk memberikan jaminan
jaminan yang yang berkelanjutan berkelanjutan kepada kepada peserta peserta sekalipun sekalipun mereka mereka berpindahberpindah pekerjaan
pekerjaan atau atau tempat tempat tinggal tinggal dalam dalam wilayah wilayah Negara Negara Kesatuan Kesatuan RepublikRepublik Indonesia.
Indonesia. e.
e. Kepesertaan Bersifat WajibKepesertaan Bersifat Wajib
Kepesertaan wajib dimaksudkan agar seluruh rakyat menjadi peserta Kepesertaan wajib dimaksudkan agar seluruh rakyat menjadi peserta sehingga dapat terlindungi. Meskipun kepesertaan bersifat wajib bagi sehingga dapat terlindungi. Meskipun kepesertaan bersifat wajib bagi seluruh rakyat, penerapannya tetap disesuaikan dengan kemampuan seluruh rakyat, penerapannya tetap disesuaikan dengan kemampuan ekonomi rakyat dan pemerintah serta kelayakan penyelenggaraan program. ekonomi rakyat dan pemerintah serta kelayakan penyelenggaraan program. Tahapan pertama dimulai dari pekerja di sektor formal, bersamaan dengan Tahapan pertama dimulai dari pekerja di sektor formal, bersamaan dengan itu sektor informal dapat menjadi peserta secara mandiri, sehingga pada itu sektor informal dapat menjadi peserta secara mandiri, sehingga pada akhirnya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dapat mencakup seluruh akhirnya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dapat mencakup seluruh rakyat.
rakyat. f.
f. Dana amanatDana amanat
Dana yang terkumpul dari iuran peserta merupakan dana titipan kepada Dana yang terkumpul dari iuran peserta merupakan dana titipan kepada badan-badan
badan-badan penyelenggara penyelenggara untuk untuk dikelola dikelola sebaik-baiknya sebaik-baiknya dalam dalam rangkarangka mengoptimalkan dana tersebut untuk kesejahteraan peserta.
mengoptimalkan dana tersebut untuk kesejahteraan peserta. g.
g. Hasil Jaminan Sosial dipergunakan seluruhnya untuk pengembanganHasil Jaminan Sosial dipergunakan seluruhnya untuk pengembangan program dan untuk sebesar-besar kepentingan peserta.pengelolaan Dana. program dan untuk sebesar-besar kepentingan peserta.pengelolaan Dana.
Sedangkan dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Sedangkan dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, menjelaskan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Penyelenggara Jaminan Sosial, menjelaskan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang selanjutnya disingkat BPJS adalah badan hukum yang dibentuk untuk yang selanjutnya disingkat BPJS adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial. BPJS bertujuan untuk mewujudkan menyelenggarakan program jaminan sosial. BPJS bertujuan untuk mewujudkan terselenggaranya pemberian jaminan terpenuhinya kebutuhan dasar hidup yang terselenggaranya pemberian jaminan terpenuhinya kebutuhan dasar hidup yang layak bagi setiap Peserta dan/atau
layak bagi setiap Peserta dan/atau anggota keluarganya.anggota keluarganya.
BPJS menyelenggarakan sistem jaminan sosial nasional berdasarkan as BPJS menyelenggarakan sistem jaminan sosial nasional berdasarkan as as :as :
a)
a) kemanusiaan;kemanusiaan; b)
b) manfaat; danmanfaat; dan c)
c) keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011, BPJS akan Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011, BPJS akan menggantikan sejumlah lembaga jaminan sosial yang ada di Indonesia yaitu menggantikan sejumlah lembaga jaminan sosial yang ada di Indonesia yaitu lembaga asuransi jaminan kesehatan PT
lembaga asuransi jaminan kesehatan PT AskesAskes dan lembaga jaminan sosial dan lembaga jaminan sosial ketenaga kerjaan PT
ketenaga kerjaan PT Jamsostek Jamsostek . Transformasi PT Askes dan PT Jamsostek. Transformasi PT Askes dan PT Jamsostek menjadi BPJS dilakukan secara bertahap. Pada awal 2014, PT Askes akan menjadi BPJS dilakukan secara bertahap. Pada awal 2014, PT Askes akan menjadi BPJS Kesehatan, selanjutnya pada 2015 giliran PT Jamsostek menjadi menjadi BPJS Kesehatan, selanjutnya pada 2015 giliran PT Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan.
BPJS Ketenagakerjaan.
Setiap warga negara Indonesia dan warga asing yang sudah berdiam di Setiap warga negara Indonesia dan warga asing yang sudah berdiam di Indonesia selama minimal enam bulan wajib menjadi anggota BPJS. Ini sesuai Indonesia selama minimal enam bulan wajib menjadi anggota BPJS. Ini sesuai pasal
pasal 14 14 UU UU BPJS. BPJS. Setiap Setiap perusahaan perusahaan wajib wajib mendaftarkan mendaftarkan pekerjanya pekerjanya sebagaisebagai anggota BPJS. Sedangkan orang atau keluarga yang tidak bekerja pada anggota BPJS. Sedangkan orang atau keluarga yang tidak bekerja pada perusahaan
perusahaan wajib wajib mendaftarkan mendaftarkan diri diri dan dan anggota anggota keluarganya keluarganya pada pada BPJS. BPJS. SetiapSetiap peserta
bagi
bagi warga warga miskin, miskin, iuran iuran BPJS BPJS ditanggung pemerintah ditanggung pemerintah melalui melalui program program BantuanBantuan Iuran.
Iuran.
Menjadi peserta BPJS tidak hanya wajib bagi pekerja di sektor formal, Menjadi peserta BPJS tidak hanya wajib bagi pekerja di sektor formal, namun juga pekerja informal. Pekerja informal juga wajib menjadi anggota BPJS namun juga pekerja informal. Pekerja informal juga wajib menjadi anggota BPJS Kesehatan. Para pekerja wajib mendaftarkan dirinya dan membayar iuran sesuai Kesehatan. Para pekerja wajib mendaftarkan dirinya dan membayar iuran sesuai dengan tingkatan manfaat yang diinginkan.
dengan tingkatan manfaat yang diinginkan.
Jaminan kesehatan secara universal diharapkan bisa dimulai secara Jaminan kesehatan secara universal diharapkan bisa dimulai secara bertahap
bertahap pada pada 2014 2014 dan dan pada pada 2019, 2019, diharapkan diharapkan seluruh seluruh warga warga Indonesia Indonesia sudahsudah memiliki jaminan kesehatan tersebut. Menteri Kesehatan
memiliki jaminan kesehatan tersebut. Menteri Kesehatan Nafsiah Nafsiah MboiMboi menyatakan BPJS Kesehatan akan diupayakan untuk menanggung segala jenis menyatakan BPJS Kesehatan akan diupayakan untuk menanggung segala jenis penyakit namun dengan melak
penyakit namun dengan melakukan upaya efisiensi.ukan upaya efisiensi.
Kementerian Sosial mengklaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kementerian Sosial mengklaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang berlaku pada awal 2014 akan menjadi program jaminan (BPJS) Kesehatan yang berlaku pada awal 2014 akan menjadi program jaminan sosial terbaik dan terbesar di Asia. Namun pelaksanaan
sosial terbaik dan terbesar di Asia. Namun pelaksanaan Sistem Jaminan SosialSistem Jaminan Sosial Nasional
Nasional oleh BPJS pada 2014 diperkirakan terkendala persiapan dan oleh BPJS pada 2014 diperkirakan terkendala persiapan dan infrastruktur. Misalnya, jumlah kamar rumah sakit kelas III yang masih kurang infrastruktur. Misalnya, jumlah kamar rumah sakit kelas III yang masih kurang 123 ribu unit. Jumlah kamar rumah sakit kelas III saat ini tidak bisa menampung 123 ribu unit. Jumlah kamar rumah sakit kelas III saat ini tidak bisa menampung 29 juta orang miskin. Kalangan DPR menilai BPJS Kesehatan belum siap 29 juta orang miskin. Kalangan DPR menilai BPJS Kesehatan belum siap beroperasi pada 2014 mendatang.
beroperasi pada 2014 mendatang.
2.1.3 Transformasi Askes menjadi BPJS Kesehatan 2.1.3 Transformasi Askes menjadi BPJS Kesehatan
UU SJSN dan UU BPJS memberi arti kata ‘transformasi’ sebagai UU SJSN dan UU BPJS memberi arti kata ‘transformasi’ sebagai perubahan
sosial, menjadi BPJS.
sosial, menjadi BPJS. Perubahan bentuk Perubahan bentuk bermakna perubahan kbermakna perubahan karakteristik badanarakteristik badan penyelenggara
penyelenggara jaminan jaminan sosial sosial sebagai sebagai penyesuaian penyesuaian atas atas perubahan perubahan filosofifilosofi penyelenggaraan
penyelenggaraan program program jaminan jaminan sosial. sosial. Perubahan Perubahan karakteristik karakteristik berartiberarti perubahan
perubahan bentuk bentuk badan badan hukum hukum yang yang mencakup mencakup pendirian, pendirian, ruang ruang lingkup lingkup kerjakerja dan kewenangan badan yang selanjutnya diikuti dengan perubahan struktur dan kewenangan badan yang selanjutnya diikuti dengan perubahan struktur organisasi, prosedur kerja dan budaya organisasi.
organisasi, prosedur kerja dan budaya organisasi.
Transformasi menjadi kosakata penting sejak tujuh tahun terakhir di Transformasi menjadi kosakata penting sejak tujuh tahun terakhir di Indonesia, tepatnya sejak diundangkannya UU SJSN pada 19 Oktober 2004. Indonesia, tepatnya sejak diundangkannya UU SJSN pada 19 Oktober 2004. Transformasi akan menghadirkan identitas baru dalam penyelenggaraan program Transformasi akan menghadirkan identitas baru dalam penyelenggaraan program jaminan sosial di Indonesia.
jaminan sosial di Indonesia.
Perintah transformasi kelembagaan badan penyelenggara jaminan sosial Perintah transformasi kelembagaan badan penyelenggara jaminan sosial diatur dalam UU No. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU diatur dalam UU No. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN).
SJSN). Penjelasan Umum alinea kesepuluh Penjelasan Umum alinea kesepuluh UU SJSN menjelaskan bUU SJSN menjelaskan bahwa, Badanahwa, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang dibentuk oleh UU SJSN adalah Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang dibentuk oleh UU SJSN adalah transformasi dari badan penyelenggara jaminan sosial yang tengah berjalan dan transformasi dari badan penyelenggara jaminan sosial yang tengah berjalan dan dimungkinkan membentuk badan penyelenggara baru.
dimungkinkan membentuk badan penyelenggara baru.
Transformasi badan penyelenggara diatur lebih rinci dalam UU No. 24 Transformasi badan penyelenggara diatur lebih rinci dalam UU No. 24 tahun 2011
tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sotentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (UU BPJS). sial (UU BPJS). UU BPJSUU BPJS adalah pelaksanaan Putusan Mahkamah Konstitusi atas Perkara No. adalah pelaksanaan Putusan Mahkamah Konstitusi atas Perkara No. 007/PUU-III/2005.
III/2005.
Penjelasan Umum UU BPJS alinea keempat mengemukakan bahwa UU Penjelasan Umum UU BPJS alinea keempat mengemukakan bahwa UU BPJS merupakan pelaksanaan Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 52 UU SJSN pasca BPJS merupakan pelaksanaan Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 52 UU SJSN pasca Putusan Mahkamah
BPJS dan transformasi k
BPJS dan transformasi kelembagaan PT ASKES elembagaan PT ASKES (Persero), (Persero), PT ASABRIPT ASABRI (Persero), PT JAMSOSTEK (Persero) dan PT TASPEN (Persero) menjadi (Persero), PT JAMSOSTEK (Persero) dan PT TASPEN (Persero) menjadi BPJS.
BPJS. Transformasi kelembagaan diikuTransformasi kelembagaan diikuti adanya pengalihan ti adanya pengalihan peserta, program,peserta, program, aset dan liabilitas, serta hak dan kewajiban.
aset dan liabilitas, serta hak dan kewajiban.
Dengan telah disahkan dan diundangkannya UU No. 24 Tahun 2011 Dengan telah disahkan dan diundangkannya UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (UU BPJS), pada tanggal 25 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (UU BPJS), pada tanggal 25 November
November 2011, 2011, maka maka PT PT Askes Askes (Persero) (Persero) ditranformasi ditranformasi menjadi menjadi BPJSBPJS Kesehatan. Transformasi tersebut meliputi perubahan sifat, organ dan prinsip Kesehatan. Transformasi tersebut meliputi perubahan sifat, organ dan prinsip pengelolaan,
pengelolaan, atau atau dengan dengan kata kata lain lain berkaitan berkaitan dengan dengan perubahan perubahan stuktur stuktur dandan budaya organisasi.
budaya organisasi.
UU BPJS menentukan bahwa PT Askes (Persero) dinyatakan bubar tanpa UU BPJS menentukan bahwa PT Askes (Persero) dinyatakan bubar tanpa likuidasi pada saat mulai beroperasinya BPJS Kesehatan pada tanggal 1 Januari