Tingkat Kesulit an : Mudah
Per alat an : Ber j alan
Lamanya : 1 j am
Fr ekuensi : Sesuai Kebut uhan
Def inisi
Pr osedur ini diseder hanakan unt uk member ikan sugest i yang ber t uj uan menget ahui ber bagai akt ivit as manusia dan var iabel alami yang bisa mempengar uhi komunit as t er umbu kar ang yang diobser vasi. J alan lain yang dapat digunakan (1) cat at ada at au t idak adanya ber macam-macam t ekanan at au per lakuan pada t er umbu kar ang dalam daf t ar "checklist" at au (2) mencat at hanya bagian yang mendapat per hat ian khusus dar i t im monit or ing. Akt ivit as manusia baik yang mengunt ungkan maupun mer ugikan dan ker usakan alami (cont oh: badai) adalah f akt or ut ama yang mempengar uhi t er umbu kar ang. Pencat at an semua hal t er sebut di at as dapat membant u kit a menj elaskan obser vasi pada lingkungan t er umbu kar ang dan sumber daya di sekit ar nya. Secar a spesif ik, obser vasi t er hadap per ubahan pada komunit as t er umbu kar ang pada suat u wakt u dapat dibuat dalam sebuah gr af ik secar a par alel dengan per ubahan pada kegiat an manusia at au var iabel alami pada saat yang sama unt uk memper oleh daf t ar f akt or yang ber hubungan dengan pengar uh elemen khusus pada komunit as t er umbu kar ang.
Met ode ini diadopsi dar i A.J . Uychiaoco et all. (2001).
Tuj uan
Kegiat an manusia, baik mengunt ungkan maupun mer ugikan, dan gangguan alamiah (misalnya badai) adalah f akt or -f akt or ut ama yang mempengar uhi t er umbu. Dengan membuat cat at an t ent ang hal ini mungkin dapat membant u kit a unt uk menj elaskan t ent ang kondisi sumber daya dan lingkungan t er umbu. Lebih khusus lagi, per ubahan yang t er j adi didaer ah t er umbu dar i wakt u ke wakt u dapat menggambar kan per ubahan var iable akt if it as manusia dan alam.
Alat yang dibut uhkan
1. Tabel isian dat a 2. Pet a lokasi
3. Nar asumber at au inf or man kunci yang mengenali lokasi yang akan diamat i 4. Per at ur an desa at au at ur an hukum lain
yang ber laku di daer ah t er sebut 5. Kamer a (j ika dibut uhkan)
6. Binokuler (j ika dibut uhkan)
Tips
Fot o-f ot o pada daer ah yang sama yang diambil set ahun sekali dapat sangat membant u pengamat an
Per siapan
Sebelum pengamat an dimulai kenalilah lokasi pengamat an secar a t er inci, pelaj ar i hukum at au per at ur an desa yang ber laku (t er masuk di dalamnya hukum t r adisional) dan menghubungi nar asumber yang dapat dipecaya unt uk memper oleh dat a yang akur at .
Car a Pengamat an
1. Amat ilah lokasi yang menj adi obj ek gangguan manusia at au alam
2. Cat at lah set iap var iabel yang ada dan salin kedalam t abel isian LE-3 dan LE-4 dengan per kir aan set elit i mungkin
3. Cat at an dalam isian, dapat ber upa pengamat an langsung at au wawancar a dengan nar asumber dan at au kesepakat an ant ar a kelompok penduduk yang sangat paham dengan lokasi pengamat an.
4. Banyak t ekanan dan ancaman secar a alami dan yang disebabkan manusia t idak mudah unt uk diamat i dalam beber apa har i pengamat an. Susunlah sebuah cat at an lengkap dimana pengamat laut dan pesisir ser t a j agawana secar a t er at ur mencat at
pengamat an mer eka (misalnya pelanggar an di daer ah per lindungan laut at au t aman nasional, penangkapan ikan dan par iwisat a di daer ah t er sebut , t umpahan minyak, badai dan sebagainya).
Keunggulan
1. Sist em skor pada dat a memudahkan unt uk membandingkan dengan dat a dar i daer ah lain
2. Sist em ‘checklist ’ yang diamat i mengur angi kemungkinan hilangnya inf or masi pent ing pada saat pencat at an
Ket er bat asan
Keunikan f it ur dan/ at au sej ar ah dar i t ekanan at au pengelolaan dar i daer ah yang diamat i mungkin t er lewat kan.
Evaluasi
Dat a yang sudah dikumpulkan mudah unt uk dibandingkan kar ena menggunakan sist em skor . Dengan demikian dat a dapat digunakan unt uk menggambar kan t ekanan dan ancaman unt uk suat u daer ah yang lebih luas.
I nf ormasi
Gambarkan sketsa peta dari transek terumbu atau fitur lainnya
Tanggal GPS Pengamat Kelimpahan Ikan
Pengamat Hidupan Bentos Mulai Tanggal Pengamatan Mulai Jam Pengamatan Posisi Lintang
Posisi Bujur Arah Transek Kedalaman
Daerah Terumbu (paparan, tubir, dan sebagainya)
Balik/arah angin Kemiringan lokasi Keragaman topografi
Kejernihan vertical (seichi disk) Kejernihan horizontal (garis transek) Akhir Tanggal Pengamatan Akhir Jam Pengamatan Cuaca
Suhu
TABEL ISIAN DESKRIPSI LOKASI DESKRIPSI LOKASI
Nama Lokasi:
Alasan pemilihan lokasi untuk pemantauan
Nomor Transek
RINCIAN KEGIATAN PEMANTAUAN
Desa Sapa Teluk Blongko Boyong Pante DPL ...
Kota/Provinsi: Pencatat data: ISIAN PH-21a Cerah { } Udara { } Berawan { } Permukaan { } Hujan { } 3 - m { } Berangin { } 10 m { }
A. PERIKANAN
# Kapal Ikan dalam jarak 500m # Nelayan akuarium dalam 500m # Pengumpulan avert.dalam 500m % daerah tambak dalam 500m
B. POLUSI
Jarak Terdekat Ke Sumber Polusi Jumlah penduduk
# pabrik di pesisir Jarak terdekat ke sungai %tanah pertanian di pesisir %hutan di daerah pesisir #pertambangan yang terlihat #sampah yang terapung #ampah yang terbenam di air #jaring ikan hanyut
C.TEKANAN LAIN DAN ANCAMAN
#Kapal Berjangkar Dalam 500m #Penyelam dalam 500m #toko selam dalam 10 km Badai besar terakhir #kapal besar yang terlihat %pembangunan di pesisir Tahun terkhir penggelantungan %dari karang tergelantang %dari karang terkena penyakit
PENGELOLAAN PESISIR - Apakah daerah tersebut dilindungi? Nama Daerah yangdilindungi:
Yang dilarang di DPL: No.Perdes dan Tahun: Tanggal Tata Batas DPL: Koordinat dari DPL:
AKTIVITAS MANUSIA DAN GANGGUAN ALAM ISIAN PH-21 b
Badan Pengelola:
Efektif Pelaksanaan Perdes: Patroli Efektif: % atau # % atau # % atau # CATATAN CATATAN CATATAN