• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aktivitas Guru yang di amati pada siklus I pertemuan I dan pertemuan II mencakup beberapa aspek, untuk hasil dari pertemuan I ke pertemuan II mengalami peningkatan seperti yang terlihat pada tabel 4.8 di bawah ini yaitu:

Tabel 4.7. Hasil observasi aktivitas guru siklus II

No Aspek yang diamati Skor Rata

-rata

Kriteri a

1 2

A. Pendahuluan

1. Guru mengkondisikan kelas dan siswa

4 4 4 Sangat

Baik

2 Guru mengadakan apersepsi 4 4 4 Sangat

Baik 3 Guru menyampaikan tujuan

pembelajaran

4 4 4 Sangat

Baik B. Kegiatan Inti

4 Guru menyampaikan materi pembelajaran tentang kegiatan ekonomi dalam memanfattkan sumber daya alam

4 4 4 Sangat

Baik

5 Guru membentuk kelompok dan memberikan penjelasan kepada ketua kelompok

4 4 4 Sangat Baik 6 Ketua kelompok memberikan penjelasan kepada anggota kelompoknya 3 4 3,5 Baik

satu pertanyaan yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan

8 Siswa saling melempar kertas (snowball throwing) dengan temannya

3 3 3 Baik

9 Siswa menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas dari temannya

4 4 4 Sangat

Baik 10 Siswa mengerjakan soal

evaluasi 3 4 3,5 Baik C. Penutup 12 Guru menyimpulkan pembelajaran 4 4 4 Sangat Baik

13 Guru menutup pembelajaran 4 4 4 Baik

Jumlah skor 45 47 46

Jumlah skor maximal 52 52 52

Presentase 86, 53% 90,38% 88,46% Sangat

Baik Observasi aktivitas guru pada siklus II pertemuan kesatu memperoleh jumlah skor 45 dengan skor maksimumnya adalah 52, persentasenya mencapai 86,53%, sehingga dapat di katakan keaktifan guru dalam proses pembelajaran pada pertemuan kesatu di katakan sangat baik. Pada pembelajaran selanjutnya yaitu pada pertemuan kedua memperoleh jumlah skor 47 dengan skor maksimum 52, persentasenya mencapai 90,38%, sehingga kriteria aktivitas guru pada pertemuan kedua di katakan sangat baik.

Dari data tersebut dapat di lihat bahwa pada siklus I pertemuan kesatu menuju ke pertemuan kedua memperoleh kenaikan 25% aktivitas guru dalam proses pembelajaran dengan rata-rata 88,46% sehingga pengelolaan pembelajaran dapat dikatakan sangat baik.

4). Pengamatan Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran

mengetahui bagaimana tingkat keaktifan siswa di dalam proses pembelajaran. Jika siswanya aktif, guru dalam pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar mereka, tetapi jika siswanya kurang aktif maka guru perlu memberikan inovasi-inovasi dalam pembelajran. Observasi keaktifan siswa melalui pembelajaran snowball throwing pada siklus I sebanyak dua kali pertemuan di peroleh hasil pada tabel 4.4 sebagai berikut

Tabel 4.8 hasil observasi aktivitas siswa siklus II

No Aspek yang diamati Pertemuan

1 2

1 Siswa mendengarkan penjelasan guru 75 79

2 Siswa duduk sesuai dengan kelompok 77 80

3 Siswa memperhatikan penjelasan ketua kelompok

75 78

4 Siswa membuat soal secara individu 74 79

5 Siswa melempar bola soal dengan benar

75 81

6 Siswa menjawab pertanyaaan 76 80

7 Siswa terlibat dalam diskusi 78 82

8 Siswa membuat rangkuman materi 79 85

9 Siswa berani bertanya 79 83

10 Siswa semangat mengikuti pembelajaran 78 84 Jumlah skor 766 811 Presentase 76,6% 81,1% Rata-rata 78,85% Kriteria Baik

Observasi keaktifan siswa pada siklus II pertemuan kesatu memperoleh jumlah skor 766, dengan persentasenya mencapai 77,6%, sehingga dapat di katakan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran pada pertemuan kesatu dikatakan Baik. Pada pembelajaran selanjutnya yaitu pada pertemuan kedua memperoleh jumlah skor 811, persentasenya mencapai 81,1% sehingga keaktifan siswa pada pertemuan kedua di katakan sangat baik.

Dari data tersebut dapat di lihat bahwa pada siklus II pertemuan kesatu menuju ke pertemuan kedua memperoleh kenaikan 45% keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, dengan perolehan rata-rata 78,8%, sehingga secara garis besar hasil pengamatan aktivitas siswa pada siklus II di katakan baik. Hal ini terlihat dari aktivitas siswa saat mengikuti pembelajaran melalui snowball trhowing. Siswa aktif mengikuti pelajaran, mereka sudah duduk berdasarkan kelompok yang telah di tentukan dengan tertib. Saat berdiskusi dengan kelompoknya mereka terlihat kompak dan semangat, ada yang mencatat hasil kelompoknya dan mereka mengerjakan LKS dengan sangat antusias. Meningkatnya aktivitas siswa dengan baik ini tidak lepas dari peran guru dalam pembelajaran yang selalu memberikan dorongan dan motivasi kepada siswa, sehingga siswa berani untuk mengungkapkan ide dan gagasannya. Kemampuan guru dalam membuat suasana pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan melaluisnowball trhowing.

Berkat perubahan-perubahan yang telah di lakukan akhirnya mendapat hasil yang memuaskan. Pada siklus II ini siswa terlihat semakin aktif dalam mengikuti pelajaran. Suasana pembelajaran semakin nyaman dan

menyenangkan sehingga kondusif dan rasa tanggung jawab siswa terhadap tugas-tugasnya semakin meningkat. Pengamatan guru dalam melakukan proses mengajar juga sudah semakin baik. Kesan umum pengamatan terhadap pembelajaran pada siklus II ini sudah baik. Peningkatan aktivitas guru dan siswa pada siklus II menunjukkan adanya pengaruh belajar yang lebih baik pada penggunaan pembelajaransnowball throwing.

d. Refleksi

Cerita hasil observasi dari hasil tes pada siklus II peneliti masih menemukan beberapa masalah:

1) Dari hasil observasi terhadap aktivitas guru dalam pembelajaran di peroleh persentase sebesar 88,48%, hal ini menunjukkan bahwa guru sudah melaksanakan pembelajaran dengan sangat baik.

2) Dari hasil observasi terhadap aktivitas siswa di peroleh nilai persentase sebesar 78,8% hal ini menunjukan bahwa aktivitas siswa dalam proses pembelajaran sudah baik.

Dalam pembelajaran pastinya selalu ada kekurangan dari sisi guru maupun dari siswa, maka perlu adanya refleksi, sebagai berikut:

1) Seorang guru harus menguasai materi yang akan di ajarkan. 2) Guru harus membiasakan untuk melaksanakan pembelajaran

3) Guru harus terbiasa mengarahkan siswa saat berdiskusi dengan kelompoknya agar siswa tidak merasa kebingungan.

4) Guru sebaiknya melibatkan siswa dalam menarik kesimpulan disetiap akhir pelajaran.

5) Siswa harus aktif bertanya kepada guru tentang materi ataupun tugas yang belum dimengerti, supaya bisa di jelaskan lagi oleh guru.

6) Siswa harus lebih cekatan lagi dalam menjawab pertanyaan yang guru berikan.

7) Siswa harus berani untuk menyampaikan pendapat mereka kepada teman maupun kepada guru kelas.

8) Guru harus bisa membuat inovasi-inovasi dalam pembelajaran, supaya siswa tidak merasa bosan.

B. Pembahasan

Setelah di adakan penelitian yang terdiri dari 2 siklus dan di tempuh dalam 4 kali pertemuan dengan alokasi waktu 8 jam pelajaran di peroleh hasil sebagai berikut:

1. Peningkatan Rasa Ingin Tahu Siswa

Pencapaian rasa ingin tahu belajar siswa di tunjukan melalui skala sikap yang di bagikan kepada seluruh siswa pada setiap akhir siklus I dan siklus II. Pencapaian rasa ingin tahu belajar siswa juga dapat di tunjukan melalui lembar observasi siswa saat proses pembelajaran siswa SDN 1 Adiarsa lebih mempunyai rasa ingin tahu dalam mengerjakan tugas dan

mengikuti pembelajaran terutama saat melakukan pembelajaran snowball throwing. Perolehan hasil rasa ingin tahu belajar siswa pada siklus I dan II dapat di lihat pada tabel dan grafik berikut ini:

Tabel 4.9 Pencapaian Rasa Ingin Tahu Belajar Siswa Siklus I dan II

No Siklus Presentase Kriteria

1 I 55,93% Rasa ingin tahu

sedang

2 II 65,4% Rasa ingin tahu tinggi

55.93% 65.40% 50.00% 55.00% 60.00% 65.00% 70.00% sedang tinggi siklus I siklus II

Gambar 4.1 Histogram Rasa Ingin Tahu Belajar Siswa Siklus I dan II Berdasarkan tabel 4.1 dan histogram di atas dapat di lihat adanya peningkatan tiap siklus. Hal itu dapat di lihat dari persentase yang mengalami peningkatan dari siklus I yakni sebesar 55,93% meningkat pada siklus II menjadi 65,40%. Peningkatan ini dapat di lihat dari tiap indikator yang mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Hal ini menyatakan bahwa siswa mempunyai rasa ingin tahu belajar IPS yang tinggi pada pokok bahasan kegiatan ekonomi dalam memanfaatkan sumber daya alam menggunakan modelSnowball Throwing.

2. Peningkatan Prestasi Belajar

yang di lakukan dalam dua siklus, hasilnya pada tabel 4.10 sebagai berikut:

Tabel 4.10. Hasil Prestasi belajar Keseluruhan

No. Prestasi Pra siklus Siklus I Siklus II

1 Tuntas 12 17 22

2 Tidak tuntas 13 8 3

3 Jumlah siswa 25 25 25

4 Persentase (%) 48% 68% 88%

Berdasarkan Tabel 4.10 tersebut di atas maka di peroleh keterangan sebagai berikut:

1). Pada studi awal, siswa yang tuntas belajar sebanyak 12 anak, sedangkan yang belum tuntas sebanyak 13 anak diperoleh dari 25 siswa. Mencapai ketuntasan belajar 48%, nilai yang tertinggi adalah 70 sedangkan nilai yang terendah 40 dan nilai rata-ratanya adalah 61,6.

2) Pada Siklus I, siswa yang tuntas belajar sebanyak 17 anak sedangkan yang belum tuntas sebanyak 8 anak diperoleh dari 25 siswa. Mencapai ketuntasan belajar 68%, nilai yang tertinggi adalah 85 sedangkan nilai yang terendah 50 dan nilai rata-ratanya adalah 66,6.

3) Pada Siklus II, siswa yang tuntas belajar sebanyak 22 anak, yang belum tuntas sebnyak 3anak diperoleh dari 25 siswa. Mencapai ketuntasan belajar 88%, nilai yang tertinggi adalah 95, sedangkan nilai yang terendah 50 dan nilai rata-ratanya adalah 71,4.

Hasil penelitian tentang tercapainya ketuntasan belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), pada

Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kegiatan ekonomi dalam memanfaatkan sumber daya alam dapat di lihat pada gambar 4.10 berikut:

No. Siklus Persentase Kriteria

1 I 68 Baik 2 II 88 Sangat Baik 56% 80% 68% 88% 0% 50% 100% SIKLUS I SIKLUS II PERTEMUAN 1 PERTEMUAN 2

Gambar 4.2 Histogram hasil ketuntasan belajar siswa Berdasarkan Tabel 4.10 dapat di ketahui gambaran pertumbuhan prestasi belajar siswa selama proses belajar mengajar melalui pembelajaran snowball throwing hasil tersebut menunjukan bahwa pada siklus I persentase ketuntasan belajar siswa terhadap materi pelajaran sebanyak 68%, termasuk dalam kategori cukup baik. Walaupun termasuk dalam kategori cukup baik, akan tetapi peningkatan tersebut masih sangat kecil.

Peningkatan prestasi belajar siswa pada siklus I yang relatif kecil ini di sebabkan karena melalui pembelajaran snowball throwing ini merupakan pembelajaran yang baru sehingga siswa belum pernah mempunyai pengalaman melakukan kegiatan yang ada dalam pembelajaran ini, maka mereka merasa kesulitan dan bingung dalam melakukan kegiatan tersebut.

Berdasarkan hal tersebut, maka diadakan perbaikan-perbaikan dalam pelaksanaan pembelajaran pada siklus II. Rata-rata persentase ketuntasan belajar siswa terhadap materi pelajaran pada siklus II mengalami peningkatan 20% bila dibandingkan dengan siklus I, yaitu sebesar 88% dan termasuk dalam kriteria sangat baik. Hal ini menunjukkan telah terjadi perubahan pada siswa ke arah yang lebih baik, karena siswa telah mengalami suatu proses belajar yang baik sehingga prestasi belajar mereka menjadi meningkat.

Adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa terhadap materi pelajaran menunjukkan bahwa dengan menerapkan pembelajaran snowball throwing dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, Sehingga menunjukan bahwa materi pelajaran tersebut sudah dapat mencapai indikator keberhasilan.

Pada pembelajaran IPS dengan menggunakan pembelajaran snowball throwing pada siklus I dan siklus II terdapat kelebihan dan kelemahan. Kelebihan pembelajaran IPS menggunakan pembelajaran snowball throwing yaitu siswa menjadi lebih siap mengikuti pelajaran. Siswa dapat berinteraksi memecahkan masalah dan melatih untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi melalui diskusi kelompok serta mempresentasikan jawaban dari suatu pertanyaan. Selain itu, siswa juga memiliki

usaha untuk mengetahui jawaban, semua siswa aktif. Sehingga keterampilan sosial dan kemampuan akademik siswa dapat meningkat.

Kelemahan pembelajaran snowball throwing yaitu dalam proses pembelajaran tidak semua siswa percaya diri untuk mengeluarkan pendapatnya saat pembelajaran berlangsung, hal ini yang membuat proses pembelajaran menggunakan snowball throwing kurang efektif. Padahal snowball throwing sendiri merupakan cara belajar menyenangkan. Dalam proses pebelajarannya menekankan siswa untuk aktif sehingga dengan adanya keaktifan siswa, suasana pembelajaran akan menyenangkan. Siswa yang percaya diri tentunya akan merasa nyaman saat belajar, begitu sebaliknya. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh maka indikator keberhasilan yang telah di ajukan dapat dijawab, yaitu:

1) Melalui pembelajaran snowball throwing rasa ingin tahu belajar IPS materi kegiatan ekonomi dalam memanfaatkan sumber daya alam pada siklus I di peroleh rata-rata 46,27% dan sudah mencapai kriteria motivasi belajar tinggi. Selanjutnya pada siklus II rata-rata yag diperoleh meningkat menjadi 50,6% dengan kriteria motivasi belajar tinggi indikator yang di ajukan adalah motivasi belajar mencapai pada kriteria motivasi sangat tinggi, sehingga indikator yang di

ajukan terdapat pada siklus I dan meningkat pada siklus II. 2) Melalui pembelajaran snowball throwing prestasi belajar IPS

materi kegiatan ekonomi dalam memanfaatkan sumber daya alam. Pada siklus I di peroleh ketuntasan belajar 68%, pada siklus II di peroleh ketuntasan belajar 88% indikator yang di ajukan adalah adanya peningkatan prestasi belajar IPS materi kegiataan ekonomi dalam memanfaatkan sumber daya alam sebesar 85% dari jumlah siswa kelas IV SD Negeri 1 Adiarsa dapat mencapai KKM adalah 65.

Dari hasil pembahasan secara keseluruhan dapat di ketahui bahwa terdapat peningkatan dari siklus I ke siklus II pada motivasi belajar siswa, prestasi belajar siswa, aktivitas guru dan aktivitas siswa. Hal ini menunjukan bahwa indikator keberhasilan tercapai, sehingga hipotesis penelitian diterima, berarti ada peningkatan motivasi dan prestasi belajar IPS pada materi kegiatan ekononomi dalam memanfaatkan sumber daya alam melalui pembelajaransnowball throwingbagi siswa kelas IV SD Negeri 1 Adiarsa.

3. Peningkatan hasil observasi aktivitas guru

Aktivitas guru selama proses pembelajaran dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa guru selalu berupaya dan meningkatkan kinerja untuk mencapai perubahan demi keberhasilan anak didiknya.

Pada siklus I presentase aktivitas guru sebesar 63,46% nilai tersebut termasuk dalam kriteria cukup. Pada siklus II presentase aktivitas guru sebesar 88,46% nilai tersebut dalam kriteria sangat baik. Hal ini membuktikan bahwa terdapat peningkatan kinerja guru dari siklus I sampai dengan siklus II, karena kinerja guru tentang model pembelajaran Snowball throwing menjadi meningkat di setiap siklusnya. Hasil perolehan nilai rata-rata aktivitas guru melalui model pembelajaranSnowball throwing di sajikan dalam gambar 4.3 sebagai berikut:

67.30% 88.48%

0.00% 50.00% 100.00%

cukup sangat baik

siklus I siklus II

Gambar 4.3 Grafik Peningkatan Aktivitas Guru

Pada grafik 4.3 di atas, aktivitas guru melalui model pembelajaran snowball throwing dari siklus I sampai dengan siklus II mengalami peningkatan yaitu dari presentase 67,30% pada siklus I menjadi 88,48% pada siklus II, ini di karenakan guru memahami akan model pembelajaran yang di gunakan sehingga siswa terarah pembelajarannya sesuai dengan indikator tang ingin dicapai.

4. Peningkatan Hasil Observasi Aktivitas Siswa

Aktivitas siswa selama proses pembelajaran dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan, mulai dari kriteria cukup menjadi kriteria

baik. Hal ini menunjukkan bahwa guru selalu berupaya dan meningkatkan kinerja untuk dapat membuat siswa aktif dalam pelaksanaan pembelajaran.

Pada siklus I aktivitas siswa sebesar 69,45% nilai tersebut termasuk dalam kriteria cukup. Pada siklus II nilai rata-rata pada aktivitas siswa di peroleh yaitu sebesar 78,85% nilai tersebut dapat di kategorikan dalam kriteria baik. Hal ini membuktikan bahwa terdapat peningkatan aktivitas siswa dari siklus I sampai dengan siklus II, Karena aktivitas siswa dalam mempelajari materi kegiatan ekonomi dalam memanfaatkan sumber daya alam dengan menggunakan model pembelajaransnowball throwingmenjadi meningkat disetiap siklusnya. Hasil perolehan nilai rata-rata yang diperoleh pada aktivitas siswa yaitu melalui model pembelajaran snowball throwing di sajikan dalam gambar 4.4 sebagai berikut:

69,45% 78,85% 62.00% 64.00% 66.00% 68.00% 70.00% 72.00% 74.00% cukup baik siklus I siklus II

Gambar 4.4 Grafik Aktivitas Siswa siklus I Sampai Siklus II Pada grafik di atas, aktivitas siswa melalui model pembelajaran Snowball throwing dari siklus I sampai dengan siklus II mengalami peningkatan yaitu dari persentase 69,45% menjadi 78,85%

Dokumen terkait