• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengamatan Kualitas Air

Dalam dokumen PENGARUH PERENDAMAN LARVA IKAN BAUNG (Halaman 31-37)

3.5 Parameter Penelitian

3.5.4 Pengamatan Kualitas Air

Pengukuranan parameter kualitas air yang pada penelitian ini yaitu suhu menggunakan Termometer, pH menggunakan pH paper dan DO (oksigen terlarut) menggunakan DO meter yang dilakukan setiap 7 hari sekali

14 3.6 Analisis data

Analisis data Laju Pertumbuhan Harian, Kelulushidupan dan Pertumbuhan Mutlak dihitung secara statistik menggunakan analisis ragam atau ANOVA (analysis of variance) dengan selang kepercayaan 95%. Jika hasilnya berbeda nyata tahap selanjutnya dilanjutkan uji lanjut Duncan pada selang kepercayaan 95%. Data pengukuran kualitas air dianalisis secara deskriptif.

15 V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan perendaman larva ikan baung pada umur yang berbeda dan dosis rGH yang berbeda menunjukan pertumbuhan berat mutlak dan laju pertumbuhan harian yang lebih tinggi dibandingkan kontrol. Namun perlakuan yang diberikan tidak berpengaruh terhadap kelulushidupan ikan baung baik kelompok umur 6, 12 dan 18 hari. Perlakuan optimal rGH untuk peningkatan pertumbuhan ikan baung adalah 2 mg/L baik kelompok umur 6, 12 dan 18 hari.

5.2 Saran

Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian ini adalah perlu dilakukan penelitian yang lebih kompleks agar mendapatkan hasil yang lebih akurat.

16 DAFTAR PUSTAKA

Acosta, J.R., Morales, R., Morales, M., Alonso, M., d a n Estrada, M.P. 2007. Pichia pastoris Expressing Recombinant Tilapia Growth Hormone Accelerates the Growth of Tilapia. Biotechnology Letter 29: 1671-1676. Acosta, J.R., Estrada, M.P., Carpio, Y., Ruiz, O., Morales, R., Martinez, E.,

Valdes, J., Borroto, C., Besada, V., Sanchez, A., dan Herrera, F. 2009. Tilapia Somatotropin Polypeptides: Potent Enhancers of Fish Growth and Innate Immunity. Biotecnologia Aplicada 26(3): 267-272.

Affandi, R. 2002. Fisiologi Hewan Air. UNRI Press, Pekanbaru. 213 hlm.

Alawi, H., Muchtar, Pulungan, C., dan Rusliadi. 1990. Beberapa Aspek Biologi Ikan Baung (Mystus nemurus C.V) yang Tertangkap di Sekitar Perairan Teratak Buluh Sungai Kampar. Pusat Penelitian Universitas Riau, Riau. 73 hlm.

Alimuddin, Lesmana, I., Sudrajat, A.O., Carman, O., dan Faizal, I. 2010. Production and Bioactivity Potential of Three Recombinant Growth Hormones of Farmed Fish. Indonesian Aquaculture Journal 5(1): 11-17. Brown, T.A. 2006. Gen Cloning and Analysis. Blackwell Science Ltd, United

Kingdom. 386 hlm.

Dunham, R.A. 2004. Aquaculture and Fisheries Biotechnology. CABI Publishing, USA. 85-99 hlm.

Effendie, M.I. 1997. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama, Yogyakarta. 163 hlm.

Forsyth, I.A., dan Wallis, M. 2002. Growth Hormone and Prolactin-Molecular and Functional Evolution. Journal of Mammary Gland Biology and Neoplasia 7(3): 291-312.

Francis, G.L. 2010. Albumin and Mammalian Cell Culture: Implications For Biotechnology Applications. Cytotechnology 62(1):1-16.

Froese, R. dan Pauly, D. 2017. Ikan Baung (Hemibagrus nemurus).

http://fishbase.org/Summary/SpeciesSummary.php?ID=5427&AT=baung. Diakses pada 5 Maret 2017 pukul 22.35 WIB.

Handoyo, B. 2012. Respons Benih Ikan Sidat Terhadap Hormon Pertumbuhan Rekombinan Ikan Kerapu Kertang melalui Perendaman dan Oral. [Tesis]. Pasca Sarjana. Institur Pertanian Bogor. 73 hlm.

17 Kordi, G. 2014. Buku Pintar Bisnis dan Budidaya Ikan Baung. Andi Publisher,

Yogyakarta. 238 hlm.

Kottelat, M., Whitten, A.J., Kartikasari, S.N., dan Wirjoatmojo, S. 1993. Ikan Air Tawar Indonesia Bagian Barat dan Sulawesi. Periplus Editions, Hongkong. 344 hlm.

Li, W.S., Chen, D., Wong, A.O.L., dan Lin, H.R. 2005. Molecular Cloning, Tissue Distribution, and Ontogeny of mRNA Expression of Growth Hormone in Orange-Spotted Grouper (Epinephelus coioides). General and Comparative Endocrinology 144(1): 78-89.

Mancera, M.J., Carrion, R,L., dan Rı́o, M.D.P.M.D. 2002. Osmoregulatory Action of PRL, GH, and Cortisol in the Gilthead Seabream (Sparus aurata L.). General and Comparative Endocrinology 129(2): 95-103.

Moriyama, S., Felix, G.A., dan Hiroshi, K. 2000. Growth Regulation by Insuline-Like Growth Factor-1 in Fish. Bioscience Biotechnology Biochemistry 64(8): 1553-1562.

Moriyama, S. dan Kawauchi, H. 1990. Growth Stimulation of Juvenile Salmonids by Immersion in Recombinant Salmon Growth Hormone. Nippon Suisan Journal 56(1): 31-34.

Mudjiman, A. 2004. Makanan Ikan. Penebar Swadaya, Jakarta. 191 hlm.

Putra, H.G.P. 2011. Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Gurame yang diberi Protein Rekombinan GH melalui Perendaman dengan Dosis Berbeda. [Skripsi]. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor, Bogor. 40 hlm.

Rahmawati, I. 2011. Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Gurame yang diberi Pakan Alami yang disuplementasi Hormon Pertumbuhan Rekombinan. [Skripsi]. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor, Bogor. 32 hlm.

Ramayani, S. 2016. Pemberian Hormon Pertumbuhan Rekombinan terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) yang dipelihara dalam Sistem Akuaponik. [Skripsi]. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Riau, Riau. 58 hlm.

Sakai, M., Kajita, Y., Kobayashi, M., dan Kawauchi, H. 1997. Immunostimulating Effect of Growth Hormone: in-vivo Administration of Growth Hormone in Rainbow trout Enhances Resistance to Vibrio anguillarum Infection. Veterinary Immunology and Immunopathology 57: 147-152.

18 Sanchez, J.P. dan Pierre, Y.L.B. 1999. Growth Hormone Axis as Marker of

Nutritional Status and Growth Performance in Fish. Aquaculture 177(1): 117–128.

Santiesteban, D., Martín, L., Arenal, A., Franco, R., dan Sotolongo, J. 2010. Tilapia Growth Hormone Binds to a Receptor in Brush Border Membrane Vesicles from the Hepatopancreas of Shrimp Litopenaeus vannamei. Aquaculture 306: 338–342.

Sasmi, H., Hendrik, dan Hendri, R. 2015. Analisis Usaha Budidaya Ikan Sistem Keramba Jaring Apung (KJA) di Desa Sungai Paku Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar Provinsi Riau. [Skripsi]. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Riau, Riau. 12 hlm.

Sinaga, I.M. 2014. Analisis Isi Lambung Ikan Baung (Mystus nemurus C.V) di Perairan Sungai Siak Kecamatan Rumbai Pesisir Provinsi Riau. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 1(1): 1-7.

Sukoso. 2002. Pemanfaatan Mikroalga dalam Industri Pakan Ikan. Agritek YPN, Jakarta. 51 hlm.

Sunarti, E.E. 2003. Tingkat Keberhasilan Triploidisasi Ikan Baung dengan Pemberian Kejutan Panas pada Umur Zigot yang Berbeda. [Skripsi]. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor, Bogor. 49 hlm.

Syazili, A., Irmawati, Alimuddin, dan Sumantadinata, K. 2012. Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Juvenile Ikan Gurami yang direndam dalam Hormon Pertumbuhan Rekombinan dengan Frekuensi Berbeda. Jurnal Akuakultur Indonesia 11(1): 23-27.

Triwinarso, W.H., Basuki, F., dan Yuniarti, T. 2014. Pengaruh Pemberian Rekombinan Hormon Pertumbuhan (rGH) melalui Metode Perendaman dengan Lama Waktu yang Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Ikan Lele Varietas Sangkuriang. Journal of Aquaculture Management and Technology 3(4): 265-272.

Windy. 2015. Kebiasaan Makanan Ikan Baung (Mystus nemurus C.V) di Sungai Bingai Kota Binjai Provinsi Sumatera Utara. [Skripsi]. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara, Medan. 33 hlm.

Wong, A.O.L., Hong, Z., Yonghua, J., Wendy, K., dan Ko, W. 2006. Feedback Regulation of Growth Hormone and Secretion in Fish and the Emerging Concept of Intrapituitary Feedback Loop (Review). Comparative Biochemistry and Physiology 144(3): 284-305.

19 Yuwono, E., Sukardi, P., dan Sulistyo, I. 2005. Konsumsi dan Efisiensi Pakan pada Ikan Kerapu Bebek (Cromileptes altivelis) yang dipuasakan secara Periodik. Berkala Penelitian Hayati 10(2): 129 – 132.

Zonneveld, N., Huisman, E.A., dan Boon, J.H. 1991. Prinsip-Prinsip Budidaya Ikan. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. 318 hlm.

Dalam dokumen PENGARUH PERENDAMAN LARVA IKAN BAUNG (Halaman 31-37)

Dokumen terkait