• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGAMATAN MAHASISWA

Dalam dokumen LAPORAN KERJA PRAKTEK 5201110058 (Halaman 43-53)

Dalam Praktek Kerja Lapangan pada proyek Apartemen LA MAISON BARITO. Yang dikerjakan oleh PT ADHI KARYA (Persero) Tbk. selama kurang lebih 12 minggu, mahasiswa mengamati pekerjaan yang berhubungan dengan

Uraian dari pekerjaan yang diamati oleh penulis selama Praktek Kerja Lapangan diantaranya ;

A. Pekerjaan Shear wall 

Shear Wall adalah element structural   yang digunakan untuk yang menahan gaya lateral/horizontal/ shear forces yg sejajar bidang dinding secara umum proses pekerjaan  shear wall   hampir sama seperti proses pekerjaan kolom.

Proses pelaksanaan yang terjadi :

1. Setelah kami memahami  shop drawing   pekerjaan pertama yang dilakukan pada pekerjaan  shear wall   adalah melakukan leveling untuk membuat elevasi dan menggambar as-as sesuai gambar kerja 2. Proses selanjutnya adalah pemebesian, Besi yang sudah ditandai

dipotong dengan alat bantu yang dinamakan bar cutter .  Bar cutter  adalah alat pemotong besi dengan menggunakan tenaga listrik. Alat ini berfungsi untuk memotong baja tulangan. alat ini dapat memotong baja dengan diameter besar dan kecil sekaligus, sesuai dengan panjang yang diinginkan. Setalah dipotong selanjutnya besi dibengkokkan menggunakan bar bender. Besi tebagi menjadi dua, yaitu untuk tulangan longitudinal dan tulangan transversal (sengkang). Proses fabrikasi dilakukan diluar lokasi pembesian. Pemebesian yang sudah selesai dirakit diangkat menggunakan TC ke tempat pembesiannya. Setelah semua utilitas dan beton deking dipasang sesuai gambar rencana, lalu dilakukan checklist  oleh MK dan QC.

3. Proses selanjutnya adalah pemasangan bekisting, bekisting untuk   shear wall   menggunakan bekisting peri. Bekisting dirakit diluar

lokasi kerja shear wall .

4. Pekerjaan selanjutnya membuat sepatu kolom. Caranya adalah setelah selesai pekerjaan pembesian plat lantai, pasang besi D10  berukuran ± 50 cm. Besi yang dipasang berjumlah 3, dipasang dengan jarak tertentu sesuai dengan marking dan gambar kerja. Setelah plat lantai di cor, selesailah pembuatan sepatu bekisting. Jangan lupa memberi minyak bekisting pada bagian bekisting  shear wall  agar mudah dilepas saat pembongkaran bekisting.

5. Lalu dilakukan check oleh MK dan QC untuk vertikality bekisting kolom tersebut.

6. Proses selanjutnya adalah pengecoran shear wall, pengecoran menggunaka bucket  yang diangkat oleh TC. Beton dari truk mixer dituang kedalam bucket dan setalah penuh bucket diangkut oleh TC kelokasi pengecoran. Setelah bucket  sampai di tempat pengecoran, seorang pekerja dinaikkan di atasnya untuk mengontrol dan memandu operator tower crane  dengan membawa HT. Setelah itu  pekerja memandu operator tower crane ke tempat yang akan dicor dengan bantuan HT. Setelah itu proses pengecoran dimulai. Pekerja yang berdiri di atas bucket akan membuka output dari bucket  sehingga beton pun turun. Hindari jatuhnya beton melebihi 2 meter, karena akan mengakibatkan terpisahnya agregat dari semennya (segregasi).Setelah semua beton telah selesai dituang, selama proses  pengecoran svibratoe dinyalakan dan digunakan untuk memadatkan  beton segar yg dituang tersebut. pekerja yang berada di atas bucket 

diturunkan kembali pada lokasi pengecoran, Kemudian bucket  yang kosong dibawa turun untuk pengisian beton selanjutnya hingga  bekisting penuh.

7. Lalu setelah beton sudah kuat dan bekisting bisa dicabut maka  proses curing dilakukan pada shear wall tersebut. Dan MK serta QC

memeriksa hasil pekerjaan kolom tersebut. B. Pekerjaan Plat lantai dan balok.

Yang dimaksud plat lantai adalah lantai yang tidak terletak di atas tanah langsung, jadi merupakan lantai tingkat. Plat lantai ini didukung oleh balok- balok yang bertumpu pada kolom-kolom bangunan.

Fungsi plat lantai adalah :

1. Memisahkan ruang bawah dan ruang atas

2. Sebagai tempat berpijak penghuni di lantai atas

3. Untuk menempatkan kabel listrik dan lampu pada ruang bawah 4. Meredam suara dari ruang atas maupun dari ruang bawah

kolom agar apabila terjadi pergerakan kolom-kolom tersebut tetap bersatu  padu mempertahankan bentuk dan posisinya semula

Proses Pelaksanaan

a. Setelah kami memahami shop drawing pekerjaan pertama yang dilakukan pada plat dan balok GF ini adalah memasang bekisting untuk lantai dan balok, disini bekisting menggunakan bekisting peri.  b. Setelah bekisting terpasang proses selanjutnya adalah pemebesian

untuk plat lantai dan balok tersebut. Tulangan yang sudah dipotong dan dibengkokkan diangkat menggunakan TC yang kemudian dirangkai di lokasi pemebesian. Sebelum merangkai beton decking dipasang terlebih dahulu. Pemebesian terdiri dari 4 lapisan 2 lapisan dibawah dan 2 lapisan diatas. Setelah lapisan bawah terpasang maka selanjutnya diberikan kaki babi untuk membuat jawak antar lapisan atas dan bawah.

c. Proses selanjutnya setelah pembesian adalah pengecoran, lantai dan  balok yang telah siap dan disetujui oleh MK dan QC kini siap dicor. Proses pengecoran menggunakan TC. Selama pengecoran vibrator  pun ikut dinyalakan untuk memadatkan beton. Lalu setelahh

 pengecoran selesai dilakukan perataan pada permukaan beton tersebut.

d. P r 

oses terakhir adalah melakukan curing dan check elevasi terhadap  plat lantai tersebut.

C. Pekerjaan Kolom

Kolom adalah batang tekan vertikal dari rangka struktur yang memikul  beban dari balok. Kolom merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan  pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya (collapse) lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total (total collapse) seluruh struktur (Sudarmoko, 1996). SK SNI T-15-1991-03 mendefinisikan kolom adalah komponen struktur bangunan yang tugas

a. Setelah kami memahami shop drawing pekerjaan pertama yang dilakukan pada pekerjaan kolom adalah melakukan leveling untuk membuat elevasi dan menggambar as-as sesuai gambar kerja

 b. Proses selanjutnya adalah pemebesian, Besi yang sudah ditandai dipotong dengan alat bantu yang dinamakan bar cutter .  Bar cutter  adalah alat pemotong besi dengan menggunakan tenaga listrik. Alat ini berfungsi untuk memotong baja tulangan. alat ini dapat memotong baja dengan diameter besar dan kecil sekaligus, sesuai dengan panjang yang diinginkan. Setalah dipotong selanjutnya besi dibengkokkan menggunakan bar bender.Besi tebagi menjadi dua, yaitu untuk tulangan longitudinal dan tulangan transversal (sengkang). Proses perakitan dilakukan diluar lokasi pembesian. Pemebesian yang sudah selesai dirakit diangkat menggunakan TC ke tempat pembesiannya. Setelah semua utilitas dan beton deckling dipasang sesuai gambar rencana, lalu dilakukan checklist oleh MK dan QC.

c. Proses selanjutnya adalah pemasangan bekisting, bekisting untuk kolom menggunakan bekisting peri. Bekisting dirakit diluar lokasi kerja kolom.setelah bekisting selesai di pabrikasi selanjutnya

siku berukuran ± 5 cm. Potong besi D10 dengan ukuran ± 15 - 30 cm. Las profil siku yang telah dipotong pada bagian bawah kolom yang sudah di marking, dengan besi D10 sebagai penyanggah diagonal ke bagian pembesian kolom. Sepatu kolom berfungsi sebagai penahan dan acuan untuk bekisting vertikal.

d. Pekerjaan selanjutnya Membuat sepatu bekisting. Caranya adalah setelah selesai pekerjaan pembesian plat lantai, pasang besi D10  berukuran ± 50 cm. Besi yang dipasang berjumlah 3, dipasang dengan jarak tertentu sesuai dengan marking dan gambar kerja.

Setelah plat lantai di cor, selesailah pembuatan sepatu bekisting. Dan jangan lupa memberi minyak bekisting pada bagian bekisting kolom agar mudah dilepas saat pembongkaran bekisting.

e. Setelah semua telah siap maka bekisting yang sudah ready siap diangkut oleh TC ke lokasi pemasangan kolom. Lalu dilakukan check oleh MK dan QC untuk vertikality bekisting kolom tersebut. f. Proses selanjutnya adalah pengecoran kolom, pengecoran

menggunaka Bucket yang diangkat oleh TC. Beton dari truk mixer dituang kedalam bucket dan setalah penuh bucket diangkut oleh TC kelokasi pengecoran. Setelah bucket  sampai di tempat pengecoran, seorang pekerja dinaikkan di atasnya untuk mengontrol dan memandu operator tower crane  dengan membawa HT. Setelah itu  pekerja memandu operator tower crane ke tempat yang akan dicor dengan bantuan HT.Setelah itu proses pengecoran dimulai. Pekerja yang berdiri di atas bucket akan membuka output dari bucket  sehingga beton pun turun. Hindari jatuhnya beton melebihi 2 meter, karena akan mengakibatkan terpisahnya agregat dari semennya (segregasi).Setelah semua beton telah selesai dituang, selama proses  pengecoran svibratoe dinyalakan dan digunakan untuk memadatkan  beton segar yg dituang tersebut. pekerja yang berada di atas bucket 

diturunkan kembali pada lokasi pengecoran, Kemudian bucket  yang kosong dibawa turun untuk pengisian beton selanjutnya hingga  bekisting penuh.

g. Lalu setelah beton sudah kuat dan bekisting bisa dicabut maka  proses curing dilakukan pada kolom tersebut. Dan MK serta QC

Dalam dokumen LAPORAN KERJA PRAKTEK 5201110058 (Halaman 43-53)

Dokumen terkait