Dalam Praktek Kerja Lapangan pada proyek Apartemen LA MAISON BARITO. Yang dikerjakan oleh PT ADHI KARYA (Persero) Tbk. selama kurang lebih 12 minggu, mahasiswa mengamati pekerjaan yang berhubungan dengan
Uraian dari pekerjaan yang diamati oleh penulis selama Praktek Kerja Lapangan diantaranya ;
A. Pekerjaan Shear wall
Shear Wall adalah element structural yang digunakan untuk yang menahan gaya lateral/horizontal/ shear forces yg sejajar bidang dinding secara umum proses pekerjaan shear wall hampir sama seperti proses pekerjaan kolom.
Proses pelaksanaan yang terjadi :
1. Setelah kami memahami shop drawing pekerjaan pertama yang dilakukan pada pekerjaan shear wall adalah melakukan leveling untuk membuat elevasi dan menggambar as-as sesuai gambar kerja 2. Proses selanjutnya adalah pemebesian, Besi yang sudah ditandai
dipotong dengan alat bantu yang dinamakan bar cutter . Bar cutter adalah alat pemotong besi dengan menggunakan tenaga listrik. Alat ini berfungsi untuk memotong baja tulangan. alat ini dapat memotong baja dengan diameter besar dan kecil sekaligus, sesuai dengan panjang yang diinginkan. Setalah dipotong selanjutnya besi dibengkokkan menggunakan bar bender. Besi tebagi menjadi dua, yaitu untuk tulangan longitudinal dan tulangan transversal (sengkang). Proses fabrikasi dilakukan diluar lokasi pembesian. Pemebesian yang sudah selesai dirakit diangkat menggunakan TC ke tempat pembesiannya. Setelah semua utilitas dan beton deking dipasang sesuai gambar rencana, lalu dilakukan checklist oleh MK dan QC.
3. Proses selanjutnya adalah pemasangan bekisting, bekisting untuk shear wall menggunakan bekisting peri. Bekisting dirakit diluar
lokasi kerja shear wall .
4. Pekerjaan selanjutnya membuat sepatu kolom. Caranya adalah setelah selesai pekerjaan pembesian plat lantai, pasang besi D10 berukuran ± 50 cm. Besi yang dipasang berjumlah 3, dipasang dengan jarak tertentu sesuai dengan marking dan gambar kerja. Setelah plat lantai di cor, selesailah pembuatan sepatu bekisting. Jangan lupa memberi minyak bekisting pada bagian bekisting shear wall agar mudah dilepas saat pembongkaran bekisting.
5. Lalu dilakukan check oleh MK dan QC untuk vertikality bekisting kolom tersebut.
6. Proses selanjutnya adalah pengecoran shear wall, pengecoran menggunaka bucket yang diangkat oleh TC. Beton dari truk mixer dituang kedalam bucket dan setalah penuh bucket diangkut oleh TC kelokasi pengecoran. Setelah bucket sampai di tempat pengecoran, seorang pekerja dinaikkan di atasnya untuk mengontrol dan memandu operator tower crane dengan membawa HT. Setelah itu pekerja memandu operator tower crane ke tempat yang akan dicor dengan bantuan HT. Setelah itu proses pengecoran dimulai. Pekerja yang berdiri di atas bucket akan membuka output dari bucket sehingga beton pun turun. Hindari jatuhnya beton melebihi 2 meter, karena akan mengakibatkan terpisahnya agregat dari semennya (segregasi).Setelah semua beton telah selesai dituang, selama proses pengecoran svibratoe dinyalakan dan digunakan untuk memadatkan beton segar yg dituang tersebut. pekerja yang berada di atas bucket
diturunkan kembali pada lokasi pengecoran, Kemudian bucket yang kosong dibawa turun untuk pengisian beton selanjutnya hingga bekisting penuh.
7. Lalu setelah beton sudah kuat dan bekisting bisa dicabut maka proses curing dilakukan pada shear wall tersebut. Dan MK serta QC
memeriksa hasil pekerjaan kolom tersebut. B. Pekerjaan Plat lantai dan balok.
Yang dimaksud plat lantai adalah lantai yang tidak terletak di atas tanah langsung, jadi merupakan lantai tingkat. Plat lantai ini didukung oleh balok- balok yang bertumpu pada kolom-kolom bangunan.
Fungsi plat lantai adalah :
1. Memisahkan ruang bawah dan ruang atas
2. Sebagai tempat berpijak penghuni di lantai atas
3. Untuk menempatkan kabel listrik dan lampu pada ruang bawah 4. Meredam suara dari ruang atas maupun dari ruang bawah
kolom agar apabila terjadi pergerakan kolom-kolom tersebut tetap bersatu padu mempertahankan bentuk dan posisinya semula
Proses Pelaksanaan
a. Setelah kami memahami shop drawing pekerjaan pertama yang dilakukan pada plat dan balok GF ini adalah memasang bekisting untuk lantai dan balok, disini bekisting menggunakan bekisting peri. b. Setelah bekisting terpasang proses selanjutnya adalah pemebesian
untuk plat lantai dan balok tersebut. Tulangan yang sudah dipotong dan dibengkokkan diangkat menggunakan TC yang kemudian dirangkai di lokasi pemebesian. Sebelum merangkai beton decking dipasang terlebih dahulu. Pemebesian terdiri dari 4 lapisan 2 lapisan dibawah dan 2 lapisan diatas. Setelah lapisan bawah terpasang maka selanjutnya diberikan kaki babi untuk membuat jawak antar lapisan atas dan bawah.
c. Proses selanjutnya setelah pembesian adalah pengecoran, lantai dan balok yang telah siap dan disetujui oleh MK dan QC kini siap dicor. Proses pengecoran menggunakan TC. Selama pengecoran vibrator pun ikut dinyalakan untuk memadatkan beton. Lalu setelahh
pengecoran selesai dilakukan perataan pada permukaan beton tersebut.
d. P r
oses terakhir adalah melakukan curing dan check elevasi terhadap plat lantai tersebut.
C. Pekerjaan Kolom
Kolom adalah batang tekan vertikal dari rangka struktur yang memikul beban dari balok. Kolom merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya (collapse) lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total (total collapse) seluruh struktur (Sudarmoko, 1996). SK SNI T-15-1991-03 mendefinisikan kolom adalah komponen struktur bangunan yang tugas
a. Setelah kami memahami shop drawing pekerjaan pertama yang dilakukan pada pekerjaan kolom adalah melakukan leveling untuk membuat elevasi dan menggambar as-as sesuai gambar kerja
b. Proses selanjutnya adalah pemebesian, Besi yang sudah ditandai dipotong dengan alat bantu yang dinamakan bar cutter . Bar cutter adalah alat pemotong besi dengan menggunakan tenaga listrik. Alat ini berfungsi untuk memotong baja tulangan. alat ini dapat memotong baja dengan diameter besar dan kecil sekaligus, sesuai dengan panjang yang diinginkan. Setalah dipotong selanjutnya besi dibengkokkan menggunakan bar bender.Besi tebagi menjadi dua, yaitu untuk tulangan longitudinal dan tulangan transversal (sengkang). Proses perakitan dilakukan diluar lokasi pembesian. Pemebesian yang sudah selesai dirakit diangkat menggunakan TC ke tempat pembesiannya. Setelah semua utilitas dan beton deckling dipasang sesuai gambar rencana, lalu dilakukan checklist oleh MK dan QC.
c. Proses selanjutnya adalah pemasangan bekisting, bekisting untuk kolom menggunakan bekisting peri. Bekisting dirakit diluar lokasi kerja kolom.setelah bekisting selesai di pabrikasi selanjutnya
siku berukuran ± 5 cm. Potong besi D10 dengan ukuran ± 15 - 30 cm. Las profil siku yang telah dipotong pada bagian bawah kolom yang sudah di marking, dengan besi D10 sebagai penyanggah diagonal ke bagian pembesian kolom. Sepatu kolom berfungsi sebagai penahan dan acuan untuk bekisting vertikal.
d. Pekerjaan selanjutnya Membuat sepatu bekisting. Caranya adalah setelah selesai pekerjaan pembesian plat lantai, pasang besi D10 berukuran ± 50 cm. Besi yang dipasang berjumlah 3, dipasang dengan jarak tertentu sesuai dengan marking dan gambar kerja.
Setelah plat lantai di cor, selesailah pembuatan sepatu bekisting. Dan jangan lupa memberi minyak bekisting pada bagian bekisting kolom agar mudah dilepas saat pembongkaran bekisting.
e. Setelah semua telah siap maka bekisting yang sudah ready siap diangkut oleh TC ke lokasi pemasangan kolom. Lalu dilakukan check oleh MK dan QC untuk vertikality bekisting kolom tersebut. f. Proses selanjutnya adalah pengecoran kolom, pengecoran
menggunaka Bucket yang diangkat oleh TC. Beton dari truk mixer dituang kedalam bucket dan setalah penuh bucket diangkut oleh TC kelokasi pengecoran. Setelah bucket sampai di tempat pengecoran, seorang pekerja dinaikkan di atasnya untuk mengontrol dan memandu operator tower crane dengan membawa HT. Setelah itu pekerja memandu operator tower crane ke tempat yang akan dicor dengan bantuan HT.Setelah itu proses pengecoran dimulai. Pekerja yang berdiri di atas bucket akan membuka output dari bucket sehingga beton pun turun. Hindari jatuhnya beton melebihi 2 meter, karena akan mengakibatkan terpisahnya agregat dari semennya (segregasi).Setelah semua beton telah selesai dituang, selama proses pengecoran svibratoe dinyalakan dan digunakan untuk memadatkan beton segar yg dituang tersebut. pekerja yang berada di atas bucket
diturunkan kembali pada lokasi pengecoran, Kemudian bucket yang kosong dibawa turun untuk pengisian beton selanjutnya hingga bekisting penuh.
g. Lalu setelah beton sudah kuat dan bekisting bisa dicabut maka proses curing dilakukan pada kolom tersebut. Dan MK serta QC