LAPORAN KERJA PRAKTEK
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK APARTEMEN LA MAISON BARITO
PROYEK APARTEMEN LA MAISON BARITO
JAKARTA SELATAN
JAKARTA SELATAN
Jl. Barito II/56 B2/56C, Jakarta Selatan. P. 62-21 7228197 F. 62
Jl. Barito II/56 B2/56C, Jakarta Selatan. P. 62-21 7228197 F. 62 -21 7228198-21 7228198
Disusun Oleh : Disusun Oleh :
NAMA
LEMBAR PENGESAHAN
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK APARTEMEN LA MAISON LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK APARTEMEN LA MAISON
BARITO
BARITO
–
–
JAKARTA SELATAN JAKARTA SELATANTELAH DIPERIKSA DAN DISETUJUI OLEH TELAH DIPERIKSA DAN DISETUJUI OLEH
Ketua
Ketua Program Program Studi Studi Arsitektur Arsitektur Dosen Dosen PembimbingPembimbing
(
LEMBAR PENGESAHAN
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK APARTEMEN LA MAISON LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK APARTEMEN LA MAISON
BARITO
BARITO
–
–
JAKARTA SELATAN JAKARTA SELATANTELAH DIPERIKSA DAN DISETUJUI OLEH TELAH DIPERIKSA DAN DISETUJUI OLEH
Ketua
Ketua Program Program Studi Studi Arsitektur Arsitektur Dosen Dosen PembimbingPembimbing
(
KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kehadirot Alloh Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga penyusun Segala puji syukur kehadirot Alloh Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga penyusun mampu menyusun serta menyelesaik
mampu menyusun serta menyelesaikan laporan Mata kuliah an laporan Mata kuliah Kerja praktek ini.Kerja praktek ini.
Pembahasan pada laporan ini adalah mengenai
Pembahasan pada laporan ini adalah mengenai “Proyek“Proyek ApartApart eememen Ln L a Ma M aisaisonon Barito
Barito – – Jakar Jakar ta sta seelatan ( klatan ( k husus husus nya banya bagian Qualgian Qual ity Contrity Contr olloll )” )” Oleh karena ituOleh karena itu semoga laporan ini menambah wawasan kami sebagai mahasiswa serta meluaskan semoga laporan ini menambah wawasan kami sebagai mahasiswa serta meluaskan pengetahuan te
pengetahuan tentang kerja pantang kerja pada dunia reada dunia real yang nyata.l yang nyata.
Harapan penyusun dalam penulisan karya ini agar para pembacaya bisa mengetahui lebih Harapan penyusun dalam penulisan karya ini agar para pembacaya bisa mengetahui lebih dalam
dalam tentang proyek pembangtentang proyek pembangunan khususnya pada pekunan khususnya pada pekerjaan Quality Control.erjaan Quality Control.
Mengingat dan mempertimbangkan bahwa masih banyak kekurangan dari Mengingat dan mempertimbangkan bahwa masih banyak kekurangan dari penyusunan
penyusunan laporan laporan ini ini maka maka penyusun penyusun menghamengharapkan rapkan kritik kritik dan dan saran saran yang yang sifatnyasifatnya membangun, yang akan membawa lebih sempurnanya laporan ini .
membangun, yang akan membawa lebih sempurnanya laporan ini .
Serta perkenankanlah pula penyusun menyampaikan rasa terima kasih yang Serta perkenankanlah pula penyusun menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada;
sebesar-besarnya kepada;
1.
1. Prawiro Harjono ST,MT. selaku Dekan Fakultas teknik Universitas Bumg Karno.Prawiro Harjono ST,MT. selaku Dekan Fakultas teknik Universitas Bumg Karno. 2.
2. Ir.Dwi Aryanti.Msi,selaku Ketua jurusan Teknik Arsitektur.Ir.Dwi Aryanti.Msi,selaku Ketua jurusan Teknik Arsitektur. 3.
3. Ir.Budiarjono.Msi, sebagai dosen Ir.Budiarjono.Msi, sebagai dosen pembimpembimbing.bing. 4.
4. Segenap Orang tua serta keluarga yang mendukung dengan tulus.Segenap Orang tua serta keluarga yang mendukung dengan tulus. 5.
5. Rekan-rekRekan-rekan mahasiswa Jurusan Teknik an mahasiswa Jurusan Teknik Arsitektur kususnya angkatan 2011.Arsitektur kususnya angkatan 2011. Kami menyadari bahwa Laporan yang kam
Kami menyadari bahwa Laporan yang kami susun ini i susun ini masih jauh dari kata sempurna olehmasih jauh dari kata sempurna oleh karena itu semua kami mohon saran serta arahan dari Dosen pengajar dan rekan -rekan karena itu semua kami mohon saran serta arahan dari Dosen pengajar dan rekan -rekan semua ,agar kami lebih baik dan
semua ,agar kami lebih baik dan terarah dalam menyusun karya tulis selanjutnya.semogaterarah dalam menyusun karya tulis selanjutnya.semoga karya tulis ini
karya tulis ini bermanfabermanfaat bagi kita semua.at bagi kita semua.
Jakarta , Jakarta ,
Penyusun Penyusun
DAFTAR ISI DAFTAR ISI
HALAMAN
HALAMAN JUDUL...JUDUL... HALAMAN
HALAMAN PENGESAHAN....PENGESAHAN... KATA
KATA PENGANTAR....PENGANTAR... DAFTAR
DAFTAR ISI...ISI...
BAB
BAB 1 1 PENDAHULUANPENDAHULUAN
1.1
1.1 Latar Latar Belakang.Belakang... 1.2
1.2 Tujuan Tujuan praktik kerja praktik kerja lapangan...lapangan...,...,. 1.3
1.3 Batasan Batasan Masalah...Masalah... 1.4
1.4 Sumber Sumber data...data... 1.5
1.5 Sistematik Sistematik PembahaPembahasan...san...
BAB
BAB 2 2 TINJUAN TINJUAN UMUMUMUM
2.1
2.1 Sejarah Sejarah singkat singkat PT.ADHI PT.ADHI KARYA KARYA ( ( PERSERO PERSERO )TBK...)TBK...
2.2
2.2 Bidang Bidang usaha usaha PT.ADHI PT.ADHI KARYA KARYA ( ( PERSERO PERSERO )TBK ...)TBK ...
a.Proyek
a.Proyek Infrastruktur...Infrastruktur...
b.Proyek Ban
b.Proyek Bangunan...gunan...
2.3
BAB
BAB III III TINJAUAN KHUSUSTINJAUAN KHUSUS
3.1
3.1 Prosedur Prosedur mendapamendapatkan tkan proyek...proyek...
a.
a. PelelangaPelelangan n umum...umum...
b. Pelelangan
b. Pelelangan terbatas...terbatas...
c.
c. Pemilihan Pemilihan langsung...langsung...
d.
d. Penunjukan Penunjukan langsung...langsung...
3.2
3.2 Proses Proses pelelangan pelelangan ( ( Tender Tender ) ) proyek proyek ApartemeApartemen n La La Maison Maison Barito...Barito...
3.3
3.3 Sistem Sistem kontrak kontrak dan dan pembayarapembayaran...n...
a.
a. Fixed Fixed price control...price control...
b. Kontrak ya
b. Kontrak yang menitikberang menitikberatkan biaya per untkan biaya per unit, volume dll...it, volume dll...
3.4
3.4 GambaraGambaran n umum umum proyek...proyek...
3.5
3.5 Data Data kontrak...kontrak...
3.6
3.6 Personalia Personalia dan dan organisasi organisasi proyek...proyek...
3.7
3.7 Struktur Struktur organisasi organisasi proyek...proyek...
3.8
3.8 Proses Proses pelaksanapelaksanaan an proyek...proyek...
3.9 Pekerjaan... 3.9 Pekerjaan...
3.10
3.10 Lingkup Lingkup Pekerjaan...Pekerjaan...
a.
a. pekerjaan upper pekerjaan upper struktur...struktur...
b. pekerjaan a
b. pekerjaan arsitektur...rsitektur...
3.11
3.11 Quality Quality Control...Control...
3.12
3.12 PengamPengamatan atan mahasiswa..mahasiswa...
3.13
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan B. Saran
C. Kata penutup
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANGPraktik Kerja Lapangan merupakan salah satu kegiatan perkuliahan Teknik Sipil Politeknik Negeri Jakarta yang dilaksanakan pada akhir semester V dan awal semester VI diluar lingkup kampus, program ini dilaksanakan selama 8 minggu.
Waktu pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan ini dimulai sejak tanggal 20 Januari 2014 hingga 14 Maret 2014. Praktik Kerja Lapangan ( job training ) diperusahaan jasa konstruksi bertujuanagar Mahasiswa mampu memahami, mengetahui dan mengerti bagaimana proses pelaksanaan proyek tersebut berlangsung. Kegiatan Praktik Kerja Lapangan ini juga sebagai suatu sarana untuk dapat berinteraksi dengan berbagai profesi yang berhubungan dengan terlaksananya suatu proyek konstruksi.
Dengan program tersebut, maka kami melakukan Praktik Kerja Lapangan pada proyek pembangunanLA MAISON BARITO. LA MAISON BARITO adalah bangunan Apartemen 30 lantai yang berada di Jl. Barito II/56 B2/56C, Jakarta Selatan, dimana PT.ADHI KARYA (persero) Tbk sebagai selaku Kontraktor dan PT. RASYA ANUGRAH PRATAMA sebagai Manajemen Konstruksi dari proyek tersebut, serta dari pihak owner adalah PT. DUTA ANGGADA REALTY.
Program pemerintah dalam rangka pengadaan tenaga kerja terampil dengan jenjang “Ahli Madya” dapat terlaksana dengan baik dan lancar serta terjalin hubungan yang erat antara industri dan lembaga pendidikan, khususnya Politeknik Negeri Jakarta.
1.2 TUJUAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN
Dalam melakukan Praktik Kerja Lapangan, kami mempunyai tujuan supaya kami mengetahui dan mengerti proses pelaksanaan dari suatu kegiatan proyek/ industri konstruksi sehingga memiliki wawasan dan pengetahuan yang
luas. Beberapa tujuan khusus diadakannya Praktik Kerja Lapangan, yaitu :
a. Supaya mahasiswa dapat menjelaskan proses pelaksanaan proyek/ industri konstruksi
b. Supaya mahasiswa dapat menjelaskan struktur organisasi proyek/ industri konstruksi
c. Supaya mahasiswa dapat menjelaskan pembagian tugas ( job description) semua personal yang terlibat dalam pelaksanaan proyek/ industri konstruksi
d. Supaya mahasiswa dapat menerapkan kemampuannya di proyek/ industri konstruksi sesuai dengan kemampuan yang diperoleh selama kuliah.
e. Supaya mahasiswa dapat melaksanakan tugas yang diberikan oleh proyek/ industri sesuai dengan target mutu dan ketelitian yang
diperlukan
f. Supaya mahasiswa dapat membuat laporan PKL dengan baik dan sesuai dengan tata cara penulisan ilmiah
1.4 SUMBER DATA
Sumber data yang di peroleh dalam penyusunan kerja praktek ini adalah dari tempat kerja Praktek PT. ADHI KARYA ( PERSERO ),TBK. ,yang menjadi Kontraktor dari pembangunan Proyek Apartemen La Maison Barito diantaranya:
1. Studi Literatur
Melakukan pembahasan melalui buku panduan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan proses pembangunan baik dari perpustakaan ataupun
karya ilmiah lainya dari sumber yang dapat di pertanggung jawabkan. 2. Melakukan survey Lapangan
Melakukan Pengamatan dan pengawasan di proyek bangunan gedung Apartemen La Maison Barito ini sangat di perlukan bagi mahasiswa yang melakukan kerja praktek ,sebab dengan melakukan pengamatan langsung dapat menyerap berbagai ilmu yang di lihat secara langsung. 3. Wawancara/Diskusi
Dalam Kerja praktek diskusi sangat di butuhkan untuk menambah pengetahuan bagi mahasiswa/i yang tidak di dapat secara tertulis, diskusi ini dapat di dapat dari sumber para pengelola proyek atau pembimbing dalam proyek.
1.5 SISTEMATIK PEMBAHASAN
1. Bab I Pendahul uan
Pada bab I ini di jelaskan latar belakang Permasalahan ,tujuan dari sarana ,lingkup pembatasan ,Metodologi pembahasan ,Penulisan dan sistematik pembahasannya.
2. Bab II Tinj auan Umum
2.1 Sejarah singkat PT.ADHI KARYA ( PERSERO )TBK
Berisi tentang sejarah singkat PT. ADHI KARYA ( PERSERO ) TBK.
2.2 Bidang usaha PT.ADHI KARYA ( PERSERO )TBK
2.3 Ruang lingkup usaha PT.ADHI KARYA ( PERSERO )TBK. Menjelaskan tentang bidang usaha apa saja yang digeluti oleh PT. ADHI KARYA ( PERSERO ),TBK.
2.4 Organisasi perusahaan PT.ADHI KARYA ( PERSERO )TBK Berisi tentang struktur organisasi dari kantor pusat PT.ADHI KARYA ( PERSERO )TBK
2.5 Pelaksanaan dan disiplin kerja
Menjelaskan aturan kerja dalam perusahaan dan dalam pelaksanaan kerja
2.6 Sertifikasi PT.ADHI KARYA ( PERSERO )TBK
Berisi Sertifikat yang menerangkan bahwa PT.ADHI KARYA ( PERSERO )TBK telah mendapat pengakuan sebagai
perusahaan yang handal.
3. Bab II I Tinj auann khusus
Pada bab ini menjelaskan tentang lingkup pekerjaan mekanikan & elektrikal
mengenai instalasi air dan listrik beserta fungsi nya.
4. Bab I V K egiatan yang diamati
Berisi tentang seluruh kegiatan dan pengetahuan yang di dapatkan dari tempat praktek kerja.
5. Bab V K esi mpul an ser ta saran
Pada bab IV merupakan isi kesimpulan dari pekerjaan praktek yang telah di laksanakan oleh mahasiswa serta berbagai pengarahan
BAB II
PENGENALAN PERUSAHAAN/TINJAUAN UMUM
2.1 SEJARAH SINGKAT PT. ADHI KARYA (PERSERO) TBK
Nama Adhi Karya untuk pertama kalinya tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Kerja pada tanggal 11 Maret 1960.Kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 65 tahun 1961 Adhi Karya ditetapkan menjadi Perseroan Negara Adhi Karya. Pada tahun itu juga, berdasarkan PP yang sama Perseroan Bangunan bekas milik Belandayang telah
dinasionalisasikan, yaitu Associate NV , dilebar kedalam Perseroan.
PT. Adhi Karya (persero) Tbk. didirikan pada tahun 1974. Selanjutnya pada tanggal 1 Juni 1974, bentuk hukum Perseroan menjadi Perseroan terbatas berdasarkan Akta No. 1 tanggal 1 Juni 1974 juntio Akta perubahan No. 2 tanggal 3 Desember 1974, keduanya dibuat dihadapan Notaris Kartini Mulyadi, SH, Notaris di Jakarta. Perseroan berkedudukan di Jl. Pasar Minggu Km. 18, Jakarta
Selatan 12510.
Akta Pendirian ini telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/5/13 tanggal 17 Januari 1975 dan didaftarkan dalam buku register pada Kantor Pengadilan Negeri Jakarta dibawah No. 129 tanggal 15 Januari 1975, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 85 tanggal 24 Oktober 1975. Tambahan No. 600.
2.2 BIDANG USAHA PT. ADHI KARYA (PERSERO) TBK
Mengamati kondisi kebutuhan perkembangan kemampuan Perseroan dari waktu ke waktu, maka setelah melalui kajian yang panjang, Perseroan menetapkan visi dan misi barunya. Sejalan dengan itu PT. ADHI KARYA (persero) Tbk. menambah bidang usaha EPC yang merupakan extended bussiness dan bidang investasi sebagai expanded businessnya. Namun demikian, jasa konstruksi tetap menjadi core business PT. ADHI KARYA (persero) Tbk. Dalam
area pengembangannya disesuaikan dengan kemampuan sumber daya yang dimiliki.Hal ini dilakukan agar komitmen untuk selalu memberikan kualitas pelayanan terbaik dapat dipertahankan.
Kegiatan operasionalnya, PT. ADHI KARYA (persero) Tbk didukung oleh sembilan divisi yang tersebar diseluruh Indonesia dan Luar Negeri.Dimana beberapa divisi diarahkan sebagai divisii spesialis, yaitu spesialis gedung,
spesialis infrastruktur dengan teknologi tinggi, dan spesialis EPC.
PT. ADHI KARYA (persero) Tbk. mengelompokan proyek-proyek Jasa Konstruksi menjadi dua kelompok, yaitu :
A. Proyek Infrastruktur
Proyek infrastruktur PT. ADHI KARYA (persero) Tbk. terdiri dari proyek-proyek infrastruktur seperti, jalan dan jembatan, pengairan, pembangkit
listrik, pelabuhan, dan lain-lain. B. Proyek Bangunan
Proyek bangunan PT. ADHI KARYA (persero) Tbk. terdiri dari pekerjan- pekerjaan yang berhubungan dengan gedung bertingkat seperti hotel dan perkantoran; pembanguna fasilitas umum seperti rumah sakit dan sekolah; bangunan komersial; perumahan; kawasan industri dan manufaktur; pekerjaan mekanikal dan elektrikal pada gedung dan industri, transmisi kelistrikan dan gardu induk, otomatis bangunan, pembangkit listrik, tata udara dan tata suara, radio, telekomunikasi, dan instrumentasi serta pemipaan.
2.3 RUANG LINGKUP USAHA PT. ADHI KARYA (PERSERO) TBK
Bidang usaha PT. ADHI KARYA (persero) Tbk. meliputi :
A. Pekerjaan pelaksanaan konstruksi yang meliputi; pekerjaan sipil (untuk seluruh sektor pembangunan), pekerjaan gedung, mekanikal elektrikal termasuk jaringan, radio telekomunikasi dan instrumentasi dan perbaikan/pemeliharaan/renovasi pada pekerjaan konstruksi tersebut
B. Perencanaan dan pengawasan pelaksanaan konstruksi, yang meliputi pekerjaan sipil, gedung, dan mekanikal elektrikal
C. Pengukuran, penggambaran, perhitungan dan penetapan biaya konstruksi yang meliputi pekerjaan sipil, gedung, dan mekanikal dan elektrikal ( Quantity Surveyor ) layanan jasa
D. Konsultasi manajemen dan rekayasa industri E. Perdagangan umum
F. Industri pabrikasi yang meliputi fabrikasi bahan dan komponen jadi pelengkap konstruksi, mekanikal dan kelistrikan untuk banguna industri dan gedung elektronik dan komunikasi
G. Fabrikasi komponen dan peralatan konstruksi
H. Melakukan usahaan pemasok, jasa keagenan, jasa handling impor dan ekspor dan jasa ekspedisi/angkuta darat
I. Investasi dan/atau pengelolaan usaha dibidang prasarana dan sarana dasar (infrasturktur) dan industri
J. Ekspor dan impor K. Building management
L. Jasa perdagangan bahan bangunan serta peralatan konstruksi M. Pengelolaan Kawasan
N. System development
O. Usaha dalam jasa dan bidang teknologi informasi
P. Layanan jasa peningkatan kemampuan di bidang konstruksi Q. Pengembang usaha property dan realty
R. Melaksanakan usaha di bidang agro industri
Keberhasilan yang dicapai PT. ADHI KARYA (persero) Tbk, karena kerja sama yang cukup solid dari setiap staf karyawan, sehingga mampu menghasilkan jasa konstruksi yang baik sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
2.4 ORGANISASI PERUSAHAAN PT. ADHI KARYA (PERSERO) TBK STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PT. ADHI KARYA (PERSERO) TBK
2.5 PELAKSANAAN DISIPLIN KERJA
Kedisiplinan kerja sangat penting agar staf PT. ADHI KARYA (persero) Tbk. dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Untuk itulah perlu untuk dikeluarkannya suatu tata tertib karyawan perusahaan tersebut, diantaranya :
A. Jam Kerja
Jam kerja hari Senin s/d Sabtu (kecuali jam kerja dilapangan, masuk setiaphari).
Masuk kerja : Pukul 08.00 WIB Pulang kerja : Pukul 17.00 WIB
Istirahat : Pukul 12.00 – 13.00 WIB
B. Jam Lembur
Bagi karyawan yang bekerja teus selama 1 (satu) jam atau lebih bahkan bisa sampai 24 jam setelah jam 18.00 WIB bisa diperhitungkan sebagai jam lembur. Besarnya uang lembur per jam diberikan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku. C. Tidak Masuk Kerja
Bagi karyawan yang tidak masuk kerja karena sakit selama 1 (satu) hari atau lebih, harus ada bukti surat keterangan dari dokter. Bila tidak ada surat keterangan dari dokter maka dipotong dari hak cutinya.
D. Hak Cuti Karyawan
Bagi karyawan hak cuti yang diterima adalah 12 hari per tahun.Sedangkan untuk izin, maksimal 12 hari dalam setiap bulan dan meminta izin kepada Kepala Divisi.
2.6 SERTIFIKASI PT. ADHI KARYA (PERSERO) TBK
PT. ADHI KARYA (persero) Tbk, telah mendapat pengakuan sebagai perusahaan yang handal. Hal itu dapat dibuktikan dengan adanya
sertifikasi-sertifikasi. Sertifikasi yang telah didapatkan oleh PT. ADHI KARYA (persero) Tbk, yaitu :
BAB III
PENGENALAN PROYEK / TINJAUAN KHUSUS
3.1
PROSEDUR MENDAPATKAN PROYEKProses cara mendapatkan proyek diatur oleh Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 tahun 2003. Pengadaan barang dan jasa dalam proyek konstruksi dapat dilakukan dengan berbagai metode, yaitu:
A. Pelelangan Umum
Dilakukan secara terbuka dengan pengumuman secara luas melalui media massa dan papan pengumuman resmi untuk penerangan umum sehingga masyarakat luas dunia usaha yang berminat dan memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya.
B. Pelalangan Terbatas
Pelelangan terbatas merupakan pelelangan untuk pekerjaan dengan teknologi pelaksanaan konstruksi yang tidak dimiliki oleh semua kontraktor karena memerluka teknologi tinggi.Pelelangan ini hanya dapat diikuti sekurang-kurangnya 5 rekanan yang tercantum dalam Daftar Rekanan Mampu (DRM).Kontraktor yanhg ikut dalam pelelangan dan kemampuan yang sesuai dengan sifat dan nilai pekerjaan yang ditawarkan.
C. Pemilihan Langsung
Pemilihan langsung langsung merupaka pelaksanaan pengadaan barang dan jasa tanpa melalui pelelangan umum atau pelelangan terbatas, yaitu dengan membandingkan sekurang-kurangnya 3 penawar dan melakukan negosiasi baik
D. Penunjukan Langsung
Penunjukan langsung adalah metode yang dapat dilaksanakan saat keadaan tertentu dan keadaan khusus terhadap 1 penyedia barang dan jasa. Pemilihan penyedia barang dan jasa dapat dilangsungkan dengan cara melakukan negosiasi, baik teknis maupun biaya.
Penunjukan langsung dilakukan apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. Keadaan tertentu, yaitu penanganan darurat untuk pertahanan Negara, keamanan dan keselamatan masyarakat. Pekerjaan yang perlu dirahasiakan yang menyangkut pertahanan dan keamanan negara yang ditetapkan oleh Presiden, pekerjaan yang berskala kecil dengan nilai maksimum.
2. Pengadaan barang dan jasa khusus, yaitu pekerjaan berdasarkan tarif resmi yang ditetapkan pemerintah, pekerjaan atau barang spesifik yang haya dapat dilaksanakan oleh satu penyedia layanan barang dan jasa. Pekerjaan yang kompleks yang hanya dapat dilaksanakan dengan penggunaan teknologi khusus dan atau hanya ada satu penyedia barang
dan jasa yang mampu mengaplikasikannya.
Hasil dari penunjukan langsung dapat diperoleh harga yang wajar dan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan.
3.2 PROSES PELELANGAN (TENDER) PROYEK LA MAISON BARITO Saat ini sangat banyak pembangunan yang ada di Indonesia antara lain pembangunan perkantoran, perumahan, apartemen, hotel, rumah sakit, jalan dan jembatan diberbagai wilayah di Indonesia.Oleh karena itu, Proyek LA MAISON BARITO dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sebagai tempat tinggal.
LA MAISON BARITO adalah bangunan apartemen yang menunjuk PT ADHI KARYA ( persero ) Tbk, sebagai kontraktor utamanya. Tujuan dibangunnya LA MAISON BARITO ini adalah untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat sebagai tempat tinggal didaerah Blok M yang masyarakatnya mayoritas banyak yang bekerja didaerah Blok M. setelah PT. GISTAMA INTISEMESTA yang bertugas sebagai Perencanaan Struktur mendesain bangunan gedung dan menghasilkan gambar rencana dan total biaya yang
dikeluarkan untuk bangunan tersebut, maka tahap selanjutnya adalah pelelangan. Pada saat proyek pembangunan LA MAISON BARITO, pihak owner melakukan pelelangan secara khusus, yaitu penunjukan seara langsung kepada PT. ADHI KARYA ( persero ) Tbk, yang langsung ditunjuk sebagai kontraktor utama.Setelah ditunjuk sebagai kontraktor utama, PT ADHI KARYA (persero ) Tbk, menerima :
A. Dokumen Kontrak
B. Surat Perintah Mulai Kerja ( SPMK) C. Rencana kerja syarat yang berisi :
1. Keterangan mengenai pemberi tugas
2. Keterangan mengenai perencanaan ( pembuat desain ) 3. Keterangan mengenai ketua pelaksana proyek
4. Bentuk surat penawaran dan cara penyampaiannya D. Syarat administrative, yang mencantumkan :
1. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan 2. Tanggal penyerahan pekerjaan
3. Syarat pembayaran
4. Denda atas keterlambatan 5. Besarnya jaminan penawaran E. Syarat teknis, yang mencantumkan :
3.3 SISTEM KONTRAK dan PEMBAYARAN
Kontrak adalah suatu perjanjian kerja antara dua belah pihak yang terlibat secara langsung dengan pemilik proyek sebagai pihak pertama dan penerima perkerjaan sebagai pihak kedua.Ketentuan mengenai hak dan kewajiban yang mengikat kedua belah pihak seperti nilai imbalan kegiatan atau masa kerja proyek yang telah sesuai dengan kesepakatan berikut, sanksi-sankinya dinyatakan sesuai dengan dokumen kontrak.Kontrak ini baru dibuat setelah pemberi tugas menetapkan pemenang lelang.
Kontrak dibagi atas dua macam, yaitu : A. Fixed Price Contract
Fixed Price Contract adalah kontrak yang berdasarkan persetujuan harga dan pelaksanaan proyek. Pengertian Fixed yaitu pelaksana tidak berubah lagi, semua yang akan dilaksanakan sudah jelas dan harga sudah ditentukan. Fixed Price Contract terbagi dua macam, yaitu :
1. Kontrak Lump Sum ( Lump sum contract )
Kontrak pengadaan barang dan jasa atas penyelesaian pekerjaan tersebut dalam batas waktu tertentu dalam jumah harga yang pasti dan tetap serta semua resiko yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian pekerjaan tersebut sepenuhnya ditanggung oleh penyedia barang dan jasa.
( Sumber : Kepres RI No.18 Tahun 2000 ) 2. Kontrak Harga Satuan ( Unit Price Contract )
Kontrak pengadaan barang dan jasa atas penyelesaian pekerja dalam batas waktu tertentu berdasarkan harga satuan yang pasti dan tetap untuk setiap satuan pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu, yang volume pekerjaannya masih bersifat perkiraan sementara, sedangkan pembayarannya akan didasarkan pada hasil pengukuran bersama atas
volume pekerjaan yang benar-benar telah dilaksanakan oleh penyedia barang dan jasa. ( Sumber : Kepres RI No.18 Tahun 2000 )
B. Kontrak yang menitik beratkan pada biaya per unit pekerjaan, volume, dan lain-lain, yaitu :
1. Kontrak Putar Kunci ( Turn Key Contract )
Kontraktor menyelesaikan pekerjaan sampai selesai dan biayanya akan dikeluarkan olehowner setelah pekerjaan selesai.
2. Prime Cost Contract
kontraktor melaksanakan pekerjaan dengan menggunakan biaya pribadi terlebih dahulu.Sistem ini apabila tidak mendapat pengawasan
dengan ketat dapat terjadi pembengkakan harga
3.4 GAMBARAN UMUM PROYEK
Gambaran umum proyek terdiri dari Data Kontrak.Pada data kontrak berisi kesepakatan antara dua orang atau lebih mengenai hal tertentu yang disetujui oleh ke dua belah pihak. Uraian mengenai data kontrak proyek dapat disimak sebagai berikut :
3.5 DATA KONTRAK
Data kontrak adalah data yang berisikan nilai-nilai kontrak. Data kontrak proyek LA MAISON BARITO sebagai berikut :
1. Nama Proyek : PROYEK LA MAISON BARITO
2. Lokasi : Jalan Barito II/56 B2/56C, Jakarta Selatan 3. Jenis Kontrak : Fix Lump Sump Price
4. Sumber Dana : PT. DUTA ANGGADA REALTY 5. Waktu Pelaksanaan : 975 hari kalender
6. Konsultan
a. Perencana Struktur : PT. GISTAMA INTISEMESTA b. Perencana Arstitektur : PT. URBANE INDONESIA
c. Perencana M&E : PT. ADI SWASTAYA
7. Manajemen Konstruksi : PT. RASYA ANUGRAH PRATAMA 8. Lingkup pekerjaan : Pekerjaan Struktur, Arsitektur, Plumbing . 9. Struktur Bangunan : Pile Cap, Matt Foundation, Retaining
Wall, Shear Wall , Kolom, Balok,Lantai
Basement , Ramp.
Demikian data kontrak pada proyek LA MAISON BARITO ini dapat kita lihat sebagai informasi.
3.6 PERSONALIA DAN ORGANISASI PROYEK
Pelaksanaan proyek pembangunan LA MAISON BARITO ini terdiri dari beberapa pihak yang saling terkait dan saling berhubungan yaitu :
Gambar 3.1: Gambar Skema Hubungan Kerja Pihak-pihak Yang Terkait Dalam Proyek.
Keterangan : : Garis Instruksi Owner PT. DUTA ANGGADA REALTY MK PT. RASYA ANUGRAH PRATAMA Perencanaan Struktur PT. GISTAMA INTISEMESTA KONTRAKTOR PT. ADHI KARYA
3.7 STRUKTUR ORGANISASI PROYEK
Organisasi proyek LA MAISON BARITO secara umum mempunyai susunan organisasi yaitu:
A. Kepala Proyek
Kepala Proyek merupakan pimpinan tertinggi lapangan dari suatu proyek, yang dituntut untuk memahami dan menguasai rencana kerja proyek secara keseluruhan dan mendetail. Selain itu harus dapat merencanakan, mengatur dan mengarahkan proyek tersebut, memanajemen waktu dan biaya, serta mengolah sumber daya yang ada untuk mencapai hasil yang diharapkan. Kesuksesan suatu proyek tergantung dari siapa yang mengelolanya.Tugas dan kewajiban pimpinan proyek antara lain :
1. Proses Perencanaan
Proses yang dilakukan saat perencanaan adalah sebagai berikut : a. Membuat rencana pelaksanaan proyek.
b. Melakukan perencanaan untuk pelaksanaan dilapangan berdasarkan rencana pelaksanaan proyek.
2. Proses Pelaksanaan
Proses yang perlu dilakukan saat pelaksanaan adalah sebagai berikut : a. Memimpin kegiatan pelaksanaan proyek dengan memperdayakan
sumber daya yang ada.
b. Melakukan pengendalian terhadap perencanaan pada proses kegiatan pelaksanaan dilapangan.
c. Menghadiri rapat-rapat koordinasi diproyek baik diowner ataupun mitra usaha.
a. Melakukan evaluasi hasil kegiatan pelaksanaan kerja (membandingkan dengan rencana pelaksanaan).
b. Mempertanggung jawabkan perhitungan rugi/laba proyek.
c. Membuat laporan tentang kemajuan pekerjaan, kepegawaian, keuangan, peralatan dan pesediaan bahan diproyek secara berkala. 4. Pertanggung Jawaban
Setiap pekerjaan yang dilakukan akan dimintai pertanggung jawabkan dengan membuat pertanggung jawaban sebagai berikut :
a. Membuat laporan pertanggung jawaban kepada pemilik proyek.
b. Membuat laporan pertanggung jawaban kepada pemimpin PT. ADHI KARYA (persero) Tbk.
B. Manajer Teknik ( Si te En gin eer in g M anager )
Merupakan orang yang memimpin unit engineering dan berwenang mengelola urusan yang menyangkut fungsi perencana teknik dan pengendalian, antara lain :
1. Perencanaan
a. Perencanaan metode pelaksanaan ( Construction method ). b. Perencanaan gambar kerja ( Shop Drawing ).
c. Perencanaan jadwal pekerjaan ( master schedule ), jadwal bahan ( material schedule ), jadwal peralatan ( equipment schedule ) dan jadwal tenaga kerja ( labour schedule ).
d. Kesehatan perencanaan mutu ( quality plan ). e. Perencanaan arus kas.
f. Perencanaan kesehatan dan keselamatan kerja ( safety plan ). g. Pemilihan subkontraktor.
2. Pengendalian adalah proses membandingkan seluruh perencanaan seperti tersebut diatas dengan realiasi yang dicapai dalan pelaksanaannya dengan melakukan analisis terhadap deviasi yang terjadi.
C. Manajer Operasi Lapangan ( Sit e Oper ation M anager )
Manajer operasi lapangan bertugas memimpin unit operasi lapangan dan berwenang mengelola pelaksanaan pekerjaan di lapangan sesuai dengan fungsi
operasionalnya, yang meliputi :
a. Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan perencanaan baik teknis maupun keuangan yang telah disiapkan oleh unit engineering .
b. Mengkoordinasikan para kepala pelaksana ( General Superintendant ) dalam mengendalikan dan mengkontrol pekerjaan para mandor atau subkontraktor.
c. Membina dan melatih keterampilan para staf, tukang ,dan mandor.
d. Melakukan penilaian kemampuannya sesuai dengan standar yang ditetapkan.
D. Manajer Administrasi Lapangan ( Site Admin istr ation M anager )
Manajer administrasi lapangan bertugas memimpin unit administrasi proyek dan berwewenang mengelola urusan keuangan, akutansi, urusan umum
dan SDM proyek, antara lain :
a. Menyiapkan urusan administrasi penagih kepada pemilik proyek. b. Melakukan pencatatan transaksi kedalam jurnal ( media pembukuan ).
c. Melakukan verifikasi seluruh dokumen transaksi pembayaran. d. Mengurus maslah perpajakan dan asuransi.
2. Merencanakan keselamatan dan kesehatan kerja di proyek. 3. Membuat rencana kerja mingguan.
4. Membuat izin pelaksanaan.
5. Melakukan rapat koorinasi ( rakor ) mingguan dengan subkontraktor dan mandor.
6. Melakukan penilaian kinerja mandor per tahap pekerjaan. 7. Membuat rencana perlindungan pekerjaan.
8. Melaksanakan pekerjaan sesuai jadwal dan mengatur tugas-tugasnya setiap hari di lapangan.
9. Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan program yang telah dibuat.
10. Menyiapkan tenaga kerja sesuai jadwal dan mengatur tugas-tugasnya setiap hari di lapangan.
11. Mengadakan pemeriksaan dan pengukuran hasil pekerjaan.
12. Membuat laporan harian tentang pelaksanaan kegiatan di lapangan. F. Quality Control
Quality control mempunyai tugas mengawasi seluruh metode pelaksana lapangan yang dikeluarkan oleh manajer teknik. Quality control berdiri secara independent didalam melaksanakan tugasnya yang selalu berhubungan dengan konsultan pengawas.
G. Logistik
Bagian logistik adalah bagian yang mengurusi pengeluaran dan penerimaan bahan.Keterlambatan pengadaan bahan dapat berakibat
keterlambatan pekerjaan yang ada di lapangan. Tugas dari logistik adalah : a. Bersama insinyur teknik membuat jadwal pengadaan bahan dan peralatan
di proyek.
b. Melakukan survey dan memberikan informasi kepada kepala proyek tentang sumber bahan, harga bahan, dan sewa alat.
c. Menyelenggarakan pembelian bahan yang telah diputuskan oleh kepala proyek sesuaidengan jadwal pengadaan bahan dan prosedur pembelian.
d. Melaksanakan administrasi pemesanan dan pengiriman bahan.
e. Menyelenggarakan administrasi pergudangan tentang penerimaan, penyimpanan, dan penggunaan bahan.
H. Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 )
Keselamatan dan kesehatan kerja di proyek, sangat penting artinya bagi kelangsungan pelaksana pekerjaan.Jaminan keselamatan dan kesehatan kerja sangat diperlukan untuk melindungi para pekerja dari segala kemungkinan yang terjadi di lapangan.
Perencanaa keselamatan dan kesehatan kerja berkaitan dengan penyusunan Safety Plan, pengaman proyek ( Security Plan ), dan pengelolaan ketertiban serta kebersihan proyek ( House Keeping ) dengan target “zero accident” ( tidak ada
kecelakaan kerja ).
Demikian penjelasan struktur organisasi proyek pembanguna LA MAISON BARITO dapat kita lihat sebagai informasi.
3.8 PROSES PELAKSANAAN PROYEK
Proses pelaksanaan proyek pembanguna LA MAISON BARITO terdiri dari : A. Pekerjaan Persiapan
Sebelum pelaksanaan pekerjaan pokok suatu proyek konstruksi, pekerjaan yang pertama yang harus dilakukan adalah pekerjaan persiapan.Pekerjaan persiapan harus direncanakan sebelum masa pelaksanaan suatu proyek konstruksi. Pekerjaan persiapan dibuat untuk dapat memperoleh suatu hasil perencanaan yang efisien, namun bias mencakup segala pekerjaan yang dibutuhkan untuk
3. Kebutuhan sumber daya ( listrik kerja dan air ). 4. Pembuatan gambar kerja ( Shop Drawing ).
5. Pengadaan material untuk pekerjaan persiapan. 6. Mobilisasi peralatan.
Demikian pekerjaan persiapan proyek pembangunan LA MAISON BARITO dapat kita jadikan sebagai informasi.
B. Pembagian Zona Kerja
Pekerjaan pembagian zona kerja dibuat untuk memudahkan pengerjaan, pembuatan cara kerjanya pembanguna LA MAISON BARITO yaitu :
1. Area Basement dibagi menjadi 6 zona kerja.
a. Pekerjaan galian tanah dibagi menjadi 6 zona kerja. b. Pekerjaan struktur dibagi menjadi 6 zona kerja.
2. Area Podium dibagi menjadi 6 zona kerja pekerjaan struktur. 3. Area Tower dibagi menjadi 4 zona kerja pekerjaan struktur.
Gambar 3.2: Pembagian Zona Kerja Podium
Demikian pembagian zona kerja proyek pembanguna LA MAISON BARITO dapat kita jadikan sebagai informasi.
C. Alur Pelaksanaan Pekerjaan
Alur pelaksanaan pekerjaaan dibuat untuk mempermudah pekerjaan, pekerjaan di mulai dari pekerjaan bawah, tengah dan berakhir dipekerjaan
atas.Cara pekerjaannya sebagai berikut :
1. Pelaksanaan dimulai dari pekerjaan penggalian untuk matt foundation dan pile cap. Pekerjaan ini dilakukan dengan menggunakan alat excavator . 2. Pekerjaan yang dilakukan secara manual adalah pekerjaan penggalian
diselah-selah bore pile, galian yang tertinggal atau yang tidak dapat dijangkau oleh excavator .
3. Pada saat galian tanah, setelah lubang pondasi selesai digali, dasar dan dindingnya disemprot dengan larutan Anti Rayap secara merata sebanyak kurang lebih 5 liter / m2 .
Tanah galian atau urugan harus disemprot secara merata dengan larutan Anti Rayap.Setelah pondasi dibangun, tanah atau urugan tersebut dimasukan kembali kedalam lubang pondasi agar berfungsi sebagai penyangga serangan rayap.
Demikian alur pekerjaan proyek LA MAISON BARITO dapat kita jadikan sebagai informasi.
2. Galian tanah untuk pile cap dan tie beam.
3. Pemotongan/pembobokan kepala tiang bore pile, dan dilanjutkan kepekerjaan :
a. Urugan pasir dibawah pile cap dan tie beam. b. Learn concreate dibawah pile cap dan tie beam.
4. Pemasangan bekisting pada pile cap dan tie beam menggunakan bekisting batako ( batako form work ).
5. Pemasangan pembesian pile cap, tie beam, dan kolom. Apabila semua pekerjaan pemasangan bekisting dan juga pembesian sudah selesai, maka pekerjaan selanjutnya adalah pekerjaan pengecoran.
6. Pemasanagan pasir urug, dan lantai kerja. 7. Pengecoran pile cap dan slab.
Demikian pelaksanaan pekerjaan sub struktur proyek pembangunan LA MAISON BARITO dapat kita lihat sebagai informasi.
E. Pekerjaan Upper Struktur
Pekerjaan upper struktur terdiri dari pekerjaan tengah. Pekerjaan-pekerjaan tengah yang dilakukan PT. Adhi Karya ( persero ) Tbk, terdiri dari :
1. Pekerjaan Kolom
Berikut ini langkah-langkah pekerjaan kolom antara lain : a. Langkah 1 :
1) Fabrikasi bekisting kolom
2) Memasang setengah panel dibantu dengan TC ( Tower Crane ) 3) Ditempatkan pada garis marking
4) Perkuat panel dengan adj. brace dan adj. kicker b. Langkah 2 :
1) Memasang setengah panel kedua dibantu dengan TC ( Tower Crane )
2) Perkuat panel dengan adj. brace rss dan adj. kicker av
3) Menegakkan panel dengan menyetel adj. brace dan adj. kicker
c. Langkah 3 :
1) Memeriksa ketegakkan (verticality) dengan menggunakan unting-unting
2) Menyetel adj. baras dan adj. kicker
3) Cek terakhir bekisting dan ketegakkan bekisting 4) Memberikan minyak bekisting sebelum dicor
5) Siap untuk dicordan dibantu dengan menggunakan vibrator 6) Pastikan pengecoran sampai dengan bekisting kolom penuh (
level bawah balok ). 2. Pekerjaan Balok dan Plat Lantai
Metode pekerjaan balok dan plat lantai yang dilaksanakan oleh PT. Adhi Karya ( persero ) Tbk, adalah sebagai berikut :
a. Langkah 1 :
1) Meletakkan base jack 2) Pasangmain frame
3) Perkuat dengan cross brace 4) Pasang join pin
5) Pasang ladder frame
6) Perkuat dengan cross brace 7) Pasang cross head jack
b. Langkah 2 :
1) Memeriksa kesikuan di setiap sudut dan mengukur dimensi balok apa sesudah sesuai dengan shop drawing atau belum 2) Mengecek tulangan yang sudah terpasang
3) Cek terakhir bekisting apa sudah sesuai dengan marking 4) Memberikan minyak bekisting sebelum dicor
5) Siap untuk dicor dan dibantu dengan menggunakan vibrator Pastikan pengecoran sampai menutupi tulangan hingga ketebalan selimut beton yang sudah direncanakan
3. Pekerjaan Shear Wall a. Langkah 1 :
1) Fabrikasi bekisting Shear Wall
2) Memasang setengah panel dibantu dengan TC ( Tower Crane ) 3) Ditempatkan pada garis marking
4) Perkuat panel dengan adj. brace dan adj. kicker b. Langkah 2 :
1) Memasang setengah panel kedua dibantu dengan TC ( Tower Crane )
2) Perkuat panel dengan adj. brace rss dan adj. kicker av
1) Memeriksa ketegakkan (verticality) dengan menggunakan unting-unting dan mengukur jarak shear wall ke garis marking
2) Menyetel adj. baras dan adj. kicker
3) Cek terakhir bekisting dan ketegakkan bekisting 4) Memberikan minyak bekisting sebelum dicor
5) Siap untuk dicor dan dibantu dengan menggunakan vibrator 6) Pastikan pengecoran sampai dengan bekisting kolom penuh (
dibawah kepala kolom/ shear wall ).
F. Pekerjaan Arsitektur
Pekerjaan arsitektur merupaka pekerjaan yang paling lama pelaksanaannya. Banyak pekerjaan arsitektur yang dikerjakan PT. ADHI KARYA (perser) Tbk, tetapi untuk proyek LA MAISON BARITO, PT. ADHI KARYA (perser) Tbk mendapatkan pekerjaan arsitektur macam-macam dari pekerjaan arsitektur adalah sebagai berikut :
1. Pekerjaan dinding bata ringan (celcon) 2. Pekerjaan Plesteran
3. Pekerjaan Acian 4. Pekerjaan Plafond
Demikian pekerjaan proyek pembangunan LA MAISON BARITO yang dapat kita lihat sebagai informasi.
3.9 Pekerjaan
Pada proses pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan di proyek Apartemen LA MAISON BARITO yang dilaksanakan selama kurang lebih 12 minggu, secara umum progress pekerjaan dari proyek ini baru mencapai 65% pada saat minggu pertama kegiatan Praktik Kerja Lapangan berlangsung, sehingga pekerjaan- pekerjaan yang banyak diamati penulis saat pelaksanaan Praktik Kerja
Lapanganadalah pekerjaan upper strukutur yang diantarnya adalah : A. Pekerjaan Kolom.
B. Pekerjaan Slab. C. Pekerjaan Balok. D. Pekerjaan Shear Wall . E. Pekerjaan Arsitektur.
Selain dari itu penulis juga mengamati tentang pelaksanaan Sistem Manajemen Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lingkungan (SMK3L) dari proyek Apartemen LA MAISON BARITO.
3.10 Lingkup Pekerjaan
Lingkup dari pekerjaan yang diamati pada saat pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan
A. Pekerjaan Upper Struktur
Pekerjaan upper struktur terdiri dari pekerjaan tengah. Pekerjaan-pekerjaan tengah yang dilakukan PT. Adhi Karya ( persero ) Tbk, terdiri dari :
1. Pekerjaan Kolom
a. Mengamati dan memahami proses fabrikasi penulangan, dan bekisting
b. Bagaimana proses pengangkatan dari fabrikasi ke lokasi pelaksanaan
c. Memahami siklus dari bekisiting kolom tersebut
d. Mengecek bekisiting yang sudah terpasang, sudah memenuhi syarat Ijin Pelaksanaan cor atau belum.
e. Mengecek penulangan yang sudah terpasang, sudah memenuhi Ijin Pelaksanaan cor atau belum
f. Memonitoring proses pengecoran kolom. 2. Pekerjaan Balok dan Plat Lantai
Berikut ini lingkup pekerjaan pada pekerjaan balok dan plat lantai ( slab) : a. Mengamati dan memahami proses fabrikasi penulangan, dan
bekisting
b. Bagaimana proses pengangkatan dari fabrikasi ke lokasi pelaksanaan
c. Memahami siklus dari bekisiting kolom tersebut
d. Mengecek bekisiting yang sudah terpasang, sudah memenuhi syarat Ijin Pelaksanaan cor atau belum.
e. Mengecek penulangan yang sudah terpasang, sudah memenuhi Ijin Pelaksanaan cor atau belum
f. Memonitoring proses pengecoran Balok dan Slab. 3. Pekerjaan Shear Wall
d. Mengecek bekisiting yang sudah terpasang, sudah memenuhi syarat Ijin Pelaksanaan cor atau belum.
e. Mengecek penulangan yang sudah terpasang, sudah memenuhi Ijin Pelaksanaan cor atau belum
f. Memonitoring proses pengecoran Shear Wall. B. Pekerjaan Arsitektur
Pekerjaan arsitektur merupaka pekerjaan yang paling lama pelaksanaannya, macam-macam dari pekerjaan arsitektur yang kami amati adalah sebagai berikut :
1. Pekerjaan dinding bata ringan (menggunakan celcon) 2. Pekerjaan Plesteran
3. Pekerjaan Acian
3.11 Quali ty Conrol
Kualitas bangunan yang baik merupakan harapan pemilik proyek yang diamanatkan kepada kontraktor, oleh karena itu diperlukan Quality Control untuk memastikansetiap item pekerjaan di proyek mampu diproduksi dengan kualitas maksimal, sesuai dengan standar perusahaan akan kualitas produk bangunan. Berikut ini beberapa tugas umum Quality Control pada proyek bangunan :
A. Tugas quality qontrol proyek bangunan
A. Membuat permintaan untuk pemeriksaan atau pengetesan barang untuk intern
kontraktor maupun bersama dengan konsultan pengawas atau Owner untuk memastikan material yang akan digunakan sudah sesuai dengan kriteria yang diinginkan pemilik proyek bangunan.
B. Membuat surat teguran atau menegur secara langsung kepada pelaksana, sub kontraktor atau mandor apabila terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan atau pengadaan material yang mempengaruhi mutu hasil pekerjaan dilapangan.
C. Melakukan pengecekan terhadap material yang akan didatangkankan maupun
yang sudah tiba di lokasi proyek untuk memberikan status kepada bahan bangunan tersebut apakah ditolak atau diterima setelah melihat kualitas bahan.
D. Mengikuti jalanya pelaksanaan pembangunan sehingga setiap penyimpangan
dalam pelaksanaan yang dapat mengurangi mutu pekerjaan dapat dicegah, hal ini lebih baik jika dibanding perlakuan pengecekan pekerjaan pada hasil akhir saja sehingga apabila terjadi mutu yang kurang baik harus dilakukan bingkar pasang yang dapat menyebabkan biaya tambahan.
E. Melakukan pengecekan apakah pelaksanaan pekerjaan dilapangan sudah sesuai dengan gambar pelaksanaan atau shop drawing.
F. Meminta contoh material atau brosur yang berisi spesifikasi material bahan kepada supplier sebelum melakukan pembelian sehingga material terpilih sesuai dengan standar kualitas yang dalam kontrak kerja.
G. Membuat laporan dan data-data yang dibutuhkan perusahaan yang berhubungan dengan pekerjaan Quality Control pada proyek bangunan.
Dengan melakukan pengawasan kualitas yang ketat diharapkan dapat dihasilkan produk bangunan terbaik sehingga mampu memberikan kepuasan bagi pemilik proyek, dengan begini maka kontraktor akan lebih dipercaya dan mempermudah pekerjaan marketing untuk mendapatkan pekerjaan proyek bangunan selanjutnya, karena sudah ada modal referensi proyek sebelumnya dengan kualitas bagus. Selamat bertugas bagi seluruh Quality Control diseluruh proyek bangunan. begitulah kurang lebih tugas quality qontrol dalam proyek bangunan.
Dalam PKL kali ini mahasiswa kerja praktek diberikan tugas untuk ikut andil dalam kegiatan yang berlangsung di proyek La Maison Barito sebagai
dilakukan, harus dilakukan inspeksi pekerjaan untuk memastikan beton sudah sesuai dengan slump yang ditentukan (untuk fc’ 30 = 12 ± 2, dan fc’ 41= 15 ± 2). Kami juga mencatat waktu batch, bongkar, dan selesai.
2. Quality control verticality
Sebelum dilakukan pengecoran pada kolom dan shear wall , maka tim surveyor melakukan penegakkan kolom atau shear wall atau yang biasa disebut verticality. Kami ditugaskan untuk men-ceklis apakah kolom dan shear wall sudah vertikal dan siap untuk diadakan pengecoran atau belum.
3. Quality control penulangan
Kualitas bangunan yang baik merupakan harapan pemilik proyek (Owner) yang diamanatkan kepada kontraktor, oleh karena itu diperlukan seorang staf quality qontrol untuk memastikan setiap item pekerjaan di proyek mampu diproduksi dengan kualitas maksimal sesuai dengan standar perusahaan akan kualitas produk bangunan, termasuk dalam tulangan pada balok, kolom, slab, dan shear wall.
Kami ditugaskan untuk mengecek jumlah tulangan padakolom, balok, slab, dan shear wall. Pelaksanaan pemasangan tulangan di lapangan harus sesuai dengan design pada shop drawing . Meski didapatkan beberapa tulangan pada tumpuan dan lapangan yang terjadi kekurangan atau bahkan kelebihan. Untuk itu kami segera melaporkannya kepada pelaksana agar segera ditangani.
4. Input data monitoring cor slab, balok, kolom, dan shear wall
Kejadian di lapangan seperti pengecoran harus diketahui juga oleh Quantity Surveyor , oleh karena itu staff Quality Control harus menginput data hasil pengecoran dan diserahkan kepada
bagian Quantity Surveyor. Kamipun ditugaskan untuk menginput data tersebut.
5. Menyusun izin pelaksanaan quality control struktur
Pada proyek La Maison Barito, setiap pekerjaan dilapangan harus ada ijin ke Manajemen Konstruksi. Oleh karena itu setiap mengontrol kegiatan, para Quality Control selalu membawa rangkap yang benama IP (Ijin Pelaksana). Karena Proyek ini tidak memenuhi jumlah tenaga kerja yang memadai, kami ditugaskan untuk membuat IP (Ijin Pelaksana).
6. Maping Arsitektur
Untuk mengefesiensikan waktu yang berlangsung, ketika pkerjaan struktur berjalan, pekerjaan arsitektur juga berjalan. Pada proyek La Maison, PT. Adhi Karya (Persada).tbk mendapatkan pekerjaan arsitektur hanya pasangan bata ringan (celcon), pekerjaan plesteran, pekerjaan acian, dan pekerjaan plafond.
Oleh karena itu kami ditugaskan untuk melihat dan menandai pada shop drawing pekerjaan apa saja yang sudah terealisasi pada lantai basement sampai lantai 16. Penandaan pada shop drawing biasa disebut maping, dan maping yang telah kami kerjakan menjadi laporan dan titik acu untuk melihat pekerjaan mandor pada lantai tersebut
3.12 PENGAMATAN MAHASISWA
Dalam Praktek Kerja Lapangan pada proyek Apartemen LA MAISON BARITO. Yang dikerjakan oleh PT ADHI KARYA (Persero) Tbk. selama kurang lebih 12 minggu, mahasiswa mengamati pekerjaan yang berhubungan dengan
Uraian dari pekerjaan yang diamati oleh penulis selama Praktek Kerja Lapangan diantaranya ;
A. Pekerjaan Shear wall
Shear Wall adalah element structural yang digunakan untuk yang menahan gaya lateral/horizontal/ shear forces yg sejajar bidang dinding secara umum proses pekerjaan shear wall hampir sama seperti proses pekerjaan kolom.
Proses pelaksanaan yang terjadi :
1. Setelah kami memahami shop drawing pekerjaan pertama yang dilakukan pada pekerjaan shear wall adalah melakukan leveling untuk membuat elevasi dan menggambar as-as sesuai gambar kerja 2. Proses selanjutnya adalah pemebesian, Besi yang sudah ditandai
dipotong dengan alat bantu yang dinamakan bar cutter . Bar cutter adalah alat pemotong besi dengan menggunakan tenaga listrik. Alat ini berfungsi untuk memotong baja tulangan. alat ini dapat memotong baja dengan diameter besar dan kecil sekaligus, sesuai dengan panjang yang diinginkan. Setalah dipotong selanjutnya besi dibengkokkan menggunakan bar bender. Besi tebagi menjadi dua, yaitu untuk tulangan longitudinal dan tulangan transversal (sengkang). Proses fabrikasi dilakukan diluar lokasi pembesian. Pemebesian yang sudah selesai dirakit diangkat menggunakan TC ke tempat pembesiannya. Setelah semua utilitas dan beton deking dipasang sesuai gambar rencana, lalu dilakukan checklist oleh MK dan QC.
3. Proses selanjutnya adalah pemasangan bekisting, bekisting untuk shear wall menggunakan bekisting peri. Bekisting dirakit diluar
lokasi kerja shear wall .
4. Pekerjaan selanjutnya membuat sepatu kolom. Caranya adalah setelah selesai pekerjaan pembesian plat lantai, pasang besi D10 berukuran ± 50 cm. Besi yang dipasang berjumlah 3, dipasang dengan jarak tertentu sesuai dengan marking dan gambar kerja. Setelah plat lantai di cor, selesailah pembuatan sepatu bekisting. Jangan lupa memberi minyak bekisting pada bagian bekisting shear wall agar mudah dilepas saat pembongkaran bekisting.
5. Lalu dilakukan check oleh MK dan QC untuk vertikality bekisting kolom tersebut.
6. Proses selanjutnya adalah pengecoran shear wall, pengecoran menggunaka bucket yang diangkat oleh TC. Beton dari truk mixer dituang kedalam bucket dan setalah penuh bucket diangkut oleh TC kelokasi pengecoran. Setelah bucket sampai di tempat pengecoran, seorang pekerja dinaikkan di atasnya untuk mengontrol dan memandu operator tower crane dengan membawa HT. Setelah itu pekerja memandu operator tower crane ke tempat yang akan dicor dengan bantuan HT. Setelah itu proses pengecoran dimulai. Pekerja yang berdiri di atas bucket akan membuka output dari bucket sehingga beton pun turun. Hindari jatuhnya beton melebihi 2 meter, karena akan mengakibatkan terpisahnya agregat dari semennya (segregasi).Setelah semua beton telah selesai dituang, selama proses pengecoran svibratoe dinyalakan dan digunakan untuk memadatkan beton segar yg dituang tersebut. pekerja yang berada di atas bucket
diturunkan kembali pada lokasi pengecoran, Kemudian bucket yang kosong dibawa turun untuk pengisian beton selanjutnya hingga bekisting penuh.
7. Lalu setelah beton sudah kuat dan bekisting bisa dicabut maka proses curing dilakukan pada shear wall tersebut. Dan MK serta QC
memeriksa hasil pekerjaan kolom tersebut. B. Pekerjaan Plat lantai dan balok.
Yang dimaksud plat lantai adalah lantai yang tidak terletak di atas tanah langsung, jadi merupakan lantai tingkat. Plat lantai ini didukung oleh balok- balok yang bertumpu pada kolom-kolom bangunan.
Fungsi plat lantai adalah :
1. Memisahkan ruang bawah dan ruang atas
2. Sebagai tempat berpijak penghuni di lantai atas
3. Untuk menempatkan kabel listrik dan lampu pada ruang bawah 4. Meredam suara dari ruang atas maupun dari ruang bawah
kolom agar apabila terjadi pergerakan kolom-kolom tersebut tetap bersatu padu mempertahankan bentuk dan posisinya semula
Proses Pelaksanaan
a. Setelah kami memahami shop drawing pekerjaan pertama yang dilakukan pada plat dan balok GF ini adalah memasang bekisting untuk lantai dan balok, disini bekisting menggunakan bekisting peri. b. Setelah bekisting terpasang proses selanjutnya adalah pemebesian
untuk plat lantai dan balok tersebut. Tulangan yang sudah dipotong dan dibengkokkan diangkat menggunakan TC yang kemudian dirangkai di lokasi pemebesian. Sebelum merangkai beton decking dipasang terlebih dahulu. Pemebesian terdiri dari 4 lapisan 2 lapisan dibawah dan 2 lapisan diatas. Setelah lapisan bawah terpasang maka selanjutnya diberikan kaki babi untuk membuat jawak antar lapisan atas dan bawah.
c. Proses selanjutnya setelah pembesian adalah pengecoran, lantai dan balok yang telah siap dan disetujui oleh MK dan QC kini siap dicor. Proses pengecoran menggunakan TC. Selama pengecoran vibrator pun ikut dinyalakan untuk memadatkan beton. Lalu setelahh
pengecoran selesai dilakukan perataan pada permukaan beton tersebut.
d. P r
oses terakhir adalah melakukan curing dan check elevasi terhadap plat lantai tersebut.
C. Pekerjaan Kolom
Kolom adalah batang tekan vertikal dari rangka struktur yang memikul beban dari balok. Kolom merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya (collapse) lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total (total collapse) seluruh struktur (Sudarmoko, 1996). SK SNI T-15-1991-03 mendefinisikan kolom adalah komponen struktur bangunan yang tugas
a. Setelah kami memahami shop drawing pekerjaan pertama yang dilakukan pada pekerjaan kolom adalah melakukan leveling untuk membuat elevasi dan menggambar as-as sesuai gambar kerja
b. Proses selanjutnya adalah pemebesian, Besi yang sudah ditandai dipotong dengan alat bantu yang dinamakan bar cutter . Bar cutter adalah alat pemotong besi dengan menggunakan tenaga listrik. Alat ini berfungsi untuk memotong baja tulangan. alat ini dapat memotong baja dengan diameter besar dan kecil sekaligus, sesuai dengan panjang yang diinginkan. Setalah dipotong selanjutnya besi dibengkokkan menggunakan bar bender.Besi tebagi menjadi dua, yaitu untuk tulangan longitudinal dan tulangan transversal (sengkang). Proses perakitan dilakukan diluar lokasi pembesian. Pemebesian yang sudah selesai dirakit diangkat menggunakan TC ke tempat pembesiannya. Setelah semua utilitas dan beton deckling dipasang sesuai gambar rencana, lalu dilakukan checklist oleh MK dan QC.
c. Proses selanjutnya adalah pemasangan bekisting, bekisting untuk kolom menggunakan bekisting peri. Bekisting dirakit diluar lokasi kerja kolom.setelah bekisting selesai di pabrikasi selanjutnya
siku berukuran ± 5 cm. Potong besi D10 dengan ukuran ± 15 - 30 cm. Las profil siku yang telah dipotong pada bagian bawah kolom yang sudah di marking, dengan besi D10 sebagai penyanggah diagonal ke bagian pembesian kolom. Sepatu kolom berfungsi sebagai penahan dan acuan untuk bekisting vertikal.
d. Pekerjaan selanjutnya Membuat sepatu bekisting. Caranya adalah setelah selesai pekerjaan pembesian plat lantai, pasang besi D10 berukuran ± 50 cm. Besi yang dipasang berjumlah 3, dipasang dengan jarak tertentu sesuai dengan marking dan gambar kerja.
Setelah plat lantai di cor, selesailah pembuatan sepatu bekisting. Dan jangan lupa memberi minyak bekisting pada bagian bekisting kolom agar mudah dilepas saat pembongkaran bekisting.
e. Setelah semua telah siap maka bekisting yang sudah ready siap diangkut oleh TC ke lokasi pemasangan kolom. Lalu dilakukan check oleh MK dan QC untuk vertikality bekisting kolom tersebut. f. Proses selanjutnya adalah pengecoran kolom, pengecoran
menggunaka Bucket yang diangkat oleh TC. Beton dari truk mixer dituang kedalam bucket dan setalah penuh bucket diangkut oleh TC kelokasi pengecoran. Setelah bucket sampai di tempat pengecoran, seorang pekerja dinaikkan di atasnya untuk mengontrol dan memandu operator tower crane dengan membawa HT. Setelah itu pekerja memandu operator tower crane ke tempat yang akan dicor dengan bantuan HT.Setelah itu proses pengecoran dimulai. Pekerja yang berdiri di atas bucket akan membuka output dari bucket sehingga beton pun turun. Hindari jatuhnya beton melebihi 2 meter, karena akan mengakibatkan terpisahnya agregat dari semennya (segregasi).Setelah semua beton telah selesai dituang, selama proses pengecoran svibratoe dinyalakan dan digunakan untuk memadatkan beton segar yg dituang tersebut. pekerja yang berada di atas bucket
diturunkan kembali pada lokasi pengecoran, Kemudian bucket yang kosong dibawa turun untuk pengisian beton selanjutnya hingga bekisting penuh.
g. Lalu setelah beton sudah kuat dan bekisting bisa dicabut maka proses curing dilakukan pada kolom tersebut. Dan MK serta QC
3.13 STUDI KASUS
Selama Praktik Kerja Lapangan kami dihadapkan terhadap kondisi sesungguhnya dilapangan,seperti kasus – kasus dalam pelaksanaannya kurang sesuai metode yang digunajan. Untuk itu kami mencari tahu apa saja kasus – kasus yang terdapat pada Proyek La Maison Barito, dan cara menanggulangi kasus tersebut, kasus - kasus yang terjadi diantaranya :
A. BETON TID AK MERATA
Penyebab yang memungkinkan beton terjadi air surface voids, adalah : 1. Cetakan
a. Permukaan cetakan kedap , kurang pembasahan, cetakan terlau fleksibel, digunakan minyak bekisting yang tidak benar.
2. Kondisi produksi
a. Berlebihan minyak cetakan, temperatur panas 3. Sifat beton segar
a. Fine Modulus pasir rendah atau tinggi, workability rendah, berlebihan semen atau pozzolan, keburukan partikel, berlebihan pasir dan kadar udara tinggi.
4. Penuangan
a. Terlalu pelan, tidak cukup kecepatan pompa, dan bucket berukuran kecil.
5. Pemadatan
a. Terlalu besar amplitudo, external vibrator tidak cukup, pembenaman kepala vibrator hanya sebagian.
Antisipasi
B. COL OUR VARIATI ON ( KOLOM B EL ANG )
Penyebab yang memungkinkan beton terjadi colour variation, adalah : 1. Bekisting
a. Variasi kapasitas penyerapan dari cetakan, reaksi dengan permukaan cetakan, reaksi dengan minyak cetakan dan kebocoran pada sambungan cetakan atau lubang pada cetakan.
2. Sifat beton segar
a. Tidak seragam warna materaial, tidak konsistent gradasi, bervariasi proporsi campuran, tidak sempurna pencampuran, Calsium clorida dapat menimbulkan lapisan gelap, terlalu tinggi slump dan berlebihan penyimpangan.
3. Penuangan
a. Terjadi segregasi. 4. Pemadatan
a. Vibrator terlalu menempel ke cetakan, Vibrator menempel kecetakan bervariasi.
Antisipasi
a. Check mix design beton.
b. Check pemakaian vibrator agar tidak menempel pada cetakan
C. KOLOM BUNTING
Terdapat struktur yang bunting pada lantai 19 zona 4 AS J2 Penyebabnya, adalah :
1. Bekisting
Bekisting yang tidak rata, tekanan saat pengecoran yang berlebihan Penanganannya adalah :
Karena kebuntingan yang terjadi pada kolom disebabkan oleh bekisting(bukan pada tulangan), maka yang dilakukan yaitu pembobokan
D. KURANGNYA TULANGAN
Penyebabnya adalah pengerjaan dari para tukang dan para pengawas lapangan yang kurang teliti.
Antisipasi :
Sebisa mungkin menambah tulangan, dan jika pemasangan tulangan sudah 90%, mau tidak mau harus dibongkar.
E. PERMUKAAN KOLOM GROWONG
Diseebabkan oleh bekisting yang kurang bagus dan juga bisa dari proses vibrator yang kurang merata
Antisipasi :
Dihaluskan secara manual ( Tacap ) menggunakan semen mortar kualitas terbaik.
F. RENGGANGAN PADA BEKISTING
Disebabkan oleh kualitas bekisting yang jelek dan bisa juga dari pekerjaan tukang yang tidak rapi.
Antisipasi :
Renggangan yang ada pada sambungan – sambungan bekisting di tutup dengan menggunakan lakban agar pada saat pengecoran tidak mengakibatkan kolom bunting.
G. PERGESERAN KOLOM
Penyebabnya adalah proses verticality dan maping yang kurang teliti dan kurang komunikasi.
Antisipasi :
Kolom di bobok, Disesuaikan dengan maping atau jika pergeseran terlalu jauh, maka harus di lakukan pembongkaran beton pada kolom dan di cor
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Kerja praktek yang berlangsung selama tiga bulan di PT Adhi Karya ( Persero ) .Tbk pada proyek Apartemen La Maison Barito banyak memberikan manfaat, pengalaman dan pengetahuan baru khususnya bagi penulis. Semua ini didapatkan berdasarkan pengamatan secara langsung selama pelaksanaan proyek Apartemen La Maison Barito.
Adapun kesimpulan dari penjelasan laporan kerja praktek ini, yaitu :
1. Dalam setiap perencanaan proyek tidak terkecuali proyek Apartemen La Maison Barito terkoordinasi dengan baik diantara pihak-pihak yang terlibat dalam perencanaan proyek sangat diperlukan demi kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
2. Dalam pelaksanaan pekerjaan, dibutuhkan pengalaman serta pengetahuan dari pelakssana untuk mengatasi masalah yang timbul, misalnya dalam hal spesifikasi pekerjaan sesuai rencana yang telah ditetapkan tanpa mengabaikan peraturan yang berlaku.
3. Pengawasan dan pengendalian mutu bahan dan hasil pekerjaan lebih baik sehingga menjamin tercapainya kualitas yang disyaratkan.
4. Masih kurangnya pengawasan dan kesadaran terhadap keselamatan kerja. Hal ini terlihat dari masih adanya pekerja yang tidak memakai helm.
5. Secara umum proyek ini berjalan dengan baik.
B . Saran
1 . pengawasan yang ketat dan kontinue terhadap mutu bahan yang sudah baik dan berjalan lancar agar terus di pertahankan supaya pembangunan selesai tepat pada
waktunya dan memenuhi spesifikasi yang disyaratkan.
2. sedapat mungkin penyimpanan perencanaan secara umum atau keseluruhan yang menyangkut masalah kualitas, kuantitas, biaya dan waktu harus diminimalisir.
3. perlu lebih diperhatikan dalam hal penyediaan dan penjadwalan tenaga kerja serta alat dan bahan sehingga tidak terjadi keterlambatan pekerjaan.
5. pekerjaan yang menumpuk harus dihindarkan dengan tujuan untuk mengoptimalkan pekerja yang ada.
6. untuk seluruh petugas lapangan harus menyadari bahwa satu pekerjaan dengan pekerjaan berikutnya akan saling berkaitan (arsitektur, mekanikal, dan electrical, plumbing,dll) di kemudian hari, maka harus tetap dijaga kelancaran
komunikasinya.
7. semua pekerjaan pada suatu proyek sebaiknya dikerjakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku (literature).
C. Kata Penutup
Puji syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas segala rahmatnya penyusun telah menyelesaikan kerja praktek ini . yang dapat diungkapkan adalah bahwa dari kegiatan kerja prakterk telah memberi manfaat terhadap penyusun terutama dalam kegiatan pelaksanaan dilapangan khususnya mengenai penerapan system kinerja Quality Control khususnya pada struktur dalam suatu bangunan gedung yang didalamnya terdapat beberapa kegiatan yang berbeda dari segi peruntukan, penggunaan maupun luasannya (Mike Use). Sehingga pada akhirnya penulis dapat membandingkan teori yang didapat dalam dengan kenyataan yang terjadi di lapangan dalam pelaksanaan pembangunan suatu proyek.
Namun demikian penyusun menyadari sepenuhnya bahwa laporan kerja praktek ini masih banyak kekurangan, baik dalam isi maupun cara penyusunannya. Dengan ini penyusun berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi rekan-rekan mahasiswa/ mahasiswi yang membutuhkan, serta dapat berguna bagi penyusun pribadi.
Akhir kata kami selaku penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan kerja praktek ini.