• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil penelitian pengaruh pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan bibit Gmelina dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Rata-Rata Tinggi Bibit Pada Perlakuan Tanpa Pemberian Pupuk Organik Cair.

Perlakuan Minggu Tinggi Bibit (Cm)

Tanpa Pemberian Pupuk

Sumber: Data Primer Setelah Diolah, 2014

Secara teori, pemberian pupuk memberikan hasil yang lebih baik terhadap pertumbuhan bibit dibandingkan dengan yang tidak diberi pupuk. Namun ada faktor-faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman selain pupuk organik.

Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh proses fisiologis yang terjadi di dalam tubuh tanaman tersebut, yaitu proses fotosintesis, respirasi, translokasi dan penyerapan air serta mineral (Daniel etal. 1987 dan Handayani 2009). Seperti pada perlakuan tanpa pemberian pupuk organik cair, dapat dilihat pada Tabel 1.

23 Media tanam juga sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman dari segi ketersediaan hara, ketersediaan air, keremahan media yang mempengaruhi ketersediaan oksigen dan pergerakan serta penetrasi akar. Kemasaman media tanam juga berpengaruh besar. Jika tanah semakin asam, maka mobilitas unsur hara semakin rendah. Mobilitas unsur hara yang rendah maka suplai ke tanaman juga akan terganggu sehingga pertumbuhan tanaman akan terganggu (Handayani 2009).

Tabel 2. Rata-Rata Tinggi Bibit Yang Mendapatkan Pupuk Organik Cair Top G2

Pupuk Organik Cair Dosis Tinggi Bibit (Cm)

TOP G2

3 cc/polybag 21,60

5 cc/polybag 21,78

7 cc/polybag 22,20

Jumlah 65,58

Rata-rata 21,86

Sumber: Data Primer Setelah Diolah, 2014

Tabel 2 terlihat bahwa bibit yang mendapatkan perlakuan pupuk organik cair TOP G2 yang berbeda-beda dosis mendapatkan hasil rata-rata 21,86 cm pertumbuhan tinggi bibit Gmelina

24 Tabel 3. Rata-rata Tinggi Bibit Yang Mendapatkan Pupuk Organik Cair SUPER A1

Pupuk Organik Cair Dosis Tinggi Bibit (Cm)

SUPER A1

3 cc/polybag 22,58

5 cc/polybag 22,68

7 cc/polybag 23,69

Jumlah 68,95

Rata-rata 22,98

Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2014

Tabel 3 terlihat bahwa bibit yang mendapatkan perlakuan pupuk organik cair SUPER A1 yang berbeda-beda dosis mendapatkan hasil rata-rata 22,98 cm pertumbuhan tinggi bibit Gmelina.

Berdasarkan pada Tabel 2 dan 3 yang diberi pupuk organik cair TOP G2 dan pemberian pupuk organik cair SUPER A1 menunjukkan bahwa, pemberian pupuk SUPER A1 memiliki respon pertumbuhan tinggi bibit Gmelina lebih baik dibandingkan dengan TOP G2. Hal ini disebabkan oleh Super A1 kaya akan larutan nutrisi multiguna berkualitas prima dan senyawa bioaktif (hara makro dan mikro, 14 bentuk mineral essensial, 17 asam amino, asam organik, enzim, vitamin, dan lain-lain serta mengandung mikroba menguntungkan (benefical microbe) penghasil hormon tumbuh dan senyawa bioaktif serta mengandung senyawa pengatur tumbuh alami (Giberelin (GA3), Zeatin/sitokinin).

Giberelin adalah zat tumbuh yang sifatnya sama atau menyerupai hormon auksin, tetapi fungsi Giberelin sedikit berbeda dengan auksin. Fungsi giberelin adalah membantu pembentukan tunas/ embrio, Jika embrio terkena air, embrio menjadi aktif

25 dan melepaskan hormon Giberelin (GA). Hormon ini memacu aleuron untuk membuat (mensintesis) dan mengeluarkan enzim. Enzim yang dikeluarkan antara : z α-amilase, maltase, dan enzim pemecah protein. Enzim tersebut berperan memecah senyawa amilum yang terdapat pada endosperm (cadangan makanan) menjadi senyawa glukosa. Glukosa merupakan sumber energy pertumbuhan. Pada batang giberelin bersama auksin merangsang pemanjangan dan pembelahan sel batang.

26 Tabel 4. Rata-Rata Tinggi Bibit Yang Mendapatkan Kombinasi Perlakuan Antara

Pupuk Organik Cair Top G2 Dan Pupuk Organik Cair Super A1.

Jenis Pupuk Organik Dosis Pupuk Tinggi Bibit (Cm)

Kombinasi Pupuk

Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2014

Tabel 4 yang membandingkan antara respon pertumbuhan bibit Gmelina terhadap kombinasi perlakuan antara pupuk organik cair TOP G2, dengan pupuk organik cair SUPER A1 menunjukkan bahwa, kombinasi pupuk organik cair TOP G2 dengan dosis 7 cc dan pupuk organik cair SUPER A1 dengan dosisi 3cc, 5cc, dan 7 cc/polybag memiliki rata-rata 24,83 cm merupakan pertumbuhan tinggi tanaman yang paling baik. Hal ini disebabkan oleh semakin tinggi dosis pupuk yang diberikan maka

27 semakin tinggi pula respon pertumbuhan yang diakibatkan, selain itu pupuk yang diberikan adalah masing-masing pupuk organik cair lengkap dan ketemu pada dosis kombinasi yang tertinggi.

Gambar 2. Diagram Batang Rata-Rata Tinggi Bibit Gmelina Pada Pemberian Pupuk Organik Cair.

Berdasarkan pada Gambar 2 terlihat bahwa perlakuan tanpa pemberian pupuk organik cair (M0) adalah merupakan perlakuan yang memiliki rata-rata tinggi bibit paling rendah yakni 20,50 cm, sedangkan pada perlakuan M3P3 (Pemberian POC TOP G2 7 cc + Super A1 7 cc/polybag) memiliki rata-rata tinggi bibit yang paling tertinggi yaitu 25,37 cm dan rata-rata tinggi bibit diantara perlakuan terlihat berbeda-beda. Anonim-b (2007) dan Lakitan (1996) mengatakan bahwa adanya perbedaan laju pertumbuhan dan aktivitas jaringan meristematis yang tidak sama, akan menyebabkan perbedaan laju pembentukan yang tidak sama pada organ yang terbentuk. Selain itu pemberian pupuk organik cair yang lengkap kandungan haranya akan menyebabkan laju pertumbuhan yang sintesisis yang berbeda (Indrakusuma.2001.).

0,00

28 Gambar 3. Perbandingan Perlakuan Antara Rata-Rata Tinggi Bibit Yang Tidak Mendapatkan Pupuk Organik Cair Dan Rata-Rata Tinggi Bibit Yang Mendapatkan Pupuk Organik Cair.

Gambar 3 terlihat bahwa rata-rata tinggi bibit yang mendapatkan pupuk organik cair lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tinggi bibit yang tidak mendapatkan pupuk organik cair. Hal ini disebabkan oleh pupuk organik cair yang telah di aplikasikan terhadap bibit Gmelina, senada dengan yang dinyatakan oleh (Prihmantoro, 1996) bahwa pupuk organik umumnya merupakan pupuk lengkap karena mengandung unsur hara makro dan mikro meskipun dalam jumlah sedikit.

Pupuk organik cair selain dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, membantu meningkatkan produksi tanaman, meningkatkan kualitas produk tanaman, mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan sebagai alternatif pengganti pupuk kandang (Indrakusuma, 2000). Anonim-b (2007) dan Anonim-c yang mengatakan bahwa pemberian pupuk organik cair yang mengandung unsur N, P, K, Mg dan Ca)

0,00 5,00 10,00 15,00 20,00 25,00 30,00

21,60 21,78 22,20 22,58 22,68 23,69 22,95 24,27 23,56 22,64 23,09 24,59 24,34 24,77 25,37 20,51

Yang Menggunakan Pupuk Organik Cair Tanpa Menggunakan Pupuk Organik Cair

29 akan menyebabkan terpacunya sintesis dan pembelahan dinding sel secara antiklinal sehingga akan mempercepat pertambahan tinggi tanaman.

Tabel 5. Analisis Rata-Rata Tinggi Bibit Gmelina Sumber

Keragaman

Derajat Bebas

Jumlah Kuadrat

Kuadrat

Tengah F. hitung F Tabel 0,05 0,01

Perlakuan 15 77,33 5,16 22,81** 1,99 2,65

Galat 32 7,23 0,23

Total 47 22979

KK = 0,15%

= ** Terdapat salah satu perlakuan yang memberikan pengaruh yang sangat nyata pada taraf kepercayaan 0,05 dan 0,01.

Hasil analisis data tinggi bibit Gmelina seperti pada Tabel 5 terlihat bahwa nilai F hitung lebih besar dari F Tabel pada taraf kepercayaan 0,05 dan 0,01 yang berarti bahwa terdapat salah satu perlakuan yang memberikan pengaruh berbeda sangat nyata pada pertumbuhan tinggi bibit Gmelina.

Hasil pada Tabel 5 menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (signifikan), maka kesimpulan dapat diambil berdasarkan hasil Uji Lanjut.

30 Tabel 6. Analisis Uji BNT Terhadap Pertumbuhan Tinggi Bibit Gmelina.

Perlakuan Pemberian POC TOP G2 3

cc/polybag

21,41 21,2 22,2 64,81

21,60b Pemberian POC TOP G2 5

cc/polybag

22,45 21,46 21,43 65,34

21,78bc Pemberian POC TOP G2 7

cc/polybag

22,1 22,75 21,76 66,61

22,20cd Pemberian POC Super A1 3

cc/polybag

22,28 23,23 22,23 67,74

22,58cd Pemberian POC Super A1 5

cc/polybag

22,82 22,31 22,92 68,05

22,68d Pemberian POC Super A1 7

cc/polybag Keterangan : Angka yang di ikuti oleh huruf yang berbeda menunjukkan pengaruh

yang berbeda nyata berdasarkan Uji BNT pada selang kepercayaan 0,05.

31 Hasil Uji BNT taraf 0,05 pada Tabel 6 memperlihatkan bahwa, perlakuan interaksi pupuk organik cair TOP G2 dengan SUPER A1 dalam hal ini sebagai M3P3 memberikan hasil terbaik dan berbeda nyata dengan perlakuan yang lainnya terhadap pertumbuhan tinggi bibit Gmelina.

Pemberian pupuk organik cair TOP G2 dan Super A1 terhadap tinggi bibit memberikan hasil yang berbeda sangat nyata. Penambahan tinggi bibit tiap minggu mula-mula cepat, kemudian berangsur-angsur menjadi lamban sampai tercapai suatu laju pemanjangan batang yang maksimum yaitu pada minggu kedelapan yang akhirnya, laju pemanjangan batang konstan. Hal ini dapat dilihat pada lampiran 4 rata-rata tinggi bibit tiap minggu.

Berdasarkan pada Lampiran 4 rata-rata tinggi bibit Gmelina tiap minggu yang diamati terlihat bahwa rata-rata peningkatan pertumbuhan tinggi bibit saling berbeda dari setiap perlakuan. Perbedaan pengaruh dari masing-masing perlakuan ini dipengaruhi oleh kandungan hara yang ada pada media tanah sehingga penambahan unsur hara berupa pupuk organik cair bergantung pada kebutuhan tanah dan tanaman dalam menyerap unsur hara.

Pemberian POC TOP G2 7 cc + Super A1 7 cc/polybag (perlakuan M3P3) memberikan pengaruh paling nyata terhadap tinggi bibit. Pengaruh dari kombinasi perlakuan ini terlihat sangat nyata karena adanya unsur nitrogen yang dapat merangsang pertumbuhan bibit secara keseluruhan khususnya batang, cabang dan daun. Perkembangan dan pertambahan tinggi bibit banyak dipengaruhi oleh

32 kelancaran penyerapan hara yang langsung diangkut dan diolah di daun dalam proses fotosintesis. Adanya perbedaan pertambahan rata-rata tinggi bibit Gmelina yang diberikan oleh masing-masing perlakuan disebabkan oleh adanya perbedaan kemampuan daya serap hara oleh tanaman serta kemampuan fotosintesis untuk mendapatkan hasil yang optimal (Sari 2002).

Berdasarkan Alrasyid dan Widiarti (1992), sifat tanah yang dibutuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan atau produksi tanaman Gmelina arborea roxb adalah memiliki kandungan unsur hara nitrogen, fosfor dan kalium, PH 6-7, solum tanah dalam, kelembaban tanah tinggi, kejenuhan basa tinggi dan drainase tanah baik.

Adanya pemupukan membantu penambahan unsur hara dalam media tanah sehingga dapat menunjang pertumbuhan Gmelina.

Dokumen terkait