PENGANGKATAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS PERIKANAN
A. PENGANGKATAN PERTAMA KALI 1.Pejabat yang berwenang
Pejabat yang berwenang mengangkat dalam jabatan Pengawas Perikanan adalah pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
2. Persyaratan
Pegawai Negeri Sipil yang diangkat untuk pertama kali dalam jabatan Pengawas Perikanan harus memenuhi syarat sebagai berikut:
a. Pengawas Perikanan Terampil
1) Berijazah paling rendah Sekolah Usaha Perikanan Menengan (SUPM) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di bidang kelautan dan perikanan sesuai dengan kualifikasi yang diperlukan berdasarkan analisis jabatan dan ditetapkan oleh Instansi Pembina;
2) Pangkat paling rendah Pengatur Muda Tingkat I, golongan ruang II/b;
3) Setiap unsur penilaian prestasi kerja dan pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir; dan
4) Ditugaskan dalam kegiatan pengawasan teknis,
pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan/penangkapan ikan/pembudidayaan ikan (disesuaikan dengan bidangnya);
5) Memenuhi angka kredit kumulatif minimal yang ditentukan sebagaimana Lampiran III Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1 Tahun 2011 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Perikanan dan Angka Kreditnya sesuai jenjang jabatan yang akan didudukinya yang berasal dari pendidikan dan/atau ditambah angka kredit dari kegiatan unsur utama lainnya;
6) Penghitungan angka kredit untuk pengangkatan pertama kali dalam Pengawas Perikanan Terampil untuk calon pejabat fungsional Pengawas Perikanan Bidang Mutu Keamanan Hasil Perikanan berijazah SUPM/SMK di bidang kelautan dan perikanan ditetapkan sebesar 40 (empat puluh) pada unsure utama terdiri atas pendidikan formal dan tugas pokok sebagai berikut:
Contoh 1:
Muhammad Khoiri berpendidikan SUPM, bertugas di Pelabuhan Perikanan Samudra Pekalongan sejak 1 Maret 2010 dalam status Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk mengisi lowongan formasi Pengawas Perikanan Bidang
Mutu Hasil Perikanan T.M.T. 1 Maret 2010 dan ditugaskan di bagian pengawasan teknis, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2011 yang bersangkutan diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Pengatur Muda, golongan ruang II/a. Yang bersangkutan terhitung mulai tanggal 1 April 2014 mendapat kenaikan pangkat Pengatur Muda Tingkat I, golongan ruang II/b, maka yang bersangkutan dapat diangkat pertama kali kedalam jabatan fungsional Pengawas Perikanan secara otomatis dengan angka kredit yang ditetapkan pejabat yang berwenang sebesar 40 pada unsur utama yang terdiri atas angka kredit pendidikan ijazah SUPM sebesar 25, dan angka kredit tugas pengawasan sebesar 15.
Contoh 2:
Penghitungan angka kredit untuk pengangkatan pertama kali dalam Pengawas Perikanan Terampil untuk calon pejabat fungsional Pengawas Perikanan berijazah DIII di bidang perikanan atau bidang lain sesuai dengan kualifikasi yang diperlukan berdasarkan analisis jabatan dan ditetapkan oleh Instansi Pembina sebagai berikut: Achmad Gunadi berpendidikan DIII di bidang perikanan, bertugas di Balai Besar P2HP sejak 1 Maret 2010 dalam status Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk mengisi lowongan formasi Pengawas Perikanan Bidang Mutu Keamanan Hasil Perikanan. T.M.T. 1 Maret 2010 dan ditugaskan di bagian teknis pengawasan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan.
Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2011 yang bersangkutan diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Pengatur, golongan ruang II/c. Yang bersangkutan mengajukan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) ke Tim Penilai dengan angka kredit yang diperoleh dari unsur pendidikan (ijazah DIII) saja, maka yang bersangkutan akan diangkat kedalam jenjang jabatan Pengawas Perikanan Terampil Pelaksana dengan angka kredit yang ditetapkan pejabat yang berwenang sebesar nilai angka kredit dari ijazah DIII yaitu 60 dan prajabatan 1,5.
b. Pengawas Perikanan Ahli
1) Berijazah paling rendah Sarjana Strata Satu (S1) atau Diploma IV bidang perikanan, sarjana biologi, sarjana kimia atau bidang lain sesuai dengan kualifikasi yang diperlukan berdasarkan analisis jabatan dan ditetapkan oleh Instansi Pembina;
2) Pangkat paling rendah Penata Muda, golongan ruang III/a; 3) Setiap unsur penilaian prestasi kerja dan pelaksanaan
pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir; dan
4) Ditugaskan dalam kegiatan pengawasan teknis,
pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan/penangkapan ikan/pembudidayaan ikan
5) Memenuhi angka kredit kumulatif minimal yang ditentukan sebagaimana Lampiran IV Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1 Tahun 2011 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Perikanan dan Angka Kreditnya sesuai jenjang jabatan yang akan didudukinya yang berasal dari pendidikan dan/atau ditambah angka kredit dari kegiatan unsur utama lainnya;
Contoh 3:
Penghitungan angka kredit untuk pengangkatan pertama kali dalam Pengawas Perikanan Pertama sebagai berikut:
Awlia Pratama, S.St.Pi. berpendidikan DIV di bidang perikanan, bertugas di Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Medan I sejak 1 Maret 2010 dalam status Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk mengisi lowongan formasi Pengawas Perikanan Bidang Mutu Hasil Perikanan Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2010 dan ditugaskan dibidang teknis pengawasan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan. Terhitung mulai tanggal 1 April 2011 yang bersangkutan diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a. Yang bersangkutan terhitung mulai tanggal 1 April 2011 mengajukan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) ke Tim Penilai dengan angka kredit 100 yang diperoleh dari unsur pendidikan (ijazah S1) saja.
Apabila yang bersangkutan akan menambahkan angka kredit dari prestasi yang diperoleh dari kegiatan pengawasan perikanan di bidang mutu hasil perikanan semenjak menduduki Calon Pegawai Negeri Sipil yaitu selama 1 tahun (2 Maret 2010 sampai dengan 1 April 2011), maka yang bersangkutan harus mengajukan DUPAK ke Tim Penilai.
Jenjang jabatan yang bersangkutan akan ditentukan berdasarkan angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit.
6) Uji kompetensi berlaku paling lambat 2015;
7) Mengikuti dan lulus diklat fungsional Pengawas Perikanan sesuai kualifikasi yang ditetapkan instansi pembina paling lambat 3 (tiga) tahun setelah pengangkatan bagi yang berlatar pendidikan non perikanan;
8) Pengangkatan pertama Pegawai Negeri Sipil yang berstatus Calon Pejabat Fungsional Pengawas Perikanan diberikan batas waktu paling lama 3 (tiga) tahun sejak menduduki Calon Pegawai Negeri Sipil, kecuali bagi yang melaksanakan tugas belajar.
3. Ketentuan dalam pengangkatan pertama kali
Pengangkatan pertama kali dalam jabatan fungsional Pengawas Perikanan dengan ketentuan:
a. Pengangkatan dilakukan untuk mengisi lowongan formasi jabatan Pengawas Perikanan melalui pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pengawas Perikanan;
b. Pengangkatan PNS Pusat dalam jabatan Pengawas Perikanan dilaksanakan sesuai dengan formasi Pengawas Perikanan yang ditetapkan oleh Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara setelah mendapat pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara;
c. Pengangkatan PNS Daerah dalam jabatan Pengawas Perikanan dilaksanakan sesuai dengan formasi Pengawas Perikanan yang ditetapkan oleh Kepala Daerah masing-masing setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara setelah mendapat pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara;
B. PENGANGKATAN DARI JABATAN LAIN