BAB X BENCANA ALAM
A. Pengantar
KATA PENGANTAR
Kami panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas taufiq dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan buku ini.
Buku ini dirancang untuk mendukung tercapainya tujuan pembelajaran pendidikan lingkungan hidup di Sekolah Menengah Pertama atau Tsanawiyah. Buku Pendidikan Lingkungan Hidup untuk Sekolah Menengah Pertama Kelas IX Jilid 3 ini telah dirancang sesuai dengan kompetensi dasar yang telah ditetapkan dalam kurikulum pendidikan lingkungan hidup, mulai dari manusia dan lingkungan, memelihara kebersihan lingkungan, sumber daya alam, air, persisir dna laut, sungai dan danau, tanah dan lahan, energi, hutan, bencana alam.
Pada buku ini diberikan pula kasus/permasalahan yang harus diselesaikan oleh siswa sehingga akan melatih untuk bersikap dan berperilaku positif terhadap lingkungan.
Kami berharap buku ini dapat bermanfaat untuk mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa sehingga mampu menerap-kan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Akhir kata, kami tunggu kritik dan saran untuk perbaikan buku ini di masa yang akan datang. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur yang telah mempercayakan penyusunan buku ini kepada PPLH Lembaga Penelitian Universitas Negeri Malang.
Malang, Desember 2009
Daftar Isi iii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR --- ii
DAFTAR ISI --- iii
BAB I MANUSIA DAN LINGKUNGAN--- 1
A. Pendahuluan --- 2
B. Pengaruh Globalisasi terhadap Perubahan Perilaku --- 2
C. Pencegahan Pengaruh Globalisasi --- 4
D. Pengaruh Negatif Perubahan Lingkungan Fisik
terhadap Kesehatan--- 5
E. Rangkuman --- 7
F. Kasus/Permasalahan --- 8
BAB II MEMELIHARA KEBERSIHAN LINGKUNGAN--- 9
A. Pendahuluan --- 10
B. Pemanfaatan Sampah (Barang Bekas) --- 10
C. Sumber Air Limbah Rumha Tangga dan Pengelolaannya - 12 D. Pemeliharaan Saluran Air --- 13
E. Rangkuman --- 14
F. Kasus/Permasalahan --- 15
BAB III SUMBER DAYA ALAM --- 16
A. Pendahuluan --- 17
B. Pelestarian Sumberdaya Alam --- 17
C. Rangkuman --- 19
D. Kasus/Permasalahan --- 20
BAB IV AIR --- 21
A. Pendahuluan --- 22
B. Siklus Hidrologi --- 23
C. Air dan Kesehatan --- 24
D. Pemeriksaan Kualitas Air --- 24
E. Rangkuman --- 26
F. Kasus/Permasalahan --- 26
BAB V PESISIR DAN LAUT --- 27
A. Pendahuluan --- 28
B. Pencemaran Laut --- 28
C. Pemeliharaan Lingkungan Pesisir dan Laut --- 29
D. Rangkuman --- 32
Daftar Isi iv
BAB VI SUNGAI DAN DANAU --- 33
A. Pendahuluan --- 34
B. Pencemaran Sungai dan Danau --- 34
C. Pemeliharaan Sungai dan Danau --- 35
D. Rangkuman --- 36
E. Kasus/Permasalahan --- 36
BAB VII TANAH DAN LAHAN --- 37
A. Pendahuluan --- 37
B. Degradasi Lahan--- 38
C. Cara Mengatasi Degradasi Lahan--- 39
D. Rangkuman --- 41
E. Kasus/Permasalahan --- 42
BAB VIII ENERGI--- 43
A. Pendahuluan--- 43 B. Macam-macam Energi --- 44 C. Penghematan Energi --- 48 D. Rangkuman --- 49 E. Kasus/Permasalahan --- 50 BAB IX HUTAN--- 51 A. Pendahuluan --- 51 B. Kerusakan Hutan --- 52
C. Upaya yang Dilakukan Pemerintah --- 56
D. Rangkuman --- 57
E. Kasus/Permasalahan --- 58
BAB X BENCANA ALAM --- 59
A. Pengantar--- 59
B. Kejadian Bencana Lokal --- 60
C. Kegiatan Manusia Penyebab Terjadinya Bencana --- 63
D. Rangkuman --- 65
E. Kasus/Permasalahan --- 65
Bab 1 Manusia dan Lingkungan 1
BAB I
MANUSIA DAN LINGKUNGAN
Standar Kompetensi:
1. Memahami lingkungan sosial, lingkungan fisik, dan ekosistem. 2. Memahami pengaruh globalisasi terhadap lingkungan sosial.
Kompetensi Dasar:
1. Mengidentifikasi pengaruh globalisasi terhadap perubahan perilaku. 2. Mengidentifikasi peran pencegahan pengaruh negatif globalisasi. 3. Melakukan upaya peningkatan potensi melalui aktivitas sosial
berwahana lingkungan.
4. Menjelaskan dampak negatif perubahan lingkungan fisik dalam bidang produksi pangan.
5. Menjelaskan dampak negatif perubahan lingkungan fisik terhadap kesehatan.
Indikator:
1. Memaparkan kembali pengaruh globalisasi terhadap perubahan perilaku.
2. Menentukan peran pencegahan pengaruh negatif globalisasi. 3. Menemukan kembali upaya peningkatan potensi melalui aktivitas
sosial berwahana lingkungan.
4. Memaparkan kembali dampak negatif perubahan lingkungan fisik dalam bidang produksi pangan.
5. Mendeskripsikan kembali dampak negatif perubahan lingkungan fisik terhadap kesehatan.
Bab 1 Manusia dan Lingkungan 2
A. Pendahuluan
Globalisasi dapat diartikan suatu proses mendunia atau menuju satu dunia. Peristiwa yang terjadi di bagian belahan dunia dapat disaksi-kan, didengarkan dan terkabarkan secara langsung tanpa harus mendatanginya. Manusia pada sisi belahan dunia berbeda dengan jarak yang jauh dapat berkomunikasi melalui alat telekomunikasi. Suatu peristiwa bencana alam di wilayah Yogyakarta pada tahun 2006, beberapa detik setelah itu kabarnya segera dapat diterima oleh orang-orang di Amerika, Eropa atau lainnya yang tempatnya sangat jauh dari tempat kejadian. Sekarang ini seseorang dengan sanak-saudara atau sahabat di negeri yang jauh dapat dengan mudah melakukan percakapan. Manusia juga dapat menempuh perjalanan jauh hanya beberapa jam dengan pesawat. Sesuatu yang kita butuhkan dapat dengan mudah ditemui di toko-toko atau supermarket.
B. Pengaruh Globalisasi terhadap Perubahan Perilaku
Arus globalisasi membawa pengaruh signifikan terhadap perubah-an global kehidupperubah-an sosial dperubah-an budaya kemasyarakatperubah-an. Seiring dengperubah-an perkembangan teknologi yang mampu menggabungkan unsur informasi dan komunikasi sehingga menjadi bentuk interaksi sosial masyarakat modern. Tak dapat dihindari perubahan yang sangat cepat, dunia berada dalam situasi dan kondisi kehidupan antarbangsa dan negara tanpa batas. Media adalah “alat penyampai” masyarakat modern dalam mengubah tatatan struktur sosial budaya, politik, ekonomi dan aspek kehidupan lainnya. Media merupakan alat yang digunakan masyarakat dalam memasarkan produk budaya dan menciptakan gaya hidup materialistik dan konsumtif. Meskipun disisi lain media membawa pengaruh positif dalam menggali informasi berbagai gagasan pemikiran manusia yang dapat menunjang pembentukan masyarakat kritis.
Beragam bentuk media, seperti televisi, radio, internet, surat kabar dan lain sebagainya digunakan sebagai sarana informasi komunikasi masyarakat modern. Televisi adalah media paling utama yang dapat
Bab 1 Manusia dan Lingkungan 3 diakses, dinikmati, dan mudah terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat serta senantiasa menjadi populer di belahan dunia berkembang.
Adapun dampak negatif adanya globalisasi dapat diidentifikasi sebagai berikut:
1. Orang menjadi sangat individualis, artinya seseorang cenderung berperilaku untuk kepentingan diri sendiri.
2. Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa, misalnya dalam pola berpakaian dan pergaulan. Kebanyakan para remaja meniru gaya berpakaian dan bergaul orang-orang Barat, suatu contoh sebagian remaja memakai anting-anting bagi laki-laki dan lain-lain.
3. Budaya konsumtif, kebiasaan orang senang menghamburkan uangnya untuk kepentingan yang kurang bermanfaat. Sekarang kecenderungan setiap orang memiliki telepon genggam lebih dari satu. Padahal dari segi fungsi sebagai alat komunikasi sebenarnya setiap orang sudah cukup hanya memiliki satu telepon genggam. Coba renungkan jika barang-barang tersebut sudah rusak dan tidak terpakai lagi maka berapa banyak bangkai telepon genggam akan menjadi limbah elektronik, sehingga jenis timbulan sampah/limbah di dunia ini akan bertambah yaitu sampah elektronik.
4. Sarana hiburan yang bersifat melalaikan, cenderung menimbulkan kecanduan dan membuat malas, misalnya playstation. Dengan adanya playstation, banyak anak melupakan waktu untuk belajar, membantu orang tua, dan beristirahat.
5. Budaya permisif, artinya menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan dengan sarana canggih. Penipuan dengan alat komunikasi di masyarakat marak terjadi, misalnya menipu dengan informasi lewat HP. Sebagai contoh “Selamat anda mendapat sebuah mobil Sedan”, dengan cara silakan transfer uang sebanyak 25 juta ke nomer rekening 09995678 di bank “Jebakan” atas nama “Kutipu Kau”.
Bab 1 Manusia dan Lingkungan 4 6. Menurunnya ikatan rohani, pada era globalisasi orang banyak yang
meninggalkan ibadah dengan alasan sibuk. Orang juga banyak meninggalkan ajaran agama. Mereka hanya mementingkan duniawi saja.
C. Pencegahan Pengaruh Globalisasi
Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya untuk menanggulangi pengaruh negatif globalisasi. Adapun upaya penanggulangannya dapat diterapkan di berbagai lingkungan yang berbeda-beda.
1. Lingkungan sekolah
Di sekolah perlu ditekankan pelajaran budi pekerti serta pengeta-huan tentang globalisasi. Dengan demikian siswa tidak terjerumus dalam perilaku negatif akibat globalisasi seperti kenakalan remaja atau tawuran antarpelajar. Untuk itu, peranan orang tua, guru, serta siswa sangat diperlukan. Peran serta tersebut dapat diwujudkan dalam kerja sama dan komunikasi yang baik. Misalnya guru dan orang tua selalu mengawasi dan membimbing siswa. Siswa juga harus mematuhi perintah orang tua dan guru. Selain itu, siswa juga harus menerapkan peraturan sekolah dengan disiplin. Hal ini untuk mencegah pengaruh negatif globalisasi masuk ke sekolah.
2. Lingkungan keluarga
Cara yang baik mencegah masuknya pengaruh negatif globalisasi melalui keluarga adalah meningkatkan peran orang tua. Orang tua hendaknya selalu menekankan rasa tanggung jawab pada anak. Orang tua juga menerapkan aturan yang tegas yang harus ditaati setiap anggota keluarga, namun tanpa mengurangi kasih sayang dan perhatian pada anak. Di samping itu, orang tua juga harus memberi keteladanan. Orang tua harus menjadi contoh yang patut ditiru anak-anaknya. Dan yang tidak kalah pentingnya, berusaha menciptakan komunikasi yang baik antar anggota keluarga. Bagi anak, juga harus mengembangkan potensi diri ke
Bab 1 Manusia dan Lingkungan 5 arah yang positif. Misalnya aktif mengisi waktu luang dengan membaca, berolahraga, mengikuti kursus-kursus, dan lain-lain. Penerapan perilaku sopan santun juga harus dilakukan anak. Misalnya menghormati dan mematuhi orang tua, menyayangi saudara, membimbing adik, dan lain-lain.
3. Lingkungan masyarakat dan lingkungan keagamaan
Dalam mencegah pengaruh negatif globalisasi masuk ke masyarakat, peran tokoh masyarakat dan agama sangat diperlukan. Mereka harus mampu menjadi contoh bagi umat atau anggota masyara-katnya. Nasihat atau saran-saran yang diberikan tokoh masyarakat atau agama akan membekas dan mampu memengaruhi pola kehidupan masyarakatnya. Bagi anak sendiri, hendaknya aktif mengikuti dan melaksanakan ajaran agamanya dengan disiplin. Misalnya disiplin beribadah.
4. Lingkungan pemerintah dan negara
Pemerintah merupakan salah satu lembaga yang berwenang mengeluarkan peraturan atau hukum, salah satu di antaranya berusaha mencegah masuknya pengaruh negatif globalisasi. Misalnya peraturan yang melarang merokok di tempat umum, larangan minum-minuman keras, larangan mengkonsumsi narkoba, dan lain-lain. Untuk mewujud-kannya, pemerintah dapat melakukannya melalui lembaga peradilan, kepolisian, dan lain-lain.
D. Dampak Negatif Perubahan Lingkungan Fisik terhadap Kesehatan
Keadaan kesehatan lingkungan di Indonesia masih merupakan hal yang perlu mendapaat perhatian, karena menyebabkan status kesehatan masyarakat berubah. Hal-hal yang dapat memicu terjadi perubahan lingkungan dan akhirnya juga berdampak pada kesehatan antara lain peledakan penduduk, penyediaan air bersih, pengolalaan sampah, pembuangan air limbah, penggunaan pestisida, masalah gizi, masalah
Bab 1 Manusia dan Lingkungan 6 pemukiman, pelayanan kesehatan, ketersediaan obat, populasi udara, abrasi pantai, penggundulan hutan dan masih banyak lagi lainnya. WHO (World Health Organization) menyatakan “Kesehatan adalah suatu keadaan sehat yang utuh secara fisik, mental dan sosial serta bukan hanya merupakan bebas dari penyakit”.
Pada saat ini pembangunan di sektor perumahan sangat berkem-bang, karena merupakan kebutuhan yang utama bagi masyarakat. Perumahan juga harus memenuhi syarat bagi kesehatan baik ditinjau dari segi bangungan, drainase, pengadaan air bersih, pengolalaan sampah domestik yang dapat menimbulkan penyakit infeksi dan ventilasi untuk pembangunan asap dapur.
Pola makanan yang tidak sehat berdampak pula pada ragam penyakit yang timbul di masyarakat. Pemenuhan gizi yang memadai pada masyarakat sering menjadi topik pembicaraan. Penduduk yang belum berdaya secara ekonomi masih mengalami kekurangan karbohidrat, kekurangan protein, kekurangan vitamin A dan kekurangan Iodium dengan diikuti berbagai bentuk penyakitnya. Di Indonesia sebagian besar penyakit yang diderita masyarakat berhubungan dengan kekurangan gizi. Pengaruh kualitas lingkungan terhadap kesehatan dapat dikategori-kan menjadi pengaruh positif dan negatif. Pengaruh positif, karena lingkungan atau alam sekitar masih dapat mendukung kebutuhan hidup masyarakat seperti ketersediaan bahan makanan, sumber daya hayati yang diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraannya, bahan baku untuk papan, sandang, industri, mikroba dan serangga yang berguna dan lain-lainnya. Manusia membutuhkan sumber energi yang diambil dari ling-kungannya yakni makanan. Makanan yang harus tersedia sangat besar untuk kebutuhan manusia di dunia disamping masalah distribusi. Secara tidak langsung elemen-elemen di dalam biosfir banyak dimanfaatkan manusia untuk meningkatkan kesejahteraanya. Semakin sejahtera manusia, diharapkan semakin naik pula derajat kesehatannya. Dalam hal ini, lingkungan digunakan sebagai sumber bahan mentah untuk berbagai
Bab 1 Manusia dan Lingkungan 7 kegiatan industri kayu, industri meubel, rotan, obat-obatan, papan, pangan, fermentasi dan lain-lainnya.
Pengaruh negatif, karena elemen lingkungan yang merugikan seperti timbulan sampah yang tidak terkelola dengan baik, pencemaran di udara, di perairan dan di tanah, emisi/keluaran gas polutan dari industri yang tidak terkendali, keberadaan mikroba patogen, hewan dan tanaman beracun, hewan berbahaya secara fisik, vektor penyakit dan reservoir penyebab dan penyebar penyakit. Adanya elemen mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit (patogen). Mikroba ini digolongkan kedalam berbagai jenis seperti virus, ricketssia, bakteri, protozoa, fungi dan metazoa. Adanya vektor yakni serangga penyebar penyebab penyakit dan reservoir agent penyakit. Vektor penyakit yang memegang peranan penting dalam penyebaran penyakit nyamuk, lalat, kutu, pinyal dan tungau.
E. Rangkuman
Arus globalisasi membawa pengaruh signifikan terhadap perubahan global kehidupan sosial dan budaya kemasyarakatan. Tak dapat dihindari perubahan yang sangat cepat, dunia berada dalam situasi dan kondisi kehidupan antar bangsa dan negara tanpa batas. Di sisi lain media membawa pengaruh positif dalam menggali informasi berbagai gagasan pemikiran manusia yang dapat menunjang pembentukan masyarakat kritis. Adapun dampak negatif adanya globalisasi dapat diidentifikasi antara lain orang menjadi sangat individualis, masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa, budaya konsumtif, kebiasaan orang senang menghamburkan uangnya untuk kepentingan yang kurang bermanfaat, sarana hiburan yang bersifat melalaikan, cenderung menimbulkan kecanduan dan membuat malas, misalnya playstation, budaya permisif, dan menurunnya ikatan rohani. Upaya-upaya untuk menanggulangi pengaruh negatif globalisasi dapat dilakukan di berbagai lingkungan antara lain lingkungan sekolah,
Bab 1 Manusia dan Lingkungan 8 lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan lingkungan keagamaan, lingkungan pemerintah dan negara.
F. Kasus/Permasalahan
Salah satu media cetak menginformasikan bahwa masih banyak sinema elektronik (sinetron) yang ditayangkan stasiun televisi tidak layak tonton karena tidak memberi pendidikan, terutama bagi anak-anak. "Kendati diminati pemirsa, banyak sinetron itu tidak layak menjadi tontonan, terutama bagi anak-anak," kata Ratu, anggota DPR RI. Saat melakukan kunjungan ke lembaga pemasyarakatan (Lapas) Anak Sungai Buluh, Kabupaten Batanghari, ia mengatakan, tontonan di televisi menjadi salah satu pemicu munculnya kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak. Ratu mengungkapkan menyebutkan pengaruh menonton sinetron di televisi 80 persennya berdampak negatif, baik berupa kekerasan, pornografi dan lainnya. Sementara itu, dari kunjungan itu juga terungkap, dari 40 anak penghuni Lapas Anak Sungai Buluh Batanghari, 18 di antaranya atau 45 persen dipenjara karena melakukan kejahatan kesusilaan, tujuh anak terlibat kasus pembunuhan, delapan anak kasus perampokan, empat anak kasus pencurian, dua anak kasus psikotropika dan satu orang kasus pemerasan. Kejahatan susila yang dilakukan anak-anak juga merupakan imbas dari globalisasi, sementara komitmen pemerintah untuk memproteksi generasi mudanya dari pengaruh globalisasi juga belum jelas. Bagaimana tanggapan kalian dengan kasus-kasus tersebut?
Bab 2 Memelihara Kebersihan Lingkungan 9
BAB II
MEMELIHARA KEBERSIHAN LINGKUNGAN
(sumber: http://gambang.files.wordpress.com/2008/02/sampah.jpg)
Standar Kompetensi:
1. Memahami pengelolaan sampah.
2. Memahami sumber air limbah rumah tangga, sistem pembuangan, dan cara pemeliharaannya.
Kompetensi Dasar:
1. Menjelaskan pemanfaatan sampah melalui prinsip 3R (reuse, reduce, recycle).
2. Mempratekkan salah satu pemanfaatan sampah (barang bekas). 3. Mengidentifikasi sumber air limbah rumah tangga.
4. Menjelaskan cara mengelola air limbah rumah tangga.
5. Mendiskripsikan cara-cara memelihara kelancaran saluran air. 6. Menjelaskan dampak genangan air limbah.
Indikator:
1. Menjelaskan kembali pemanfaatan sampah melalui prinsip 3R (reuse, reduce, recycle).
2. Mempratekkan salah satu pemanfaatan sampah (barang bekas). 3. Menemukan kembali sumber air limbah rumah tangga.
4. Mendeskripsikan kembali cara mengelola air limbah rumah tangga.
5. Mendeskripsikan kembali cara-cara memelihara kelancaran saluran air.
Bab 2 Memelihara Kebersihan Lingkungan 10
A. Pendahuluan
Kondisi lingkungan yang bersih merupakan tanggungjawab setiap individu dan semua warga yang hidup di lingkungan tersebut. Upaya memelihara kebersihan lingkungan tidak cukup bila hanya dilakukan oleh perorangan. Petunjuk lingkungan yang bersih umumnya dikaitkan dengan keberadaan timbulan sampah lancarnya aliran air limbah rumah tangga di sekitar lingkungan. Pengelolaan sampah dan kelancaran aliran air limbah sudah menjadi kebutuhan mutlak bila ingin menciptakan lingkungan yang bersih. Dalam rangka menangani permasalahan sampah maka upaya yang dapat dilakukan adalah mengurangi (reduce), menggunakan ulang (reuse), dan mendaur ulang (recycle).
B. Pemanfaatan Sampah (Barang Bekas)
Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai. Botol Bekas wadah kecap, saos, sirup, creamer, dll. baik yang putih bening maupun yang berwarna terutama gelas atau kaca yang tebal. Kertas, terutama kertas bekas di kantor, koran, majalah, kardus kecuali kertas yang berlapis minyak. Aluminium bekas wadah minuman ringan, bekas kemasan kue dll. Besi bekas rangka meja, besi rangka beton, dll. Plastik bekas wadah shampoo, air mineral, jerigen, ember, dll.
Reduce (Mengurangi Sampah)
caranya :
Membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi sampah kantong plastik pembungkus barang belanja
Membeli kemasan isi ulang untuk shampoo dan sabun daripada membeli botol baru setiap kali habis
Membeli susu, makanan kering, deterjen, dan lain-lain dalam paket yang besar daripada membeli beberapa paket kecil untuk volume yang sama
Bab 2 Memelihara Kebersihan Lingkungan 11 Reuse (Menggunakan sisa sampah yang masih bisa dipakai)
caranya :
Memanfaatkan botol-botol bekas untuk wadah
Memanfaatkan kantong plastik bekas kemasan belanja untuk pembungkus
Memanfaatkan pakaian atau kain-kain bekas untuk kerajinan tangan, perangkat pembersih (lap), maupun berbagai keperluan lainnya
Recycle (Daur Ulang Sampah)
Daur ulang sendiri memang tidak mudah, karena kadang dibutuhkan teknologi dan penanganan khusus. Adapun cara-caranya seperti berikut ini :
Mengumpulkan kertas, majalah, dan surat kabar bekas untuk di daur ulang
Mengumpulkan sisa-sisa kaleng atau botol gelas untuk di daur ulang
Menggunakan berbagai produk kertas maupun barang lainnya hasil daur ulang
Gambar 2.1 Pemanfaatan Sampah Sebagai Tas
Bab 2 Memelihara Kebersihan Lingkungan 12
C. Sumber Air Limbah Rumah Tangga dan Pengelolaannya
Limbah rumah tangga adalah limbah yang berasal dari dapur, kamar mandi, cucian, limbah bekas industri rumah tangga dan kotoran manusia. Limbah merupakan buangan/bekas yang berbentuk cair, gas dan padat. Dalam air limbah terdapat bahan kimia sukar untuk dihilangkan dan berbahaya. Bahan kimia tersebut dapat memberi kehidupan bagi kuman-kuman penyebab penyakit disentri, tipus, kolera, dsb. Air limbah tersebut harus diolah agar tidak mencemari dan tidak membahayakan kesehatan lingkungan.
Gambar 2.2 Air Limbah Rumah Tangga yang Dibuang di Sungai
Air limbah harus dikelola untuk mengurangi pencemaran. Pengelolaan air limbah dapat dilakukan dengan membuat saluran air kotor dan bak peresapan dengan memperhatikan ketentuan sebagai berikut:
a. Tidak mencemari sumber air minum yang ada di daerah sekitarnya baik air dipermukaan tanah maupun air di bawah permukaan tanah. b. Tidak mengotori permukaan tanah.
c. Menghindari tersebarnya cacing tambang pada permukaan tanah. d. Mencegah berkembang biaknya lalat dan serangga lain.
e. Tidak menimbulkan bau yang mengganggu.
f. Konstruksi agar dibuat secara sederhana dengan bahan yang mudah didapat dan murah.
Bab 2 Memelihara Kebersihan Lingkungan 13 Pengelolaan air limbah rumah tangga dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
a. Pengelolaan yang paling sederhana ialah pengelolaan dengan menggunakan pasir dan benda-benda terapung melalui bak penangkap pasir dan saringan. Benda yang melayang dapat dihilangkan oleh bak pengendap yang dibuat khusus untuk menghilangkan minyak dan lemak. Lumpur dari bak pengendap pertama dibuat stabil dalam bak pembusukan lumpur, di mana lumpur menjadi semakin pekat dan stabil, kemudian dikeringkan dan dibuang.
b. Pengelolaan sekunder dibuat untuk menghilangkan zat organik melalui oksidasi dengan menggunakan saringan khusus.
c. Pengelolaan secara tersier hanya untuk membersihkan saja. Cara pengelolaan yang digunakan tergantung keadaan setempat, seperti sinar matahari, suhu yang tinggi di daerah tropis yang dapat dimanfaatkan.
D. Pemeliharaan Saluran Air
Saluran pembuangan air atau drainase merupakan tempat pembuangan air limbah dari rumah tangga, industri, pertanian. Saluran air ini memerlukan pemeliharaan sehingga dapat berfungsi dengan baik.
Salah satu kebutuhan penting akan kesehatan lingkungan adalah masalah air bersih, persampahan dan sanitasi, yaitu kebutuhan akan air bersih, pengelolaan sampah yang setiap hari diproduksi oleh masyarakat serta pembuangan air limbah yang langsung dialirkan pada saluran/ sungai.
Bab 2 Memelihara Kebersihan Lingkungan 14 Gambar 2.3 Saluran Air yang Baik
Hal tersebut menyebabkan pandangkalan saluran/sungai, tersum-batnya saluran/sungai karena sampah. Pada saat musim penghujan selalu terjadi banjir dan menimbulkan penyakit.
Beberapa penyakit yang ditimbulkan oleh sanitasi yang kurang baik serta pembuangan sampah dan air limbah yang kurang baik diantaranya adalah: diare, demam berdarah, disentri, hepatitis A, kolera, tiphus, cacingan, dan malaria.
E. Rangkuman
Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai. Dalam rangka mengurangi produksi timbulan sampah maka dapat melalui 3R (reduce, reuse, dan recycle). Limbah merupakan buangan/bekas yang berbentuk cair, gas dan padat. Saluran pembuangan air atau drainase merupakan tempat pembuangan air limbah dari rumah tangga, industri, dan pertanian. Saluran air ini memerlukan pemeliharaan sehingga dapat berfungsi dengan baik.
Bab 2 Memelihara Kebersihan Lingkungan 15
F. Kasus/Permasalahan
Pencemaran lingkungan yang terjadi pada tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Jakarta telah terjadi sejak tahun 1990, yang