(diambil dari BUKU II, Penyempurnaan Proses Belajar Mengajar, Pokok-pokok Pedoman Proses Belajar Mengajar, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi - Proyek Normalisasi Kampus, 1980, saduran terjemahan dari : Ford L., A Primer for Teachers and Leaders). Prakiraan akan efektif atau tidaknya suatu Metoda Pengajaran yang akan diterapkan haruslah dipertimbangkan dengan "melihat" : tujuan pengajaran, kemampuan dosen yang akan membawakan pengajaran, kemampuan mahasiswa, besarnya kelompok mahasiswa yang akan diajar, waktu (kapan dan berapa lama) pengajaran akan dibawakan, fasilitas pengajaran yang tersedia (1 - pp. 126-131).
Metoda -metoda pengajaran yang dapat dipilih, diantaranya, adalah sebagai berikut (1 - pp. 133-157) : 1. :Ceramah, pidato yang disampaikan oleh seorang pembicara di depan sekolompok pendengar. 2. Diskusi Kelompok, percakapan yang direncanakan atau dipersiapkan diantara tiga orang atau
lebih tentang topik tertentu, dengan seorang pemimpin.
3. Panel, pembicaraan yang sudah direncanakan di depan pengunjung tentang topik; diperlukan tiga panelis atau lebih dan seorang pemimpin.
4. Panel-Forum, ialah Panel yang disertai partisipasi pengunjung.
5. Kelompok-Studi Kecil, Kelompok Studi Kecil (Buzz Group) adalah pemecahan kelompok yang lebih besar, Kelompok kecil ini membahas tugas yang diberikan, dan biasanya melaporkan hasilnya kepada kelompok besar.
6. Role Play, pemeranan sebuah situasi dalam hidup manusia dengan atau tanpa diadakan latihan; dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk dipakai sebagai bahan analisis oleh kelompok.
7. Studi-Kasus (Case-Study), sekumpulan situasi masalah, termasuk detail-detail yang memungkinkan kelompok melakukan analisis masalah tersebut. Permasalahan tsb. merupakan "bagian dari hidup" yang mengandung diagnose, dan pengobatan. Dapat disampaikan secara lisan maupun tertulis, juga secara dramatis, atau dengan film, dapat juga berupa rekaman. 8. Brainstorming, semacam cara pemecahan masalah dimana anggota mengusulkan dengan cepat
semua kemungkinan pemecahan masalah yang terpikirkan. Tidak ada kritik. Analisis atas pendapat-pendapat tadi dilakukan kemudian.
9. Kelompok Pendengar, adalah kelompok yang dibentuk dengan membagi pengunjung menjadi beberapa kelompok sebelum suatu acara penyajian. Setiap kelompok ditugaskan untuk mendengarkan dengan tugas khusus. Laporan tentang tugas disampaikan setelah acara penyajian selesai.
10. Debat, sebuah metoda dimana pembicara dari fihak yang pro dan kontra menyampaikan pendapat mereka. Dapat diikuti dengan suatu tangkisan atau tidak perlu. Anggota kelompok dapat juga bertanya kepada peserta debat/pembicara.
11. Diskusi Formil, metoda pemecahan masalah yang sistematis meliputi : penyampaian masalah, mengumpulkan data, mempertimbangkan pemecahan masalah yang mungkin, memilih cara pemecahan masalah yang terbaik.
12. Simposium, serangkaian pidato pendek didepan pengunjung dengan seorang pemimpin; pidato-pidato yang disampaikan mengungkapkan aspek-aspek yang berbeda mengenai suatu topik tertentu.
24
METODA CERAMAH
(1 - p. 134).
(pidato yang disampaikan oleh seorang pembicara di depan sekolompok pendengar)
KONDISI APLIKASI YANG COCOK KEUNGGULAN KELEMAHAN
1. pada waktu memberi informasi, 2. ketika motivasi pendengar/mahasiswa
sedang baik,
3. jika pembicara mahir menggunakan "gambar" dalam kata-kata,
4. jika kelompok pendengar terlalu besar untuk memakai metoda yang lain,
5. jika ingin menambah atau menekankan apa yang sudah dipelajari,
6. ketika mengulangi atau menyampaikan pengantar suatu pelajaran atau kegiatan, 7. jika pendengar akan dapat memahami
kata-kata yang digunakan.
1. dapat diterapkan untuk orang dewasa, 2. menghabiskan waktu dengan baik, 3. dapat diterapkan untuk kelompok besar, 4. tidak melibatkan banyak alat bantu, 5. dapat dipakai sebagai penambah bahan
yang sudah dibaca,
6. dapat dipakai untuk mengulang atau sebagai pengantar suatu pelajaran atau aktifitas.
1. menghalangi respons dari (pendengar), 2. hanya sedikit pengajar yang dapat menjadi
pembicara yang baik,
3. pembicara harus menguasai pokok pembicaraan,
4. dapat menjadi kurang menarik, 5. pembicara dapat memanfaatkan
pendengarnya,
6. sulit dipakai pada anak-anak,
7. hal-hal yang daya ingat lebih terbatas, 8. biasanya hanya satu indera yang dipakai, 9. pembicara tidak selalu dapat menilai reaksi
METODA DISKUSI KELOMPOK
(1 - p. 136).
(percakapan yang direncanakan atau dipersiapkan diantara tiga orang atau lebih tentang topik tertentu, dengan seorang pemimpin)
KONDISI APLIKASI YANG COCOK KEUNGGULAN KELEMAHAN
1. pada saat diperlukan untuk saling mengemukakan pendapat,
2. untuk menjadikan permasalahan menjadi menarik,
3. untuk membantu peserta mengemukakan pendapatnya,
4. untuk mengenal dan mengolah permasalahan,
5. untuk menciptakan suasana informil, 6. untuk memperoleh pendapat dari
orang-orang yang tidak suka berbicara.
1. memberi kemungkinan untuk saling mengemukakan pendapat,
2. merupakan pendekatan yang demokratis, 3. mendorong rasa kesatuan,
4. memperluas pandangan,
5. menghayati kepemimpinan bersama-sama, 6. membantu pengembangan kepemimpinan.
1. tidak dapat terapkan untuk kelompok besar, 2. peserta mendapat informasi terbatas, 3. diskusi mudah menjerumuskan,
4. membutuhkan pemimpin yang terampil, 5. mungkin hanya dikuasai oleh orang-orang
yang suka bicara,
6. biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formil.
26
METODA PANEL
(1 - p. 138)(pembicaraan yang sudah direncanakan di depan pengunjung tentang topik; diperlukan tiga panelis atau lebih dan seorang pemimpin)
KONDISI APLIKASI YANG COCOK KEUNGGULAN KELEMAHAN
1. pada waktu mengemukakan pendapat yang berbeda,
2. jika ada panelis yang memenuhi syarat, 3. jika pokok pembicaraan terlalu luas untuk
didiskusikan dalam kelompok tersebut, 4. jika dipandang lebih baik untuk mengajak
pengunjung "melihat kedalamnya", tetapi tidak memberi tanggapan secara verbal dalam diskusi,
5. ketika mempertimbangkan keuntungan dan kerugian suatu pemecahan masalah, 6. jika panelis dan moderator bersedia untuk
mempersiapkan diri.
1. membangkitkan pikiran,
2. mengemukakan pandangan yang berbeda-beda,
3. mendapatkan hasil,
4. mendorong dilakukannya analisis, 5. memanfaatkan orang yang betul-betul
memenuhi syarat.
1. mudah menjadi tersesat,
2. memungkinkan panelis berbicara terlampau banyak,
3. tidak memungkinkan semua peserta mengambil bagian,
4. cenderung untuk menjadi serial pidato pendek,
5. memecahkan pendengar ketika mereka setuju pada panelis tertentu,
6. membutuhkan waktu dan persiapan yang cukup banyak,
7. memerlukan seorang moderator yang terampil.
METODA PANEL-FORUM
(1 - p. 140)(pembicaraan yang sudah direncanakan di depan pengunjung tentang topik; diperlukan tiga panelis atau lebih dan seorang pemimpin, yang disertai partisipasi pengunjung)
KONDISI APLIKASI YANG COCOK KEUNGGULAN KELEMAHAN
1. jika ingin menggabungkan penyajian isi dengan reaksi pengunjung.
2. jika anggota kelompok diharapkan memberi reaksi pada diskusi itu,
3. jika ada pendapat yang sulit dikuasai sehingga perlu dibahas sebelum diajukan secara terbuka,
4. jika waktunya cukup,
5. ketika mempertimbangkan untung-rugi suatu pemecahan masalah,
6. jika ada panelis yang memenuhi syarat, 7. jika mengajukan pandangan yang
berbeda-beda.
1. memungkinkan setiap anggota ambil bagian,
2. memungkinkan perputaran tanggung jawab, 3. memungkinkan peserta menyatakan
reaksinya,
4. membuat peserta mendengar dengan penuh perhatian,
5. memungkinkan adanya tanggapan terhadap panelis,
6. ada hasilnya,
7. mengemukakan pendapat yang berbeda-beda.
1. membutuhkan banyak waktu,
2. memerlukan moderator yang terampil, 3. mungkin terasa terputus-putus,
4. memungkinkan panelis memberi pidato dan bukan berbicara dengan pengunjung, 5. mudah tersesat,
6. mungkin peserta kurang dapat bertanya dengan "betul".
7. memungkinkan orang yang suka bicara memakai waktu yang banyak.
28
METODA KELOMPOK STUDI KECIL (BUZZ GROUP)
(1 - p. 142)(Kelompok Studi Kecil (Buzz Group) adalah pemecahan kelompok yang lebih besar, Kelompok kecil ini membahas tugas yang diberikan, dan biasanya melaporkan hasilnya kepada kelompok besar)
KONDISI APLIKASI YANG COCOK KEUNGGULAN KELEMAHAN
1. jika kelompok terlalu besar sehingga tidak memungkinkan setiap orang berpartisipasi, 2. ketika mengolah beberapa segi sebuah
pokok,
3. jika ada anggota kelompok yang lamban dalam mengambil bagian,
4. jika waktu terbatas,
5. untuk menciptakan suasana yang menyenangkan dalam kelompok.
1. mendorong peserta yang malu-malu, 2. menciptakan suasana yang menyenangkan, 3. memungkinkan pembagian tugas
kepemimpinan, 4. menghemat waktu, 5. memupuk kepemimpinan,
6. memungkinkan pengumpulan pendapat, 7. dapat dipakai bersama metoda lainnya, 8. memberi variasi.
1. mungkin terjadi kelompok yang terdiri dari orang-orang yang tidak tahu apa-apa, 2. mungkin berputar-putar,
3. mungkin ada pemimpin yang lemah, 4. laporan mungkin tidak tersusun dengan
baik,
5. perlu belajar sebelumnya bila ingin mencapai hasil yang baik,
6. mungkin terjadi klik-klik untuk sementara, 7. biasanya banyak makan waktu untuk
METODA ROLE PLAY
(1 - p. 144)(pemeranan sebuah situasi dalam hidup manusia dengan atau tanpa diadakan latihan; dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk dipakai sebagai bahan analisis oleh kelompok)
KONDISI APLIKASI YANG COCOK KEUNGGULAN KELEMAHAN
1. jika peserta perlu mengetahui lebih banyak tentang pandangan yang berlawanan, 2. jika peserta mempunyai kemampuan untuk
memakainya,
3. pada waktu membantu peserta "memahami" suatu masalah,
4. jika ingin mencoba mengubah sikap, 5. jika pengaruh emosi dapat membantu
dalam penyajian masalah, 6. didalam pemecahan masalah.
1. segera mendapat perhatian, 2. dapat dipakai pada kelompok besar
maupun kecil,
3. membantu anggota untuk melakukan analisis situasi,
4. menambah rasa percaya diri pada peserta, 5. membantu anggota menyelami
permasalahan,
6. membantu anggota mendapat pengalaman yang ada pada fikiran orang lain,
7. membangkitkan saat untuk pemecahan masalah.
1. mungkin masalahnya disatukan dengan pemerannya,
2. banyak yang tidak senang memerankan sesuatu,
3. membutuhkan pemimpin yang terlatih, 4. terbatas pada beberapa situasi saja, 5. ada kesulitan dalam memerankan.
30
METODA STUDI KASUS (CASE STUDY)
(1 - p. 146)(sekumpulan situasi masalah, termasuk detail-detail yang memungkinkan kelompok melakukan analisis masalah tersebut. Permasalahan tsb. merupakan "bagian dari hidup" yang mengandung diagnose, dan pengobatan. Dapat disampaikan secara lisan maupun tertulis, juga secara dramatis, atau dengan film, dapat juga berupa rekaman)
KONDISI APLIKASI YANG COCOK KEUNGGULAN KELEMAHAN
1. ketika menghubungkan masalah dengan situasi hidup,
2. ketika melakukan analisis suatu masalah, 3. jika anggota tidak mampu untuk role-play, 4. untuk membantu anggota memahami
masalah,
5. jika mencari kemungkinan-kemungkinan pemecahan masalah,
6. ketika melakukan analisis fakta yang ada tentang suatu masalah.
1. dapat tertulis, lisan, di-film-kan, direkam, diperankan, atau diceritakan,
2. dapat ditugaskan sebelum diskusi, 3. memungkinkan kesempatan yang sama
bagi anggota untuk mengusulkan masalah, 4. menciptakan suasana untuk pertukaran
pendapat,
5. mengenai masalah yang menyangkut hidup, 6. memberi kesempatan untuk memakai
pengetahuan dan keterampilan,
7. memungkinkan semacam "follow-through-simulation.
1. membutuhkan keterampilan untuk "menuliskan" masalah,
2. masalah itu tidak selalu sama pentingnya bagi anggota,
3. memerlukan banyak waktu jika dilakukan secara mendalam,
4. meskipun cukup datanya, tetap mungkin timbul perdebatan,
METODA BRAINSTORMING
(1 - p. 148)(semacam cara pemecahan masalah dimana anggota mengusulkan dengan cepat semua kemungkinan pemecahan masalah yang terpikirkan. Tidak ada kritik. Analisis atas pendapat-pendapat tadi dilakukan kemudian)
KONDISI APLIKASI YANG COCOK KEUNGGULAN KELEMAHAN
1. untuk membangkitkan fikiran yang kreatif, 2. untuk merangsang partisipasi,
3. pada waktu mencari kemungkinan pemecahan masalah,
4. berhubungan dengan metoda lainnya, 5. untuk membangkitkan pendapat-pendapat
baru,
6. untuk menciptakan suasana yang menyenangkan dalam kelompok.
1. membangkitkan pendapat baru,
2. merangsang semua anggota untuk ambil bagian,
3. menghasilkan "reaksi-rantai" dalam pendapat,
4. tidak menyita banyak waktu, 5. dapat dipakai pada kelompok besar
maupun kecil,
6. tidak memerlukan pemimpin yang terlalu hebat,
7. hanya sedikit peralatan yang diperlukan.
1. mudah menjadi tidak terkendali,
2. harus dilanjutkan dengan analisis/evaluasi jika diharapkan efektif,
3. mungkin sulit membuat anggota tahu bahwa segala pendapat dapat diterima,
4. anggota cenderung untuk mengadakan analisis/evaluasi segera setelah satu pendapat diajukan.
32
METODA KELOMPOK PENDENGAR
(1 - p. 150)(adalah kelompok yang dibentuk dengan membagi pengunjung menjadi beberapa kelompok sebelum suatu acara penyajian. Setiap kelompok ditugaskan untuk mendengarkan dengan tugas khusus. Laporan tentang tugas disampaikan setelah acara penyajian selesai)
KONDISI APLIKASI YANG COCOK KEUNGGULAN KELEMAHAN
1. kalau ada pendapat tertentu yang mungkin luput dari perhatian,
2. kalau berbagai segi masalah itu memerlukan penekanan, 3. jika kelompok itu besar,
4. untuk memberi tujuan pada diskusi, 5. untuk menyajikan informasi.
1. dapat dipakai pada kelompok besar maupun kecil,
2. menunjukan beberapa ide secara terpisah, 3. memberi tujuan pada pendengar,
4. menambah perhatian, 5. membimbing umpan balik, 6. membangkitkan daya tarik,
7. memungkinkan semua anggota mengambil bagian dengan cara mendengarkan, 8. memungkinkan diskusi tindak-lanjut, 9. mengurangi dominasi seseorang atau
sekelompok orang,
10. memberi kesempatan pada pemimpin untuk mempertimbangkan keinginan/perhatian anggotanya,
11. memungkinkan "pengulangan" dengan umpan-balik.
1. pengunjung hanya "mendengar" apa-apa yang berhubungan dengan tugasnya, 2. cenderung untuk mengurangi keseluruhan
pendapat,
METODA DEBAT
(1 - p. 152)(sebuah metoda dimana pembicara dari fihak yang pro dan kontra menyampaikan pendapat mereka. Dapat diikuti dengan suatu tangkisan atau tidak perlu. Anggota kelompok dapat juga bertanya kepada peserta debat/pembicara)
KONDISI APLIKASI YANG COCOK KEUNGGULAN KELEMAHAN
1. jika hasil pembicaraan perlu "diasah", 2. untuk membangkitkan terjadinya proses
analisis,
3. untuk menyampaikan pendapat yang berbeda-beda,
4. jika anggota bersedia untuk mendengar ke dua segi permasalahan,
5. jika kelompok itu besar.
1. mempertajam hasil,
2. menyajikan ke dua segi permasalahan, 3. membangkitkan analisis dari kelompok, 4. menyampaikan fakta dari ke dua sisi
masalah,
5. membangkitkan daya tarik,
6. mempertahankan daya tarik, perhatian, 7. dapat dipakai pada kelompok yang besar.
1. keinginan untuk menang mungkin terlalu besar,
2. mungkin anggota mendapat kesan yang salah tentang orang yang berdebat,
3. membatasi partisipasi kelompok, kecuali jika diikuti diskusi,
4. mungkin terlalu banyak emosi yang terlibat, 5. memerlukan banyak persiapan.
34
METODA DISKUSI FORMIL
(1 - p. 154)(metoda pemecahan masalah yang sistematis meliputi : penyampaian masalah, mengumpulkan data, mempertimbangkan pemecahan masalah yang mungkin, memilih cara pemecahan masalah yang terbaik)
KONDISI APLIKASI YANG COCOK KEUNGGULAN KELEMAHAN
1. jika ada waktu yang cukup banyak, 2. pada waktu memberi latihan untuk
pemecahan permasalahan,
3. untuk membangkitkan pemikiran yang logis, 4. ketika permasalahan itu sudah dirumuskan
dengan jelas,
5. jika ada permasalahan yang memerlukan perumusan,
6. untuk mendorong kepada pemecahan masalah secara menyeluruh,
7. jika pemimpin cukup terampil dengan metoda ini,
8. jika kelompok tidak terlalu besar sehingga memungkinkan setiap peserta ambil bagian.
1. membangkitkan pemikiran yang logis, 2. mendorong kepada analisis yang
menyeluruh,
3. prosedurnya dapat diterapkan pada bermacam-macam permasalahan, 4. membangkitkan tingkat konsentrasi yang
tinggi pada diri peserta,
5. meningkatkan keterampilan dalam mengenali permasalahan.
1. membutuhkan banyak waktu,
2. memerlukan pemimpin yang terampil, 3. sulit dipakai pada kelompok yang besar, 4. mengharuskan setiap anggota kelompok
untuk mempelajari terlebih dahulu,
METODA SIMPOSIUM
(1 - p. 156)(serangkaian pidato pendek didepan pengunjung dengan seorang pemimpin; pidato-pidato yang disampaikan mengungkapkan aspek-aspek yang berbeda mengenai suatu topik tertentu)
KONDISI APLIKASI YANG COCOK KEUNGGULAN KELEMAHAN
1. untuk mengemukakan aspek-aspek yang berbeda dari topik tertentu,
2. jika kelompok itu besar,
3. jika kelompok itu membutuhkan keterangan yang ringkas,
4. jika ada pembicara yang memenuhi syarat, 5. jika tidak memerlukan reaksi pengunjung, 6. ketika pokok pembicaraan sudah
ditentukan.
1. dapat dipakai pada kelompok besar maupun kecil,
2. dapat mengemukakan banyak informasi dalam waktu yang singkat,
3. menyoroti hasil,
4. pergantian pembicara menambah variasi dan menjadikan lebih menarik,
5. dapat direncanakan jauh hari sebelumnya.
1. kurang spontanitas dan kreativitas, 2. kurang interaksi kelompok,
3. menekankan pokok pembicaraan, 4. agak terasa formil,
5. kepribadian pembicara dapat menekankan isi dengan kurang tepat,
6. sulit mengadakan pengendalian waktu, 7. secara umum membatasi pendapat
pembicara,
8. membutuhkan perencanaan sebelumnya dengan hati-hati, untuk menjamin jangkauan yang tepat,
36
METODA SIMPOSIUM-FORUM
(1 - p. 159)(serangkaian pidato pendek didepan pengunjung dengan seorang pemimpin; pidato-pidato yang disampaikan mengungkapkan aspek-aspek yang berbeda mengenai suatu topik tertentu, yang diikuti dengan partisipasi pengunjung)
KONDISI APLIKASI YANG COCOK KEUNGGULAN KELEMAHAN
1. untuk memberi kesempatan interaksi kelompok setelah simposium,
2. pada saat diperlukan kombinasi penyajian isi dan reaksi pengunjung,
3. ketika ada pendapat yang sulit yang harus ditangani secara benar sebelum
didiskusikan secara terbuka,
4. jika ada waktu dan persiapan yang cukup, 5. jika mengajukan beberapa pandangan yang
berbeda untuk minta tanggapan dari pengunjung,
6. jika kelompok itu besar,
7. jika kelompok membutuhkan keterangan yang ringkas.
1. menambah nilai simposium dengan reaksi pengunjung,
2. dapat dipakai pada kelompok besar
maupun kecil (khususnya kelompok besar), 3. dapat dipakai untuk menyajikan banyak
keterangan dalam waktu yang singkat, 4. menyoroti hasil,
5. penggantian pembicara menambah variasi dan membuat lebih menarik,
6. reaksi pengunjung mendorong pengunjung untuk mendengarkan dengan perhatian yang lebih baik.
1. membutuhkan banyak waktu, 2. tanggapan dari kelompok tertunda, 3. kepribadian pembicara memungkinkan
penekanan pada isi yang kurang tepat, 4. sulit melakukan pengendalian waktu, 5. periode forum mudah terulur.
BEBERAPA PERTANYAAN UNTUK DIPIKIRKAN (1 - pp. 158-160) :
1. Bagaimana seorang guru atau dosen atau pemimpin membantu seseorang menemukan apa yang perlu dan ingin dipelajarinya ?
2. Untuk menjadi efektif, metoda tergantung pada apa saja ?
3. Seberapa jauhkah besar kecilnya suatu kelompok menentukan metoda yang paling baik ? 4. Metoda-metoda manakah yang membutuhkan keterampilan yang guru/dosen/pemimpin yang
tinggi ?
5. Metoda-metoda manakah yang semata-mata tergantung pada guru/dosen/pemimpin ? 6. Dimana letak perbedaan antara panel dan simposium ?
7. Dimana letak perbedaan antara panel dan panel-forum ?
8. Metoda manakah yang mendorong anggota-anggota yang malu-malu untuk berbicara (mengambil bagian) ?
9. Metoda-metoda mana yang dapat dipakai sesudah brainstorming ?, jelaskan ! 10. Sebutkan beberapa cara untuk mengutarakan sebuah case-study ?
11. Apakah keuntungan dan kerugiannya jika memakai metoda kelompok pendengar didalam suatu pelajaran ?
12. Apakah keuntungan dan kerugiannya jika memakai metoda role-play didalam suatu pelajaran ? Apakah keuntungan dan kerugiannya jika memakai metoda didalam suatu pelajaran ?
13. Apakah keuntungan dan kerugiannya jika memakai metoda debat didalam suatu pelajaran ? Apakah keuntungan dan kerugiannya jika memakai metoda diskusi formil didalam suatu pelajaran ?