DAN PENAWARAN
PENGANTAR TEORI EKONOMI 44Alfred Marshall (lahir 26 Juli 1842 –
meninggal di Balliol Croft, Cambridge, Inggris, 13 Juli 1924 pada umur 81 tahun) adalah seorang ahli ekonomi Inggris yang paling berpengaruh di zamannya. Dia tumbuh di daerah suburban Clapham, London dan dididik di Merchant Taylor's School, Northwood dan St. John's College, Cambridge. Meskipun pada awalnya ia ingin mengikuti jejak ayahnya menjadi
rohaniawan, namun prestasinya di
Universitas Cambridge membuatnya
berkarier di jalur akademis. Ia menjadi profesor dalam bidang ekonomi politik pada tahun 1868.
Dia menulis beberapa traktat perdagangan internasional dan masalah proteksionisme. Lalu, pada tahun 1879, ia mengumpulkan makalah-makalah yang pernah dibuatnya dalam satu buku berjudul The Pure Theory of Foreign Trade: The Pure Theory of Domestic Values
3.2. Penentu Permintaan
Faktor-faktor penentu permintaan suatu komoditi adalah sebagai berikut :
a) Harga barang itu sendiri
Harga barang akan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika harga naik jumlah permintaan barang tersebut akan menurun, sedangkan jika harga turun maka jumlah permintaan barang akan meningkat.
b) Harga barang substitusi (pengganti)
Harga barang dan jasa pengganti (substitusi) ikut memengaruhi jumlah barang dan jasa yang diminta. Apabila harga dari barang substitusi lebih murah maka orang akan beralih pada barang substitusi tersebut. Akan tetapi jika harga barang substitusi naik maka orang akan tetap menggunakan barang yang semula. Contohnya kaus adalah pengganti kemeja. Jika di pasar harga kaus lebih murah dibandingkan kemeja, maka permintaan akan kaus lebih banyak bila dibandingkan permintaan terhadap kemeja.
c) Harga barang komplementer (pelengkap)
Barang pelengkap juga dapat memengaruhi permintaan barang/jasa. Misalnya sepeda motor, barang komplementernya bensin. Apabila
PENGANTAR TEORI EKONOMI 45
harga bensin naik, maka kecenderungan orang untuk membeli sepeda motor akan turun, begitu juga sebaliknya.
d) Jumlah Pendapatan
Besar kecilnya pendapatan yang diperoleh seseorang turut menentukan besarnya permintaan akan barang dan jasa. Apabila pendapatan yang diperoleh tinggi maka permintaan akan barang dan jasa juga semakin tinggi. Sebaliknya jika pendapatannya turun, maka kemampuan untuk membeli barang juga akan turun. Akibatnya jumlah barang akan semakin turun. Misalnya pendapatan Pak Hasan dari hasil dagang minggu pertama Rp 300.000,00 hanya dapat untuk membeli kopi 20 kg. Tetapi ketika hasil dagang minggu kedua Rp 450.000,00, Pak Hasan dapat membeli kopi sebanyak 30 kg.
e) Selera konsumen
Selera konsumen terhadap barang dan jasa dapat memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika selera konsumen terhadap barang tertentu meningkat maka permintaan terhadap barang tersebut akan meningkat pula. Misalnya, sekarang ini banyak orang yang mencari hand phone yang dilengkapi fasilitas musik dan game, karena selera konsumen akan barang tersebut tinggi maka permintaan akan hand phone yang
dilengkapi musik dan game akan meningkat.
f) Intensitas kebutuhan konsumen
Intensitas kebutuhan konsumen berpengaruh terhadap jumlah barang yang diminta. Kebutuhan terhadap suatu barang atau jasa yang tidak mendesak, akan menyebabkan permintaan masyarakat terhadap barang atau jasa tersebut rendah. Sebaliknya jika kebutuhan terhadap barang atau jasa sangat mendesak maka permintaan masyarakat terhadap barang atau jasa tersebut menjadi meningkat, misalnya dengan meningkatnya curah hujan maka intensitas kebutuhan akan jas hujan semakin meningkat. Konsumen akan bersedia membeli jas hujan hingga Rp25.000,00 walaupun kenyataannya harga jas hujan Rp15.000,00.
g) Perkiraan harga di masa depan
Apabila konsumen memperkirakan bahwa harga akan naik maka konsumen cenderung menambah jumlah barang yang dibeli karena ada kekhawatiran harga akan semakin mahal. Sebaliknya apabila konsumen memperkirakan bahwa harga akan turun, maka konsumen cenderung mengurangi jumlah barang yang dibeli. Misalnya ada dugaan kenaikan harga bahan bakar minyak mengakibatkan banyak konsumen antri di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) untuk mendapatkan bensin atau solar yang lebih banyak.
PENGANTAR TEORI EKONOMI 46
h) Jumlah penduduk
Pertambahan penduduk akan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika jumlah penduduk dalam suatu wilayah bertambah banyak, maka barang yang diminta akan meningkat.
Dari penentu permintaan tersebut dapat diturunkan hubungan antara penentu permintaan dengan jumlah permintaan suatu barang sebagai berikut:
Qdx = f (Px, Py, Y, S, ………
Dimana :
Qdx = jumlah yang diminta
Px = harga barang itu sendiri
Py = harga barang lain
Y = pendapatan konsumen
S = selera
Agar lebih mudah memahami teori permintaan maka kita asumsikan factor lain selain harga barang itu sendiri kita asumsikan tidak berubah
(ceteris paribus), sehingga didapatkan fungsi permintaan sebagai berikut :
Qd
x = f (Px) sehingga didapatkan persamaan demand Qdx = a - b Px
Hubungan Harga dan jumlah barang yang diminta adalah sebagai berikut makin rendah harga suatu barang maka makin banyak permintaan terhadap barang tersebut. Sebaliknya makin tinggi harga suatu barang maka makin sedikit permintaan terhadap barang tersebut.
PENGANTAR TEORI EKONOMI 47 Permintaa n Sepatu Harga Sepatu 1 10 20 2 15 18 3 20 16 4 25 14 5 30 12 6 35 10 7 40 8 8 45 6 9 50 4 10 55 2
(a) Berbentuk garis lurus
Permintaan Sepatu Harga Sepatu 1 10 20 2 20 18 3 29 16 4 37 14 5 44 12 6 50 10 7 55 8 8 59 6 9 62 4 10 64 2 (b) Berbentuk Cekung Permintaan Sepatu Harga Sepatu 1 10 20 2 11 18 3 13 16 4 16 14 5 20 12 6 25 10 7 31 8 8 38 6 9 46 4 10 55 2 (c) Berbentuk Cembung Gambar 3.1.
PENGANTAR TEORI EKONOMI 48
Dari gambar kurva permintaan dapat kita klasifikasikan menjadi tiga bentuk, yaitu :
a. Berbentuk garis lurus (linear), kurva permintaan yang ditunjukan
dalam (a) ini dapat terjadi apabila perubahan harga barang
mengakibatkan perubahan jumlah yang diminta ∆Q/∆P dalam
proporsi yang sama.
b. Berbentuk garis cekung kearah titik pusat, kurva permintaan yang
ditunjukan dalam (b) ini dapat terjadi apabila perubahan harga barang
mengakibatkan perubahan jumlah yang diminta ∆Q/∆P dalam
proporsi yang menurun.
c. Berbentuk garis cembung kearah titik pusat, kurva permintaan yang
ditunjukan dalam (c) ini dapat terjadi apabila perubahan harga barang
mengakibatkan perubahan jumlah yang diminta ∆Q/∆P dalam
proporsi yang menaik.
3.3. Pengaruh Faktor Lain Selain Harga Terhadap Permintaan Harga barang lain
Hubungan antara sesuatu barang dengan berbagai jenis-jenis barang lainnya dapat dibedakan kepada tiga (3) golongan, yaitu:
a. barang lain itu merupakan pengganti
b. barang lain itu merupakan pelengkap
c. kedua barang tidak mempunyai kaitan sama sekali (barang netral).
Barang Pengganti
Sesuatu barang dinamakan barang pengganti kepada barang lain apabila ia dapat menggantikan fungsi barang lain tersebut.
Kopi dan teh adalah barang yang dapat saling menggantikan fungsinya. Seorang yang suka meminum teh selalu dapat menerima minuman kopi apabila teh tidak ada.
Harga barang pengganti dapat mempengaruhi permintaan barang yang dapat digantikannya. Sekiranya harga barang pengganti bertambah murah maka barang yang digantikannya akan mengalami pengurangan dalam permintaan.
PENGANTAR TEORI EKONOMI 49