DAN PENAWARAN
PENGANTAR TEORI EKONOMI 513.5 Penawaran
Penawaran, dalam ilmu ekonomi, adalah banyaknya barang atau jasa yang tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada setiap tingkat harga selama periode waktu tertentu.
Penawaran dipengaruhi oleh beberapa faktor. Antara lain harga barang, tingkat teknologi, jumlah produsen di pasar, harga bahan baku, serta harapan, spekulasi, atau perkiraan.
Di antara faktor-faktor di atas, harga barang dianggap sebagai faktor terpenting dan sering dijadikan acuan untuk melakukan analisis penawaran. Harga berbanding lurus dengan jumlah penawaran. Jika harga tinggi, maka produsen akan berlomba-lomba menjajakan barangnya sehingga penawaran meningkat. Sementara itu, jika harga turun, maka produsen akan menunda penjualan atau menyimpan produknya di gudang sehingga jumlah penawaran akan berkurang.
Faktor teknologi akan memengaruhi output barang atau jasa yang akan dihasilkan produsen. Semakin tinggi teknologi, semakin cepat barang dihasilkan, maka semakin besar pula penawaran yang terjadi.
Harga-harga barang lain, termasuk di antaranya harga bahan baku, juga ikut memengaruhi penawaran. Semakin mahal harga bahan baku, semakin mahal pula harga produk yang dihasilkan. Namun biasanya, kenaikan harga bahan baku cenderung mengurangi keuntungan yang diterima oleh produsen, sehingga produsen akan mengurangi tingkat produksi dan mengurangi tingkat penawaran
3.6. Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran
Penawaran dan produksi mempunyai hubungan yang sangat erat. Hal-hal yang mendorong dan menghambat kegiatan produksi berpengaruh terhadap jumlah penawaran. Berikut ini faktor-faktor yang memengaruhi penawaran:
a) Harga barang itu sendiri
Apabila harga barang yang ditawarkan mengalami kenaikan, maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan meningkat. Sebaliknya jika harga barang yang ditawarkan turun jumlah barang yang ditawarkan penjual juga akan turun. Misalnya jika harga sabun mandi meningkat dari Rp1.500,00 menjadi Rp2.000,00, maka jumlah sabun mandi yang penjual tawarkan akan meningkat pula.
b) Harga barang pengganti
Apabila harga barang pengganti meningkat maka penjual akan meningkatkan jumlah barang yang ditawarkan. Penjual berharap, konsumen akan beralih dari barang pengganti ke barang lain yang ditawarkan, karena harganya lebih rendah. Contohnya harga kopi meningkat menyebabkan harga barang penggantinya yaitu teh lebih rendah, sehingga penjual lebih banyak menjual teh.
PENGANTAR TEORI EKONOMI 52
c) Biaya produksi
Biaya produksi berkaitan dengan biaya yang digunakan dalam proses produksi, seperti biaya untuk membeli bahan baku, biaya untuk gaji pegawai, biaya untuk bahan-bahan penolong, dan sebagainya. Apabila
biaya-biaya produksi meningkat, maka harga barang-barang
diproduksi akan tinggi. Akibatnya produsen akan menawarkan barang produksinya dalam jumlah yang sedikit. Hal ini disebabkan karena produsen tidak mau rugi. Sebaliknya jika biaya produksi turun, maka produsen akan meningkatkan produksinya. Dengan demikian penawaran juga akan meningkat.
d) Kemajuan teknologi
Kemajuan teknologi sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya barang yang ditawarkan. Adanya teknologi yang lebih modern akan memudahkan produsen dalam menghasilkan barang dan jasa. Selain itu dengan menggunakan mesin-mesin modern akan menurunkan biaya produksi dan akan memudahkan produsen untuk menjual barang dengan jumlah yang banyak. Misalnya untuk menghasilkan 1 kg gula pasir biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan Manis sebesar Rp 4.000,00. Harga jualnya sebesar Rp 7.500,00/kg. Namun dengan menggunakan mesin yang lebih modern, perusahaan Manis mampu menekan biaya produksi menjadi Rp 3.000,00. Harga jual untuk setiap 1 kilogramnya tetap yaitu Rp 7.500,00/kg. Dengan demikian perusahaan Manis dapat memproduksi gula pasir lebih banyak.
Kemajuan teknologi dapat mengurangi biaya produksi mempertinggi produktifitas, mutu dan menciptakan barang-barang baru. Ini akan mendorong kenaikan penawaran.
e) Pajak
Pajak yang merupakan pungutan resmi yang ditetapkan pemerintah terhadap suatu produk sehingga memiliki pengaruh terhadap harga. Jika barang tersebut dikenakan pajak maka harga barang tersebut menjadi tinggi, akibatnya permintaan akan barang tersebut menjadi berkurang, sehingga penawaran juga akan berkurang.
f) Perkiraan harga di masa depan
Perkiraan harga di masa datang sangat memengaruhi besar kecilnya jumlah penawaran. Jika perusahaan memperkirakan harga barang dan jasa naik, sedangkan penghasilan masyarakat tetap, maka perusahaan akan menurunkan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Misalnya pada saat krisis ekonomi, harga-harga barang dan jasa naik, sementara penghasilan relatif tetap. Akibatnya perusahaan akan mengurangi jumlah produksi barang dan jasa, karena takut tidak laku.
Dari penentu permintaan tersebut dapat diturunkan hubungan antara penentu permintaan dengan jumlah permintaan suatu barang sebagai berikut:
PENGANTAR TEORI EKONOMI 53
Qsx = f (Px, Py, T, BB, Tx,………
Dimana :
Qsx = jumlah yang ditawarkan
Px = harga barang itu sendiri
Py = harga barang lain
T = Teknologi
BB = Bahan Baku
Tx = Pajak
Agar lebih mudah memahami teori penawaran maka kita asumsikan factor lain selain harga barang itu sendiri kita asumsikan tidak berubah (ceteris paribus), sehingga didapatkan fungsi penawaran sebagai berikut :
Qsx = f (Px) sehingga didapatkan persamaan demand Qsx = a + b Px
Hubungan Harga dan jumlah yang ditawarkan adalah sebagai berikut makin rendah harga suatu barang maka makin sedikit jumlah barang yang dijual. Sebaliknya makin tinggi harga suatu barang maka makin banyak jumlah barang yang dijual.
No Harga Sepatu Permintaan Sepatu 1 20 60 2 18 55 3 16 50 4 14 45 5 12 40 6 10 35 7 8 30 8 6 25 9 4 20 10 2 15
Kurve Penawaran Sepatu Gambar 3.4.
Kurve Penawaran
3.7. Hukum Penawaran
Hubungan antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan menggambarkan hukum penawaran yaitu semakin tinggi harga suatu produk maka semakin banyak jumlah barang yang akan ditawarkan oleh penjual, dan
PENGANTAR TEORI EKONOMI 54
begitu juga sebaliknya jika harga barang semakin murah maka jumlah yang
ditawarkan akan semakin berkurang. Dengan menggunakan asumsi Cateris
Paribus bisa digambarkan sebuah fungsi penawaran dalam kurva sebagai
berikut:
Gambar 3.5. Kurve Penawaran
Marilah kita lihat grafik disamping ini, mula-mula harga barang P1 dengan jumlah yang ditawrarkan Q1 seperti yang ditunjukan pada titik A. Jika harga
barang naik menjadi P3, maka
kenaikan harga ini akan mendorong produsen untuk menjual lebih banyak, sehingga jumlah yang ditawarkan akan meningkat menjadi Q3, seperti yang ditunjukan ada titik C. Demikian pula jiaka harga turun dari P3 ke P1, maka jumlah yang ditawarkan akan turun dari Q3 ke Q2.
3.8. Keseimbangan Pasar (Market Equilibrium)
Keseimbangan ekonomi adalah keadaan dunia di mana kekuatan ekonomi yang seimbang dan tidak adanya pengaruh eksternal, (keseimbangan) nilai dari variabel ekonomi tidak akan berubah. Ini adalah titik di mana kuantitas yang diminta dan kuantitas yang ditawarkan sama. Kesetimbangan pasar, misalnya, mengacu pada suatu kondisi dimana harga pasar yang dibentuk melalui kompetisi seperti bahwa jumlah barang atau jasa yang dicari oleh pembeli adalah sama dengan jumlah barang atau jasa yang dihasilkan oleh penjual. Pasar suatu
macam barang dikatakan berada dalam keseimbangan (equilibrium) apabila
jumlah barang yang diminta di pasar tersebut sama dengan jumlah barang yang ditawarkan. Secara matematik dan grafik hal ini ditunjukkan dengan kesamaan Qd = Qs, yakni pada perpotongan kurva permintaan dengan kurva penawaran.
Pada posisi keseimbangan pasar ini tercipta harga keseimbangan (equilibrium
price) dan jumlah keseimbangan (equilibrium quantity).
P P3 P2 P1 Q1 Q2 Q3 Q S C B A
PENGANTAR TEORI EKONOMI 55