• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

C. Analisis Jalur Setelah Trimming

1) Pengaruh BI Rate , Inflasi dan jumlah uang beredar terhadap

Capital Adequecy Ratio.

Adapun gambar hasil analisis diagram jalur sub struktur pertama adalah sebagai berikut.

Gambar 4.5

Diagram Jalur Sub Struktur I Setelah Trimming

(Sumber : data diolah)

Agar lebih jelas diagram jalur tersebut disajikan dalam bentuk ringkasan tabel sebagai berikut:

BI_RATE

INFLASI

JUB

CAR

.86 -.21 -.23 .53 -.74 -.75 .24

e1

80 Tabel 4.14

Hasil Uji Pengaruh BI Rate, Inflasi, jumlah uang beredar terhadap Capital Adequecy Ratio Pengaruh antar variabel Estimasi Probabilitas R Square BI Rate - - > CAR 0,53 0,00 Inflasi - - > CAR -0,74 0,00 0,670 JUB - - > CAR -0,75 0,00

Untuk melihat pengaruh BI Rate, inflasi dan jumlah uang beredar secara gabungan terhadap Capital Adequecy Ratio (CAR), kita dapat melihat hasil perhitungan pada tabel khususnya angka R square.

Besarnya angka R square (r2) adalah 0,670. Angka tersebut digunakan untuk melihat besarnya pengaruh variabel BI Rate, Inflasi, dan jumlah uang beredar secara gabungan terhadap CAR dengan cara menghitung koefisien determinasi (KD) dengan menggunakan rumus berikut:

KD = r2 x 100% KD = 0,670 x 100% KD = 67,0%

Angka tersebut mempunyai maksud bahwa pengaruh variable BI Rate, inflasi, dan jumlah uang beredar terhadap CAR secara gabungan adalah 67,0%, sedangkan sisanya sebesar 33% (100%-67,0%) dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan kata lain, variabel dapat diterangkan dengan menggunakan BI Rate, inflasi, dan jumlah uang

81 beredar adalah sebesar 67,0%, sementara pengaruh yang disebabkan oleh variabel-variabel lain di luar model ini adalah sebesar 33,%.

Untuk melihat besarnya pengaruh BI Rate, inflasi, dan jumlah uang beredar terhadap CAR, digunakan kolom estimasi pada tabel di bawah ini, sedangkan untuk melihat signifikansi digunakan kolom probabilitas.

1) Pengaruh antara BI Rate dengan CAR

Untuk melihat apakah ada hubungan linier antara BI Rate dengan CAR, dapat melakukan langkah-langkah analisis sebagai berikut:

Ketentuan Hipotesis:

Ho; ρ = 0 : Tidak ada hubungan linier antara BI Rate dengan CAR

Ha; ρ≠ 0 : Ada hubungan linier antara BI Rate dengan CAR Dengan kriteria sebagai berikut:

 Jika probabilitas penelitian < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima.

 Jika probabilitas penelitian > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak

Hasil perhitungan menunjukkan angka 0,00 < 0,05. maka telah cukup data untuk menolak Ho; ρ = 0 dan menerima Ha; ρ ≠ 0. Artinya, ada hubungan linier antara BI Rate dengan CAR.

82 Besarnya pengaruh BI Rate terhadap CAR sebesar 0,53 atau 53 %.

BI Rate memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap CAR. Artinya, apabila terjadi kenaikan BI Rate, maka jumlah CAR juga akan mengalami kenaikan, begitu juga sebaliknya. Hasil ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Desi Arisandi, SE (2007) bahwa program rekapitulasi perbankan mampu mengatasi permasalahan modal dan rentabilitas bank yang tercermin dalam rasio CAR dan ROA serta NPL yang berhasil ditekan telah meningkatkan kemampuan bank umum dalam menyalurkan kredit di Indonesia.

2) Pengaruh antara inflasi dengan CAR

Untuk melihat apakah ada hubungan linier antara inflasi dengan CAR, dapat melakukan langkah-langkah analisis sebagai berikut:

Ketentuan Hipotesis:

Ho; ρ = 0: Tidak ada hubungan linier antara inflasi dengan CAR Ha; ρ≠ 0: Ada hubungan linier antara inflasi dengan CAR

Hasil perhitungan menunjukkan angka 0,00 < 0,05. maka telah cukup data untuk menolak Ho; ρ = 0 dan menerima Ha; ρ ≠ 0. Artinya, ada hubungan linier antara inflasi dengan CAR. Besarnya pengaruh inflasi terhadap CAR sebesar 0,74 atau -74%.

83 Inflasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap CAR. Artinya, apabila inflasi meningkat, maka CAR akan mengalami meningkat, begitu pula sebaliknya. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Budiawan (2008) yang menyatakan bahwa tingkat kecukupan modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kredit. CAR tinggi memungkinkan modal yang cukup namun belum diikuti pengmanfaatan modal ke dalam aktiva yang menguntungkan . Sehingga hal tersebut memungkinkan bank menyalurkan modalnya ke dalam aktiva berebentuk kredit dan mengurangi adanya idle fund.

3) Pengaruh antara jumlah uang beredar dengan CAR

Untuk melihat apakah ada hubungan linier antara variabel jumlah uang beredar dengan CAR, dapat melakukan langkah-langkah analisis sebagai berikut:

Ketentuan Hipotesis:

Ho : Tidak ada hubungan linier antara jumlah uang beredar dengan CAR

Ha : Ada hubungan linier antara jumlah uang beredar dengan CAR

Hasil perhitungan menunjukkan angka 0,00 > 0,05. maka telah cukup data untuk menolak Ho; ρ = 0 dan menerima Ha; ρ≠

84 0. Artinya, ada hubungan linier antara jumlah uang beredar dengan CAR. Besarnya pengaruh jumlah uang beredar terhadap CAR sebesar -0,75 atau 75%.

Jumlah uang beredar memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap CAR. Artinya, apabila jumlah uang beredar mengalami peningkatan maka jumlah CAR juga akan mengalami peningkatan. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Menurut Tajur Khalwaty (2000:144) inflasi dapat dikendalikan oleh kebijakan suku bunga dengan melalui jumlah uang beredar. Ketika jumlah uang beredar di masyarakat meningkat, maka bank umum menaikan suku bunga simpanan untuk mendorong investor menanamkan investasinya di bank yang memberikan tingkat pengembalian yang lebih besar dibandingkan menginvestasikan modalnya pada sektor – sektor produktif yang memiliki tingkat resiko yang lebih besar, sehingga inflasi dapat dikendalikan.

85 2) Pengaruh BI Rate, inflasi, jumlah uang beredar terhadap

penawaran kredit.

Gambar 4.6

Diagram Jalur Sub Struktur II Setelah Trimming

(Sumber : data diolah)

Tabel 4.15

Hasil Uji Pengaruh antara BI Rate, inflasi dan jumlah uang beredar terhadap penawaran kredit

Pengaruh antar variabel Estimasi Probabilitas R Square BI Rate - - > Kredit -0,16 0,00

Inflasi - - > Kredit 0,24 0,00 0,977

JUB - - > Kredit 0,99 0,00

Untuk melihat pengaruh variabel BI Rate, inflasi, jumlah uang beredar dan CAR terhadap penawaran kredit secara gabungan dapat dilihat pada tabel di bawah ini kolom R Square.

Besarnya angka R square (r2) adalah sebesar 0,977. Angka tersebut menjelaskan bahwa pengaruh BI Rate, inflasi, jumlah uang beredar dan CAR terhadap penawaran kredit secara gabungan adalah 97,7% (0,977 x 100%), sedangkan sisanya sebesar 2,3% (100%-97,7%)

BI_RATE

INFLASI

JUB

CAR

.98

KMK

.86 -.21 -.23 .24

e1 e2

86 dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan kata lain, variabilitas kepuasan yang dapat diterangkan dengan menggunakan variabel BI Rate, Inflasi, Jumlah uang beredar dan CAR 97,7%, sementara pengaruh 2,3% disebabkan oleh variabel-variabel lain di luar model ini.

Untuk melihat signifiansi pengaruh BI Rate, inflasi, jumlah uang beredar dan CAR terhadap penawaran kredit secara parsial, digunakan kolom probabilitas, sedangkan untuk melihat besarnya pengaruh digunakan angka estimasi pada tabel di bawah ini.

1. Pengaruh antara variabel BI Rate terhadap kredit

Untuk melihat apakah ada hubungan linier antara variabel BI Rate terhadap kredit, dapat melakukan langkah-langkah analisis sebagai berikut:

Ketentuan Hipotesis:

Ho; ρ = 0 : Tidak ada hubungan linier antara BI Rate terhadap kredit Ha; ρ≠ 0 : Ada hubungan linier antara BI Rate terhadap kredit

Hasil perhitungan menunjukkan angka 0,00 > 0,05. maka tidak cukup data untuk menolak Ho;ρ=0 dan menerima Ha;ρ≠0. Artinya, tidak ada hubungan linier antara variable BI Rate dengan kredit. Besarnya pengaruh BI Rate terhadap kredit sebesar -0,16.

BI Rate memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap penawaran kredit. Menurut samuelson & Nordhous (2001:227) tingkat diskonto (BI rate) digunakan sebagai tanda perubahan kebijakan utama pasar. Tingkat diskonto mengikuti bunga

87 pasar untuk mencegah bank umum mendapatkan untung yang lebih besar dari meminjam dengan tingkat diskonto yang rendah kemudian meminjamkan ke pasar dengan bunga yang lebih tinggi. Artinya, ketika suku bunga diskonto naik maka bank umum akan merespon dengan menaikan suku bunga pembiayaan dan merubah suku bunga simpanan.

2. Pengaruh antara variabel inflasi terhadap kredit

Untuk melihat apakah ada hubungan linier antara variabel inflasi terhadap kredit, dapat melakukan langkah-langkah analisis sebagai berikut:

Ketentuan Hipotesis:

Ho; ρ = 0 : Tidak ada hubungan linier antara inflasi terhadap kredit Ha; ρ≠ 0 : Ada hubungan linier antara inflasi terhadap kredit

Hasil perhitungan menunjukkan angka 0,00 < 0,05. maka tidak cukup data untuk menolak Ho;ρ=0 dan menerima Ha;ρ≠0. Artinya, tidak ada hubungan linier antara variable inflasi dengan kredit. Besarnya pengaruh inflasi terhadap kredit sebesar 0,24.

Inflasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap penawaran kredit. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Mochamad Fazza (2007) bahwa hasil analisis data menunjukkan bahwa inflasi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Permintaan kredit perbankan. Sedangkan untuk variabel PDB berpengaruh negatif dan signifikan terhadap

88 Permintaan Kredit Perbankan. Secara bersama-sama variabel pengaruh Suku Bunga, inflasi dan variabel dummy krisis ekonomi berpengaruh signifikan terhadap Permintaan Kredit perbankan Pada Bank Umum di Propinsi Jawa Tengah. Untuk pengujian terhadap uji asumsi klasik tidak terdapat multikolinieritas, heteroskedastisitas dan autokorelasi. Sehingga mengharapkan kepada peneliti lain yang sejenis untuk melengkapi baik dengan menambah variabel atau data-data yang digunakan sehingga dapat memberikan hasil yang lebih baik.

3. Pengaruh antara variabel jumlah uang beredar terhadap kredit Untuk melihat apakah ada hubungan linier antara variabel jumlah uang beredar terhadap kredit, dapat melakukan langkah-langkah analisis sebagai berikut:

Ketentuan Hipotesis:

Ho; ρ = 0 : Tidak ada hubungan linier antara jumlah uang beredar terhadap kredit

Ha; ρ ≠ 0 : Ada hubungan linier antara jumlah uang beredar terhadap kredit

Hasil perhitungan menunjukkan angka 0,00 < 0,05. maka telah cukup data untuk menolak Ho;ρ=0 dan menerima Ha;ρ≠0. Artinya, ada hubungan linier antara variabel jumlah uang beredar terhadap penawaran kredit kredit. Besarnya pengaruh jumlah uang beredar terhadap penawaran kredit sebesar 0,99.

89 Jumlah uang beredar memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap penawaran kredit. Artinya, apabila jumlah uang beredar mengalami peningkatan maka jumlah penawaran kredit juga akan mengalami peningkatan. Hasil ini sesuai dengan penelitian Ersa Zheta (2008). Bahwa jumlah uang beredar terhadap penawaran kredit berpengaruh positif signifikan walaupun sangat kecil dikarenalan kondisi perekonomian saat itu sedikit lebih stabil.

Dari uraian tersebut, maka dapat digambarkan dalam diagram jalur setelah trimming, dapat dilihat pada gambar 4.7 berikut :

Gambar 4.7

Diagram Jalur Setelah Trimming

(Sumber : data diolah)

Dokumen terkait