• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

5. Karakteristik responden berdasarkan bidang studi yang diajarkan Berdasarkan bidang studi yang diajarkan, diket

4.4. Analisis Deskriptif Peningkatan Kompetensi Pengajar BP Setelah Mengikuti Pelatihan Mengikuti Pelatihan

4.5.1 Pengaruh Efektivitas Pelatihan Terhadap Kompetensi

Berdasarkan hasil pengolahan data dengan bantuan software SmartPLS, diperoleh suatu model yang menggambarkan pengaruh efektivitas pelatihan terhadap kompetensi. Sebelum hasil pengolahan dianalisis, dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas terlebih dulu pada model pengukuran, agar model layak dan dapat dipercaya hasil interpretasinya. Pada model reflektif, pengujian tersebut dilakukan dengan cara melihat convergent validity, discriminant validity dan composite reliability. Convergent validity pada model reflektif dapat dilihat dari korelasi antara skor indikator dengan skor konstruknya. Pada penelitian ini, indikator dianggap reliabel, jika memiliki loading factor di atas 0,50. Hasil output grafis model pengukuran awal dapat dilihat pada Gambar 8.

Pada Gambar 8 diketahui bahwa nilai loading factor untuk indikator R1, R2, R3, R4, R5, R6, R10, R13 dan PEM1 kurang dari 0,5. Hal ini menunjukkan bahwa indikator-indikator tersebut tidak valid. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka indikator-indikator tersebut dikeluarkan dari model karena tidak valid. Kemudian, model diestimasi ulang dengan hasil output grafis model pengukuran dapat dilihat pada Gambar 9.

Pada Gambar 9, indikator-indikator yang tidak valid telah dikeluarkan dari model pengukuran. Setelah dilakukan estimasi ulang pada model pengukuran, masih ada nilai loading factor yang berada di bawah 0,5, yaitu pada indikator R7 dan R12. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka indikator-indikator tersebut dikeluarkan dari model karena tidak valid dan model kembali diestimasi ulang dengan hasil output grafis model pengukuran dapat dilihat pada Gambar 10.

44

Gambar 8. Model pengaruh efektivitas pelatihan terhadap kompetensi

Gambar 9. Model pengaruh efektivitas pelatihan terhadap kompetensi (setelah estimasi ulang)

46

Gambar 10. Model pengaruh efektivitas pelatihan terhadap kompetensi (setelah estimasi ulang kedua)

Pada Gambar 10, indikator-indikator yang tidak valid telah dikeluarkan dari model pengukuran. Setelah dilakukan estimasi ulang pada model pengukuran, nilai loading factor semua indikator berada di atas 0,5.

Hal ini menunjukkan bahwa syarat convergent validity telah terpenuhi. Hasil outer loading model pengukuran setelah estimasi ulang selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 5.

Setelah syarat convergent validity terpenuhi, maka dilakukan pengujian discriminant validity. Discriminant validity dinilai berdasarkan cross loading antara indikator terhadap konstruk. Nilai korelasi indikator terhadap konstruknya harus lebih besar dibandingkan nilai korelasi antara indikator dengan konstruk lainnya. Tabel cross loading untuk menguji

discriminant validity dapat dilihat pada Lampiran 6. Tabel cross loading menunjukkan bahwa korelasi antara konstruk efektivitas pelatihan dengan indikator-indikatornya lebih tinggi dibandingkan korelasi antara indikator tersebut dengan konstruk kompetensi. Begitu pula dengan konstruk kompetensi. Korelasi antara konstruk kompetensi dengan indikator-indikatornya lebih tinggi dibandingkan korelasi antara indikator tersebut dengan konstruk efektivitas pelatihan, hanya indikator KNO2 yang tidak menunjukkan korelasi tertinggi dengan konstruk kompetensi.

Berdasarkan penjelasan tersebut, diketahui bahwa korelasi masing-masing konstruk dengan indikatornya lebih tinggi dibandingkan korelasi masing-masing indikator konstruk dengan konstruk lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa konstruk laten memprediksi indikator pada bloknya lebih baik dengan indikator di blok lainnya dan syarat discriminant validity telah terpenuhi.

Uji validitas lainnya adalah menilai validitas konstruk dengan melihat nilai Average Variance Extracted (AVE). Model dikatakan baik jika nilai AVE masing-masing konstruk nilainya lebih besar dari 0,5. Nilai AVE konstruk efektivitas pelatihan dan kompetensi dapat dilihat pada Tabel 15.

Berdasarkan tabel, diketahui nilai AVE masing-masing konstruk lebih besar dari 0,5 dan model dapat dikatakan baik.

Tabel 15. Nilai AVE

Konstruk Nilai AVE

Efektivitas Pelatihan 0,501036

Kompetensi 0,591886

Disamping uji validitas, dilakukan juga uji reliabilitas konstruk dengan menggunakan composite reliability dan Cronbach Alpha. Konstruk dinyatakan memiliki reliabilitas baik atau reliabel, jika nilai composite reliability dan Cronbach Alpha di atas 0,70. Nilai composite reliability dan Cronbach Alpha masing-masing konstruk dapat dilihat pada Tabel 16.

Berdasarkan tabel, diketahui nilai composite reliability dan Cronbach Alpha semua konstruk lebih besar dari 0,70, sehingga dapat disimpulkan bahwa konstruk memiliki reliabilitas yang baik. Setelah model memenuhi asumsi

48

convergent validity, discriminant validity, validitas konstruk dan reliabilitas konstruk, maka model dapat dianalisis dan diinterpretasikan.

Tabel 16. Nilai composite reliability dan Cronbach Alpha

Konstruk Composite reliability Cronbach Alpha

Efektivitas Pelatihan 0,921710 0,906004

Kompetensi 0,958378 0,953371

Model pengaruh efektivitas pelatihan terhadap kompetensi pengajar BP memberikan nilai R-Square 0,777227. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa variabilitas konstruk kompetensi dapat dijelaskan oleh variabilitas konstruk efektivitas pelatihan 77,72% dan sisanya (22,28%) dijelaskan oleh konstruk lain diluar penelitian. Berdasarkan Tabel 17, besarnya pengaruh efektivitas pelatihan terhadap kompetensi pengajar BP diketahui 0,881605.

Hal ini menunjukkan arah hubungan yang positif antara efektivitas pelatihan dengan kompetensi dan dapat diinterpretasikan bahwa semakin besar efektivitas pelatihan, maka akan semakin meningkat kompetensi yang dimiliki oleh pengajar. Sementara t-value efektivitas pelatihan terhadap kompetensi diketahui 39,714850 dan menunjukkan bahwa t-value lebih besar dari ttabel (ttabel pada taraf nyata 5% = 1,96). Artinya efektivitas pelatihan berpengaruh secara nyata terhadap kompetensi pengajar.

Tabel 17. Nilai koefisien, t-value dan R-Square efektivitas pelatihan terhadap kompetensi

Konstruk Koefisien t-value R-Square Interpretasi Efektivitas

pelatihan → kompetensi

0,881605 39,714850 0,777227

Pengaruh positif dan

nyata Muatan indikator-indikator yang mencerminkan efektivitas pelatihan dapat dilihat pada Tabel 18. Berdasarkan Tabel diketahui nilai bobot indikator efektivitas pelatihan yang paling besar ditunjukkan oleh indikator HAS2 dengan nilai 0,846856 padat-value 36,018662. Hal ini menunjukkan bahwa indikator HAS2 merupakan indikator paling positif dan nyata dalam mengukur efektivitas pelatihan. Artinya efektivitas pelatihan paling tercermin dari hasil pelatihan berupa peningkatan kreativitas mengajar pengajar.

Tabel 18. Nilai outer loading indikator-indikator efektivitas pelatihan Outer Model Loading t-value Interpretasi EFEKTIVITAS PELATIHAN

R8 0,527886 6,669985 Pengaruh positif dan nyata EFEKTIVITAS PELATIHAN

R9 0,602873 10,874611 Pengaruh positif dan nyata EFEKTIVITAS PELATIHAN

R11 0,503939 4,077639 Pengaruh positif dan nyata EFEKTIVITAS PELATIHAN

PEM2 0,779869 19,088065 Pengaruh positif dan nyata EFEKTIVITAS PELATIHAN

PEM3 0,796694 23,483019 Pengaruh positif dan nyata EFEKTIVITAS PELATIHAN

PEM4 0,750167 19,254970 Pengaruh positif dan nyata EFEKTIVITAS PELATIHAN

PER1 0,726071 10,394694 Pengaruh positif dan nyata EFEKTIVITAS PELATIHAN

PER2 0,704193 16,000900 Pengaruh positif dan nyata EFEKTIVITAS PELATIHAN

PER3 0,606628 6,881382 Pengaruh positif dan nyata EFEKTIVITAS PELATIHAN

HAS1 0,776730 21,430297 Pengaruh positif dan nyata EFEKTIVITAS PELATIHAN

HAS2 0,846856 36,018662 Pengaruh positif dan nyata EFEKTIVITAS PELATIHAN

HAS3 0,774044 22,161483 Pengaruh positif dan nyata

Berdasarkan tabel di atas, diketahui nilai bobot indikator reaksi pelatihan yang paling besar ditunjukkan oleh indikator R9 dengan nilai 0,602873 padat-value 10,874611. Hal ini menunjukkan bahwa indikator R9 merupakan indikator paling positif dan nyata dalam mengukur reaksi peserta pelatihan. Artinya pengajar akan semakin puas terhadap pelatihan, jika waktu yang dialokasikan untuk pelatihan sudah efektif.

Nilai bobot indikator pembelajaran yang paling besar ditunjukkan oleh indikator PEM3 0,947009 pada t-value 82,030537. Hal ini menunjukkan bahwa indikator PEM3 memiliki pengaruh paling positif dan nyata dalam merefleksikan pembelajaran pengajar. Artinya hasil belajar yang didapat dari pelatihan akan semakin besar jika semakin bertambahnya pengetahuan pengajar mengenai metode pengajaran kreatif.

Nilai bobot indikator perilaku yang paling besar ditunjukkan oleh indikator PER1 dengan nilai 0,726071 pada t-value 10,394694. Hal ini menunjukkan bahwa indikator PER1 memiliki pengaruh paling positif dan nyata dalam merefleksikan perilaku pengajar. Artinya perilaku pengajar

50

akan semakin tercermin dengan baik setelah pelatihan melalui implementasi hasil pelatihan dengan memberikan pengajaran optimal kepada siswa.

Nilai bobot indikator hasil yang paling besar ditunjukkan oleh indikator HAS2 dengan nilai 0,846856 pada t-value 36,018662. Hal ini menunjukkan bahwa HAS2 memiliki pengaruh paling positif dan nyata dalam mengukur hasil pelatihan. Artinya semakin tinggi atau semakin baik hasil pelatihan dapat tercermin dari semakin tingginya kreativitas mengajar pengajar.

Tabel 19. Nilai outer loading indikator-indikator karakteristik kompetensi

Outer Model Loading t-value Interpretasi KOMPETENSI → KNO1 0,625339 6,633045 Pengaruh positif dan nyata KOMPETENSI → KNO2 0,812600 28,315202 Pengaruh positif dan nyata KOMPETENSI → KNO3 0,793747 20,797509 Pengaruh positif dan nyata KOMPETENSI → SKL1 0,818904 28,558677 Pengaruh positif dan nyata KOMPETENSI → SKL2 0,804930 22,174508 Pengaruh positif dan nyata KOMPETENSI → SKL3 0,610150 5,878950 Pengaruh positif dan nyata KOMPETENSI → SKL4 0,800190 13,897677 Pengaruh positif dan nyata KOMPETENSI → SEL1 0,730784 18,054189 Pengaruh positif dan nyata KOMPETENSI → SEL2 0,822129 27,811450 Pengaruh positif dan nyata KOMPETENSI → SEL3 0,691758 11,771456 Pengaruh positif dan nyata KOMPETENSI → TRA1 0,754300 16,827400 Pengaruh positif dan nyata KOMPETENSI → TRA2 0,850438 30,227897 Pengaruh positif dan nyata KOMPETENSI → TRA3 0,820972 27,897178 Pengaruh positif dan nyata KOMPETENSI → MOT1 0,767516 14,987861 Pengaruh positif dan nyata KOMPETENSI → MOT2 0,774206 18,755845 Pengaruh positif dan nyata KOMPETENSI → MOT3 0,783912 18,961301 Pengaruh positif dan nyata

Muatan indikator-indikator yang mencerminkan efektivitas pelatihan dapat dilihat pada Tabel 19. Nilai bobot indikator kompetensi yang paling besar ditunjukkan oleh indikator TRA2 dengan nilai 0,850438 padat-value 30,227897. Hal ini menunjukkan bahwa indikator TRA2 merupakan indikator paling positif dan nyata dalam mengukur kompetensi pengajar setelah pelatihan. Artinya kompetensi pengajar setelah pelatihan paling tercermin dari perhatian pengajar terhadap siswa dalam mengajar. Nilai loading indikator knowledge yang paling besar adalah indikator KNO2 0,812600 pada t-value 28,315202. Hal ini menunjukkan korelasi positif dan nyata. Artinya semakin besar knowledge yang didapat dari pelatihan, maka pengajar akan semakin mengetahui metode pengajaran yang efektif.

Nilai loading indikator skill yang paling besar adalah indikator SKL1 0,818904 pada t-value 28,558677. Hal ini menunjukkan korelasi positif dan nyata. Artinya semakin besar skill yang didapat dari pelatihan maka pengajar akan semakin dapat berkomunikasi dengan para siswa. Nilai loading indikator self concept yang paling besar adalah indikator SEL2 0,822129 pada t-value 27,811450. Hal ini menunjukkan korelasi positif dan nyata, serta dapat diinterpretasikan bahwa indikator yang paling mencerminkan self concept pengajar setelah mengikuti pelatihan adalah mind set untuk selalu memperhatikan kesiapan mengajar agar dapat mengajar dengan baik.

Nilai loading indikator trait yang paling besar adalah indikator TRA2 0,850438 pada t-value 30,227897. Hal ini menunjukkan korelasi positif dan nyata. Artinya, meningkatnya trait pengajar melalui pelatihan menyebabkan pengajar menjadi lebih perhatian kepada siswa dalam mengajar. Nilai loading indikator motive yang paling besar adalah indikator MOT3 0,783912 pada t-value 18,961301. Hal ini menunjukkan korelasi positif dan nyata, dapat diinterpretasikan bahwa semakin besar motive yang didapat melalui pelatihan, sehingga pengajar akan semakin berinisiatif untuk mengembangkan metode pengajaran. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 7.

Dokumen terkait