• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Feng Shui terhadap Susunan Ruang dalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.4 Pengaruh Feng Shui terhadap Susunan Ruang dalam

Prinsip utama dalam Feng Shui berkaitan dengan denah layout interior adalah upaya penyelarasan terhadap aliran energi (chi') yang masuk dan mengalir dalam ruangan.Terdapat beberapa bagian ruang yang dikaji menurut konsep Feng Shui antara lain :

 Ruang tamu

Ruang tamu dalam Feng Shui berfungsi sebagai jantung dalam rumah. Menurut Lillian Too (1995), bentuk kursi atau sofa pada ruang tamu tidak ada batasan tertentu dalam Feng Shui. Secara umum menurut Feng Shui aliran bentuk tentang susunan tempat duduk yang baik adalah tidak ada kursi atau sofa yang punggungnya menghadap langsung ke pintu atau jalan masuk ke ruang tamu. Penempatan tempat duduk yang membentuk huruf L juga tidak disarankan dalam Feng Shui. Bentuk meja pada ruang tamu dalam Feng Shui adalah kotak dan bulat.

Menurut Andrie Wicaksono (2006), Bentuk ruang tamu harus segi empat siku-siku, tidak baik jika ada lengkung ataupun potongan diagonal. Gunakan material kilap (gloss) seperti cermin atau aquarium untuk mementalkan energi buruk, dan gunakan material vegetasi atau tanaman

hias untuk membelokkan arah chi'. Hal-hal yang harus diperhatikan pada saat menata ruang tamu berdasarkan Feng Shui adalah :

 Kursi diruang tamu harus mempunyai sandaran tangan dan punggung.  Aturlah kursi diruang tamu membentuk segi empat bukan bentuk L.  Disudut tenggara ruang tamu, letakkan vegetasi hijau.

 Catlah dinding ruang tamu dengan warna cerah (merah atau kuning).  Letakkan audio-system (televisi dan tape) diruang tamu untuk

menghidupkan aktivitas.

 Letakkanlah foto seluruh anggota keluarga diruang tamu.

 Ruang tamu seharusnya mempunyai satu dinding solid tanpa jendela atau pintu.

 Jendela diletakkan di timur, tenggara atau selatan untuk keberuntungan.

 Letakkan meja kotak atau lingkaran ditengah-tengah ruang tamu.  Letakkan cermin hias disebelah perapian untuk merefleksikan chi'

disekitar ruangan.

 Ruang tamu harus bersih dari debu, jagalah ruang tamu agar selalu bernuansa hangat, nyaman dengan ornamen penunjang.

Menurut Mas Dian (2014), Ruang tamu yang baik menurut feng shui adalah :

 Memberikan kesan ramah, bersih, dan rapi.

 Ruang tersebut memiliki jendela sebagai ventilasi agar angin dan cahaya bisa masuk dengan baik (tetapi jangan terlalu terang).

 Tidak perlu menampilkan sesuatu yang bersifat aktraktif karena dapat menciptakan jurang pembatas.

 Tidak mempersempit ruangan dengan prabotan yang berlebihan.  Kabinet sepatu kurang baik jika ditempatkan diruang tamu.

 Posisi kabinet yang dihadapkan langsung ke pintu masuk dapat merusak dan mengganggu energi Chi yang akan singgah ke rumah.  Susunan sofa tidak boleh membelakangi pintu masuk.

 Jangan meletakkan cermin di belakang sofa dan didepan pintu masuk.  Kamar tidur

Menurut Lillian Too (1998), Letak tempat tidur menentukan nyaman tidaknya Anda beristirahat dan kebahagiaan bersama suami. Agar segalanya berlangsung baik:

 Jangan letakkan cermin yang memantulkan tempat tidur. Pantulan ini bisa diartikan sebagai undangan bagi pihak ketiga.

 Jangan tidur di bawah lampu. Tidur Anda tak akan nyenyak dan bisa menimbulkan keretakan dengan pasangan. Geser tempat tidur, atau pasang lampu di samping tempat tidur.

 Selalu letakkan tempat tidur di sudut kamar yang letaknya besebrangan (diagonal) dengan pintu masuk.

 Jangan biarkan pintu kamar tidur dan kamar mandi berhadapan. Karena menimbulkan energi yang buruk. Kalau sudah terlanjur, gantungkan hiasan gemerincing (wind chimes) di anatara kedua pintu.

 Pintu Kamar tidur juga jangan berhadapan dengan pintu lain, tangga dan cermin. Kalau terlanjur, gantungkan hiasan gemerincing di antara keduanya.

 Lampu jangan terlalu mencolok mata.

 Pakailah tempat tidur yang memiliki kepala, yang letaknya menempel pada tembok.

 Tinggi tempat tidur setidaknya 45 cm dari lantai.

 Jangan hiasi kamar dengan gambar binatang buas, abstrak atau air. Gambar air di kamar tidur akan membuat Anda mudah kehabisan uang.

 Letakkan sekeranjang buah-buahan segar di kamar. Jangan ganti dengan tanaman atau bunga segar.

 Hiasi dengan gambar anak-anak, sebagai harapan dapat keturunan nantinya.

 Hindari segala sesuatu yang menggambarkan atau menyimbolkan air.  Jangan pasang televisi menghadap tempat tidur. Kalau sedang tidak

ditonton, tutup televisi dengan kain.

 Jangan tidur di bawah kipas angin dan di bawah jendela karena akan menghabiskan energi Anda. Tutup dengan tirai atau keray yang rapat. Menurut Mas Dian (2014), Kamar tidur yang baik menurut feng shui adalah :

 Jangan meletakkan akuarium dalam kamar.

 Plafon kamar tidur sebaiknya rata.

 Memiliki ventilasi cahaya dan udara yang baik.

 Buatlah ruang kamar yang sesuai kebutuhan dengan mempertimbangkan luas ruang dan kebutuhan.

 Letak ranjang jangan berhadapan dengan cermin.

 Letak ranjang jangan bertatapan dengan pintu kamar mandi, gunakan penyekat jika ini terjadi.

 Jangan ada jendela dibelakang ranjang khususnya jendela yang bisa dibuka.

 Tinggi ranjang jangan terlalu rendah dan terlalu tinggi, umumnya ± 50 cm.

 Gantungkan foto diri di belakang ranjang.

 Jangan menggunakan perabotan yang berlebihan yang membuat kamar menjadi sempit.

 Interior kamar sebaiknya tidak menggunakan desain yang menampilkan sudut tajam.

Menurut Andrie Wicaksono (2006), beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat menata ruang tidur adalah :

 Balok yang menggantung dapat memberikan energi buruk pada orang yang tidur dibawahnya dan menggantung klintingan dapat membantu mengurangi efek tersebut.

 Jangan menaruh cermin di depan ranjang.

 Jangan tidur dengan kepala atau kaki menunjuk ke arah pintu.

 Pintu kamar tidur jangan berhadapan dengan pintu toilet. Apabila terjadi gantunglah klintingan diantara kedua ruang tersebut.

 Ranjang harus mempunyai kepala yang solid, jangan dibiarkan terbuka.

 Kepala ranjang dipastikan menempel dengan dinding.  Jangan tidur menghadap pintu kamar

 Pencahayaan harus redup dan soft.

 Kamar didekor dengan warna Yin gelap (hijau, biru atau abu-abu) untuk ketenangan.

 Gambar binatang buas atau lukisan gambar air jangan digantung di dalam kamar.

 Letak ranjang dibawah jendela harus dihindari karena hal ini merusak energi disekitar orang yang tidur diatas ranjang.

 Meja rias jangan berhadapan dengan ranjang.  Televisi jangan diletakkan menghadap ranjang.

 Lokasi terbaik untuk kamar tidur adalah sebelah timur, tenggara, barat, barat laut dan utara.

 Ruang keluarga

Ruang keluarga yang berada pada titik selatan yang melambangkan kesuksesan. Lokasi ini harus muda dijangkau dan diakses. Lokasi ruang keluarga harus dapat menangkap sinar matahari. Jika dimungkinkan, ruang keluarga hendaknya menghadap ke halaman depan yang dikelilingi

tembok untuk menambah aliran Chi yang masuk ke dalam rumah (Wang, 2007).

Menurut prinsip-prinsip Feng Shui aliran bentuk, tempat berkumpulnya seluruh anggota keluarga baik anak, saudara dan teman-teman, ruang keluarga hendaknya ruang yang paling besar di rumah tersebut. Adanya TV dan media elektronik lainnya sebagai pelengkap bertujuan untuk membawa suasana yang harmonis (Kwan & Lie, 2007). Menurut Mas Dian (2014), Ruang keluarga yang baik menurut feng shui adalah :

 Memiliki sirkulasi cahaya dan udara yang benar.  Plafon yang terlalu rendah dinilai kurang baik.

 Posisi sofa dan kursi keluarga sebaiknya tidak langsung membelakangi pintu masuk rumah. Posisi yang membelakangi sebaiknya diberi dinding atau penyekat ruangan.

 Jangan meletakkan lampu gantung tepat diatas sofa.

 Jangan menempatkan tanaman buah dalam ruang keluarga.

 Gunakan tanaman berdaun yang tidak mudah mati dan jumlahnya tidak banyak.

Menurut Lillian Too (1998), Ruang keluarga adalah titik utama rumah. Karena itu penuhi dengan energi yang (hangat).

 Pilih cat berwarna cerah.

 Letakkan audio system, TV dan perangkat hiburan lainnya di ruang keluarga.

 Agar keberuntungan dan rezeki selalu ada di rumah, tempatkan akuarium dan tanaman hijau di ruang keluarga.

 Untuk sofa dan kursi di ruang keluarga, pilih yang memakai tangan dan sandaran. Susun dalam bentuk persegi. Jangan berbentuk L, karena kurang menguntungkan (ada sisi yang terbuka).

 Ruang makan

Menurut prinsip-prinsip Feng Shui, ruang makan lebih mempunyai arti sebagai tempat untuk meningkatkan keharmonisan keluarga dengan suasana yang menarik dan nyaman (Kwan & Lie, 2007). Menurut Feng Shui aliran bentuk haruslah terdapat sandaran lengan tetapi terjadi transformasi desain dimana sandaran tangan dianggap tidak efisien karena ketika makan tangan harusnya diletakkan di meja makan bukan di kursi. Menurut Feng Shui ada 3 macam bentuk meja makan yang di anjurkan, yakni bundar, bujur sangkar, segi empat.

Penempatan cermin di ruang makan selalu merupakan Feng Shui yang baik karena melambangkan penggandaan kekayaan keluarga. Menurut Feng Shui, lampu yang terang yang ditempatkan tepat di atas meja makan atau sekeliling meja makan sangat baik karena semua orang yang berada di meja makan akan mendapat pencahayaan yang sama dan suasana makan pun menjadi lebih baik.

Bentuk persegi, persegi panjang dan bulat pada meja makan merupakan bentuk yang baik, terutama untuk jamuan makan. Namun peletakannya yang berada di dua pintu memiliki feng shui yang buruk.

Menurut Too (2002), solusi yang dapat dilakukan adalah menggantungkan lonceng angin di dekat meja atau di antara pintu dan meja. Lonceng angin dianggap dapat melambatkan pergerakan energi chi dan mengurangi efek negatif. Jarak antara meja dan kursi terlalu jauh sehingga menyulitkan pengguna untuk makan dengan nyaman, tinggi meja terlalu rendah sehingga pengguna membungkukkan badan untuk menyesuaikan tinggi meja.

Menurut Lillian Too (1998), Agar makanan memberi manfaat bagi penghuni rumah, cobalah dengan hal-hal berikut ini.

 Gantungkan kaca untuk memantulkan makanan dan kegembiraan penghuninya.

 Jangan pakai alat makan yang retak, cuil atau pecah. Ini membahayakan pemakainya. Begitu ada tanda-tanda retak, buang dan ganti dengan yang baru.

Menurut Mas Dian (2014), Ruang makan selain untuk aktivitas makan juga dapat digunakan sebagai tempat berdiskusi dengan keluarga. Ruang makan yang baik menurut feng shui adalah :

 Pemasangan cermin dekat meja makan.

 Gunakan hiasan dekoratif seperti patung dan lukisan yang memiliki makna filosofis.

 Memiliki sirkulasi cahaya dan udara yang baik, jika tidak memungkinkan gunakan lampu dan kipas angin/exhause fan.

 Posisi meja makan jangan bertatapan dengan pintu toilet.  Meja makan jangan terlihat dari ruang tamu.

 Bentuk meja makan yang baik adalah bulat, persegi panjang, dan kotak.

 Dapur

Menurut Feng Shui, tidak ada aturan khusus mengenai arah hadap kompor karena dalam Feng shui, kompor merupakan unsur api yang tidak boleh berdekatan dengan unsur air dan tidak terletak dekat dengan pintu masuk. Letak kompor yang baik adalah sejajar dangan pintu dapur agar bila memasak dapat melihat orang yang lewat di sekitar area masak (Wang, 2007).

Bentuk plafon terbuka dalam ilmu feng shui dianggap sebagai bentuk yang berbahaya, duduk bahkan makan di bawah palang menggantung dapat menyebabkan penyakit dan pertengkaran (Too, 2002). Permasalahan ini dapat dipecahkan dengan melakukan pengobatan feng shui, yakni dengan cara menggunakan penutup plafon sehingga menutupi palang (rangka atap). Hal lain yang dapat dilakukan adalah menggantungkan dua suling bambu yang diikat dengan pita merah diujung tiang. Cara ini dapat mengubah energi ganas menjadi tidak berbahaya. Cara lain yakni menggunakan lampu kristal untuk membakar energi buruk yang terpancar dari palang. Perbaikan lain yakni menggunakan cat untuk menyamarkan efek palang menggantung.

Menurut Mas Dian (2014), Dalam budaya cina lama, ruang dapur disakralkan dengan hadirnya dewa dapur/Zao Jun Ye sebagai malaikat pengawas. Dapur yang baik menurut feng shui adalah :

 Wajib memiliki ventilasi yang baik.

 Gunakan alat penyedot asap dan exhause fan.

 Letak kompor dan sink tidak bersebelahan dan tidak berhadapan.  Letak kompor dan kulkas tidak bersebelahan dan tidak berhadapan.  Letak kompor paling baik di sudut timur, tenggara, dan selatan dari

ruang dapur.

 Letak sink dan kulkas paling baik di sisi utara, timur, tenggara, barat laut, dan barat.

 Gunakan penyekat jika keadaan kompor dan sink/kulkas bersebelahan atau berhadapan.

 Jangan meletakkan pisau dengan cara menggantung.

 Belakang kompor sebaiknya tidak ada jendela terbuka, lebih baik menggunakan penutup solid atau dinding yang masif.

 Gunakan interior dengan warna sejuk/dingin.

 Jangan meletakkan akuarium dan mesin cuci di ruang dapur.

Menurut Andrie Wicaksono (2006), beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat menata dapur :

 Jangan menaruh kompor disebelah tempat cuci piring atau kulkas (tabrakan antara elemen air dan api).

 Letak terbaik untuk dapur adalah selatan, tenggara, timur atau utara.  Hindari pintu belakang yang segaris dengan pintu dapur.

 Letak pintu kulkas tidak menghadap pintu dapur.  Tangga utama

Tangga sering kali dihubungkan dengan masalah keberuntungan dan kemalangan dalam karier. Dalam prinsip-prinsip Feng Shui aliran bentuk, tangga seringkali diibaratkan gergaji tajam yang dapat melukai penghuni. Oleh karena itu, tangga harus dilokasikan pada tempat yang tersembunyi dan tidak dipamerkan (Kwan & Lie, 2007).

Tangga yang baik adalah yang lebar, melingkar, dan melengkung indah diruangan yang besar. Tangga berbentuk spiral sangat mematikan, terutama jika letaknya di tengah rumah. Tangga tidak boleh terlihat langsung dari pintu utama rumah karena Chi rumah itu dapat langsung

keluar. Anak tangga harus padat dan tidak “berlubang” seperti kebanyakan

rumah yang dibangun secara massal, karena dapat mengakibatkan uang dapat mengalir keluar. Menurut prinsip-prinsip Feng Shui aliran bentuk, pegangan tangga tidak boleh memiliki sudut tajam. Pegangan itu harus bundar dan licin. Tangga juga harus cukup terang karena membawa Chi ke ruang tidur. Menurut prinsip-prinsip Feng Shui yang di terapkan pada tangga utama rumah tinggal, dimana jumlah anak tangga rumah tinggal jika dihitung 1-3 hitungan terakhir berhenti pada angka 3 yang berarti baik dan menandakan keluarga yang harmonis (Too, 1995).

Menurut Mas Dian (2014), Tangga adalah media penghubung dari lantai satu ke lantai atas atau dibawahnya. Tangga yang baik menurut feng shui adalah :

 Jangan menggunakan bentuk anak tangga yang bersiku tajam

 Posisi tangga tidak boleh bertatapan langsung dengan pintu masuk utama dan cermin.

 Posisi tangga jangan di ruang tamu atau terlihat dari ruang tamu.  Pintu kamar sebaiknya tidak bertatapan dengan tangga atau berada

dibawah tangga.

 Jumlah anak tangga yang baik adalah 1, 2, 6, 7, 11, 12, 16, 17, 21, 22, 26, 27, 31, dan 32.

 Toilet

Cara paling efektif mengatasi problem toilet adalah dengan menempatkan pintunya sehingga tidak menghadap pintu lain dan membawa kemalangan. Jadi, jika pintu toilet menghadap pintu utama, simbolismenya adalah kekayaan terbawa keluar. Dalam hal ini, pindahkan pintu toilet, atau cat dengan warna merah terang. Ada beberapa cara untuk mengatasi energi negatif toilet. Salah satunya Anda dapat menempatkan lampu terang di dalam toilet untuk memperkenalkan energi yang kuat. Selain itu, cat pintu toilet dengan warna merah, meskipun ini agak drastis. Anda juga dapat menaruh cermin di luar pintu toilet. Ini, secara visual, membuatnya "menghilang"(Too, 2001).

Menurut Mas Dian (2014), Dalam penjabaran feng shui, toilet disebut sebagai pusat Sha Qi/hawa pembunuh. Toilet yang baik menurut feng shui adalah :

 Memiliki ventilasi cahaya dan udara yang baik.  Memiliki jendela dengan akses ke ruang terbuka.

 Pintu toilet paling pantang berhadapan dengan pintu kamar tidur dan ruang dapur.

 Ruang toilet sebaiknya menggunakan warna terang.

Menurut Andrie Wicaksono (2006), beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat menata kamar mandi

 Pastikan kita dapat melihat pintu kamar mandi dari bathub atau tempat cuci tangan, bila tidak gunakan kaca.

 Hindari kloset yang menghadap pintu, gunakan klintingan untuk bunyi-bunyian.

 Letakkan barang-barang di kamar mandi dalam sebuah lemari, jangan biarkan berantakan.

 Lokasi terbaik untuk kamar mandi adalah timur dan tenggara.  Gunakan lampu (pencahayaan alami) di kamar mandi.

 Letakkan tanaman hijau didalam kamar mandi untuk menjaga ruangan agar tetap segar sekaligus meresap air.

 Gunakan bahan bangunan yang alami untuk lantai kamar mandi.

Dari uraian teori diatas dapat dinyatakan bahwa ketentuan-ketentuan Feng Shui terhadap susunan ruang dalam hunian masyarakat tionghoa adalah :

 Ruang tamu

 Susunan tempat duduk yang baik adalah tidak ada kursi atau sofa yang punggungnya menghadap langsung ke pintu atau jalan masuk ke ruang tamu (Too, 1995; Dian, 2014).

 Penempatan tempat duduk yang membentuk huruf L juga tidak disarankan dalam Feng Shui (Too, 1995; Wicaksono, 2006).

 Bentuk meja pada ruang tamu dalam Feng Shui adalah kotak dan bulat (Too, 1995; Wicaksono, 2006).

 Mengutamakan kebersihan ruang tamu (Wicaksono, 2006; Dian, 2014).

 Bentuk ruang tamu harus segi empat siku-siku, tidak baik jika ada lengkung ataupun potongan diagonal (Wicaksono, 2006).

 Kursi diruang tamu harus mempunyai sandaran tangan dan punggung (Wicaksono, 2006).

 Disudut tenggara ruang tamu, letakkan vegetasi hijau (Wicaksono, 2006).

 Catlah dinding ruang tamu dengan warna cerah (merah atau kuning) (Wicaksono, 2006).

 Letakkan audio-system (televisi dan tape) diruang tamu untuk menghidupkan aktivitas (Wicaksono, 2006).

 Letakkanlah foto seluruh anggota keluarga diruang tamu (Wicaksono, 2006).

 Ruang tamu seharusnya mempunyai satu dinding solid tanpa jendela atau pintu (Wicaksono, 2006).

 Jendela diletakkan di timur, tenggara atau selatan untuk keberuntungan (Wicaksono, 2006).

 Ruang tersebut memiliki jendela sebagai ventilasi agar angin dan cahaya bisa masuk dengan baik (tetapi jangan terlalu terang) (Dian, 2014).

 Tidak perlu menampilkan sesuatu yang bersifat aktraktif karena dapat menciptakan jurang pembatas (Dian, 2014).

 Tidak mempersempit ruangan dengan prabotan yang berlebihan (Dian, 2014).

 Kabinet sepatu kurang baik jika ditempatkan diruang tamu (Dian, 2014).

 Posisi kabinet yang dihadapkan langsung ke pintu masuk dapat merusak dan mengganggu energi Chi yang akan singgah ke rumah (Dian, 2014).

 Jangan meletakkan cermin di belakang sofa dan didepan pintu masuk (Dian, 2014).

 Kamar tidur

 Jangan menaruh cermin di depan ranjang (Too, 1998; Wicaksono, 2006; Dian, 2014).

 Ranjang diletakkan pada sudut diagonal berlawanan dengan pintu (Too, 1998; Wicaksono, 2006).

 Jangan biarkan pintu kamar tidur dan kamar mandi berhadapan. Kalau sudah terlanjur, gantungkan hiasan gemerincing (wind chimes) di anatara kedua pintu (Too, 1998; Wicaksono, 2006).

 Kepala ranjang dipastikan menempel dengan dinding (Too, 1998; Wicaksono, 2006).

 Gambar binatang buas atau lukisan gambar air jangan digantung di dalam kamar (Too, 1998; Wicaksono, 2006).

 Jangan pasang televisi menghadap tempat tidur. Kalau sedang tidak ditonton, tutup televisi dengan kain (Too, 1998; Wicaksono, 2006).  Letak ranjang dibawah jendela harus dihindari (Too, 1998;

Wicaksono, 2006; Dian, 2014).

 Jangan tidur di bawah lampu(Too, 1998).  Jangan tidur di bawah kipas angin(Too, 1998).

 Memiliki jendela untuk melihat halaman luar (Kwan & Lie, 2007).  Bentuk persegi atau teratur termasuk dalam bentuk kamar tidur (Kwan

& Lie, 2007).

 Posisi tidur tidak boleh menghadap ke pintu (Too, 1995; Wicaksono, 2006; Dian, 2014).

 Jangan meletakkan akuarium dalam kamar (Dian, 2014).

 Jangan menempatkan tanaman hidup di kamar tidur (Dian, 2014).  Plafon kamar tidur sebaiknya rata (Dian, 2014).

 Buatlah ruang kamar yang sesuai kebutuhan dengan mempertimbangkan luas ruang dan kebutuhan (Dian, 2014).

 Tinggi ranjang jangan terlalu rendah dan terlalu tinggi, umumnya ± 50 cm (Dian, 2014).

 Gantungkan foto diri di belakang ranjang (Dian, 2014).

 Jangan menggunakan perabotan yang berlebihan yang membuat kamar menjadi sempit (Dian, 2014).

 Interior kamar sebaiknya tidak menggunakan desain yang menampilkan sudut tajam (Dian, 2014).

 Balok yang menggantung dapat memberikan energi buruk pada orang yang tidur dibawahnya dan menggantung klintingan dapat membantu mengurangi efek tersebut (Wicaksono, 2006).

 Meja rias jangan berhadapan dengan ranjang (Wicaksono, 2006).  Lokasi terbaik untuk kamar tidur adalah sebelah timur, tenggara,

barat, barat laut dan utara (Wicaksono, 2006).  Ruang keluarga

 Letakkan audio system, TV dan perangkat hiburan lainnya di ruang keluarga (Too, 1998; Kwan & Lie, 2007).

 Memiliki sirkulasi cahaya yang benar (Dian, 2014; Wang, 2007).  Lokasi ini harus muda dijangkau dan diakses (Wang, 2007).  Pilih cat berwarna cerah (Too, 1998).

 Agar keberuntungan dan rezeki selalu ada di rumah, tempatkan akuarium dan tanaman hijau di ruang keluarga (Too, 1998).

 Untuk sofa dan kursi di ruang keluarga, pilih yang memakai tangan dan sandaran. Susun dalam bentuk persegi. Jangan berbentuk L, karena kurang menguntungkan (ada sisi yang terbuka) (Too, 1998).  Plafon yang terlalu rendah dinilai kurang baik (Dian, 2014).

 Posisi sofa dan kursi keluarga sebaiknya tidak langsung membelakangi pintu masuk rumah. Posisi yang membelakangi sebaiknya diberi dinding atau penyekat ruangan (Dian, 2014).

 Jangan meletakkan lampu gantung tepat diatas sofa (Dian, 2014).  Jangan menempatkan tanaman buah dalam ruang keluarga (Dian,

2014).

 Gunakan tanaman berdaun yang tidak mudah mati dan jumlahnya tidak banyak (Dian, 2014).

 Ruang makan

 Menurut Feng Shui ada 3 macam bentuk meja makan yang di anjurkan, yakni bundar, bujur sangkar, segi empat (Kwan & Lie, 2007; Too, 2002; Dian, 2014).

 Penempatan cermin di ruang makan (Kwan & Lie, 2007; Too, 1998; Dian, 2014).

 Posisi meja makan jangan bertatapan dengan pintu toilet. Kalau sudah terlanjur, gantungkan hiasan gemerincing (wind chimes) di anatara kedua pintu (Too, 2002; Dian, 2014).

 Kursi makan yang memiliki sandaran lengan dianggap tidak efisien (Kwan & Lie, 2007).

 Memiliki lampu yang terang tepat di atas meja makan atau sekeliling meja makan (Kwan & Lie, 2007).

 Gunakan hiasan dekoratif seperti patung dan lukisan yang memiliki makna filosofis (Dian, 2014).

 Memiliki sirkulasi cahaya dan udara yang baik, jika tidak memungkinkan gunakan lampu dan kipas angin/exhause fan (Dian, 2014).

 Lantai ruang makan yang direndahkan dinilai kurang baik (Dian, 2014).

 Meja makan jangan terlihat dari ruang tamu (Dian, 2014).

 Ruang makan jangan dekat pintu masuk rumah (Wicaksono, 2006).  Lokasi terbaik untuk ruang makan adalah di area timur, tenggara,

barat dan barat laut (Wicaksono, 2006).

 Lukisan pemandangan atau buah-buahan diletakkan pada dinding ruang makan (Wicaksono, 2006).

 Hijau, krem dan merah muda yang hangat adalah warna terbaik untuk ruang makan (Wicaksono, 2006).

 Dapur

Dokumen terkait