• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan

HASIL PENELITIAN

1. Pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan

Hasil analisis data, diperoleh data koefisien korelasi antara gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan sebesar 0,669 setelah dilakukan pengujian dengan program SPSS terbukti bahwa koefisien korelasi tersebut signifikan. Hal ini berarti bahwa terdapat pengaruh variabel bebas X1 (gaya kepemimpinan transformasional) terhadap variabel Y (kinerja karyawan). Pengujian hipotesis diperoleh bahwa nilai Sig. = 0,000 dan thitung = 6,856 sedangkan ttabel = 1,672. Karena nilai Sig. < 0,05 dan thitung > ttabel maka Ho ditolak yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel bebas X1 (gaya kepemimpinan transformasional) terhadap variabel terikat Y (kinerja karyawan).

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Indra Kharis (2015) yang berjudul: Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Karyawan dengan Motivasi Kerja sebagai Variabel Intervening. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif

dan signifikan gaya kepemimpinan transformasional terhadap motivasi kerja sebesar 0,587, pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan sebesar 0,597 dan pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan 0,357.

Menurut Terry dan Rue (2008: 192) menyatakan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan seseorang atau pemimpin untuk mempengaruhi perilaku orang lain menurut keinginan-keinginannya dalam suatu keadaan tertentu. Kepemimpinan adalah suatu tujuan dalam suatu kelompok. Beberapa orang akan memimpin dan sebahagian besar akan mengikutinya. Seorang pemimpin melaksanakan rencana-rencana dan memberikan sumbangannya untuk menjadikan sebuah rencana menjadi suatu kenyataan. Pemimpin menyampaikan rencana itu kepada bawahannya, menjelaskan maksud dari kegiatan itu, mengatakan apa yang akan dibuat oleh setiap anggota, berusaha untuk membangkitkan kegembiraan, dan berusaha untuk menyelesaikan setiap perselisihan di kalangan anggota-anggotanya. Pada dasarnya, seorang pemimpin memotivasi dan membimbing perilaku anggotanya.

Kepemimpinan dalam organisasi memegang peranan sentral dan vital dalam usaha pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam hal ini, pimpinan yang benar-benar mampu memimpin bawahan dalam pelaksanaan tugas untuk mencapai tujuan. Seorang pemimpin dalam melaksanakan tugasnya tidak lepas dari bantuan bawahannya. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus dapat menciptakan hubungan baik dengan bawahannya. Hubungan yang baik ini akan menimbulkan rasa hormat,

melaksanakan tugas dengan senang hati dan bertanggung jawab serta berusaha untuk selalu bekerja sesuai dengan program yang ada.

Gaya kepemimpinan dari seorang pemimpin perusahaan yang baik dan berorientasi bawahan lebih mampu menumbuhkembangkan kesadaran disiplin dari karyawannya. Kepemimpinan yang berorientasi bawahan adalah menempatkan karyawan sebagai faktor utama yakni sebagai manusia yang mempunyai martabat, citra rasa dan karsa seperti dirinya. Dalam kepemimpinannya selalu saling bahu membahu, bekerjasama, saling menghormati dan menghargai, dapat memberikan keteladanan, selalu memberi bimbingan, pengawasan yang dilakukan secara korektif, serta mampu berkomunikasi dan menempatkan diri di antara karyawan tanpa harus kehilangan kewibawaannya sebagai pemimpin. Karyawan merupakan bawahan dari seorang atasan. Karyawan akan merasa puas dalam bekerja apabila pimpinannya melaksanakan kepemimpinan dengan memperhatikan faktor-faktor yang bersangkutan dengan sistem nilai yang berlaku dari karyawan.

2. Pengaruh Organizational Citizenship Behavior Terhadap Kinerja Karyawan

Hasil analisis data, diperoleh data koefisien korelasi antara organizational citizenship behavior terhadap kinerja karyawan sebesar 0,578 setelah dilakukan pengujian dengan program SPSS terbukti bahwa koefisien korelasi tersebut signifikan. Hal ini berarti bahwa terdapat pengaruh variabel bebas X2 (organizational citizenship behavior) terhadap variabel Y (kinerja karyawan). Pengujian hipotesis diperoleh bahwa nilai Sig. = 0,000 dan thitung =

5,397 sedangkan ttabel = 1,672. Karena nilai Sig. < 0,05 dan thitung > ttabel maka Ho ditolak yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel bebas X2 (organizational citizenship behavior) terhadap variabel terikat Y (kinerja karyawan).

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Gunawan, Solang dan Kartika (2015) yang berjudul: Organizational Citizenship Behavior yang Berpengaruh Pada Kinerja Karyawan dan Kepuasan Konsumen di PT U.tec Industries Indonesia. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa organizational citizenship behavior berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dan kepuasan konsumen. Semakin tinggi organizational citizenship behavior, maka semakin tinggi pula kinerja karyawan dan kepuasan konsumen. Selain itu, kinerja karyawan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen, semakin tinggi kinerja karyawan maka konsumen akan semkain puas.

Keberhasilan karyawan dalam pelaksanaan tugas ditentukan oleh kemampuan dalam bekerjasama. Menurut Wibowo (2011: 81) bahwa faktor yang perlu diperhatikan pada organisasi yang mempunyai kinerja tinggi diantaranya adalah kerjasama. Oleh sebab itu kinerja organisasi dan interaksi para karyawan dalam hal bekerjasama sangat menentukan tujuan organisasi.

3. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap

Organizational Citizenship Behavior

Hasil analisis data, diperoleh data koefisien korelasi antara gaya kepemimpinan transformasional terhadap organizational citizenship behavior

sebesar 0,535 setelah dilakukan pengujian dengan program SPSS terbukti bahwa koefisien korelasi tersebut signifikan. Hal ini berarti bahwa terdapat pengaruh variabel X1 (gaya kepemimpinan transformasional) terhadap variabel X2 (organizational citizenship behavior). Pengujian hipotesis diperoleh bahwa nilai Sig. = 0,000 dan thitung = 4,825 sedangkan ttabel = 1,672. Karena nilai Sig. < 0,05 dan thitung > ttabel maka Ho ditolak yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel X1 (gaya kepemimpinan transformasional) terhadap variabel X2 (organizational citizenship behavior).

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Agustina dan Kriwangko (2016) yang berjudul: Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Transaksional Terhadap Organizational Citizenship Behavior di PT U.tec Industries Indonesia. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap organizational citizenship behavior. Gaya kepemimpinan transaksional mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap organizational citizenship behavior. Gaya kepemimpinan transformasional mempunyai pengaruh lebih dominan dibandingkan dengan kepemimpinan transaksional terhadap organizational citizenship behavior.

BAB VI

PENUTUP

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya, maka penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Terdapat pengaruh positif dan signifikan gaya kepemimpinan

transformasional terhadap kinerja karyawan. Hal tersebut dibuktikan perolehan data koefisien korelasi antara gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan sebesar 0,669. Pengujian hipotesis diperoleh bahwa nilai Sig. = 0,000 dan thitung = 6,856 sedangkan ttabel = 1,672. Karena nilai Sig. < 0,05 dan thitung > ttabel maka Ho ditolak. Koefisien determinasi sebesar 0,448 menunjukkan bahwa besarnya kontribusi gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan adalah sebesar 44,8.%.

2. Terdapat pengaruh positif dan signifikan organizational citizenship behavior terhadap kinerja karyawan. Hal tersebut dibuktikan perolehan data koefisien korelasi antara organizational citizenship behavior terhadap kinerja karyawan sebesar 0,578. Pengujian hipotesis diperoleh bahwa nilai Sig. = 0,000 dan thitung = 5,397 sedangkan ttabel = 1,672. Karena nilai Sig. < 0,05 dan thitung > ttabel maka Ho ditolak. Koefisien determinasi sebesar 0,334 menunjukkan bahwa besarnya kontribusi organizational citizenship behavior terhadap kinerja karyawan adalah sebesar 33,4%.

3. Terdapat pengaruh positif dan signifikan gaya kepemimpinan transformasional terhadap organizational citizenship behavior. Hal tersebut dibuktikan perolehan data koefisien korelasi antara gaya kepemimpinan transformasional terhadap organizational citizenship behavior sebesar 0,535. Pengujian hipotesis diperoleh bahwa nilai Sig. = 0,000 dan thitung = 4,825 sedangkan ttabel = 1,672. Karena nilai Sig. < 0,05 dan thitung > ttabel maka Ho ditolak. Koefisien determinasi sebesar 0,286 menunjukkan bahwa besarnya kontribusi gaya kepemimpinan transformasional terhadap organizational citizenship behavior adalah sebesar 28,6%.

6.2 Saran-saran

Berdasarkan kesimpulan penelitian yang telah diuraikan di atas, peneliti dapat memberikan beberapa saran sebagai berikut:

1. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa gaya kepemimpinan transformasional memberikan pengaruh positif terhadap kinerja karyawan PT. Utec Industries Indonesia. Oleh karena itu, hendaknya pemimpin harus memberikan perhatian khusus pada para karyawan dan lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaan dan jabatan yang diembannya. Keberhasilan kinerja karyawan adalah salah satu unsur dalam meningkatkan kinerja organisasi. Diharapkan dengan tercapainya gaya kepemimpinan yang baik maka kinerja karyawan PT. Utec Industries Indonesia pun akan semakin baik.

2. Perlunya meningkatkan peran dari seorang pimpinan dalam meningkatkan kinerja karyawan. Diharapkan pimpinan PT. Utec Industries Indonesia

dapat lebih cermat dalam memilih gaya kepemimpinan yang dapat diterapkan di perusahaan, sehingga dengan gaya kepemimpinan yang tepat dapat mengembangkan semangat kebersamaan dan memotivasi karyawan untuk bekerja keras dalam pelaksanaan pekerjaan.

3. Diharapkan PT. Utec Industries Indonesia hendaknya senantiasa menciptakan organizational citizenship behavior yang lebih baik lagi agar kinerja karyawan semakin baik dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawah, sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai secara optimal.

4. Karyawan PT. Utec Industries Indonesia perlu meningkatkan kinerja terutama dalam hal mencapai target kerja serta kemampuan dalam menyelesaikan pekerjaan dan sikap kerjasama karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan.

5. Penelitian ini masih bersifat umum, karena terlihat masih banyak faktor lain yang mempengaruhi kinerja karyawan, maka penulis menyarankan bagi peneliti selanjutnya untuk menggunakan variabel dalam penelitian ini untuk diteliti di masa yang akan datang.

Dokumen terkait