social responsibility.
Untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara penerapan good corporate governance (X) terhadap implementasi corporate social responsibility (Y) maka dapat dilihat dengan menggunakan rumus korelasi product moment, kemudian untuk menguji hipotesis maka digunakan rumus “t”, dan selanjutnya untuk melihat seberapa besar pengaruh yang diberikan antara good corporate governance (X) terhadap implementasi corporate social responsibility (Y), maka digunakan rumus koefisien determinan.
1. Uji Korelasi
Untuk mengetahui adakah pengaruh good corporate governance terhadap implementasi corporate social responsibility maka digunakan rumus Product Moment (Sugiyono, 2005: 212) untuk mencari koefisien korelasi antara kedua variabel tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil sebagai berikut : N = 35 ∑X = 1587 ∑Y = 1536 ∑XY = 70562 ∑X2 = 72997 ∑Y2 = 68554 = xy r
( )( )
( ) }{ ( ) }
{
2 2 2 2 Y Y N X X N Y X XY N rxy Σ − Σ Σ − Σ Σ Σ − Σ =r
xyr
xyr
xyr
xyr
xy = 0,849Hasil perhitungan korelasi tersebut sebesar 0,849 bernilai positif, dari hasil perhitungan tersebut memperlihatkan bahwa koefisien korelasi yang diperoleh adalah positif ( r = + ) hal ini berarti ada hubungan antara good corporate governance terhadap implementasi corporate social responsibility pada PT. Jamsostek Kanwil I Sumut. Dengan hasil perhitungan yang positif mengartikan bahwa kenaikan variabel yang satu akan diikuti dengan kenaikan variabel yang lainnya dan kedua variabel memiliki hubungan positif. (Sugiyono,2005:214). Dari perhitungan korelasi diatas diperoleh rhitung 0,849, bila dikonsultasikan dengan
nilai rtabel untuk n=35 dan kesalahan 5%, maka rtabel adalah 0,334.
Dengan demikian korelasi 0,849 itu signifikan. Untuk mengetahui kadar lemah kuatnya koefisien korelasi, maka diperlukan interpretasi dapat dilihat pada table 28 di bawah ini (Sugiyono,2005:214) :
Tabel 28
Interpretasi Koefisien Korelasi
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat Rendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Sedang 0,60 – 0,799 Kuat 0,80 – 1,000 Sangat Kuat Sumber : Penelitian 2010
Dengan mengkonsultasikan r yang diperoleh dengan tabel pedoman interpretasi Sugiyono, maka dapat kita lihat bahwa r = 0,849 terletak pada interval 0,80 – 1,000, jadi dapat disimpulkan bahwa tingkat hubungan antara variabel X dengan variabel Y berada pada kategori Sangat Kuat. Berarti pengaruh antara kualitas pelayanan (X) dengan kepuasan nasabah (Y) adalah berada pada tingkat Sangat Kuat.
1. Uji Signifikan
Untuk menguji signifikan antara variabel X dan variabel Y dapat dilakukan dengan menggunakan rumus :
t
t
t
t
Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan uji signifikan didapat harga t hitung adalah 9,08. Dan jika dilihat dari tabel t (lihat lampiran) untuk kesalahan 5% dan N = 35, maka didapat t tabel 2,042.
Berdasarkan ketentuan pengujian hipotesis :
1. Jika harga thitung > ttabel, maka H0 (Hipotesa Nol) ditolak dan Ha (Hipotesa Alternatif) diterima, artinya ada pengaruh signifikan antara good corporate governance terhadap implementasi corporate social responsibility.
2. Jika harga thitung < ttabel, maka H0 (Hipotesa Nol) diterima dan Ha
(Hipotesa Alternatif) ditolak, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara good corporate governance terhadap implementasi corporate social responsibility.
Dengan membandingkan antara thitung dengan nilai 9,08 dan ttabel 2,042, maka dapat diketahui bahwa thitung > ttabel (9,08 > 2,042), hal ini berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian ada pengaruh yang signifikan antara penerapan good corporate governance terhadap implementasi corporate social responsibilty pada PT. Jamsostek Kanwil I Sumatera Utara.
2. Koefisien Determinan
Tujuan koefisien determinasi ini mengetahui berapa persen besarnya pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Dapat dilakukan dengan menggunakan rumus :
D = (r xy)2 x 100%
D = (0,849)2 x 100%
D = 72,08%
Dengan persamaan diatas maka diperoleh hasil sebesar 72,08%. Ini kesimpulan bahwa pelaksanaan corporate social responsibility atau tanggung jawab sosial pada PT. Jamsostek Kanwil I Sumut di pengaruhi oleh adanya good corporate governance sebesar 72,08% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
BAB V ANALISA DATA
Setelah diperoleh data dalam penelitian ini, maka selanjutnya akan diklasifikasikan masing-masing data berdasarkan nilai-nilai jawaban responden pada tabel dibab sebelumnya yakni pada Bab IV. Pengklasifikasian ini didasarkan pada data yang diperoleh dari kuesioner yakni variabel good corporate governance (X) dan variabel implementasi corporate social responsibility (Y), dan juga pengaruh yang diberikan oleh good corporate governance (X) tersebut terhadap corporate social responsibility (Y) pada PT. Jamsostek Kanwil I Sumut.
V.1. Good Corporate Governance
Untuk mengetahui bagaimanakah penerapan good corporate goverrnance pada PT.Jamsostek Kanwil I Sumut, maka dapat di lihat dari di terapkannya prinsip-prinsip GCG yang juga merupakan indikator-indikator dari definisi operasional variabel X, antara lain :
1. Transparansi
Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan pada saat penelitian maka kita dapat melihat bahwa antara lain sebanyak 25 orang atau sebesar 71,4 % memilih pilihan sangat setuju, 9 (25,7 %) setuju, 1 orang ( 2,9 %) cukup setuju, sedangkan untuk pilihan kurang setuju dan tidak setuju tidak ada satupun responden yang memilihnya atau sebesar 0 %. Ini berarti masyarakat khususnya penerrima bantuan hibah dana CSR PT. Jamsostek Kanwil I Sumut, merasa
PT.Jamsostek telah sangat trasnparan dalam memberikan informasi manajemen dan kinerja perusahaannya.
Kemudian sebanyak 23 orang responden atau 65,7 % memilih untuk menyatakan bahwa PT. Jamsostek dalam menggunakan teknologi informasi, 10 orang atau 28,5 % setuju, cukup setuju 2 orang atau 5,8 % , sedangkan tak satupun responden yang memilih kurang setuju dan tidak setuju. Dan sebanyak 16 orang atau 45,7 % memlilih sangat setuju mengenai keterbukaan PT. Jamsostek dalam mengumumkan jawaban yang kosong pada PT. Jamsostek, 11 orang menyatakan setuju atau 28,5%, 5 orang cukup setuju, 2 orang atau 5,8 % kurang setuju dan 2 orang atau 5,8% menyatakan tidak setuju. Ini berarti menurut para responden banwa PT. Jamsostek sudah sangat transparan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Maka kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwasanya responden sudah merasa bahawa memang ada keterbukaan atau transparansi dari PT. Jamsostek, sehingga masyarakat dapat mengakses informasi apa saja yang berkaitan dengan perusahaan.
Selain itu menurut pengamatan dari penulis juga, bahwasanya memang PT. Jamsostek sudah terbuka di dalam memberikan informasi, hal ini selaras dengan yang dinyatakan oleh Humas PT. Jamsostek Sanco Manulang, pada saat wawancara dengan mengatakan :
“dalam hal transparansi, ya..kalau dapat dikatakan ya sudah transparanlah, misalnya semua orang bisa mengakses informasi apa saja dan bisa mendapatkannya, sangat terbuka bahkan laporan keuangannya dan semua kegiatannya di laporkan ke media massa dan dapat dilihat di internet juga, pelelangan juga jamsostek secara terbuka mengumumkannya, dan juga kalau ada lowongan jabatan pasti diumumkan secara terrbuka”.
Maka untuk membuktikannya sendiri apakah memang benar transparan penulis mencari tahu dengan mengkses website milik PT. Jamsostek, dan terlihat memang mereka hampir sudah memaparkan segala informasi yang berkaitan dengan kinerjanya, bahkan masalah laporan keuangan yang menurut beberapa institusi sangat sensitif, diberikan oleh PT.Jamsostek.
Sebagai contoh maka kita dapat melihat salah satu keterbukaan PT. Jamsostek dalam memaparkan laporan laba/rugi perusahaan pada tahun 2009.
Tabel 28
LAPORAN LABA-RUGI KONSOLIDASI
Untuk Periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2009 dan 30 September 2008
(dalam jutaan rupiah)
N o U RAI AN 1 Ja n - 3 1 Se p
0 9 Kon solida si
1 Ja n - 3 1 Se p 0 8 Kon solida si
1 Pendapat an I ur an ( JKK, JKM, JPK, Jak ons) 1.793.403 1.540.089 2 Pendapat an Oper asional Anak Per usahaan 5.945 2.559 3 Beban Jam inan ( JKK, JKM, JPK, Jak ons) ( 940.134) ( 881.843) 4 Beban Penam bahan Cadangan Tek nis ( 542.747) ( 379.960)
To t a l Pe n d a p a t a n Be r sih Op e ra sio n a l 3 1 6 .4 6 6
2 8 0 .8 4 4
5 Pendapat an I nv est asi ( NETTO) 6.500.763 4.576.709 6 Pendapat an Pengelolaan Dana I nv est asi JHT 738.887 606.895 7 Beban Usaha & Hasil/ Beban Lain- lain ( 909.333) ( 736.357) 8 Beban Pengelolaan Dana I nv est asi JHT ( 738.887) ( 606.895 Laba Sebelum Bagian Peser t a At as Hasil I nv est asi JHT 5.907.897 4.121.197
9 Ba g ia n Pe se rt a At a s H a sil I n v e st a si JH T ( 4 .7 7 0 .6 0 6 ) ( 3 .2 7 1 .4 2 5 ) 10 Pa j a k Pe n g h a sila n Ba n d a n ( 2 0 7 .1 2 2 ) ( 1 7 0 .6 9 6 ) La b a ( Ru g i) se t e la h Pa j a k 9 3 0 .1 6 8 6 7 9 .0 7 5 La st u pda t e d: N ove m be r 2 0 0 9 Sumber : htttp//www.jamsostek.co.id
Tidak hanya laporan laba/rugi saja yang dipaparkan ke masyarakat secara luas, namun juga berbagai kinerja lainnya. Dengan begitu penulis dapat menyimpulkan bahwasanya PT. Jamsostek telah dapat memenuhi prinsip pertama dalam menerapkan good corporate governance.
2. Akuntabilitas
Akuntabilitas berkaitan dengan adanya pertanggungjawaban pihak manajemen PT. Jamsostek terhadap seluruh kinerjanya atau hasil kerja yang dilakukan terhadap seluruh stakeholders termasuk masyarakta luas.
Sebagai stakeholder juga masyarakat penerima bantuan CSR juga sepatutnya dipertanyakan mengenai akuntabilitas dari PT. Jamsostek ini, maka dari data yang diperroleh dapat diketahui bahwasanya mayoritas responden sangat setuju dengan pendapat bahwa PT. Jamsostek sangat terbuka terhadap pemberian informasi dan keterbukaan PT. Jamsostek serta dapat mempertanggung jawabkan setiap informasi yang diberikan, atau yakni sebanyak 21 orang atau 60 % responden memilih sangat setuju, 12 orang atau 34,2 % memilih setuju, 1 orang atau 2,9 % memilih cukup setuju, sedangkan untuk pilihan kurang setuju sebanyak 1 orang ( 2,9 % ), tidak setuju tidak ada satu orang responden pun yang memilih tidak setuju atau 0 %. Itu berarti PT. Jamsostek sudah sangat akuntability, di dalam melakukan kegiatan manajemennya.
Hal ini selaras dengan yang dinyatakan oleh Humas PT.Jamsostek,Sanco Manulang, ST.MT. saat diwawancarai pada maret 2010 :
“ dalam hal akuntabilitas, jamsostek tiap tahun selalu melaporkan kepada semua stakeholder tentang apa yang sudah di lakukan, ini loh..yang kami lakukan, dan semua dapat mempertanyakannya kepada kami, kami juga siap mempertanggungjawabkannya”
Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwasanya PT. Jamsoste telah dapat memenuhi prinsip ke 2 dalam penerapan good corporate governance.
3. Responsibilitas
Dari hasil penelitian yang penulis lakukan maka diperoleh data bahwa sebanyak 20 orang atau 54,2 % responden memilih sangat setuju terhadap PT. Jamsostek yang memiliki kesadaran yang tinggi di dalam melakukan tanggung jawab sosial kemudian 13 orang setuju atau 37,1 %, 3 orang atau 8,5 % memilih cukup setuju, sedang yang memilih kurang setuju dan tidak setuju sebesar 0 % karena tidak ada yang memilih. Ini berarti responden sudah merasa bahwa PT. Jamsostek memang telah perduli dalam menerapkan tanggung jawab sosial.
Kemudian sebanyak 26 responden atau 74,2 % memilih sangat setuju bahwa PT. Jamsostek merupakan perusahaan yang berrsih dari praktik KKN, kemudian 6 orang atau 17,1 % setuju, 3 orang atau 8,57 % cukup setuju sedangkan untuk pilihan kurang setuju dan tidak setuju tidak ada satu orang pun atau sebanyak 0 % tidak memilihnya. Itu berarti menurut responden PT. Jamsostek sudah termasuk bersih dari praktik KKN.
Selanjutnya sebanyak 25 orang atau 71,4 % memilih sangat setuju, 17,1 % atau 6 orang memilih setuju, 4 orang atau 11,4 % memilih cukup setuju, sedangkan yang memilih kurang setuju dan tidak setuju hanya 0 orang atau 0 %. Itu berarti mayoritas responden memilih bahwa PT. Jamsostek menjunjung tinggi etika di dalam menjalankan bisnisnya. sebanyak 25 orang atau 71,4 % memilih sangat setuju, 4 orang atau 11,4 %, 5 orang atau 14,2 % memlih cukup setuju, 1 orang atau 2,9 % memilih kurang setuju dan 0 orang atau 0 % memilih tidak setuju terhadap PT. Jamsostek yang memelihara lingkungan bisnis yang sehat. Itu berarti menurut responden PT. Jamsostek memang telah menjaga lingkungan bisnisnya dengan sehat.
Dari data di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwasanya PT. Jamsostek menurut masyarakat dalam hal inipenerima bantuan CSR sudah memenuhi indikator sekaligus prinsip dari good corporate governance yakni responsibilitas.
4. Independensi
Dari penelitian yang penulis lakukan maka dapat diperoleh data seperti pada table yakni ada sebanyak 23 orang atau 65,7 % yang memilih sangat setuju terhadap kemandirian dan profesionalisme PT. Jamsostek yang sangat baik, 7 orang atau 20 % memilih setuju, 3 orang atau 8,5 % cukup setuju, 2 orang atau 5,8 % kurang setuju, sedangkan yang memilih tidak setuju tidak satu pun atau 0 %. Itu berarti menurut kebanyakan dari responden sangat setuju bahwa PT. Jamsostek sudah dikelola dengan cara yang mandiri dan secara professional.
Selain itu menurut Sanco Manulang,ST.MT juga menyatakan bahwasanya PT. jamsostek tidak ada terikat dan ditekan dari pihak manapun, karena PT. Jamsostek merupakan perusahaan yang mandiri, siapapun tidak dapat menekan bahkan presiden sendiri juga tidaka bisa, karena tentunya perusahaan bertanggung jawab terhadap semua pihak, tidak hanya 1 pihak saja.
Dengan kata lain berarti PT.Jamsostek telah dapat dikatakan menerapkan prinsip independensi atau kemandirian.
5. Fairness atau Kewajaran
Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka dapat diperoleh data sebanyak 29 orang atau 82,8 % memilih sangat setuju menyatakan bahwa PT. Jjamsostek telah adil atau wajar di dalam penyampaian informasi kepada masyarakat oleh PT. Jamsostek, 3 orang atau 8,5 % setuju, 2 orang atau 5,8 %
cukup setuju, 1 orang 2,9 % kurang setuju, dan 0 orang atau 0 % tidak setuju. Itu berarti menurut masyrakat bahwasanya PT. Jamsostek memang telah secara wajar dan adil dalam memberikan informasi.
Selaras dengan itu Humas PT. Jamsostek juga menyatakan bahwasanya dalam penerapan prinsip fairness atau kewajaran, yang paling penting adalah setiap stakehoder mendapatkan informasi sesuai dengan fungsi dan kedudukannya masing-masing, jadi berdasarkan asas keadilan, dan memang sejauh ini PT.jamsostek sudah merasa bertindak seadil-adilnya terhadap seluruh stakeholder atau pemangku kepentingan.
Dan sebagai bukti bahwa PT. Jamsostek telah menerapkan good corporate governance adalah dengan sejumlah penghargaan yang diberikan baiik oleh institusi negeri seperti kementerian BUMN yang sebagai perusahaan yang baik, maupun dari institusi swasta yang menyatakan PT. Jamsostek sebagai perusahaan BUMN yang paling baik di Indonesia, untuk lebih jelasnya lihat di lampiran.